Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menunjukkan warna khas kalangan santri dalam mempraktikkan agama. Dalam diskusi publik yang digelar siang ini di Jakarta, Rabu (26/8), Kang Said menyebut kalangan santri memandang keragaman suku, bahasa, budaya, dan agama di Nusantara sebagai sebuah fitrah dari Allah Yang Maha Kuasa.

Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri

Dalam diskusi bertajuk “Pancasila Rumah Kita: Perbedaan Adalah Rahmat”, Kang Said mengatakan, “Islam Nusantara ini menjadi warna santri beragama sehari-hari tanpa perlu doktrin atau penataran apapun.”

Para santri diajari memahami kitab suci secara utuh. Mereka terlatih meneladani akhlaq para kiai yang menunjukkan sikap toleransi terhadap kehadiran pemeluk agama lain. “Ada atau tidak ada bom, para santri akan terus menunjukkan sikap moderat,” kata Kang Said di hadapan sedikitnya 70 hadirin dari pelbagai lintas agama.

Shautus Salam

Tampak hadir sebagai narasumber lainnya Executive Scretary Konferensi Waligereja Indonesia Romo Edy Purwanto, perwakilan dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Pdt Albertus Patty, serta utusan Perwakilan Umat Buddha Indonesia Bhiksu YM Dutavira Mahastavira.

Shautus Salam

Di hadapan narasumber dan para hadirin, Kang Said bercerita bagaimana kalangan santri bergaul dengan pemeluk agama lain mulai dari zaman Walisongo hingga santri di era sekarang. Ia juga memaparkan cara dakwah santri yang merujuk pada model dakwah Walisongo.

"Tidak pernah terbukti seorang santri NU memprovokasi massa untuk menyerang atau menggusur tempat ibadah pemeluk agama lain," ujar Kang Said.

Kang Said mengutip ayat Al-Quran yang berbunyi, "Seandainya Allah menghendaki, niscaya Ia menjadikanmu sebagai satu umat."

Sementara moderator diskusi Syafiq Alielha mengangkat sejumlah fenomena cara beragama yang cenderung ekstrem. “Di luar sana masih ada kelompok-kelompok beragama yang kurang menghayati nilai-nilai Pancasila,” ujar Syafiq yang kini diamanahkan sebagai Pemred Shautus Salam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Rabu, 14 Februari 2018

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika

Bandar Lampung, Shautus Salam. Kebijakan Full Day school (FDS) yang diinisiasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terus menuai penolakan diberbagai daerah. Kebijakan yang tidak sesuai dengan kondisi sosial, budaya, dan keagamaan di Indonesia tersebut dinilai sejumlah kalangan sebagai kebijakan parsial dan tidak dikaji secara komprehensif.

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika

Kebijakan penerapan FDS tersebut memicu rencana aksi massa bersama seluruh Nahdliyin (warga NU) Provinsi Lampung untuk menuntut pencabutan Kepmendagri Nomor 23 tentang FDS. "Kita akan lakukan aksi bersama pada 23 Agustus 2017 di depan Gedung DPRD Provinsi," kata salah satu Inisiator aksi KH Basyaruddin Maisir, Sabtu (12/8).

Langkah ini, tambahnya, juga merupakan bentuk hasil kesepakatan pada pertemuan yang telah dilakukan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung pada Rabu (9/8) menyikapi instruksi PBNU tentang FDS yang harus ditaati, diikuti dan dilaksanakan oleh seluruh pengurus NU di semua level, termasuk lembaga dan Badan otonom.

Pada pertemuan yang dihadiri oleh Para Pengurus Wilayah, Cabang, Banom dan Lembaga tersebut juga disepakati beberapa poin terkait Kebijakan FDS.

Shautus Salam

Di antaranya, menurut Ketua Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Lampung ini, adalah kesepakatan bahwa NU Lampung akan melakukan ikhtiar untuk ikut memperjuangkan penolakan kebijakan FDS melalui berbagai upaya.?

"Aksi dilakukan secara damai, menggunakan etika NU, dan berakhlakul karimah," katanya.

Aksi juga, tambahnya, diikuti dengan upaya spiritual keagamaan seperti dzikir, wirid, yasinan dan doa bersama yang terus dilakukan warga NU untuk menolak kebijakan FDS.

NU Lampung juga ? akan membentuk tim yang diberikan amanah untuk mengkoordinasikan seluruh langkah yang akan ditempuh dalam rangka menindaklanjuti instruksi PBNU.

"Tim ini akan berkoordinasi dengan semua institusi NU termasuk Lembaga maupun Badan otonom untuk melakukan langkah efektif dalam rencana aksi ini," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Tokoh Shautus Salam

Jumat, 09 Februari 2018

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Perlu Introspeksi

Jakarta, Shautus Salam

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mendorong Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) beserta Pusat Koperasi An-Nisa (Puskopan) yang berada di bawahnya untuk meningkatkan kinerja dan profesionalitas untuk menghadapi persaingan pasar yang kian ketat.

Ia menekankan Inkopan untuk memiliki perhatian lebih pada aspek bisnis yang selama ini cenderung tidak maksimal. Padahal, dari segi jumlah massa Muslimat NU, potensi yang bisa digarap sangatlah besar. Forum-forum keagamaan di lingkungan organisasi kaum ibu ini juga amat banyak.

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Perlu Introspeksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Koperasi Muslimat NU Perlu Introspeksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Perlu Introspeksi

“Majelis taklim adalah market yang luar biasa yang kita biarkan bertahun-tahun,” ujarnya memberi semangat saat membuka acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Tahun Buku Tahun 2015 yang digelar di Hotel Bintang, Jakarta, Kamis (26/5). Forum bertema “Penguatan Kelembagaan dan Pelayanan Koperasi dalam Mencapai Kesejahteraan Anggota” ini berlangsung hingga hari ini, Jumat (27/5).

Shautus Salam

Ia mengibaratkan potensi yang besar itu seperti banjir bandang yang hanya diwadahi dengan mangkok kecil sehingga banyak potensi yang terbuang sia-sia. Apalagi, menurut Khofifah, koperasi sebagai salah satu lembaga non-bank yang diberi kewenangan menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) hanya dibebani bungan 9 persen.

“Tahun depan bisa lebih rendah lagi, tujuh persen. Kalau Sembilan persen saja enggak bisa produktif berarti tanda Tanya kepada diri kita sendiri,” ujarnya di hadapan para delegasi peserta RAT dari pengurus Inkopan serta sembilan Pusat Koperasi An-Nisa (Puskopan) antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Shautus Salam

Khofifah yang juga ketua pengawas Inkopan juga mendorong kaum ibu Muslimat NU untuk introspeksi diri. Ia memuji kejujuran dan keikhlasan anggota Muslimat NU, meski di sisi lain aspek profesionalisme sering terabaikan. Menurutnya, perlu ada upaya mematangkan perencanaan dan target yang terukur. “Ikhlas itu penting. Jujur itu wajib. Profesional lebih wajib lagi,” ujar Menteri Sosial RI ini.

Hadir pula dalam kesempatan itu Ketua Inkopan Anna Mu’awanah. Turut mengisi acara Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Mohammad Sukri, serta perwakilan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh Shautus Salam

Rabu, 07 Februari 2018

Kini Berkurban di LAZISNU Bisa Lewat Tokopedia

Jakarta, Shautus Salam. Di era digital, di masa segalanya terkoneksi secara online, semua orang semakin mudah dalam berinteraksi dan bertransaksi. Ketua sekaligus Direktur Utama NU Care-LAZISNU, Syamsul Huda, mengungkapkan bahwasanya saat ini semuanya sudah beralih secara online.

“Semuanya sudah online. Zaman sekarang orang tidak repot-repot lagi buat belanja. Kini bisa dilakukan secara online, misalnya lewat Tokopedia,” tutur Syamsul Huda dalam rapat Program Kurban 2017 dengan Tokopedia, Rabu (2/8).

Kini Berkurban di LAZISNU Bisa Lewat Tokopedia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini Berkurban di LAZISNU Bisa Lewat Tokopedia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini Berkurban di LAZISNU Bisa Lewat Tokopedia

Pada rapat yang dilaksanakan di kantor baru Tokopedia, Ciputra World lantai 50, Jakarta Selatan tersebut Syamsul menyatakan, kerja sama ini baik sekali untuk memudahkan para pekurban.

“Semoga dengan kerjasama (program kurban, Red.) ini semakin banyak orang yang mampu berkurban dapat menunaikan kurbannya,” harap Syamsul.

Shautus Salam

Sementara itu perwakilan dari Tokopedia, Adega, menjelaskan bahwa kerjasama Program Kurban 2017 ini selain bertujuan untuk memudahkan pekurban juga untuk menjaring lebih banyak orang untuk berkurban.

“Project ini adalah tahun yang ketiga. Dan sekarang hadir lembaga dari NU, yang tentunya punya jaringan luas. Seperti apa yang disampaikan Pak Syamsul, kami dari Tokopedia juga berharap semoga makin banyak yang semangat menjalankan ibadah kurban,” papar Adega, PIC Program Kurban tahun ini.

Shautus Salam

Adega juga menyampaikan, Program Kurban ini akan diluncurkan pada tanggal 7 Agustus 2017, dengan menggunakan platform www.tokopedia.com/kurban.

“Ya, 7 Agustus semoga bisa launching. Karena, campaign ini memang harus dimulai jauh-jauh hari sebelum perayaan Idul Adha,” kata Adega.

Pada kesempatan siang hari itu, hadir juga Slamet Tuharie selaku Direktur Penyaluran dan Pendayagunaan NU Care-LAZISNU. Sedangkan dari Tokopedia hadir Dini Anindita di bagian Merchant Development dan Karina yang juga PIC Program Kurban 2017. (Wahyu Noerhadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, News Shautus Salam

Minggu, 04 Februari 2018

Madrasah Didorong Kuatkan "Tafaqquh fid Din"

Mataram, Shautus Salam. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Mas’ud berharap madrasah mampu menghasilkan out put pendidikan umum yang berkualitas sebagaimana tuntutan pada sekolah. Serta menghasilkan out put pendidikan agama Islam lebih mendalam yang mewarnai alumninya.

Madrasah Didorong Kuatkan Tafaqquh fid Din (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Didorong Kuatkan Tafaqquh fid Din (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Didorong Kuatkan "Tafaqquh fid Din"

“Madrasah harus terus mendorong kreativitas, mengedepankan problem solving, dengan tetap menguatkan tafaqquh fi al-din sebagai jati diri madrasah. Itu yang penting,” tandas Abdurrahman Mas’ud saat membuka Workshop “Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah” yang dihelat di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (28/05).

Dilihat secara historis, kata dia, madrasah merupakan satuan pendidikan dasar dan menengah yang mengemban misi dakwah untuk menyebarkan agama Islam di masyarakat. Misi ini tentu sangat mulia dan perlu dipertahankan sekaligus dikembangkan. Secara sosiologis, identitas madrasah sebagai tempat pendidikan agama Islam juga telah melekat kuat dan menjadi karakter serta jati diri madrasah itu sendiri.

Shautus Salam

“Pendidikan agama Islam dapat dikatakan sebagai jantungnya pendidikan madrasah. Satuan pendidikan madrasah tanpa adanya misi pengembangan? pendidikan agama Islam bukan lagi disebut madrasah,” tandas pria lulusan Madrasah Qudsiyyah Kudus ini.

Shautus Salam

Karena itu, lanjut Abdurrahman Mas’ud, meski pada perkembangan sejarah dewasa ini satuan pendidikan madrasah identik dengan sekolah umum, dan mata pelajaran agama Islam secara kuantitas tidak lagi dominan, karakter pendidikan agama Islam pada madrasah harus terus dikembangkan dan diperkuat secara kualitas. “Pendidikan agama Islam harus tetap dalam kondisi prima,” tegasnya.

Dalam rilis yang diterima Shautus Salam, Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Hamdar Arraiyyah mengatakan workshop dilaksanakan di NTB lantaran melihat jumlah madrasah yang lebih banyak dibanding provinsi lainnya. “Kami memandang NTB lebih tepat dijadikan tempat workshop karena banyak madrasah di sini,” ujar Hamdar.

Bagi dia, workshop ini berfungsi sebagai wahana pertemuan pejabat pusat Balitbang dan Diklat dengan Pemerintah Daerah setempat. Hamdar juga menyatakan pentingnya membangun kerjasama Kemenag dan Pemprov dalam mengembangkan madrasah. “Kerjasama yang kuat akan semakin memantapkan peran pendidikan demi menjawab tantangan masyarakat kekinian,” terangnya.

Senada dengan Hamdar, Kabid Litbang Pendidikan Formal Nuruddin menambahkan penting acara tersebut bagi perkembangan Teaching Learning Process di madrasah. “Peserta telah menyusun makalah inovasi pembelajaran pada masing-masing madrasah sesuai tipologi sehingga workshop akan menghasilkan model yang bisa diterapkan di berbagai madrasah” ungkap Nuruddin.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Kanwil Kemenag NTB H Sulaiman Hamid beserta jajarannya, dan Wakil Rektor IAIN Mataram. Peserta workshop terdiri dari guru-guru PAI Madrasah Aliyah, para kepala madrasah, serta pengawas terpilih se-NTB. Workshop yang dihelat di Hotel Lombok Plaza Cakranegara tersebut diagendakan selama tiga hari, Kamis-Sabtu 28-30 Mei 2015. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh Shautus Salam

Selasa, 30 Januari 2018

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan

Mengingat bahwa di era modern ini mobilitas seseorang sangat tinggi dari satu daerah ke daerah lain, maka bagi seorang Muslim, memahami tatacara shalat dalam perjalanan menjadi penting. Hal ini untuk tetap mampu menjaga shalat wajib ataupun shalat lain yang sudah menjadi rutinitas.

Di masyarakat kita, sembahyang dhuha adalah salah satu amalan yang banyak dilakukan dan bahkan ada yang merutinkan. Berdasarkan beberapa sumber fikih, hukum shalat dhuha ini adalah dianjurkan (mustahab).

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan

Pertanyaannya, bagaimana melakukan shalat-shalat sunah yang dianjurkan ini saat berkendara di perjalanan? Dalam suatu riwayat dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah disebutkan oleh Jabir bin Abdillah melakukan shalat sunnah di atas kendaraan, tanpa menghadap kiblat.

? ? -? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

Shautus Salam

Artinya, “Nabi Muhammad SAW shalat tathawwu’ (sunah) saat beliau sedang berkendara, tanpa menghadap arah kiblat.”

Kisah lain menuturkan, suatu ketika sahabat Anas bin Malik RA sedang menuju Syam. Ia disambut oleh warga setempat. Tapi warga tersebut, yang dalam Irsyadus Sari li Syarhi Shahihil Bukhari karya Imam Al-Qasthalani adalah saudara dari Muhammad bin Sirin seorang tokoh tabi’in, melihat Anas bin Malik shalat mengendarai keledai, tapi wajahnya tidak menghadap kiblat.

“Aku melihatmu shalat, tapi tidak menghadap kiblat,”

“Kalau aku tidak melihat Nabi melakukan seperti itu, aku tidak akan melakukannya juga,” terang Anas bin Malik.

Dari dua riwayat ini, kasus bapak sepuh yang ditemui Jumari tadi menemui maksudnya. Shalat sunah di kendaraan, meskipun tidak menghadap kiblat, itu boleh dilakukan. Selain itu, pelaksanaannya pun bisa dilakukan sesuai kondisi yang ada, seperti dilakukan dengan duduk dan tanpa wudhu, yakni hanya dengan bertayamum. Tapi ingat, ini untuk shalat sunah saja.

Untuk menjaga keamanan berkendara, jangan melakukan hal seperti ini saat mengemudi kendaraan di jalanan atau menjadi sopir. Shalat sunah apapun bisa dilakukan semisal Anda ingin sembahyang saat naik dokar, angkot, bus sambil dibonceng di motor, dan sebagainya, sekiranya nyaman dan tidak berlebihan. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, Doa, RMI NU Shautus Salam

Selasa, 09 Januari 2018

Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal

Kuningan, Shautus Salam. Hingga saat ini terdapat 32 ribu lebih desa tertinggal di 134 kabupaten yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di desa yang masuk kategori itu, rata-rata tingkat kemiskinan dan penganggurannya tinggi, sementara derajat pendidikan, derajat kesehatan, dan lainnya rendah.

Demikian diungkapkan Menteri Negara (Meneg) Pembangunan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf, ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Kalimati Kec. Japara Kab. Kuningan, Selasa (28/11) kemarin.

Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal

“Untuk mengentaskan kemiskinan tidak ada cara lain kecuali harus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Menurut Syaifullah, kecenderungan orang miskin di Indonesia saat ini persentasenya terus meningkat. Padahal, pada tahun 1960-an persentasenya hanya 40 persen. Pada tahun selanjutnya sampai dengan menjelang reformasi tinggal 11 persen. Namun, pada tahun 1997/1998 justru trennya meningkat. Oleh karenanya perlu kerja keras semua pihak agar persentase kemiskinan itu menjadi menurun.

Disebutkan, sesuai hasil identifikasi Kementrian PDT, sebanyak 51persen yang diperlukan masyarakat kita adalah pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur perdesaan. Seperti pembangunan jalan, jembatan, pelayanan listrik, pelayanan air bersih, telefon, pasar perbankan dan lainnya merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat.

Upaya pengentasan kemiskinan untuk daerah tertinggal perlu diberikan banyak program atau kebijakan, tetapi untuk daerah maju pun tetap dikasih, namun tidak sebanyak daerah tertinggal. Diharapkan yang tertinggal secara bertahap akan mampu mengejar ketertinggalannya hingga minimal mampu menyamai daerah yang sudah maju. “Jangankan di Indonesia, di negara-negara lain pun selalu ada yang tertinggal dalam sebuah proses pembangunan,” ujarnya.

Shautus Salam

Diakui Syaifullah, untuk pembangunan infrastruktur desa yang merupakan lanjutan dari program 2006 pada tahun 2007 mendatang nilainya sekira 500 miliar rupiah lebih. Alokasi untuk desa tertinggal yang semula hanya 2.000 desa ada kenaikan sebanyak 200 desa. Desa-desa tersebut dibantu secara bertahap, anggarannya semua budgetter, karena harus dari APBN.

Sementara itu Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mengakui, pada saat ini di Kuningan masih terdapat 99 (26,59%) desa tertinggal. Dengan rincian 83 buah di daerah perdesaan dan 16 buah di wilayah perkotaan. (gpa/pr)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh Shautus Salam

Senin, 08 Januari 2018

Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT

Malang, Shautus Salam

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengaku terkejut saat dirinya menjadi sasaran bully oleh kalangan aktivis media sosial. Kementerian yang dipimpinnya disebut akan membuat program rehabilitasi bagi kalangan LGBT, antara lain dengan terapi rebus.

Seperti dilansir kompas.com, Ahad (13/3), kepada wartawan di Malang, Jawa Timur Khofifah, meluruskan pemberitaan yang beredar.

Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT

Menurutnya, kementeriannya tidak mempunyai program rehabilitasi untuk LGBT. "Kami tidak punya kewenangan penindakan,” ujarnya.

Shautus Salam

Dalam kunjungan kerja ke Sidoarjo dan Mojokerto beberapa waktu lalu, Khofifah mengaku bertutur tentang keberadaan lembaga yang memiliki metode terapi bagi pengguna narkotika, obat, dan zat terlarang (napza), menggunakan proses perebusan.

"Betul, ada metode direbus sampai suhu 85 derajat celsius, tetapi itu untuk (pengguna) napza," ujar Khofifah.

Shautus Salam

Ditambahkan, lembaga-lembaga yang dia ceritakan itu merupakan institusi penerima wajib lapor (IPWL), yang hubungannya dengan Kementerian Sosial sebatas koordinasi.

Adapun terkait LGBT, Khofifah menyebut, pernyataan yang pernah dia sampaikan adalah cuplikan perbincangan dengan Ary Ginanjar. Dalam perbincangan itu, kata Khofifah, Ary mengatakan, metode ESQ yang dikembangkan lembaganya ternyata juga bisa membantu kalangan LGBT yang berkeinginan mengubah orientasi seksualnya kembali menjadi heteroseksual.

Khofifah menyebutkan, sampai saat ini, kementeriannya berkoordinasi dengan 118 IPWL. Kutipan soal pelepasan sejumlah eks LGBT yang disebut akan dilakukan pada Rabu (16/3/2016), kata dia, juga merupakan kegiatan dari salah satu IPWL, bukan kementeriannya.

"Karena beberapa IPWL memang sekaligus menangani (terapi) untuk (pengguna) napza, LGBT, dan lain-lain itu, tetapi metode perebusan yang saya sebut tadi bukan untuk LGBT," kata Khofifah. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Sunnah, Tokoh Shautus Salam

Selasa, 02 Januari 2018

Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme

Mempawah, Shautus Salam. Lembaga Pendidikan Babussalam bekerjasama dengan Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) Kalimantan Barat serta PC PMII Kabupaten Mempawah menggelar Dialog Publik dengan tema "Revitalisasi Pesantren dalam menangkal Radikalisme serta Peran Penting Santri Terhadap NKRI" yang diadakan di Aula Pondok Pesantren Babussalam Desa Paniraman Kecamatan Sungai Pinyuh, Mempawah, Kalimantan Barat.

Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Merevitalisasi Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme

Abdul Roni, mewakili Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) mengapresiasi kegiatan yang mengangkat tentang bahaya radikalisme, karena memang gerakan ini tidak main-main. Namun, untuk menjawab tantangan yang tentu jika dibiarkan akan membahayakan negeri ini.

"Membendung terorisme haruslah objektif dan hati-hati agar tidak salah langkah, peran ulama dan santri sangat diharapkan dalam menjaga kebhinekaan republik ini," ungkapnya saat memberikan sambutan.

Shautus Salam

Kasat Bimas Polres Mempawah, AKP Gotot Purwanto menyampaikan, gangguan keamanan Indonesia memang sampai detik ini menjadi permasalahan yang perlu diselesai oleh aparat kepolisian. "Ciri-ciri paham radikalis yaitu berusaha menyalahkan pemerintah, karena akan mereka sulit dan selalu menghalang gerakan mereka," katanya.

Shautus Salam

Dikatakannya bahwa radikalisme muncul karena ketidaktahuan mereka akan ajaran agama atau karena pemahaman masyarakan yang berbeda tentang agama tanpa mengetahui yang benar membuat mereka awam pengetahuan.

Ketua Nahdlatul Ulama Kubu Raya, Abdussalam, mengungkapkan. Bahwa potensi pondok pesantren yang saat berkisar 30 ribu pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia dengan ratusan ribu santri terus menanamkan nilai-nilai keindonesiaan dan Nasionalisme.

Islam harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan NKRI, dengan jumlah umat Islam yang menjadi mayoritas penduduk di Indonesia. Sudah saat umat Islam mengambil peran menjaga keutuhan bangsa. Diharapkan santri dan pondok pesantren terus melakukan sosialisasi baik kepada tokoh pendidikan maupun tokoh masyarakat di Provinsi Kalbar dalam rangka meminimalisir gerakan radikalisme.

"NU datang untuk memupuk ukhuwah Islamiyah dari berbagai golongan di indonesia dengan wadah sosialisasi merupakan wujud penangkalan gerakan ini insyaallah negara kita akan aman dari gangguan luar," ungkapnya. (Slamet Funata/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, Ulama Shautus Salam

Sabtu, 30 Desember 2017

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia

Rembang, Shautus Salam

Dalam sebuah taushiyah, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair mengajak untuk meningkatkan belajar kitab kuning. Hal ini disampaikannya saat mengisi acara taushiyah dan Doa Bersama Masyarakat di Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kamis (14/4) lalu.

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia

Mbah Moen mengungkapkan, Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbesar juga masih banyak orang yang peduli mengaji kitab. Ia juga mengatakan bahwa di pondok pesantren Sarang Rembang mulai ramai tahun 1800-an hingga saat ini. Dan tetap menjunjung tinggi budaya ngaji kitab kuningnya.

"Saya melihat di pondok yang maju dan ramai, tapi masih sulit ngaji kitabnya. Tapi alhamdulillah di Indonesia masih banyak orang yang belajar kitab. Inilah keindahan Indonesia," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang tersebut.

Ia juga mengatakan, bahwa kemarin salah satu putranya mewakili Asia untuk bertemu dengan tokoh-tokoh agama, yakni agama Islam dan Kristiani di Maroko dan Prancis. Ini menunjukkan bahwa tidak ada organisasi besar di dunia seperti Nahdlatul Ulama. "Yang masih banyak ngaji kitab kuning itu hanya ada di Indonesia. Itu saja masih membuat saya kaget dan merasa aneh. Kalau dulu anak kiai masih suka ngaji, tapi sekarang sudah tidak lagi," terang Mbah Moen.

Shautus Salam

Di pondok Al-Anwar, lanjut Mbah Moen, ada yang khusus belajar latin. Ada juga yang ngaji arab. Yang ngaji arab ini semakin habis peminatnya. Padahal tulisan yang dipakai di surga itu tulisan Arab. "Di surga gak ada abjad a, b, c, d. Walaupun agama Islam semakin ramai, tapi sulit untuk mengembalikan manusia ke asal keislamannya. Yakni kitab Quran sebagai panutan," terangnya.

Mbah Moen mengajak, walaupun sekolahnya formal tetap diajarkan kitab-kitab yang menggunakan makna kembali kepada madzhab empat, yaitu Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali. "Itu harus dibudayakan, belajar kitab-kitab yang ditulis dengan bahasa Arab. Sebab besok di surga itu gak ada jalannya kecuali menggunakan bahasa Arab," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Kajian, Tokoh Shautus Salam

Kamis, 28 Desember 2017

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro

Bojonegoro, Shautus Salam. Silaturahim Nasional (Silatnas) III Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) akan digelar di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Rencananya kegiatan tersebut diadakan di Wisma Toyo Aji Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (21/11) besok.

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro

Silatnas kali ini mengusung tema “Memperkuat Kaderasasi di Kancah Perguruan Tinggi”. Ketua PC IPNU Bojonegoro M. Masluhan mengaku, para peserta dimungkinkan akan tiba di Kota Ledre Jumat (20/11) ini. Sebelum ke lokasi kegiatan, mereka akan berkumpul di kantor PCNU Bojonegoro.

"Bojonegoro menjadi tuan rumah, Silatnas yang pertama diadakan di Surabaya dan yang kedua di Jombang," jelasnya.

Shautus Salam

Mantan ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Kapas itu menjelaskan, setidaknya ada PKPT IPNU-IPPNU dari 50 perguruan tinggi yang hadir. Mereka terdiri dari ketua dan sekretaris serta simpatisan. "Selain sharing program, kegiatan Silatnas juga untuk memberikan rekomendasi ke Kongres IPNU-IPPNU di Boyolali, Desember mendatang," lanjutnya.

Shautus Salam

Ia menambahkan, mereka juga akan diberi materi kewirausahaan dan tentang akademik dari Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur. "Terpenting acara ini menjadi silaturahim antarbanom NU di perguruan tinggi," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, News, Ulama Shautus Salam

Jumat, 22 Desember 2017

Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU

Mataram, Shautus Salam. Presiden Jokowi dan Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri beserta puluhan Menteri Kabinet Indonesia Hebat akan menghadiri acara pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Islamic Center, Rabu siang, 23 November 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Panitia Daerah Munas Konbes NU 2017, H Marinah Hardi di Aula PW NTB dalam siaran pers yang disampaikan Kamis (16/11).

Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU

Lebih jauh ia mengatakan besar kemungkinan Presiden Jokowi dan rombongan akan bermalam di Mataram, mengingat rangkaian jadwal dan acara Munas dan Konbes NU dimulai sebelum pembukaan seperti pawai taaruf yang akan dilaksanakan tanggal 22 November 2017 yang melibatkan 15 ribu jamaah dan santri NU . 

Selanjutnya Marinah memaparkan sejumlah rangkaian kegiatan Pra-Munas dan Konbes NU di Mataram yaitu Pasar Rakyat, Lomba Hadrah dan  khitanan massal yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Hikmah bekerjasama dengan NU Care-LAZISNU dan Alfamart.

"Kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung tanggal 21 hingga 24 November 2017 di lapangan Karang Genteng, Pagutan, Mataram dan Pesantren Darul Hikmah," kata Marinah. 

Shautus Salam

Marinah Hardi menambahkan, khitanan massal akan diikuti sedikitnya 50 anak yang masing-masing anak akan mendapat hadiah sepeda sumbangan dari Alfamart.

"Acara ini tujuannya untuk menghidupkan tradisi lama tentang nilai luhur khitanan massal di kalangan masyarakat," kata Marinah Hardi yang didampingi Ketua Panitia Daerah Lalu Winengan . 

Selain itu Marinah juga mengatakan rangkaian acara Pra-Munas dan Konbes NU juga diadakan sosialisasi Peraturan Presiden No 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter pada tanggal 22 November 2017 di Pesantreb Bagu Lombok Tengah. 

Shautus Salam

Koordinator kegiatan, M Husni Abidin menyampaikan untuk  kegiatan Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan Kota Mataram dan Provinsi NTB akan menjual sembako murah untuk masyarakat sekitar agar bisa menikmati suasana Munas dan Konbes NU.

"Acara ini akan dibuka oleh Walikota Mataram langsung," ujar Husni sembari menunjukkan surat undangan yang ditandatangani langsung oleh Walikota Mataram .

Sementara itu Ketua PW Lakpesdam NU NTB, M. Akbar Jadi (Viken Madrid) dan Koordinator Riset dan Kajian PW Lakpesdam NU NTB, Habibul Umam Taqiuddin mengatakan untuk memeriahkan dan menyukseskan Munas dan Konbes NU di Mataram, pihaknya akan menggelar bedah buku Maha Karya Ulama Nusantara TGH. M. Saleh Hambali (TGH Bengkel).

TGH Bengkel yang hidup antara 1896-1968 yang telah menghasilkan 9 kitab karya diantaranya Talim al shinta bi Ghayat al-Bayan (1354 H), Cempaka Mulia Perhiasan Manusia, Bintang Perniagaan (fiqih) pada 1376 H dan Wasiat Al Musthafa. 

Menurut Habibul Umam Taqiuddin maksud dan tujuan diadakan bedah buku ini untuk mengingatkan generasi muda dan pengurus NU tentang sejarah para kiai dan ulama.

"Menggali intisari dari pemikiran buah karya TGH Saleh Hambali untuk direlevansi dengan kondisi kekinian," ujar Viken Madrid sembari mengatakan acara bedah buku ini akan dilaksanakan tanggal 22 November 2017 jam 09.00 WITA di Aula PWNU NTB. Sejumlah pembicara akan hadir diantaranya Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi, H Muttawali, Ari Fadli, Fairuzzabadi, Akhdiansyah, TGH Sohimun Faisal, TGH Achmad Taqiuddin, TGH Khalisusabri.

Koordinator seksi Transportasi, Agus Mulyadi menegaskan untuk memperlancar antar-jemput peserta Munas dan Konbes NU , pihaknya sudah menyiapkan 92 kendaraan dari berbagai tipe dan jenis seperti minibus, bus , SUV.

"Semua kendaraan sudah ready untuk dipergunakan oleh peserta Munas dan Konbes beserta sopirnya selama kegiatan berlangsung," pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, PonPes, Cerita Shautus Salam

Rabu, 06 Desember 2017

Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal

Kuningan, Shautus Salam. Hingga saat ini terdapat 32 ribu lebih desa tertinggal di 134 kabupaten yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di desa yang masuk kategori itu, rata-rata tingkat kemiskinan dan penganggurannya tinggi, sementara derajat pendidikan, derajat kesehatan, dan lainnya rendah.

Demikian diungkapkan Menteri Negara (Meneg) Pembangunan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf, ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Kalimati Kec. Japara Kab. Kuningan, Selasa (28/11) kemarin.

“Untuk mengentaskan kemiskinan tidak ada cara lain kecuali harus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal

Menurut Syaifullah, kecenderungan orang miskin di Indonesia saat ini persentasenya terus meningkat. Padahal, pada tahun 1960-an persentasenya hanya 40 persen. Pada tahun selanjutnya sampai dengan menjelang reformasi tinggal 11 persen. Namun, pada tahun 1997/1998 justru trennya meningkat. Oleh karenanya perlu kerja keras semua pihak agar persentase kemiskinan itu menjadi menurun.

Disebutkan, sesuai hasil identifikasi Kementrian PDT, sebanyak 51persen yang diperlukan masyarakat kita adalah pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur perdesaan. Seperti pembangunan jalan, jembatan, pelayanan listrik, pelayanan air bersih, telefon, pasar perbankan dan lainnya merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat.

Upaya pengentasan kemiskinan untuk daerah tertinggal perlu diberikan banyak program atau kebijakan, tetapi untuk daerah maju pun tetap dikasih, namun tidak sebanyak daerah tertinggal. Diharapkan yang tertinggal secara bertahap akan mampu mengejar ketertinggalannya hingga minimal mampu menyamai daerah yang sudah maju. “Jangankan di Indonesia, di negara-negara lain pun selalu ada yang tertinggal dalam sebuah proses pembangunan,” ujarnya.

Shautus Salam

Diakui Syaifullah, untuk pembangunan infrastruktur desa yang merupakan lanjutan dari program 2006 pada tahun 2007 mendatang nilainya sekira 500 miliar rupiah lebih. Alokasi untuk desa tertinggal yang semula hanya 2.000 desa ada kenaikan sebanyak 200 desa. Desa-desa tersebut dibantu secara bertahap, anggarannya semua budgetter, karena harus dari APBN.

Sementara itu Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mengakui, pada saat ini di Kuningan masih terdapat 99 (26,59%) desa tertinggal. Dengan rincian 83 buah di daerah perdesaan dan 16 buah di wilayah perkotaan. (gpa/pr)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, News, Halaqoh Shautus Salam

Sabtu, 02 Desember 2017

Akademisi: Syaikh Siti Jenar Ajarkan Toleransi

Surabaya,Shautus Salam. Seorang peneliti sastra Drs Sutejo MHum mengungkapkan bahwa Syaikh Siti Jenar, salah satu tokoh dalam kisah Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa, selalu mengedepankan sikap dan ajaran toleransi terhadap semua pemeluk agama lain.

Akademisi: Syaikh Siti Jenar Ajarkan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Akademisi: Syaikh Siti Jenar Ajarkan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Akademisi: Syaikh Siti Jenar Ajarkan Toleransi

"Ajaran Syaikh Siti Jenar adalah ketauhidan toleransi. Bahkan lebih ekstrem lagi tidak boleh menyalahkan paham yang lain," kata Sutejo kepada wartawan di Surabaya, Selasa.

Dosen sastra pada STKIP PGRI Ponorogo ini mengemukakan hasil penelitiannya untuk disertasi doktor yang akan dipertahankan dalam ujian terbuka di kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (6/2).

Shautus Salam

Disertasi penulis buku yang sangat produktif ini berjudul "Trilogi Novel Syaikh Siti Jenar Karya Agus Sunyoto (Kajian Etnosufistik)". Promotor ujian disertasi ini adalah Prof Dr Setya Yuwana dan kopromotor Prof Dr Haris Supratno.

Sutejo juga mengungkapkan bahwa dalam novel Agus Sunyoto itu menunjukkan bahwa Syaikh Siti Jenar sangat toleran, antara lain dengan berguru pada seorang pemuka agama di luar Islam.

Shautus Salam

Menurut pria kelahiran Ponorogo, Jatim, 10 Februari 1967 ini, hasil penelitian terhadap novel tersebut menunjukkan bahwa bagi Syaikh Siti Jenar, semua paham ketauhidan tidak ada paham keagamaan yang salah karena semua hanya berbeda dalam hal nama.

"Ruh perjalanan spiritual bagi Syaikh Siti Jenar adalah jalan menuju Tuhan. Ketika Syaikh membuka pedukuhan-pedukuhan di daerah Lemahbang, Lemahkuning, Lemahjenar, beliau tidak melawan paham yang dianut masyarakat ketika itu. Beliau masuk dulu. Dan beliau menemukan spiritualitas yang kemudian ditarik ke ranah Islam.

Karena itu Syaikh Siti Jenar tidak membolehkan muridnya untuk mengkafir-kafirkan orang lain yang berbeda dalam ketauhidan," kata lulusan IKIP Negeri Malang ini.

Menurut Sutejo, dalam memahami ajaran Islam, Syaikh Siti Jenar mengajarkan agar rukun Islam untuk dilaksanakan setiap saat. Karena itu setiap rukun dalam Islam kemudian bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya tentang shalat, puasa maupun haji.

"Puasa selain yang disyariatkan juga mengandung makna untuk menahan diri. Misalnya ada kesempatan korupsi, tapi kita menahan diri untuk tidak korupsi. Itu dalam konteks keinian. Demikian juga dengan shalat yang mengajarkan sikap egaliter, kesucian, penghargaan yang sama terhadap orang dan lainnya," katanya.

Dalam haji, katanya, Syaikh Siti Jenar juga memaknai ajaran agar umat Islam bekerja keras sebagaimana ditunjukkan oleh ibu Nabi Ismail yang berusaha keras mencari air untuk anaknya, meskipun secara logika dan kasat mata sudah tidak mungkin ada air.

"Jadi dalam konteks agama, kita tidak bicara dosa dan pahala, tapi ikhlas mengabdi kepada Allah. Urusan pahala adalah wewenang Allah," kata dosen yang belasan kali memenangi lomba menulis buku dan karya ilmiah tingkat nasional ini.?

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh Shautus Salam

Selasa, 21 November 2017

Hukum Adat dalam Tinjauan Fiqih

Di Indonesia ada istilah gono gini. Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan disebut adat perpantangan. Ia adalah harta milik bersama dari suami dan istri yang mereka peroleh selama perkawinan. Ini disebutkan dalam UU Perkawinan 01/74 pasal 35. Jika salah satunya meninggal dunia, maka hartanya, sebelum diwaris, dibagi dua terlebih dulu. Separoh diberikan kepada pasangannya yang hidup, yang separoh lagi dibagi untuk ahli waris. Harta Gono gini tidak disebutkan baik dalam Al-Quran, Al-Sunnah (hadits) maupun kitab-kitab Fiqh.

Harta gono-gini tidak pernah ada dalam sejarah Islam sebelumnya. Boleh jadi kasus gono-gini ini adalah khas Indonesia. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menulis bahwa kasus ini memperoleh keabsahannya dari seorang ulama Indonesia terkemuka dari Banjarmasin, Syeikh Muhammad Arsyad al Banjari (w. 1812), penulis kitab Sabilal Muhtadin. Di Banjar pembagian waris seperti ini telah berjalan lama dan disebut “adat perpantangan”. Dalam masyarakat Aceh tradisi ini juga telah berlangsung lama yang disebut harta “seuharkat”.

Hukum Adat dalam Tinjauan Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Adat dalam Tinjauan Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Adat dalam Tinjauan Fiqih

Menurut Gus Dur selanjutnya, adat perpantangan ini nyata sekali merupakan sebuah hasil pemikiran kontekstual yang memperhitungkan masyarakat Banjar yang harus hidup dari kerja di atas sungai, baik berdagang maupun mengail atau menjala ikan. Pekerjaan ini tidak bisa hanya dilakukan oleh seorang suami saja, tetapi harus dilakukan oleh suami dan isteri secara bersama-sama dengan jalan membagi peran atas pekerjaan itu. (Majalah Pesantren,2/vol. II/1985).

Shautus Salam

Penetapan hukum berdasarkan alasan adat istiadat masyarakat mendapatkan landasan teori fiqih yang cukup banyak. Antara lain kaidah fiqih :

? ?

Shautus Salam

“Adat/tradisi dapat dijadikan dasar untuk menetapkan hukum syara’.”

Atau kaidah:

? ? ? ?

"Ketetapan hukum yang didasarkan atas tradisi sama dengan ketetapan yang didasarkan atas syara’".

atau

? ? ? ? ? ?

"Kebiasaan masyarakat banyak adalah dasar hukum yang harus diikuti".

Kaidah hukum ini tentu saja mengharuskan adanya kesesuaian dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama atau maqashid al syari’ah (cita-cita agama).

Betapa luwes, luas, dan dinamisnya hukum Islam jika kita bisa mengapresiasi teori ini.

? Imam Syihab al-Din al-Qarafi (w.1285 M), tokoh besar dalam mazhab Maliki, dalam bukunya yang terkenal al-Furuq, mengatakan :

"? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"? (?, ? 1 ? 176_ 177).

“Manakala tradisi telah terbarui, ambillah, jika tidak, biarkanlah. Janganlah kamu bersikap kaku terhadap sumber-sumber tertulis dalam buku-bukumu sepanjang hidupmu. Jika ada seseorang datang kepadamu dari negeri lain dengan maksud meminta fatwa kepadamu, janganlah kamu sampaikan fatwa berdasarkan tradisi negerimu. Bertanyalah lebih dulu tentang tradisinya, dan berikanlah fatwa berdasarkan tradisinya, bukan tradisimu dan bukan pula menurut yang ada di buku-bukumu. Ini adalah cara yang benar dan jelas.”(Al-Qarafi, al-Furuq, I/176-177).



KH Husein Muhammad, pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Arjawinangun Cirebon


(Baca juga: Metodologi Islam Nusantara)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh Shautus Salam

Minggu, 19 November 2017

Santri Siaga Bencana Peduli Banjir Jakarta

Jakarta, Shautus Salam. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU telah melaksanakan Tanggap Darurat di 8 RT Kedoya Utara. Tim SSB NU (Santri Siaga Bencana) Jakarta Barat disupport oleh LPBI NU membuka dapur umum selama 4 hari, mulai selasa 15-18 Januari 2013.

Santri Siaga Bencana Peduli Banjir Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Siaga Bencana Peduli Banjir Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Siaga Bencana Peduli Banjir Jakarta

Setiap hari mereka memberi makan selama dua kali untuk 1100 jiwa warga terdampak yang berada di 8 RT, yaitu RT 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10. Kedoya Utara Jakarta Barat. 

Koordinator Posko LPBI NU Peduli Kedoya Lukman menyatakan bahwa sebuah kewajiban bagi warga NU untuk membantu masyarakat yang terkena bencana.

Shautus Salam

Selain membuka dapur umum di Kedoya tim LPBI NU melalui SSB NU juga membuka posko di Grogol Petamburan, Cengkareng dan daerah terdampak yang lain di Jakarta. 

Syamsul Bahri warga RT 8 menyambut baik inisiatif LPBI NU dengan membuka dapur umum dan menyalurkannya kepada warga di 8 RT. Karena belum ada yang memberikan bantua logistik dan makanan ke warga. Sampai saat ini sebagian warga masih mengungsi di masjid sementara warga yang tidak mengungsi, tapi tinggal di lantai 2 rumahnya membutuhkan bantuan sembako. Hal ini dikarenakan akses jalan yang masih terndam air dan kurang berjalannya roda ekonomi.

Shautus Salam

Hal ini diamini oleh Wahib dari PP LPBI NU yang akan memberikan bantuan paket sembako kepada 1100 jiwa di 8 RT Kedoya Utara dan tempat lain. 

“Semoga ini dapat membantu meringankan beban masyarakat di wilayah Jakarta Barat,” katanya. 

Di Grogol Petamburan, LPBI NU membuka posko di Masjid  Jami’ Al Ikhlas, samping banjir kanal barat, di daerah ini 12 RT terdampak banjir luapan dari banjir dari tanggul di Roxy, SSB NU telah membantu evakuasi dan membantu pemenuhan kebutuhan dasar 

Ketua PP LPBI NU, Avianto Muhtadi menjelaskan sebelum memberikan bantuan kemanusiaan, Tim Santri Siaga Bencana yang sudah terlatih dalam manajemen penanggulangan bencana melakukan assessment di area terdampak untuk mengetahui kondisi lapangan, jumlah warga yang membutuhkan bantuan dan jenis bantuan yang paling dibutuhkan. 

Hal ini dimaksudkan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan efektif. Avianto berharap bantuan yang sudah dan sedang diberikan dapat meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah. 

Selain itu, menurut Avianto, para relawan LPBI NU sejak awal didorong untuk membuka Posko Kemanusiaan di Masjid agar fungsi sosial Masjid dapat semakin dirasakan oleh masyarakat selain juga karena secara fisik, masjid memiliki struktur bangunan yang lebih kokoh dan lebih tinggi sehingga relatif aman dari banjir.

 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, Pahlawan, Bahtsul Masail Shautus Salam

Jumat, 17 November 2017

Aktivis PMII Kudus Tolak Kenaikan BBM

Kudus, Shautus Salam. Puluhan aktivis PMII bersama BEM Psikologi, FKIP dan Ekonomi Universitas Muria Kudus, mengadakan aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa dan Rakyat Menggugat (Geram Menggugat) ini melakukan long march dari alun-alun hingga Gedung DPRD Kudus, Jumat (21/11) pagi.

Sepanjang jalan yang dilalui, mereka meneriakkan yel-yel penolakan serta membagikan selebaran pernyatan sikap. Mereka membentangkan beberapa poster di antaraya "BBM naik, rakyat menjerit".

Aktivis PMII Kudus Tolak Kenaikan BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis PMII Kudus Tolak Kenaikan BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis PMII Kudus Tolak Kenaikan BBM

Dalam pernyataan sikapnya, mereka menyuarakan tiga tuntutan yakni menolak kenaikan BBM, laksanakan trisakti, dan laksanakan pasal 33 UUD. Mereka menilai presiden Jokowi telah menodai kepercayaan masyarakat soal keberpihakannya kepada wong cilik.

Shautus Salam

Dalam pembentukan kabinet kerja, menurut mereka, sudah mulai terindikasi terdapat beberapa menteri yang disebut bermasalah. Ini artinya selama ini jokowi telah tunduk kepada para pemodal baik asing maupun nasional daripada memikirkan rakyat.

Shautus Salam

"Pengkhianatan Jokowi di awal pemerintahan seolah menegaskan pada dunia, inilah Indonesia, silakan tuan-tuan pemodal asing untuk mengeruk dan menguras sumber daya alam kami. Kalian bisa membayar upah murah pada buruh-buruh kami yang sangat banyak," kata Ketua PMII Kudus Malik membacakan pernyataan sikapnya.

"Kami mempunyai peran penting dalam mengantar Jokowi menjadi presiden. Ia tidak boleh seenaknya. Jokowi harus ingat, ia menjadi presiden didukung oleh banyak kalangan wong cilik," tegas Malik yang juga mahasiswa UMK.

Malik mengingatkan kembali dan mengawal pemerintahan ini agar selalu berpihak pada wong cilik. Ia mengajak menyelamatkan Jokowi agar tidak terlena dan tunduk para pemodal asing dan neoliberalisme.

Selama aksi, puluhan petugas kepolisian mengamankan dan mengatur jalan sehingga tetap tertib, tidak menimbulkan kemacetan. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, AlaNu Shautus Salam

PMII DKI: Banyak yang Coblos DPRD Saja

Jakarta, Shautus Salam. Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) DKI Jakarta melakukan Pemantauan terhadap penyelenggaraan pemilu legislatif di Jakarta dengan tema "PMII DKI Memantau".

PMII DKI: Banyak yang Coblos DPRD Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII DKI: Banyak yang Coblos DPRD Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII DKI: Banyak yang Coblos DPRD Saja

PKC PMII DKI Jakarta menyebar kader-kadernya untuk mengawasi proses penyelenggaraan pemungutan sampai perhitungan suara di TPS-TPS di 5 wilayah Jakarta. Seperti disampaikan oleh Ketua PKC PMII DKI Jakarta, Mulyadin Permana, kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemilu di TPS-TPS sebagai bagian dari kontribusi PMII mengawal dan mengawasi Pemilu 2014.

"PMII DKI mengajak seluruh kadernya mengawasi proses pemungutan suara di TPS-TPS dalam rangka memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan demokratisasi di Indonesia," kata Mulyadin. "Kami ingin memastikan bahwa tidak ada pelanggaran dan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi dalam penyelenggaraan pemilu tahun ini," tambahnya.

Shautus Salam

Namun berbeda dengan harapan untuk kemajuan demokrasi yang substansial, malah nilai demokrasi dicoreng dengan masih adanya praktik money politic yang dilakukan oleh oknum partai tertentu. Seperti yang dilaporkan oleh salah seorang kader PMII di Cipinang Melayu Jakarta Timur, pada pukul 8 pagi ada serangan fajar yang dilakukan oleh 2 oknum yang mengaku berasal dari salah satu partai peserta pemilu. Hal itu diketahui ketika warga menangkap basah kedua oknum tersebut, dan disidang oleh warga di kantor RW setempat. "Suatu peristiwa yang memalukan, mencoreng nama institusi partai, dan juga merusak proses pemilu yang dilaksanakan oleh rakyat" tutur Mulyadin.

Shautus Salam

Selain peristiwa tersebut, Mulyadin menyayangkan masih tingginya angka golput di Jakarta. Seperti misalnya laporan dari TPS 089 Kelurahan Kebun Jeruk Jakarta Barat, dari 493 Jumlah pemilih yang terdaftar (DPT) ada 107 orang yang tidak menggunakan hak suaranya. Di Jakarta Timur, TPS 044 Kelurahan Pisangan Baru Tengah dari 441 jumlah DPT, hanya 281 orang yang mencoblos, dengan 266 suara sah, dan 15 suara tidak sah. Tidak berbeda dengan kondisi di Jakarta Selatan, TPS 54 Kelurahan Duren Tiga Pancoran Jaksel ada 121 sisa surat suara, 29 suara tidak sah, dengan jumlah DPT 468 orang, dan di TPS 23 ada 134 surat suara yg belum dicoblos dan 24 suara yang tidak sah. Jumlah golput lebih besar lagi di Jakarta Utara, misalnya di TPS 49 Sunter Jaya, ada 185 orang golput dari 457 jumlah DPT, dan di TPS 44 ada 149 orang golput dan 10 suara tidak sah dari 475 DPT.

"Kondisi ini sangat memprihatinkan ketika demokrasi mengharapkan partispasi politik masyarakat, mungkin masyarakat belum begitu percaya dengan partai politik yang ada saat ini," kata Mulyadin.   

Faktanya partispasi politik masyarakat di luar Jakarta pun masih sangat rendah meramaikan pesta demokrasi, misalnya di Depok dan Kabupaten Subang Jawa Barat. Menurut kader PMII Jakarta asal Cimanggis Depok, angka golput masih di kisaran 30 persen di Depok. Misalnya di salah satu TPS di Cimanggis, masih ada 95 orang golput dari 313 DPT.

Lebih parah lagi di Kecamatan Cikaum Kabupaten Subang, menurut kader PMII yang berdomisili di sana, masyarakat hanya mencoblos calon anggota DPRD Kabupaten saja, kertas suara DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD RI bahkan tidak dibuka sama sekali di hampir seluruh TPS di satu Kecamatan tersebut. Menurut Mulyadin masih rendahnya partisipasi masyarakat di Pemilu 2014 menunjukkan kinerja KPU belum maksimal. Selain partisipasi aktif masyarakat masih rendah, teknis penyelenggaraan pemilu pun masih banyak kekurangan, seperti yang masih terjadi di Jakarta, yaitu money politic, masih ada pemilih yang tidak mendapatkan undangan pemilihan, daftar DPT tidak ditempel di TPS, dan ketidakmerataan informasi mengenai mekanisme bagi pemilih yang ingin pindah TPS. "Masih banyaknya kekurangan-kekurangan dalam pemilu legislatif saat ini merupakan buah dari masih belum maksimalnya kinerja KPU" imbuh Mulyadin.

Selain menyoroti kinerja KPU, PMII DKI juga mengharapkan peran aktif Bawaslu DKI Jakarta untuk memastikan kertas suara yang tidak dicoblos di TPS tidak disalahgunakan oleh oknum penyelenggara pemilu. "Kami meminta khusus kepada Bawaslu DKI untuk memonitor kertas suara golput tidak digunakan oleh oknum nakal untuk menambah suara partai atau caleg tertentu," tegas Mulyadin. (Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, Sejarah, Tegal Shautus Salam

Rabu, 15 November 2017

Syekhermania Lampung Siap Gelar Festival Hadroh Tingkat Provinsi

Pringsewu, Shautus Salam?



Setelah resmi terbentuk beberapa waktu lalu, pecinta shalawat bernama Syekhermania wilayah Provinsi Lampung akan melakukan rangkaian kegiatan untuk membumikan shalawat di bumi ruwai jurai.

Menurut salah satu pengurus organisasi besutan Habib Syech dari Solo, Aan Uly Rosyadi, Syekhermania Lampung, untuk membumikan shalawat tersebut melalui Festival Hadroh tingkat provinsi.

Syekhermania Lampung Siap Gelar Festival Hadroh Tingkat Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekhermania Lampung Siap Gelar Festival Hadroh Tingkat Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekhermania Lampung Siap Gelar Festival Hadroh Tingkat Provinsi

"Festival ini kita gelar dalam rangka menyongsong deklarasi Syekhermania Lampung yang akan langsung dihadiri oleh Habib Syech pada bulan April di Kota Metro," kata Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Lampung tersebut, Sabtu (7/1).

Festival akan dibagi dalam 3 zona. Zona 1 dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Maarif Natar, Lampung Selatan pada 21 dan 22 Januari. Zona 2 dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Amal Kota Metro pada 28 dan 29 Januari. Zona 3 dilaksanakan di Pondok Pesantren Tarbiyyatus Sunniyah Tulang Bawang Barat pada 4 dan 5 Februari.

Shautus Salam

Puncak festival akan digelar di gedung Sessat Agung Kabupaten Lampung Tengah selama 3 hari mulai 10 sampai dengan 13 Februari.

"Panitia sudah menyiapkan hadiah berupa dana pembinaan dengan total 30 juta rupiah plus doorprize 3 tiket umroh dan 15 tiket ziarah Wali Songo bagi peserta dan hadirin," terangnya.

Aan menambahkan, peserta tidak dibebani biaya pendaftaran karena tujuannya memasyarakatkan seni hadroh. Untuk informasi lebih lengkap, para calon peserta dapat menghubungi langsung panitia yaitu Aan 08117250115, Dedi 085769690432 dan Niwang 085758987261. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Tokoh, Ulama Shautus Salam

Selasa, 14 November 2017

Jelang Pergantian Tahun, Banyaklah Berdoa dan Berdzikir

Brebes, Shautus Salam. Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Hj Nurhalimah SH menyarankan agar di dalam pergantian tahun baru banyak-banyaklah berdoa. Jangan terlalu banyak diisi dengan kegiatan hura-hura yang pada dasarnya hanya membuat kerugian baik bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Hj Nurhalimah SH saat mengisi pengajian rutin di Masjid Al Hidayah Desa Bulakparen Kec Bulakamba, Brebes, Ahad (22/12/13).

Jelang Pergantian Tahun, Banyaklah Berdoa dan Berdzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pergantian Tahun, Banyaklah Berdoa dan Berdzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pergantian Tahun, Banyaklah Berdoa dan Berdzikir

Menurutnya, jalan terbaik untuk pergantian tahun adalah perenungan bagaimana seharusnya menata diri untuk tahun berikutnya. Segala hal yang telah dilakukan sudah bermanfaat bagi masyarakat atau justru berbuat laknat pada pada kerabat. “Kita harus introspeksi diri dengan datangnya pergantian tahun,” ajaknya.

Shautus Salam

Hj Nurhalimah yang juga Kepala SMK Karya Bakti Brebes ini menjelaskan, pergantian tahun baru hijriyah dan masehi sangat berdekatan. Sehingga sangat tepat untuk melakukan perenungan demi kemaslahatan bersama. “Kita harus lebih banyak berdoa dan berdzikir, memohon ampunan kepada Sang Kholiq,” ucapnya.

Tak terkecuali bagi Ibu-ibu, untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan. Dengan jalan terus menuntut ilmu melalui pengajian maupu berbagai kegiatan ekonomi kreatif dan produktif.

Shautus Salam

Pengajian rutin yang digelar secara bergilir di Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat Kecamatan itu dihadiri ribuan ibu-ibu Muslimat. Mereka dari berbagai pelosok desa berbondong-bondong dengan menggunakan alat transportasi seadanya. Ada yang menggunakan dokar, angkutan pedesaan, bak terbuka sampai becak dan kendaraan bermotor lainnya. Guyub rukun tergambar mesra di antara mereka. Dengan satu tujuan untuk mendapatkan ridla Allah.

Dalam kesempatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan anak yatim dan orang jompo. Sebagai penceramah KH Syamsul Falah dari Ketanggungan Brebes.

Nurhalimah juga menyampaikan terima kasih kepada para PAC se-Kabupaten Brebes yang sudah bahu-membahu menghimpun dana dan menyalurkan uang santunan anak yatim piatu yang langsung didistribusikan langsung kepada yang berhak.

Dia menyebutkan salah satu contoh dari PAC Kersana yang telah tersalurkan santunan untuk Anak Yatim sebesar Rp 200 juta dan orang jompo Rp 50 Juta. Sedangkan dari PAC Ketanggungan terkumpul dana Rp 21,6 juta yang dibagi per ranting Rp 900 ribu untuk Syahriah Madrasah Diniyah. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, AlaSantri Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock