Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

GP Ansor Gemakan "Kecamatan Bershalawat"

Subang, Shautus Salam. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Subang menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Kecamatan Bershalawat”. Kegiatan yang didukung oleh PT Jarum ini merupakan salah satu program dari Pimpinan Pusat GP Ansor yang terbagi dalam beberapa zona dan wilayah di Jawa Barat.

Kegiatan diadakan di halaman Masjid Jami’ Al-Mukhlishin, Pamanukan, Subang, Ahad (22/4) lalu, yang dihadiri oleh ribuan ja’maah. Selain menggemakan Shalawat, kegiatan ini diisi oleh beberapa bakti sosial diantaranya pengobatan gratis, pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan penanaman 1000 pohon.

GP Ansor Gemakan Kecamatan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gemakan Kecamatan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gemakan "Kecamatan Bershalawat"

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Subang, Ojang Sohandi, Ketua Tanfidziyah PCNU Subang, KH. Musyfiq Amrullah, Anggota DPRD Subang, Mimin Hermawan dari Fraksi Golkar dan Satibi dari Fraksi Demokrat, dan tampil sebagai penceramah Ketua Majelis Dzikir Pimpinan Pusat GP Ansor, KH. M. Faris Fuad Hasyim yang juga sebagai Pengasuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon. 

Shautus Salam

Menurut Ketua PC GP Ansor Subang, Asep Alamsyah Heridinata, kegiatan Kecamatan Bershalawat ini merupakan sebagai langkah dan upaya penyadaran kepada masyarakat bahwa dengan barokah bershalawat segala bentuk permasalahan akan terpecahkan, termasuk permasalahan yang menyangkut hubungan kerukunan ummat beragama. 

“Shalawat adalah do’a. mudah-mudahan dengan kita bershalawat kita semua bisa terhindar dari apa yang tidak kita inginkan. Selain itu juga, shalawatan adalah ciri khas dari Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, sebagai organisasi yang lahir dari rahim NU, sudah menjadi kewajiban GP Ansor harus mempertahankan dan mengembangkan tradisi tersebut,” papar Asep. 

Shautus Salam

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PC NU Subang, KH. Musyfiq Amrullah, bahawa Shalawat merupakan sebuah kewajiban yang sudah ditetapkan dalam Al-Qur’an. 

"Allah sudah mewajibkan kepada Ummat Islam untuk memberikan shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, NU akan tetap melestarikan tradisi Shalawatan walaupun banyak faham-faham yang menentang tradisi tersebut,” ungkapnya. 

Sementara Bupati Subang, Ojang Sohandi mengatakan kegiatan sholawat akbar ini merupakan cara yang digunakan orang terdahulu untuk menyebarkan agama Islam juga mengajarkan toleransi dan gotong royong dalam umat beragama.

"Seperti yang dilakukan oleh para Wali Songo, mereka bisa berhasil menyebarkan Agama Islam tanpa harus perang maupun perpecahan, namun justru toleransi dan rasa gotong royong yang terbangun dalam perbedaan,” ujarnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nasihul Umam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam, Sholawat, Pendidikan Shautus Salam

Jumat, 16 Februari 2018

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut

Tanggamus, Shautus Salam. Menghadapi era perubahan zaman saat ini, para santri harus membuka diri dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang terus terjadi untuk kemaslahatan diri dan orang lain. Hal-hal yang positif harus diadopsi dengan baik serta tidak meninggalkan yang lama dan yang masih relevan.

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut (Sumber Gambar : Nu Online)
Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut (Sumber Gambar : Nu Online)

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut

"Santri harus membuka diri tapi jangan larut dengan modernisasi. Santri juga jangan fobia modernisasi," Demikian pesan Plt. Bupati Tanggamus Samsul Hadi saat memberikan sambutan pada Haflah At Tasyakkur Lil Ikhtitam API Pondok Pesantren Darul Ulum Margoyoso Kecamatan Sumberejo Tanggamus, Kamis (27/4).

Plt. Bupati yang juga Katib Syuriyah PCNU Tanggamus ini mengingatkan para santri dengan prinsip yang sangat masyhur dikalangan nahdliyyin yaitu Almuhafadzatul Alal Qodimis Sholih Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah.

"Mari Pertahankan tradisi yang memberikan manfaat dan yang baik serta ambillah sesuatu yang baru dan yang baik pula," katanya sembari mengingatkan pula bahwa santri dan pesantren adalah pelopor contoh yang baik bagi masyarakat.

Hal senada disampaikan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tanggamus KH. Marzuki Amin yang juga hadir pada kesempatan tersebut bahwa selama ini para santri dapat menjadi sosok pioner yang berperan penting dalam mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jamaah ditengah-tengah masyarakat.

Shautus Salam

Mengutip pernyataan Almaghfurlah KH Hasyim Muzadi, Ia mengatakan bahwa santri alumni pondok pesantrenlah yang selama ini memiliki komitmen ikhlas dalam mempertahankan dan merawat Jamaah serta Jamiyyah NU.

Shautus Salam

"Para santrilah yang ulet ngurusi NU. Anak-anak pesantrenlah yang ngurusi jamaah dari kota sampai plosok-plosok untuk terus mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jamaah an nahdliyyah," ungkapnya.

Ia berharap seraya mendoakan agar seluruh santri khususnya di Pondok Pesantren Darul Ulum dapat dengan istiqomah menuntut ilmu sehingga dapat terus memberikan manfaat untuk ummat.

"Mari bareng-bareng doakan mereka di pesantren ini. Di sinilah tempat penggodokan NU masa depan. Merekalah yang menjadi harapan kita untuk meneruskan masa depan NU," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Syariah, Sholawat Shautus Salam

Kamis, 15 Februari 2018

GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang

Jepara, Shautus Salam



PAC GP Ansor Mlonggo Jepara bekerja sama dengan Bakesbangpol Jepara menyelenggarakan “Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba bagi Pemuda dan Masyarakat” di aula gedung MWCNU Mlonggo, Rabu (30/8) pagi. 

Kegiatan itu menghadirkan dua pembicara yaitu Drs Wahyu Anggono dari DKK Jepara dan AKP Hendro A, Kasat Narkoba Polres Jepara itu dihadiri. 

GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang

Ratusan peserta yang hadir terdiri murid SMA sedejarat se-kecamatan Mlonggo, perwakilan IPNU, IPPNU, Ansor, Fatayat, Muslimat dan masyarakat umum. Kepala Kesbangpol Jepara, Mulyaji juga menyempatkan hadir dalam kegiatan tersebut. 

Ketua PAC GP Ansor Mlonggo, Ainul Mahfudh mengatakan kegiatan bertujuan memberikan edukasi untuk pemuda tentang bahaya narkoba. 

“Narkoba lebih berbahaya daripada bencana dengan efeknya jangka panjang. Karenanya mesti ditanggulangi sejak dini. Ingat, generasi emas mendatang harus terhindar dari narkoba,” tandasnya di sela-sela kegiatan. 

Shautus Salam

Perlu diketahui dulu Indonesia hanya sebagai transit narkoba. Tetapi sekarang menjadi salah satu potensi pasar. Begitu juga kabupaten Jepara.

Jepara, tegas Ainul lulusan Unisnu Jepara itu, masuk kota pinggiran. Tetapi pihaknya menggarisbawahi bahwa kota kelahiran R.A. Kartini pernah terjadi kasus besar narkoba yakni tahun 2011 dan 2016. Sehingga ia menyebut meski kabupaten kecil tetapi menjadi salah satu target penyebaran narkoba. 

Maka dari itu peran serta dari masyarakat dengan melakukan pendidikan dan pembelajaran sangat dibutuhkan. 

“Di samping itu juga pentingnya moralitas masyarakat dengan mengedepan pendidikan agama. Masyarakat yang punya moralitas akan tahu kalo narkoba jelas di agama yang dianutnya,” tambahnya. 

Shautus Salam

Salah satu narasumber dari DKK, Wahyu Anggono menjelaskan cara menghadapi orang yang kecanduan alkohol. “Pertama niat pengen sembuh atau tidak?” Jawab Wahyu menjawab pertanyaan Nasruddin Latif, Wakil Ketua PAC GP Ansor Mlonggo dalam sesi tanya jawab. 

Kedua, lanjutan jawabannya menjauhkan pergaulan yang negatif. Terakhir, hindarkan botol-botol miras di sekitar rumah pecandu. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Hadits Shautus Salam

Minggu, 04 Februari 2018

GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi

Sukabumi,Shautus Salam

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi menggelar Kecamatan Bershalawat Nabi di alun-alun Masjid Agung Palabuhan Ratu, Senin (12/6) dengan tema "Anugerah Alam, Anugerah Shalawat".

GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi

Kegiatan yang disponsori Djarum Coklat tersebut juga menggelar buka puasa bersama dengan warga, para kiai, santri Palabuhan Ratu, bakti sosial berupa santunan anak yatim dan dhuafa, serta ceramah.

Ketua Pjs PC GP Ansor Kabupaten Sukabumi, Nurodin, mengatakan, pemuda NU bekerja sama dengan Djarum Coklat berikhtiar mewujudkan bangsa yang hidup rukun, damai dan toleran di tengah-tengah masyarakat

Shautus Salam

“Tentunya GP Ansor harus menjadi solusi dalam menghadapi cobaan yang menimpa bangsa ini,” katanya.

Shautus Salam

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran itu, menurut Nurodin, diharapkan bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan memperkuat Islam Ahlussunah wal-Jama’ah yang rahmatan lil alamin.

“Di usia menginjak 84 tahun, GP Ansor hadir di Indonesia sebagai pengawal Islam kebangsaan Islam rahmatan lil alamin yang selalu menjaga NKRI,” tegasnya.

Kegiatan tersebut dimeriahkan tim hadrah Rijalul Ansor Kabupaten Sukabumi dan tausyiah oleh KH Misbahuddin, dan juga doa tutup Rais Syuriah MWC NU yang juga Ketua MUI Kecamatan Palabuhan Ratu KH Useh Ahmad Ahwasi. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Quote Shautus Salam

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan

Lamongan, Shautus Salam. Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur menunjuk Lamongan sebagai tuan rumah workshop Deradikalisasi Agama, Ahad (27/9). Tak kurang dari 180 pengurus cabang GP Ansor Lamongan dan anak cabang sekabupaten Lamongan hadir di Aula Sabha Dyaksa Pemkan Lamongan.

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan

Workshop ini dimaksudkan untuk menyosialisasikan Pergub Jawa Timur Nomor 51 Tahun 2014 tentang larangan keberadaan gerakan Islamic State of Iraq and Syria di Jawa Timur. Peraturan Gubernur ini merupakan hasil keputusan rapat yang melibatkan pelbagai ormas Islam dan perguruan tinggi yang mendukung Pemda setempat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap keberadaan ISIS.

Hadir sebagai narasumber Ahmad Syafi’i, Bashori, dan Muslikh dari GP Ansor Jatim yang dibentuk untuk mengawal agenda workshop ini.

Shautus Salam

“Di Lamongan, banyak embrio gerakan radikal, perlu Ansor untuk melakukan tindakan prefentif kepada anggota dan masyarakat, agar tidak ikut terlibat dalam gerakan radikal,” terang Ahmad Syafi’i.

Langkah konkritnya, menurut Bashori, Ansor dan Banser harus dekat dengan masjid dan mushalla. Dekat dalam artian, bisa menyemaikan benih-benih ajaran Islam ala Ahlussunah Waljamaah di level akar rumput lengkap dengan segala ritus dan amaliyahnya.

Shautus Salam

Ketua GP Ansor Lamongan Muhammad Masyhur dalam sambutannya menekankan pentingnya upaya penyadaran lewat sosialisasi dan gerakan.

“Bahwa Islam yang dibawa Nabi Muhammad adalah Islam yang tidak keras, tapi tak lantas jadi penakut. Tidak lembek, namun tak lantas jadi arogan. Hingga Islam benar-benar bisa menjadi rahmat bagi alam, bagi semuanya,” tegasnya.

Menurut anggota Tim Akreditasi GP Ansor Jatim Safriel Syafa’, internal Ansor sendiri harus melakukan penguatan kelembagaan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. “Untuk itulah Ansor akan mengadakan evaluasi dan akreditasi tiap enam bulan sekali,” kata Safriel. (Amin Wahyudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Syariah, Berita Shautus Salam

Sabtu, 27 Januari 2018

PMII Jateng Siapkan Instruktur Kaderisasi nan Handal

Sukoharjo, Shautus Salam. Untuk mensukseskan program dan proses kaderisasi, PKC PMII Jawa Tengah menggelar Pelatihan Instruktur di Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Kartasura Sukoharjo, Senin-Selasa (4-5/12). Selama dua hari tersebut, 60 peserta dari 17 cabang mengikuti sejumlah materi yang disiapkan panitia.

Panitia Training of Instructure (ToI) Firdausul Ulya menjelaskan, kegiatan bertema “Peran Instruktur dalam Meneguhkan Ideologi Gerakan” tersebut sebagai wujud usaha PMII Jateng dalam mengawal proses kaderisasi di daerah.

PMII Jateng Siapkan Instruktur Kaderisasi nan Handal (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jateng Siapkan Instruktur Kaderisasi nan Handal (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jateng Siapkan Instruktur Kaderisasi nan Handal

“Penyelenggaraan ini yang perdana. Kita harapkan sekembalinya dari pelatihan, para peserta dapat lebih maksimal dalam mengawal kaderisasi di daerah masing-masing,” terang Firdausul di sela acara.

Ditambahkan Firdausul, sebelum dimulainya kegiatan, para calon peserta terlebih dahulu mengikuti sejumlah tes untuk mengukur pemahaman serta pengetahuan mereka, khususnya di bidang kaderisasi.

Shautus Salam

“Kemudian setelah diberikan materi, ada tes lagi untuk menilai kelayakan mereka menjadi seorang instruktur, baik dari segi kapasitas pengetahuan, personal, dan sosial,” jelasnya.

Selain, kegiatan pelatihan isntruktur, di waktu yang hampir bersamaan, PKC PMII juga menyelenggarakan kegiatan FGD tentang “Peningkatan Partisipasi Politik Masyarakat Untuk Kesejahteraan Rakyat” di salah satu hotel di Kota Solo bekerjasama dengan Kesbangpol Jateng. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pendidikan, Sholawat Shautus Salam

Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif

Tangerang Selatan, Shautus Salam. Akhir-akhir ini, tidak sedikit orang yang dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penghinaan atau penistaan agama Islam. Mulai dari politisi, publik figur, selebritis, hingga komika dilaporkan sekelompok umat Islam karena dianggap telah menistakan Islam. Apakah mereka memang benar-benar telah menistakan Islam? 

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) menilai, umat Islam Indonesia saat ini mengalami keberagamaan yang terlalu sensitif. 

“Sensitif yang terlalu berlebihan,” kata Rumadi kepada Shautus Salam di Tangerang Selatan, Rabu (10/1).

Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif

Menurut Rumadi, efek dari sikap sensitif yang berlebihan dalam beragama diantaranya adalah mudah tersinggung, marah, reaksioner, menyerang siapa saja yang berbeda dengan pemahamannya, dan lain sebagainya. Sehingga hal itu menyebabkan ruang sosial menjadi sangat terbatasi. 

Shautus Salam

“Tidak ada ruang dimana dulu orang bisa bercanda, ruang orang untuk berbeda pendapat itu semakin sempit,” jelasnya.

“Jadi candaan, berbeda pendapat kemudian dianggap menistakan agama dan dilaporkan polisi. Menurut ku, itu gelaja over sensitif yang gak sehat, ” lanjutnya.

Shautus Salam

Rumadi menyebutkan, sebaiknya umat Islam menyikapi segala sesuatu dengan wajar dan seimbang. Kalau seandainya orang tersebut tidak memiliki niatan untuk menistakan Islam seperti merusak simbol-simbol kesucian Islam, maka hal itu tidak perlu disikapi dengan berlebihan.  

“Tidak usah terlalu berlebihan. Yang wajar-wajar saja,” ucapnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Sholawat Shautus Salam

Jumat, 19 Januari 2018

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri

Cianjur, Shautus Salam. Pondok Pesantren Mazroatul Ulum, Citiis, Pagelaran, Kabupaten Cianjur memperingati haul pendiri pesantren, KH Asyari yang ke-41 dan KH Saefullah ke-15 pada Selasa (15/9) atau 1 Dzulhijah 1436 H.

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri

Menurut Pesantren Mazroatul Ulum KHAsep Ismail tiga hari sebelum haul digelar, para santri membaca Al-Quran siang-malam di makam keluarga. Mereka dibagi ke dalam beberapa regu. Setiap regu terdiri dari 40 orang dengan jatah 2 jam.

Acara yang dihadiri oleh bupati Cianjur, H. Cecep Mochtar Sholeh dan sekitar 5000+ jemaah terdiri dari santri, alumni, dan masyarakat.

Shautus Salam

Pesantren didirikan pada tahun 1918 KH Asary. Setelah dia wafat, dilanjutkan putra bungsunya, KH Saepullah yang wafat pada tahun 2000. Kemudian kini dilanjutkan KH Asep Ismail.

Shautus Salam

Memasuki usia ke-97, pesantren tersebut memiliki 500 santri putra/putri dengan fasilitas lembaga formal MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan MTs (Madrasah Tsanawiyah). (Ali Roswan Fauzi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat Shautus Salam

Minggu, 07 Januari 2018

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan

Jakarta, Shautus Salam
Muslimat NU akan mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sekaligus merupakan Harlah ke 57 di Istora Senayan. Acara yang rencananya akan dihadiri oleh 15 ribu orang mengambil tema “Meningkatkan persaudaraan Kebangsaan Membangun Indonesia Damai Sejahtera.”

Dalam acara tersebut KH Hasyim Muzadi, Gubernur DKI H. Sutiyoso, dan KH Abdullah Gymnastiar akan hadir, dan akan dimeriahkan dengan hiburan oleh Raja Dangdut Rhoma Irama dan Dewi Yul.

Kegiatan ini memiliki momentum strategis dalam rangka melakukan refleksi, koreksi, dan introspeksi terhadap kiprah muslimat dewasa ini agar ke depan lebih maksimal dan optimal guna turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya untuk kaum perempuan.

Khusus untuk menyambut peringatan Maulut Nabi Muhammad Saw dan Harlah ke 57, Muslimat DKI telah melaksanakan berbagai kegiatan pra harlah, antara lain memberikan santunan bagi anak yatim dan pengobatan cuma-cuma bagi warga yang tergolong mustda’fin wilayah DKI Jakarta.

Kegiatan lain yang bersifat kemeriahan juga dilakukan seperti lomba tumpeng, gerak jalan sehat dan berbagai kegiatan lainnya. Disamping itu telah digalang kerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) propinsi DKI Jakarta dalam melakukan sosialisasi kesetaraan dan keadilan jender.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Warta, Sholawat, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan

Jumat, 05 Januari 2018

NU Wacanakan Kembali ke Khittah Indonesia 1945

Jakarta, Shautus Salam. Perangkat legal negara Indonesia diresmikan pada tahun 1945. Pada tahun 1945, dasar-dasar Negara dikonsep dengan serius oleh para pendiri bangsa, termasuk tokoh NU. Mereka mengerahkan segala daya; pikiran, waktu, dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan acuan bernegara. Mereka menuangkan ide-ide universal sekaligus cocok dengan sosio-kultural masyarakat Indonesia.

Dasar-Dasar Negara itu dirumuskan dalam bentuk keseimbangan antara ideal dan praktik. Ide-ide kemudian dimatangkan dalam diskusi terbuka kalangan terpelajar dari segala macam latar belakang pendidikan dan agama. Bentuk jadinya lalu tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945.

NU Wacanakan Kembali ke Khittah Indonesia 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Wacanakan Kembali ke Khittah Indonesia 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Wacanakan Kembali ke Khittah Indonesia 1945

Pancasila dan UUD 1945 adalah ide-ide praktis yang menjadi referensi kemudi kebijakan negara. Rumusan Negara ini cukup mampu untuk mengakomodir kepentingan setiap warganya. Dengan semangat universal, segala kebutuhan warga Negara dengan beragam identitas dapat terjamin.

Shautus Salam

Dasar Negara dikemas sedemikian rupa untuk memenuhi hajat hidup orang banyak yang rupa-rupa. Karenanya, bangsa Indonesia dapat tumbuh di sektor politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Tanpa jaminan hukum yang universal, pembangunan tidak akan tumbuh baik.

“Tetapi saat ini, NU melihat pembangunan bangsa menjadi persoalan serius. NU menyerukan masyarakat Indonesia untuk kembali ke khittah Indonesia 1945,” kata Kang Said, ketua umum PBNU dalam tausiyah di acara tahlil dan zikir memperingati harlah ke-89 NU di lt. 8 Gedung PBNU Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Rabu (6/6) malam.

Shautus Salam

Khittah Indonesia 1945 tidak lain adalah Proklamasi, UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Gangguan dan ancaman terhadap khittah Indonesia 1945, cukup terlihat. Suara dan tindakan segelintir masyarakat, mengarah kepada keretakan elemen-elemen kebangsaan, tambah Kang Said di hadapan sedikitnya 130 hadirin yang turut berzikir.

Indonesia bukan Negara Islam, juga bukan Negara NU. Sekarang banyak orang malu menyebutkan dasar Negara Indonesia. Hal ini tidak bisa diabaikan. NU mengajak masyarakat untuk menjunjung tinggi kebhinekaan dan kemasyarakatan. NU akan mengawal kebangsaan. Sekarang banyak orang malu menyebutkan dasar Negara Indonesia. NU tidak akan segan dan bosan mengajak bangsa ini kembali ke khittah Indonesia 1945, tandas Kang Said.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Amalan Shautus Salam

Kamis, 21 Desember 2017

Calhaj asal NTB Melahirkan di Madinah

Jakarta, Shautus Salam. Seorang jamaah haji, Fitri Prihartini bin M. Tohri (23) asal Sukaraja Ampenan Mataram, NTB melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2,8 kg di Rumah sakit Syafa Madinah, pada Senin malam (2/10) waktu setempat.



Calhaj asal NTB Melahirkan di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)
Calhaj asal NTB Melahirkan di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)

Calhaj asal NTB Melahirkan di Madinah

Kehamilan Fitri tidak diketahui oleh Ketua Kloter 42 embarkasi Surabaya Minggrehamin Yusuf dan dokter kloter dr Siti Nur Azizah. Mereka pun terkejut ketika jamaah di kloternya yang berhaji tanpa didampingi suaminya itu tiba-tiba melahirkan.

Rabu, 20 Desember 2017

Gusdurian Jateng Kritik Oligarki Politik di Indonesia

Solo, Shautus Salam. Pemerintahan di Indonesia saat ini telah dikuasai oleh elite-elite politik tertentu. Keadaan ini berdasar pada banyaknya kebijakan yang seringkali dipengaruhi oleh elite penguasa partai politik (parpol) tertentu.

“Hal itu merupakan bentuk oligarki di mana setiap pengambilan keputusan penting dikuasai oleh sekelompok elite penguasa partai politik,” ungkap Koordinator Umum Gusdurian Jawa Tengah, Hussein Syifa dalam seminar Mempererat Persaudaraan Kebangsaan dan Hubungan Lintas Kultural dalam Menghadapi Pilpres 2014 di Graha Soloraya, Jl Slamet Riyadi No. 1 Solo, Jumat (16/5).

Gusdurian Jateng Kritik Oligarki Politik di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Jateng Kritik Oligarki Politik di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Jateng Kritik Oligarki Politik di Indonesia

Karenanya jabatan pimpinan parpol banyak menjadi rebutan banyak pihak. Padahal Hussein menyebut saat ini tidak ada parpol yang benar-benar bersih. Terbukti banyaknya oknum dari parpol, ikut terjerat kasus hukum.

Shautus Salam

“Kalau demikian yang terjadi, ini sistemnya yang salah atau orangnya yang salah?” kata Hussein.

Hussein mengungkapkan kenyataan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan manusia berkepribadian baik untuk terjun ke dunia politik. Hal itu disebabkan demokrasi saat ini tidak memiliki alat kontrol yang jelas.

Shautus Salam

“Inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita, untuk jeli memilih siapa presiden kita yang akan datang. Bukan asal memilih untuk lima tahun ke depan. Demokrasi kita tanpa kontrol jelas. Mau mengkritisi apa kalau tak punya analisis yang jelas,” ungkap Hussein.

Dalam seminar tersebut selain Hussein Syifa, turut menjadi narasumber pengurus Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo, Ahmad Hafidh dan Pendeta Gereja Telukan, Samuel Sriyoko. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Pendidikan, Kajian Sunnah Shautus Salam

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang pendiriannya difasilitasi oleh PBNU tidak melupakan rakyat.

Hal ini disampaikan sebagai pesan menjelang pelaksanaan muktamar PKB yang berlangsung di Surabaya, 30 Agustus – 1 September 2014.

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat

“Jangan sampai melupakan amanat rakyat yang telah memberikan suara pada PKB,” katanya baru-baru ini di gedung PBNU.

Shautus Salam

Ia menjelaskan konstituen PKB sebagian besar adalah warga NU sehingga PKB harus memperhatikan aspirasi Nahdliyyin seperti pengembangan pesantren, perekonomian atau perundangan yang terkait dengan kepentingan masyarakat banyak.

Shautus Salam

Ia juga menegaskan, meskipun pemilu 2014 kali ini terjadi peningkatan jumlah suara yang signifikan, PKB tidak boleh berpuas diri.

“Masih banyak kelemahan yang perlu diperbaiki untuk peningkatan kualitas yang lebih baik di masa yang akan datang,” tegasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Sunnah Shautus Salam

Senin, 11 Desember 2017

Warga Inggris Ini Mengaku Tertarik Islam karena Akhlaknya

Demak, Shautus Salam - Rombongan tamu atas nama Majelis al-Muwashalah baina Ulama al-Muslimin yang dipimpin oleh Habib Abu Bakar Adni al-Masyhur bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Senin (10/4) malam. Ia juga membawa serta Habib Muhammad al-Junaid dan Syekh Mus’ab Penfound, seorang magister asal Menchester Inggris yang melanjutkan belajar di Mesir dan Yaman.

Silaturahmi yang juga dihadiri ratusan santri ini membuat Syeikh Mus’ab terenyuh hatinya, karena mengingat sepuluh tahun yang lalu saat ia belum mengenal Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Warga Inggris Ini Mengaku Tertarik Islam karena Akhlaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Inggris Ini Mengaku Tertarik Islam karena Akhlaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Inggris Ini Mengaku Tertarik Islam karena Akhlaknya

Ia pun berbagi pengalaman mengapa tertatarik dengan Islam dan kemudian? memeluknya. Suatu ketika ia melihat para pemuda yang sungguh-sungguh belajar dan berdakwah dengan akhlak mulia. Melihat mereka ada perasaan kagum. Lalu bertanya-tanya apa Islam itu? Siapa Muslim itu?

Setelah mempelajari Islam akhirnya ia menyimpulkan bahwa inti ajaran dari Islam adalah akhlak yang mulia. Hal itulah yang membuka pintu hidayah sehingga ia memeluk Islam. Beberapa bulan kemudian orang tuanya pun mengikuti jejaknya memeluk Islam.

Shautus Salam

Shautus Salam

“Inilah bukti bahwa akhlak mulia dapat mengubah dan berpengaruh pada diri seseorang. Maka praktikkan dalam keseharian kalian. Mungkin nanti ada yang melanjutkan belajar ke mana-mana, yang terpenting adalah niat ikhlas dan sungguh-sungguh sehingga memberi dampak pada akhlak dan karakter masing-masing,” jelasnya kepada para santri.

Ia juga memberikan tips-tips khusus dalam menumbuhkan semangat belajar, yakni niat yang baik, mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan guru, berkumpul dengan oaring-orang yang shaleh, memilah dan memilih mana yang positif dalam belajar dan menghindari pergaulan yang negatif.

Habib Muhammad al-Junaid yang sudah beberapa kali bersilaturahim di Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen mengungkapkan bahwa tujuan silaturahim ini adalah sebagai? wujud khidmah kepada ulama dan khidmah dakwah umat.

Bersyukurlah Menjadi Santri



Kepada para santri ia mengajak untuk tetap bersyukur manjadi santri, karena menjadi santri adalah wujud implementasi dari perintah Hadits Nabi SAW bahwa seoarang Muslim dituntut untuk menjadi orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan jangan menjadi tipe orang kelima yang tidak termasuk di antara keempat tipe di atas.

“Malam ini kita semua berkumpul di majlis ini, majlis yang tidak membedakan antara orang Arab dan non-Arab. Semua setara. Inilah nikmat agama,” tuturnya.

Tampak hadir menyambut rombongan segenap pimpinan Pondok Pesantren se-Suburan, Mranggen, Demak, di antaranya KH Muhammad Hanif Muslih, Prof Dr KH Abdul Hadi, KH Muhibbin Muhsin al-Hafidz, KH Ali Mahsun, KH Asif Makhdum, KH Helmi Wafa, KH Faizurrahman Hanif, dan lain-lain.

Dalam sambutannya, KH. Muhammad Hanif Muslih menyampaikan kegembiraanya dan berterima kasih atas kunjungan silaturahmi ini. Ia menuturkan sejarah berdirinya Pondok Pesantren dan perkembangannya sampai saat ini.

“Mudah-mudahan kedatangan beliau-beliau ini memberikan barakah kepada Pesantren Futuhiyyah, terutama kepada para santri khususnya,” harapnya. (Ben Zabidy/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Sholawat Shautus Salam

Sabtu, 25 November 2017

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara

Lampung Tengah, Shautus Salam - Katib Syuriyah PBNU KH Lukman Harits Dimyati menyampaikan, santri-santri NU selain menguasai kitab kuning dan hidup bermasyarakat harus memahami pilar-pilar negara. Salah satunya adalah mamahami Pancasila. Bagi NU, Pancasila sudah final dan sudah sesuai dengan syariat Islam.

Demikian disampaikan Kiai Harits di hadapan seribu warga dalam rangka khataman kitab Al-‘Imrithi Haflah Akhirussanah di halaman kompleks Pesantren Baitul Mustaqim Sidomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah asuhan Ketua Idaroh Syu’biyyah Jatman Lampung Tengah KH Muhtar Ghozali, Ahad (14/5).

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara

“Warga Nahdlatul Ulama di Provinsi Lampung umumnya dan khususnya di Kabupaten Lampung Tengah harus hati-hati dengan adanya upaya gerakan-gerakan, kelompok Islam radikal yang merongrong Pancasila. Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945 adalah harga mati. Yang Tidak sepaham dengan Pancasila. Silakan pergi dari Indonesia,” kata Kiai Harits yang juga Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok Pesantrenku Keren ini.

Shautus Salam

“Gerakan merongrong Pancasila jangan-jangan juga menjalar ke para pegawai negeri sipil di Lampung Tengah. Pak Wakil Bupati Lampung Tengah mohon disisir para ASN (aparatur sipil negara) di kabupaten ini. Mereka anti-Pancasila, pemerintah adalah thoghut tapi setiap bulan menerima gaji negara. Pemkab Lampung Tengah harus tanggap dengan kondisi ini,” tegas Katib Suriyah PBNU ini.

Shautus Salam

Tampak hadir pada haflah ini Rais Syuriyah PCNU Lampung Tengah KH Nur Daim, Sekretaris Jatman Lampung Tengah KH Nur Salim, Wakil Ketua PCNU Lampung Tengah KH Slamet Anwar, Sekretaris Fatayat NU Lampung Nurhayati, Wakil Bupati Lampung Tengah H Lukman Djoyosumarto, Dosen IAIM NU Kota Metro Lampung Aminan, Kabag Perekonomian Lampung Tengah Ahmad Jailani, Kadis Kominfo Lampung Tengah H Sarjito, anggota DPRD Lampung H Midi Iswanto, Camat Punggur, para kepala kampung, anggota TNI dan Polri, dan puluhan generasi muda NU lainnya. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ahlussunnah, Internasional, Sholawat Shautus Salam

Kamis, 23 November 2017

IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal

Pamekasan, Shautus Salam. Pengurus IPNU-IPPNU Kadur Pamekasan sudah memantapkan niat untuk mencetak kader-kader andal Nahdlatul Ulama (NU). ?

IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU IPPNU Kadur Siap Cetak Kader Andal

Rabu (25/4) kemarin, mereka melangsungkan rapat di kantor MWCNU Kadur guna menggelar diklat manajemen organisasi. Pada Ahad (6/4) mendatang, mereka bakal mengadakan pembinaan terhadap 60 pengurus harian Pimpinan Komisariat dan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU sekecamatan Kadur.

“Pembinaan terhadap kader-kader NU yang bergabung di IPNU maupun IPPNU penting kita seriusi,” ujar ketua umum IPNU Kadur Faisol Ansori. “Sebab, adakalanya kita jumpai kader IPNU-IPPNU yang hanya sekadar bergabung dalam organisasi tetapi minim wawasan tentang manajemen organisasi.”

Shautus Salam

Jika itu yang terjadi, lanjut Faisol, maka bisa dipastikan perjalanan IPNU-IPPNU ke depan terbilang memprihatinkan. Kelangsungan hidup sebuah organisasi sangat bergantung pada sistem kaderisasi yang baik.

“Sistem kaderisasi yang baik dapat dilihat dari keseriusan para pengurusnya,” tegas Faisol.

Shautus Salam

Pada kesempatan itu, para pengurus organisasi pelajar NU tersebut mengangkat tema yang cukup bagus. Tema tersebut dikemas dengan redaksi bahasa “Optimalisasi manajemen organisasi untuk mencetak kader IPNU-IPPNU yang ideal”.

“Dari tema ini diharapkan nantinya lahir kader-kader yang betul-betul sesuai dengan harapan para pendiri NU,” ujar ketua panitia Abdul Kifli menguatkan tema di atas yang bersumber dari usulan sekretaris umum IPPNU Kadur, Baitiyah.

Karena peserta dipastikan terdiri dari putra dan putri, maka pengurus IPNU-IPPNU memeras otak untuk menyiasati agar tidak muncul hal-hal yang tidak diinginkan.

“Karena diklat ini akan dilangsungkan sehari, maka tempat shalat dan mandi harus kita perhatikan secara saksama,” usul Abdul Kifli yang diamini para pengurus lainnya.

Akhirnya, mereka sepakat untuk memanfaatkan kamar mandi dan mushalla salah satu pengasuh pesantren Sumber Gayam yang juga ketua MWCNU Kadur KH Ach Baidawi Abshom.

“Khusus peserta putri, bisa mandi dan sholat di gedung MWCNU Kadur lantai bawah,” tambah sekretaris panitia Anis Sulalah. Forum pun menyepakatinya.

Diklat tersebut akan difokuskan pada materi keorganisasian, kepemimpinan, dan keadministrasian. Pematerinya adalah Masyhuri Thoha dan Minhadji Ahmad. Keduanya dikenal sebagai tokoh IPNU Pamekasan yang ahli dalam ketiga bidang tersebut.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hikmah, Habib, Sholawat Shautus Salam

Rabu, 22 November 2017

Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945

Jakarta, Shautus Salam. Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama merupakan rangkaian panjang dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebelum Resolusi Jihad, telah muncul Fatwa Jihad, setelahnya, muncul pertempuran 10 November yang kemudian ditetapkan menjadi hari Pahlawan. Berikut rangkaian sejarah perjuangan kaum santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, yang kemudian menjadi dasar lahirnya Hari Santri Nasional 22 Oktober, seperti disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf dalam konferensi press di gedung PBNU, Senin (19/10).

17 Agustus 1945

Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945

Siaran berita Proklamasi Kemerdekaan sampai ke Surabaya dan kota-kota lain di Jawa, membawa situasi revolusioner. Tanpa komando, rakyat berinisiatif mengambil-alih berbagai kantor dan instalasi dari penguasaan Jepang.

31 Agustus 1945

Shautus Salam

Belanda mengajukan permintaan kepada pimpinan Surabaya untuk mengibarkan bendera Tri-Warna untuk merayakan hari kelahiran Ratu Belanda, Wilhelmina Armgard.

17 September 1945

Shautus Salam

Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan sebuah Fatwa Jihad yang berisikan ijtihad bahwa perjuangan membela tanah air sebagai suatu jihad fi sabilillah. Fatwa ini merupakan bentuk penjelasan atas pertanyaan Presiden Soekarno yang memohon fatwa hukum mempertahankan kemerdekaan bagi umat Islam.

19 September 1945

Terjadi insiden tembak menembak di Hotel Oranje antara pasukan Belanda dan para pejuang Hizbullah Surabaya. Seorang kader Pemuda Ansor bernama Cak Asy’ari menaiki tiang bendera dan merobek warna biru, sehingga hanya tertinggal Merah Putih.

23-24 September 1945

Terjadi perebutan dan pengambilalihan senjata dari markas dan gudang-gudang senjata Jepang oleh laskar-laskar rakyat, termasuk Hizbullah.

25 September 1945

Bersamaan dengan situasi Surabaya yang makin mencekam, Laskar Hizbullah Surabaya dipimpin KH Abdunnafik melakukan konsolidasi dan menyusun struktur organisasi. Dibentuk cabang-cabang Hizbullah Surabaya dengan anggota antara lain dari unsur Pemuda Ansor dan Hizbul Wathan.Diputuskan pimpinan Hizbullah Surabaya Tengah (Hussaini Tiway dan Moh. Muhajir), Surabaya Barat (Damiri Ichsan dan A. Hamid Has), Surabaya Selatan (Mas Ahmad, Syafi’i, dan Abid Shaleh), Surabaya Timur (Mustakim Zain, Abdul Manan, dan Achyat).

5 Oktober 1945

Pemerintah pusat membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Para pejuang eks PETA, eks KNIL, Heiho, Kaigun, Hizbullah, Barisan Pelopor, dan para pemuda lainnya diminta mendaftar sebagai anggota TKR melalui kantor-kantor BKR setempat.

15-20 Oktober 1945

Meletus pertempuran lima hari di Semarang antara sisa pasukan Jepang yang belum menyerah dengan para pejuang.

21-22 Oktober 1945

PBNU menggelar rapat konsul NU se-Jawa dan Madura. Rapat digelar di Kantor Hofdsbestuur Nahdlatul Ulama di Jalan Bubutan VI No 2 Surabaya. Di tempat inilah setelah membahas situasi perjuangan dan membicarakan upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Di akhir pertemuan pada tanggal 22 Oktober 1945 PBNU akhirnya mengeluarkan sebuah Resolusi Jihad sekaligus menguatkan fatwa jihad Rais Akbar NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

25 Oktober 1945

Sekitar 6.000 pasukan Inggris yang tergabung dalam Brigade ke-49 Divisi ke-26 India mendarat di Surabaya. Pasukan ini dipimpin Brigjend AWS. Mallaby. Pasukan ini diboncengi NICA (Netherlands-Indies Civil Administration).

26 Oktober 1945

Terjadi perundingan lanjutan mengenai genjatan senjata antara pihak Surabaya dan pasukan Sekutu. Hadir dalam perundingan itu dari pihak Sekutu Brigjend Mallaby dan jajarannya, dari pihak Surabaya diwakili Sudirman, Dul Arnowo, Radjamin Nasution (Walikota Surabaya) dan Muhammad.

27 Oktober 1945

Mayjen DC.Hawtorn bertindak sebagai Panglima AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) untuk Jawa, Madura, Bali dan Lombok menyebarkan pamflet melalui udara menegaskan kekuasaan Inggris di Surabaya, dan pelarangan memegang senjata selain bagi mereka yang menjadi pasukan Inggris. Jika ada yang memegangnya, dalam pamflet tersebut disebutkan bahwa Inggris memiliki alasan untuk menembaknya. Laskar Hizbullah dan para pejuang Surabaya marah dan langsung bersatu menyerang Inggris. Pasukan Inggris pun balik menyerang, dan terjadi pertempuran di Penjara Kalisosok yang ketika itu berada dalam penjagaaan pejuang Surabaya.

28 Oktober 1945

Laskar Hizbullah dan Pejuang Surabaya lainnya berbekal senjata rampasan dari Jepang, bambu runcing, dan clurit, melakukan serangan frontal terhadap pos-pos dan markas Pasukan Inggris. Inggris kewalahan menghadapi gelombang kemarahan pasukan rakyat dan massa yang semakin menjadi-jadi.

29 Oktober 1945

Terjadi baku tembak terbuka dan peperangan massal di sudut-sudut Kota Surabaya. Pasukan Laskar Hizbullah Surabaya Selatan mengepung pasukan Inggris yang ada di gedung HBS, BPM, Stasiun Kereta Api SS, dan Kantor Kawedanan. Kesatuan Hizbullah dari Sepanjang bersama TKR dan Pemuda Rakyat Indonesia (PRI) menggempur pasukan Inggris yang ada di Stasiun Kereta Api Trem OJS Joyoboyo.

29 Oktober 1945

Perwira Inggris Kolonel Cruickshank menyatakan pihaknya telah terkepung. Mayjen Hawtorn dari Brigade ke-49 menelpon dan meminta Presiden Soekarno agar menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan pertempuran. Hari itu juga, dengan sebuah perjanjian, Presiden Soekarno didampingi Wapres Mohammad Hatta terbang ke Surabaya dan langsung turun ke jalan-jalan meredakan situasi perang.

30 Oktober 1945

Genjatan senjata dicapai kedua pihak, Laskar arek-arek Surabaya dan pasukan Sekutu-Inggris. Disepakati diadakan pertukaran tawanan, pasukan Inggris mundur ke Pelabuhan Tanjung Perak dan Darmo (kamp Interniran), dan mengakui eksistensi Republik Indonesia.

30 Oktober 1945

Sore hari usai kesepakatan genjatan senjata, rombongan Biro Kontak Inggris menuju ke Gedung Internatio yang terletak disaping Jembatan Merah. Namun sekelompok pemuda Surabaya menolak penempatan pasukan Inggris di gedung tersebut. Mereka meminta pasukan Inggris kembali ke Tanjung Perak sesuai kesepakatan genjatan senjata. Hingga akhirnya terjadi ketegangan yang menyulut baku tembak. Di tempat ini secara mengejutkan Brigjen Mallaby tertembak dan mobilnya terbakar.

31 Oktober 1945

Panglima AFNEI Letjen Philip Christison mengeluarkan ancaman dan ultimatum jika para pelaku serangan yang menewaskan Brigjen Mallaby tidak menyerahkan diri maka pihaknya akan mengerahkan seluruh kekuatan militer darat, udara, dan laut untuk membumihanguskan Surabaya.

7-8 November 1945

Kongres Umat Islam di Yogyakarta mengukuhkan Resolusi Jihad Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai kebulatan sikap merespon makin gentingnya keadaan pasca ultimatum AFNEI.

9 November 1945

Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai komando tertinggi Laskar Hizbullah menginstruksikan Laskar Hizbullah dari berbagai penjuru memasuki Surabaya untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan dengan satu sikap akhir, menolak menyerah. KH Abbas Buntet Cirebon diperintahkan memimpin langsung komando pertempuran. Para komandan resimen yang turut membantu Kiai Abbas antara lain Kiai Wahab (KH. Abd. Wahab Hasbullah), Bung Tomo (Sutomo), Cak Roeslan (Roeslan Abdulgani), Cak Mansur (KH. Mas Mansur), dan Cak Arnowo (Doel Arnowo).Bung Tomo melalui pidatonya yang disiarkan radio membakar semangat para pejuang dengan pekik takbirnya untuk bersiap syahid di jalan Allah SWT.

10 November 1945

Pertempuran kembali meluas menyambut berakhirnya ultimatum AFNEI. Inggris mengerahkan 24.000 pasukan dari Divisi ke-5 dengan persenjataan meliputi 21 tank Sherman dan 24 pesawat tempur dari Jakarta untuk mendukung pasukan mereka di Surabaya. Perang besar pun pecah. Ribuan pejuang syahid. Pasukan Kiai Abbas berhasil memaksa pasukan Inggris kocar-kacir dan berhasil menembak jatuh tiga pesawat tempur RAF Inggris. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Sholawat, IMNU Shautus Salam

Minggu, 19 November 2017

PBNU: Interpelasi Lapindo Gagal, DPR Tak Peka Nasib Rakyat

Jakarta, Shautus Salam

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyayangkan gagalnya usulan interpelasi Lapindo oleh DPR. Organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia itu menuding DPR tak peka terhadap nasib rakyat yang sedang menderita.

”Ini membuktikan bahwa DPR tak peduli terhadap nasib rakyat,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Syaiful Bahri Anshori di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (21/8).

PBNU: Interpelasi Lapindo Gagal, DPR Tak Peka Nasib Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Interpelasi Lapindo Gagal, DPR Tak Peka Nasib Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Interpelasi Lapindo Gagal, DPR Tak Peka Nasib Rakyat

Syaiful menyatakan, gagalnya DPR menyepakati usulan interpelasi Lapindo menjadi pukulan berat bagi rakyat kecil. Parahnya, pukulan itu dilakukan oleh wakil rakyat. ”Ini sama dengan memandang remeh masalah korban lumpur Lapindo,” tuturnya.

Shautus Salam

Dibandingkan dengan interpalasi nuklir Iran, lanjutnya, interpelasi Lapindo sebenarnya lebih penting. Sebab, masalah luapan lumpur Lapindo meyangkut masalah riil dalam negeri. “Ini kan masalah riil rakyat sendiri,” jelasnya.

Shautus Salam

Lebih lanjut, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia itu menegaskan, gagalnya interpelasi Lapindo bisa menimbulkan dampak yang sangat fatal bagi partai politik di Indonesia. Rakyat bisa tak lagi menaruh kepercayaan terhadap partai karena merasa tak mendapat keuntungan apa-apa.

 

Selain itu, lanjut Syaiful, kepercayaan rakyat terhadap pemerintah sekarang akan semakin menipis. Hal itu dapat menguntungkan tokoh-tokoh dari luar partai politik yang ingin maju sebagai calon independen pada pemilu mendatang.

Menurutnya, rakyat sekarang sudah cerdas dalam menentukan pilihan. Karena itu, siapa yang memberikan perhatian lebih terhadap nasib rakyat, pasti akan mendapatkan simpati besar.

”Kalau sudah begini, jangan berharap rakyat percaya pada partai politik dan tokohnya,” pungkasnya.

Rapat paripurna DPR dengan agenda membahas usulan interpelasi Lapindo, Selasa (21/8), akhirnya gagal mencapai kesepakatan. Setelah melalui pembahasan alot, DPR kembali menunjukkan ketidakpekaannya terhadap penderitaan warga Sidoarjo.

Rapat Paripurna itu sempat diwarnai aksi keluar ruangan sidang oleh puluhan anggota DPR dari FKB. Lobi antar-fraksi hanya sepakat untuk lebih mengefektifkan Badan Pengawas DPR untuk Lapindo selama 3 bulan. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat Shautus Salam

Sabtu, 18 November 2017

Mahasiswa Baru Unipdu Didorong Bernalar Kritis untuk Perubahan

Jombang, Shautus Salam. Rangkaian pelaksanaan Orientasi Studi dan Cinta Almamater atau Oscar sejak 9 September di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) ditutup Kamis malam (18/9). Diharapkan dengan pembekalan selama hampir sepuluh hari tersebut, para peserta memahami makna dan jati diri mereka sebagai mahasiswa.

Mahasiswa Baru Unipdu Didorong Bernalar Kritis untuk Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Baru Unipdu Didorong Bernalar Kritis untuk Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Baru Unipdu Didorong Bernalar Kritis untuk Perubahan

Setidaknya ada 560 calon mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan Oscar ini. Mereka mendapatkan sejumlah teori dan pendalaman maupun praktik bagaimana beradaptasi dengan suasana kampus. "Dari mulai materi penguatan cara pandang bahwa research sebagai kultur akademik yang memang melekat dalam dunia kampus hingga aturan yang akan mengikat mereka saat menjadi mahasiswa di kampus ini," kata Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Unipdu, Luthfi Riyadi kepada Shautus Salam (18/9).

Sebagai ajang mengenalkan keberadaan kampus, sejumlah pihak terlibat secara aktif dalam kegiatan ini. "Dari mulai unsur pimpinan, staf pengajar atau dosen, program studi, hingga kegiatan intra kemahasiswaan, semuanya disampaikan pada kegiatan ini," kata mahasiswa Fakultas Agama Islam ini.

Shautus Salam

Oscar dengan tema "Menggiring arus budaya mahasiswa: akademik riset, berkarakter dan berakhlakul karimah" ini memang membuang jauh-jauh kesan sebagai ajang perpeloncoan seperti yang masih ada di sejumlah kampus. "Karena itu ada materi Oscar 2014 with outbond: perpeloncoan no, disiplin yes yang disampaikan oleh pimpinan kampus," terangnya.

Shautus Salam

Praktis dengan rentang waktu yang lumayan lama ini, para mahasiswa memiliki wawasan dan pemahaman yang komprehensif terhadap keberadaan kampus, sejumlah fasilitas yang dapat dioptimalkan demi pengembangan diri. "Yang juga layak dicatat adalah bahwa kampus ini berada di kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, sehingga nilai-nilai kepesantrenan merupakan hal yang menyatu saat orientasi," tandas Luthfi, sapaan akrabnya.

Tidak berhenti sampai di situ, para calon mahasiswa baru juga diarahkan untuk menjadi bagian dari perubahan. "Namun yang lebih ditekankan selama orientasi adalah perubahan dengan menjunjung tinggi dialog dan nalar kritis," ungkapnya. Baginya, upaya melakukan perubahan bagi lingkungan dan masyarakat hingga bangsa dan negara tidak semuanya dilakukan dengan turun jalan. Turun ke jalanan adalah alternatif terakhir ketika upaya dialog mengalami jalan buntu, lanjutnya.

Karena itu selama masa pengenalan kampus ini, materi yang disampaikan lebih banyak kepada upaya menumbuhkan sikap kritis dan memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi. "Akademik riset menjadi kata kunci bagi mahasiswa agar bisa berperan aktif di masa mendatang," tandas Luthfi.

Sehingga pada akhir Oscar, diselenggarakan diskusi panel bertema berpikir kritis dan inovatif dalam suasana akademis dengan menyesuaikan fakultas masing-masing. "Dari sini dapat diketahui bagaimana nalar mahasiswa ketika menghadapi problematika personal, sosial hingga masalah kenegaraan yang dianggap pelik beserta solusi terbaik yang mereka miliki," sergah Luthfi. Malam keakraban diisi dengan api unggun, bina diri, pengukuhan dan ikrar mahasiswa. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Nahdlatul Ulama, Fragmen Shautus Salam

Jumat, 17 November 2017

Begini Cara MAN 1 Pringsewu Ajarkan Berkurban Kepada Siswanya

Pringsewu, Shautus Salam?



Untuk mengajarkan nilai-nilai ibadah kurban kepada para siswa, MAN 1 Pringsewu melaksanakan melaksanakan pemotongan hewan kurban berupa seekor sapi. Menurut Waka Humas MAN 1 Pringsewu H. Bunyana, hal itu didukung oleh seluruh civitas akademika madrasah tersebut dengan mengumpulkan dana untuk pembelian seekor sapi.

Begini Cara MAN 1 Pringsewu Ajarkan Berkurban Kepada Siswanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara MAN 1 Pringsewu Ajarkan Berkurban Kepada Siswanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara MAN 1 Pringsewu Ajarkan Berkurban Kepada Siswanya

"Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di tanggal 13 Dzulhijjah 1438 H dan disaksikan oleh seluruh siswa dan guru," katanya saat hari penyembelihan dilaksanakan, Senin (4/9).

Bunyana menambahkan bahwa nantinya daging latihan kurban tersebut akan dibagikan kepada warga sekitar kampus dan sebagian akan diolah oleh siswa menjadi masakan yang akan dinikmati bersama. "Masing-masing kelas akan mendapatkan bagian daging yang nantinya diolah dan dinikmati bersama," jelas guru Al-Qur’an Hadits ini.

Sementara itu Pembina Ibadah MAN 1 Pringsewu Sofwan menjelaskan bahwa kurban merupakan ibadah yang menunjukkan tingginya keimanan seseorang.

"Semakin tinggi iman seseorang maka semakin berat ujian yang akan didapatkannya. Ibarat pohon semakin tinggi maka semakin deras angin menerpa," jelasnya saat menjadi Pembina Upacara pada Pengibaran Bendera Merah Putih yang dilakukan sesaat sebelum pelaksanaan penyembelihan di lapangan kampus setempat.

Shautus Salam

Lebih lanjut ia berharap nilai-nilai latihan kurban ini akan benar-benar ada dalam hati seluruh siswa Madrasah tersebut sehingga saatnya nanti para siswa benar-benar akan dapat menunaikan ibadah kurban ini sesuai dengan kaidan yang digariskan dalam agama. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Nasional, Hadits, Sholawat Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock