Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

UNU Indonesia Peringati Dies Natalis Pertama

Jakarta, Shautus Salam. Memperingati ulang tahun pertama yang bertepatan dengan bulan Ramadhan 1437 Hijriah, Universitas Indonesia (Unusia) menggelar sejumlah kegiatan. Adapun kegiatan yang digelar berupa seminar dan diskusi, khataman Al-Quran dan ditutup dengan buka puasa bersama.?

UNU Indonesia Peringati Dies Natalis Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Indonesia Peringati Dies Natalis Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Indonesia Peringati Dies Natalis Pertama

Kegiatan berlangsung dari pukul 14.00 sampai tiba waktu maghrib selama empat hari yakni dari Rabu hingga Sabtu, 15-18 Juni 2016 di Aula Utama Unusia, Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng Jakarta Pusat.

Pada Rabu (15/6), seminar menghadirkan Rektor Unusia yang juga Wakil Ketua Umum PBNU, H Maksoem Machfoedz. Hari kedua, Kamis (16/6) menghadirkan Ceramah Islam Nusantara oleh HM Sulton Fatoni selaku Wakil Rektor II Unusia.?

Berikutnya, Jumat (17/6) seminar dan diskusi diisi oleh Aliuyanto, owner Solaria. Adapun Sabtu (18/6) sebagai puncak Dies Natalis menghadirkan Mamat S Burhanudin, Wakil Rektor I Unusia, yang akan menyampaikan materi Pembelajaran Efektif di Perguruan Tinggi.?

Ketua Badan Pelaksana Perguran Tinggi NU (BPPT NU) dan Wakil Rektor III Unusia, KH Mujib Qulyubi mengungkapkan, acara Dies Natalis di setiap harinya disertai dengan khataman Al-Quran sebagai ajang bagi seluruh civitas akademik untuk bersama-sama mendoakan Unusia. Selain itu juga untuk memohon keberkahan Allah STW, apalagi dalam bulan Ramadhan lebih lengkap apabila disertai dengan membaca Al-Quran.

Shautus Salam

Pembicara yang dihadirkan tidak hanya dari intern Unusia dan PBNU, tetapi juga dari kalangan pengusaha. Menurut Kiai Mujib bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia enterpreneurship.

Shautus Salam

“Mahasiswa jangan hanya berpandangan setelah lulus menjadi pegawai atau karyawan, tetapi ditumbuhkan jiwa enterprenership-nya. Juga agar mahasiswa punya wawasan soal enterpreneruship agar ada solusi ekonomi saat dihadapkan pada kesulitan keuangan,” kata Kiai Mujib. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Santri, Humor Islam, Hikmah Shautus Salam

Rabu, 07 Februari 2018

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional

Surabaya, Shautus Salam. Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 Nopember akan diperingati besar-besaran di Surabaya. Acara dipusatkan di areal Monumen Tugu Pahlawan Surabaya. Kali ini acara besar itu akan diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Jam’iyatul Qura’ wal Huffadz (JQH) Jawa Timur, bekerjasama dengan MUI, PWNU, Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim.

Direncanakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa menteri dan gubernur di seluruh Indonesia akan turut hadir dalam perhelatan besar itu. “Semua undangan sudah kami sampaikan, dan dipastikan sudah sampai di tangan masing-masing yang kami undang,” kata KH Drs Abdullah Faqih, SH, Ketua Panitia Haul Pahlawan Nasional kepada Shautus Salam di Surabaya, Selasa (6/11).

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

JQH Mantapkan Persiapan Haul Pahlawan Nasional

Ustadz Faqih menuturkan, dalam pelaksanaan nanti pihaknya akan melibatkan 1945 hafidz (penghafal Al-Quran putra) dan hafidzah (penghafal Al-Quran putri). Pengambilan jumlah itu disesuaikan dengan tahun terjadinya peristiwa hari bersejarah di Surabaya itu.

Para Qori’ adalah para anggota JQH di seluruh Jawa Timur. Faqih menyatakan, pihaknya tidak kesulitan mencari penghafal Al-Quran sebanyak itu di wilayah kerjanya, sebab tidak kurang dari 9.000 anggota JQH Jatim adalah seorang hafidz/hafidzah.

“Itu yang sudah terdaftar resmi hafal 30 juz, yang belum terdaftar masih banyak,” tutur alumnus Pondok Pesantren Langitan itu. Ia menuturkan, dalam rapat pleno persiapan yang dilakukan pada awal November lalu, sudah ada 3.900 orang yang mendaftar. “Ya nanti kita bagi, selebih dari 1945 orang, sisanya sebagai mustami’in saja,” imbuh Sekretaris JQH Jawa Timur itu.

Di tempat yang sama, H Ahid Sufiaji, Wakil Majelis Ilmi JQH Jatim menjelaskan, acara akan dimulai pukul 06.00 WIB pagi dengan khatmil Quran bil ghaib oleh 1945 orang penghafal Al-Quran di 114 majelis. Setiap majelis berada di dalam masjid, hanya 9 di antaranya adalah majelis besar yang berada di areal Monumen Tugu Pahlawan.

Shautus Salam

Penggunaan angka 9 disesuaikan dengan angka keramat NU. Jam 11.00 WIB berarti Al-Quran telah dikhatamkan sebanyak 114 kali. Angka itu adalah angka seluruh jumlah ayat yang ada dalam Al-Quran.

Setelah itu akan dilakukan pelantikan pengurus baru PW JQH Jatim, disusul dengan pembacaan istighosah dan do’a bersama untuk para pahlawan. Baru setelah itu dilakukan sambutan-sambutan, termasuk di dalamnya amanat presiden dan ceramah umum yang akan disampaikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH A Hasyim Muzadi. Sedangkan doa penutup akan disampaikan oleh DR KH MA Sahal Mahfudh.?

Anggota FKB DPRD Jatim itu menuturkan, tidak kurang dari 4.000 undangan telah diedarkan. Mereka adalah para penghafal Al-Quran, para pengurus Ormas Islam, partai politik, para kepala daerah tingkat II se-Jatim, gubernur se-Indonesia, veteran, seniman, budayawan, banom-banom dan lembaga NU, para calon gubernur, dan lain-lain.

Shautus Salam

“Pokoknya acara ini sekaligus sebagai ajang menjalin silaturahmi untuk mempererat persaudaraan bangsa,” tutur H Ahid, yang duduk di dewan penasehat kepanitiaan.

Ia menjelaskan, perayaan Hari Pahlawan kali ini sengaja dibuat besar-besaran, karena jasa para pahlawan yang meletakkan kemerdekaan negeri ini juga besar. Sebenarnya ide semacam itu sudah muncul 3 tahun lalu, namun baru kali ini bisa dilaksanakan. “Semoga kali ini tidak ada lagi gangguan di tengah jalan,” ujarnya berharap. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hikmah Shautus Salam

Sabtu, 03 Februari 2018

Hoax, Literasi dan Pesan Islam

Oleh Syafiq Naqsyabandi

Kewarasan pikir manusia Indonesia diguncang dengan beredar luas-nya berita palsu (hoax). Kabar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya begitu mudah menyebar, terutama dengan perantara sosial media. Kondisi ini tentunya mengundang pertanyaan, mengapa semua ini bisa terjadi dan dalam skala yang begitu besar?

Hoax, Literasi dan Pesan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hoax, Literasi dan Pesan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hoax, Literasi dan Pesan Islam

Netizen merupakan subjek sekaligus objek dari sosial media. Oleh karenanya netizen mempunyai pengaruh yang paling utama dalam arus informasi di dunia maya. Netizen di Indonesia pada tahun 2016, menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia), berjumlah 132,7 juta jiwa atau 51,1 persen dari total penduduk Indonesia. Adapun tiga besar sosial media yang paling banyak digunakan netizen Indonesia adalah facebook dengan 71,6 juta pengguna (54 persen), disusul instagram dengan 19,9 juta pengguna (15 persen), dan youtube dengan 14,5 juta pengguna (11 persen).?

Sementara menurut situs statista.com, lima besar sosial media yang paling banyak digunakan netizen Indonesia berturut-turut adalah Facebook, Instagram, Twitter, Path, dan Google+. Besarnya netizen Indonesia yang menggunakan facebook, menempatkan Indonesia pada peringkat keempat negara dengan pengguna facebook terbanyak di dunia. Sementara tiga besar negara pengguna facebook di dunia adalah India dengan 195,16 juta pengguna, Amerika Serikat dengan 191,3 juta pengguna, dan Brazil dengan 90,11 juta pengguna.?

Data (APJII 2016) menunjukkan aktifitas yang paling banyak dilakukan oleh netizen adalah berbagi informasi dengan pelaku sebanyak 129,3 juta, diikuti dengan aktifitas berdagang dengan pelaku sebanyak 125,5 juta, dan aktiftas sosialisasi kebijakan pemerintah dengan pelaku sebanyak 119,9 juta. Demikian dapat dilihat bahwa netizen Indonesia adalah sebuah komunitas besar dengan jumlah lebih dari separuh populasi Indonesia yang selalu terhubung dan aktif berbagi informasi. Lantas, kenapa informasi hoax menjadi begitu dominan?

Kutipan terkenal David Kushner menyatakan bahwa berita bohong hanyalah gejala, penyakit sesungguhnya adalah kurangnya keinginan mencari bukti, bertanya, dan berpikir kritis. Secara implisit David Kushner menyampaikan bahwa penyebab menyebarnya hoax adalah kurangnya budaya literasi. Menurut UNESCO, literasi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menerjemahkan, menciptakan, mengkomunikasikan dan memperhitungkan, menggunakan bahan tertulis maupun tercetak yang berhubungan dengan berbagai konteks.?

Shautus Salam

Secara umum literasi biasa dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis. Perkembangan terbaru menyatakan bahwa literasi tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga mencakup bidang lain seperti matematika, sains, sosial, lingkungan, keuangan, bahkan moral (Campbell, Kirsch, Kolstad 1992; Gomez 2008). ? ? ?

Shautus Salam

Ternyata, kondisi literasi Indonesia berada dalam tahap yang memprihatinkan. Hasil penelitian Central Connecticut State University (CCSU) tahun 2016, Indonesia menempati rangking literasi ke 60 dari 61 negara dalam The World’s Most Literate Nations. Indonesia tertinggal dari negara pengguna facebook terbanyak lainnya, yakni Amerika Serikat (7) dan Brazil (43). Indonesia juga tertinggal dari sesama negara ASEAN, yakni Singapura (36), Malaysia (53) dan Thailand (59). Adapun lima besar urutan negara dengan rangking literasi tertinggi adalah Finlandia, Norwegia, Islandia, Denmark, dan Swedia.Data minat baca sebagai unsur literasi juga tidak menggembirakan. UNESCO pada tahun 2012 menyatakan bahwa indeks minat baca Indonesia hanya 0,001 yang berarti hanya ada 1 orang yang membaca dari setiap 1000 penduduk. Sementara kajian Perpustakaan Nasional pada tahun 2015 menunjukkan minat baca masyarakat masih 25,1 atau masuk kategori rendah.?

Demikian dapat dilihat ternyata komunitas netizen Indonesia kurang mendapatkan suplai nutrisi untuk membuat konten maupun pembicaraan yang bermutu di sosial media. Wajar jika akhirnya informasi yang beredar di sosial media didominasi oleh hoax, karena netizen gagal mengidentifikasi kebenaran suatu informasi yang diterima.?

Netizen kemudian mempercayai hoax karena seringnya pengulangan, sesuai kata Plato bahwa kebenaran dapat dibuat dengan pengulangan kebohongan. Netizen menjadi begitu saja percaya bahwa ada lambang palu arit di uang rupiah. Netizen begitu mudah percaya bahwa desain uang rupiah baru dipengaruhi desain mata uang yuan/renmibi. Sampai yang paling parah adalah munculnya komunitas yang percaya bahwa bumi tidak bulat melainkan datar.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh produsen hoax untuk mencari keuntungan. Produsen hoax mendapat keuntungan dengan banyaknya pengunjung website mereka. Tingginya trafik pengunjung akan mendatangkan iklan. Produsen hoax di Indonesia bisa meraup hingga Rp. 700 juta dalam satu tahun (Kompas.com; CNNIndonesia.com, 2/12/2016). Sebagai perbandingan, penulis berita palsu di Amerika Serikat dapat memperoleh keuntungan lebih dari 10 ribu USD atau setara Rp135 juta perbulan (washingtonpost.com, 18/11/2016).?

Motif lain produsen hoax selain keuntungan adalah untuk menguasai gagasan. Seperti yang dinyatakan Karl Marxbahwa mereka yang menguasai basis material akan menguasai gagasan dalam suatu zaman. Produsen hoax kemudian dapat mengarahkan pembicaraan pengguna sosial media kepada agenda-agenda tertentu, misalnya untuk mendelegitimasi pemerintahan atau menjatuhkan kredibilitas seorang tokoh dan organisasi masyarakat. Sayangnya, penyebar hoax tidak mempertimbangkan akibat dari aneka informasi yang disebarkan. Ancaman disintegrasi sosial sampai disintegrasi bangsa kini menjadi nyata gara-gara dominasi hoax dalam perbincangan netizen.

Sangat disayangkan bahwa para penyebar hoax yang dominan adalah situs-situs yang memakai label ‘Islam’ atau orang-orang dengan profil keislaman yang kuat. Padahal terdapat pesan untuk menjauhi menyebarkan hoax pada al-Quran yang berbunyi “... maka jauhilah (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu, dan jauhilah perkataan dusta.” (Q.S al Hajj: 30). Tafsir Ibnu Katsir menceritakan bahwa Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Mu’awiyah al Fazzari, telah menceritakan kepada kami Sufyan Ibnu Ziyad, dari Fatik Ibnu Fudalah, dari Aiman Ibnu Karim yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW berdiri melakukan khotbah. Beliau bersabda “Hai manusia, kesaksian palsu sebanding dengan mempersekutukan Allah!”.?

Beliau mengucapkan sabdanya ini sebanyak tiga kali, kemudian membaca Firman Allah SWT: “Maka jauhilah oleh kalian berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta." (Q.S Al Hajj : 30). Adapun Imam Bukhari meriwayatkan suatu hadits nabi yang berbunyi, “Maukah kalian aku beritahu tentang sebesar-besar dosa besar? Yaitu mempersekutukan Alloh dan durhaka pada kedua orang tua. Ketahuilah juga termasuk perkataan/persaksian dusta/palsu.” (HR Bukhari). Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Jalan Abi Bakrah Radhiyallohu‘anhu (no. 2654, 5976, 6273, 6274, 6919) dan dalam al-Adabul Mufrad (no. 15); Muslim (no. 87).

Hoax dapat dilawan setidaknya dengan tiga cara. Cara pertama adalah memverifikasi kebenaran suatu informasi yang diterima. Cara kedua memproduksi konten yang mengoreksi kabar hoax. Cara ketiga adalah meningkatkan minat baca, baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri.?

Walau sedikit terlambat, langkah pemerintah untuk mulai mengawasi dan meredam tersebarnya hoax patut diapresiasi dan didukung oleh segenap komponen bangsa. Meredam penyebaran hoax bukanlah kepentingan kelompok tertentu atau kepentingan politik penguasa, tapi harus menjadi kepentingan kita semua. Mengingat mencerdaskan kehidupan bangsa adalah salah satu tujuan luhur bagi kita semua dalam berbangsa dan bernegara.***

Penulis adalah Warga NU, tinggal di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Facebook: Syafiq Naqsyabandi.

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hikmah, IMNU, Doa Shautus Salam

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqi Siroj menyatakan salut dan bangga atas kehadiran mantan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jussuf Kalla, Senin (20/10).

Ia juga menyatakan bangga kepada Jokowi yang menyebut Prabowo dan Hatta sebagai “Rekan dan sahabat baik saya.”

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

“Bahkan saat menyatakan hal itu, Pak Jokowi mendapatkan applaus yang cukup lama dari para hadirin,” kata Said Aqil di kantor PBNU, usai menghadiri pelantikan di gedung MPR/DPR, Senin (20/10) pagi.

Shautus Salam

Dikatakannya, para pemimpin negeri ini telah menunjukkan contoh yang baik kepada seluruh rakyat Indonesia sehingga transisi kepemimpinan nasional berlangsung aman dan damai.

Shautus Salam

KH Said Aqil Siroj juga menyampaikan penghargaan kepada Presiden ke-6 Susilo Bambang Yuhoyono (SBY) yang telah mengawal proses transisi demokrasi Indonesia dengan cukup baik.

“Pak SBY luar biasa, selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen, beliau juga telah mengawal demokrasi di Indonesia sehingga berwibawa di tingkat internasional. Tidak ada nyawa melayang dalam proses pergantian kepemimpinan,” katanya.

Terkait isi pidato pertama presiden Jokowi yang disampaikan sesaat setelah pelantikan, Said Aqil mengaku tertarik dengan pernyataan yang eksplisit menyebut profesi nelayan, buruh, petani, para pedagang pasar, para pedagang asongan, dan sopir. “Kita berharap Pak Jokowi merealisasikan janji-janjinya selama kampanye,” katanya.

Dalam pidatonya Jokowi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara maritim. Seperti Presiden ke-4 RI KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), Jokowi juga bertekad mengembalikan kejayaan di laut. ‘Jalesveva Jayamahe. “Perlu diingat Gus Dur yang merintis Departemen Kelautan,” kata Kang Said.

Ditambahkan, NU akan selalu berada di belakang pemerintahan yang sah dan mengawal program-program pemerintah yang pro rakyat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Hikmah, IMNU Shautus Salam

Sabtu, 27 Januari 2018

PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia

Amsterdam, Shautus Salam. Ahad 18 Januari 2015 lalu, disaksikan ratusan anggota Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME) Al-Ikhlas Amsterdam, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda secara resmi dilantik. Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri.

Sebanyak 29 orang yang terdiri atas para mukimin Indonesia di Belanda maupun para mahasiswa Indonesia yang sedang studi S2 dan S3 di Belanda dilantik sebagai Pengurus Cabang Istimewa NU Belanda untuk masa khidmat 2014-2016.

PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia

Pelantikan PCINU Belanda ini diselenggarakan bersamaan dengan acara tabligh akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara pengajian dimeriahkan dengan pembacaan sholawat oleh siswa-siswi Madrasah Al-Ikhlas Amsterdam yang secara kompak dan merdu melantunkan Thola’al Badru, Alhamdulillah wa Syukrulillah, Sholatun Bisalamin Mubin, dan Sholatullah Salamullah.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan barzanji oleh para generasi muda PPME Al-Ikhlas yang dipimpin oleh Ustadz Dr. Ahmad Mizar, Lc, MA. Sebagai penceramah tunggal dalam tabligh akbar ini adalah KH. Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus.

Turut hadir dalam acara Pelantikan PCINU Belanda dan pengajian maulid ini pejabat dan diplomat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Pengurus PPME Wilayah Belanda, Pengurus PPME dari kota-kota lain di Belanda, tokoh diaspora Muslim asal Mesir dan staf pengajar di Fakultas Teologi Vrij Universiteit Dr. Yaser Ellethy, delegasi PCINU dari negara-negara di Eropa dan Mediterania (Jerman, Belgia, United Kingdom, dan Maroko), dan para undangan lainnya.

Shautus Salam

Danang Waskito, mewakili KBRI di Belanda menyampaikan ucapan selamat dan dukungannya atas pelantikan PCI NU Belanda. “Di Belanda tantangannya sangat besar. Menjadi tugas PCINU Belanda untuk menunjukkan agar citra Islam dan citra bangsa Indonesia makin baik di sini.”

Menurut Danang, diplomasi Indonesia tidak bisa dilakukan oleh KBRI semata. Diplomasi mengenal apa yang disebut multi-tracks diplomacy. Di sinilah peran PCINU sangat diharapkan. PCINU Belanda harus memperkuat diplomasi kita di negeri Belanda sehingga masyarakat Indonesia makin diterima di sini, citra Indonesia dan Islam juga makin baik di Eropa, dan khususnya di Belanda ini.”

Dalam kesempatan itu, Danang Waskito meneruskan kembali pesan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, yang sebelumnya menjabat Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, agar masyarakat Indonesia bangga menjadi bangsa Indonesia. Untuk itu, Danang Waskito mendukung visi PCINU Belanda yang ingin mempromosikan Islam Nusantara di Belanda khususnya, dan Eropa umumnya.

Menurut Danang, bangsa Indonesia yang multikultur, yang menghormati sesama, yang mengajarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil-‘alamin merupakan ciri-ciri yang membentuk jati diri bangsa Indonesia yang harus dibanggakan. Dan hal ini sangat sejalan dengan paham keagamaan Nahdlatul Ulama. “Karena itu, KBRI sangat senang dengan kehadiran PCINU di Belanda.” (Muhamad Shohibuddin/Anam)

 

Shautus Salam

*Foto Gus Mus bersama PCINU Belanda usai pelantikan

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pendidikan, Hikmah Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar

Brebes, Shautus Salam. Generasi muda diharapkan bisa mengimplementasikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sebab Al-Qur’an bisa menjadi jalan penerang dalam mengarungi hidup dan kehidupan di dunia dan akhirat sehingga tercetak Generasi Qur’ani yang berpegang teguh pada tuntunan Qur’an.

“Di tengah maraknya pengaruh negatif yang mengancam moralitas generasi muda, Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) dinilai sangat ampuh untuk mencetak Generasi Qurani,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Tahroni saat membuka MTQ Pelajar tingkat Kabupaten Brebes, di SMP N 2 Songgom, Selasa (6/9).

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar

Menurut Tahroni, MTQ juga bisa dijadikan ajang untuk mengasah dan meningkatkan ketrampilan baca tulis Al Quran secara baik, benar dan indah.

Ketua Panitia MTQ Pelajar Hendra Pradistyo Bmenjelaskan, MTQ diikuti 170 peserta. Mereka terdiri dari peserta SD/MI sebanyak 68 peserta dan SMP/MTs 102 peserta. Juga ikut mensukseskan kegiatan tersebut 15 Dewan Hakim, 10 Panitera dan 8 Pengawas kegiatan.

Adapun cabang yang dilombakan meliputi cabang Tartil Quran SD/MI, SMP/MTs, Cabang Tilawatil Quran SD/MI, SMP/MTs dan Cabang Tahfidz Quran 1 Juz SMP/MTs putra dan putri.?

Shautus Salam

“Tiap cabang terbagi untuk tingkat SD, SMP untuk golongan putra dan putri,” papar Hendra.

Shautus Salam

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Brebes H Imam Hidayat mengambil sumpah para dewan hakim yang akan melakukan penjurian.?

Peserta terbaik pertama dari berbagai cabang, akan menjadi duta kafilah Brebes pada MTQ Pelajar Tingkat Jawa Tengah di Kabupaten Magelang pada 10-13 Oktober 2016 mendatang.

Hadir dalam pembukaan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan kabupaten Brebes Dedy Priyono, Kepala UPTD Pendidikan se Kabupaten Brebes, Kepala Sekolah SD dan SMP, dewan hakim, official dan seluruh peserta. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Hikmah, Syariah Shautus Salam

Jumat, 19 Januari 2018

Puasa Kiai Wahid untuk Indonesia

Oleh Ayung Notonegoro



Salah satu tokoh NU yang paling fenomenal sepanjang sejarah adalah KH Abdul Wahid Hasyim. Putra Hadratusysyekh KH Hasyim Asyari tersebut, tak hanya menjadi tokoh NU yang militan, tapi juga cerdas dan berintegritas. Perjuangannya tak hanya untuk NU semata, tapi juga untuk bangsa Indonesia. Maka, ketika kecelakaan mobil pada 19 April 1954 itu, merenggut nyawa Menteri Agama pertama Republik ini, menyebabkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia. Lebih-lebih bagi warga NU. 

Puasa Kiai Wahid untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Kiai Wahid untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Kiai Wahid untuk Indonesia

Dalam Muktamar ke-20 NU di Surabaya, lima bulan setelah kejadian tragis tersebut, rasa kehilangan masih tampak jelas di wajah orang-orang NU. Saat sambutan, Rais Aam PBNU  KH Wahab Chasbullah, mengungkapkan rasa kehilangan yang teramat. 

"Ada kejadian yang sebaiknya kita peringati, sekalipun sangat berat tekanan dan akibatnya dalam hati dan jiwa kita, ialah kejadian yang sangat mengerikan, kejadian wafatnya Saudara Yang Mulia Kiai Haji Abdul Wahid Hasyim, dengan cara yang sangat mengejutkan, akibat dari suatu kecelakaan yang tiada orang dapat mencampurinya. Tiada orang yang mampu berhadapan dengan qodar kepastian yang datang dari langit," ungkap Kiai Wahab. 

Meski demikian, Kiai Wahab tak lantas menyeret Nahdliyin terus-menerus bersedih. Ia menguatkan, bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti. "Dahulu, ada seorang ahli syair berkata: Barangsiapa yang tidak mati karena pedang atau senjata lain dalam pertempuran, maka orang itu akan mati juga dengan sebab lain. Bermacam-macam sebab yang mendatangkan kematian, tetapi kematian itu satu," ungkapnya. 

Shautus Salam

Kemudian ia mengajak para muktamirin yang datang dari seluruh penjuru Nusantara tersebut, untuk meneladani sikap dan perjuangan Kiai Wahid. Perjuangan yang tidak hanya sebatas perjuangan fisik dan pikiran saja, tapi juga dilengkapi dengan perjuangan batiniyah. 

Perjuangan fisik dan pemikiran Kiai Wahid sudah banyak tulisan dan buku yang mengupasnya. Bagaimana kiprahnya di masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, mempersiapkan kemerdekaan dan lebih-lebih di masa perang mempertahankan kemerdekaan. Akan tetapi, tak banyak yang mengupas tentang perjuangan batiniyahnya Kiai Wahid untuk bangsa Indonesia. 

Dalam konteks batiniyah tersebut, salah seorang penyusun Piagam Jakarta itu, memperjuangkan Indonesia dengan bertirakat. Sebagai umat Islam, Kiai Wahid percaya, bahwa segenap ikhtiar harus senantiasa diiringi dengan doa. Dan, doa yang paling ijabah harus disertai dengan laku tirakat. 

Tirakat yang dilakukan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) itu, adalah puasa dahr, yaitu puasa yang dilakukan sepanjang tahun. Kecuali pada hari-hari yang diharamkan, seperti dua hari raya dan hari tasyrik. Kiai Wahid berjanji pada dirinya sendiri, sebagai permohonan kepada Allah SWT, agar bangsa Indonesia dianugerahi kemerdekaan yang sesungguhnya, terlepas dari pelbagai belenggu, berdaulat sepenuhnya dan diberikan kedamaian dan kesejahteraan. 

Shautus Salam

Biasanya, ia akan memulai puasa yang cukup panjang dalam situasi-situasi yang genting. Seperti halnya saat terjadi Agresi Militer Kedua Belanda. Saat itu, Belanda bersama pasukan Sekutu mampu menguasai ibu kota Indonesia yang pada saat itu bertempat di Yogyakarta. Sejak kejadian yang berlangsung pada 19 Desember 1948 itulah, Kiai Wahid memulai puasanya. 

Saban hari Kiai Wahid berpuasa hingga ajal menjemputnya saat usianya masih belum genap 40 tahun. Terhitung sejak awal, Kiai Wahid telah berpuasa selama 1500 hari lebih. Sungguh perjuangan yang tak mudah di tengah aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran.

Sebenarnya, puasa yang dilakukan di atas bukanlah yang pertama kalinya. Sepanjang hidupnya, Kiai Wahid kerap kali berpuasa sunnah. Sebagaimana diceritakan oleh KH. Saifuddin Zuhri, junior sekaligus kolega perjuangannya, dalam Authorized KH Saifudin Zuhri: Berangkat dari Pesantren.

Pada medio 1942, terjadi peristiwa besar dalam sejarah bangsa Indonesia. Belanda telah terusir dan digantikan oleh Jepang. Tak membawa kebaikan sebagaimana yang dijanjikan, pasukan Dai Nippon tersebut, justru menunjukkan kebengisannya. Seorang tokoh panutan umat Islam di Indonesia, Hadratussyekh Hasyim Asyari ditangkap oleh Jepang.

Tentu saja ini menjadi keguncangan bagi Nahdlatul Ulama karena Kiai Hasyim merupakan sosok sentral di organisasi yang memuliakan para ulama tersebut. Lebih-lebih kepada Kiai Wahid. Selain karena pemimpinnya di NU, Kiai Hasyim juga merupakan ayah kandungnya.

Menghadapi situasi ini, Kiai Wahid tidak hanya mengambil alih tanggung jawab peran-peran ayahandanya dan berupaya membebaskannya, tapi juga mengimbanginya dengan berpuasa. Hingga pada suatu hari, di saat terik matahari begitu menyengat, Kiai Wahid sedang melakukan kunjungan kerja di Sokaraja, Jawa Tengah.

Di kampung halaman Kiai Saifuddin Zuhri tersebut, ia ditawari minum oleh tuan rumah. Namun, dengan sigap Kiai Wahid menolaknya.

“Nanti dulu, sabarlah,” tukasnya seraya memandang Kiai Saifuddin yang sedang minum.

“Berpuasa pada hari yang begini panas? Orang musafir kan dapat rukhsoh?” Goda Kiai Saifuddin yang sebenarnya tahu kalau tamunya tersebut, telah berpuasa sejak beberapa minggu yang lalu.

Di luar dugaan, Kiai Wahab menjawabnya dengan cukup mantap dan layak direnungkan bagi kita semua.





“Laqod shumtu li yaumin huwa aharru minhu,” jawabnya.

Saya berpuasa untuk meningkatkan suatu hari yang lebih panas ketimbang hari ini, yaitu di padang mahsyar kelak!!!

Penulis aktif di Komunitas Pegon yang mengulik hal ihwal pesantren dan NU. Bisa ditemui di akun facebooknya: Ayunk Notonegoro

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama, Hikmah Shautus Salam

Sabtu, 06 Januari 2018

Ketua LP Maarif: Saya Akan Bekerja Cepat

Jakarta, Shautus Salam. Ketua baru Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama HZ Arifin Junaidi berjanji akan bekerja secara cepat selama sisa masa kepengurusan ini. Hal ini untuk mengejar sejumlah ketertinggalan yang selama ini belum bisa dicapai.

PBNU mengukuhkan HZ Arifin Junaidi sebagai ketua baru PP LP Ma’arif NU mengantikan Mansyur Ramly di Gedung PBNU, Jakart Pusat, Rabu (16/1) pekan lalu. Pengukuhan dan pelantikan dihadiri Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud dan jajaran PP LP Maarif NU.

Ketua LP Maarif: Saya Akan Bekerja Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua LP Maarif: Saya Akan Bekerja Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua LP Maarif: Saya Akan Bekerja Cepat

Menurut Arifin, pihaknya memiliki jaringan yang luas yang perlu diperdayakan secara baik. Terlebih, masa khidmat yang ia emban akan berakhir 2015, ditambah masa jabatan pemerintahan yang akan banyak berperan untuk madrasah NU sisa kurang dari dua tahun lagi.

Shautus Salam

Pernyataan ini disampaikan pada upacara penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LP Ma’arif NU di Wisma Syahida Inn, Kampus II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabun (23/1). PP LP Ma’arif akan segera menyebar luaskan hasil rapat ini kepada seluruh pengurus di bawah.

”Itulah komitmen saya untuk bekerja cepat di bidang pendidikan,” ujarnya.

Shautus Salam

Arifin menyatakan, PBNU penting untuk selalu melibatan LP Ma’arif NU dalam semua persoalan yang menyangkut pendidikan di lingkungan NU. Sebagai lembaga yang mengurusi pendidikan, pihaknya wajib turut menyelesaikan berbagai masalah, termasuk dalam urusan proses rekrutmen beasiswa pendidikan ke luar negeri.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pondok Pesantren, Hikmah Shautus Salam

Cegah Narkoba, Muslimat NU Jember Bentuk LAN

Jember, Shautus Salam. Kepedulian Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember, Jawa Timur terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba, patut diacungi jempol. Hal ini? bisa dilihat dari kegetolan lembaga pimpinan Nyai Hj. Emi Kusminarni tersebut untuk memerangi segala bentuk penyalahgunaan obat terlarang itu dengan beragam cara. Salah satunya adalah dengan membentuk Laskar Anti Narkoba (LAN) di tingkat Pengurus Anak Cabang dan Ranting.

Pembentukan LAN tersebut direkomendasikan dalam acara “Sosialisasi Hidup Sehat Tanpa Narkoba” di aula Kantor Muslimat NU Jember, Ahad (20/11). Selain merekomendasikan pembentukan LAN, Nyai Hj. Emi Kusminarni dalam arahannya juga mengajak hadirin untuk menjauhi narkoba serta memastikan anggota keluarganya tidak terlibat penggunaan narkoba, miras dan tidak melakukan seks bebas.

“Kemudian, selain terus mensosialisasikan tentang bahaya narkoba, miras dan seks bebas, saya mengimbau kader Muslimat NU juga tak segan-segan memberikan pendampingan terhadap korban penyalahgunaan narkoba, miras dan sebagainya,” tuturnya.

Cegah Narkoba, Muslimat NU Jember Bentuk LAN (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Narkoba, Muslimat NU Jember Bentuk LAN (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Narkoba, Muslimat NU Jember Bentuk LAN

Menurut Nyai Hj. Emi, penyalahgunaan narkoba dewasa ini sudah begitu mencemaskan. Penggunanya tidak hanya kaum dewasa tapi juga sudah merambah kalangan pelajar, bahkan pesantren tak luput dari bidikan pengedar obat haram tersebut. Sungguh miris. Oleh karena itu, ia mengjak para orang tua untuk betul-betul memantau pergaulan anaknya. Sebab, barang atau budaya apapun memang datangnya dari lingkungan dan teman bergaul.

“Untuk soal pergaulan, jangan percaya pada anak seratus persen. Kita harus memantau dan mengontrol siapa-siapa saja temannya. Sebab, narkoba dan prilaku apapun sumbernya dari pergaulan,” urainya.

Dalam kesempatan tersebut Nyai Hj. Emi juga menekankan pentingnya kader Muslimat NU di semua tingkatan untuk ambil bagian dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba, khususnya sosialisasi tentang bahaya narkoba di acara-acara pengajian muslimat.

Shautus Salam

“Sosialisasi bahaya narkoba dan ciri-ciri juga penting. Sebab, bisa jadi itu dibilang obat penenang, padahal narkoba,” ucapnya.

Acara tersebut diikuti oleh lebih dari 100 orang yang terdiri dari pengurus cabang dan anak cabang serta para ketua majelis taklim dan tokoh masyarakat. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)

?


Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Khutbah, Hikmah Shautus Salam

Senin, 01 Januari 2018

Spiritualitas Pembeda Unusia dengan Kampus Lain

Jakarta, Shautus Salam

Ada orang yang beriman, tetapi tidak berilmu. Juga ada orang berilmu, sayangnya tidak beriman. Padahal Allah SWT mengangkat derajat orang-orang yang beriman sekaligus berilmu. Beriman sekaligus berilmu itulah yang menjadi cita-cita Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia).

Demikian disampaikan Rektor Unusia Prof Dr Ir Maksoem Machfoedz pada? ceramah ilmiah berjudul “Spiritualisasi Keilmuan” dalam rangka Dies Natalis Ke-1 Unusia di Aula Utama Unusia, Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (15/6).

Spiritualitas Pembeda Unusia dengan Kampus Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Spiritualitas Pembeda Unusia dengan Kampus Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Spiritualitas Pembeda Unusia dengan Kampus Lain

Peringatan ulang tahun pertama Unusia mengambil tema “Menuju Kampus Bermutu”. Dalam ceramahnya, Prof Maksoem pun mengambil analogi keilmuan yang ingin dikembangkan Unusia dengan spirit ibadah puasa.

Shautus Salam

Pelaksanaan ibadah puasa harus mampu mengendalikan hawa nafsu. Bagi mahasiswi hendaknya menghindari perguncingan, dan mahasiswa harus mampu menjaga pandangan mata yang dapat mengundang syahwat. Puasa jangan sampai hanya mendatangkan derita lapar dan dahaga. Karena puasa bertujuan menjadikan manusia bertakwa.

Ketakwaan dapat dilihat dari beberapa dimensi, yaitu ubudiyah dan pembentukan karakter. Salah satu bentuk karakter takwa adalah keadilan. Keadilan mendekatkan pula kepada ketakwaan. Keadilan harus ditegakkan, walaupun berkaitan dengan orang terdekat, juga tidak peduli kaya atau miskin. Keadilan harus pula diaplikasikan melalui sikap kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Shautus Salam

Prof Maksoem menegaskan semua tujuan itu dikaji, dibentuk dan diwujudkan dalam program studi-program studi yang diselenggarakan di Unusia. Adalah tantangan bagi keberadaan program studi humaniora dengan aneka pendekatan keilmuannya untuk menerjemahkan cita-cita dan amanat spiritual keadilan. Sudah tiba waktunya dipertanyakan eksistensi keilmuan Hukum ketika ketidakadilan justru menjadi raja diraja. Pertanyaan yang sama juga menjadi tantangan serius bagi Ilmu Psikologi, Sosiologi, Komunikasi sampai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Penting direnungkan, lanjut Prof Maksoem, bahwa krisis ekonomi merupakan kegagalan keilmuan ekonomi baik dari sisi manajemen maupun akuntansinya. Tantangan keilmuan ekonomi adalah menerjemahkan ekonomi yang berkeadilan. Ilmu ekonomi yang selama ini diterapkan hanya memperhatikan keuntungan uang.

Menurut Prof Maksoem ilmu teknik juga sama saja, bahkan cenderung menjadi hamba kapitalis. “Pernahkah kita berpikir ada lulusan Sistem Informasi yang pro rakyat kecil? Umumnya mereka sangat pro kapitalisme dan liberalisme,” kata Prof Maksoem.

Setiap ada warga yang miskin, selalu yang disalahkan adalah kaum miskin tersebut. Kaum miskin dipersalahkan karena kalah bersaing, tidak belajar, dan dianggap pantas saja ada fakir miskin.

Prof Maksoem berasumsi, bila Allah tidak menyaratkan perhatian orang muslim terhadap kaum miskin, kira-kira apa ada puasa wajib? Bila tidak ada kepentingan dengan fakir miskin bisa jadi puasa Ramadhan tidak wajib. Karena salah satu hikmah berpuasa adalah membangun simpati dan empati kepada kaum miskin.

Puasa juga tidak lengkap apabila tidak ada kewajiban membayar zakat. Membayar zakat haruslah kepada orang yang berhak, salah satunya fakir miskin.

Prof Maksoem mendorong mahasiswa Unusia semua jurusan menjadi ilmuwan yang tidak hanya intelektual, tetapi ilmuwan yang bertindak untuk kemaslahatan umat. Ilmuan seperti itulah yang oleh Allah disebut ulama. Yakni mereka yang dengan ilmunya—ilmu apa pun, tidak harus ilmu agama—dapat memberikan manfaat bagi orang lain. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nasional, Hikmah, Ulama Shautus Salam

Minggu, 31 Desember 2017

Kang Abik Berbagi Kiat Tulis Novel dengan Santri Jombang

Jombang, Shautus Salam - Kehadiran novelis kondang Habiburrahman El-Shirazy (Kang Abik) di Pesantren Tebuireng Jombang, disambut antusias lebih dari seribu santri yang memenuhi Masjid Ulul Albab Tebuireng, Jumat (28/4) sore. Dalam peluncuran novel terbaru berjudul Bidadari Bermata Bening, Kang Abik sejak awal penuturannya berhasil memukau peserta yang berulangkali memberikan aplaus.

Selain mengulas isi novel terbarunya, alumnus Universitas Al-Azhar Mesir ini juga memotivasi peserta agar membuat karya yang menarik minat pembaca. Menurut dia, menjadi penulis membutuhkan proses panjang, yang dimulai dari hal-hal kecil. Pria kelahiran Semarang ini pun bercerita, saat mulai belajar menulis di majalah dinding (mading), tidak jarang dia dipandang sebelah mata oleh teman-temannya.

Kang Abik Berbagi Kiat Tulis Novel dengan Santri Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Abik Berbagi Kiat Tulis Novel dengan Santri Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Abik Berbagi Kiat Tulis Novel dengan Santri Jombang

"Lakukan apa yang saya lakukan dulu. Tidak ada penulis yang sukses jika tidak diawali dari satu kata, dua kata. Tidak ada penulis yang langsung sukses. Saya pun mulai menulis dari majalah dinding," ujarnya.

Selain itu, Kang Abik menuturkan bahwa penguasaan data untuk menyusun alur cerita yang menarik dan menggungah, juga sangat penting. "Data itu sangat penting. Saya menulis (novel) ini pakai riset," ungkapnya.

Shautus Salam

Shautus Salam

Agar menarik, cerita apa pun harus dibumbui konflik. "Bisa hard conflict, bisa soft conflict, atau inner conflict (konflik batin). Dan harus ada sudut pandang pengarang," imbuh alumnus Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Surakarta ini.

Selain berbagi kiat menjadi penulis, Kang Abik juga bercerita bahwa ibunya dulu sempat menginginkan dia belajar di Pesantren Tebuireng. Karena itu, meski belum pernah berkunjung, dia mengaku sudah jatuh cinta pada pesantren yang didirikan Hadlratus Syekh KHM Hasyim Asyari ini. "Tebuireng adalah tempat yang dulu diinginkan ibu saya untuk mondok," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz memuji novel ke-15 Kang Abik ini. "Ini bukan sekadar novel. Tapi lebih kepada keintiman kehidupan seorang santri dan cita-cita yang diperjuangkan. Ada unsur ibadah dan iman yang dimunculkan, sebagai kekayaan religi pesantren," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Kikin ini.

Gus Kikin memuji Kang Abik sebagai santri yang mampu merefleksikan dunia pesantren ke dalam bentuk tekstual yang indah dan kaya akan simbol sastra. "Tidak melulu menghadirkan hal yang berbau cinta dalam novel, tetapi membubuhkan pesan bernuansa religi di dalam setiap karya-karyanya," puji bapak dua anak ini.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin juga berpesan agar para santri memilih jenis buku bacaannya. Menurut dia, jika para santri gemar membaca novel Barat, secara tidak langsung watak dan perilakunya akan cenderung meniru budaya mereka.

Menurut cicit KHM Hasyim Asyari itu, kalau santri membaca komik Superman, misalnya, bisa jadi dia akan berkhayal bisa terbang. Kalau yang dibaca buku karya JK. Rowling, dia juga akan berimajinasi menaiki sapu terbang.

"Tapi, jika ada novel yang berkualitas seperti ini, bisa jadi orang asing akan termotivasi dengan budaya Indonesia dan tertarik untuk mempelajari. Khususnya dunia kepesantrenan," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hikmah, Kiai Shautus Salam

Sabtu, 30 Desember 2017

Panda Muktamar Berharap Jurnalis Gambarkan Muktamar Lebih Baik

Jombang, Shautus Salam. Ketua Panitia Daerah (Panda) Muktamar Ke-33 NU H Syaifullah Yusuf optimis penyelenggaraan Muktamar NU yang digelar di Jombang dapat diselesaikan pada Rabu (5/8). Ia menyatakan bahwa kalau pun molor, tidak sampai melewati Kamis (6/8).

Demikian ditegaskan H Syaifullah Yusuf, Senin (3/8) malam di media center Muktamar Ke-33 NU yang dihadiri belasan wartawan dari lokal, nasional dan asing.

Panda Muktamar Berharap Jurnalis Gambarkan Muktamar Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Panda Muktamar Berharap Jurnalis Gambarkan Muktamar Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Panda Muktamar Berharap Jurnalis Gambarkan Muktamar Lebih Baik

Dikatakan, setelah sidang pleno molor dan dilanjutkan setelah adanya musyawarah para ulama struktural dan kultural di Nahdlatul Ulama, maka sidang pleno dapat dilanjutkan. 

Shautus Salam

Senin (3/8) malam berlangsung sidang laporan pertanggungjawaban PBNU 2010-2015. Besok dilanjutkan sidang-sidang komisi.

"Pada sidang komisi diharapkan berlangsung lancar. Untuk itu, setiap peserta yang mengajukan pemikiran agar memiliki referensi yang dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana yang berlaku di NU. Sehingga tidak ada debat kusir yang tidak jelas dasarnya," kata Gus Iful, mantan Ketua Umum GP Ansor dua periode.

Shautus Salam

Adanya pemberitaan di sejumlah media massa yang kurang baik, Gus Iful menilai muktamar masih berjalan kondusif. Panitia tetap sebisanya melayani keperluan para muktamirin. "Khusus kepada masyarakat Jombang, yang terganggu kenyamanan, sering macet di jalanan, maka Panitia Muktamar menyampaikan permohonan maaf," kata Syaifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

Kemungkinan molornya penutupan Muktamar NU ini, kata Syaifullah, panitia hanya bisa mentolerir sampai Kamis (6/8) karena anak-anak sekolah yang diliburkan tidak boleh lebih dari sepekan.

Agenda kegiatan belajar satu minggu selama liburan tersebut bisa diganti dengan kalender belajar nantinya. Namun, jika lebih seminggu, para guru tidak bisa menjamin penggantian pelajaran yang tertinggal tersebut. "Jadi, paling lambat Kamis itu peserta sudah cek out," katanya.

Gus Iful juga menyampaikan terima kasih kepada wartawan yang sudah menginformasikan berbagai suasana yang berkembang di Muktamar NU ini. Namun, Gus Iful berharap jurnalis bisa  menggambarkan muktamar lebih baik. Jangan sampai muktamar diwarnai dengan isu-isu negatif yang tidak benar.

Hal itu sangat melukai kita semua di muktamar ini. Isu-isu negatif tersebut berkembang, tapi sesungguhnya tidaklah nyata.  “Terima kasih panitia dikritik. Kami menyadari adanya kekurangan di sana-sini. Seperti ada AC yang tidak hidup, transportasi terlambat dan sebagainya," kata Gus Iful.

Syaifullah mengakui, muktamar kali ini paling rumit. Karena lokasinya berada di empat tempat yang berjauhan. Peserta juga ditempatkan di empat pesantren di Jombang.

"Masalahnya dikabarkan, ada pesantren yang kekurangan peserta dari jumlah yang sudah ditetapkan. Sebaliknya, ada pesantren yang kelebihan peserta. Diharapkan besok (Selasa) peserta kembali menempati lokasi yang sudah ditetapkan panitia," katanya. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Hikmah Shautus Salam

Kamis, 21 Desember 2017

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga

Jombang, Shautus Salam

Ratusan warga di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendatangi lokasi pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh panitia Hari Santri Nasional (HSN) di MI Nurul Islam Bareng, Kamis (20/10).

Sebagian mereka datang lebih awal sebelum acara dibuka dan rela nunggu sembari mengikuti acara pembukaan. "Meraka datang sekitar pukul 06.30 WIB, padahal jadwal kita baru dibuka pukul 08.00 WIB," kata Minanur Rahman, koordinator tim pengobatan gratis kepada Shautus Salam.

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis di Jombang Diserbu Ratusan Warga

Mereka menunjukkan antusiasmenya dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional. Minan menyampaikan, sebelumnya, panitia menyiapkan kupon peserta pengobatan gratis sebanyak 525. Kupon itu dikoordinasi pengurus MWCNU, dan badan otonom (Banom) NU di Bareng yang sudah diedarkan jauh hari sebelumnya.

Shautus Salam

"Panitia membuat kupon sebanyak 525 untuk target peserta, yang diedarkan oleh pengurus NU Bareng. Namun Realisasinya, jumlah akhir tadi sebanyak 371 peserta pengobatan gratis," ujarnya.

Jumlah peserta tersebut, menurut Minan, sudah mencapai target maksimal. Dari 371 kupon yang sudah diterima itu, 5 di antaranya khusus untuk pemeriksaan mata yang langsung ditangani dokter spesialis mata. "Kita juga menyiapkan dokter spesialis mata untuk masyarakat Bareng, ia akan menangani katarak dan obat dasar pengobatan mata," jelasnya.

Shautus Salam

Untuk diketahui, kegiatan pengobatan gratis itu merupakan kerja sama antar panitia penyelenggara dengan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang. (Syamsul Arifin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hikmah, Warta, Ulama Shautus Salam

Sabtu, 09 Desember 2017

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah

Probolinggo, Shautus Salam

Sebagai bentuk kepedulian dan kewajiban bagi seorang muslim yang sudah memenuhi syarat dalam mengeluarkan zakat fitrah bagi orang yang berhak menerimanya, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo menyalurkan 100 paket zakat fitrah.

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah

Pembagian zakat fitrah kepada kaum dhuafa ini dibagi menjadi 3 (tiga) zona. Yakni, zona 1 diletakkan di Kecamatan Tegalsiwalan, zona 2 di Kecamatan Kuripan dan zona 3 di Kecamatan Sumberasih. Setiap paket zakat fitrah berisi 5 kg beras.

?

Dalam penyaluran zakat fitrah ini, para pengurus PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo membawa puluhan paket sembako. Paket itu diberikan kepada warga desa yang lanjut usia (lansia) dan janda tua yang tidak mampu. Pembagian zakat fitrah ini tidak dipusatkan di satu tempat. Tetapi mereka memberikannya secara door-to-door kepada masyarakat.

Shautus Salam

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengatakan bahwa dana dari pengadaan zakat fitrah ini diperoleh dari hasil pengumpulan dari semua pengurus GP Ansor di semua tingkatan di Kabupaten Probolinggo.

“Dalam penyalurannya kami yang mendatangi ke setiap rumah yang diberikan, bukan memanggil mereka. Karena kami ingin niat dan tujuan yang baik harus dilakukan dengan proses yang baik,” katanya, Kamis (23/6).

Shautus Salam

Menurut Muchlis, penyaluran zakat fitrah dari pengurus GP Ansor di Kabupaten Probolinggo ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam melayani sesama yang membutuhkan pengayoman. “Semoga zakat fitrah yang kami berikan bisa menjadi sarana untuk berbagi kebahagiaan dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hikmah, Internasional Shautus Salam

Kamis, 23 November 2017

IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal

Pamekasan, Shautus Salam. Pengurus IPNU-IPPNU Kadur Pamekasan sudah memantapkan niat untuk mencetak kader-kader andal Nahdlatul Ulama (NU). ?

IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal

Rabu (25/4) kemarin, mereka melangsungkan rapat di kantor MWCNU Kadur guna menggelar diklat manajemen organisasi. Pada Ahad (6/4) mendatang, mereka bakal mengadakan pembinaan terhadap 60 pengurus harian Pimpinan Komisariat dan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU sekecamatan Kadur.

“Pembinaan terhadap kader-kader NU yang bergabung di IPNU maupun IPPNU penting kita seriusi,” ujar ketua umum IPNU Kadur Faisol Ansori. “Sebab, adakalanya kita jumpai kader IPNU-IPPNU yang hanya sekadar bergabung dalam organisasi tetapi minim wawasan tentang manajemen organisasi.”

Shautus Salam

Jika itu yang terjadi, lanjut Faisol, maka bisa dipastikan perjalanan IPNU-IPPNU ke depan terbilang memprihatinkan. Kelangsungan hidup sebuah organisasi sangat bergantung pada sistem kaderisasi yang baik.

“Sistem kaderisasi yang baik dapat dilihat dari keseriusan para pengurusnya,” tegas Faisol.

Shautus Salam

Pada kesempatan itu, para pengurus organisasi pelajar NU tersebut mengangkat tema yang cukup bagus. Tema tersebut dikemas dengan redaksi bahasa “Optimalisasi manajemen organisasi untuk mencetak kader IPNU-IPPNU yang ideal”.

“Dari tema ini diharapkan nantinya lahir kader-kader yang betul-betul sesuai dengan harapan para pendiri NU,” ujar ketua panitia Abdul Kifli menguatkan tema di atas yang bersumber dari usulan sekretaris umum IPPNU Kadur, Baitiyah.

Karena peserta dipastikan terdiri dari putra dan putri, maka pengurus IPNU-IPPNU memeras otak untuk menyiasati agar tidak muncul hal-hal yang tidak diinginkan.

“Karena diklat ini akan dilangsungkan sehari, maka tempat shalat dan mandi harus kita perhatikan secara saksama,” usul Abdul Kifli yang diamini para pengurus lainnya.

Akhirnya, mereka sepakat untuk memanfaatkan kamar mandi dan mushalla salah satu pengasuh pesantren Sumber Gayam yang juga ketua MWCNU Kadur KH Ach Baidawi Abshom.

“Khusus peserta putri, bisa mandi dan sholat di gedung MWCNU Kadur lantai bawah,” tambah sekretaris panitia Anis Sulalah. Forum pun menyepakatinya.

Diklat tersebut akan difokuskan pada materi keorganisasian, kepemimpinan, dan keadministrasian. Pematerinya adalah Masyhuri Thoha dan Minhadji Ahmad. Keduanya dikenal sebagai tokoh IPNU Pamekasan yang ahli dalam ketiga bidang tersebut.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hikmah, Habib, Sholawat Shautus Salam

Minggu, 19 November 2017

Aula PCNU Pringsewu Diharapkan Jadi Pusat Kegiatan

Pringsewu, Shautus Salam - Kepala Bagian Rumah Tangga Gedung PCNU Pringsewu Fathurrahman dan seluruh divisinya berkomitmen untuk terus memaksimalisasikan pemanfaatan gedung yang terletak di Jalan Lintas Barat Kecamatan Pagelaran Pringsewu untuk kegiatan intern dan ekstern organisasi.

"Hal ini merupakan imbauan dari Rais Syuriyah PCNU Pringsewu pada Rakor awal tahun 2016 yang berharap Perkantoran Gedung NU dapat lebih dimaksimalkan lagi sebagai pusat kegiatan," katanya saat penyusunan program kerja rumah tangga, Sabtu (23/1) malam.

Aula PCNU Pringsewu Diharapkan Jadi Pusat Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aula PCNU Pringsewu Diharapkan Jadi Pusat Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aula PCNU Pringsewu Diharapkan Jadi Pusat Kegiatan

Ustadz Faun, sapaan Fathurrahman, menjelaskan bahwa Gedung PCNU yang cukup besar dan memiliki 3 lantai ini sekarang sudah aktif digunakan baik untuk acara rutin internal NU seperti rapat, diskusi, dan pengajian, maupun kegiatan dari eksternal NU.

Shautus Salam

"Beberapa kantor banom seperti Muslimat NU, Ansor, Fatayat NU dan lembaga yang ada di lantai 3 sudah difungsikan untuk koordinasi dan kegiatan organisasi. Sementara lantai 2 akan diisi dengan Ruang Perpustakaan Aswaja. Lantai 1 yang merupakan aula sering dimanfaatkan kegiatan seremonial," jelasnya.

Shautus Salam

Faun juga menambahkan, aula gedung NU juga sering dimanfaatkan dan disewa oleh lembaga eksternal untuk acara-acara besar. "Salah satu tugas dari urusan rumah tangga adalah mengatur jadwal penyewaan penggunaan aula gedung agar teratur dan selektif dalam menentukan penyewa," imbuhnya.

Menurutnya, selama ini banyak instansi pemerintah dan swasta serta perorangan menyewa gedung untuk kegiatan mereka. tetapi bagian rumah yangga tidak memperkenankan partai politik menyewa dan menggelar kegiatan di Gedung NU.

"Hal ini salah satu langkah menjaga khittah NU sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa NU adalah ormas bukan partai politik," tegasnya.

Dengan letak yang strategis dan fasilitas peralatan yang lengkap didukung halaman parkir yang luas untuk pertemuan rapat, seminar dan sejenisnya, Gedung PCNU Pringsewu dapat menjadi alternatif dan representatif untuk menggelar kegiatan. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah, Hikmah Shautus Salam

Jumat, 17 November 2017

Hukum Keluarga di Indonesia Masih Bernuansa Patriakhis

Bogor, Shautus Salam. Kontekstualisasi hukum Islam yang terkumpul dalam kompilasi hukum Islam (KHI) dinilai masih sangat kurang pas dengan kehidupan sosial di Indonesia, karena masih banyaknya pihak yang merasa terdiskriminasi dari penerapan hukum Islam produk Inpres 1992 itu, terutama dari kalangan perempuan.

Hukum Keluarga di Indonesia Masih Bernuansa Patriakhis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Keluarga di Indonesia Masih Bernuansa Patriakhis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Keluarga di Indonesia Masih Bernuansa Patriakhis

Hal itu terungkap pada acara Bedah Buku “Fiqih Indonesia” karangan Marzuki Wahid? yang di selenggarakan oleh Mahasiswa STAINU Jakarta Prodi Ahwalu Syakhsiyah, Kamis (29/5) di gedung Kampus B STAINU Jakarta, Parung Bogor.

Hadir KH Husein Muhammad, pengasuh pesantren Darul Tauhid Arjawinangun sekaligus sebagai komisioner komnas perempuan dan Ulil Absor Abdalla pendiri Jaringan Islam Liberal dan dimoderatori oleh Ahmad Ikrom salah satu dosen di STAINU Jakarta.

Shautus Salam

Kegiatan dihadiri oleh Ketua STAINU Jakarta, Drs Mujib Qolyubi MH dan segenap civitas akademika STAINU serta mahasiswa dari kampus lainnya seperti UIN Jakarta dan PTIQ.

Husein Muhammad dalam kesempatan itu mengatakan, buku Fiqih Indonesia adalah buku yang menawarkan konsep Fiqih yang benar-benar baru bagi masyarakat Indonesia, karena pembahasan yang di ketengahkan dalam buku ini mengenai hukum keluarga yang populer pula di sebut dengan al-Ahkam al Ahwal al-Syakhsiyah yang berusaha untuk meniadakan praktek diskriminatif yang dialami oleh sebagian keluarga, khususnya adalah pihak perempuan karena mengacu pada undang-undang hukum islam yang terangkum dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI). Karena pembahasan ini sifatnya sangat baru dan asing di kalangan masyarakat Indonesia khususnya di kalangan Nahdhiyyin, menjadikan buku ini, buku yang sangat kontroversial.

Shautus Salam

“Hukum keluarga di Indonesia ini masih bernuansa diskriminatif-patriakhis, coba lihat saja dalam beberapa kasus, seperti? di undang-undang mengenai pembatasan usia nikah bagi perempuan yang di atur dalam pasal 15 ayat (1). Pasal ini di anggap tidak adil karena telah membatasi usia minimal perempuan boleh menikah lebih rendah usia laki-laki, sedangkan dalam usia 16 tahun perempuan terkadang masih belum siap mental dan alat reproduksinya dan masih banyak lagi, seperti tentang perempuan bisa menjadi kepala rumah tangga, bolehnya pernikahan beda agama dan lain sebagainya,” Kiai Husein yang sekaligus sebagai pembela hak-hak perempuan ini.

Menanggapi banyaknya pro dan kontra terhadap isi buku Fiqih Indonesia, Ulil Absar Abdalla mencoba untuk memberikan pemahaman kepada para peserta bedah buku yang hadir dengan menjelaskan arti sebenarnya Ukhuwwah Islamiah.

“Ukhuwah Islamiah yang benar adalah bukan ukhuwah yang mengharuskan semuanya sama. Bukan ukhuwwah yang mengharuskan semua ummat muslim harus berpendapat yang sama, kalau satu kelompok A maka kelompok yang lainnya juga A. Tapi ukhuwwah islamiah adalah persaudaran umat Islam yang di dasari dengan perbedaan dan keragamaan,” tegasnya.

Pada akhirnya kedua narasumber menawarkan pentingnya membaca buku Fiqih Indonesia yang di dalamnya terangkum hukum-hukum Islam baru yang sangat relevan untuk diterapkan di Indonesia. (Nizar Presto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Hikmah Shautus Salam

Selasa, 14 November 2017

Paham Aswaja Pertama Kali Masuk Indonesia, Bukan Paham Lain

Sumedang, Shautus Salam. Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dulloh menjelaskan bahwa ajaran Islam pertama kali masuk ke Indonesia ialah paham Aswaja. Karenanya paham ini berikut amaliyahnya harus  dipelihara dan dilestarikan.

Paham Aswaja Pertama Kali Masuk Indonesia, Bukan Paham Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Paham Aswaja Pertama Kali Masuk Indonesia, Bukan Paham Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Paham Aswaja Pertama Kali Masuk Indonesia, Bukan Paham Lain

Demikian disampaikan Kiai Sa’dulloh pada pelantikan MWCNU Rancakalong di Pesantren Darul Anwar Rancakalong, Sumedang, Sabtu (9/1).

Kiai Sa’dulloh berpesan agar pengurus NU harus bahu membahu untuk memperkuat dan membersarkan NU. Tradisi-tradisi ubudiah NU harus terus terjaga, malahan ke depannya pengurus NU harus memikirkan bagaimana meningkatan perekonomian warga NU.

Shautus Salam

Menurutnya, akhir-akhir ini banyak orang yang tidak suka dengan ubudiah NU. Malahan ada juga yang terang terangan ingin menhancurkan NU. Salah satu cara yang sering mereka lakukan yaitu dengan cara mengadu domba antarwarga NU.

Mereka membuat fitnah-fitnah yang tidak benar. Mereka bukan Islam yang berpaham Aswaja, tapi justru membenci Aswaja. Karena itu kita selaku warga NU harus bisa melawan fitnah-fitnah tersebut.

Shautus Salam

“Jangan sampai ada warga NU di Sumedang yang terbawa pada bujuk rayuan mereka yang bukan Islam paham Aswaja. Pengurus NU harus bisa membentengi warga nahdliyyin dengan keaswajaan yang sebenarnya,” kata Kiai Sa’dulloh. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Sunnah, Hikmah Shautus Salam

Selasa, 24 Oktober 2017

Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan

Cirebon, Shautus Salam - Pengurus harian Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon terus berupaya melebarkan organisasi di sekolah dan pesantren. Mereka membentuk komisariat di MTs dan MA Manbaul Hikmah dan SMP, SMK, dan MA As-Shighor Pondok Pesantren Gedongan, Pangenan, Cirebon, Sabtu (11/2).

IPNU dan IPPNU yang berbasis pesantren dinilai cocok untuk membentuk komisariat di sekolah tersebut. Terbentuknya komisariat di sekolah itu diharapkan mampu merangkul sekolah-sekolah yang berada dalam naungan pesantren.

Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan

Pengasuh Pesantren Gedongan KH Mamad Sugiarto berharap, siswa dan siswi sekolah itu dapat aktif dan menjadi anggota IPNU dan IPPNU yang loyal, massif, dan progresif. Dia mengatakan, sudah banyak sekali kader IPNU dan IPPNU di Kabupaten Cirebon yang menjadi tokoh penting.

Ketua IPNU Kabupaten Cirebon Muhammad Mumin melalui Wakil Ketua Kaderisasi Hamdan Tsani Tyo mengatakan, IPNU dan IPPNU dinaungi berkah ulama sehingga siapapun yang ikhlas berkhidmat di IPNU dan IPPNU niscaya akan menjadi seorang tokoh dan mendapat keberkahan.

Shautus Salam

Menurut Ketua IPPNU Kabupaten Cirebon Nurjannah, pembentukan komisariat-komisariat di sekolah bertujuan untuk regenerasi tunas NU dan keberlanjutan roda pergerakan di organisasi NU ke depannya. Untuk itu, Nurjannah bertekad membentuk sedini mungkin komisariat di setiap sekolah demi keberlanjutan organisasi NU ke depannya.

Shautus Salam

“Proses regenerasi pimpinan NU dimulai dari sekolah-sekolah. Kalau kami berhenti melakukan pengkaderan, maka proses regenerasi pemimpin NU akan terputus,” ujarnya.

Namun, untuk membentuk komisariat IPNU dan IPPNU di sekolah, menurutnya, butuh perjuangan keras. Hal itu dikarenakan ada sebagian pelajar yang masih belum mengerti dan tidak memahami apa dan bagaimana IPNU dan IPPNU. Namun, pihaknya berjanji untuk terus melakukan sosialisasi mengenai organisasi pelajar NU itu.

“Apapun yang terjadi kami akan terus membentuk komisariat IPNU-IPPNU di sekolah-sekolah,” pungkasnya. (M Syakir Niamillah/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pemurnian Aqidah, Anti Hoax, Hikmah Shautus Salam

Minggu, 15 Oktober 2017

Rapimnas II LTMNU Regional Jatim Maksimalkan Peran Masjid

Malang, Shautus Salam. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama KH Abdul Manan A Ghani mendorong pengurus masjid NU untuk meningkatkan pelayanan publik. Pada Rapimas II Regional Jawa Timur, Kiai Manan menegaskan peran masjid yang memiliki banyak dimensi selain layanan peribadatan.

“Masjid yang ada di Indonesia ini 80% dibangun oleh warga NU, tugas kita merawat dan mengembangkan eksistensi masjid sebagai pusat perjuangan,” kata Kiai Manan pada pembukaan Rapimnas II LTMNU di Hotel Gajah Mada, Malang, Sabtu (20/9).

Rapimnas II LTMNU Regional Jatim Maksimalkan Peran Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapimnas II LTMNU Regional Jatim Maksimalkan Peran Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapimnas II LTMNU Regional Jatim Maksimalkan Peran Masjid

Selain itu, Kiai Manan juga mengingatkan warga NU untuk mempertahankan peribadatan cara Aswaja NU. “Jangan sampai masjid yang dibangun warga NU diisi dengan pengamalan ibadah cara Wahabi,” kata Kiai Manan di hadapan pengurus LTM PCNU seprovinsi Jawa Timur.

Shautus Salam

Sementara Mufidah Kholil yang diminta berbicara pada forum Rapimnas ini mengingatkan pentingnya posdaya di setiap masjid. Hadirnya posdaya membuka kesempatan bagi masjid untuk melakukan pemberdayaan keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat sekitar masjid.

Shautus Salam

“Posdaya yang ada itu akan kami sinergikan dengan lembaga-lembaga terkait agar fungsi masjid tidak terkesan hanya untuk ibadah ritual saja, tapi memperluas layanan masjid demi membina kehidupan masyarakat yang maslahat dunia dan akhirat,” harap Mufidah Kholil. (Misbahus Salam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hikmah Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock