Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Gelar Agenda Perdana

Yogyakarta, Shautus Salam. Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Yogyakarta menyelenggarakan shalawatan, zikir dan doa bersama ? di Masjid Sultoni, Komplek Kepatihan Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Jumat, 28 April 2017 pukul 20.00-22.00 WIB.

Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Gelar Agenda Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Gelar Agenda Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus Gelar Agenda Perdana

Wakil Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Yogyakarta yang juga sekaligus sebagai Ketua Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus, yakni H. Nunuk Ridjodjo Adi mengatakan bahwasannya kegiatan ini merupakan agenda perdana yang diselenggarakan Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus. Mulai saat ini dan ke depannya kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 28 pada tiap bulannya.

"Agenda ini merupakan kegiatan perdana Majelis Shalawatan Muhyin Nufuus. Bulan depan dan seterusnya kita akan selenggarakan pada tanggal 28. Informasi ini sekaligus jadi undangan agar seluruh hadirin dapat hadir kembali pada bulan berikutnya. Jangan lupa ajak semua warga yang belum berkesempatan hadir pada saat ini," beber Nunuk Ridjodjo Adi usai acara majelis shalawatan berakhir sembari para hadirin mencicipi kudapan ringan dan makanan yang disediakan panitia.?

Salah satu pengurus Lazisnu Kota Yogyakarta M. Jamil yang juga ikut hadir dalam acara itu merasa senang dan bangga menjadi bagian dari majelis itu.

"Saya senang mengikuti acara ini, suasana hati menjadi tentram. Akan sangat bagus lagi apabila seluruh masjid di kota Yogyakarta diselenggarakan dan dihidupkan dengan acara seperti ini. Acara semacam ini merupakan agenda wajib warga NU yang bersendikan paham Ahlusunnah wal Jamaah. Dengan adanya kegiatan seperti ini mampu menghalau paham-pahan masyarakat yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45," cetus M. Jamil.?

Shautus Salam

Kurang lebih 100 orang masyarakat yang hadir memadati Masjid Sultoni. Hadir juga dalam kegiatan tersebut diantaranya, ketua Wirausaha Muda Kota Yogyakarta Rochmad, pengurus LP Maarif Kabupaten Gunung Kidul Arif Kusnadi, Banser Kota Yogyakarta Dawam. Red: Mukafi Niam

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, IMNU Shautus Salam

Jumat, 26 Januari 2018

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Yogyakarta, Shautus Salam - Pimpinan Cabang IPNU dan IPNU Kota Yogyakarta melangsungkan konferensi cabang di kompleks Pesantren Al-Munawir Krapyak pada Sabtu-Ahad (26-27/3). Pengurus baru organisasi pelajar NU ini bertekad untuk menghidupkan anak cabang di kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta.

Kasi Pembinaan Kepemudaan Kesbang Kota Yogyakarta Husni Eko Prabowo yang turut hadir menyampaikan bahwa IPNU dan IPPNU adalah mitra bagi Pemkot Yogyakarta terutama dalam merespon permasalahan di tingkatan pemuda seperti narkoba dan ancaman ideologi yang mengarah kepada terorisme.

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Konfercab kali ini mengusung tema Hompimpa Alaium Gambreng yang merujuk pada jargon permainan tradisional anak-anak yang kini mulai terlupakan. “Ada filosofi dari permainan ini bahwa pasti ada yang kalah dan menang dalam persaingan, tetapi yang penting adalah bagaimana semua bisa rela legowo dan menerima keputusan bersama siapa yang nantinya memimpin organisasi,” kata Ketua panitia konferensi Saiful Al-Ayyubi.

Tema ini juga megingatkan para kandidat ketua pimpinan cabang untuk senantiasa bersikap adil dan legowo dalam menyikapi suksesi kepemimpinan organisasi. Forum ini memilih Shofwan Hadi sebagai Ketua IPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Sidang pemilihan dipimpin oleh Ketua IPNU DI Yogyakarta Nova Andriyanto.

Shautus Salam

Shofwan berencana untuk fokus pada pembenahan kaderisasi dan struktur. Ia menekankan rencananya pada pembentukan struktur Pimpinan Anak Cabang IPNU di tingkat kecamatan di Kotamadya Yogyakarta dan memperluas jejaring kepada pelajar-pelajar di sekolah umum.

“Ukuran keberhasilan organisasi adalah bagaimana struktur bekerja, maka pembentukan PAC harus jadi target utama IPNU-IPPNU ke depan,” ujar Shofwan.

Shautus Salam

Sementara Konferensi IPPNU mengamanahkan Wardatul Miskiyah sebagai Ketua IPPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Wardatul ditunjuk dalam musayawarah oleh peserta konferensi.

“Konfercab ini adalah momentum mengisi ulang energi bagi semua kader IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta untuk melanjutkan perjuangan dan pencapaian yang belum tercapai. Semoga Ketua terpilih IPNU-IPPNU bisa mengemban amanah sebaik-baiknya,” kata Lutfi Ainun Najib, Ketua demisioner IPNU Kota Yogyakarta. (Rifki Fairuz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Anti Hoax, Pesantren Shautus Salam

Kamis, 25 Januari 2018

Ada Pejabat Negara Gabung HTI? Mahfud MD: Layak Dicopot

Jakarta, Shautus Salam. Keputusan Pemerintah RI membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) awal Mei 2017 lalu tidak lantas menghilangkan ideologi mereka yang selama ini telah tersebar dan tertanam pada diri generasi muda serta berbagai kalangan.

Terkait dengan pejabat negara yang terbukti mengikuti ideologi HTI, Guru Besar Hukum Tata Negara Moh. Mahfud MD menyatakan bahwa oknum tersebut layak untuk dicopot dari jabatannya.

Ada Pejabat Negara Gabung HTI? Mahfud MD: Layak Dicopot (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Pejabat Negara Gabung HTI? Mahfud MD: Layak Dicopot (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Pejabat Negara Gabung HTI? Mahfud MD: Layak Dicopot

“Seharusnya tidak boleh (ikut ideologi HTI, red) kecuali ikut pengajian-pengajiannya. Tetapi kalau ideologinya tidak boleh. Seharusnya mereka dicopot karena sudah tidak sesuai lagi dengan syarat menjadi pejabat, yaitu setia kepada Pancasila dan UUD,” tegas Mahfud, Rabu (7/6) di Jakarta.

? ?

Shautus Salam

Kalau dengan sadar dia mendukung khilafah yang diperjuangakn HTI, lanjut Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2013 ini, berarti dia tidak setia pada Pancasila dan UUD.?

“Kalau ada pejabat kayak gitu, mundur saja,” tukasnya.

Shautus Salam

Mahfud menilai, warga boleh beda pilihan politik dalam kehidupan sehari-hari, tetapi kalau ada yang merongrong negara dan ingin mengganti Pancasila pemerintah harus tegas dan rakyat harus mendukung pemerintah untuk menindak, karena itu berbahaya.

Dimintai keterangan terkait dengan Advokat yang siap bela HTI, Mahfud menjelaskan, hal itu dipersilakan sebagai bagian dari hak berkonstitusi. Menurutnya, advokat tersebut tidak mungkin membela ideologinya.?

“Paling dia akan mengatakan HTI itu tidak ingin mengganti Pancasila. Nah, tinggal buktikan,” terangnya.

Tetapi kalau tidak ingin mengubah Pancasila, berarti sudah tidak ada HTI-nya. Advokat tidak akan berani mengatakan bahwa HTI memang ingin mengganti Pancasila.?

“Advokat itu menyamarkan hal yang sudah jelas. Ditafsir-tafsirkan bahwa HTI tidak anti Pancasila,” tutur Mahfud. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax Shautus Salam

Kamis, 18 Januari 2018

Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako

Brebes, Shautus Salam - Anggota Jamiyah Khoerunisa Masjid Jami Baitul Ikhwan Griya Limbangan Indah (Grilind), Kelurahan Limbangan Wetan Kabupaten Brebes membagikan 200 paket sembako. Paket sembako diberikan kepada para pembantu rumah tangga sebagai bukti kasih sayang kepada sesama. Pembagian paket di akhir Ramadhan guna meringankan beban hidup menjelang Hari Raya 1438 H.

“Semoga bermanfaat ya, Bibi,” ujar Ketua Jamiyah Khoerunisa Hj Gusti Purwaningrum Endaryadi kepada salah seorang penerima santunan di Masjid Baitul Ikhwan, Minggu (18/6).

Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako

Gusti menjelaskan, pemberian paket sembako sudah dilakukan beberapa tahun terakhir setelah digalakan gerakan infak subuh.

Para penerima sebelumnya telah mendapatkan kupon dari panitia untuk ditukarkan paket sembako gratis yang terdiri atas beras, minyak, teh, gula, dan mie instan.

Shautus Salam

Jamiyah yang beranggotakan 150 ibu-ibu itu, sebelumnya melakukan anjangsana ke panti asuhan Putra Muslimat Kauman, Panti Asuhan Darul Abror Pasarbatang dan Panti Asuhan Muhammadiyah Pasarbatang.

Dalam kesempatan tersebut juga digelar bazar ramadhan, bersih-bersih masjid dan pengajian.

Shautus Salam

Pengajian disampaikan ustadz Dorojatun dari Tegal. Dalam tausiyahnya, Dorojatun mengajak kepada para Ibu untuk menempatkan harta kekayaan di tangan saja. Jangan sampai dimasukan ke dalam hati.

Kalau harta di tangan, maka harus dilepaskan berbagi dengan sesama terutama kepada kaum dhuafa. Jangan sampai harta dimasukan ke dalam hati karena bisa merusak hati dan ketika harus dilepaskan akan terasa sakit. “Kalau harta sudah bersemayam ke dalam hati maka, jadi orang kikir, tidak mau berderma,” ungkitnya.

“Jadikan akhirat tujuan kita, boleh saja rekening bank banyak, tetapi untuk pembiayaan jalan menuju akhirat, termasuk mobil dan rumah mewah untuk mendukung ibadah. Serta perhatikanlah anak yatim dan kaum dhuafa.

Ketua Takmir Masjid Baitul Ikhwan H Suhaemi mengaku bangga dengan kegiatan ibu-ibu anggota jamiyah termasuk dengan kreativitas kegiatannya. Termasuk kegiatan infak subuh merupakan ide dari para ibu-ibu jamiyah.

Suhaemi mengajak jamaah masjid untuk terus menjalin silaturahmi dan rajin berinfak. “Infakanlah sebagian dari rezekimu yang telah Allah berikan sebelum datang di mana tiada lagi pertolongan dari saudara atau pun kawan,” kata Suhaemi seraya menyitir ayat Al-Quran. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Syariah, Anti Hoax Shautus Salam

Rabu, 17 Januari 2018

Khutbah Jumat Menyambut Hari Ibu 22 Desember

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Khutbah Jumat Menyambut Hari Ibu 22 Desember (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Jumat Menyambut Hari Ibu 22 Desember (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Jumat Menyambut Hari Ibu 22 Desember

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Shautus Salam

Shautus Salam

Setiap tahun pada bulan Desember ada satu hari yang disebut Hari Ibu.? Hampir setiap negara di dunia ini memiliki Hari Ibu yang peringatannya dilaksanakan pada hari yang berbeda satu sama lain. Di Indonesia Hari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember. Di negara-negera Eropa dan Amerika, peringatan Hari Ibu jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei. Sementara di negara-negara Arab, seperti, Mesir, Iraq,? Saudi Arabia, dan sebagainya? Hari Ibu jatuh pada tanggal 21 Maret.

Dari data tersebut, dapat kita ketahui bahwa di setiap budaya atau bangsa, seorang ibu diakui memiliki peran sangat penting dalam hidup ini. Adanya peringatan Hari Ibu di seluruh dunia menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk mengakui sekaligus? menghargai jasa-jasa ibu. Jauh sebelum dunia menetapkan perlunya peringatan Hari Ibu, Rasulullah SAW? telah meletakkan dasar-dasar teologis bahwa seorang ibu diakui sangat mulia sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatakan dari Anas bin Malik RA:

? ? ? ?

“Surga itu di bawah telapak kaki ibu.”

Hadits tersebut menegaskan bahwa seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia hingga seolah-olah surga yang begitu indah dan agung saja tidak lebih tingggi daripada seorang ibu karena diibaratkan berada di bawah telapak kakinya. Kita semua tahu bahwa telapak kaki adalah bagian paling bawah atau rendah dari organ manusia. Namun maksud hadits ini adalah bahwa? tidak mungkin seorang anak bisa masuk surga tanpa ketundukan kepada seorang ibu.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Rasulullah SAW mengisyaratkan agar bakti kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abi Hurairah RA:

? ? ? ? ? ? ? : ? ? : ? ? ? ? : ? ? : ? ? ? ? : ? ? : ? ? ? ? : ?

“Suatu hari datanglah seorang laki-laki kepada Rasulillah SAW. Orang itu? bertanya kepada Rasulullah, siapakah di antara manusia yang paling berhak kami sikapi dengan baik. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu bertanya lagi, siapa lagi setelah itu. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu? bertanya lagi,? siapa lagi setelah itu. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu? bertanya lagi. Nabi kemudian menjawab, kemudian ayahmu."

Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa perbandingan bakti kita kepada ibu dan ayah adalah 3 : 1 atau 75 persen : 25 persen. Pertanyaan yang muncul kemudian, atas dasar apa Rasulullah SAW mengisyaratakan perbandingan seperti itu. Pertanyaan ini dapat kita temukan jawabannya? dalam surat Luqman, ayat 14, dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dan kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada ibu-bapa; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan susah payah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada ibu-bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kembalimu.”

Dari ayat di atas, dapat kita ketahui bahwa dalam kaitannya dengan proses kejadian dan kelahiran manusia ke bumi ini, terdapat 4 fase penting. Fase pertama adalah fase yang melibatkan partisipasi dari? ayah dan ibu dimana peran ayah sangat menentukan. Dalam fase ini, sel telur sang ibu tidak mungkin terbuahi tanpa pertemuannya dengan seperrma sang ayah. Dengan kata lain tugas alamiah seorang laki-laki atau ayah adalah membuahi sel telur perempuan atau ibu sehingga terjadi kehamilan yang bentuk awalnya berupa gumpalan darah yang? dalam Al Qur’an, Surat ke 96, ayat 2? disebut sebagai ‘alaq sebagaimana ayat berikut:? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ?

“Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”

Ayat di atas menegaskan bahwa proses awal terjadinya manusia adalah gumpalan darah. Hanya pada fase awal inilah seorang laki-laki memainkan peran alamiah satu-satunya? yang tidak mungkin digantikan oleh perempuan karena sel telur hanya bisa dibuahi oleh sperma. Maka bisa dimengerti? bakti seorang anak kepada ayah dibadingkan dengan ibu adalah 1 : 3 karena dalam 3 proses berikutnya seorang ayah sudah tidak terlibat lagi. Masing-masing dari ketiga proses ini sepenuhnya dilakukan oleh ibu dengan susah payah dan penuh risiko. Hal ini berbeda sama sekali dengan proses awal atau fase pertama yang penuh dengan kenikmatan tanpa risiko berarti.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Setelah selesainya proses pertama, yakni pembuahan sel telur oleh sperma, maka proses berikutnya atau kedua adalah kehamilan. Dalam proses ini, seorang ibu harus mengandung si janin dalam kandungan selama rata-rata 9 bulan. Selama 9 bulan ini, tidak ada partisipasi ayah sama sekali karena organ laki-laki memang tidak dirancang untuk bisa mengandung seorang bayi. Hingga kini pun tidak ada teknologi yang bisa membuat laki-laki berpartisipasi atau mengambil alih tugas mengandung. Bayi tabung pun juga tidak bisa dikembangkan dalam organ laki-laki karena faktanya? laki-laki memang tidak memiliki rahim.

Dalam fase mengandung ini, seorang ibu mengalami kesusahan demi kesusahan yang didalam Al Qur’an digambarkan sebagai ? ? ? , yakni keadaan susah payah dan lemah yang dari hari ke hari bukannya makin ringan tetapi makin berat.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Setelah proses kedua selesai, disusul proses ketiga yang merupakan puncak dari proses kehamilan, yakni proses melahirkan. Lagi-lagi dalam proses melahirkan ini tidak ada keterlibatkan seorang ayah. Seorang ibu harus berjuang sendiri untuk bisa melahirkan dengan selamat, baik selamat bagi dirinya sendiri maupun bayi yang dilahirkannya.? Tugas ini ber-risiko tinggi karena secara langsung berkaitan dengan keselamatan jiwa. Tentunya telah sering kita dengar beberapa perempuan meninggal saat melahirkan. Dalam proses melahirkan ini, sang ayah? juga tidak bisa berbuat banyak untuk meringankan beban sang ibu. Seringkali terjadi, sang ayah? tak sanggup dan tak tega menyaksikan sang ibu sedang berjuang melahirkan karena penderitaan yang dialaminya sangat berat dengan nyawa sebagai taruhannya. Seringkali pula, sang ayah hanya bisa menangis penuh kekhawatiran sambil berdoa mudah-mudahan? sang ibu bisa melahirkan dengan selamat.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Setelah proses ketiga selesai, disusul proses keempat, yakni menyusui. Dalam proses menyusui ini, sang ibu harus berhati-hati dan selalu menjaga diri sebaik mungkin karena apa yang terjadi pada dirinya bisa berdampak langsung pada si bayi. Sang ibu harus sanggup berjaga menahan kantuk, baik siang maupun malam. Ketika si bayi haus dan lapar dan membutuhkan ASI, seorang ibu harus selalu siap memberikannya. Dalam tugas ini, sang ayah juga tidak bisa berbuat banyak untuk meringankan beban sang ibu. Berbagai resiko, baik fisik maupun non-fisik pun, juga sering dihadapi para ibu yang sedang menyusui.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Al-Qur’an memberitakan masa menyusui adalah dua tahun sebagaimana bunyi ayat:

? ? ?

“Dan menyapihnya dalam usia dua tahun.”

Masa dua tahun menyusui dengan ASI adalah ideal terutama bagi ibu-ibu yang memang memiliki kesempatan untuk itu. Tetapi bagi mereka yang memiliki masalah tertentu, maka setidaknya selama 6 bulan pertama dapat mengusahakannya sebab selama itu ASI bersifat eksklusif.? Ini merupakan standar? internasional yang didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi daya tahan hidup bayi, pertumbuhan, dan perkembangannya. ASI memberi semua energi dan gizi yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama hidupnya. Pemberian ASI eksklusif mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan berbagai penyakit yang umum menimpa anak-anak seperti diare dan radang paru, serta mempercepat pemulihan bila sakit dan membantu menjarangkan kelahiran.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Mengingat beratnya tugas ibu, yakni tiga hal penting yang terdiri dari: mengandung, melahirkan dan menyusui, maka bisa dimengerti mengapa? Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan agar hormat dan bakti kepada ibu lebih besar daripada kepada ayah. Sebagaimana saya uraikan di atas, perbandingannya adalah 3 : 1. Perbandingan ini masuk akal dan adil.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?:? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) SurakartaDari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Halaqoh, Anti Hoax Shautus Salam

Minggu, 31 Desember 2017

Muskerwil PWNU Jatim Bakal Digelar di Tambakberas

Jombang, Shautus Salam. Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Nahdlatul Ulama Jawa Timur, positif disepakatai akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang pada Selasa-Kamis (25-27/2). 

Keputusan itu diambil setelah perwakilan PWNU Jawa Timur bertemu dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Majelis Pengasuh dan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum pada hari ini, Sabtu (18/1).

Muskerwil PWNU Jatim Bakal Digelar di Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
Muskerwil PWNU Jatim Bakal Digelar di Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

Muskerwil PWNU Jatim Bakal Digelar di Tambakberas

Pertemuan yang diselenggarakan di Kantor Yayasan PPBU teresebut dihadiri oleh Prof. Dr. Ach Muzakki, Sekretaris PWNU Jatim, H. Shidiq AR, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Abdul Nashir Fattah, Rais Syuriah PCNU Jombang, Dr. KH Isrofil Amar, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, KH Hasib Wahab, Ketua Majelis Pengasuh PPBU dan KH M Irfan Sholeh, Ketua Yayasan PPBU, serta jajaran PWNU Jatim, PCNU Jombang dan pengurus Yayasan PPBU Tambakberas.

Dalam kesempatan tersebut, KH Irfan Sholeh, dalam sambutan selamat datangnya menyatakan dengan tegas bahwa, Pondok Pesantren Bahrul Ulum begitu mendengar akan dijadikan tempat Muskerwil NU Jatim, langsung mengadakan rapat singkat dan menyatakan siap. 

“Begitu kami mendengar Bahrul Ulum akan dijadikan tempat Muskerwil NU, kami 1000 persen siap menerima amanah tersebut. Karena sejak awal, Pondok Pesantren Bahrul Ulum selalu menopang dan siap berjuang untuk Nahdlatul Ulama”, kata Kiyai Irfan.

Shautus Salam

Sedangkan menurut Dr. Ach Muzakki, pemilihan Pondok Pesantren Bahrul Ulum sebagai tempat Muskerwil berdasarkan hasil rapat gabungan Syuriah dan Tanfidziyah PWNU Jatim. 

“Semula tempat Muskerwil akan dilakukan di Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo, tetapi karena pada event sebelumnya, yaitu Konferwil (Konferensi Wilayah, red) tidak jadi diadakan di Tambakberas, maka pada Muskerwil kali ini disepakati di Jombang, dalam hal ini di Tambkaberas”, terang pria mantan Ketua LP Maarif NU Jatim ini.

Di akhir pertemuan di sepakati, PCNU Jombang bersama dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum akan menyusun organizing commitee (OC) dan menyusun kebutuhan-kebutuhan Muskerwil, selanjutnya akan bertemu dengan PWNU Jatim pada tanggal 27 Januari 2014. (Muslimin Abdila/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Pertandingan, Anti Hoax Shautus Salam

Selasa, 05 Desember 2017

Muslim Belgia Berpuasa 19 Jam Lamanya

Brussel, Shautus Salam?

Bagaimanakah rasanya menjalani ibadah puasa di negera minoritas Islam seperti Belgia? Tentu jauh berbeda dengan yang biasa kita alami di Indonesia. Ibadah puasa di Belgia harus dijalani hingga 19 jam lamanya. Hal ini terjadi karena bulan Ramadhan di Belgia saat ini bertepatan dengan musim panas, sehingga waktu siang lebih panjang dari pada waktu malam. Untuk itu sahur di Belgia dilakukan pada pukul 3 pagi, dan buka puasa baru bisa dilakukan pada pukul 10 malam. Sungguh puasa yang amat panjang.

Berpuasa saat musim panas di Belgia juga memiliki tantangan lainnya. Seperti cuaca yang panas yang membuat rasa haus lebih terasa dibandingkan pada musim lainnya. Selain itu, musim panas ini juga dijadikan kesempatan bagi warga Belgia untuk berjemur dengan berpakaian ala musim panas untuk dapat menikmati sinar matahari. Aurat tidak tertutup sempurna, sehingga pemandangan pun jadi terasa ‘panas’ menggoda. Itulah beberapa tantangan bagi kaum muslim di Belgia untuk berpuasa total, puasa makan dan minum sekaligus menjaga pandangan mata.

Muslim Belgia Berpuasa 19 Jam Lamanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Belgia Berpuasa 19 Jam Lamanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Belgia Berpuasa 19 Jam Lamanya

Suasana puasa Ramadhan di tanah air tentu sangat terasa. Berbagai macam kegiatan keagamaan dilaksanakan hampir di semua tempat-tempat ibadah. Termasuk juga di mal-mal dan tempat perbelanjaan. Tak lupa tanyangan-tayangan spesial Ramadhan selalu menghiasi layar kaca televisi. Gaung adzan tanda waktu berbuka puasa yang selalu dirindukan dapat dengan mudah dikumandangkan. Tentu suasana puasa Ramadhan tersebut tidak dapat dirasakan di negara minortas Islam seperti di Belgia.?

Namun berbagai tantangan tersebut tidak menyurutkan kaum Muslim untuk menjalani ibadah puasa Ramadhan. Tentu karena Ramadhan ini adalah bulan spesial, bulan penuh berkah. Maka kesempatan ibadah selama Ramadhan ini tidak disia-siakan. Justru tantangan tersebut dimaknai sebagai ujian keimananan dan ketaqwaan, demikian sebagaimana yang disampaikan oleh Nanang Suprayogi, alumni Pondok Gontor yang kini menjadi ketua Tanfidziah PCINU Belgia.

Kesempatan Ramadhan ini juga sekaligus digunakan sebagai momen untuk berdakwah di Belgia. Dakwah dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk saat berinteraksi dengan komunitas warga non muslim Belgia. Misalnya saja, saat ngobrol santai, kemudian dia menawarkan makan/minum, maka kami katakan bahwa kami kaum muslim sedang menjalani ibadah puasa. Kemudian mereka bertanya lebih lanjut tentang apa itu puasa, mengapa kita berpuasa, dan sebagainya. Nah kita jelaskan puasa yang kita jalani sesuai dengan ketentuan Islam.?

Shautus Salam

Mereka terkejut sekaligus salut kepada kaum Muslim yang dapat menjalani ibadah puasa hingga 19 jam lamanya. Semoga penjelasan kami tentang puasa dan beberapa ibadah lainnya dapat menjadi informasi baik buat mereka dalam melihat ajaran Islam. Selama ini berita yang mereka terima tentang Islam masih kurang utuh, karena kerap dikaitkan dengan tindakan terorisme. Mereka perlu mendapatkan informasi tentang Islam yang sesungguhnya, Islam yang Rahmatan lil alamin.

Selain itu, kepada sesama kaum Muslim, dakwah dilakukan dalam bentuk pengajian dan buka puasa bersama. Kegiatan ini dilakukan untuk lebih mengeratkan silaturahim sekaligus menambah ilmu dan pengetahuan tentang keislaman. Kesempatan pengajian dan buka puasa bersama ini dimanfaatkan bagi para hadirin untuk saling bertemu sapa dan menikmati sajian buka puasa.

Alhamdulillah kegiatan keagamaan ini juga mendapat dukungan di pihak KBRI Brussel. Bahkan pada hari pertama puasa, Bapak Duta Besar RI, Bapak Yuri Thamrin berkenan mengundang para kaum muslim Indonesia untuk berbuka puasa di kediamannya. Pada kesempatan itu hadir pula kaum Muslim yang berkewarganegaraan lain, seperti Maroko, Belanda dan Belgia, yang juga di undang oleh bapak Duta Besar. Acara buka puasa dilanjutkan dengan solat magrib berjamaah.

Shautus Salam

Selain itu, diadakan juga kegiatan pesantren Ramadhan bagi anak-anak dan remaja. Pesertanya ada anak Indonesia dan juga anak Belgia. Kegiatan pesantren Ramadhan ini dilaksanakan pada tanggal 3-4 Juni bertempat di Aula KBRI.?

Pada kesempatan itu, para santri belajar membaca al-Qur’an, sholat berjamaah, serta mendapatkan materi-materi keislaman yang tidak dapat mereka dapatkan di sekolahnya. Kegiatan pesantren ini dilakukan dengan kerjasama KBRI dan komunitas Keluarga Pengajian Muslimin Indonesia (KPMI) Belgia yang saat ini diketuai Bapak Lanang Seputro.

Ramadhan selalu membawa keberkahan, tentu kita semua berharap dapat menerima keberkahannya. Semoga semua amal ibadah Ramadhan kita diterima Allah Subhanahu wa ta’ala, taqabbalallahu minna wa minkum, siyaman wa syamakum. Salam hangat dari Belgia. (Nanang Suprayogi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Pahlawan Shautus Salam

Senin, 04 Desember 2017

IPNU-IPPNU Makassar Helat Pekan Olahraga dan Seni

Makassar, Shautus Salam

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Makassar menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dalam rangka memperingati hari lahir ke-63 IPNU dan hari lahir ke-62 Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU).

"Adapun agenda Porseni ini ada dua bidang (perlombaan), pertama olahraga dan (kedua) seni. Terdiri dari futsal, badminton, kaligrafi, dan mading 3D. Kami berharap semua peserta yang ikut serta dalam ajang Porseni ini terus menjaga sportivitas dan sebagai ajang Silaturrahim." Ungkap Sultan Ketua Penitia.

IPNU-IPPNU Makassar Helat Pekan Olahraga dan Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Makassar Helat Pekan Olahraga dan Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Makassar Helat Pekan Olahraga dan Seni

Pengurus IPNU dan IPPNU Kota Makassar berharap, perlombaan digelar di Bosowa Sport Center, Jalan Tekeumar raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/2) sore itu dapat mempererat tali silaturahim para pelajar di Makassar.

Shautus Salam

Fauziya selaku Sekertaris PC IPPNU Kota Makassar mengatakan, Porseni dalam rangka hari jadi ke-63 tahun IPNU melibatkan unsur Pimpinan Komisariat (PK), Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Anak Cabang (PAC), serta Pimpinan Cabang dan para pelajar yang ada di Kota Makassar.

Porseni kali ini juga mendapat apresiasi dari pengurus PCNU setempat. Festival kali ini dinilai menjadi penanda akan bangkitnya semangat para kader muda NU. "Baru kali ini kami melihat lagi semangat kader muda NU melakukan sebuah kegiatan besar yang tentunya menjadi semangat dan menjaga keutuhan NKRI,” kata Ustadz Usman Azis dari PCNU Kota Makassar mengomentari acara tersebut. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)



Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax Shautus Salam

Sabtu, 02 Desember 2017

PCINU AS-Kanada Kenalkan Islam Damai

Jakarta, Shautus Salam. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Amerika Serikat-Kanada (PCINU-ASK) mengemban misi memperkenalkan Islam yang berwajah damai dan toleran kepada dunia internasional pada umumnya, khususnya Amerika.

PCINU AS-Kanada Kenalkan Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU AS-Kanada Kenalkan Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU AS-Kanada Kenalkan Islam Damai

Demikian disampaikan Sekretaris Tanfidziyah PCINU-ASK Etin Anwar dalam surat elektronik yang diterima Shautus Salam.

Setelah PBNU meneken Surat Keputusan (SK) pembentukan PCINU-ASK), pengurus segera melakukan sejumlah program penting, antara lain, mengusahakan legalitas PCINU-ASK sebagai Non-Profit Organization (NPO) di Amerika dengan memenuhi sejumlah syarat atau ketentuan pendirian ormas dan institusi sosial yang berlaku di negeri Paman Sam ini.

Shautus Salam

“Pengajuan legalitas ini dimaksudkan selain agar status PCINU-ASK dianggap sah oleh pemerintah AS juga dalam rangka untuk mempermudah aktivitas organisasi di masa yang akan datang,” kata Etin Anwar.

Shautus Salam

PCINU-ASK juga mengadakan serangkaian acara maraton pada 18-20 Maret 2013 di Washington, seperti audiensi dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal, berdiskusi dengan Global Peace Foundation (GPF), International Center for Religion and Diplomacy (ICRD), dan kantor Senator Charles E. Schumer (D–NY).

PCINU-ASK juga ikut menyeponsori dan berpartisipasi dalam diskusi antar-agama di Capitol Hill dengan tema “Engaging Diverse Voices of Faith for the Common Good.” Acara di Washington, DC ini berjalan dengan baik dan sukses berkat kerja sama antara PCINU-ASK dan GPF.

Baca laporan detail kegiatan PCINU-ASK di http://www.nu-usacanada.org.?

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Budaya, Pendidikan Shautus Salam

Kamis, 23 November 2017

Syaban Jalan Menuju Puncak

Iitulah mengapa bulan ini dikatakan ‘sya’aban’, karena sya’ban yang berasal dari kata syi’ab bisa dimaknai sebagai jalan setapak menuju puncak. Artinya bulan sya’ban adalah bulan persiapan yang disediakan oleh Allah swt kepada hambanya untuk menapaki dan menjelajahi keimanannya sebagai persiapan menghadapi puncak ‘bulan Ramadhan’.

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?. ? ?-

? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?.

Faya Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Syaban Jalan Menuju Puncak (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaban Jalan Menuju Puncak (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaban Jalan Menuju Puncak

Marilah kita bersama-sama menjaga kwalitas taqwa kita kepada Allah swt. dengan menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya dengan penuh kesadaran dan keinsyafan.

Karena hanya dengan taqwalah jalan kita mendekati Allah swt. mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun diakhirat, seperti yang difirmankan Allah dalam yunus 63-64

Shautus Salam

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa * Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

Hadirin Kaum Muslimin yang Dirahmati Allah

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat Allah yang Maha Kuasa, karena hari ini kita semua masih menikmati indahnya bulan sya’ban. Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriyah. Secara bahasa kata “Sya’ban” mempunyai arti “berkelompok”. Nama ini disesuaikan dengan tradisi bangsa Arab yang berkelompok mencari nafkah pada bulan itu). Sya’ban termasuk bulan yang dimuliakan oleh Rasulullah Saw. selain bulan yang empat, yaitu Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Salah satu pemuliaan Rasulullah Saw. terhadap bulan Syaban ini adalah beliau banyak berpuasa pada bulan ini.

Shautus Salam

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasai dan Abu Dawud dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah menyatakan, Usamah berkata pada Rasululllah Saw., Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Syaban. Rasul menjawab: Bulan Syaban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.’”

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Bulan itu (Sya‘ban) berada di antara Rajab dan Ramadhan adalah bulan yang dilupakan manusia dan ia adalah bulan yang diangkat padanya amal ibadah kepada Tuhan Seru Sekalian Alam, maka aku suka supaya amal ibadah ku di angkat ketika aku berpuasa”. ( HR. an-Nasa’i)

Hadirin Kaum Muslimin yang Budiman

Oleh karena itu, marilah di awal bulan Syaban ini kita perkokoh keimanan dan ketaqwaan kita. Mumpung masih ada waktu, mumpung ada bulan Sya’ban yang penuh dengan keutamaan dan keistimewaan. Mungkin itulah mengapa bulan ini dikatakan ‘sya’aban’, karena sya’ban yang berasal dari kata syi’ab bisa dimaknai sebagai jalan setapak menuju puncak. Artinya bulan sya’ban adalah bulan persiapan yang disediakan oleh Allah swt kepada hambanya untuk menapaki dan menjelajahi keimanannya sebagai persiapan menghadapi puncak ‘bulan Ramadhan’.

Meniti perjalanan menuju puncak bukanlah hal yang mudah. Minimal memerlukan persiapan-persiapan yang terkadang sangat melelahkan dan menguras energy. Ingatlah pekerjaan mendaki gunung yang mengharuskan berbagai macam pelatihan. Begitu pula meniti puncak di bulan Sya’ban tentunya pendakian itu mengharuskan kesungguhan hati dan niat yang suci karena mendaki adalah usaha menuju yang lebih tinggi yang harus dilalui dengan sedikit susah dan payah. Kepayahan itu akan terasa ketika kita memilih berpuasa di bulan Sya’ban sebagai bentuk pendakian menuju puncak.

Rasulullah saw bersabda bahwa bulan ini dinamakan Sya’ban karena berhamburan kebajikan di dalamnya. Barang siapa berpuasa tiga hari di awal bulan Sya’ban, tiga hari di pertengahannya dan tiga hari di akhirnya. Maka niscaya Allah tulis untuk orang itu pahala tujuh puluh orang nabi, dan seperti ibadah tujuh puluh tahun, dan jiakalau orang itu meninggal pada tahun ini akan diberikan preikat mati syahid.

? Ma’asyiral Mu’minin Rahimakumullah

Pendakian menuju puncak di bulan Sya’ban ini juga dapat dilakukan dengan cara banyak beristigfar dan meminta ampun atas segala dosa yang? telah kita lakukan di bulan-bulan sebelumnya. Baik dosa yang kita lakukan dalam bentuk tindakan dan kelakukan yang kasat mata maupun dosa yang adanya di dalam hati dan tidak kasat mata, dan justru dosa terakhir inilah yang terkadang lebih menumpuk di bandingkan dosa kelakukan. Ujub, sum’ah, takabbur dan lain sebagainya;

Coba kita dalami an-Nahl ayat 78:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur

Bukankah ayat tersebut seolah mewajibkan manusia agar selalu insyaf dan sadar bahwasannya berbagai kedudukan kita di dunia ini, jabatan, kekuatan, kekayaan, kegagahan, kepandaian dan semuanya adalah pemberian Allah swt, dan manusia pada awalnya tidak mengerti sesuatu apa.

karenanya, jika terbersit dalam hati kita sebagai manusia akan kepamilikan dan ke-Aku-an sadarlah bahwa itu adalah sebuah kesalahan dan dosa. Apalagi jikalau perasaan itu disertai dengan kesengajaan menafikan Allah swt. maka segralah bertaubat. Allah sendiri mengancam orang-orang seperti ini dalam surat Thaha ayat 124:

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."?

Dengan? demikian, Ma’asyiral Muslimin

Wajiblah setiap manusia itu selalu bersujud dan berbakti kepada Allah swt. setiap saat, setiap waktu, semakin berpangkat, semakin pandai, semakin kaya, semakin berada, maka sujudnya harus semakin dalam dan penuh makna.

Sebagai penghujung khutbah ini, marilah di waktu yang istimewa ini di bulan Sy’aban yang penuh fadhilah ini, kita mendaki bersama dengan menjalankan berbagai amal shaleh dan meminta pengampunan dan magfirah-Nya, sehingga kita akan sampai dipuncak nanti sebagi insan yang siap menjalankan keinsaniyahannya di depan Sang Khaliq

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Red. Uli H

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Sunnah Shautus Salam

Rabu, 22 November 2017

Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945

Jakarta, Shautus Salam. Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama merupakan rangkaian panjang dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebelum Resolusi Jihad, telah muncul Fatwa Jihad, setelahnya, muncul pertempuran 10 November yang kemudian ditetapkan menjadi hari Pahlawan. Berikut rangkaian sejarah perjuangan kaum santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, yang kemudian menjadi dasar lahirnya Hari Santri Nasional 22 Oktober, seperti disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf dalam konferensi press di gedung PBNU, Senin (19/10).

17 Agustus 1945

Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945

Siaran berita Proklamasi Kemerdekaan sampai ke Surabaya dan kota-kota lain di Jawa, membawa situasi revolusioner. Tanpa komando, rakyat berinisiatif mengambil-alih berbagai kantor dan instalasi dari penguasaan Jepang.

31 Agustus 1945

Shautus Salam

Belanda mengajukan permintaan kepada pimpinan Surabaya untuk mengibarkan bendera Tri-Warna untuk merayakan hari kelahiran Ratu Belanda, Wilhelmina Armgard.

17 September 1945

Shautus Salam

Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan sebuah Fatwa Jihad yang berisikan ijtihad bahwa perjuangan membela tanah air sebagai suatu jihad fi sabilillah. Fatwa ini merupakan bentuk penjelasan atas pertanyaan Presiden Soekarno yang memohon fatwa hukum mempertahankan kemerdekaan bagi umat Islam.

19 September 1945

Terjadi insiden tembak menembak di Hotel Oranje antara pasukan Belanda dan para pejuang Hizbullah Surabaya. Seorang kader Pemuda Ansor bernama Cak Asy’ari menaiki tiang bendera dan merobek warna biru, sehingga hanya tertinggal Merah Putih.

23-24 September 1945

Terjadi perebutan dan pengambilalihan senjata dari markas dan gudang-gudang senjata Jepang oleh laskar-laskar rakyat, termasuk Hizbullah.

25 September 1945

Bersamaan dengan situasi Surabaya yang makin mencekam, Laskar Hizbullah Surabaya dipimpin KH Abdunnafik melakukan konsolidasi dan menyusun struktur organisasi. Dibentuk cabang-cabang Hizbullah Surabaya dengan anggota antara lain dari unsur Pemuda Ansor dan Hizbul Wathan.Diputuskan pimpinan Hizbullah Surabaya Tengah (Hussaini Tiway dan Moh. Muhajir), Surabaya Barat (Damiri Ichsan dan A. Hamid Has), Surabaya Selatan (Mas Ahmad, Syafi’i, dan Abid Shaleh), Surabaya Timur (Mustakim Zain, Abdul Manan, dan Achyat).

5 Oktober 1945

Pemerintah pusat membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Para pejuang eks PETA, eks KNIL, Heiho, Kaigun, Hizbullah, Barisan Pelopor, dan para pemuda lainnya diminta mendaftar sebagai anggota TKR melalui kantor-kantor BKR setempat.

15-20 Oktober 1945

Meletus pertempuran lima hari di Semarang antara sisa pasukan Jepang yang belum menyerah dengan para pejuang.

21-22 Oktober 1945

PBNU menggelar rapat konsul NU se-Jawa dan Madura. Rapat digelar di Kantor Hofdsbestuur Nahdlatul Ulama di Jalan Bubutan VI No 2 Surabaya. Di tempat inilah setelah membahas situasi perjuangan dan membicarakan upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Di akhir pertemuan pada tanggal 22 Oktober 1945 PBNU akhirnya mengeluarkan sebuah Resolusi Jihad sekaligus menguatkan fatwa jihad Rais Akbar NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

25 Oktober 1945

Sekitar 6.000 pasukan Inggris yang tergabung dalam Brigade ke-49 Divisi ke-26 India mendarat di Surabaya. Pasukan ini dipimpin Brigjend AWS. Mallaby. Pasukan ini diboncengi NICA (Netherlands-Indies Civil Administration).

26 Oktober 1945

Terjadi perundingan lanjutan mengenai genjatan senjata antara pihak Surabaya dan pasukan Sekutu. Hadir dalam perundingan itu dari pihak Sekutu Brigjend Mallaby dan jajarannya, dari pihak Surabaya diwakili Sudirman, Dul Arnowo, Radjamin Nasution (Walikota Surabaya) dan Muhammad.

27 Oktober 1945

Mayjen DC.Hawtorn bertindak sebagai Panglima AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) untuk Jawa, Madura, Bali dan Lombok menyebarkan pamflet melalui udara menegaskan kekuasaan Inggris di Surabaya, dan pelarangan memegang senjata selain bagi mereka yang menjadi pasukan Inggris. Jika ada yang memegangnya, dalam pamflet tersebut disebutkan bahwa Inggris memiliki alasan untuk menembaknya. Laskar Hizbullah dan para pejuang Surabaya marah dan langsung bersatu menyerang Inggris. Pasukan Inggris pun balik menyerang, dan terjadi pertempuran di Penjara Kalisosok yang ketika itu berada dalam penjagaaan pejuang Surabaya.

28 Oktober 1945

Laskar Hizbullah dan Pejuang Surabaya lainnya berbekal senjata rampasan dari Jepang, bambu runcing, dan clurit, melakukan serangan frontal terhadap pos-pos dan markas Pasukan Inggris. Inggris kewalahan menghadapi gelombang kemarahan pasukan rakyat dan massa yang semakin menjadi-jadi.

29 Oktober 1945

Terjadi baku tembak terbuka dan peperangan massal di sudut-sudut Kota Surabaya. Pasukan Laskar Hizbullah Surabaya Selatan mengepung pasukan Inggris yang ada di gedung HBS, BPM, Stasiun Kereta Api SS, dan Kantor Kawedanan. Kesatuan Hizbullah dari Sepanjang bersama TKR dan Pemuda Rakyat Indonesia (PRI) menggempur pasukan Inggris yang ada di Stasiun Kereta Api Trem OJS Joyoboyo.

29 Oktober 1945

Perwira Inggris Kolonel Cruickshank menyatakan pihaknya telah terkepung. Mayjen Hawtorn dari Brigade ke-49 menelpon dan meminta Presiden Soekarno agar menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan pertempuran. Hari itu juga, dengan sebuah perjanjian, Presiden Soekarno didampingi Wapres Mohammad Hatta terbang ke Surabaya dan langsung turun ke jalan-jalan meredakan situasi perang.

30 Oktober 1945

Genjatan senjata dicapai kedua pihak, Laskar arek-arek Surabaya dan pasukan Sekutu-Inggris. Disepakati diadakan pertukaran tawanan, pasukan Inggris mundur ke Pelabuhan Tanjung Perak dan Darmo (kamp Interniran), dan mengakui eksistensi Republik Indonesia.

30 Oktober 1945

Sore hari usai kesepakatan genjatan senjata, rombongan Biro Kontak Inggris menuju ke Gedung Internatio yang terletak disaping Jembatan Merah. Namun sekelompok pemuda Surabaya menolak penempatan pasukan Inggris di gedung tersebut. Mereka meminta pasukan Inggris kembali ke Tanjung Perak sesuai kesepakatan genjatan senjata. Hingga akhirnya terjadi ketegangan yang menyulut baku tembak. Di tempat ini secara mengejutkan Brigjen Mallaby tertembak dan mobilnya terbakar.

31 Oktober 1945

Panglima AFNEI Letjen Philip Christison mengeluarkan ancaman dan ultimatum jika para pelaku serangan yang menewaskan Brigjen Mallaby tidak menyerahkan diri maka pihaknya akan mengerahkan seluruh kekuatan militer darat, udara, dan laut untuk membumihanguskan Surabaya.

7-8 November 1945

Kongres Umat Islam di Yogyakarta mengukuhkan Resolusi Jihad Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai kebulatan sikap merespon makin gentingnya keadaan pasca ultimatum AFNEI.

9 November 1945

Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai komando tertinggi Laskar Hizbullah menginstruksikan Laskar Hizbullah dari berbagai penjuru memasuki Surabaya untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan dengan satu sikap akhir, menolak menyerah. KH Abbas Buntet Cirebon diperintahkan memimpin langsung komando pertempuran. Para komandan resimen yang turut membantu Kiai Abbas antara lain Kiai Wahab (KH. Abd. Wahab Hasbullah), Bung Tomo (Sutomo), Cak Roeslan (Roeslan Abdulgani), Cak Mansur (KH. Mas Mansur), dan Cak Arnowo (Doel Arnowo).Bung Tomo melalui pidatonya yang disiarkan radio membakar semangat para pejuang dengan pekik takbirnya untuk bersiap syahid di jalan Allah SWT.

10 November 1945

Pertempuran kembali meluas menyambut berakhirnya ultimatum AFNEI. Inggris mengerahkan 24.000 pasukan dari Divisi ke-5 dengan persenjataan meliputi 21 tank Sherman dan 24 pesawat tempur dari Jakarta untuk mendukung pasukan mereka di Surabaya. Perang besar pun pecah. Ribuan pejuang syahid. Pasukan Kiai Abbas berhasil memaksa pasukan Inggris kocar-kacir dan berhasil menembak jatuh tiga pesawat tempur RAF Inggris. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Sholawat, IMNU Shautus Salam

Jumat, 17 November 2017

Hukum Keluarga di Indonesia Masih Bernuansa Patriakhis

Bogor, Shautus Salam. Kontekstualisasi hukum Islam yang terkumpul dalam kompilasi hukum Islam (KHI) dinilai masih sangat kurang pas dengan kehidupan sosial di Indonesia, karena masih banyaknya pihak yang merasa terdiskriminasi dari penerapan hukum Islam produk Inpres 1992 itu, terutama dari kalangan perempuan.

Hukum Keluarga di Indonesia Masih Bernuansa Patriakhis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Keluarga di Indonesia Masih Bernuansa Patriakhis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Keluarga di Indonesia Masih Bernuansa Patriakhis

Hal itu terungkap pada acara Bedah Buku “Fiqih Indonesia” karangan Marzuki Wahid? yang di selenggarakan oleh Mahasiswa STAINU Jakarta Prodi Ahwalu Syakhsiyah, Kamis (29/5) di gedung Kampus B STAINU Jakarta, Parung Bogor.

Hadir KH Husein Muhammad, pengasuh pesantren Darul Tauhid Arjawinangun sekaligus sebagai komisioner komnas perempuan dan Ulil Absor Abdalla pendiri Jaringan Islam Liberal dan dimoderatori oleh Ahmad Ikrom salah satu dosen di STAINU Jakarta.

Shautus Salam

Kegiatan dihadiri oleh Ketua STAINU Jakarta, Drs Mujib Qolyubi MH dan segenap civitas akademika STAINU serta mahasiswa dari kampus lainnya seperti UIN Jakarta dan PTIQ.

Husein Muhammad dalam kesempatan itu mengatakan, buku Fiqih Indonesia adalah buku yang menawarkan konsep Fiqih yang benar-benar baru bagi masyarakat Indonesia, karena pembahasan yang di ketengahkan dalam buku ini mengenai hukum keluarga yang populer pula di sebut dengan al-Ahkam al Ahwal al-Syakhsiyah yang berusaha untuk meniadakan praktek diskriminatif yang dialami oleh sebagian keluarga, khususnya adalah pihak perempuan karena mengacu pada undang-undang hukum islam yang terangkum dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI). Karena pembahasan ini sifatnya sangat baru dan asing di kalangan masyarakat Indonesia khususnya di kalangan Nahdhiyyin, menjadikan buku ini, buku yang sangat kontroversial.

Shautus Salam

“Hukum keluarga di Indonesia ini masih bernuansa diskriminatif-patriakhis, coba lihat saja dalam beberapa kasus, seperti? di undang-undang mengenai pembatasan usia nikah bagi perempuan yang di atur dalam pasal 15 ayat (1). Pasal ini di anggap tidak adil karena telah membatasi usia minimal perempuan boleh menikah lebih rendah usia laki-laki, sedangkan dalam usia 16 tahun perempuan terkadang masih belum siap mental dan alat reproduksinya dan masih banyak lagi, seperti tentang perempuan bisa menjadi kepala rumah tangga, bolehnya pernikahan beda agama dan lain sebagainya,” Kiai Husein yang sekaligus sebagai pembela hak-hak perempuan ini.

Menanggapi banyaknya pro dan kontra terhadap isi buku Fiqih Indonesia, Ulil Absar Abdalla mencoba untuk memberikan pemahaman kepada para peserta bedah buku yang hadir dengan menjelaskan arti sebenarnya Ukhuwwah Islamiah.

“Ukhuwah Islamiah yang benar adalah bukan ukhuwah yang mengharuskan semuanya sama. Bukan ukhuwwah yang mengharuskan semua ummat muslim harus berpendapat yang sama, kalau satu kelompok A maka kelompok yang lainnya juga A. Tapi ukhuwwah islamiah adalah persaudaran umat Islam yang di dasari dengan perbedaan dan keragamaan,” tegasnya.

Pada akhirnya kedua narasumber menawarkan pentingnya membaca buku Fiqih Indonesia yang di dalamnya terangkum hukum-hukum Islam baru yang sangat relevan untuk diterapkan di Indonesia. (Nizar Presto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Hikmah Shautus Salam

Ketupat, Ngaku Lepat dari Belitan Dosa

Ketupat identik dengan hari raya Lebaran. Meski sehari-hari mudah ditemukkan di pasarang, tapi seolah kurang afdol jika Lebaran tiada makanan yang dibungkus daun kelapa muda tersebut.

Ketupat, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Kaliopak M. Jadul Maula, dalam bahasa Jawa diucapakan sebagai kupat. Kupat mengandung pesan ajaran, yaitu ngaku lepat (mengaku salah) dan laku lapat (empat tindakan amal).

Ketupat, Ngaku Lepat dari Belitan Dosa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketupat, Ngaku Lepat dari Belitan Dosa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketupat, Ngaku Lepat dari Belitan Dosa

Laku yang empat itu, lanjut dia, adalah lebaran (selesai puasa), luberan (zakat fitrah), leburan (bermaafan) dan laburan (kembali putih, fitri).

Shautus Salam

Pembungkus ketupat, kata Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia PBNU, ini adalah daun kelapa (janur) yang dijalin melambangkan belitan dosa dan kesalahan.

Shautus Salam

Karena itulah, menurut dia, ia mesti dibelah dan akan tampak dalamnya yang berwarna putih lambang kesucian dari dosa.

“Setahu saya sejak para wali itu, tapi mungkin aja sebelumnya sudah ada. Tapi penggunaan ketupat kaitannya dengan perayaan lebaran itu jelas dari para wali,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Sholawat, Hadits Shautus Salam

Senin, 06 November 2017

Cintai Budaya Daerah, PMII Unila Galakkan Satu Hari Berbahasa Lampung

Bandar Lampung, Shautus Salam

Berawal dari diskusi mingguan, para aktivis Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Lampung menyatakan prihatin dengan kian jauhnya masyarakat dari kebudayaannya sendiri, terutama bahasa daerah.

Cintai Budaya Daerah, PMII Unila Galakkan Satu Hari Berbahasa Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Cintai Budaya Daerah, PMII Unila Galakkan Satu Hari Berbahasa Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Cintai Budaya Daerah, PMII Unila Galakkan Satu Hari Berbahasa Lampung

Bahasa daerah Lampung saat ini dinilai sudah di ambang kepunahan. Hal tersebut bisa dilihat secara kasat mata pada penggunaan bahasa daerah yang sangat minim, terutama pada daerah perkotaan. Masyarakat perkotaan umumnya sudah menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa keseharian dan mulai melupakan bahasa daerah.

Upaya-upaya pelestarian bahasa Lampung sebenarnya sudah ada pada bangku pendidikan mulai dari kanak-kanak seperti tercantum dalam Pasal 7 dan 8 Peraturan Daerah Provinsi Lampung No. 2 Tahun 2008 mengenai Pemeliharaan Bahasa dan Aksara Lampung, bahwa pengenalan dan pengajaran bahasa dan aksara Lampung dimulai dari jenjang kanak-kanak.

Shautus Salam

Namun, dalam realitas kehidupan sehari-hari penggunaan bahasa Lampung masih minim. Berawal dari masalah tersebut, PMII Unila mengambil topik “Revitalisasi Bahasa Lampung” dalam diskusi mingguan yang diadakan pada Selasa (11/5) sore hari.

Shautus Salam

Diskusi mingguan menghasilkan konsensus bahwa PMII khususnya Universitas Lampung harus bisa menjadi pelopor cinta budaya daerah. Tindak lanjut dari diskusi tersebut yaitu setiap hari Jumat diwajibkan kepada anggota dan kader PMII Unila untuk berbahasa Lampung sebagai wujud nyata cinta budaya daerah.

Yogi Prayogo selaku penanggung jawab gerakan “Satu Hari Berbahasa Lampung” mengungkapkan bahwa kecintaan terhadap budaya daerah harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.

“Mencintai budaya daerah sudah menjadi kewajiban setiap warga daerah, namun kesadaran tersebut harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat” Ujar Yogi yang merupakan mahasiswa FMIPA Unila tersebut.

Sementara Ketua Komisariat PMII Unila, Erzal Syahreza Aswir berharap gerakan? “Satu Hari Berbahasa Lampung” dapat meluas setidaknya ke organisasi tingkat mahasiswa terlebih dahulu lalu ke lembaga lain, dan kemudian menjadi kebiasaan masyarakat pada umumnya.

“Gerakan Satu Hari Berbahasa Lampung semoga dapat meluas ke organisasi tingkat mahasiswa dan lembaga-lembaga lain, dan goal akhirnya bisa menjadi kebiasaan masyarakat” Ujar Erzal

Ia juga menambahkan jika bisa tidak hanya satu hari berbahasa Lampung, namun setiap hari Bahasa Lampung dapat digunakan oleh setiap elemen masyarakat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Anti Hoax, Sejarah Shautus Salam

Mahasiswa Peminat Tarekat di Jawa Barat Terwadahi

Bandung, Shautus Salam. Puluhan mahasiswa dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat membentuk kepengurusan MATAN (Mahasiswa Ahli Thariqah Mutabarah An Nahdliyah) Jabar di Cileunyi, Bandung, Sabtu (14/2). Salah seorang pengurus pusat MATAN Muhammad Rido hadir pada pelantikan pengurus MATAN Jabar yang diamanahkan kepada Ajid Tohir.

Rido menyambut baik wadah tarekat bagi mahasiswa di Jabar. Menurutnya, salah satu tujuan dibentuknya MATAN memang untuk mengisi ruang batin di kalangan mahasiswa.

Mahasiswa Peminat Tarekat di Jawa Barat Terwadahi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Peminat Tarekat di Jawa Barat Terwadahi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Peminat Tarekat di Jawa Barat Terwadahi

"Ini pengalaman saya, masih muda sudah masuk tarekat, apa kuat? Kalau ditelusuri lebih jauh ternyata anggapan seperti itu merupakan warisan kolonial," ujarnya.

Shautus Salam

Tujuan kolonial, lanjut Rido, melemahkan Islam di Nusantara, karena perlawanan terhadap kolonial selalu melibatkan penganut tarekat sehingga dibuatlah provokasi bahwa masuk tarekat minimal harus berusia 40 tahun sebagaimana usia kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Shautus Salam

Rido juga mengingatkan agar MATAN tidak dibawa ke politik praktis. Ini merupakan nasihat sesepuh JATMAN Habib Luthfi (Abah).

"Abah menginginkan mahasiswa MATAN itu harus mempunyai jiwa nasionalis cinta NKRI, kemudian berintelektual dan juga sufistik. Abah juga melarang keras pengurus MATAN membawa MATAN secara organisasi dalam politik praktis," tambahnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Internasional, Tegal Shautus Salam

Minggu, 05 November 2017

Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, ilmu kesehatan pertama kali turun di muka bumi dibawa malaikat Jibril. Ilmu tersebut terletak pada sayap malaikat penyampai wahyu tersebut. Orang yang pertama mampu membaca dan memahaminya adalah Nabi Idris.?

Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan

“Jadi orang yang pertama kali mengerti kesehatan adalah Nabi Idris,” katanya saat pidato sambutan Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) periode 2016-2021 di lantai 8 gedung PBNU, Jakarta Selasa (6/12).

Pada kesempatan tersebut, kiai asal Kempek, Cirebon ini juga menyebutkan nama-nama dokter muslim pada masa awal. Pertama Abu Bakar Ar-Razi. Kemudian Hassan ibnul Haitham yang menemukan optik, kesehatan mata.?

Lalu, tambahnya, Ibnu Nafis tentang peredaran darah dalam tubuh manusia, dan keempat yang merupakan puncaknya kedokteran yaitu Al-Husain Ibnu Sina.?

Shautus Salam

Lebih lanjut, kang Said mengapresiasi atas terbentuknya ARSINU, dan berharap mendatangkan manfaat.

“Saya bangga telah berdiri Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama. Saya yakin insyaallah pasti maju,” tegasnya. “Mudah-mudahan generasi mendatang bisa menikmati keberadaan ARSINU,” pungkasnya?

Shautus Salam

Hadir pada acara tersebut Ketua PBNU dr. H. Syahrizal Syarif, Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) H. Hisyam Said Budairi. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Muhammad Faqih. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Pahlawan, Ahlussunnah Shautus Salam

Jumat, 03 November 2017

Hari Santri Teguhkan Komitmen Keislaman dan Keindonesiaan

Jombang, Shautus Salam. Hari Santri Nasional bukan semata sebuah parade. Yang terpenting adalah bagaimana para santri mampu memberikan kiprah terbaik bagi perjalanan bangsa di masa mendatang.

Hari Santri Teguhkan Komitmen Keislaman dan Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri Teguhkan Komitmen Keislaman dan Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri Teguhkan Komitmen Keislaman dan Keindonesiaan

"Indonesia sekarang dihadapkan dengan tantangan yang sangat berat. Dibutuhkan komitmen yang tinggi bagi seluruh warga untuk membentengi negeri ini dari sejumlah ancaman yang menghadang," kata Ketua PC GP Ansor Jombang Jawa Timur, H Zulfikar Damam Ikhwanto, Rabu (22/10).

Menurut Gus Antok, sapaan akrabnya, komitmen keindonesiaan yang dibalut dengan keislaman menjadi pra-syarat bagi terjaganya bangsa Indonesia dari berbagai ancaman ideologi agama global yang cenderung ekstrim. "Dan di sinilah kiprah para santri akan dipertaruhkan," katanya.

Shautus Salam

Karenanya momentum Hari Santri Nasional yang diperingati secara serentak di berbagai penjuru tanah air hendaknya dapat menggelorakan komitmen para santri akan niat murni tersebut. "Kita hidup di tengah kontestasi pengaruh ideologi agama global yang cenderung ekstrim radikal dan pengaruh liberalisme materialisme yang kebablasan," ungkapnya.

Untuk dapat kian mengoptimalkan peran santri dalam pembangunan, Gus Antok berharap agar santri tidak boleh lagi dimarjinalkan seperti babakan sejarah sebelumnya. "Demikian juga santri, tidak boleh jadi penonton, harus pro aktif berkontribusi dalam perubahan dan pembangunan," tandasnya.

Shautus Salam

Baginya, Hari Santri Nasional memiliki pijakan dalam perjuangan dengan Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlratussyaikh KH Hasyim Asyari. "Ini tentu akan menjadi pijakan sejarah yang penting bagi perjalanan dan perjuangan santri di masa mendatang," tegasnya. ?

Disamping peringatan Hari Santri Nasional mampu menggelorakan semangat perjuangan yang telah diteladankan para ulama, kiai dan santri tempo dulu, hari bersejarah ini juga bisa terus mengingatkan kalangan santri untuk berkiprah di masa mendatang. "Kita bangga memperingati hari santri, karena juga memperingati Resolusi Jihad, serta bangga sebagai benteng kiai dan bangsa," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Olahraga Shautus Salam

Rabu, 01 November 2017

Lomba Video Pendek dan Meme Meriahkan Perkemahan Pramuka Madrasah

Jakarta, Shautus Salam. Jelang Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) III 2017 yang akan diselenggarakan di Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di media sosial diadakan sejumlah lomba yang dibuka untuk umum, diantaranya lomba video pendek dan lomba meme. Menurut Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah, Abdullah Faqih, lomba tersebut untuk ? meramaikan pra acara PPMN ke-3 yang membawa slogan "Kreatif, Terampil dan Berkarakter."

"Lomba menyambut acara PPMN III 2017 untuk mengajak masyarakat ikut serta meramaikan," katanya, di Jakarta, Sabtu (15/04/2017)

Lomba Video Pendek dan Meme Meriahkan Perkemahan Pramuka Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Video Pendek dan Meme Meriahkan Perkemahan Pramuka Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Video Pendek dan Meme Meriahkan Perkemahan Pramuka Madrasah

Pada kesempatan tersebut, Faqih menegaskan, lomba video dan lomba meme juga sebagai instrumen sederhana atas spirit kreatifitas di kalangan Pramuka Madrasah. Harapannya, praacara PPMN tahun ini bisa lebih meriah.

"Harapannya menjelang acara PPMN di Mei besok, bisa lebih meriah" tambahnya.

Dikatakan, di media sosial diadakan sejumlah perlombaan, juga diramaikan tagar #PPMN2017. Dijelaskan, tagar tersebut selain sebagai identitas kegiatan tahun ini, juga sekaligus sebagai sarana komunikasi di dunia maya agar terkonsolidasikan sehingga bisa saling mengenal satu dengan yang lain.

Shautus Salam

"PPMN III juga diramaikan tagar #PPMN2017 dan #PramukaMadrasah sebagai sarana silaturahmi melalui media sosial," pungkasnya.

PPMN III 2017, rencananya diadakan di Bumi Perkemahan Sengkawang, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Provinsi Bangka Belitung, dai tanggal 14 sampai 20 Mei 2017. Hadir dalam acara tersebut sedikitnya 1000 peserta dari perwakilan tiap-tiap provinsi di Indonesia. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Anti Hoax, Pertandingan, Halaqoh Shautus Salam

Senin, 30 Oktober 2017

Mahasiswa NU Belanda Tagih Janji Kampanye Jokowi-JK Soal Nasib Palestina

Amsterdam, Shautus Salam - Ketua Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Belanda Dito Alif Pratama merespon positif salah satu keputusan sidang komisi Muktamar Ke-33 NU di Jombang terkait dukungan moril dan materil atas upaya mewujudkan negara Palestina merdeka. Ia juga mengingatkan peserta diskusi untuk tidak lupa menagih janji pemerintahan Jokowi-JK untuk merealisasikan janji kampanyenya dulu untuk mendukung kemerdekaan Palestina secara utuh.

Demikian disampaikan Dito pada diskusi publik bertajuk Palestina Merana, Indonesia Harus Bagaimana? di Kampus Vrije Universiteit Amsterdam, Senin (31/7) yang terselenggara atas kerja sama PPI Amsterdam, ILUNI UI, dan KMNU Belanda.

Mahasiswa NU Belanda Tagih Janji Kampanye Jokowi-JK Soal Nasib Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU Belanda Tagih Janji Kampanye Jokowi-JK Soal Nasib Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU Belanda Tagih Janji Kampanye Jokowi-JK Soal Nasib Palestina

Ia menekankan pentingya peran bangsa Indonesia dalam membantu penyelesaian konflik. Selain karena mayoritas bangsa Indonesia adalah Muslim yang harus membantu saudara Muslimnya di Palestina, bangsa Indonesia dalam konstitusinya juga dengan tegas menyatakan bahwa penjahajan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan keadilan.

Shautus Salam

“Melalui forum ini, saya juga ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk sama-sama menyatukan suara menagih janji kampanye pemerintahan Jokowi-JK untuk mendukung sepenuhnya kemerdekaan negara Palestina, janji kampanye ini harus dibuktikan dengan langkah politis dan diplomatis yang jelas dan tersistem,” kata Dito.

Pada forum ini, ia menjelaskan kondisi dan suasana konflik yang saat ini tengah terjadi di Israel-Palestina. Ia mengajak para peserta diskusi untuk sama-sama melihat konflik Israel-Palestina bukan semata-mata konflik antaragama, tetapi lebih pada konflik kemanusian.

Shautus Salam

Menurutnya, serangan-serangan Israel atas Palestina merupakan penjajahan tersistem di era modern.

“Saat kita telah sama-sama memahami konflik ini sebagai konflik kemanusiaan, di mana ada sekelompok manusia yang sedang berjuang untuk mendapatkan hak-hak kemanusiaan dan kebebasanya yang terampas (baca: Palestina), maka yang akan bertanggung jawab untuk meredam hingga menyelesaikan konflik ini adalah seluruh umat manusia, tidak terbatas pada segmentasi satu agama maupun negara,” kata Dito.

Hadir sebagai narasumber aktivis Lakpesdam NU Belanda Hadi Rahmat Purnama (Kandidat Ph.d bidang Transnational Legal Studies, Faculty of Law, Vrije Universiteit Amsterdam) dan Ketua KMNU Belanda Dito Alif Pratama (Kandidat Master bidang Peace, Trauma and Religion, Vrije Universiteit Amsterdam). Forum ini dimoderatori oleh Abdullah Muslich Rizal Maulana (Kandidat Master bidang interreligious studt, Vrije Universiteit Amsterdam). (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Syariah Shautus Salam

Selasa, 24 Oktober 2017

Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan

Cirebon, Shautus Salam - Pengurus harian Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon terus berupaya melebarkan organisasi di sekolah dan pesantren. Mereka membentuk komisariat di MTs dan MA Manbaul Hikmah dan SMP, SMK, dan MA As-Shighor Pondok Pesantren Gedongan, Pangenan, Cirebon, Sabtu (11/2).

IPNU dan IPPNU yang berbasis pesantren dinilai cocok untuk membentuk komisariat di sekolah tersebut. Terbentuknya komisariat di sekolah itu diharapkan mampu merangkul sekolah-sekolah yang berada dalam naungan pesantren.

Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan

Pengasuh Pesantren Gedongan KH Mamad Sugiarto berharap, siswa dan siswi sekolah itu dapat aktif dan menjadi anggota IPNU dan IPPNU yang loyal, massif, dan progresif. Dia mengatakan, sudah banyak sekali kader IPNU dan IPPNU di Kabupaten Cirebon yang menjadi tokoh penting.

Ketua IPNU Kabupaten Cirebon Muhammad Mumin melalui Wakil Ketua Kaderisasi Hamdan Tsani Tyo mengatakan, IPNU dan IPPNU dinaungi berkah ulama sehingga siapapun yang ikhlas berkhidmat di IPNU dan IPPNU niscaya akan menjadi seorang tokoh dan mendapat keberkahan.

Shautus Salam

Menurut Ketua IPPNU Kabupaten Cirebon Nurjannah, pembentukan komisariat-komisariat di sekolah bertujuan untuk regenerasi tunas NU dan keberlanjutan roda pergerakan di organisasi NU ke depannya. Untuk itu, Nurjannah bertekad membentuk sedini mungkin komisariat di setiap sekolah demi keberlanjutan organisasi NU ke depannya.

Shautus Salam

“Proses regenerasi pimpinan NU dimulai dari sekolah-sekolah. Kalau kami berhenti melakukan pengkaderan, maka proses regenerasi pemimpin NU akan terputus,” ujarnya.

Namun, untuk membentuk komisariat IPNU dan IPPNU di sekolah, menurutnya, butuh perjuangan keras. Hal itu dikarenakan ada sebagian pelajar yang masih belum mengerti dan tidak memahami apa dan bagaimana IPNU dan IPPNU. Namun, pihaknya berjanji untuk terus melakukan sosialisasi mengenai organisasi pelajar NU itu.

“Apapun yang terjadi kami akan terus membentuk komisariat IPNU-IPPNU di sekolah-sekolah,” pungkasnya. (M Syakir Niamillah/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pemurnian Aqidah, Anti Hoax, Hikmah Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock