Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren

Probolinggo, Shautus Salam

Keberadaan Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai andil yang sangat besar terhadap sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dimana seorang ulama NU, KH Wahid Hasyim turut berperan terhadap lahirnya Pancasila.

Hal tersebut disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin saat menghadiri peringatan hari lahir (harlah) ke-93 NU di Pondok Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Senin (9/5) malam.

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren

Menurut Hasan, saat ini sedang marak kejadian kekerasan dan pelecehan seksual ? terhadap anak dan perempuan. “Dari hasil pengamatan yang saya lakukan terhadap semua kejadian, ternyata miras dan shabu-shabu menjadi akar permasalahan merebaknya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan,” katanya.

Lebih lanjut Hasan menerangkan, miras dan shabu-shabu tidak hanya terjadi di lingkungan bebas. Pasalnya di lingkungan pondok pesantren pun, hari ini sudah banyak beredar obat-obatan terlarang. Dimana botol minuman air mineral isinya diganti minuman beralkohol.

Shautus Salam

“Inilah bentuk penjajahan yang dilakukan oleh bangsa lain. Mereka tidak mampu menjajah secara fisik, tetapi melalui budaya dan merusak mental masa depan generasi bangsa,” jelasnya.

Hasan pun meminta kepada para orang tua agar menyelamatkan anak cucunya dari perbuatan yang tidak jelas. “Setelah lulus SD, masukkan anak ke pesantren. Karena disana nantinya juga dibekali dengan ilmu umum dan ilmu agama serta akhlak,” tegasnya.

Seni budaya Islam NU jelas Hasan sangatlah banyak. Tetapi ironinya, saat ini sudah banyak anak cucu orang NU gemarnya bukan pada seni budaya Islam NU. Hal ini dikarenakan adanya budaya luar yang masuk dan bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Inilah potret yang terjadi hari ini, dimana ada pergeseran budaya NU. Oleh karena itu, saya sangat bangga karena PCNU Kota Kraksaan menggerakkan kembali muda mudi NU dalam wadah Ishari,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Pendidikan, Jadwal Kajian, Ubudiyah Shautus Salam

Jumat, 23 Februari 2018

Hasyim: Komitmen AS untuk Menegakkan HAM Perlu Disoal

Malang, Shautus Salam. Kecaman untuk Israel atas serangannya terhadap Lebanon tidak akan memberikan efek apapun. Israel dan Amerika Serikat (AS) sebagai pendukung utamanya tidak akan mengindahkan kecaman bahkan kutukan dari penjuru dunia manapun.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, Kamis (10/8).

AS sering mengaku menjadi pioner penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), menjadi polisi dunia bahkan memelopori pemberantasan terorisme internasional. Namun pada pada saat yang sama AS justru mengabaikan HAM.

Hasyim: Komitmen AS untuk Menegakkan HAM Perlu Disoal (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Komitmen AS untuk Menegakkan HAM Perlu Disoal (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Komitmen AS untuk Menegakkan HAM Perlu Disoal

“Komitmen AS untuk menegakkan HAM perlu dipertanyakan. Mengapa AS selalu berpihak kepada Israel yang jelas-jelas membumihanguskan rakyat Lebanon dan Palestina,” kata Hasyim.

PBNU, lanjutnya, akan mengundang Menlu Hasan Wirayuda dan sejumlah Duta Besar (Dubes) serta rektor Perguruan Tinggi (PT) di Jatim, untuk membahas serangan Israel terhadap Lebanon yang kurang mendapat perhatian dari negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Menlu dan sejumlah Dubes negara sahabat serta para rektor PT diundang guna mengupas masa depan Lebanon yang terus menerus digempur rudal-rudal Israel, dalam dialog terbatas "Resolusi Konflik Lebanon-Israel dan Prospek Perdamaian Dunia dalam Perspektif Kebijakan Luar Negeri RI".

Shautus Salam

Dubes negara sahabat yang diundang diantaranya adalah Dubes Palestina, Syiria, Yordania, Iran, Malaysia dan Dubes Jepang sebagai pengamat dialog terbatas tersebut.

Menanggapi rencana sejumlah elemen Islam di Indonesia untuk memberangkatkan relawan perang ke Lebanon, Hasyim menegaskan, hanya berbekal semangat tanpa didukung kemampuan teknis sama halnya dengan bunuh diri. “Tentara saja butuh latihan tahunan," ujar Hasyim. (han/nam)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah, Pertandingan Shautus Salam

Rabu, 07 Februari 2018

Tim Silat Al-Ma’arif Udanawu Juara Umum Kejurnas

Blitar, Shautus Salam. Tim Pencak Silat Madrasah Aliyah Ma’arif? Undawu Blitar, menjadi juara umum Kejurnas Inten Porsigal (Pendidikan Olah Raga Silat Indah Garuda Loncat) di Pesantren Mojosari, Nganjuk , Jawa Timur.

Tim Silat Al-Ma’arif Udanawu Juara Umum Kejurnas (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Silat Al-Ma’arif Udanawu Juara Umum Kejurnas (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Silat Al-Ma’arif Udanawu Juara Umum Kejurnas

Mereka? berhasil meraih peringkat utama setelah berhasil mengumpulkan 16 medali emas dari 25 kelas yang dipertandingkan dalam Kejurnas yang berlangsung? sejak 14-16 Agustus 2014 tersebut.

Pada babak final tim yang bermarkas di Jalan Raya Bakung Udanawu tersebut berhasil meloloskan 22 pesilatnya. Dari jumlah itu, 16 pesilat berhasil melibas pesaing-pesaingnya.

Shautus Salam

Mereka adalah Moh. Syaiful Anawar (kelas E Putra Dewasa), Frebri Adi Gunawan (Kelas A Putra Dewasa),Moh. Taufikurrohim (Kelas B Dewasa Putra),Moh.Ainun Fuad( Kelas D Dewasa Putra), M.Choirul Anwar ( Kelas E Dewasa Putra), Mila Choirun Nisa’ ( Kelas A Putri Dewasa),Nur Aina ( Kelas B Dewasa Putri).Kemudian disulul katagori pesilat remaja masing-masing M.Rizal Taufiqi ( Kelas A Remaja Putra), M. Febri Nur Windani (Kelas D Remaja Putra), Wahyudi (Kelas D Remaja Putra),M. Choirul Anwari (Kelas E Remaja Putra),Naja Daroini (Kelas F Remaja Putra), M. Subhan ( Kelas H Remaja Putra) dan Cindy Wulandari (Kelas B Remaja Putri), Peni Asrurin ( Kelas C Remaja Putri).

Shautus Salam

Moh. Rokib,official Tim Aliyah Ma’arif mengatakan JawaTimur sebagai tuan rumah mengikutkan 5 tim. Masing-masing Blitar A? (Kota Blitar), Blitar B (Blitar Kabupaten) diwakili Aliyah Ma’arif, Surabaya, Lamongan dan Ponorogo.

“Meski sama-sama dari Jatim, 5 tim ini bersaing ketat. Selain dengan tim luar daerah seperti DKI Jakarta, Jabar, Lampung dan Jawa Tengah serta Kalimantan. Ditingkat Jatim sendiri juga bermain ketat. Misalnya saat melawan Ponorogo,Lamongan dan Ponorogo. Pesilat kami sempat ada yang cedera,’’ ungkap Moh. Rokib kepada Shautus Salam.

Menurutnya, Kejurnas kali ini memang sangat berat.Karena diselenggarakan mepet dengan hari raya Idul Fitri. Sehingga, para pesilat pada bulan puasa harus tetap latihan.

“Ya, terpaksa kita harus nyiasati latihan. Yakni saat Mau buka puasa dan setelah salat traweh. Alhamdulillah kerja keras anak-anak berhasil dan menjadi juara,’’ katanya. “ Semoga keberhasilan ini bisa memicu semangat anak-anak dalam berlatih dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi serta barokah,’’ tambahnya.

Kiai Chalim Bastomi (Gus Chalim), selaku tuan rumah menyatakan sangat bangga bisa menyelenggarakan Kejurnas Intern Porsigal tahun 2014 ini.

“Kami ditunjuk sebagai penyelenggara saja sudah terima kasih. Apalagi bisa menelurkan sang juara dalam penyelenggaraan ini.Meski masih ada kekurangan disana sini. Ditambah lagi para pesilatnya dari beberapa pesantren dan madrasah. Jadi Kejurnas ini sama saja dengan seleksi para santri. Jadi kita juga yang menang,’’ kata Gus Chalim. (Imam Kusnin Ahmad/Anam)

Foto: Tim Al-Ma’arif Usai Menerima Trofi Juara diabadikan bersama Guru Besar KH Gholib Thohir, Gus Chalim.

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan, Ubudiyah Shautus Salam

Minggu, 28 Januari 2018

Asbitnu, Media Komunikasi Penerbit NU dan Pesantren di Jatim

Surabaya, Shautus Salam. Pengurus Wilayah Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Jawa Timur membentuk lembaga baru untuk menghimpun para penerbit di lingkungan pesantren dan NU. "Potensi penerbit NU dan pesantren di Jawa Timur sangat besar dan membanggakan," kata Ketua PW LTN NU Jatim, Ahmad Najib AR kepada media ini, Jumat (13/11).

Asbitnu, Media Komunikasi Penerbit NU dan Pesantren di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Asbitnu, Media Komunikasi Penerbit NU dan Pesantren di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Asbitnu, Media Komunikasi Penerbit NU dan Pesantren di Jatim

Gus Najib, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa hampir di setiap pesantren memiliki penerbit. Baik skalanya terbatas dengan menerbitkan amaliyah harian maupun menerbitkan buku profil pendiri maupun pengasuh, lanjutnya.

"Bahkan ada sejumlah pesantren yang sudah bisa menerbitkan majalah sendiri, tentunya dengan oplah dan distribusi yang beragam," katanya.

Shautus Salam

Karena itu, untuk semakin merekatkan silaturahim dengan penerbit di tiap pesantren maupun struktur NU di setiap cabang, PW LTN NU Jatim mendirikan perhimpunan penerbit yang diberi nama Asbitnu.

Shautus Salam

"Asbitnu adalah kepanjangan dari Asosiasi Penerbit Nahdlatul Ulama," terang alumnus pasca sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini. Diskusi terkait nama dan sejumlah perangkat kepengurusan telah dilakukan usai kegiatan sarasehan dan musyawarah penerbit pesantren dan nahdliyyin beberapa waktu berselang. "Untuk sosialisasi awal keberadaan Asbitnu akan disampaikan di TV9 Jumat petang, tepatnya jam 18.30," katanya.

Hal mendesak yang akan dilakukan berikutnya adalah melengkapi kepengurusan harian. "Selanjutnya akan ada pertemuan dengan sejumlah penerbit yang ada di Jawa Timur, baik di tingkat pesantren maupun PCNU se-Jatim," katanya.

Sejumlah penerbit menyadari bahwa masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. "Karenanya, menghimpun dalam sebuah perkumpulan adalah langkah baik untuk melengkapi kekurangan yang ada," katanya. Diharapkan dari adanya asosiasi ini maka penerbit yang mengalami kesulitan dalam hal distribusi buku dan majalah dapat terbantu. "Demikian pula kebutuhan teknis yang menyangkut produksi, bisa dicarikan solusi bersama," tandasnya.

Bukan tidak mungkin, dengan mengoptimalkan jaringan pesantren dan kota se-Jatim, maka potensi ekonomi penerbitan dapat semakin dioptimalkan. "Dan yang pasti adalah jaringan ukhuwah dan dakwah bisa terjalin dengan lebih baik," pungkasnya.

Disamping membentuk asosiasi penerbit, PW LTN NU Jatim juga tengah mempersiapkan rangkaian kegiatan harlah yang akan berlangsung tanggal 12 Desember mendatang. Juga menyiapkan modul madrasah jurnalistik bagi lembaga pendidikan dan pesantren. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

?

Foto: Ahmad Najib AR

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Quote, Ubudiyah Shautus Salam

Jumat, 26 Januari 2018

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi

Yogyakarta, Shautus Salam. Komisi Pemberantas Korupsi memberikan sertifikat kepada PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta atas partisipasinya pada acara Integrity EXPO di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Selasa-Kamis (9-11/12).

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi

"Stand NU paling unik daripada yang lain pada kesempatan Integrity Expo. Stand NU berbeda dengan kementerian, BUMN, BUMD, atau universitas," kata Sekretaris PWNU DIY Mukhtar Salim.

Mukhtar juga menjelaskan, partisipasi PWNU DIY dalam acara Hari Antikorupsi sedunia ini merupakan wujud komitmen NU dalam mendukung pemerintah untuk memberantas korupsi sampai akar-akarnya.

Shautus Salam

"Warga PWNU DIY banyak sekali yang datang. Terbukti yang datang mengunjungi stand NU setiap harinya hampir mencapai seribu orang," lanjutnya.

Shautus Salam

Mukhtar menegaskan stand NU memiliki keunikan, karena desainnya dipenuhi foto para kiai, silsilah keilmuan NU, puisi Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri, layanan keluarga antikorupsi, dokumen NU antikorupsi, dan Majalah Bangkit. (Madun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan, Pesantren, Ubudiyah Shautus Salam

Rabu, 24 Januari 2018

Mengenal Akad Tawarruq dalam Hukum Islam, Halal atau Haram?

Terkadang dalam kehidupan, ada orang yang kepepet. Di satu sisi ia membutuhkan keuangan, namun di sisi yang lain, orang tersebut tidak memiliki orang dekat untuk dipinjami dan mau meminjami uang. Mau berhutang kepada orang lain yang belum dikenal, dia tidak berani. Akhirnya ia mengambil siasat (hilah). Ia mendatangi seorang penjual elektronik, kemudian membeli secara kredit suatu barang elektronik. Setelah mendapatkan barang tersebut, segera ia berangkat ke pasar, lalu menjual barang tersebut dengan harga kontan. 

Agar mudah memahami konsep di atas, berikut ini adalah contoh ilustrasinya. Suatu ketika Pak Abdul membutuhkan uang untuk biaya pendidikan anaknya. Kemudian ia mendatangi toko elektroniknya Pak Ahmad, dengan niat ia mahu membeli sebuah komputer kepadanya seharga Rp4.500.000 secara kredit dengan jangka waktu cicilan selama 12 bulan. Pak Ahmad menyanggupinya, lalu memberikan komputer sebagaimana yang dipesan oleh Pak Abdul tersebut. Setelah Pak Abdul mendapatkan komputer pesanannya, lalu komputer tersebut ia jual ke pasar dengan harga Rp3.000.000 secara kontan.

Akad transaksi semacam ini di dalam fiqih disebut sebagai akad tawarruq. Pertanyaannya adalah, apakah akad tawarruq ini diperbolehkan secara fiqih? Berikut ini adalah penjelasannya.

Mengenal Akad Tawarruq dalam Hukum Islam, Halal atau Haram? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Akad Tawarruq dalam Hukum Islam, Halal atau Haram? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Akad Tawarruq dalam Hukum Islam, Halal atau Haram?

Para ulama salaf memiliki pandangan yang berbeda-beda terkait dengan kebolehan akad ini. Ada yang membolehkan, dan ada pula yang tidak membolehkan.

Pandangan Ulama Salaf yang Tak Membolehkan Tawarruq

Shautus Salam

Ulama yang tidak membolehkan umumnya menyamakan konsep tawarruq ini sama dengan bai’u al-‘inah. Bai’u al-‘inah adalah menjual suatu barang secara kredit (muajjalan) dengan harga tertentu, kemudian membelinya kembali secara kontan (hâlan) dengan harga yang tentunya lebih murah dari harga kredit, yang mana waktu antara menjual dan membeli tadi dilakukan dalam waktu yang bersamaan atau tempo. Kesamaan konsep tawarruq dan bai’u al-‘inah ini terletak pada “motif utama pelaku” adalah agar ia mendapatkan hutangan uang.

(Baca: Meneliti Jenis Akad yang Sedang Dilangsungkan)Dengan memahami “motif utama” transaksi ini, maka para ulama yang melarang tawarruq berpandangan bahwa ini hanyalah sebuah siasat (hilah) untuk menghindari bunga (riba). Pelaku mendapatkan hajatnya berupa mendapatkan hutangan, akan tetapi hutang yang didapat, merupakan hutang yang di salah satu pihak menerima surplus (berkelebihan), sementara di pihak yang lain mendapatkan defisit (kekurangan). Selisih antara surplus dan defisit ini menyerupai riba. 

Pandangan Ulama Salaf yang Membolehkan Tawarruq

Shautus Salam

Pandangan ulama yang membolehkan tawarruq ini didasarkan pada penelitian terhadap QS Al-Baqarah: 275, yaitu:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

Dalam ayat di atas secara jelas Allah SWT membolehkan akad jual beli, dan melarang riba. Dalam kitab Ahkâmul Qur’ân, dijelaskan terkait dengan pengertian kehalalan jual beli sebagaimana yang dikandung dalam ayat di atas, yaitu menyangkut dua hal:

?: ? ? ? ? ? ? ? -: ? ? ? ?.- ? ? ?. ? ? ?. ?: ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pertama, halalnya jual beli atas suatu barang/perkara antara dua orang yang saling bertransaksi adalah bila dari kedua belah pihak saling ridla antara satu sama lain. Kedua, jika barang yang menjadi objek transaksi bukan termasuk perkara yang dilarang melalui lisan Rasulullah SAW. 

Berangkat dari sini, maka kita bisa melakukan penelitian terhadap konsep tawarruq sebagaimana contoh kasus di atas. 

Pertama, transaksi antara Pak Abdul dan Pak Ahmad, adalah transaksi jual beli tersendiri. Pak Abdul selaku pembeli, sementara Pak Ahmad selaku penjual. Barang yang dipesan Pak Abdul adalah jelas berupa komputer, dan Pak Ahmad menyerahkan barang kepada Pak Abdul sebagaimana yang ia pesan. Pak Abdul menerima barang dan Pak Ahmad ridla dengan ketentuan pembelian secara kredit tersebut. Sampai di sini, akad transaksi antara Pak Abdul dan Pak Ahmad tidak ada masalah secara hukum. Harga ditentukan dalam majelis dan dipandang sah karena salah satu pihak sudah sepakat dengan harga. Barang yang dibeli berupa barang yang nyata (‘ain) dan langsung yadan bi yadin (diterima melalui serah terima). Dengan demikian, tidak ada masalah dalam fiqihnya.

Setelah Pak Abdul menerima barang, ia pergi ke pasar untuk menjual barang yang baru dibeli secara kredit tersebut kepada pihak lain. Sahkah jual beli Pak Abdul dengan pihak lain tersebut? 

Jika melihat subyek transaksinya, maka hal tersebutadalah dipandang sah. Karena pihak yang membeli adalah seorang pihak lain, bukan ditempat asal Pak Abdul mendapatkan komputer. 

Mungkin ada yang berkilah, lho harganya kan lebih rendah dari harga sebelumnya!? Terkait dengan persoalan ini, kita bisa memakai sebuah qaidah: ? ? (untung rugi merupakan resiko yang harus ditanggung). Dengan kata lain, bahwa pada penjualan komputernya Pak Abdul ke pasar tersebut, Pak Abdul adalah seorang pihak yang tengah mengalami kerugian (muflis). Namun, transaksinya tetap sah, karena ada barang yang maujud yang dijual, serta bentuk transaksinya yang jelas. 

Kesimpulan akhir dari kasusnya Pak Abdul di atas, mulai dari ia mendapatkan barang, sampai ia mendapatkan uang kembali, adalah dipandang sah secara fiqih karena masing-masing tahapan dilakukan secara sah. 

Lantas, apa yang menyebabkan perbedaan di kalangan ulama dalam memandang konsep tawarruq ini?

Pada dasarnya, meskipun secara dhahir tampak berbeda, namun pada dasarnya para ulama salaf adalah sepakat bahwa konsep tawarruq ini adalah boleh. Akan tetapi, ada catatan yang membuat bahwa konsep tawarruq ini menjadi boleh, yaitu:

1. Ada kebutuhan riil untuk bertransaksi. Maksudnya adalah, bahwasannya orang yang melakukan tawarruq benar-benar sedang memerlukan uang, sementara ia tidak mampu mendapatkan pinjaman hutang dari siapa pun. Pendapat ini merupakan pendapat untuk motif kehati-hatian (ihtiyath). Dengan kata lain: jika pihak pelaku transaksi (Pak Abdul) ternyata bisa mendapatkan pinjaman di luar cara tawarruq, maka sebaiknya ia tidak melakukan tawarruq. Tawarruq menjadi alternatif terakhir dari usaha mendapatkan uang tersebut.

2. Kontrak tawarruq harus berbeda dengan kontrak ribawi. Maksudnya adalah, langkah untuk mendapatkan barang dengan langkah menjualnya kembali, dilakukan tidak pada subyek transaksi yang sama. Sebagaimana dalam kasus, Pak Abdul mendapatkan barang dari Pak Ahmad. Kemudian Pak Abdul menjual barang tersebut ke pasar. Hukum ini akan berbeda, bila Pak Abdul kemudian menjual kembali barang tersebut kepada Pak Ahmad dalam waktu yang sama. Mengapa? Karena cara yang seperti ini disebut sebagai bai’u al-inah yang dilarang oleh mayoritas ulama sebagaimana hal tersebut dipandang hanya sebagai siasat menghindari riba saja, namun pada dasarnya tetap riba. Ada juga ulama yang memberi ilah untuk hukum semacam ini sebagai sekilas bentuk pertukaran uang saja. Konsep seperti inilah yang dimaksud sebagai riba. 

3. Si pembeli harus benar-benar sudah menerima barang yang dibelinya, sebelum ia menjual kepada konsumen lain.

Nah, sampai di sini maka jelas bahwa pada dasarnya ulama dari kedua pihak sepakat. Kesimpulan akhirnya adalah, konsep tawarruq sebagaimana yang dicontohkan dalam kasus di atas adalah Boleh. Masalahnya kemudian, bagaimana dengan tawarruq dilaksanakan dalam sistem perbankan syari’ah? Apakah sama hukumnya dengan konsep tawarruq sebagaimana contoh kasus di atas? Simak tulisan berikutnya!

Wallahu a’lam bis shawab!

Muhammad Syamsudin, Pegiat Kajian Fiqih Terapan dan Pengasuh PP Hasan Jufri Putri Pulau Bawean, Jatim



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

Pembaharu (Satu Abad NU)

Sabda

Nabi kita

Harus percaya

Pembaharu (Satu Abad NU) (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembaharu (Satu Abad NU) (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembaharu (Satu Abad NU)

Prediksi nyata

Setiap abad ada manusia

Berusaha dan seksama

Dengan daya dan upaya

Shautus Salam

Segarkan agama

Menjadi pedoman hidupnya

Shautus Salam

NU sudah

90 tahun berusia

Berkiprah

Untuk bangsa dan negara

Umat manusia

Mainstream agama

Harus dijaga

Dengan paham Aswaja

Fenomena

Berbagai gejala

NU dengan wacana

Merambah

Respon apa saja

Seni dan budaya

Politik dan teknika

Pasar global dan MEA

Menembus Asia dan Eropa

Dan seterusnya

NU terpaksa menerima pembaharu muda

Kritis tak menyerah

Beretika

Ulama cendekia

Ada tanda

Pembaharu muda

Datang di hadapan kita

NU kota

Siap siaga

Bawa rencana

Luar biasa

Bungurasih, 5 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Krisis Umat

Dipecah belah

Justru bangga

Tanpa terasa

Gejala

Krisis umat beragama

Dimana-mana

Jauhkan satu dan lainnya

Agar menjadi lemah

Tidak lagi sapa

Asia dan eropa

Arab dan Ethiopia

Malaysia dan Indonesia

Jerman dan Cina

Umat manusia

Beragama

Satukan visi dan misinya

Saling merasa

Satu agama

Bersatu tak terpisah

Konsep semula

Bodoh luar biasa

Justru bangga

Memotong kepala

Dengan senjata

Lawan ketawa

Bangga

Tanpa kerja

Hasil sudah

Lihat saja

Perang Syria

Irak dan Libya

Semua nyata

Krisis umat beragama

Provokasi siapa

Tuhan

Aku umpat siapa

Sulit kentara

Tapi semua merasa

Diadu domba

Bungurasih, 5 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Kampus Islam

Bangunan menawan

Penuh keindahan

Pohon dan rerumputan

Tumbuh dengan keserasian

Penuh kepatuhan

Aturan dijalankan

Tanpa pengecualian

Burung merasa aman

Tanpa gangguan

Manusia dan syetan

Suara kerinduan

Selalu didengarkan

Nyanyian burung kutilang

Pagi dan menjelang malam

Bersahut-sahutan

Menandakan kedamaian

Penghuni kampus Islam

Azan dikumandangkan

Serentak? orang rebutan

Mencari jalan

Ke masjid dan pujian

Menanti jamaah berdatangan

Dirikan shalat dengan imam

?

Perpustakaan buka sampai malam

Melayani kebutuhan

Mahasiswa dalam pencarian

Referensi untuk kutipan

Membuat tugas perkuliahan

Parkir rapi dengan keteraturan

Tidak sembarang diletakkan

Semua kendaraan

Di tempat yang ditentukan

Satpam sangan sopan

Senyum seperti para perawan

Menyapa dengan kata silahkan

Apa perlu bantuan

Masjid tempat ibadah

Harus terus dijaga

Dipelihara dengan ramah

Ditambah anggarannya

Agar tetap istiqamah

Jalankan dakwah

Semoga UNU bisa

Seperti dalam idea kita

Agar semua merasa

Memiliki bersama

Bungurasih, 6 Pebruari 2016

Abd. al-Haris al-Muhasibi

Kematian

Tuhan berfirman

Kematian sebuah kepastian

Siang atau malam

Pasti datang

Menjemput orang

Tidak bisa diakhirkan

Tidak juga didahulukan

Tiada yang bisa menghentikan

Ketentuan

Siapkan

Dengan kebaikan

Jangan terlena karena jabatan

Harta dan kemewahan

Kesenangan

Semua kau tinggalkan

Kematian

Segera datang memberi salam

Datang tidak diundang

Membawamu kepada Tuhan

Pertanggungjawaban

Semua amal yang dilakukan

Siapkan dengan kesadaran

Penuh perhatian

Pada amal perbuatan

Siang dan malam

Selalu ingat pada Tuhan

Bantu yang kekurangan

Hilanhkan kemiskinan

Beri layanan

Anak yatim dan orang kelaparan

Siapkan

Kematian dengan senyuman

Jelang dengan aman

Tanpa ketakutan

Bungurasih,? 4 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Pak Jo

Harus waspada

Pada setiap peristiwa

Pecah belah

Bangsa dan negara

Memakai agama

Saling hina

Tafsiran beda

Satu dengan lainnya

Pak Jo

Hati-hati provokasi

Pakai madzhab sendiri

Truth claim menjadi

Alat justifikasi

Semua salah

Tinggal satu-satunya

Bangkitkan marah

Sesama agama

NU dan Muhammadiyah

Mungkin juga

Diadu sesama

Dengan lainnya

Agar mereka lemah

Mudah menyerah

Pak Jo

Kita berbangsa

Bernegara

Dikuatkan agama

Jika pecah Indonesia lara

Pak Jo

Ajaklan semua

Polri san tentara

Tokoh agama berbeda

Tingkatkan waspada

Segala peristiwa

Jangan lena

Pak Jo

Sampai sini saja

Nanti disambung lagi ya...

Bungurasih,? 4 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Kenduri

Memperingati lagi

90 tahun NU berdiri

Menilai

Semua sisi

Rendah diri

Masih mendominasi

Kecilkan organisasi

Selamatkan generasi

Dari radikalisasi

Dengan pendidikan nalar dan hati

NU terus berbenah

Dengan segala upaya

Meningkatkan kualita

Menjaga marwah

Mengajak semua

Dengan seksama

NU muhasabah

Menilai ide dan langkah

Memelihara sunnah yang lama

Bernilai maslahah

Adab yang baru juga

Menuju sempurna

Kenduri

NU berdiri

Tradisi mengaji

Mengkritisi

Dengan hati-hati

Bungurasih, 2 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Nasihat untuk Umat

Aku berharap

Pada setiap saat

Kalian bisa mendekat

Kepada Tuhan penuh berkat

Segera bertaubat

Menjauhi yang sesat

Ingat tanggung jawab

Dunia sampai akhirat

Semua yang kita perbuat

Balasan kita dapat

Baik buruk akan kita lihat

Siapkan iman kita

Takwa dengan hikmat

Semoga Tuhan beri rahmat

Jangan saling laknat

Sesama umat Muhammad

Sebaiknya saling beri nasihat

Tentang kesabaran dan yang haq

Oh...wahai umat

Jangan mudah kena siasat

Orang yang sangat biadab

Mengadu umat

Bungurasih, 2 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

NU dan Format Ekonomi Umat

Penuh semangat

Kiai Mutawakkil beharap

Dapat temukan format

Pengembangan ekonomi umat

Tiada diduga

Praktik usaha di Sumenep

Madura

Bebasakan riba

Jauhkan praktek bank biasa

Himpun dana kuatkan sesama

Berkat amanah para pengelola

NU ternyata bisa

Praktikkan iqtishodiyah

Mari kita coba

Setelah bicara

Semoga segera

Realisasikan ini semua

Bungurasih, 1 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah, Syariah, Ubudiyah Shautus Salam

Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU

Mataram, Shautus Salam. Ketua Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa NTB Murokieb Usman mengatakan bahwa untuk pengamanan Munas dan Konbes NU ini pihaknya mengerahkan 182 anggota Pagar Nusa yang melayani dan mengawal para ulama.

“Sebanyak 80 orang Pagar Nusa akan melakukan pengamanan tertutup bersama paspampres saat Jokowi membuka pelaksanaan Munas dan Konbes NU," katanya Selasa (21/11) malam, di Aula PWNU, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat TGH Taqiuddin Mansyur mengatakan, dalam Munas dan Konbes NU 2017 seluruh anggota Pencak Silat NU Pagar Nusa NTB wajib menjadi penjaga kehormatan para ulama yang hadir.

“Untuk itu Pagar Nusa dalam menjalankan tugasnya tidak boleh sombong dan jumawa," ujar TGH Taqiuddin Mansyur di hadapan ratusan anggota Pagar Nusa dan utusan Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa.

Pimpinan Pondok Pesantren Talimus Sibyan Bonder Lombok Tengah ini juga mengatakan bahwa keberadaan dan eksistensi Pagar Nusa di NTB diuji pada saat mengamankan secara paripurna pelaksanaan Munas dan Konbes NU. 

Shautus Salam

Selanjutnya, TGH Taqiuddin Mansyur mengingatkan kepada anggota Pagar Nusa agar tetap rendah hati dalam melaksanakan tugas pengawalan para ulama nanti. "Pahala dan barokah dari para ulama senantiasa akan melimpahi anggota Pagar Nusa yang menjalankan tugasnya," tuturnya.

Sementara itu Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pagar Nusa Athoilah Habib mengatakan, setiap kader Pagar Nusa tidak boleh jauh dari para ulama karena roh organisasi pencak silat NU itu bersumber dari barokah, doa, dan restu para ulama.

"Untuk itu setiap anggota Pagar Nusa harus meniru akhlaqul kharimah para ulama," pungkasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Makam, Ubudiyah, IMNU Shautus Salam

Sabtu, 20 Januari 2018

Pendidikan Pesantren Bekal Anak-Cucu Jalani Kehidupan

Probolinggo, Shautus Salam. Muslim mengenal adanya dua konsep kehidupan yang saling mempengaruhi satu sama lain, yakni hidup di alam dunia dan kelak kehidupan di akhirat Allah yang kekal. Konsep ideal yang diinginkan setiap muslim dalam hidupnya adalah selamat dunia dan akherat.?

Pendidikan Pesantren Bekal Anak-Cucu Jalani Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Pesantren Bekal Anak-Cucu Jalani Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Pesantren Bekal Anak-Cucu Jalani Kehidupan

Hal tersebut disampaikan oleh Daiyah asal Pasuruan Hj Uci Nurul Hidayati dalam taushiyahnya di malam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-21 Pondok pesantren Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Rabu (24/5) lalu.?

“Semua pasti ingin kaya sehat, panjang umur, derajat dunia akhirat, mati dengan khusnul khotimah, mendapatkan nikmat kubur dan masuk dalam surganya Allah kelak,” ucap ning Uci dihadapan ribuan warga NU.

Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Islahiyah Pasuruan ini mengajak kepada warga NU agar memilih pendidikan pesantren sebagai bekal anak dan cucu mereka nantinya dalam menjalani kehidupannya di dunia maupun kelak di akhirat.

Ia juga menjelaskan salah satu ayat al-Qur’an, yakni Allah akan mengangkat derajat manusia lebih tinggi beberapa derajad diantara manusia lain, bagi yang berilmu ? dan beriman kepada Allah SWT.

Shautus Salam

“Baik tidaknya kehidupan kita kelak di akherat adalah tergantung amal perbuatan kita di kehidupan dunia. Gunakanlah apa yang kita miliki di dunia ini sebagai sangu (bekal) ke akhirat. Semua konsep tersebut diajarkan secara penuh di pesantren, dengan memasukkan anak cucu kita di pesantren, Insya Allah anak dan orang tua nya akan diselamatkan dunia akhirat,” jelasnya.

Lebih lanjut ning Uci’ dengan tegas menampik banyaknya anggapan masyarakat terhadap rendahnya kualitas pendidikan pesantren dan keraguan orang tua terhadap masa depan anaknya selepas dari mondok di pesantren, sembari menuturkan sebuah lirik kalimat Istighfar.

Shautus Salam

“Barang siapa Allah tujuannya, niscaya dunia akan melayaninya, namun barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuannya niscaya akan letih dan sengsara diperbudak dunia sampai akhir masa,” tuturnya.?

Sebagai penutup tausiahnya Ning Uci’ mengajak kepada masyarakat untuk jangan ragu-ragu lagi untuk memondokkan putra-putrinya di pesantren-pesantren yang telah ada selama ini.?

Selain mendapatkan ilmu agama yang memadai dan ilmu pengetahuan lainnya, yang terpenting adalah barokah dari para kiai dan nyai serta guru dan para pengasuh pesantren tersebut.

“Inilah keuntungan-keuntungan yang didapat dari pendidikan pondok pesantren, jangan khawatir akan rezeki anak-anak panjenengan, jika Allah ridho maka rezeki anak panjenengan akan senantiasa terjamin oleh Allah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Nusantara, Ubudiyah Shautus Salam

Rabu, 17 Januari 2018

Selain Kitab Suci, Al Quran Juga Kitab Literasi

Semarang, Shautus Salam

Bertempat di ruang rapat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) Provinsi Jawa Tengah, Kamis (7/12), dosen STAINU Temanggung, Hamidulloh Ibda mengajak puluhan PNS Kesbangpol itu melek literasi media digital.



Selain Kitab Suci, Al Quran Juga Kitab Literasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Kitab Suci, Al Quran Juga Kitab Literasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Kitab Suci, Al Quran Juga Kitab Literasi



Menurut dia, selain menjadi kitab suci yang berisi petunjuk, hukum-hukum, dan sejarah, kitab Alquran adalah kitab literasi karena perintah Tuhan pertama kali kepada Nabi Muhammad adalah perintah membaca.

"Perintah Tuhan pertama kali tidaklah bekerja, menikah, shalat, apalagi korupsi, tapi iqra. Bacalah, dan dengan kalam. Ini jelas-jelas adalah perintah literasi," kata Ibda yang juga pengurus Bidang Literasi Media Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jateng.

Shautus Salam

Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang didominasi abdi negara (PNS) dalam kegiatan bertajuk Pendidikan dan Pelatihan Literasi Media dan Jurnalisme Umum. Kegiatan sebagai upaya menajamkan PPID di Badan Kesbangpol Provinsi Jateng selama dua hari, Rabu-Kamis, 6-7 Desember 2017.

Shautus Salam

Jadi, katanya, Al Quran merupakan kitab literasi sebagai penyempurna kitab sebelumnya, yaitu Taurat, Zabur dan Injil.

"Di Al Quran, perintah membaca ada 89 kali dan menulis 303 kali. Maka sesuai pilar literasi yaitu baca, tulis dan arsip, puncak dari literasi adalah tulisan karena ia akan abadi," ungkap penulis buku Sing Penting NUlis Terus.

Dijelaskan Ibda, tradisi literasi menjadi solusi atas kondisi SDM dan bisa mendorong akselerasi kualitas literat dan memberantas buta aksara, buta informasi dan buta media di negeri ini. Sebab, menurut dia, perkembangan zaman begitu pesat dan hanya orang yang menguasai media digital yang akan berkuasa.

"Tantangan kita, terutama abdi negera di Badan Kesbangpol adalah banjir informasi, serangan hate speech, hoaks dan fake news. Ada sekitar 800 ribu situs penyebar hoaks sampai akhir 2016. Lalu kita adalah jamiyah medsosiyah, pengguna aktif gawai tapi masih nggak paham cara menyeleksi, mengakses dengan bijak dan mampu membedakan mana berita orisinil, dan mana berita palsu," jelasnya.

Literasi media digital, menurut dia adalah bukan sekadar mengetahui jenis media daring, siber atau online, dan membedakannya dengan medsos.





"Namun mampu memetakan, mana media pers, blog dan mana website milik lembaga atau pemerintah. Sebab, tidak semua situs itu bisa kita konsumsi," ujar dia.

Kalau sesuai regulasi, katanya, minimal media siber itu sudah dapat izin SK Kemenkum HAM, berbadan hukum, mendapat SIUP, TDP, ada surat domisili.





"Lalu, mereka juga harus punya kantor, wartawan di lapangan, berita bukan copy paste. Juga harus punya susunan redaksi, kontak dan profil, jurnalisnya sudah lolos Uji Kompetensi Wartawan, dan terhimpun dalam organisasi pers seperti PWI, AJI, AWPI, IWO dan yang lain," kata dia.

Selain itu, katanya, media siber yang laik konsumsi juga harus ramah, beritanya tidak hoaks, fake dan tidak menjadi pabrik hate speech dan perusak isu SARA.





"Minimal media digital yang kita konsumsi memenuhi prinsip dan menerapkan peran dan fungsi pers sendiri. Ya menginformasikan, edukasi, kontrol, hiburan dan menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat," ujar dia.

Hal itu pun Ibda sampaikan belum tentu cukup, karena media digital yang dikonsumsi juga harus bisa menerapkan 9 ayat atau prinsip bahkan 10 prinsip jurnalisme menurut Bill Kovach dan Tom Rosenstiel.





"Sejak tahun 2001, lewat buku The Elements of Journalism, Bill Kovach dan Tom Rosenstiel mengajarkan kita untuk melakukan 9 ayat jurnalisme agar media dan berita itu benar-benar mencerahkan," beber dia.

Semuanya juga harus diimbangi dengan dua cara berpikir.





"Pertama adalah cara berpikir wartawan. Bisa dilakukan dengan wawancara, klarifikasi atau tabayun. Wartawan bisa mendasarkan kebenaran hanya sebatas wawancara dan klarifikasi. Tapi apa cukup itu? Tentu harus dilengkapi yang kedua, yaitu cara berpikir ilmuwan. Jadi untuk mendapatkan kebenaran, harus ilmiah, logis, sistematis, metodologis, empiris dan juga minimal melalui tiga tahap filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi," beber dia.

Dalam implementasi literasi media, kata dia, minimal kita harus melakukan beberapa hal teknis.





"Mulai dari pasang kuda-kuda, melawan berita hoaks, fake, fitnah, menguasai berita, mengolah berita menjadi positif, arif dan aktif di medsos, berdakwah melalui medsos dan kembali kepada Al Quran atau kitab suci lain sebagai kitab literasi," paparnya.

Penulis buku Stop Pacaran Ayo Nikah ini berharap, ke depan literasi tidak hanya menjadi bahan diskusi melainkan semua hal bisa dijadikan wahana literasi, karena hakikat literasi adalah upaya untuk mendapatkan pengetahuan, membaca, menulis dan mengetahui sumber informasi dan ilmu.

Ia mengajak gerakan literasi media digital dimulai dari diri sendiri.

"Literasi bukan segalanya, namun segalanya bisa berawal dari sana," tegas dia. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Doa, Kajian Sunnah, Ubudiyah Shautus Salam

Minggu, 14 Januari 2018

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah

Bandar Lampung, Shautus Salam. Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung siap membantu kesembuhan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto sebagai langkah mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Banser Lampung bersama KPK. Kami memandang korupsi bertentangan dengan Pancasila. Sifat dan sikap itu yang harus dimusuhi, bukan orangnya," ujar Kasatkorwil Banser Lampung, Tatang Sumantri, di Bandar Lampung, Sabtu (16/9). 

Ketua Umum Golkar ini mangkir dalam pemeriksaan sebagai tersangka korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Senin (11/9) karena tengah dirawat di RS Siloam akibat sakit gula darah diidapnya sejak lima tahun silam kambuh. Penyakit bersangkutan diinformasikan telah menggangu fungsi ginjal dan jantung.

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah

"Banser Husada Lampung siap kami turunkan membantu kesembuhan Setnov dengan terapi hijamah atau bekam dan Aji Tapak Sesontengan atau ATS," papar Tatang lagi.

Kesediaan tersebut, imbuh Tatang, bukan untuk memojokkan Setnov, namun demi kebaikan bersangkutan hingga negara.

Shautus Salam

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada (Basada) Lampung Gatot Arifianto selaku Kamitua (Master) ATS pada 2014 juga terkena diabetes dengan kadar gula mencapai 524.

"Alhamdulillah sembuh dengan ATS dan bersama sahabat-sahabat Basada hingga hari ini telah membantu seribu lebih masyarakat Lampung yang menderita lemah jantung, asma, vertigo, migrain, hernia, pasca stroke, asam urat hingga ginjal serta mendapat apresiasi positif dari publik," kata Tatang lagi.

Wakil Ketua PW GP Ansor Lampung Heriyanto Suud mengaku optimistis penyakit diderita Setnov bisa diatasi sehubungan ada pengalaman penyakit kista bisa hilang total terapi tradisional.

Shautus Salam

"Fakta tersebut memang benar. Apalagi basic ATS ilmiah, tidak lepas dari DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid yang menyimpan ribuan tahun informasi," kata dia lagi.

Untuk diketahui, ATS merupakan ilmu pengetahuan leluhur nusantara jaman dahulu yang terbukti mampu membantu kesembuhan beragam penyakit medis dan non medis dengan sentuhan atau tepukan kasih sayang. Kader Ansor dan Banser yang ingin mengetahui lebih jauh atau belajar ATS bisa menghubungi nomor 085382008080. (Syuhud Tsaqafi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Pondok Pesantren, Ubudiyah Shautus Salam

Kamis, 04 Januari 2018

Yenni Wahid Akrab dengan Pesantren Cirebon

Cirebon, Shautus Salam. Putri kedua almarhum KH Abdurrahman Wahid mengaku akrab dengan pesantren-pesantren yang ada di Cirebon, Jawa Barat. Dia juga beberapa kali ziarah ke makam Sunan Gunungjati.

Yenni Wahid Akrab dengan Pesantren Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenni Wahid Akrab dengan Pesantren Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenni Wahid Akrab dengan Pesantren Cirebon

"Saya akrab dengan pesantren-pesantren di sini. Gus Dur sering mengajak saya ke Kempek, Buntet, Arjawinangun, dan Babakan," ujar Yenny yang mengenakan kerudung warna hijau.

"Almarhum Kiai Fuad Hasyim Buntet, Syarif Usman Yahya yang juga sudah almarhum, Kang Husen. Mereka semua teman bapak dan guru saya. Sejak kecil saya sudah ketemu kiai-kiai di Cirebon," sambungnya.

Shautus Salam

Tidak hanya pesantren yang serng dikunjungi Yenni di Cirebon, tapi juga pasar kain Tegal Gubug. "Saya kalau lewat pasar kain terbesar itu, saya mampir dan belanja kerudung," pungkasnya.

Yenni datang atas nama keluarga besar NU. Dia menolak ke arena Munas untuk mengomunikasikan partainya ke kiai-kiai. "Saya ke sini sebagai warga NU dan aktivis Muslimat NU. Ndak boleh dong bawa-bawa partai ke sini," ujar Yenni sambil tersenyum.

 

Shautus Salam

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah, Humor Islam Shautus Salam

Rabu, 03 Januari 2018

Tawadhu dan Pembelaan Harkat Hidup Manusia Menurut Ibnu Athaillah

Unggah ungguh atau tata krama belaka bukanlah tawadhu karena ini hanya dampak saja dari ketawadhuan. Tawadhu bermakna jauh lebih dahulu dari sekadar sopan santun. Tawadhu adalah sikap batin yang menjelma dalam praktik lahiriyah secara proporsional dan wajar.

Karena merupakan sikap batin, ketawadhuan sulit diukur. Yang bisa dilihat hanya praktik lahiriyah yang proporsional dan wajar. Bisa jadi dalam tata krama tertentu, seseorang dapat menyesuaikan diri tetapi sesungguhnya ia belum terbilang orang yang tawadhu. Masalah ini disinggung oleh Syekh Ibnu Athaillah sebagai berikut:

Tawadhu dan Pembelaan Harkat Hidup Manusia Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tawadhu dan Pembelaan Harkat Hidup Manusia Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tawadhu dan Pembelaan Harkat Hidup Manusia Menurut Ibnu Athaillah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

Artinya, “Orang yang tawadhu itu bukan ia yang ketika merendah menganggap dirinya lebih tinggi dari yang dilakukannya. Tetapi, orang yang tawadhu itu ia yang ketika merendah menganggap dirinya lebih rendah dari yang dilakukannya.”

Shautus Salam

Ketawadhuan hanya bisa diukur oleh diri manusia itu sendiri karena hanya mereka yang mengerti batin mereka. Penilaian atas sikap batin itu persis dengan penilaian atas ibadah puasa. Hanya mereka sendiri yang dapat menyadari apakah mereka merasa lebih tinggi atau merasa istimewa dibanding orang lain atau bahkan makhluk lain.

Syekh Ibnul Hajib menyebutkan secara jelas bahwa ketawadhuan adalah sebuah sikap batin yang merendah. Sikap batin ini yang melahirkan tata krama dan sikap sosial yang wajar. demikian disampaikan Syekh Ibnul Hajib sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut saya, ketawadhuan hakiki adalah sikap yang muncul dari orang yang memandang segala sesuatu dari Allah. Ketika ia merendah, maka ia merasa bahwa segala sesuatunya berhak lebih banyak lagi ketakziman dan merasa bahwa dirinya dalam kerendahan dan kehinaan lebih rendah dari ketawadhuan yang telah dilakukannya. Orang yang merasa istimewa di tengah yang lain bukan orang yang tawadhu. Kalaupun ia merendah di tengah yang lain, tetapi memandang dirinya lebih tinggi dan lebih utama dari ketawadhuan yang dilakukannya, maka hakikatnya ia orang yang takabur karena ia menyematkan ketawadhuan bagi dirinya sendiri karena sesuatu yang menurutnya layak ia terima,” (Lihat Syekh Ibnul Hajib, Iqazhul Himam, Beirut, Darul Fikr, tanpa catatan tahun, juz I, halaman 238).

Sebagaimana dikatakan di atas bahwa ketawadhuan mengandung konsep yang lebih luas dari sekadar formalitas tata krama, unggah ungguh, adab, atau sopan santun. Ketawadhuan bisa dipahami dalam konteks hukum dan etika. Hal ini yang kiranya jarang disampaikan banyak orang.

Ketawadhuan adalah upaya dalam membela dan menjamin hak pribadi dan hak orang lain. Ketawadhuan juga berarti upaya mempertahankan harkat manusia baik diri sendiri maupun orang lain. Jangan sampai diri sendiri terhina. Jangan sampai orang lain terhina dan dirugikan karena ulah kita. Pengertian ketawadhuan ini justru jauh sekali berbeda dari sekadar tata karma atau sopan santun. Hal ini sebagaimana keterangan Syekh Ibrahim Al-Aqshara’i berikut ini:

?: ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Bagi saya, ketawadhuan itu bergerak antara kerendahan dan ketakaburan. Kerendahan itu adalah kamu menjadi hina dan hakmu terlantar. Sementara takabur adalah kau menjadi sebab atas kehinaan orang lain dan haknya terlantar karenamu. Sedangkan ketawadhuan itu adalah kau tidak menjadi hina dan orang lain tidak menjadi hina karenamu; hakmu tidak terlantar dan hak orang lain tidak terlantar karenamu,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Aqshara’i, Ihkamul Hikam, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2008 M/1429 H, halaman 135).

Meskipun hanya sikap batin, tanda-tanda ketawadhuan itu dapat dilihat dengan jelas. Syekh Syarqawi menyebutkan sejumlah tanda konkret mutawadhi‘in yang memiliki kepribadian tangguh dalam menghadapi berbagai tekanan sosial dan tabah dalam menjaga diri dari godaan kemunafikan hidup. Berikut ini kutipannya:

? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?) ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Orang yang tawadhu itu bukan ia yang ketika merendah) berlaku sebagai laku orang bermaqam mutawadhi‘in, antara lain duduk di belakang dalam sebuah forum (menganggap dirinya lebih tinggi dari yang dilakukannya) merasa dirinya berhak duduk di depan. (Tetapi, orang yang tawadhu itu) adalah (ia yang ketika merendah) berlaku sebagai laku orang bermaqam mutawadhi‘in, antara lain duduk tak jauh dari depan pada sebuah forum (menganggap dirinya lebih rendah dari yang dilakukannya) merasa dirinya justru lebih berhak duduk di belakang... Tanda riil dari perilaku mutawadhi‘in adalah ia yang tidak marah ketika dicela atau difitnah, tidak membenci ketika dicaci atau dituduh melakukan dosa besar; tidak ngotot mengejar pencitraan, mencari muka atau mengambil hati orang lain; dan tidak merasa bahwa dirinya memiliki tempat di hati banyak orang,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Thaha Putra, tanpa catatan tahun, juz II, halaman 60-61).

Dari sejumlah keterangan ulama itu, kita dapat menyimpulkan bahwa ketawadhuan hanya dimiliki oleh orang-orang besar. Tawadhu adalah mereka yang siap belajar (mondok, ngaji, sekolah, kuliah. Pokoknya belajar) ketika bodoh, bertanya ketika tidak mengetahui, berterima kasih atas budi baik orang lain, memohon maaf atas kesalahan. Tidak banyak orang yang bersikap tawadhu. Hanya mereka yang berjiwa besar dapat mencapai derajat mutawadhi‘in. Karena hanya mereka yang siap melawan arus demi hak dan harkat hidup manusia. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Sunnah, Ubudiyah, Doa Shautus Salam

Selasa, 02 Januari 2018

PBNU Imbau Fatayat Tak Lahirkan Keturunan Lemah

Jakarta, Shautus Salam

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau Fatayat Nahdlatul Ulama agar tidak melahirkan keturunan, baik biologis maupun organisasi, yang lemah. Lemah dalam penguasaan ilmu pengetahuan umum dan agama, lemah ekonomi dan kebudayaan.

Kiai yang akrab disapa Kang Said tersebut menyampaikan imbauan itu pada peringatan Hari Lahir ke-65 Fatayat NU di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (24/4).

PBNU Imbau Fatayat Tak Lahirkan Keturunan Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Fatayat Tak Lahirkan Keturunan Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Imbau Fatayat Tak Lahirkan Keturunan Lemah

Karena, kata Kang Said, tantangan anak-anak yang dilahirkan Fatayat sekarang berbeda dengan tatatangan anak-anak yang dilahirkan 65 tahun lalu.

Shautus Salam

Di antara tantangan saat ini, lanjut dia, adalah liberalisasi informasi, ideologi, dan ekonomi. “Bagaimana kita menghadapi tantangan itu dengan percaya diri dan mampu menghadapinya,” katanya di hadapan sekitar 300 anggota dan pengurus Fatayat NU.

Generasi yang lemah secara pendidikan, Kang Said teringat waktu KH Abdurrahman Wahid menjadi presiden. Pada waktu itu, ia dan almarhum Rozy Munir hampir dua tiga minggu mencari orang NU yang layak menduduki jabatan BUMN, “Tidak ada. Ya sudah yang keluarga NU, tidak ada. Yang ada, cuma yang kenal simbol NU,” ungkapanya.

Shautus Salam

Tapi ia bersyukur, sekarang NU sudah belajar dari pengalaman itu. Dalam data Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), tercatat NU memiliki 574 doktor, 3000-an magister, dan sarjana yang dalam bahasa kang Said, satu kontainer.

Ia memperkuat pernyataan supaya tak melahirkan keturunan lemah dengan mengutip ayat Al-Quran “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.”(QS.4:9.

“Supaya jangan ngandelin proposal terus,” katanya disambut tepuk tangan ibu-ibu muda NU tersebut.  

Supaya tidak melahirkan keuturnan yang lemah, Kang Said mengajak Fatayat NU untuk berpikir dan merencanakan keturunan yang akan datang. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah Shautus Salam

Rabu, 27 Desember 2017

Harlah, Pelajar NU Ponorogo Ikuti Lomba Paduan Suara Mars IPNU-IPPNU

Ponorogo, Shautus Salam. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Ponorogo, Jawa Timur, menggelar lomba Paduan Suara lagu mars IPNU-IPPNU yang diikuti oleh Pimpinan Anak Cabang, Pengurus Ranting dan Pengurus Komisariat se-Ponorogo. Acara ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Harlah IPNU ke-63 dan IPPNU ke-62.

Lomba paduan suara digelar Ahad (12/3) pagi mulai pukul 08.00 bertempat di aula MI Maarif Ngrupit, Jenangan, Ponorogo. Sebanyak 17 grup paduan suara turut berpartisipasi dalam lomba ini.

Harlah, Pelajar NU Ponorogo Ikuti Lomba Paduan Suara Mars IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, Pelajar NU Ponorogo Ikuti Lomba Paduan Suara Mars IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, Pelajar NU Ponorogo Ikuti Lomba Paduan Suara Mars IPNU-IPPNU

Lagu mars yang dilombakan adalah mars IPNU yang diciptakan Moh. Shomury W, dan mars IPNU ciptaan Mahbub Junaidi serta Mochtar Embut. Peserta lomba juga membawakan satu lagu daerah dengan judul bebas.

Sementara, aspek penilaian pada lomba ini meliputi aspek intonasi, suara dan keseriusan partitur.?

Ketua IPPNU Ponorogo Iffatul Wahidah mengatakan lomba paduan suara ini digelar sebagai salah satu wadah untuk memperkuat tali silaturrahim di semua tingkat pimpinan.?

Shautus Salam

Dia berharap lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi belaka, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran bersama.

"Karena lagu mars ini juga bagian dari komponen organisasi yang wajib dikuasai semua kader IPNU-IPPNU. Maka kegiatan ini kita adakan ? sebagai wadah kompetisi untk belajar dan peningkatan kualitas kader dalam berorganisasi khususnya dalam hal bidang suara," jelas Iffa kepada Shautus Salam.

Sementara itu, dewan juri lomba memutuskan beberapa grup tampil sebagai juara dalam lomba paduan suara memperingati hari lahir (Harlah) IPNU-IPPNU Ponorogo.?

Shautus Salam

Berikut ini nama-nama grup yang tampil sebagai juara dan berhak mendapatkan Hadiah dari IPNU-IPPNU:

Juara I: PAC IPNU-IPPNU Mlarak?

Juara II: PAC IPNU-IPPNU Kauman?

Juara II: PAC IPNU-IPPNU Sukorejo?

Juara Harapan I: PAC IPNU-IPPNU Babadan

Juara Harapan II: PAC IPNU-IPPNU Sukorejo

(Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah, AlaSantri Shautus Salam

Selasa, 26 Desember 2017

Kelahiran Nabi Anugerah Terbesar

Bulan Rabiul awal yang biasa disebut bulan maulid adalah bulan yang tidak pernah terlupakan oleh orang muslim, karena pada bulan ini seorang putra terbaik dari Bani Hasyim Bangsa Arab, sesosok pemuda teladan yang kemudian menjadi pemimpin terbesar dunia telah dilahirkan, tepatnya pada hari Senin tanggal 12 Rabiul awal, bertepatan dengan 20 April 571 M.

Muhammad, nama ini selalu dikenal seantero penjuru dunia. Dia telah berhasil merubah? wajah dunia menjadi bermakna, dari gelap menjadi terang, dari kebodohan menjadi berperadaban. Dialah seorang yang telah mengantarkan manusia kepada nilai kemanusiaannya yang tinggi, dialah yang telah mengembalikan manusia kepada keberadaan yang sebenarnya yaitu mulia dan sempurna sebagaimana pertama kali dimaksudkan.

Beberapa peristiwa luar biasa mengiringi kelahiran beliau, diantaranya adalah padamnya api pemujaan di Persi yang seribu tahun sebelumnya tak pernah padam sama sekali, hancurnya pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah yang hendak menghancurkan ka’bah. Mereka hancur ditimpa batu - batu panas? yang dibawa burung-burung ababil yang sengaja dikirim Allah untuk membatalkan niat busuk mereka, serta banyak lagi kejadian luar bisa lainnya.?

Kelahiran Nabi Anugerah Terbesar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelahiran Nabi Anugerah Terbesar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelahiran Nabi Anugerah Terbesar

Kenyataan ini tentu saja membuat kita merasa berterima kasih dengan kedatangannya. Sebagaimana laiknya kita sebagai umatnya, memperingati hari dan bulan ini sebaik-baiknya dengan melihat dan membaca kembali sejarah perjalanan pribadi dan kepribadian beliau. Allah selalu membimbing, mengarahkan dan mengingatkan orang - orang yang menginginkan kehidupan Ahirat. Dalam konteks ini Allah menguraikan dalam Al Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21:

لقد كاÙ? لكم فÙ? رسول الله أسوة حسÙ? Ø© لمÙ? كاÙ? Ù? رجو الله والÙ? وم الآخر وذكر الله كثÙ? را

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” QS Al-Ahzab 21.

Shautus Salam

Dalam firman ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang menginginkan kehidupan Ahirat, maka hendaklah mereka meniru kepribadian Rasulullah saw. Menjadikan Rasulullah sebagai panutan dan suri tauladan, bukan kepada yang lain. Sebuah pengakuan jujur dari seorang penulis non Muslim telah dituangkan dalam buku seratus tokoh dunia tentang pribadi Nabi Muhammad Saw. Penulis buku ini telah menempatkan Nabi Muhammad Saw pada tingkat pertama disusul oleh tokoh-tokoh dunia lainnya.

Ini semua karena beliau Nabi Muhammad telah berhasil menghapuskan segala bentuk penindasan kepada masyarakat yang lemah, beliau menghapuskan sistim perbudakan yang jelas-jelas merendahkan martabat manusia, beliau tutup jurang pemisah antara yang kaya dan miskin, beliau persatukan manusia yang semula bermusuhan dan menjadikan mereka bersaudara, beliau berhasil meletakkan landasan kemanusiaan, yaitu bahwa tidak ada perbedaan antara satu suku dengan lainnya, bangsa satu dengan bangsa lainnya, komunitas satu dengan komunitas lainnya apapun warna kulit dan keturunannya, tidak ada yang membedakan mereka kecuali takwanya kepada Allah, inilah nampaknya yang dimaksudkan

Shautus Salam

Allah SWT dalam firman-Nya :

وما أرسلÙ? اك إلا رحمة للعالمÙ? Ù? .

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” QS Al-Anbiya 107.

Dengan ayat ini, jelaslah bahwa Nabi Muhammad Saw diutus ke dunia ini bukan hanya untuk satu golongan atau komunitas tertentu, melainkan untuk kesejahteraan manusia sedunia. Oleh karena itulah, beliau memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang luar biasa,? mempunyai sifat keberanian dalam membawa kebenaran.

Kelemahan umat Islam sekarang ini, diantaranya adalah, mereka telah melupakan pribadi dan sifat-sifat beliau. Mereka tidak lagi meneladani kepribadian beliau. Para pemimpin tidak lagi meniru gaya kepemimpinan Rasul yaitu pimpinan yang berani menegakkan kebenaran. Pedagang tidak lagi meniru praktek dagang yang pernah dilakukan Rasul. Orang tua tidak lagi mempraktekkan gaya Rasul. Guru tidak lagi mempraktekkan cara beliau mendidik generasi mudanya. Masyarakat telah melupakan panutan ini, sehingga ahirnya mereka menjadi masyarakat yang terombang ambing kehidupan dunia yang melenakan.

Semangat bulan maulid ini, yang selalu diperingati dengan pembacaan barzanji, pembacaan sholawat, pembacaan Marhaban serta lainnya? merupakan sebuah titik tolak ukur kita untuk bersama-sama? membaca kembali sejarah kepribadian Nabi dan menjadikannya sebagai satu-satunya panutan yang akan menghiasi lembar demi lembar kehidupan kita bersama. Jadi tidak salah bahwa kelahiran nabi yang telah dinanti-nantikan pada masa jahiliyah merupakan anugerah terbesar dari Allah SWT, sehingga sampai saat ini kita merayakannya dengan cara kita masing-masing. Kelak kita akan mendapatkan syafaat Nabi diakhir kelak. Amiiin.

?

Mahsun Muhammad MA

Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Dar Al Tauhid Arjawinangun Cirebon & Dosen Tasawuf di Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah Shautus Salam

Kamis, 21 Desember 2017

Kapan Nyusul?

Saat itu Bakar yang berumur 35 tahun sedang hadir dalam pernikahan tetangganya, ia hadir sebagai perwakilan pramusaji dari karang taruna.

Ketika menyajikan makanan, ia bertemu dengan tetangganya Mbah Wiro dan bertanya, “Kar kapan nyusul nikah?”

Bakar menjawab, “Segera mbah”.

Keesokan harinya Bakar mendapat undangan pernikahan di tetangga kampungnya, dan saat ia hadir lagi-lagi bertemu Mbah Wiro dan bertanya, “Kapan nyusul?”

Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapan Nyusul?

Bakar  menjawab, “Besok mbah.”

Usai pulang dari hajatan, Bakar pun pergi ke masjid dan bertemu teman-temannya yang sudah punya anak istri semua. Usai sholat Ashar, ia pun sejenak melepas lelah dan berkelakar dengan temannya, salah satu temannya bilang kalau adiknya yang masih SMA hendak menikah, tiba-tiba mbah Wiro datang dan menyeletuk, “Kapan nyusul Kar”?

Shautus Salam

Bakar pun hanya tersenyum sinis sembari mengambil sandal dan berjalan pulang dengan hati kesal.

Tak beberapa lama, ada kabar duka bahwa Mbah Suryo tetangganya meninggal dunia, Bakar pun takziyah dan duduk disamping Mbah Wiro.

Shautus Salam

Bakar  yang kala itu masih kesal dengan Mbah Wiro berbisik pelan dan bertanya pada Mbah Wiro, “Mbah kapan nyusul?” (Ahmad Rosidi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hadits, Ubudiyah, Habib Shautus Salam

Kamis, 07 Desember 2017

PCNU Bondowoso Gelar Operasi Katarak Gratis untuk Ratusan Warga

Bondowoso, Shautus Salam

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, bekerja sama Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Sosial Masyarakat (LP2SM) Kabupaten Bondowoso? dan YKI (Yayasan Kemanusiaan Indonesia) Denpasar menggelar layanan kesehatan gratis.

Layanan tersebut berupa pemeriksaan mata, operasi katarak, pemberian kacamata secara gratis kepada ratusan warga. Hari pertama pemeriksaan berlangsung Selasa (30/8), di Klinik NU Traktakan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso.

PCNU Bondowoso Gelar Operasi Katarak Gratis untuk Ratusan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bondowoso Gelar Operasi Katarak Gratis untuk Ratusan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bondowoso Gelar Operasi Katarak Gratis untuk Ratusan Warga

Menurut Wakil Ketua PCNU Bondowoso H Masud Ali, layanan kesehatan tersebut bakal diberikan kepada 690 pasien. Pihaknya mengaku telah menyosialisasikan kegiatan sosial penanggulangan kebutaan ini melalui Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) di kabupaten semtempat.

Shautus Salam

Pemeriksaan perdana digelar dalam rangkaian peringatan HUT Proklamasi RI Ke-71 Tahun 2016, Baksos Layanan Gratis untuk Masyarakat Tidak Mampu. Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan pemeriksaan protesa mata.

Shautus Salam

Ketua LP2SM Bondowoso Untung Sutrisno sebagai penyelenggara menjelaskan, pihaknya akan terus mendampingi masyarakat Bondowoso agar lepas dari penderitaan gangguan mata.

“Lebih-lebih mereka yang tidak mampu untuk mengakses layanan pemerintah dari berapa hal,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri Bupati Bondowoso H Amin Said Husni, Kodim 0822 Bondowoso, Polres Bondowoso, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Bondowoso, Forkompinka Kecamatan Wonosari, para donatur dan penyandang dana serta para relawan LP2SM.

Kegiatan tersebut digelar dalam semangat kerukunan atas kolaborasi panitia dari unsur agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan tim medis dari Hindu. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah Shautus Salam

Sabtu, 02 Desember 2017

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Jeddah, Shautus Salam. Apa kira-kira oleh-oleh dari Mekkah yang paling dicari? Ada dua, air zam-zam dan kurma. Karena itulah Elmazroi, perusahaan pengemasan air zam-zam untuk jamaah haji saat kepulangan, menjamin kualitas dan orisinalitas air yang ditemukan Nabi Ismail itu tidak berubah hingga sampai di Tanah Air.

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)
Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Artinya, zam-zam mereka asli.

Shautus Salam

"Kami jamin kualitas zam-zam ini karena diterima dari sumbernya yang dikelola kerajaan. Dikemas secara higenis dan aman hingga sampai ke Tanah Air," kata Ali Saieed Elmazroi, di Jeddah, Sabtu. Nama keluarganya dijadikan merek dagang zam-zam itu.

Ali yang didampingi Manajer Marketing Elmazroi, Ujang Abdullah, menjelaskan, kualitas zam-zam itu dijamin Kerajaan Arab Saudi karena yang mengelola air zam-zam adalah pemerintah.

"Kami hanya membayar kontainer air, sedangkan isinya gratis untuk jamaah haji," kata Ali Elmazroi.

Shautus Salam

Untuk tahun ini, Kerajaan Arab Saudi mengganti kemasan yang semulanya berbentuk jerigen kotak, maka tahun ini berbentuk galon berisi lima liter. Galon dinilai lebih kuat dan tidak tumpah.

Perusahaan itu sudah bekerja sama dengan Garuda sejak 11 tahun lalu. "Kami mampu mempersiapkan air zam-zam hingga 140.000 galon perbulan sesuai dengan kebutuhan jamaah haji Indonesia," kata pengusaha yang juga memasok air zam-zam untuk kebutuhan di tanah air.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah, Meme Islam, Nahdlatul Shautus Salam

Kamis, 30 November 2017

Tumbuhkan Semangat Kebersamaan, Pelajar NU Surabaya Gelar Halal Bihalal

Jakarta, Shautus Salam - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) danIkatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Surabaya mengadakan halal bihalal di kantro PCNU Kota Surabaya, Ahad (31/7). Sedikitnya 100 peserta yang terdiri atas perwakilan PAC/PKPT IPNU-IPPNU di Surabaya dan beberapa alumni tampak hadir.

Salah satu alumni yang hadir antara lain H Syaihan, Ketua IPNU Surabaya periode 1989-1991.

Tumbuhkan Semangat Kebersamaan, Pelajar NU Surabaya Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Tumbuhkan Semangat Kebersamaan, Pelajar NU Surabaya Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Tumbuhkan Semangat Kebersamaan, Pelajar NU Surabaya Gelar Halal Bihalal

Ketua IPPNU Surabaya Arumi Maulida berharap jalinan silaturahmi antara PAC/PK dan PR tetap terjaga secara istiqomah bukan hanya pada momen halal bihalal, Ia Juga berharap kepada alumni agar bisa bertindak sebagai motivator bagi pengurus untuk meneruskan perjuangan dalam mengembangkan ajaran ahlus sunah wal jamaah an-nahdliyah di kalangan pelajar.

Sementara Ketua IPNU Surabaya Agus Setiawan menuturkan, pada momen halal bihalal ini selain untuk memupuk silaturahmi, terlebih antaralumni dan kader harus ada hubungan yang proporsional di masing-masing tingkatan agar bisa melakukan sebuah gerakan nyata.

Shautus Salam

“Tentunya yang harus dibagun terlebih dahulu adalah pondasi yang kokoh dengan semangat kebersamaan.”

Sementara Ketua PCNU Surabaya Dr H Achmad Muhibbin Zuhri mengatakan bahwa pelajar NU Surabaya harus lebih kreatif dan inovatif lagi untuk menarik minat kader di Kota Surabaya yang notabene kota metropolitan yang sangat heterogen.

Shautus Salam

“Selain fokus untuk mengasah dan mengembangkan kadar intelektualitas kader IPNU-IPPNU harus bisa lebih memaksimalkan sosial media misalnya FB, twetter, instragram sebagai penunjang eksistensi gerakan di kalangan pelajar-pelajar Surabaya,” tambahnya.

Sementara H Syaihan menuturkan bahwa IPNU-IPPNU harus lebih fokus dan intens lagi dalam mengembangkan potensi dan membekali kader yang ada di tingkatan bawah agar bisa membentengi dirinya dan juga pelajar-pelajar yang ada di Surabaya dari pengaruh paham-paham Islam radikal dan narkoba yang sudah masuk ke sekolah-sekolah dan meracuni generasi muda.

“Dinamika dan tantangan saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun silam, maka dari itu pengurus IPNU-IPPNU saat ini harus berjuang lebih keras lagi dalam memperkenalkan Islam ala Ahlus sunah wal jamaah An-Nahdliyah yang moderat kepada generasi muda yang ada di kota Surabaya,” jelasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Santri, Ubudiyah Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock