Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Cinta yang Indah dalam Harlah IPNU-IPPNU

Gandrungmangu, Shautus Salam. Kembali lagi sebuah kemeriahan dimunculkan oleh PAC IPNU-IPPNU Kec. Gandrungmangu Cilacap yang mengadakan lomba mewarnai antar PAUD, TK, & RA dan festival hadrah yang bertempat di Pendopo Kecamatan Gandrungmangu dan Masjid Baitul Muflihin Wungureja, pada (28 Februari sampai 1-2 Maret).?

Cinta yang Indah dalam Harlah IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta yang Indah dalam Harlah IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta yang Indah dalam Harlah IPNU-IPPNU

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka harlah ke 60 dan 61 IPNU-IPPNU ini juga diiringi dengan pembentukan Ranting IPNU-IPPNU Desa Layansari yang diikuti oleh 50 peserta serta pembekalan materi ke-IPNU-IPPNU-an dan Aswaja yang diisi oleh Hadno Ali Sholihin, alumni PC IPNU Kab.Cilacap) sekaligus makesta Ranting IPNU-IPPNU Desa Gintungreja. Demikian rilis yang dikirimkan oleh panitia kepada Shautus Salam.

Acara harlah ini mengambil tema “Cinta NU, Cinta IPNU-IPPNU, Cinta Shalawat, Ngalap Syafa’at” sebagai upaya untuk menciptakan kader-kader muda berideologi ahlusunnah wal jama’ah.

Shautus Salam

Lomba mewarnai dikuti oleh 50 komisariat PAUD, TK, dan RA yang yang masing-masing diwakili 2 peserta. Sementara itu festival hadrah bertempat di Masjid Baitul Muflihin Wungureja diikuti oleh 20 group dari di Gandrunmangu dan sekitarnya.?

Warga sangat antusias mengikuti acara tersebut. “Saya sangat mendukung adanya kegiatan ini, semoga dengan adanya pelantikan Ranting IPNU-IPPNU desa Layansari dapat membangun pola pikir anak-anak kami dan semakin kuat iman kami dalam berideologi ahlusunnah wal jama’ah,” ujar salah satu warga dusun Wungureja.?

Shautus Salam

Pada Sabtu malam, diselenggarakan pelantikan sekaligus shalawatan Ranting IPNU-IPPNU Desa Layansari bersama Habib Haidar dari Purwokerto. ? Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam, Halaqoh Shautus Salam

Jumat, 23 Februari 2018

Belajar Peduli Lingkungan Bersama GP Ansor Way Kanan

Way Kanan, Shautus Salam. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan Provinsi Lampung merampungkan amanah menggelar Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 di Pesantren Assiddiqiyah 11 asuhan Kiai Imam Suyuthi Murtadlo di Labuhan Jaya, Gunung Labuhan. Sejumlah peserta mengapresiasi positif program filantropi edukasi yang dinilai banyak kelebihan tersebut.

Belajar Peduli Lingkungan Bersama GP Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Peduli Lingkungan Bersama GP Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Peduli Lingkungan Bersama GP Ansor Way Kanan

"BPUN tidak hanya mengajarkan materi akademik dan agama saja, bahkan kami diajarkan untuk peduli lingkungan dan memanfaatkan sampah plastik yang masih bisa digunakan menjadi bantal," ujar alumni BPUN Way Kanan 2016 Mese Arsela dari SMAN 1 Baradatu di Blambangan Umpu, Ahad (29/5).

Plastik merupakan salah satu hasil penemuan manusia yang paling banyak digunakan pada saat ini. Jika sampah plastik ditimbun selama bertahun-tahun dapat menimbulkan pencemaraan lingkungan, terutama pada tanah.?

Dan jika sampah plastik dibakar dapat menghasilkan senyawa gas yang membahayakan sistem pernafasan pada manusia. Selain dapat membahayakan sistem pernafasan pada manusia, sampah plastik pun dapat membuat lingkungan menjadi rusak dan menganggu keseimbangan biologis dan kimiawi dalam lingkungan.

Lingkungan yang rusak dapat mengalami penurunan tingkat penggunaan lahan, punahnya hewan dan tumbuhan yang ada dilingkungan sekitar kita sehingga lingkungan sulit diolah oleh manusia disebabkan karena zat kimia dalam tanah berkembang pesat.

Shautus Salam

"Saat ini banyak terbuat kerajian tangan dari daur ulang sampah plastik dikarenakan dengan cara mengolah sampah plastik tersebut dapat mengurangi pencemaran lingkungan kita. Maka dari itu kita dapat mengolahnya seperti membuatnya menjadi bantal plastik. Ayo kita manfaatkan sampah plastik disekitar kita," ujar Mese. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam Shautus Salam

Rabu, 21 Februari 2018

UNU Indonesia Peringati Dies Natalis Pertama

Jakarta, Shautus Salam. Memperingati ulang tahun pertama yang bertepatan dengan bulan Ramadhan 1437 Hijriah, Universitas Indonesia (Unusia) menggelar sejumlah kegiatan. Adapun kegiatan yang digelar berupa seminar dan diskusi, khataman Al-Quran dan ditutup dengan buka puasa bersama.?

UNU Indonesia Peringati Dies Natalis Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Indonesia Peringati Dies Natalis Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Indonesia Peringati Dies Natalis Pertama

Kegiatan berlangsung dari pukul 14.00 sampai tiba waktu maghrib selama empat hari yakni dari Rabu hingga Sabtu, 15-18 Juni 2016 di Aula Utama Unusia, Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng Jakarta Pusat.

Pada Rabu (15/6), seminar menghadirkan Rektor Unusia yang juga Wakil Ketua Umum PBNU, H Maksoem Machfoedz. Hari kedua, Kamis (16/6) menghadirkan Ceramah Islam Nusantara oleh HM Sulton Fatoni selaku Wakil Rektor II Unusia.?

Berikutnya, Jumat (17/6) seminar dan diskusi diisi oleh Aliuyanto, owner Solaria. Adapun Sabtu (18/6) sebagai puncak Dies Natalis menghadirkan Mamat S Burhanudin, Wakil Rektor I Unusia, yang akan menyampaikan materi Pembelajaran Efektif di Perguruan Tinggi.?

Ketua Badan Pelaksana Perguran Tinggi NU (BPPT NU) dan Wakil Rektor III Unusia, KH Mujib Qulyubi mengungkapkan, acara Dies Natalis di setiap harinya disertai dengan khataman Al-Quran sebagai ajang bagi seluruh civitas akademik untuk bersama-sama mendoakan Unusia. Selain itu juga untuk memohon keberkahan Allah STW, apalagi dalam bulan Ramadhan lebih lengkap apabila disertai dengan membaca Al-Quran.

Shautus Salam

Pembicara yang dihadirkan tidak hanya dari intern Unusia dan PBNU, tetapi juga dari kalangan pengusaha. Menurut Kiai Mujib bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia enterpreneurship.

Shautus Salam

“Mahasiswa jangan hanya berpandangan setelah lulus menjadi pegawai atau karyawan, tetapi ditumbuhkan jiwa enterprenership-nya. Juga agar mahasiswa punya wawasan soal enterpreneruship agar ada solusi ekonomi saat dihadapkan pada kesulitan keuangan,” kata Kiai Mujib. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Santri, Humor Islam, Hikmah Shautus Salam

Minggu, 18 Februari 2018

GP Ansor Gemakan "Kecamatan Bershalawat"

Subang, Shautus Salam. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Subang menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Kecamatan Bershalawat”. Kegiatan yang didukung oleh PT Jarum ini merupakan salah satu program dari Pimpinan Pusat GP Ansor yang terbagi dalam beberapa zona dan wilayah di Jawa Barat.

Kegiatan diadakan di halaman Masjid Jami’ Al-Mukhlishin, Pamanukan, Subang, Ahad (22/4) lalu, yang dihadiri oleh ribuan ja’maah. Selain menggemakan Shalawat, kegiatan ini diisi oleh beberapa bakti sosial diantaranya pengobatan gratis, pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan penanaman 1000 pohon.

GP Ansor Gemakan Kecamatan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gemakan Kecamatan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gemakan "Kecamatan Bershalawat"

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Subang, Ojang Sohandi, Ketua Tanfidziyah PCNU Subang, KH. Musyfiq Amrullah, Anggota DPRD Subang, Mimin Hermawan dari Fraksi Golkar dan Satibi dari Fraksi Demokrat, dan tampil sebagai penceramah Ketua Majelis Dzikir Pimpinan Pusat GP Ansor, KH. M. Faris Fuad Hasyim yang juga sebagai Pengasuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon. 

Shautus Salam

Menurut Ketua PC GP Ansor Subang, Asep Alamsyah Heridinata, kegiatan Kecamatan Bershalawat ini merupakan sebagai langkah dan upaya penyadaran kepada masyarakat bahwa dengan barokah bershalawat segala bentuk permasalahan akan terpecahkan, termasuk permasalahan yang menyangkut hubungan kerukunan ummat beragama. 

“Shalawat adalah do’a. mudah-mudahan dengan kita bershalawat kita semua bisa terhindar dari apa yang tidak kita inginkan. Selain itu juga, shalawatan adalah ciri khas dari Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, sebagai organisasi yang lahir dari rahim NU, sudah menjadi kewajiban GP Ansor harus mempertahankan dan mengembangkan tradisi tersebut,” papar Asep. 

Shautus Salam

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PC NU Subang, KH. Musyfiq Amrullah, bahawa Shalawat merupakan sebuah kewajiban yang sudah ditetapkan dalam Al-Qur’an. 

"Allah sudah mewajibkan kepada Ummat Islam untuk memberikan shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, NU akan tetap melestarikan tradisi Shalawatan walaupun banyak faham-faham yang menentang tradisi tersebut,” ungkapnya. 

Sementara Bupati Subang, Ojang Sohandi mengatakan kegiatan sholawat akbar ini merupakan cara yang digunakan orang terdahulu untuk menyebarkan agama Islam juga mengajarkan toleransi dan gotong royong dalam umat beragama.

"Seperti yang dilakukan oleh para Wali Songo, mereka bisa berhasil menyebarkan Agama Islam tanpa harus perang maupun perpecahan, namun justru toleransi dan rasa gotong royong yang terbangun dalam perbedaan,” ujarnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nasihul Umam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam, Sholawat, Pendidikan Shautus Salam

Rabu, 07 Februari 2018

Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (2)

Mataram, Shautus Salam. Proses pembuatan bendera raksasa NU, hingga kemarin, Senin (20/11) memakan waktu 40 hari. Beberapa faktor, terutama masalah cuaca, menyebabkan proses pembuatannya molor 10 hari dari waktu yang ditargetkan. Pasalnya, beberapa tahap perampungan bendera itu dilakukan di ruangan terbuka, bahkan di lapangan sepak bola.   

Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (2)

“Kini tahap finishing, tapi saya yakin akan selesai,” kata koordinator pembuatan bendera itu, Muhammad Hirjan, di kompleks Pendidik NU, kota Mataram, Senin malam (20/11).

Ia menjelaskan, bendera raksasa berukuran 60 m x 40 m atau seluas 240 m persegi. Bobotnya sekitar 600 kg atau 6 kuintal. Sementara yang menjahit kain-kain berwarna hijau itu menjadi satu, hanya satu orang, Ahmad Ritaudin, yang dibantu oleh beberapa asistennya.

Shautus Salam

“Hingga malam ini, ia masih mengerjakannya, memperluas kain itu,” kata dia.

Shautus Salam

Logo NU di bendera di kain itu, lanjutnya, dilakukan secara manual oleh sembilan orang. Mereka tidak membuat pola atau seketsa terlebih dahulu, melainkan langsung menggunakan rol. Sembilan orang itu memang ahli kaligrafi Lombok sehingga bisa menyerasikan ukuran besar huruf dengan luas kain.

Semua yang terlibat pada pembuatan itu, kata dia, adalah para santri dari pesantren-pesantren bumi seribu mesjid. Ahmad Ritaudin misalnya, adalah alumnus pondok pesantren Qomarul Huda, Bagu, yang diasuh Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badaruddin.

Bendera NU raksasa itu akan dihadirkan pada Pawai Ta’aruf Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2017 di Nusa Tenggara Barat, Rabu (22/11).

Pawai itu akan diawali dengan yang dihadiri belasan ribu Nahdliyin, Selasa (22/11). Rute pawai itu dari Islamic Center kota Mataram ke lapangan Sangkareang sejauh 1 km. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Daerah, Humor Islam Shautus Salam

Sabtu, 03 Februari 2018

Kang Said: NU Netral, Tidak Mendukung Pasangan Tertentu

Jakarta, Shautus Salam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bereaksi atas beredarnya sejumlah spanduk yang menunjukkan adanya dukungan  NU terhadap salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Dukungan tersebut dipastikan tidak benar, karena NU telah menegaskan sikap netral.

Spanduk berisi dukungan NU terhadap pasangan Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini, yaitu bergambar keduanya dengan latar belakang Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Shalahudin Wachid, ditemukan tersebar di sejumlah titik di DKI Jakarta. PBNU secara tegas menyatakan tidak benar atas dukungan terhadap pasangan yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Kang Said: NU Netral, Tidak Mendukung Pasangan Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: NU Netral, Tidak Mendukung Pasangan Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: NU Netral, Tidak Mendukung Pasangan Tertentu

"Baik atas nama pribadi atau PBNU, saya tegaskan tidak pernah mendukung salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI," ungkap Kiai Said di Jakarta, Rabu (4/7).

Shautus Salam

Kiai Said menandaskan, sesuai khitah 1926 NU bukanlah partai yang terjung dalam politik praktis melalui dukungan dalam pesta demokrasi. Secara keorganisasian NU tidak pernah memberikan dukungan, namun memberikan kebebasan kepada warganya untuk menentukan pilihannya dalam Pemilikada.

Shautus Salam

"Siapapun boleh datang ke PBNU untuk meminta dukungan, seperti beberapa calon di Pemulikada DKI. Tapi NU tidak pernah memberikan dukungan, NU hanya bisa mendoakan calon gubernur dan tetap bersikap netral," tandas Kiai Said.

Selain Hidayat Nur Wahid, calon gubernur DKI yang pernah sowan ke PBNU adalah Joko Widodo dan Alex Noerdin. Lebih lanjut Kiai Said juga meminta kepada peserta Pemilukada DKI untuk dapat berkampanye secara santun, dengan tidak melakukan klaim dukungan dari pihak tertentu. "Jangan melakukan kebohongan, karena itu akan mencederai hati nurani pemilih," pungkasnya.

Redaktur    : Emha Nabil Haroen

Kontributor: Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam Shautus Salam

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Jember, Shautus Salam. Memungkasi? tahun 2016, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Sumberjambe, Jember, Jawa Timur? menggelar? peringatan Mualid? Nabi Muhammad SAW di Sumberpakem, Sabtu (31/12) .

Selain peringatan Maulid? Nabi, acara tersebut juga dimaksudkan untuk konsolidasi, evaluasi program dan rencana kegiatan tahun 2017.

“Ya, kita akan segera memasuki tahun 2017, maka kita adakan evaluasi kegiatan yang sudah-sudah, dan kita programkan kegiatan yang lebih baik di tahun depan,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Emi Kusminarni saat memberikan sambutan.

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Moch. Eksan yang didapuk bertaushiyah menegaskan, betapa pentingnya doa. Untaian doa yang dipanjatkan, pasti mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Namun disadari atau tidak, sebagian umat Islam dewasa ini justru cenderung meremehkan kekuatan doa. Padahal Islam mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang mukmin.

“Senjata untuk mendapat rahmat Allah dan senjata untuk menolak laknat Allah,” ujarnya.

Doa, katanya, memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat. Mengapa dahsyat? Karena Allah sendiri yang menyuruh hamba-Nya untuk berdoa dan memastikan akan mengabulkan doa tersebut. Cuma persoalannya, manusia sering meragukan kasih sayang Allah, sehingga tidak yakin doanya dikabulkan. Padahal meragukan kasih sayang Allah, sama artinya dengan berburuk sangka keapda Allah.

Shautus Salam

“Alllah pasti mengabulkan doa hamba-nya. Kenapa? Sebab, Allah sendiri yang meminta kita berdoa,” jelasnya.

Ia lalu mengurai faidah pembacaan shalawat. Seraya menyitir sebuah hadits, Ustadz Eksan mengungkapkan bahwa siapapun yang membaca shalawat 100 kali dalam sehari, maka Allah akan penuhi 100 hajatnya. Komposisinya adalah 70 hajat dipenuhi di akhirat, dan 30 permintaan dikabulkan di dunia.

“Oleh karena itu, memasuki tahun baru 2017, kini saatnya umat Islam? kembali meneguhkan keyakinannya akan kekuatan doa. Bahwa doa adalah senjata kemenangan untuk izzu Islam wal muslimin,” pungkasnya. (Aryudi A. razaq/Abdullah Alawi)



Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam, Makam Shautus Salam

Kamis, 01 Februari 2018

PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi

Majalengka, Shautus Salam

H M Taufan mengikrarkan wakaf atas tanah seluas 1.180 meter persegi yang berdekatan dengan Kantor Mapolsek Cigasong Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Majalengka di KUA Cigasong, Kabupaten Majalengka, Senin (14/8). Ia menyebutkan, wakaf tanah ini tidak ada sangkut pautnya dengan pencalonan dirinya dalam kontestasi pilkada Majalengka yang akan di gelar tahun depan.

PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi

"Wakaf ini murni sebagai bentuk manifestasi nilai-nilai Islam yang selama ini dipahami dan yakini. Wakaf ini semata-mata untuk kemaslahatan umat Islam terutama Nahdliyin Majalengka. Saya ingin mendapatkan berkah para kiai NU,” ujar pengusaha asal Bujurul Kulon Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Ketua PCNU Majalengka KH Harun mengucapkan syukur dan menghaturkan terima kasih kepada H Taufan atas wakaf tanahnya kepada KBNU Majalengka.

Shautus Salam

"Kita hanya bisa mendoakan jazakumullah ahsanal jaza. Semoga niat baik H Taufan menjadi investasi dunia dan akhirat untuknya," jelas Kiai Harun di KUA Ciagasong.

Hal senada disampaikan Rais Syuriyah KH Yusuf Kariem. Ia berharap semoga tanah ini bisa menjadikan NU ke depan berkembang dan maju.

Shautus Salam

"Semoga apa yang diharapkan Bapak H Taufan dikabulkan Allah SWT," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, hadir juga Ketua KUA Cigasong Abdul Hakim, Ketua Pagar Nusa Majalengka, Sekbid GP Ansor Majalengka, dan Ketua Rijalul Ansor Majalengka. (Firman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama, Humor Islam, PonPes Shautus Salam

Kamis, 04 Januari 2018

Yenni Wahid Akrab dengan Pesantren Cirebon

Cirebon, Shautus Salam. Putri kedua almarhum KH Abdurrahman Wahid mengaku akrab dengan pesantren-pesantren yang ada di Cirebon, Jawa Barat. Dia juga beberapa kali ziarah ke makam Sunan Gunungjati.

Yenni Wahid Akrab dengan Pesantren Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenni Wahid Akrab dengan Pesantren Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenni Wahid Akrab dengan Pesantren Cirebon

"Saya akrab dengan pesantren-pesantren di sini. Gus Dur sering mengajak saya ke Kempek, Buntet, Arjawinangun, dan Babakan," ujar Yenny yang mengenakan kerudung warna hijau.

"Almarhum Kiai Fuad Hasyim Buntet, Syarif Usman Yahya yang juga sudah almarhum, Kang Husen. Mereka semua teman bapak dan guru saya. Sejak kecil saya sudah ketemu kiai-kiai di Cirebon," sambungnya.

Shautus Salam

Tidak hanya pesantren yang serng dikunjungi Yenni di Cirebon, tapi juga pasar kain Tegal Gubug. "Saya kalau lewat pasar kain terbesar itu, saya mampir dan belanja kerudung," pungkasnya.

Yenni datang atas nama keluarga besar NU. Dia menolak ke arena Munas untuk mengomunikasikan partainya ke kiai-kiai. "Saya ke sini sebagai warga NU dan aktivis Muslimat NU. Ndak boleh dong bawa-bawa partai ke sini," ujar Yenni sambil tersenyum.

 

Shautus Salam

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah, Humor Islam Shautus Salam

Rabu, 03 Januari 2018

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa

Bandarlampung, Shautus Salam

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Provinsi Lampung, Kamis (29/9), memberangkatkan enam calon mahasiswa penerima beasiswa dari Institut KH Abdul Chalim Mojokerto dan satu mahasiswa ke Universitas Malahayati Lampung. Beasiswa yang diterima mencakup biaya pendidikan, dan seluruh tunjangan biaya hidup. Di kampus itu mereka akan menyelesaikan pendidikan hingga sarjana. Bahkan, bila catatan prestasinya menonjol akan diberikan kesempatan hingga jenjang S3. Di Institut KH Abdul Chalim, terdapat mahasiswa dari beberapa negara.

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa

Dalam acara pelepasan yang dilangsungkan di kantor Pengurus Wilayah Ma’arif NU Lampung, di Labuhan dalam, Tanjungsenang tersebut dihadiri Wakil Ketua PWNU Lampung Prof. Dr. Aom Karomani, Sekretaris Aryanto Munawar, dan pengurus lainnya. Juga hadir para orangtua/wali calon mahasiswa.

Ketua PW Pergunu Lampung Jamaluddin Malik mengatakan, pelepasan calon mahasiswa ini untuk kali kedua, setelah tahun lalu juga mengirimkan enam mahasiswa. Bahkan, mahasiswa asal Lampung meraih prestasi dalam IPK tertinggi.

Shautus Salam

“Ini memang menjadi concern Pergunu untuk membentuk generasi Aswaja yang tangguh dan berwawasan luas. Pergunu juga telah melakuan berbagai kegiatan di antaranya pelatihan bagi para guru dan terus membangun bersinergi dengan elemen masyarakat lainnya , khususnya yang bergerak di bidang pendidikan,” tuturnya.

Pihaknya juga mengembangkan model ma’had dalam mengelolaan asrama mahasiswa. Saat ini tengah dirintis di beberapa kampus.

Shautus Salam

Jamaluddin mengatakan, Pergunu Lampung terus berupaya memberdayakan para guru-guru di lingkungan NU. Selain pelatihan-pelatihan, juga dengan pemberdayaan ekonomi kreatif dan pemberian bantuan serta beasiswa.

Sementara itu Prof. Aom Karomani mengungkapkan, para pencari ilmu atau penuntut ilmu adalah perjuangan. “Ini jihad. Ini luar biasa. Dengan pendidikan manusia akan diangkat derajatnya. Pendidikan adalah salah satu cara memotong rantai kemiskinan struktural. Jadi kepada adik-adik kita doakan semoga sukses dan berhasil. Menjadi penerus NU,” ujar Prof. Aom yang juga Wakil Rektor Unila itu.

Dia menceritakan, kader-kader NU yang mencari ilmu di berbagai belahan benua Eropa dan Amerika seperti pengelana. “Artinya mereka menuntut ilmu dalam waktu lama. Bertahun-tahun. Sehingga memiliki pengetahuan dan ilmu yang mendalam. Tidak mudah menyalahkan orang lain,” ucap Aom. (Dwi Rohmadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam, Ulama, Warta Shautus Salam

Selasa, 26 Desember 2017

Pagari NTT dari Kelompok Terorisme

Kupang, Shautus Salam. Maraknya aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan agama, memaksi kita sebagai warga negara Indonesia untuk aktif dalam menjaga perdamaian negara. Hal tersebuat membuat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) gencar melakukan propaganda lewat media dan dialog yang dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia.

Pagari NTT dari Kelompok Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagari NTT dari Kelompok Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagari NTT dari Kelompok Terorisme

Salah satunya kegiatan yang dilaksanakan di hotel Neo kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/7) dengan tema “dialog lintas agama dalam pencegahan paham radikal-terorisme di NTT”. Sosialisasi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di NTT.

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan FKPT NTT dan BNPT RI. Dialog dihadiri oleh Mustasyar PBNUyang juga Imam Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Prof. Dr. Syahrin Harahap, (Guru Besar UIN SUMUT), dan dua narasumber lainnya. Turut hadir sebagai undangan dari para pejabat daerah, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh adat, dan tokoh pemuda.

Shautus Salam

Dalam pembukaan dialog, Abdul Makarim sebagai kepala bidang agama, pendidikan, dan dakwah menyampaikan bahwa serangan bom sarina dan mapolresta Surakarta menadakan masifnya gerakan terorisme di indonesia.

Hal ini, kata dia, tidak bisa kita biarkan, tapi harus melakukan tindakan dini dalam pencegahan perilaku paham radikal-terorisme di Indonesia, khususnya di NTT.

Shautus Salam

“Paham radikal-terorisme merupakan paham yang berideologikan kekerasan dalam mewujudkan cita-cita mereka. Mereka berlindung dibalik nama agama guna mencari dukungan atas aksi dan kegiatan yang dilakukan,” sambung Pengurus MUI NTT ini.

Abdul Makarim menambahkan, “Dialog ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai aksi terorisme yang terjadi di global dan Indonesia, oleh karena itu peserta diharapkan berperan aktif dalam penanggulangan paham radikal terorisme di NTT” tutupnya. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nusantara, Humor Islam, Pesantren Shautus Salam

Senin, 11 Desember 2017

Menengok NU di Dunia Maya

Apabila kita menulis kata “NU” dalam range country Indonesia di mesin pencarian Google, maka kita akan mendapatkan hasil sekitar 1.770.000 laman yang membahas dan mengulas atau hanya sebatas memuat kata “NU”. Dan bila kata “Nahdlatul Ulama” yang dimasukkan, maka akan didapatkan 658.000 hasil. Saya mencoba memasukkan beberapa nama organisasi masyarakat lainnya dalam kolom pencarian Google, dengan hasil 956.000 untuk “muhammadiyah”; 499.000 hasil untuk “HTI”, dan 651.000 hasil untuk kata “FPI”.?

Dari angka di atas saya menyimpulkan bahwa NU cukup banyak diperbincangkan dalam dunia maya. Meskipun NU memiliki banyak massa, namun baru sebagian kecil yang sudah bisa mengakses internet, jadi saya kemudian juga menyimpulkan bahwa sebagian laman tersebut ditulis oleh warga NU, dan sebagian besarnya lagi ditulis oleh kalangan di luar NU, entah berupa penelitian, berita, atau hanya sekadar opini.

Dunia maya tentu tidak lagi bisa dipandang sebelah mata, karena saking masifnya dinamika di dunia maya, informasi sekecil apapun dapat menyebar luas dan menjadi bahan perbincangan di dunia nyata. Muktamar NU ke-33 kemarin menyisakan banyak sekali cerita, tak ketinggalan di dunia maya. Justru dari dunia inilah berbagai macam informasi dengan mudahnya menyebar, entah benar atau tidaknya informasi tersebut, yang pasti hal tersebut tak jarang menambah “kegaduhan” yang tengah terjadi di dunia nyata.

Beralih ke Instagram, media sosial berbasis photo sharing, yang meskipun belum terlalu luas digunakan banyak kalangan, namun namanya telah banyak dikenal masyarakat. Di sini saya mencoba mencari “keberadaan” NU dengan mencari # (hastag/tagar) MuktamarNU33 dan hasil menunjukkan angka 2594, yang berarti tagar ini telah dipakai sebanyak 2594 kali, lebih banyak daripada tagar #Muktamar47 yang digunakan sebanyak 1982 kali, yang mana tagar tersebut dipakai untuk menandai foto tentang Muktamar ke-47 Muhammadiyah.

Menengok NU di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok NU di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok NU di Dunia Maya

Di Twitter, media sosial berbasis text dan foto, Nahdlatul Ulama cukup “terdengar” suaranya. Beberapa tokoh NU tercatat memiliki akun twitter seperti Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang memakai username ? @saidaqil, KH Mustofa Bisri dengan username @gusmusgusmu, dan ? KH Salahuddin Wahid dengan username @Gus_Sholah, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh NU baik muda maupun yang sudah sepuh yang masih sempat aktif di Twitter untuk sekedar menjawab salam dari followernya. Di Twitter, Nahdatul Ulama membuka akun resminya dengan username @nu_online, akun ini cukup aktif yang dapat dibuktikan dengan tweet (kicauan) yang kini telah berjumlah 36.980 dan follower (pengikut) yang hingga tulisan ini dibuat telah mencapai angka 96.049.

Tak hanya di Twitter, di Facebook –sosial media dengan pengguna terbanyak-, akun Facebook dengan nama “Situs Resmi Nahdlatul Ulama – Shautus Salam” memilki jumlah like 70.385. Di sosial media terbesar itu informasi tentang NU cukup banyak tersedia, tinggal ketik saja “Nahdlatul Ulama” di kolom pencarian, maka berbagai link berita, note, dan juga status Facebook yang membahas tentang NU mudah ditemukan.

Shautus Salam

Tak ketinggalan di Youtube –media sosial berbasis video-, sangat banyak video-video ceramah dari kiai-kiai NU yang diunggah oleh warga Nahdliyin. Hal ini menunjukkan bahwa sekarang ngaji online sudah banyak dilakukan oleh beberapa kalangan yang karena berbagai faktor tak mampu mengikuti pengajian-pengajian di “dunia nyata”.

Berlanjut ke Wikipedia –situs rujukan informasi paling digemari-, Wikipedia berbahasa Indonesia memuat artikel -yang terdiri dari 1934 kata- yang mengulas tentang Nahdlatul Ulama, bahkan Wikipedia berbahasa inggris memiliki sebuah artikel dengan 2.901 kata yang mengulas tentang NU, meskipun tidak tergolong banyak, namun angka tersebut dapat dijadikan indikator bahwa Wikipedia benar-benar serius meng-arrange artikel tentang Nahdlatul Ulama.

Shautus Salam

Nahdlatul Ulama memiliki website yang selama ini dijadikan sumber rujukan warga Nahdliyin dalam mendapatkan informasi-informasi yang kredibel tentang ke-NU-an yaitu nu.or.id. Saya mencoba untuk mengecek ranking dan kepopuleran situs nu.or.id di alexa rank (laman pemeringkat situs web se-dunia), hasilnya menunjukkan bahwa saat tulisan ini dibuat, nu.or.id menduduki peringkat 786 untuk website terpopuler di Indonesia, dan peringkat 45.840 dalam global rank atau rangking sedunia.

Berdasar dari berbagai angka dan data yang berhasil saya dapatkan, dengan berbagai macam cara pencarian, alhamdulillah saya telah berhasil menengok dan menjumpai NU di dunia maya, meskipun yang saya jumpai tak sebesar di dunia aslinya. Mengutip perkataan dari Ketua Umum Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawarsa, “Dunia maya adalah ruang pertarungan yang mesti direbut untuk menyebarkan konten-konten keagamaan yang toleran dan damai”, hal ini dapat diartikan bahwa NU sebagai jam’iyyah yang selalu membawa pesan-pesan toleran dan damai, kader-kadernya harus aktif meramaikan dunia maya, agar ladang dakwah yang sangat potensial ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Akhir kata, Semoga kader-kader muda NU dapat terus semangat meneruskan perjuangan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, meskipun di “dunia” yang berbeda. Aamin.

?

Isnai Ilham Aufadhuha

Warga NU, Mahasiswa Universitas Indonesia

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Humor Islam Shautus Salam

Jumat, 08 Desember 2017

Guru para Ahli Falak Indonesia

Penanggalan adalah alat ukur yang disepakati oleh setiap orang sebagai penentu kejadian-kejadian di sekeliling mereka. Karena masyarakat Indonesia mengenal dua jenis penanggalan, yakni penanggalan Qomariyah (berdasarkan edar Bulan) dan Syamsiyah (berdasarkan edar Matahari), maka menjadi cukup pelik untuk menyatukan keduanya.

Kepelikan ini dikarenakan penanggalan Qomariyah memiliki dua metode penentuan, yakni metode hisab (hitungan) dan rukyah (melihat) langsung wujud hilal (bulan sabit). Karena penanggalan Islam (syariah) didasarkan pada penanggalan Qomariyah maka tentu saja segala peristiwa-peristiwa keagamaan ditentukan berdasarkan penanggalan Qomariyah. Artinya jadwal dapat ditentukan dengan dua metode penentuan waktu pada sistem penanggalan ini. Padahal hasil dari masing-masing metode seringkali berbeda. Perangkat keilmuan yang digunakan untuk menentukan jadwal penanggalan syar’i inilah yang disebut sebagai ilmu falak. Maka tokoh-tokoh ilmu dan pengambil keputusan jadwal-jadwal penanggalan syar’i juga kemudian desebut sebagai ahli falak.

Guru para Ahli Falak Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru para Ahli Falak Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru para Ahli Falak Indonesia

Ketika terjadi peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat dengan hasil penentuan yang berbeda, maka umat pun biasanya menjadi terpecah, karena masing-masing pihak memiliki argumen dan landasan hukum yang biasanya juga dianggap sama-sama kuat dan valid.

Shautus Salam

Perselisihan menjadi semakin komplek manakala masing-masing pihak yang berbeda pendapat lebih mengedepankan ego masing-masing kelompoknya. Perbedaan penentuan ini kemudian menjadi semakin meruncing karena dianggap sebagai perbedaan akidah. Kondisi demikian ini terus berlarut-larut terjadi dalam kehidupan umat Islam Indonesia.

Di tengah kondisi yang demikian, tentu umat membutuhkan panutan yang dapat mereka ikuti. Seorang figur yang dapat mempertanggungjawabkan pendapatnya serta tidak menimbulkan persengketaan berkepanjangan dan bertele-tele. Singkatnya, umat membutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengayomi dan meredam konflik.

Dalam hal ini, umat Islam Nusantara memilik salah seorang tokoh falak dari kota Kudus Jawa Tengah yang cukup mumpuni dan layak diteladani. Beliau adalah KH. Turaichan Adjhuri Asy-Syarofi, yang semasa hidupnya dipercayai menjadi Ketua Markas Penanggalan Jawa Tengah.

Shautus Salam

Ulama kelahiran Kudus, 10 Maret 1915 ini adalah putera Kiai Adjhuri dan Ibu Nyai Sukainah. Terlahir di lingkungan agamis kota santri, sebagai anak yang membekali dirinya dengan belajar melaui sistem tradisional masyarakat yang telah turn-temurun dijalani keluarga dan teman-teman di sekitarnya. Mengaji pada para Kiyai dan ulama di sekitar tempat tinggalnya dan memulai pendidikan formal di daerah setempat tanpa mengurangi menimba ilmu dalam sistem tradisional. Satu hal yang menjadi ciri Mbah Tur, Sapaan akrabnya, dibanding tokoh-tokoh dari daerah lain adalah bahwa Beliau tidak pernah mondok di sebuah pesantren sebagai santri yang diasramakan. Meski sebenarnya hal ini lazim bagi para ulama di daerah asalnya, namun tidaklah demikian halnya dengan para ulama yang berasal dari daerah-daerah Nusantara lainnya.

Kiai Turaichan hanya mengenyam pendidikan formal selama dua tahun saja, yakni ketika berusia tiga belas hingga lima belas tahun. Tepatnya di Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus pada kisaran tahun 1928 M. yakni sejak madrasah tersebut didirikan. Namun karena kemampuannya yang melebihi rata-rata, maka beliau justru diperbantukan untuk membantu palaksanaan belajar mangajar. Namun demikian Beliau tetap melanjutkan menuntut ilmu dalam garis tradisional (non formal).

Sejak mulai mengajar di Madrasah TBS Kudus inilah, Kiai Turaichan mulai aktif di dunia pergerakan. Dalam arti Beliau mulai melibatkan diri dalam dunia dakwah kemasyarakatan dan diskusi-diskusi ilmiah keagamaan. Mulai dari tingkat terendah di kampung halaman sendiri, hingga tingkat nasional.

Sejak saat itu pula Beliau mulai turut aktif terlibat dalam forum-forum diskusi Batsul Masail pada muktamar-muktamar NU. Kecerdasan dan Keberaniannya mengungkapkan argumen telah terlihat sejak awal keterlibatannya dalam forum-forum tersebut. Ia tanpa segan-segan mengungkapkan pendapatnya di depan siapa pun tanpa merasa pekewuh jika pendapatnya berbeda dengan pendapat ulama-ulama yang lebih senior, seperti KH. Bisri Sansuri dari Pati yang kemudian mendirikan Pesantren Denanyar Jombang.

Kiprahnya Mbah Tur juga telihat dalam dunia politik di tingat pusat. Beberapa kali Kiai Turaichan ditunjuk menjadi panitia Ad Hoc oleh pimpinan Pusat Partai NU. Sementara di daerahnya sendiri, tercatat Beliau menjadi Rais Syuriyah Pimpinan Cabang. Pernah juga dipercaya menjadi qodhi (hakim) pemerintah pusat pada tahun 1955-1977 M.

Namun spesifikasi keilmuan yang menjadikannya sedemikian populer dan kharismatis adalah di bidang falak. Hal ini dikarenakan Kiai Turaichan sedemikian teguh dalam memegang pendapatnya. Beliau tergabung dalam tim Lajnah Falakiyyah PBNU. Beberapa kali terlibat silang pendapat dengan pendapat ulama-ulama mayoritas, namun ia tetap kukuh mempertahankan pendapatnya. Terbukti kemudian, pendapat-pendapatnya lebih banyak yang sesuai dengan kenyataan. Hal inilah yang membuat kharisma dan kealiman serta ketelitian Beliau semakin diperhitungkan. Hingga Kiai Turaichan kemudian lebih dikenal sebagai ahli falak yang sangat mashur di Indonesia, dan mempunyai banyak murid menekuni ilmu falakiyah hingga sekarang.

Selanjutnya, Mbah Tur tidak pernah absen dalam muktamar-muktamar NU, kecuali sedang udzur karena kesehatan. Belakangan, ketika terjadi perubahan asas dasar NU dari asas Ahlussunnah wal Jamaah menjadi asas Pancasila, Mbah Tur menyatakan mufaroqoh (memisahkan diri) dari Jamiyyah (keorganisasian NU).

Hal yang menarik di sini adalah, meski telah menyatakan mufaroqoh secara keorganisasian namun Beliau tetap dipercaya sebagai Rais Suriyah di tingkat Cabang. Sedangkan untuk tingkat Pusat Kiai Turaichan memang tidak lagi aktif seperti dahulu. Karenanya, Kiai Turaichan kemudian mempopulerkan istilah ”Lokalitas NU” yang berarti tetap setia untuk eksis memperjuangkan Jam’iyyah NU dalam skala lokal, yakni di NU cabang Kudus saja. Untuk tingkat yang lain (lebih tinggi), Beliau telah menyatakan mufaroqoh. Bahkan seringkali Beliau juga seringkali memiliki pendapat-pendapat falakiyah (penetapan tanggal suatu kejadian yang berbeda dengan garis kebijakan PBNU, dan karena telah menyatakan mufaroqoh, maka beliau tidak merasa terikat oleh keputusan apa pun yang dibuat oleh PBNU.

Kendati demikian, Kiai Turaichan tetap menjalin hubungan yang baik dengan pihak-pihak yang sering menolak keputusannya. Bahkan Beliau selalu bersikap akomodatif kepada pemerintah, walaupun pemerintah pernah beberapa kali mencekalnya karena mengeluarkan pernyataan berbeda dengan pemerintah perihal penentuan awal bulan Syawal. Termasuk akan menyidangkannya ke pengadilan pada tahun 1984, ketika menentang perintah pemerintah untuk berdiam diri di rumah saat terjadi gerhana Matahari total pada tahun tersebut. Alih-alih menaati, Beliau justru mengajak untuk melihat peristiwa tersebut secara langsung dengan mata kepala telanjang.

Pada waktu terjadi peristiwa gerhana Matahari total tersebut, Mbah Tur memberi pengumuman kepada umat Muslim di Kudus, bahwa gerhana Matahari total adalah fenomena alam yang tidak akan menimbulkan dampak (penyakit) apapun bagi manusia jika iengin melihatnya, bahkan Allah-lah yang memerintahkan untuk melihatnya secara langsung. Hal ini dikarenakan redaksi pengabaran fenomena yang menunjukkan keagungan Allah ini difirmankan oleh Allah menggunakan kata ”abshara”. Artinya, perintah melihat dengan kata ”abshara” adalah melihat secara langsung dengan mata, bukan makna denotatif seperti mengamati, meneliti dan lain-lain, meskipun memang ia dapat berarti demikian secara lebih luas.

Pada hari terjadinya gerhana matahari total di tahun tersebut, Kiai Turaichan tengah berkhutbah di Masjid al-Aqsha, menara Kudus. Tiba-tiba di tengah-tengah Beliau berkhutbah, Beliau berkata kepada seluruh jamah yang hadir, ”Wahai Saudara-saudara, jika Kalian tidak percaya, maka buktikan. Sekarang peristiwa yang dikatakan menakutkan, sedang berlangsung. Silahkan keluar dan buktikan, bahwa Allah tidak menciptakan bala’ atau musibah darinya. Silahkan. Keluar dan saksikan secara langsung!” Maka, para Jamaah pun lantas segera berhamburan keluar, menenagadah ke langit dan menyaksikan secara langsung dengan mata kepala telanjang terjadinya gerhana Matahari total.

Setelah beberapa saat, para jamaah kembali ke tempatnya semula, acara khutbah khushufusy Syamsy pun dilanjutkan dan tidak terjadi suatu musibah apa pun bagi mereka semua. Namun karena keberaniannya ini, Kiai Turaichan harus menghadap dan mempertanggungjawabkan tindakannya di depan aparat negara yang sedemikian represif waktu itu. Meski demikian sama sekali Kiai Turaichan tidak menunjukkan tabiat mendendam terhadap pemerintah.

Bahkan hingga menjelang akhir hayatnya pada 20 Agustus 1999, Mbah Tur termasuk ulama yang sangat antusias mendukung undang-undang pencatatan nikah oleh negara yang telah berlaku sejak tahun 1946 tersebut. Beliau sangat getol menentang praktik-praktik nikah Sirri atau di bawah tangan. Menurutnya, selama hukum pemerintah berpijak pada kemaslahatan umat dan tidak bertentangan dengan syariat Islam, maka wajib bagi seluruh umat muslim yang menjadi warga negara Indonesia untuk menaatinya. Artinya pelanggaran atas suatu peraturan (undang-undang) tersebut adalah juga dihukumi sebagai kemaksiatan terhadap Allah. Demikian pun menaatinya, berarti adalah menaati peraturan Allah. (Syaifullah Amin)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam, Budaya, Amalan Shautus Salam

Rabu, 06 Desember 2017

Puluhan Grup Hadrah Ramaikan Malam Raya Kolosal Lesbumi NU Ceper

Klaten, Shautus Salam. Menyambut malam Idul Adha, puluhan grup hadrah menyemarakkan kegiatan Takbir Kolosal yang diselenggarakan Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) MWCNU Ceper di Batur Ceper Klaten, Rabu (23/9).

Puluhan Grup Hadrah Ramaikan Malam Raya Kolosal Lesbumi NU Ceper (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Grup Hadrah Ramaikan Malam Raya Kolosal Lesbumi NU Ceper (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Grup Hadrah Ramaikan Malam Raya Kolosal Lesbumi NU Ceper

Menurut Sekretaris MWCNU Ceper Sriyanto, acara tahunan yang sudah berjalan ke-8 kalinya ini melibatkan 40 grup hadrah dan 850 personil.

“Kegiatan ini untuk silaturahmi ranting NU di kecamatan Ceper, sekaligus juga untuk nguri-uri (menghidupkan) kebudayaan ala Aswaja,” kata Sriyanto di sela-sela acara Takbir Kolosal.

Shautus Salam

Acara dibuka dengan sambutan dari Camat Ceper dan Ketua MWCNU Ceper H Ahmad Zaeni. Zaeni mengatakan, sebetulnya di kecamatan Ceper terdapat ratusan grup hadrah, namun kali ini hanya 40-an grup yang diundang, mengingat keterbatasan tempat.

Sementara itu, Ketua PCNU Klaten H Mujiburrahman memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. “Kita harus bangga menjadi warga NU, yang selalu ikut untuk menjaga kelestarian budaya,” tukasnya.

Shautus Salam

Di akhir acara, para peserta dan pengunjung mendengarkan ceramah dari Rais Syuriyah PCNU Klaten KH Mukhlis Hudaf. Di tengah ceramah, kiai juga membagikan sejumlah door prize kepada para pengunjung yang dapat menjawab pertanyaan yang ia ajukan. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama, Humor Islam, Santri Shautus Salam

Sabtu, 02 Desember 2017

PMII Purworejo Telaah Pilleg dan Pilkada

Purworejo, Shautus Salam. Memperingati 106 tahun Hari Kebangkitan Nasional pada Selasa (20/5), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Purworejo membuka dialog publik bertema, “Refleksi Pilleg 2014 dan Quo Vadis Pilkada 2015,” di hotel Ganesha, Purworejo, Selasa (20/5) malam.

PMII Purworejo Telaah Pilleg dan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Purworejo Telaah Pilleg dan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Purworejo Telaah Pilleg dan Pilkada

Ketua panitia Lukman Hakim mengemukakan, prosesi pemilu 9 April lalu khususnya di Purworejo banyak menyisakan persoalan yang perlu dipikirkan bersama. Dengan harapan, ke depan pilihan presiden khusunya pilkada 2015 menghasilkan pemilu yang bersih.

“Dengan mengevaluasi yang sudah-sudah, kita perlu kawal pemilihan umum ke depan sejak dini,” terang Lukman.

Shautus Salam

Acara yang terselenggara atas kerja sama PMII Purworejo dan Pewarta Harian Cetak Purworejo ini, dihadiri delegasi cabang sejumlah parpol, aktivis organisasi mahasiswa, ormas, akademisi, penyelenggara pemilu, dan pengamat politik.

Acara ini dimeriahkan oleh aksi panggung dari Sego Megono Songkestra. Sementara selama 4 jam forum berlangsung, para peserta terlihat aktif mengoreksi kinerja masing-masing elemen baik parpol, penyelengara pemilu, maupun masyarakat umum.

Shautus Salam

Dalam kesempatan ini, delegasi sebuah partai Drs Toha Mahasin menyebutkan tindakan yang paling utama ialah upaya semua pihak untuk turut memantau proses pemilu.

Upaya bersama ini, menurutnya, penting untuk mengawasi proses pemilu mulai dari pendataan, pemilihan hingga penghitungan agar pelanggaran dapat diminimalisasi. (Ali Mukti/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam Shautus Salam

Rabu, 29 November 2017

Cari Berkah denganTarawih Keliling

Pekalongan, Shautus Salam. Kota Pekalongan yang kental dengan para ulama dan habib bisa digolongkan sebagai kota yang memiliki tradisi ke-NU-an yang begitu kuat. Setiap bulan Ramadhan tiba, banyak masyarakat Pekalongan yang ngalap (mencari) berkah lewat kegiatan tarawih keliling masjid-masjid yang ada di Pekalongan.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Irzam Hasani (21), mahasiswa Undip Semarang. Ia rela menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman guna menikmati nuansa Ramadhan di Pekalongan. Bersama dengan dua rekannya, Shofiyullah dan Khadziq, mereka ingin meramaikan bulan Ramadhan kali ini dengan melakukan tarawih keliling ke masjid maupun majelis habaib yang ada di Kota Batik ini.

Cari Berkah denganTarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
Cari Berkah denganTarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

Cari Berkah denganTarawih Keliling

Pada malam ke-4 di bulan Ramadhan ini, Jumat (12/7), mereka memulai kegiatan tarawih kelilingnya di gedung Kanzus Shalawat, Pekalongan. Di gedung Kanzus Shalawat yang biasa digunakan untuk majelis maulid Nabi ini, digelar salat tarawih berjamaah selama bulan Ramadhan.

Bersama sekitar 30 jamaah yang rata-rata berasal dari Pekalongan dan sekitar mereka terlihat khusyuk melaksanakan salat tarawih. Sebagai imam, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, menantu dari Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, juga mengajak jamaah untuk berdzikir selepas salat tarawih.

Shautus Salam

Ketika ditanya tentang alasannya melakukan tarawih keliling ini, Irzam mengatakan dirinya bersama dua rekannya ingin ngalap berkah kepada habaib yang ada di Pekalongan. “Mumpung pulang kampung, saya sempatkan untuk tarawih keliling ke tempatnya habaib,” ujarnya.

Shautus Salam

Senada dengan Irzam, Khadziq yang sedang menempuh pendidikan di STAIN Pekalongan ini juga menyampaikan niatnya melakukan kegiatan ini. “Kita pengen ngalap berkah dengan salat bersama habib, alhamdulillah bisa kesampaian,” tutur mahasiswa yang juga aktif di PMII STAIN ini.

Untuk malam berikutnya mereka berencana melanjutkan tarawih kelilingnya ini ke masjid Raudhah, Pekalongan, masjid milik Habib Baqir Alatas yang juga sering dijadikan sebagai tempat untuk tarawih keliling oleh masyarakat Pekalongan.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Rodif Hafidz

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam, Kajian Sunnah Shautus Salam

Senin, 27 November 2017

Tempuh Jarak 230 Km, PCINU Korsel Lestarikan Ziarah Kubur

Korea Selatan, Shautus Salam. Meskipun mayoritas penduduk Korsel tidak beragama Islam tetapi ada juga perkuburan Islam yang letaknya lumayan jauh, sekitar 230 Km dari ibu kota. Tetapi karena arus lalu lintas dan juga sarana transportasi di negara Ginseng ini sangat bagus, maka jarak sejauh itu bisa ditempuh dengan waktu yang singkat.

Ada sekitar tiga WNI Muslim dikuburkan di pemakaman yang tanahnya dibeli atas dana wakaf dari sebuah negara di wilayah teluk ini. Satu diantaranya adalah WNI asal Malang Jawa Timur yang merupakan sahabat dari Mustasyar PCINU Korsel.

Tempuh Jarak 230 Km, PCINU Korsel Lestarikan Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Tempuh Jarak 230 Km, PCINU Korsel Lestarikan Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Tempuh Jarak 230 Km, PCINU Korsel Lestarikan Ziarah Kubur

"Kita ini hambanya Allah SWT, umatnya Kanjeng Nabi, warga Nahdliyin... Dimanapun kita berada harus menjalankan ajarannya Rasulullah SAW dan jangan sampai lupa bahwa kita nanti akan kembali kepada Allah SWT. Ziarah kubur ini mengingatkan kita akan hal tersebut," terang Khatib PCINU Korsel, Ulin Huda atau yang akrab disapa Gus Ulin.

Perkuburan Muslim di Korsel ini selain letaknya jauh dari perkotaan juga berada di daerah pegunungan. Membutuhkan tenaga dan juga kendaraan yang prima untuk mencapai ke puncak lokasinya. Meskipun demikian, PCINU Korsel sudah menjadikannya sebagai acara rutin tahunan.

Pada Ramadhan kali ini rombogan PCINU Korsel, ? termasuk Lazisnu, Banser dan juga seorang ustadz dari Indonesia mengunjungi makam tersebut. "Insyallah di kesempatan berikutnya kita akan mengajak nahdliyin yang lebih banyak," kata Budi, aktifis NU Korsel. (Red-Zunus)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Olahraga, Halaqoh, Humor Islam Shautus Salam

Minggu, 19 November 2017

Bintang Bola Amerika Pantau Liga Santri

Jakarta, Shautus Salam 



Ada kabar yang cukup membanggakan dari Liga Santri Nusantara (LSN). Di tahun ketiga penyelenggaraannya, Liga Santri ternyata sudah berhasil menarik perhatian internasional. 

Kali ini perhatian datang dari pesohor bola Amerika Serikat, Ethan Zohn. Mantan pemain Timnas Amerika Serikat yang kini aktif di kegiatan amal dan kegiatan komunitas itu tertarik untuk memantau antusiasme kaum santri dalam sepakbola. Bahkan Ethan Zohn berencana untuk berkunjung langsung ke pesantren yang memiliki interest pada sepakbola.

Bintang Bola Amerika Pantau Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Bintang Bola Amerika Pantau Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Bintang Bola Amerika Pantau Liga Santri

Deputy Cultural Attache Kedutaan Amerika Serikat untuk Indonesia, Jed Taro Dornburg, menggelar pertemuan dengan jajaran Direksi LSN, Selasa (12/9). 

"Ethan akan berkunjung ke Indonesia selama 7-15 Oktober ini. Dia sangat tertarik untuk melihat bagaimana para santri bermain bola. Dia ingin berkunjung langsung ke pesantren dan berinteraksi dengan para santri di tengah-tengah lawatannya," terang Jed.

Shautus Salam

Seperti diketahui, Ethan Zohn adalah co-founder Grassroot Soccer (GRS). Grassroot Soccer merupakan organisasi nirlaba yang menggunakan sepakbola untuk memperkuat masyarakat, terutama kaum muda, termasuk pelatihan sepakbola untuk anak-anak.

Sementara itu, Cornelius Ariyanto, salah seorang Direktur Liga Santri menyatakan apresiasinya ataa kunjungan tersebut. 

"Ini merupakan reward bagi Liga Santri dan kalangan pesantren. Sekaligus membuktikan bahwa Liga Santri sudah mulai diperhitungkan. Kalau tahun kemarin kita sudah menghasilkan alumni di Timnas Garuda Nusantara, alhamdulillah tahun ini kita mulai dilirik pemain profesional dunia."

Terkait dengan rencana kuniungan bintang bola Amerika ini, Irham Saifuddin, Direksi lainnya di Liga Santri menyatakan, tujuan utama Liga Santri bukan hanya mencetak pemain bola profesional untuk nantinya berkhidmah pada tanah air saja.

Shautus Salam

“Alasan utama Liga Santri merupakan media untuk mengkomunikasikan dunia santri kepada dunia luar, termasuk kalangan internasional. Bahwa pesantren merupakan kekayaan khazanah keislaman dan secara tulus terbuka terhadap sekat-sekat agama, etnisitas, ras atau pun sekat primordialistik lainnya. Liga Santri adalah merupakan media diplomasi kebudayaan kita, kaum santri, kepada dunia global," pungkas Irham. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Humor Islam Shautus Salam

Sabtu, 11 November 2017

Lantik PW Jabar, ASBIHU Berikan Hadiah Umrah kepada 3 Orang

Sumedang, Shautus Salam. YudaYudarmawan tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya begitu namanya disebut sebagai salah satu penerima hadiah umrah. Ia segera berlari ke atas panggung, menyalami orang-orang yang berdiri si sana, lalu melakukan sujud syukur.

Santri Pondok Pesantren Al-Muhajirin dari Dusun Simpang, Sukasari, Sumedang, Jawa Barat itu tidak menyangka dengan hadiah Umroh yang diterimanya dari Asosiasi Bina Haji dan Umroh (ASBIHU).

Lantik PW Jabar, ASBIHU Berikan Hadiah Umrah kepada 3 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lantik PW Jabar, ASBIHU Berikan Hadiah Umrah kepada 3 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lantik PW Jabar, ASBIHU Berikan Hadiah Umrah kepada 3 Orang

“Saya ke sini diajak guru (kiai) sebagai perwakilan pesantren untuk mengikuti acara hari ini,” ungkap Yuda kepada Shautus Salam sesaat setelah pengumuman pemenang.

Yuda tidak sendiran. Ada dua nama lainnya yang berhak atas hadiah yang sama. Mereka adalah Kartika (55) dari Majelis Taklim Annur Jumbleng, Desa Ranjeng Kecamatan Cisitu; dan Lifia dari Tanjung Sari.?

Penyerahan hadiah umrah kepada ketiganya dilakukan bersamaan dengan acara Pelantikan Pengurus PW ASBIHU Jawa Barat masa khidmat 2016-2021, yang dihelat Rabu (28/12) di SMK Annur, Sumedang.?

Shautus Salam

“Saya mengucapkan terima kasih. Tadi tidak kepikiran dapat hadiah umrah ini,” kata Kartika sambil menahan tangis haru.

Shautus Salam

Hadiah kepada ketiganya berasal dari Ketua Umum ASBIHU KH Musthafa Aqil Siroj, Ketua PW ASBIHU Jawa Barat H Fairuzillah, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang H Zainal Alimin.

Direktur ASBIHU Tour and Travel, H Hafidz Taftazani mengungkapkan hadiah umrah tersebut diberikan sebagai ungkapan rasa syukur yang perlu didahulukan dan dirasakan bersama di lingkungan ASBIHU.?

Dengan perannya ini, ASBIHU akan terus berupaya memberikan maslahat kepada seluruh warga NU dan masyarakat Indonesia yang ingin menunaikan ibadah umroh dengan standar yang maksimal. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam Shautus Salam

Rabu, 08 November 2017

LKNU Jihad Lawan Napza dan HIV/AIDS

Jakarta, Shautus Salam. Melalui program Pemulihan Adiksi Berbasis Masyarakat (PABM), Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) tengah giat memerangi Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) dan HIV/AIDS yang melanda masyarakat Indonesia. Kegiatan ini bertujuan mengurangi tingkat kesakitan dan kematian yang ditimbulkan oleh HIV dan AIDS.

LKNU Jihad Lawan Napza dan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Jihad Lawan Napza dan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Jihad Lawan Napza dan HIV/AIDS

Ketua Pengurus Pusat LKNU Imam Rosyidi menyatakan, PABM antara lain bergiat dalam pemberian informasi dasar seputar kesehatan produksi dan HIV/AIDS, layanan konseling adiksi, serta penyediaan rujukan rehabilitasi dan VCT (voluntary counseling and testing). 

“Selain itu, sebagai ormas Islam, kami juga menyediakan bimbingan agama dan pendampingan sosial,” ujarnya dalam diskusi “Jihad Melawan Napza dan HIV”, Kamis (22/6), di Jakarta.

Shautus Salam

Wilayah kerja PABM tersebar di 15 provinsi, seperti Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Barat. Di tiap provinsi, LKNU bermitra dengan LSM setempat yang memiliki konsen gerakan yang sama.

Hasil evaluasi tiap semester LKNU menunjukkan, sejak Juli 2010 capaian program PABM mengalami kenaikan. Hal ini ditandai dengan banyaknya pengguna narkoba suntik (Penasun) dirujuk ke layanan rehabilitasi sosial dan medis.

Shautus Salam

Menurut Kordinator Unit Manajer Program R Wibowo, PABM mempunyai karakter berbeda dengan sejumlah pendekatan dalam mengatasi masalah AIDS. Tidak seperti pendekatan klinis, PABM melakukan pencegahan, perawatan, dukungan, dan pengobatan melalui cara-cara yang memasyarakat.

Diakui, hingga hari ini masih terjadi kesalahpahaman terhadap pengguna Napza suntik dan penderita HIV/AIDS. Sehingga, pelaku atau penderita kerap menjadi korban stigmatisasi dan diskriminasi di masyarakat. Karena itu, selain penanganan masalah pada diri korban, masyarakat di sekelilingnya juga membutuhkan informasi yang tepat dan proses penyadaran.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock