Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren

Kebumen, Shautus Salam

Bertempat di mushala pondok pesantren Al-Hidayah Wonoyoso berkumpul 50 santri-santriwati dari 18 pesantren se-Kabupaten Kebumen mengikuti pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Simapes), Sabtu (30/1).?

Pelatihan ini terselenggara atas dukungan dari Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama bekerjasama dengan Kementerian Agama wilayah Jawa Tengah.?

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren

Pelatihan ini merupakan upaya agar pesantren mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan prinsip almuhafadzatu ‘alal qadimisshalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Selama ini beberapa pesantren masih kekurangan dalam bidang manajemen. Karena itu Simpes bisa menjadi salah satu solusi untuk menangani persoalan manajemen yang selama ini menjadi halangan bagi pesantren.?

"Santri tidak perlu kecil hati. Santri bisa menjadi apa saja sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh para santri,"ungkap Sekretaris RMI NU Jateng Mandzur Labib.?

“Kita harus percaya pada kemampuan yang kita miliki. Bahkan santri ada yang pernah menjadi presiden yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). ? Al-haqqu bila nidhom yaghlibu albathil bi nidhomin. Komunitas pesantren yang tanpa manajemen yang bagus bisa kalah dengan komunitas yang diatur dengan baik. Inilah tantangan ke depan bagi pesantren untuk mulai berbenah diri.” ?

Shautus Salam

Sementara itu perwakilan dari Kanwil Kemeng Jawa Tengah Habibul Huda mengungkapkan santri harus tetap nasionalis dan religius karena santri merupakan pimpinan masa depan. (Mukhammad Zulfa/Mukafi Niam)?

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam RMI NU, AlaNu Shautus Salam

Senin, 12 Februari 2018

NU Serang Ngaji Kitab Kuning Keliling

Serang, Shautus Salam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang, Banten, mengagendakan pengajian kitab kuning keliling ke pengurus NU tingkat kecamatan (MWC), Ranting, dan pesantren-pesantren di Kota Serang.

NU Serang Ngaji Kitab Kuning Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Serang Ngaji Kitab Kuning Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Serang Ngaji Kitab Kuning Keliling

Menurut Ketua PCNU Kota Serang KH Matin Sarqowi, kegiatan tersebut adalah menimba dari semangat Syekh Nawawi Al-Bantani, seorang ulama besar, guru-guru kiai Nusantara yang juga pengarang mumpuni kitab kitab kuning.

Di samping itu, sambung kiai pengasuh Pesantren Al-Fathaniyah dengan 350 santri putra-putri tersebut, Kota Serang dengan luas  ilayah 266,74 km persegi, didukung sekitar 3000 pesantren salaf yang berkultur NU.

Shautus Salam

“Jadi, sangat mungkin dilakukan,” katanya, ketika dihubungi Shautus Salam selepas dilantik menjadi Ketua PCNU Kota Serang periode 2012-2017, di Serang, Sabtu (22/12).

Kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari NU sebagai organisi dakwah kepada masyarakat luas. “Serang itu sangat kental NU, tapi kultur.”

Shautus Salam

Dengan kegiatan tersebut, kiai berusia 41 tahuu tersebut berharap pesantren-pesantren yang berkultur NU, juga paham NU secara organisasi.

Selain itu, Kiai Matin akan melakukan konsolidasi internal di organisasi dengan memperbaiki administrasi dan menajemen; membuka jaringan untuk kader-kader NU Kota Serang. Juga akan membidik bidang ekonomi sebagai pemberdayaan warga Nahdliyin.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Doa, AlaNu Shautus Salam

Sabtu, 27 Januari 2018

Banser Bela Kedaulatan Indonesia di NTT

Kupang, Shautus Salam. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rapat bersama pengurus wilayah dan jajaran Banser mencanangkan program utama “Bela Kedaulatan Negara” mengingat posisi geografis NTT yang berada di tapal batas NKRI.

Demikian dikatakan Ketua PW GP Ansor NTT Abdul Muis APS dan Komandan Satuan Banser (Barisa Ansor Serbaguna) NTT Gulam Mansur saat rapat di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur, Selasa (5/10).

Banser Bela Kedaulatan Indonesia di NTT (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Bela Kedaulatan Indonesia di NTT (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Bela Kedaulatan Indonesia di NTT

“Banser NTT diharapkan menjadi garda terdepan bangsa. Sebab, wilayah NTT masuk RI, diapit oleh dua negara yakni Timor Leste dan Australia. Dengan kondisi itu, maka kesiapan Banser ke depan sangat dibutuhkan," kata Muis.

Shautus Salam

Menurut Muis, program itu sangat relevan seiring dengan aneka persoalan yang terus datang mengganggu situasi dan kondisi bangsa Indonesia. Karenanya Banser NTT digerakkan bersama-sama untuk mengawal kelangsungan bangsa.

Shautus Salam

Dalam mengawal program itu, GP Ansor dan Banser juga mensinergikan berbagai kegiatan keagamaan lintas agama, yakni pengawalan suasana Natal, dan hari raya Idul Adha dan Idul Fitri. 

Tujuannya agar GP Ansor menyentuh ke mana-mana. GP Ansor dan Banser ingin selalu ada di hati masyarakat. Siapa saja yang mengganggu kerukunan dan kebersamaan khususnya di NTT, akan berhadapkan dengan Banser dan GP Ansor, tegasnya. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi

Karanganyar, Shautus Salam - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Karanganyar mengadakan ziarah ke makam Raden Mas Said atau Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi. ?

Ketua IPPNU Karanganyar Muflichah mengatakan, ziarah itu bermaksud untuk menyambung ruh perjuangan leluhur dengan pelajar NU Karanganyar.

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi

"Dengan ziarah, ruh perjuangan bisa sambung dan tetap terjaga kekompakan dan semangat dalam belajar, berjuang, dan bertakwa. Walaupun anggota IPNU-IPPNU Karanganyar usianya bervariasi dari 13-27 tahun, tapi tetap kompak," ujarnya pada ziarah yang berlangsung Ahad (12/3) yang diikuti 84 pelajar putra dan putri.

Shautus Salam

Muflich juga mengatakan bahwa Eyang Samber Nyawa merupakan salah satu pahlawan nasional yang sangat berjasa, khususnya di tanah Jawa. Ia merupakan keturunan dari kraton Surakarta.

"Kedua Mbah Chusnan Rosyidi, beliau merupakan tokoh pendiri NU di Karanganyar sekaligus pendiri Ponpes Miftahul Ulum, sekaligus salah satu guru dari Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf," tambanya.

Shautus Salam

Ia berharap setelah diadakan ziarah itu IPNU dan IPPNU di Karanganyar terus berkembang dan terus aktif dalam menjalankan roda organisasi dengan meneladani para pahlawan dan leluhur yang berjuang untuk negara ini. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Budaya, AlaNu Shautus Salam

Kamis, 11 Januari 2018

Amalan untuk Dapat Suguhan Air Kautsar dari Tangan Rasulullah SAW

Hanya orang-orang beruntung yang kelak meminum air telaga Al-Kautsar, telaga yang Allah berikan kepada Rasulullah SAW seperti tertera dalam Surat Al-Kautsar. Bagaimana tidak, air telaga ini sangat berkhasiat sesuai kebutuhan semua manusia pertama hingga manusia terakhir dalam menjalani huru-hara hari Kiamat.

Tetapi hanya orang istimewa yang meminum air telaga Al-Kautsar langsung dari tangan pemiliknya, Nabi Muhammad SAW. Belum lagi suguhan langsung dari tangan Rasulullah SAW yang tentu akan memberikan pengalaman rohani dan kepuasan batin yang berbeda.

Amalan untuk Dapat Suguhan Air Kautsar dari Tangan Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan untuk Dapat Suguhan Air Kautsar dari Tangan Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan untuk Dapat Suguhan Air Kautsar dari Tangan Rasulullah SAW

Keistimewaan ini sesungguhnya dapat diupayakan. Para ulama menganjurkan kita untuk membaca doa setelah adzan seperti yang diajarkan Rasulullah SAW berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

Allâhumma rabba hâdzihid da‘watit tâmmah, was shalâtil qâ’imah, âti sayyidanâ muhammadanil wasîlata wal fadhîlah, wab‘atshu maqâmam mahmûdanil ladzî wa‘adtah, innaka lâ tukhliful mî‘âd.

Shautus Salam

Artinya, “Ya Allah, wahai Tuhan pemilik dakwah yang sempurna, Tuhan pemelihara ibadah shalat yang terlaksana, berikanlah Nabi Muhammad SAW kehormatan status wasilah dan fadhilah. Bangkitlah dia di tempat terpuji yang Kau janjikan. Sungguh Engkau tidak mengingkari janji.”

Setelah membaca doa itu, sebagian ulama menganjurkan kita untuk menambahkannya dengan doa berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Wa awridnâ haudhahû, wasqinâ min yadihis syarîfah syurbatan hanî’atan marî’ah, lâ nazhma’u ba‘dahâ abadâ, ya arhamar râhimîn.

Artinya, “Ya Allah, antarkan kami melewati telaga Kautsar milik Rasulullah SAW. Berikanlah kesempatan bagi kami meminum langsung dari tangan pemiliknya yang mulia seteguk air telaga yang lezat dan nikmat itu di mana kami selamanya takkan mengalami haus setelah meminumnya. Hai Tuhan yang maha pengasih.”

Doa ini sengaja dibaca di waktu antara adzan dan iqamah karena waktu ini merupakan salah satu waktu mustajabah. Doa ini dapat ditemukan di kitab Hasyiyatul Baijuri ala Syarhi Ibni Qasim Al-Ghazzi. Semoga Allah deretkan kita dalam barisan orang beruntung yang meminum air Al-Kautsar langsung dari suguhan Rasulullah SAW. Amin. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Habib Shautus Salam

Selasa, 09 Januari 2018

Persoalan Lingkungan Hidup, Persoalan Bersama

Bandar Lampung, Shautus Salam. Kerusakan hutan secara umum di wilayah Provinsi Lampung sudah mencapai separuh lebih dari luas hutan yang ada saat ini. Wahana Lingkungan Hidup Lampung (Walhi) pada 2014 merilis jika kerusakan lingkungan di Bandar Lampung semakin masif akibat salah kebijakan. Kepedulian masyarakat dan jurnalis akan lingkungan hidup masih perlu dioptimalkan.

"Berangkat dari hal-hal tersebut, GP Ansor terpanggil untuk berpartisipasi, bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk membicarakan persoalan lingkungan hidup di Lampung melalui Riungan Kebangsaan. Persoalan lingkungan hidup ialah persoalan bersama," ujar Sekretaris PW GP Ansor Lampung Muhyidin Thohir di Bandar Lampung, Ahad (16/8).

Persoalan Lingkungan Hidup, Persoalan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Persoalan Lingkungan Hidup, Persoalan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Persoalan Lingkungan Hidup, Persoalan Bersama

Riungan (kumpulan) Kebangsaan digelar kali ini merupakan energi dan sinergi cinta Gusdurian Lampung, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bandar Lampung, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Hidup, GP Ansor, Justice Peace Integrity of Creation Fransiskanes Santo Georgius Martir (JPIC-FSGM), De Most (Motivasi Sidik Jari) dan Alumni Sanlat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Waykanan 2015.

Shautus Salam

Riungan Kebangsaan digelar di Gedung B Aula Pasca Sarjana, Kampus IBI Darmajaya, Kamis (20/8) mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT AJI ke 21 yang jatuh pada 7 Agustus lalu. Selain itu, donor darah sebagai bagian acara juga dilakukan. Pelajar, masyarakat berminat mendonorkan darahnya untuk membantu mengatasi stok darah di Provinsi Lampung bisa menghubungi Disisi Saidi Fatah, Ketua Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015 di nomor 082377505585.

Tema yang dibahas pada Riungan Kebangsaan ialah "Bagaimana Agama-Agama Memandang Lingkungan Hidup?". Narasumber diskusi dimoderatori Ponita Dewi, Duta Genre atau Generasi Berencana 2013 ialah Putu Soeharta Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bandar Lampung, Fatah Yasin aktivis lingkungan hidup dari GP Ansor Lampung, Supriyadi penyuluh Agama Budha Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung , Sr. Vincentia HK Komisi Kerasulan Awam dari Keuskupan Tanjungkarang, serta pegiat Majelis Semaan Al Quran dan Dzikrul Ghofillin.

Shautus Salam

"Kami berharap diskusi ini minimal melahirkan kesepakatan bersama untuk ada kegiatan kontinu mengingat dampak dari kerusakan lingkungan dan hutan beragam, tidak saja sektor kesehatan, sektor ekonomi masyarakat juga menjadi terganggu jika ekosistem keseimbangan alamnya sebagan sudah tidak berfungsi lagi," ujar Muhyidin lagi.

Untuk diketahui, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Lampung pada 2014 menyatakan 70 persen lebih hutan produksi di Lampung rusak dan sekira 55 persen hutan lindung di Lampung sudah rusak. Adapun pihak Pemerintah Provinsi Lampung menyebutkan jumlah luas hutan di provinsi ini mencapai 30 persen dari luas daratan. Namun, sekitar 53 persen hutan negara yang ada sudah dalam kondisi rusak. (Hamengku Rayyan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sejarah, Nusantara, AlaNu Shautus Salam

Rabu, 27 Desember 2017

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai

Lombok Tengah, Shautus Salam. Babak penyisihan Musabaqoh Kitab Kuning wilayah Nusa Tenggara Barat digelar di Ponpes Qamarul Huda Bagu, Pringgarata, Loteng.? Lomba yang diiniasiai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dimaksudkan sebagai upaya melestarikan tradisi membaca Kitab Kuning."Musabaqoh Kitab Kuning ini merupakan bagian dari kita menjaga tradisi membaca Kitab Kuning untuk menatap masa depan yang lebih baik," kata Sekretaris DPW PKB NTB, Akhdiansyah saat pembukaan Musabaqoh Kitab Kuning, Kamis (7/4/).

Kegiatan tersebut, lanjut Akhdiansyah, merupakan salah satu peran aktif PKB dalam upaya turut melestarikan tradisi-tradisi pendidikan di pondok pesantren, seperti tradisi membaca Kitab Kuning yang telah menjadi warisan para ulama.

Melalui program Musabaqoh ini, tradisi membaca Kitab Kuning akan terus tejaga dan terawat. Selain tradisi membaca Kitab Kuning, lanjut politisi muda ini, ? tradisi Nusantara Mengaji juga akan dilaksanakan DPP PKB, bahkan seluruh anggota Dewan dari PKB diperintahkan masing-masing membawa 200 orang dalam acara Nusantara Mengaji.

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai

"Ini dalam rangka merawat dan menjaga tradisi, untuk kemajuan bangsa", ujar Akhdiansyah?

Musabaqoh tersebut juga dijadikan ajang mencari peserta terbaik yang akan mewakili NTB di tingkat nasional. "Besar harapan kami, salah satu terbaik dari ratusan peserta perwakilan masing-masing ponpes yang mendaftar, nantinya mampu meraih juara di tingkat nasional," harapnya.

Shautus Salam

Acara yang dibuka langsung oleh pembina dan pengasuh Ponpes Qamarul Huda, TGH LM Turmudzi Badarudin itu, dihadiri seluruh anggota DPRD Kabupaten Loteng dan Provinsi NTB dari PKB, ketua DPC PKB se-NTB, para ustadz dan santri, serta peserta Musabaqoh.

Dalam sambutannya, Tuan Guru Bagu sapaan TGH LM Turmudzi Badarudin, menyampaikan bahwa sangat mendukung Musabaqoh Kitab Kuning yang dilaksanakan PKB. "Musabaqoh yang dilaksanakan PKB hari ini bagus. Semoga semua yang mengaji akan mewarisi ilmu para ulama," kata musasyar PBNU ini

Shautus Salam

Hal itu dianggap sangat perlu untuk keberkahan suatu ilmu. Diungkapkan, yang dikerjakan para ulama terdahulu seperti mengaji, menghafal kitab dan selalu menghadiri majelis baik di Timur Tengah maupun dalam negeri, sehingga ilmu itu menjadi barokah.

"Semoga kehadiran para anggota Dewan dan anggota Hakam serta seluruh peserta di acara ini mendapat barokah", katanya (Syamsul Hadi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Doa, Kyai Shautus Salam

Senin, 25 Desember 2017

3000 Lebih Mahasiswa Baru UIN Sunan Kalijaga Gemakan Ya Lal Wathan

Yogyakarta, Shautus Salam. Dalam rangka menerima mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga melaksanakan PBAK (Pengenalan Budaya akademik dan kemahasiswaan), Kamis-Sabtu, 24-26 Agustus 2017 yang diikuti 3000 lebih mahasiswa baru dari berbagai daerah seluruh nusantara.

3000 Lebih Mahasiswa Baru UIN Sunan Kalijaga Gemakan Ya Lal Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)
3000 Lebih Mahasiswa Baru UIN Sunan Kalijaga Gemakan Ya Lal Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)

3000 Lebih Mahasiswa Baru UIN Sunan Kalijaga Gemakan Ya Lal Wathan

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Prof Dr Amin Abdullah ini UIN Sunan Kalijaga ini mengangkat tema Membangkitkan Nilai Nasionalisme dan Keislaman

Dalam Sambutan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Yudian Wahyudi, Ph.D mengingatkan agar mahasiswa baru bisa mencintai Indonesia sebagai bangsa yang majemuk tanpa menghilangkan nilai-nilai keislaman dan agar memiliki jiwa nasionalisme.

Yudian juga mengingatkan agar mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga tidak bergabung dengan oraganisasi yang anti-NKRI. Sebab itu dalam kesempatan ini, Alumni Pondok Pesantren Termas Pacitan itu mengajak para mahasiswa baru menyanyikan lagu Ya Lal Wathan. 

Hal itu juga dipersiapkan oleh Panitia Pelaksana PBAK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai cara pembangkit semangat nasionalisme dan cinta NKRI. Suara padu menggema dari mahasiswa baru sembari mengepalkan tangan.

Shautus Salam

 

Salah seorang panitia, Ahmad Ainul Fahruri menjelaskan, perlu diketahui bahwa pencipta Mars Subhanul Wathon adalah KH Abdul Wahab Chasbullah, penggerak dan perintis awal berdirinya Nahdlatul Ulama, dengan tujuan agar membangkitkan semangat perjuangan  para santri dalam mengusir penjajah. 

Shautus Salam

“Lumrah saja ketika mahasiswa UIN Sunan Kalijaga mempunyai semangat mencintai bangsa,” ujar Mahasiswa Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam ini. 

Menyanyikan lagu Ya Lal Wathan juga diinisiasi panitia untuk menanamkan cinta tanah air kepada mahasiswa baru agar ketika berproses menjadi mahasiswa tidak salah langkah dalam berorganisasi. (Fahri/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu Shautus Salam

Rabu, 20 Desember 2017

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup

Surabaya, Shautus Salam. Lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara yakni Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Rabu malam, akhirnya resmi ditutup.

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup (Sumber Gambar : Nu Online)
Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup (Sumber Gambar : Nu Online)

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup

Acara yang digelar di gedung Islamic Center Surabaya itu dihadiri Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Gubernur Jatim Soekarwo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua DPRD Surabaya Macmud, Kapolda Jatim, Garnisun, Kapolres Surabaya, anggota DPRD, kepala SKPD Pemkot Surabaya, MUI, LSM, PSK, mucikari dan warga sekitar Dolly.

"Yang harus dipertahankan adalah sesuatu hal positif, kalau tidak positif tidak perlu dipertahankan," kata Mensos Salim Segaf Al Jufri saat memberikan sambutan di acara Deklarasi Warga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan Untuk Alih Fungsi Wisma dan Alih Profesi Wanita Harapan.

Shautus Salam

Menurut dia, pihaknya memberikan apresiasi kepada pihak-pihak terkait yang sudah berusaha menutup prostitusi terbesar se-Asia Tenggara yakni Dolly dan Jarak.

"Sekitar 2-3 tahun, kami bersama dengan pemda optimal untuk mengatasi permasalahan ini," katanya.

Shautus Salam

Dalam acara tersebut dilakukan deklarasi oleh perwakilan warga yang isinya menjadi Kelurahan Putat Jaya jadi bebas prostitusi, siap beralih profesi serta meminta aparat menindak tegas terjadinya prostitusi. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan oleh 107 perwakilan warga.

Gubernur Jatim Soekarwo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dalam suksesnya acara ini. Ia mengatakan masyarakat dalam bekerja harus bermartabat.

"Ini program kemanusiaan. Maka kami acc apa yang diminta Bu Wali Kota dalam soal Dolly. Pemerintah tak akan membiarkan warga keleleran. Memang dulu penghasilan banyak, namun ditutup memang berkurang," katanya.

Soal PSK akan dikembalikan ke daerah asal, pihaknya sudah koordinasi dengan bupati/wali kota di Jatim. Pihaknya telah menyiapkan APBD Jatim untuk mengentaskan mereka.

Dalam kesempatan itu diberikan bantuan dari kemensos sebesar Rp7 miliar dan, Gubernur Jatim sebesar Rp 1, 5 miliar kepada PSK serta warga terdampak lokalisasi. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Budaya, AlaNu Shautus Salam

Rabu, 13 Desember 2017

IPNU Jatim: Saatnya Gunakan Database Sistem Online

Jakarta, Shautus Salam. Sudah saatnya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggunakan basis data (database) dengan sistem online untuk menunjang kemajuan organisasi. Dengan pengelolaan secara online, potensi kader akan semakin tergarap dan terbaca secara rapi.

Demikian ? dikatakan Imam Fadli, Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur ketika menyampaikan laporan perkembangan program atau progress report pada rapat kerja nasional (Rakernas) IPNU, disaksikan Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah IPNU se-Indonesia, Selasa(25/02), di gedung LPMP Kemendikbud, Jakarta Selatan.

IPNU Jatim: Saatnya Gunakan Database Sistem Online (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jatim: Saatnya Gunakan Database Sistem Online (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jatim: Saatnya Gunakan Database Sistem Online

“Pengelolaan database dengan kertas kini sudah kuno. Saya merekomendasikan Pimpinan Pusat untuk menggunakan sistem online. PW Jawa Timur sudah merealisasikan ini,” ungkapnya diikuti tepuk tangan peserta Rakernas.

Shautus Salam

PW IPNU dari berbagai provinsi menyambut baik usulan tersebut. Anas Maulana, Wakil Ketua PW IPNU Jateng misalnya, mengapresiasiasi langkah progresif IPNU Jatim.?

“Sudah saatnya memang, pengelolaan organisasi sebesar ini menggunakan database berbasis online. Kita sendiri sudah membuatnya di Jateng, tinggal meng-SK-kan penganggungjawabnya,” kata Anas.

Shautus Salam

Dalam sesi progress report, Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah dari Aceh sampai Papua melaporkan kegiatannya selama setahun terakhir. Ini merupakan salah satu agenda Rakernas IPNU sebagai bentuk pertanggungjawaban dan evaluasi kinerja kepengurusan. (A Naufa Khoirul Faizun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Tegal Shautus Salam

Senin, 04 Desember 2017

Haul Pembelajaran Menghargai Jasa Orang Tua

Probolinggo, Shautus Salam - Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa haul dilakukan untuk memperingati wafatnya seorang figur tokoh agama yang sangat dihormati dan istiqomah dalam menjalankan ibadah di semasa hidupnya.

Hal tersebut disampaikan oleh H Hasan Aminuddin ketika menghadiri peringatan haul almarhum H Soebchan Mawardi, orang tua Ketua PC LTMNU Kota Kraksaan H. Didik Abdul Rohim di Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan, Jumat (10/3) sore.

Haul Pembelajaran Menghargai Jasa Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Pembelajaran Menghargai Jasa Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Pembelajaran Menghargai Jasa Orang Tua

"Peringatan haul adalah pembelajaran bagi kita semua khususnya warga NU untuk menghargai jasa-jasa orang tua kita. Ketika mereka sudah wafat, kita sebagai seorang anak adalah wajib untuk senantiasa mendoakannya," katanya.

Shautus Salam

Menurut Hasan, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mempererat tali silaturrahim antar keluarga, kerabat dan tetangga. "Sehingga akan membawa dampak yang baik dalam peningkatan iman dan taqwa kita kepada Allah dalam rangka meneladani amal sholeh dari almarhum," pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili beserta segenap pengurus PCNU Kota Kraksaan, Habib Hasyim bin Husein dari Kelurahan Patokan Kota Kraksaan serta segenap warga RW 06 Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam RMI NU, AlaNu, AlaSantri Shautus Salam

Jumat, 01 Desember 2017

Muslimat NU Bersilaturrahim dengan Gubernur Jokowi

Jakarta, Shautus Salam. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU diawali silaturahim bertajuk “Ta’aruf dengan Gubernur Daerah Khsusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Joko Widodo” di Aula Serbaguna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada  Selasa malam (27/5).

Muslimat NU Bersilaturrahim dengan Gubernur Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Bersilaturrahim dengan Gubernur Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Bersilaturrahim dengan Gubernur Jokowi

Gubernur yang akrab disapa dengan Jokowi tersebut hadir di tengah-tengah ibu-ibu Muslimat sekitar pukul 19.30. Pada sambutannya, setelah membaca salam, ia memulai pembukaan dengan bahasa Arab.

“Alhamdulillahi robbil ‘alamin washolati wassalamu ‘ala asyrofil anbiya’i wal mursalin sayyidina wahibibina wa syafi’ina Muhammadin wa ‘ala alihi awsohbihi ajma’in,” ucapnya dengan lancar. Ia berdiam dulu sebentar karena bacaan itu langsung dihadiahi tepuk tangan ibu-ibu.   

Shautus Salam

Kemudian Jokowi bercerita perihal diundangnya ke acara tersebut. Ia mengutip undangan lisan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. “Pokoknya Pak Jokowi hadir saja untuk foto-foto bersama ibu-ibu Muslimat,” katanya disambut tepuk tangan ibu-ibu.

Ia kemudian mengkonfirmasi tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepadanya di sosial media dan berita di media massa. Mulai dari isu penghapusan tunjangan guru. Menurut dia, Itu tuduhan tidak benar, “Lho...lho...lho..., kalau mau dinaikan itu benar,” katanya disambut tepuk tangan ibu-ibu.  “Saya tahu kebanyakan profesi Muslimat NU itu sebagai guru,” sambungnya.”  

Shautus Salam

Menurut dia, pendidikan itu di negara mana pun sangat penting dan harus dinomorsatukan. Ia menyebutkan, kurikulum pendidikan Indonesia harus dierivisi. “Kalau di SD, menurut saya, 80 persen mengenai pendidikan budi pekerti, masalah sopan santun, karakter, 20 persen baru yang namanya pengetahuan. Bukan dibalik,” katanya.

Kemudian di SMP dengan porsi 60-40. Menurut dia prosinya tetap pendidikan budi pekerti harus yang lebih banyak, “Baru setingkat SMA dan SMK, 20-80,” katanya.

Selanjutnya ia membantah tuduhan nama depannya Habertus. Juga pernah berhaji pada tahun 2003. Sementara kalau umroh, kata dia, tidak terhitung. Di akhir, sambutan Jokowi mengucapkan selamat datang di Jakarta. Ia mohon maaf ibu kota masih macet. Untuk mengatasinya sedang dirintis kereta api bawah tanah, "Tapi itu 5 tahun yang akan datang," katanya.

Jokowi hadir di acara tersebut sampai acara usai. Ia kemudian berfoto dengan hampir seluruh ibu-ibu di ruangan tersebut secara berkelompok dan bergantian.   

Hadir pada kegiatan bertema “Muslimat NU Berkhidmah untuk Indonesia Bermartabat” tersebut, Ketua PBNU H. Slamet Effendi Yusuf, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan segenap pengurus, Alwi Shihab, Hj Aisah Hamid Baidlwi, Dorce Gamalama, Yenny Wahid. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Doa, Kyai Shautus Salam

Kamis, 30 November 2017

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung

Surabaya, Shautus Salam. Setelah lama tidak pernah direnovasi, akhirnya Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya yang berada di Jalan A Yani dirombak total. Hal ini dilakukan agar gedung terlihat lebih modern dan cantik.

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung

Hal ini disampaikan Kepala RSI Surabaya kepada sejumlah media saat peresmian kamar operasi baru yang diharapkan bisa menjadi tempat rujukan pasien gawat darurat di wilayah Surabaya selatan dan sekitarnya.

"Kamar operasi baru ini terdiri dari tiga kamar operasi dan dua ruangan perawatan pascaoperasi. Kami juga tengah merenovasi gedung agar lebih modern, seperti yang ada pada ruang kamar operasi kami,” kata Kepala RSI A Yani, dr Samsul Arifin MARS, Sabtu (24/5).

Shautus Salam

Gedung baru ini, lanjutnya, akan merombak total wajah RSI A Yani dengan desain minimalis modern, sehingga diharapkan wajah RSI akan tampak semakin cantik ketika dilihat dari flyover Wonokromo.

“Bangunan kami belum pernah direnovasi sejak tahun 70-an. Kami pikir, perubahan yang progresif harus dilakukan untuk semakin menumbuhkan sikap pelayanan kepada pasien,” sambungnya.

Shautus Salam

Samsul yang juga Humas Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Jatim ini mengungkapkan, pembangunan ini dilakukan untuk menyambut pasar bebas dimana Surabaya menjadi kota percontohan di Indonesia untuk masuknya rumah sakit asing. “Kalau tidak melakukan perubahan progresif, kita akan tertinggal ketika AFTA nanti,” ujarnya.

Ketua Yayasan RSI, M Nuh, menyatakan, meski RS tipe C, standarisasi fasilitas kamar operasi baru RSI A Yani ini hampir setara dengan kamar serupa di RSUD Dr Soetomo. “Di bawah satu tingkat dari RSUD Dr Soetomo. Untuk pembangunan gedung baru berlantai 9 kami perkirakan akan selesai dua tahun mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Harsono, menambahkan, penambahan fasilitas dan pembangunan renovasi Gedung RSI A Yani merupakan hal yang tepat dilakukan.

Saat ini, ungkapnya, ada sekitar 450 RS di Jatim, 53 di antaranya merupakan RS Pemerintah. Menurutnya, RS swasta lainnya harus terus melakukan peningkatan fasilitas agar siap ketika nanti mulai masuk RS-RS asing ke Surabaya.

Tampak hadir pada kegiatan ini, Rais PWNU Jawa Timur, KH Miftachul Akhyar. (Syaifullah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Pemurnian Aqidah Shautus Salam

Sabtu, 25 November 2017

Itikaf Ibadah yang Dianjurkan di Bulan Ramadhan

Itikaf adalah salah satu ibadah yang dianjurkan selama Ramadhan. Sebagaimana yang dilaksanakan oleh Rasulullah saw.

Hadits Aisyah ra. menerangkan:



عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْاَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ اَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ 

Itikaf Ibadah yang Dianjurkan di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Itikaf Ibadah yang Dianjurkan di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Itikaf Ibadah yang Dianjurkan di Bulan Ramadhan

Dari Aisyah r.a, isteri Nabi s.a.w, meneuturkan: “sesungguhnya Nabi s.a.w, melakukan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir bukan Ramadhan hingga Beliau wafat, kemudian isteri-isterinya mengerjakan I’tikaf sepeniggal Beliau”. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1886 dan Muslim: 2006

Shautus Salam

I’tikaf secara bahasa memiliki arti menetapi suatu kebaikan atau kejelekan, dan secara ilmu fiqh berdiam diri dalam masjid dengan ketentuan-ketentuan tertentu, diantara ketentuan tersebut adalah; pertama orang yang melakukan I’tikaf adalah orang islam, maka i’tikaf yang dilakukan oleh orang selain beragam islam itu hukumnya tidak sah (batal). Kedua, berakal sehat, Apabila mu’takif itu gila atau terserang penyakit epilepsy maka batal (tidak sah) I’tikafnya. Ketiga orang jyang beri’tikaf (mu’takif) harus dalam keadaan suci dari haid dan nifas bagi seorang perempuan, dan suci dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan diwajibkannya mandi junnub.

Adapun rukun i’tikaf yang harus dipenuhi adalah; pertama Niat untuk untuk berdiam diri di dalam masjid, dan bagi mereka yang bernadzar untuk I’tikaf, maka diwajibkan baginya untuk mengucapkan kata fardu di dalam niat I’tikafnya. Dan kedua berdiam diri dalam masjid dalam rentang waktu lebih dari lamanya thumaninah dalam sholat.

Selain syarat dan rukun yang harus dijaga, hendaknya  bagi mereka yang beri’tikaf memperhatikan beberapa pantangan yang dapat membatalkan I’tikaf. Diantaranya bersetubuh dengan istri

Shautus Salam



وَلَا تُبَا شِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفُوْنَ فِى الْمَسْجِدِوَتِلْكَ حُدُوْدُاللهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ ءَايَتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ 

…dan janganlah kalian campuri mereka (isterimu) itu, sedang kalian sedang dalam keadaan I’tikaf di ,asjid, itulah ketentuan Allah, maka janganlah kalian mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar bertaqwa”. (QS. Al-Baqarah, 2:187)

Kedua, keluar dari masjid tanpa udzur atau halangan yang dibolehkan syariat. Tetapi bila keluar dari masjid karena ada udzur, misalnya buang hajat atau air kecil dan yang serupa dengan itu, tidak membatalkan I’tikaf. Diperbolehkan keluar dari masjid karena mengantarkan keluarga ke rumah, atau untuk mengambil makanan di luar masjid, bila tidak ada yang mengantarkannya. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Aisyah r.a:



 Ø¹ÙŽÙ†Ù’ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَا اعْتَكَفَ يُدْنِي اِلَيَّ رَاْسَهُ فَاُرَجِّلُهُ وَكَانَ لَا يَدْخُلُ الْبَيْتَ اِلَّا لِحَاجَةِ الْاِنْسَانِ

Dari Aisyah r.a, menuturkan, Nabi s.a.w, apabila beri’tikaf, Beliau mendekatkan kepalanya kepadaku, lalu aku sisir rambutnya, dan Beliau tidak masuk rumah kecuali untuk keperluan hajat manusia (buang air besar atau buang air kecil)”. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1889 dan Muslim: 445).

Mengenai waktu I’tikaf bisa dilakukan di setiap waktu, tetapi waktu yang sangat dianjurkan untuk beri’tikaf adalah pada malam sepuluh terakir dari bulan Ramadlon. Dengan alasan sebagai usaha untuk mencari dan menemukan malam lailatul qadar yang memiliki keistimewaan 1:1000 keistimewaan bulan selain bulan Ramadlon, oleh karena itu I’tikaf pada saat-saat itu sangat dianjurkan. 



عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْاَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ اَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ 

Dari Aisyah r.a, isteri Nabi s.a.w, meneuturkan: “sesungguhnya Nabi s.a.w, melakukan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir bukan Ramadhan hingga Beliau wafat, kemudian isteri-isterinya mengerjakan I’tikaf sepeniggal Beliau”. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1886 dan Muslim: 2006)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Santri, AlaNu Shautus Salam

Senin, 20 November 2017

Mengenal KH Zubaidi Muslich, Pendiri MMH Jombang

Jombang, Shautus Salam. Halaman Pondok Pesantren Mambaul Hikam terlihat ramai pada Sabtu (25/10/2014) malam. Ratusan santri dan undangan duduk khusyu’ mengikuti acara Haul Almaghfurlah KH M Zubaidi Muslich, sang pendiri dan pengasuh pondok yang wafat pada 15 November 2011 lalu.

Mengenal KH Zubaidi Muslich, Pendiri MMH Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal KH Zubaidi Muslich, Pendiri MMH Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal KH Zubaidi Muslich, Pendiri MMH Jombang

Malam itu, di pondok yang terletak di Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, atau sekitar 1 kilometer dari Pondok Tebuireng, terdengar lantunan shalawat dan ayat-ayat suci al Qur’an yang dikumandangkan para santri.

Ma’had Mambaul Hikam yang lebih dikenal dengan nama MMH di sekitar wilayah Tebuireng didirikan oleh KH M Zubaidi Muslich, putra KH Muslich Hanafi asal Banyuwangi. Kakaknya yang bernama KH Baidhowi Muslich juga mendirikan Pesantren Gading di Malang, sedangkan pondok orang tuanya dilanjutkan oleh saudaranya yang lain, yakni KH Nizar Muslich.

Shautus Salam

Pendirian MMH merupakan “perintah” dari guru-gurunya saat ia nyantri di Tebuireng, antara lain KH Idris Kamali, KH Adlan Aly, dan Bu Nyai Hj Choiriyah Hasyim, agar tidak pulang kembali ke pondok yang diasuh oleh ayahnya di Banyuwangi, namun berkhidmah di Tebuireng.

Selain berkhidmah di Madrasah Tebuireng dan Madrasah Salafiyah Syafiyah Seblak, kiai yang akrab dipanggil Buya Zubaidi ini dikenal sebagai sosok pendidik yang sangat kharismatik. Di sekitar Tebuireng, ia adalah sosok kiai yang disegani, meski bukan merupakan pengasuh di Pondok Tebuireng. Bahkan dalam setiap kegiatan besar yang digelar oleh Ponpes Tebuireng dan sekitarnya, Buya Zubaidi selalu diminta untuk menjadi pembaca doa di hadapan para kiai yang hadir.

Shautus Salam

Semasa hidupnya, ia pernah dipercaya juga sebagai Ketua MUI Kecamatan Diwek dan menjadi salah satu tokoh ulama yang disegani karena keilmuan fikihnya. Di tengah masyarakat sekitar, ia menjadi tempat bertanya terkait dengan pelbagai persoalan yang dihadapi warga.

Ketokohan Buya Zubaidi, sapaan akrabnya, diceritakan oleh para alumni yang hadir dalam acara haul tersebut. KH Miftahul Huda Thohir, tokoh ulama muda dari Gresik, yang merupakan alumni angkatan pertama MMH menyampaikan bahwa Buya merupakan sosok inspiratif bagi dirinya ketika saat ini ia pun menjadi pengasuh pesantren yang baru didirikannya di Gresik.

“Buya adalah sosok yang tidak pernah marah kepada santrinya. Selalu ramah dan bijak. Ketika menghadapi santri-santri yang mbeling sekarang dan hendak marah, saya selalu ingat pada Buya. Hingga akhirnya emosi saya bisa terkendali,” ujar KH Miftahul Huda dalam tausiyahnya.

Seorang alumni lainnya dari Pondok Pesantren Putri Seblak bercerita bahwa sosok Buya adalah pengajar yang sangat kharismatik dan disegani. “Ketika ingat kalau Buya akan mengajar dan masuk kelas, tidak ada satupun murid di kelas yang bersuara. Kelas menjadi hening, padahal Buya belum masuk kelas. Baru mendengar namanya saja, kelas sudah menjadi sunyi seketika”, papar alumni yang menyatakan nyantri di Seblak pada periode 1978 hingga 1984.

Kini Mambaul Hikam dan Madrasah Al-Hikam diasuh oleh anak-anak Buya Zubaidi, antara lain KH M Irfan, S.Ag., MHI. dan Kiai A Izzuddin, SHI., MHI.

Sementara itu, KH Marhusin Arsy, salah seorang alumni asal Ciganjur Jakarta Selatan dalam sambutannya mengingatkan para santri agar melihat penerus Buya sama seperti Buya saat hidup.

“Meski Buya sudah tiada, penerus beliau adalah satu silsilah ilmu dengan beliau. Jadi sama saja. Apalagi kita yakin bahwa guru yang tiada tetap akan mendoakan santri-santrinya. Jadi, jangan lupa untuk tetap terus berdoa untuk guru kita,” pesan Kiai Marhusin.

Acara haul tersebut, kebanyakan dihadiri oleh para alumni dari wilayah Jakarta dan sekitarnya, antara lain Wawan Saifuddin (Ciganjur), Andi Syafroni (Ciputat) yang juga dosen di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Bahtsul Masail, Pendidikan Shautus Salam

Kader Muslimat NU Pimpin GOW Brebes

Brebes, Shautus Salam. Wakil Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Brebes, Jawa Tengah Hj Aqilatul Munawaroh memimpin Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Brebes periode 2016-2018. Bersama pengurus lainnya, dia dilantik Bupati Brebes Hj Idza Priyanti bertepatan dengan Hari Kartini 21 April lalu di Pendopo Bupati Brebes.

Dalam programnya, ia bertekad akan membawa perempuan Brebes semakin beradab dan berkualitas dan tidak gampang menyerah dalam menghadapi tantangan jaman. “Perempuan itu, memiliki kekuatan yang luar biasa. Hanya saja penampilannya halus dan lembut sehingga tidak kentara,” kata mantan anggota DPRD Jawa Tengah 1992-1999 saat ditemui di Kantor GOW Jalan Ahmad Yani Brebes, Jumat (29/4).

Kader Muslimat NU Pimpin GOW Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Pimpin GOW Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Pimpin GOW Brebes

Dan wanita akan menjadi lebih kuat, kata alumni Magister Pendidikan UNNES Semarang ini, setelah organisasi-organisasi wanita ini terhimpun dalam GOW. Dan kekuatan tersebut akan disinergikan dengan Pemerintah Kabupaten Brebes dalam melaksanakan program-programnya. Sehingga akan menjadi kekuatan pembangunan yang luar biasa.

Shautus Salam

Sebagaimana kodratnya, kalau wanita itu pada dasarnya adalah tiang negara. Kalau wanitanya kuat maka Negara akan kuat, begitu pula sebaliknya. “Ormas wanita yang tergabung dalam GOW Kabupaten Brebes harus menjadi pilar penyangga pembangunan Brebes,” kata wanita kelahiran Brebes 03 September 1965 ini.

Shautus Salam

Peraih penghargaan Women International Award 1999 Kharisma Indonesia ini juga akan menguatkan kelembagaan dan melengkapi berbagai sarana dan prasarana gedung GOW agar lebih representatif.

Memimpin sebuah organisasi, bukan barang baru bagi Aqilah. Ia  pernah menjabat Ketua IPPNU Purwokerto (1984-1987), Ketua PMII Purwokerto (1984-1989), Ketua Fatayat NU Purwokerto (1987-1990), Ketua PC Muslimat NU Brebes.

Aqilah dibantu sekretaris GOW yang diemban Hj Muticho dan Bendahara dipercayakan kepada Hj Kristianti, serta dilengkapi dengan seksi Organisasi, Pendidikan dan Kebudayaan, Kesejahteraan Sosial, Humas, Usaha dan Ekonomi.

Pengurus dilantik Bupati Brebes dengan mengucapkan ikrar pengurus. Dalam sambutannya Hj Idza Priyanti mengajak kepada seluruh pengurus GOW untuk bersama-sama membangun Brebes. Karena pembangunan tidak hanya fisik tetapi juga nonfisik.

Seperti pembangunan sumber daya wanita juga menjadi perhatian penuh dari Pemkab Brebes. Tiada lain untuk meningkatkan derajat kaum hawa, termasuk peningkatan ilmu pengetahuan, ekonomi keluarga, dan juga keharmonisan keluarga. Pendidikan prakeluarga, keluarga, pendidikan anak-anak sebagai tunas bangsa, juga mendapatkan perhatian. Sehingga perempuan memiliki daya saing yang tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Saat ini kita telah dihadapkan pada MEA, yang tentunya perlu daya saing yang tinggi dari kaum Ibu, sebagai penjaga kualitas keluarga,” tandas Idza. (wasdiun/abdullah alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, AlaNu Shautus Salam

Jumat, 17 November 2017

Aktivis PMII Kudus Tolak Kenaikan BBM

Kudus, Shautus Salam. Puluhan aktivis PMII bersama BEM Psikologi, FKIP dan Ekonomi Universitas Muria Kudus, mengadakan aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa dan Rakyat Menggugat (Geram Menggugat) ini melakukan long march dari alun-alun hingga Gedung DPRD Kudus, Jumat (21/11) pagi.

Sepanjang jalan yang dilalui, mereka meneriakkan yel-yel penolakan serta membagikan selebaran pernyatan sikap. Mereka membentangkan beberapa poster di antaraya "BBM naik, rakyat menjerit".

Aktivis PMII Kudus Tolak Kenaikan BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis PMII Kudus Tolak Kenaikan BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis PMII Kudus Tolak Kenaikan BBM

Dalam pernyataan sikapnya, mereka menyuarakan tiga tuntutan yakni menolak kenaikan BBM, laksanakan trisakti, dan laksanakan pasal 33 UUD. Mereka menilai presiden Jokowi telah menodai kepercayaan masyarakat soal keberpihakannya kepada wong cilik.

Shautus Salam

Dalam pembentukan kabinet kerja, menurut mereka, sudah mulai terindikasi terdapat beberapa menteri yang disebut bermasalah. Ini artinya selama ini jokowi telah tunduk kepada para pemodal baik asing maupun nasional daripada memikirkan rakyat.

Shautus Salam

"Pengkhianatan Jokowi di awal pemerintahan seolah menegaskan pada dunia, inilah Indonesia, silakan tuan-tuan pemodal asing untuk mengeruk dan menguras sumber daya alam kami. Kalian bisa membayar upah murah pada buruh-buruh kami yang sangat banyak," kata Ketua PMII Kudus Malik membacakan pernyataan sikapnya.

"Kami mempunyai peran penting dalam mengantar Jokowi menjadi presiden. Ia tidak boleh seenaknya. Jokowi harus ingat, ia menjadi presiden didukung oleh banyak kalangan wong cilik," tegas Malik yang juga mahasiswa UMK.

Malik mengingatkan kembali dan mengawal pemerintahan ini agar selalu berpihak pada wong cilik. Ia mengajak menyelamatkan Jokowi agar tidak terlena dan tunduk para pemodal asing dan neoliberalisme.

Selama aksi, puluhan petugas kepolisian mengamankan dan mengatur jalan sehingga tetap tertib, tidak menimbulkan kemacetan. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, AlaNu Shautus Salam

Rabu, 15 November 2017

Muslimat NU Jakarta Pinta Kader Kawal Aswaja dan NKRI

Jakarta, Shautus Salam - Pimpinan Wilayah Muslimat NU DKI Jakarta memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-71 Muslimat NU di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Kamis (11/5). Kegiatan bertema “Satukan Langkah Membangun Negara Menjaga NKRI” ini dihadiri ratusan kader Muslimat NU se-Jakarta.

Ketua PW Muslimat NU Jakarta Hj Hisbiyah Rochim pada sambutannya meminta kepada kader Muslimat NU Jakarta agar terus mengawal NKRI dan program-program NU.

Muslimat NU Jakarta Pinta Kader Kawal Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jakarta Pinta Kader Kawal Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jakarta Pinta Kader Kawal Aswaja dan NKRI

“NU, sejak dulu, sebelum Indonesia merdeka sampai merdeka, bahwa KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Sansoeri telah berjuang mati-matian membela NKRI. Bagi NU, NKRI harga mati!” ujar Hj Hisbiyah.

Shautus Salam

Ia juga meminta kepada kader Muslimat NU DKI supaya terus mengawal dan mendengungkan tradisi keagamaan NU, seperti tahlil, marhabanan dan lain-lain.

“Tugas kita mengawal Ahlussunnah wal Jama’ah,” kata Hj Hisbiyah.

Shautus Salam

Pada peringatan Harlah ini juga diisi dengan MoU budidaya cabai antara PW Muslimat NU Jakarta dengan Badan Teknologi Pertanian Jakarta.

Pada Harlah tersebut, hadir pengurus PP Muslimat NU Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, Sekretaris PW Muslimat NU DKI Jakarta Yayah Ruhyati dan segenap pengurus PW Muslimat NU DKI Jakarta.(Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Amalan, Ulama Shautus Salam

Selasa, 14 November 2017

Muhammadiyah dan Berbagai Perwakilan Ormas Hadir dalam Sidang Itsbat

Jakarta, Shautus Salam. Sesaat setelah kumandang adzan Maghrib, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memasuki ruangan sidang itsbat di Kantor Kementerian Agama Jalan Thamrin Jakarta Pusat, Ahad (5/6).

Muhammadiyah dan Berbagai Perwakilan Ormas Hadir dalam Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhammadiyah dan Berbagai Perwakilan Ormas Hadir dalam Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhammadiyah dan Berbagai Perwakilan Ormas Hadir dalam Sidang Itsbat

Jalan beriringan dengan Ketua Umum MUI Pusat KH Ma ruf Amin, Menag ditunggu berbagai perwakilan Ormas dan Dubes negara sahabat yang telah siap mengikuti sidang.

Dari Muhammadiyah, hadir Anggota Majelis Trjih dan Tajdid Marifat Amin. Dari Nahdlatul Ulama (NU) hadir Ketua PBNU KH Zakky Mubarok dan Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ghazali Masroeri, serta perwakilan ormas Islam lain di Indonesia.

"Menjelang Maghrib tadi Cecep Nurwandaya dari Badan Rukyat dan Hisab Kemenag sekaligus Petugas Planetarium dan Observatorium Jakarta. Dia tidak hanya mengamati Hilal di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia," ujar Menag sebelum membuka sidang itsbat.

"Kemenag telah mengamati Hilal dari 93 titik dari Sabang sampai Merauke," imbuh Menag, pintu sidang pun ditutup karena tertutup untuk umum.?

Shautus Salam

Sampai berita ini diturunkan, sidang Istbat penetapan 1 Ramadhan 1437 H masih berlangsung. (Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Nasional Shautus Salam

Kamis, 09 November 2017

Pendidikan Anti Korupsi Akan Disisipkan dalam Materi Pelajaran Madrasah

Jakarta, Shautus Salam. Direktorat Pendidikan Madrasah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan pertemuan guna membahas kurikulum Pendidikan Anti Korupsi (PAK) di Madrasah/Sekolah.

Direktur Pendidikan Madrasah, Nur Kholis Setiawan mengatakan bahwa tujuan pertemuan tersebut guna memantapkan langkah implementasi PAK dalam dunia pendidikan. Sejatinya, Nur Kholis menjelaskan, bahwa Kemenag, Kemendikbud serta KPK sendiri tidak berangkat dari titik nol dalam hal implementasi PAK.

Pendidikan Anti Korupsi Akan Disisipkan dalam Materi Pelajaran Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Anti Korupsi Akan Disisipkan dalam Materi Pelajaran Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Anti Korupsi Akan Disisipkan dalam Materi Pelajaran Madrasah

"Cuma belum tersinergikan dengan baik. Misal di Kemenag, ada lima budaya kerja, di Dikbud ada tunas-tunas integritas," katanya, Kamis (12/11/15) di Jakarta seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Dia berharap, dalam forum pertemuan tersebut bisa dicarikan bagaimana cara terbaik dalam menyampaikan materi kepada peserta didik dalam hal ini siswa yang berada di pendidikan dari jenjang Taman Kanak-kanak/Raudlatul Athfal (TK/RA) hingga Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA).?

Shautus Salam

"Saya yakin pertemuan ini tinggal mengerucutkan bagaimana cara fun dan menarik dan efektif untuk menyampaikan pesan ke peserta didik," ujarnya.

Shautus Salam

Dengan mengemban 76551 lembaga dengan 9,2 juta siswa tanggung jawab untuk mendesiminasikan nilai-nilai PAK butuh kerjasama agar target dan pesan mengenai PAK tercapai.

"Dalam forum ini saya mengusulkan bahwa PAK ini bukan mata pelajaran baru, kami (ingin) menghindari itu. Kasihan peserta didik. Karena kalau semua diakomodir (menjadi mata pelajaran), maka tidak akan menjadikan pintar, tapi kopyor," paparnya.

Untuk itu, Nur Kholis menjelaskan bahwa caranya ialah dengan menginjeksikan nilai-nilai PAK ke mata pelajaran seperti Akidah Akhlak, Al-Qur`an Hadits, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab.

"Disitulah kami sisipkan pendidikan anti korupsi," tukas Direktur.

Sebelumnya, delegasi KPK dari Deputi Pencegahan, Bidang Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Sandi Justiana mengatakan bahwa dalam forum tersebut tercapai kesepakatan nilai-nilai yang menjadi acuan serta indikator dalam pengukuran PAK.

"Juga bagaimana implementasi nilai-nilai tersebut di sekolah/madrasah," kata Sandi.

Selain mempersiapkan bahan menjelang Hari Anti Korupsi, Sandi juga berharap pada tahun depan terjadi kolaborasi yang mapan antara Kemenag, Kemendikbud serta KPK serta terjalin garis koordinasi dalam menyebarkan PAK ke seluruh tanah air.

"Tidak ada sekolah yang sering mendapatkan intervensi dari pusat," pungkasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Amalan Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock