Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Majelis Mayoran Asparagus Madiun Benahi Pesantren

Madiun, Shautus Salam - Kumpulan para gus se-Kabupaten Madiun mengadakan mayoran “makan bersama” ruti bulanan, Senin (25/12). Mereka mengangkat berbagai persoalan sebagai dialog di antara mereka untuk membenahi pondok pesantren.

Kegiatan ini merupakan konsolidasi para generasi penerus pesantren dan ulama. Misi yang akan mereka usung adalah menjalin silaturahmi para gus se-Kabupaten Madiun untuk kemajuan umat dan memperkuat jalinan pesantren dengan bingkai yang santai ala santri.

Majelis Mayoran Asparagus Madiun Benahi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Mayoran Asparagus Madiun Benahi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Mayoran Asparagus Madiun Benahi Pesantren

“Memang kegiatan ini sangatlah baru di kalangan asparagus di wilayah Kabupaten Madiun, tetapi ini akan menjadi wadah bagi generasi penerus pesantren untuk lebih meningkatkan daya saing dalam hal pendidikan,” kata Gus Abdul Rouf, koordinator kegiatan ini.

Acara ini merupakan kali pertama untuk di Pesantren Selopuro. Acara ini diawali dengan ziarah ke makam para kiai setempat dan dilanjutkan dengan diskusi ala santri. Setelah itu ditutup dengan makan seadanya.

Shautus Salam

“Kita berharap kegiatan ini selalu istiqamah dan selalu menjadikan hasil pemikiran yang baik bagi pondok pesantren yang notabene hari ini kurang sekali dapat bersaing di wilayah Madiun,” kata Abdul Rouf (Hendi Sulaksono/Alhafiz K)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Khutbah Shautus Salam

Rabu, 07 Maret 2018

PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader

Semarang, Shautus Salam. Lembaga Kajian dan Penerbitan (LKaP) PMII Rayon Abdurrahman Wahid Komisariat Walisongo Semarang menggenjot nalar kritis anggota melalui Sekolah Kader angkatan ke-4) di Pondok Pesantren Sabilul Huda Desa Wisata Kandri, Gunung Pati Kota Semarang (21-27/2).

Kegiatan bertema “Konstruksi Nalar Kritis Kader Guna Mentradisikan Laku Ilmiah” ini dibatasi 25 peserta, supaya lebih kondusif dan efektif. Peserta diberikan materi seputar filsafat dan ilmu sosial.

PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader

Materi tersebut di antaranya, pengantar filsafat, filsafat modern, filsafat islam, filsafat pendidikan hingga filsafat sosial. Berbagai materi filsafat dan ilmu sosial tersebut disampaikan diantaranya oleh Dr. Tedi Kholiludin dari Lakpesdam PWNU Jawa Tengah, kemudian Dr. Ilyas Supena Dosen Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang.

Shautus Salam

Dalam kegiatan ini peserta Sekolah Kader juga diajak berdiskusi terkait materi yang telah diberikan lewat Focus Group Discussion (FGD). Ini memberikan kesempatan para peserta untuk dapat bertukar pikiran dan saling berdialektika terkait pemahaman mereka terhadap materi yang mereka dapatkan.

Dengan mengusung visi intelektual, Endah Kartika Ratnasari selaku direktur LkaP mengatakan, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi nalar kritis kader ke depannya, sesuai dengan tema yang kita usung.

Shautus Salam

Senada dengan Endah, Abdul Ghofar, ketua panitia, mengatakan, tujuan Sekolah Kader adalah upaya utuk menciptakan nalar berpikir ilmiah bagi kader-kader PMII. “Kami berharap tradisi berpikir kritis dapat diimplementasikan dalam laku sehari-hari alumni Sekolah ini”, imbuhnya

Agenda ini didukung penuh berbagai pihak terkait. Diantaranya dosen IAIN Walisongo yaitu DR. Mahfud Junaedi yang juga menjadi pemateri di Sekolah Kader menuturkan bahwa kegiatan seperti ini harus rutin dilaksanakan. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para kader PMII untuk dapat berpikir kritis dan ilmiah. “Jangan sampai kuliah mengganggu kegiatan seperti ini. Kegiatan kuliah lancar, agenda seperti ini juga lancar,” tambahnya.

Dalam sekolah ini peserta tidak hanya diajak membaca, diskusi dan menulis. Para peserta juga diberikan tugas untuk  turun basis ke masyarakat sekitar untuk melakukan mapping persoalan sosial yang ada di wilyah Desa Kandri, turun basis ini bagian dari implementasi salah satu materi pada Sekolah Kader yaitu aplikasi filsafat sosial.

Agenda Sekolah yang dilaksanakan LKaP PMII Abdurrahman Wahid ini menurut salah satu peserta yakni, Baihaqi sangat bermanfaat. Dia sangat tertarik belajar filsafat. “Saya juga salut dengan panitia pelaksana yang begitu peduli dan tanggap akan kebutuhan peserta”, tambahnya.

Syafii, sebagai Ketua PMII Rayon Abdurrahman Wahid berharap kader-kader PMII ke depannya dapat menjadi lebih cerdas, kritis, berwawasan dan mampu memberi solusi atas permasalahan masyarakat.

Agenda yang sarat akan nilai intelektual ini tidak selesai begutu saja. Akan tetapi  ada rencana tindak lanjut untuk terus mengawal alumni Sekolah Kader ini. Adapun kegiatan sebagai follow up Sekolah Kader ini diantaranya Sekolah Nalar Kader, Diskusi Filsafat dan Pelatihan menulis.(Ria, Esty/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja Shautus Salam

Jumat, 16 Februari 2018

Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren

Jakarta, Shautus Salam. Penasihat Menteri Besar Selangor, Malaysia, Khlaid Jaafar memuji Nahdlatul Ulama, juga pesantren, sebagai elemen di masyarakat yang setia mengembangkan turats (tradisi) keilmuan ulama klasik. Usaha ini ia nilai telah berhasil melahirkan kader-kader yang andal dalam pengetahuan Islam.

Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren

“Ramai anak-anak keluaran pesantren belajar ke malaysia dan ternyata mereka lebih menguasai bahasa Arab, nahwu, sharaf, dibanding dengan (pelajar) Malaysia, bahkan dengan yang sudah graduate pun, pegangan nahwu sharafnya (anak pesatren) jauh lebih kuat; hafalannya, Matan Ajurumiyah-nya. Lebih mantab,” katanya.

Khlaid Jaafar menyampaikan hal itu di sela kunjungannya ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (18/12). Kedatangannya disambut hangat Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, dan Bendum PBNU H Bina Suhendra.

Shautus Salam

Dalam pertemuan tersebut, ia juga menceritakan bahwa madrasah dan pesantren di Malaysia diambang kematian lantaran sistem pendidikan nasional di sana yang membuat banyak pelajar beralih ke sekolah pemerintah.

Shautus Salam

Sebagai sama-sama rumpun Melayu, mantan sekretaris pribadi Anwar Ibrahim ini mengungkapkan keinginan pihaknya untuk mengembangkan Islam Nusantara. Ia menilai Malaysia membutuhkan karakter Islam Ahlussunnah wal Jamaah sebagaimana dianut NU yang setia terhadap tradisi dan menjunjung tinggi prinsip tasamuh (toleransi) dan tawasuth (moderasi).

Dia juga mengatakan adanya aliran ekstrem yang masuk ke Malaysia, dan mulai mengusik keharmonisan di Tanah Melayu itu. Para pendahwahnya, ungkap Khalid, bahkan telah dididik piawai bahasa Inggris untuk menjangkau kalangan lebih luas.

KH Said Aqil Siroj juga menjelaskan kondisi kehidupan Islam di Indonesia. Menurutnya, ekstremisme yang berujung pada kekerasan fisik dan pengrusakan rumah ibadah di Indonesia terjadi belakangan saja, seiring dengan meningkatnya paham-paham intoleran yang masuk.

“Dulu aman-aman saja. Syiah, Ahmadiyah, itu di Indonesia sudah sangat lama. Tapi belakangannya saja mereka diganggu,” ujarnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Berita, Ahlussunnah Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi

Karanganyar, Shautus Salam - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Karanganyar mengadakan ziarah ke makam Raden Mas Said atau Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi. ?

Ketua IPPNU Karanganyar Muflichah mengatakan, ziarah itu bermaksud untuk menyambung ruh perjuangan leluhur dengan pelajar NU Karanganyar.

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi

"Dengan ziarah, ruh perjuangan bisa sambung dan tetap terjaga kekompakan dan semangat dalam belajar, berjuang, dan bertakwa. Walaupun anggota IPNU-IPPNU Karanganyar usianya bervariasi dari 13-27 tahun, tapi tetap kompak," ujarnya pada ziarah yang berlangsung Ahad (12/3) yang diikuti 84 pelajar putra dan putri.

Shautus Salam

Muflich juga mengatakan bahwa Eyang Samber Nyawa merupakan salah satu pahlawan nasional yang sangat berjasa, khususnya di tanah Jawa. Ia merupakan keturunan dari kraton Surakarta.

"Kedua Mbah Chusnan Rosyidi, beliau merupakan tokoh pendiri NU di Karanganyar sekaligus pendiri Ponpes Miftahul Ulum, sekaligus salah satu guru dari Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf," tambanya.

Shautus Salam

Ia berharap setelah diadakan ziarah itu IPNU dan IPPNU di Karanganyar terus berkembang dan terus aktif dalam menjalankan roda organisasi dengan meneladani para pahlawan dan leluhur yang berjuang untuk negara ini. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Budaya, AlaNu Shautus Salam

Sabtu, 30 Desember 2017

Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia

Sukabumi, Shautus Salam - Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat KH R. Abdul Basith mengatakan, ada tiga program yang harus disosialisasikan dan dilaksanakan PCNU dan perangkatnya, terutama oleh Ranting-Ranting NU.

Ia menyampaikan hal itu pada Halal Bihalal dan Pelantikan Kepengurusan Ranting NU se-Kecamatan Cibadak di halaman kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Cibadak pada Rabu (13/7).

Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia

Pertama, menurut dia, shalat shubuh berjamah dan mengaji. Shalat merupakan salah satu kunci utama hidup kaya dan bahagia. “Kalau kita ingin hidup kaya dan berkah, maka jagalah shalat fardhu lima waktu secara berjamaah di masjid. Terutama sekali shalat shubuh,” kata Pengasuh Pesantren Al-Amin Cicurug ini. ?

Shautus Salam

Kedua, kata dia, pembentukan dan mengelola zakat, infak, sedekah melalui LAZISNU karena dengan kesadaran berinfak, masalah sosial ekonomi akan tuntas. “Ketiga, ekonomi umat. Maka dengan 3 program tersebut selain organisasi bisa mandiri, masyarakat desa pun akan sejahtera,” katanya.

Sementara Rais Syuriah PCNU Kabupaten Sukabumi KH Mahmud Mudrikah Hanafi meminta agar pelantikan tersebut dijadikan momentum bagi semua pengurus Ranting NU untuk mulai bekerja.

Shautus Salam

Karena, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Siqoyaturrahmah ini tugas berat sudah menanti. Utamanya pembinaan kegiatan NU di tingkat desa RT dan Rw.

Ia berharap agar kepengurusan NU di tingkat Ranting dapat bekerja secara kolektif dan selalu kompak. Karena ranting NU adalah salah satu ujung tombak gerakan dakwah dan kemasyarakatan NU.

Hadir pada kesempatan tersbut lebih dari 500 ratus hadirin,? terdiri dari segenap kepengurusan PCNU Kabupaten Sukabumi MWCNU Kecamtan Cibadak,? lembaga dan banom NU, serta undangan lainnya. (Shidiq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Kajian Islam Shautus Salam

Rabu, 20 Desember 2017

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup

Surabaya, Shautus Salam. Lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara yakni Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Rabu malam, akhirnya resmi ditutup.

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup (Sumber Gambar : Nu Online)
Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup (Sumber Gambar : Nu Online)

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup

Acara yang digelar di gedung Islamic Center Surabaya itu dihadiri Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Gubernur Jatim Soekarwo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua DPRD Surabaya Macmud, Kapolda Jatim, Garnisun, Kapolres Surabaya, anggota DPRD, kepala SKPD Pemkot Surabaya, MUI, LSM, PSK, mucikari dan warga sekitar Dolly.

"Yang harus dipertahankan adalah sesuatu hal positif, kalau tidak positif tidak perlu dipertahankan," kata Mensos Salim Segaf Al Jufri saat memberikan sambutan di acara Deklarasi Warga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan Untuk Alih Fungsi Wisma dan Alih Profesi Wanita Harapan.

Shautus Salam

Menurut dia, pihaknya memberikan apresiasi kepada pihak-pihak terkait yang sudah berusaha menutup prostitusi terbesar se-Asia Tenggara yakni Dolly dan Jarak.

"Sekitar 2-3 tahun, kami bersama dengan pemda optimal untuk mengatasi permasalahan ini," katanya.

Shautus Salam

Dalam acara tersebut dilakukan deklarasi oleh perwakilan warga yang isinya menjadi Kelurahan Putat Jaya jadi bebas prostitusi, siap beralih profesi serta meminta aparat menindak tegas terjadinya prostitusi. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan oleh 107 perwakilan warga.

Gubernur Jatim Soekarwo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dalam suksesnya acara ini. Ia mengatakan masyarakat dalam bekerja harus bermartabat.

"Ini program kemanusiaan. Maka kami acc apa yang diminta Bu Wali Kota dalam soal Dolly. Pemerintah tak akan membiarkan warga keleleran. Memang dulu penghasilan banyak, namun ditutup memang berkurang," katanya.

Soal PSK akan dikembalikan ke daerah asal, pihaknya sudah koordinasi dengan bupati/wali kota di Jatim. Pihaknya telah menyiapkan APBD Jatim untuk mengentaskan mereka.

Dalam kesempatan itu diberikan bantuan dari kemensos sebesar Rp7 miliar dan, Gubernur Jatim sebesar Rp 1, 5 miliar kepada PSK serta warga terdampak lokalisasi. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Budaya, AlaNu Shautus Salam

Senin, 18 Desember 2017

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya

Jember, Shautus Salam - Bahwa di? Jember sudah ada bibit-bibit ISIS, bukanlah isapan jempol semata. Paling tidak, inilah pengakuan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjend Pol Hamli saat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Ancaman Terorisme dan Pencegahannya di New Sari Utama,? Jember, Kamis (5/7).

Menurutnya, bibit-bibit ISIS itu melakuan gerakan pengkaderan di salah satu masjid kampus? di Jember. "Tolong dilihat. Kalau perlu pendalaman, tanya ke Kapolres Jember (AKBP. Kusworo Wibowo). Nanti Kapolres saya beritahu," ujarnya.

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya

Kelompok radikal dan teroris memang menyasar mahasiswa untuk direkrut menjadi anggota. Mereka sudah lama masuk ke perguruan tinggi. Bahkan, sejumlah teroris merupakan alumnus perguruan tinggi negeri dan swasta.

Sebagian di antaranya menjadi ideolog. Yang lain menjadi perakit bom. Mereka berproganda dengan mengiming-imingi surga dan bidadari jika sudah melakukan? jihad.

Shautus Salam

Shautus Salam

"Faktor terbesar seseorang bergabung dengan ISIS karena pemahaman agama yang keliru. Jihad hanya (berarti) perang tidak ada makna lain," tambahnya.

Karena itu, ia? meminta kepada seluruh pemimpin perguruan tinggi di Indonesia agar mengawasi aktivitas di masjid kampus masing-masing.

"Tolong dilihat, aktivitas-aktivitas terutama di masjid kampus, hati-hati. Dulu di salah satu universitas terkenal di Surabaya, masjidnya dipakai ketika jam 12 malam ke bawah. Tausiyah di situ. Lima, sepuluh, lima belas orang kumpul, satpam tidak tahu. Dikira mengaji biasa. Tahunya ketika ditangkap, dia ngomong: tausiyahnya di situ. Jadi tolong dilihat masjid kampus, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta," jelas Hamli. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Pemurnian Aqidah, Aswaja Shautus Salam

Senin, 11 Desember 2017

IPNU Puji Pemprov Kaltim, Realisasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan

Samarinda, Shautus Salam. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) memuji dan mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang telah merealisasikan 20 persen anggaran pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Idy Muzayyad mengatakan, langkah maju tersebut merupakan bentuk kepedulian yang kuat atas dunia pendidikan bagi masyarakat daerahnya. Demikian pula, kebijakan tersebut berarti telah memenuhi amanat Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional? No 23 tahun 2003.</p> ”Pemenuhan 20 persen APBD untuk pendidikan itu memang belum menjadi jaminan bagi perbaikan kualitas pendidikan. Tapi, itu harus dipenuhi dulu karena memang amanat UU Sisdiknas,” terang Idy usai pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPNU di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Kaltim, di Samarinda, Kaltim, Kamis (23/8).

Menurutnya, pemenuhan 20 persen anggaran pendidikan itu harus diikuti dengan kebijakan lain yang mendukung upaya perbaikan kualitas dan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh rakyat di negeri ini. Bila tidak demikian, maka anggaran tersebut akan sia-sia saja.

IPNU Puji Pemprov Kaltim, Realisasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Puji Pemprov Kaltim, Realisasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Puji Pemprov Kaltim, Realisasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan

Ia berharap pada daerah-daerah lain agar bisa mengikuti kebijakan Pemprov Kaltim yang telah merealisasikan amanat UU Sisdiknas tersebut. “Bagaimanapun juga, anggaran itu merupakan salah satu syarat utama kalau pendidikan di Indonesia ini mau lebih maju dan merata,” tandasnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur Kaltim Syaiful Teteng mengatakan, pihaknya telah menganggarkan Rp 80 miliar atau sebesar 20 persen dari APBD Kaltim untuk pendidikan. Jumlah yang cukup besar tersebut memang diperuntukkan bagi masa depan dan kemajuan dunia pendidikan di daerahnya.

Namun, ia mengakui, dana senilai itu memang dirasa masih belum mampu menjawab kebutuhan dan memperbaiki kualitas pendidikan di daerahnya. Ia mencontohkan, kebutuhan tenaga kerja di daerahnya yang belum bisa dipenuhi oleh putra daerah.

Shautus Salam

“Tidak cukup 20 persen dari APBD. Masih harus diikuti dan disesuaikan dengan kebijakan-kebijakan lain yang mendukung,” ujar Syaiful di hadapan para peserta Rakernas IPNU yang merupakan perwakilan 30 Pengurus Wilayah IPNU se-Indonesia.

Sinetron Racuni Remaja

Rakernas yang digelar hingga 25 Agustus mendatang di Hotel Diamond itu juga akan membahas berbagai persoalan yang dihadapi remaja dan pelajar saat ini, terutama maraknya sinetron remaja di televisi yang dinilai tidak mendidik serta mengajarkan gaya hidup bebas.

“Tayangan televisi saat ini, terutama sinetron remaja, telah ‘meracuni’ remaja. Tidak semua tayangan televisi baik. Selama ini kita lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan televisi. Kondisi yang memprihatinkan inilah yang akan kita bahas pada forum Rakernas kali ini,” terang Idy. (rif)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Aswaja Shautus Salam

Senin, 04 Desember 2017

Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa

Makassar, Shautus Salam. Universitas Islam Makassar mengadakan Pesantren Mahasiswa dan Training ESQ gelombang 3 bagi mahasiswa baru Pembukaan Pesantren Mahasiswa ini dihadiri para wakil Rektor UIM, Direktur Pascasarjana, Seluruh Dekan se Universitas , Ketua Lembaga, dan dihadiri 523 peserta dari berbagai fakultas 29/11, kegiatan ini akan berlangsung selama 4 hari 29/11-2/12 ? yang dipusatkan di aula SMK Darussalam.

Dalam sambutannya Suradi sebagai Ketua Panitia Pelaksana mengemukakan Pesantren mahasiswa dan Training ESQ ini wajib diikuti setiap mahasiswa, sebagai salah satu syarat kegiatan proses akademik. Setiap peserta akan mendapatkan sertifikat yang akan menjadi syarat ujian meja/munaqys.

Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa

Disisi lain Training ESQ ini akan dilatih trainer dari tim ESQ Sulawesi Selatan yang berpengalaman dan untuk pesantren mahasiswa akan dibimbing langsung oleh sesepuh Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan diantaranya Anregurutta KH Sanusi Baco Rais Syuriyah NU Sulsel yang juga pimpinan Ponpes Nahdlatul Ulum Soreang Maros, KH Zain Irwanto Wakil Rais NU Sulsel, dan Dr Arfah Shiddiq Wakil Ketua NU Sulsel. Materi pesantren diantaranya Aqidah, Syariah dan Tasawuf sesuai dengan kultur keilmuan Nahdlatul Ulama. Ungkap Suradi

Shautus Salam

Wakil Rektor III Dr Abd Rahim Sanjata yang juga mewakili Rektor Universitas Islam Makassar dalam sambutannya, memaparkan Universitas Islam Makassar sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama memliki tanggung jawab moral untuk melahirkan intelektual yang memiliki akhlakul karimah. Melalui pesantren mahasiswa dan training ESQ ini, mahasiswa akan diberikan materi penyadaran spiritual.

Shautus Salam

Akhir-akhir ini banyak masyarakat ? yang antipati terhadap gerakan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya yang terkadang anarkis. Sebagai Perguruan Tinggi Islam yang memiliki visi misi yang mencetak intelektual, tentunya melalui training ESQ dan Pesantren ini, mahasiswa akan digembleng untuk mendapatkan materi spiritual dan melalui pesantren, mahasiswa akan mendapatkan ilmu praktek cara beribadah sesuai dengan kultur NU. Tambahnya.

Olehnya itu, UIM mengharapkan seluruh mahasiswa mengikuti proses training dan pesantren mahasiswa ini sampai selesai. Disisi lain, mahasiswa ke depan akan mendapatkan materi-materi spiritual dalam proses perkuliahannya sebagai bekal untuk mengaplikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Ungkapnya sekaligus membuka proses pesantren mahasiswa ini. (andy muhammad idris/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, Pemurnian Aqidah, Aswaja Shautus Salam

Jumat, 01 Desember 2017

Amar Makruf Nahi Munkar ala Polisi

Jepara, Shautus Salam. Aparat kepolisian juga mempunyai tugas untuk beramar makruf nahi munkar. Hal itu dikemukakan Kasatlantas Polres Jepara, AKP Andhika Wiratama, saat mengisi materi Sosialisasi Keselamatan Berkendara di SMK Az Zahra Mlonggo Jepara, Senin (23/1) pagi. 

Amar makruf nahi munkar yang dilakukan aparat polisi kata dia, berkaitan dengan tertib lalu lintas. “Misalnya penilangan, pencegahan kecelakan dan penegakan berlalu lintas,” kata Andhika didampingi Briptu M. Lukmanul Khakim anggota Satlantas Polres Jepara serta Aiptu Antonius anggota Babinkamtibmas Polsek Mlonggo Jepara. 

Amar Makruf Nahi Munkar ala Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Amar Makruf Nahi Munkar ala Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Amar Makruf Nahi Munkar ala Polisi

Perintah kebaikan dan mencegah kemunkaran yang dilakukan pihaknya adalah sudah sesuai dengan UU. “Sehingga kami harus melaksanakannya. Jika kita membiarkan justru kami salah,” tegasnya kepada ratusan santri SMK Az Zahra. 

Ia berpesan sebagai pemuda harus memikirkan masa depan. “Dengan orang tua harus berbakti bukan malah membebani,” pesannya. 

Shautus Salam

Aturan yang dibuat oleh pemerintah tujuannya untuk ditaati. Kembali ke amar makruf, ia menyitir sebuah hadits yang berisi ketika melihat kemunkaran maka diingatkan dengan lisan, perbuatan dan selemah-lemahnya iman ialah dengan rasa keprihatinan. 

“Jika kalian berangkat sekolah naik motor tidak pakai helm kami ingatkan, itu kan bagian dari amar makruf,” tegasnya. 

Shautus Salam

Andhika menambahkan berbuat baik memang banyak ujiannya. Misalnya, menjadi pelajar yang tertib lalu lintas malah dicemooh oleh teman yang lain. Padahal jika dikemudian hari mengalami kecalakaan itu adalah akibat dari tidak tertib. 

“Dengan tertib lalu lintas yang lain juga akan ikut tertib,” lanjutnya. 

Dengan tertib dalam segala hal, ia meyakini akan menuai sukses di masa yang akan datang. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Internasional Shautus Salam

Senin, 27 November 2017

Demo di Kantor Bulog, PMII Bandung Serukan Kedaulatan Pangan

Bandung, Shautus Salam. Ratusan anggota Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia (PMII) Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/3), menggelar aksi damai untuk mendesak pemerintah menegakkan kedaulatan pangan di Indonesia dan segera mengatasi melambungnya harga sembako.

Sejak pagi, massa aksi penyampaian aspirasinya dari berkeliling di area kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus menggalang massa dari mahasiswa lain di kampus setempat untuk bergabung bersama PMII.

Demo di Kantor Bulog, PMII Bandung Serukan Kedaulatan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo di Kantor Bulog, PMII Bandung Serukan Kedaulatan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo di Kantor Bulog, PMII Bandung Serukan Kedaulatan Pangan

Lalu menjelang siang, dengan menaiki 2 truk massa aksi bergerak menuju gudang Bulog Regional Kota Bandung di Jalan Gedebage. Di sana sekitar 1 jam mereka menyuarakan tuntutannya, kemudian mereka menggeliat menuju kantor di depan Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat, di Jalan Soekarno-Hatta No. 711A kota Bandung.

Shautus Salam

Aksi damai yang dilakukan PMII ini membuat perwakilan dari mereka diperkenankan melakukan audiensi tertutup bersama petinggi Bulog Regional Jawa Barat. Sementara ratusan massa lainnya tetap berada di luar gedung Perum Bulog tersebut. Aksi di seberang pinggir jalan ini banyak mendapatkan perhatian dari pengguna jalan.

Shautus Salam

Ahmad Riyadi, ketua PC PMII kota Bandung mengatakan bahwa aksi tersebut yang digelar sebagai bentuk respon PMII atas persoalan kebutuhan pokok masyarakat khususnya dalam masalah pangan, khususnya kebutuhan yang kini langka dan harganya melambung tinggi.

“Sebetulnya yang jadi persoalan adalah kebutuhan beras. Pemerintah seharusnya mendukung petani lokal (tradisional) untuk mengembangkan potensi lahan pertanian yang dimiliki. Hal tersebut sebagai upaya dalam mengatasi kebijakan impor beras yangi dilakukan oleh pemerintah," kata Riyadi yang juga sebagai penanggung jawab aksi tersebut.

Dia menjelaskan proses tersebut harus berbanding lurus dengan usaha Pemerintah melalui sosialisasi atau penyuluhan yang baik kepada para petani, misalnya penyuluhan terkait sumber pupuk atau penggunaan pestisida yang efektif.

"Artinya bahwa ini merupakan konsekuensi dari Pemerintah untuk berbicara soal pengelolaan dan kesejahteraan pertanian. Kalau semua ini bisa dilakukan oleh Pemerintah, saya rasa kita tidak butuh lho yang namanya beras impor, karena Indonesia mempunyai potensi pertanian yang sangat bagus,” ujar Riyadi menjelaskan? salah satu tuntutan dari aksi PMII kota Bandung itu.

Lebih lanjut, Riyadi atas nama rakyat mendesak kepada Pemerintah harus bisa mengintervensi stabilitas harga pasar, lebih-lebih bisa menentukan harga pasar. Pemerintah juga jangan sampai terjebak model kapitalisme yang akhirnya mengeksploitasi hak-hak rakyat.

“Lalu bagaimana cara Pemerintah mampu memberikan arahan kepada masyarakat (petani) untuk memberikan pupuk-pupuk yang baik. Begitu juga jangan sampai harga pupuk melambung tinggi, yang pada akhirnya harga beras ditentukan oleh harga pupuk,” tegas mahasiswa pascasarjana Universitas Langlangbuana itu.

Dia menambahkan, Pemerintah juga harus memperhatikan pendidikan dan kelayakan hidup di kalangan para petani. “Bagaimana pun Pemerintah harus mempertimbangkan hal itu, karena merekalah yang setiap hari di sawah untuk melakukan penanaman hingga pemanenan,” singgungnya.

“Harapannya, masyarakat harus mampu memanfaatkan lahan dimiliki, lalu pengelolaan tanaman yang baik, mulai dari pemilihan benih sampai proses pemanenan, serta mampu memasarkan dengan baik,” pungkas Riyadi. (Muhammad Zidni Nafi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Jumat, 24 November 2017

Bagi Hasil Cukai Tembakau Harus untuk Petani

Jakarta, Shautus Salam. Pemerintah didesak untuk memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) secara optimal. Pemanfaatannya diminta juga difokuskan untuk pembangunan infrastruktur pertanian dan peningkatan kesejahteraan buruh pabrik rokok.

Bagi Hasil Cukai Tembakau Harus untuk Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Hasil Cukai Tembakau Harus untuk Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Hasil Cukai Tembakau Harus untuk Petani

"Ditegaskan saja untuk dua hal, yaitu untuk petani dan buruh tembakau serta buruh pabrik rokok. Mereka-mereka itu yang menjadikan bisa keluarnya DBHCHT, tapi pada kenyataannya selama ini belum merasakannya dengan baik," tegas Ketua PBNU Prof Dr Maksum Mahfoedz di Jakarta, Jumat (11/5).?

Desakan yang sama juga disampaikan Maksum saat menjadi keynote speech dalam seminar bertema "DBHCHT Hak Petani dan Buruh" yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) bekerjasama dengan Universitas Wahid Hasyim, di Semarang (10/5). Pemanfaatan DBHCHT terfokus akan menghasilkan dana yang lebih dari cukup untuk membangun infrastruktur pertanian secara berkelanjutan.?

Shautus Salam

Pemanfaatan DBHCHT terfokus juga akan memudahkan kontrol, serta dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan.?

"Yang terpenting ini akan menghasilkan efek domino, dimana infrastruktur pertanian dan fasilitas buruh yang memadai dapat juga dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Yang tak kalah pentingnya juga, petani tembakau dan buruh pabrik rokok memang memiliki hak untuk merasakan DBHCTHT," jelas Maksum yang juga menjabat sebagai guru besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.?

Shautus Salam

Pemanfaatan DBHCHT selama ini ditengarai masih jauh dari kata tepat. Penyalurannya juga dinilai belum melibatkan masyarakat secara luas. Ini setidaknya disampaikan oleh Warsiman, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, salah seorang pembicara dalam seminar yang sama.?

Sementara Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Andi Najmi Fuaidi, menilai belum terlaksananya pemanfaatan DBHCHT secara tepat tak lepas dari regulasi yang gagal mengatur persoalan pertanian dan buruh. Konsep perpajakan yang masih lemah juga diindikasikan menjadi penyebab kondisi tersebut.?

"Temuan kami, pungutan DBHCHT itu tidak didukung oleh basis argumentasi yang kuat, sehingga patut dicurigai hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan. Termasuk juga beberapa jenis pajak yang lain, seperti Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD)," tuntas Andi tegas.

Penulis: Emha Nabil Haroen?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, PonPes Shautus Salam

Senin, 20 November 2017

Presiden Jokowi Pinta PMII Jadi Solusi Indonesia

Palu,? Shautus Salam?



Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa dunia saat ini berubah dengan cepat. Hal itu ditandai dengan munculnya internet.?

"Perubahan itulah yang harus terus kita ikuti kalau kita tidak ingin ditinggal oleh negara lain," kata presiden akrab disapa Jokowi saat membuka Kongres ke-XIX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Masjid Agung Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/5).

Presiden Jokowi Pinta PMII Jadi Solusi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Pinta PMII Jadi Solusi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Pinta PMII Jadi Solusi Indonesia

Menurutnya, mahasiswa adalah strata elite kaum terdidik. "Oleh sebab itu mahasiswa khususnya PMII, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia harus menjadi bagian dari solusi bangsa ini, "katanya.?

Jokowi menyayangkan masyarakat yang suka demo, karena menurutnya, hal itu tidak produktif.?

"Habis energi kita untuk hal-hal seperti itu," kata insinyur lulusan UGM ini.?

Shautus Salam

Ia berharap agar energi masyarakat dialihkan kepada hal-hal produktif khususnya teknologi yang semakin maju.?

Nampak hadir pada pembukaan, Menristek dan Pendidikan Tinggi M. Natsir, Menteri PMK Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Ketua Majelis Pembina Nasional PMII Muhaimin Iskandar, Gubernur Sulawesi Tengah dan segenap pejabat lainnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Aswaja, Nusantara, Pahlawan Shautus Salam

Rabu, 15 November 2017

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell

Jakarta, Shautus Salam
Pemerintah diminta melakukan pemboikotan produk-produk Shell dan turunannya, karena perusahaan minyak milik Inggris dan Belanda ini di duga sebagai "biang kerok" terjadinya krisis antara Indonesia dengan Malaysia, melalui konsesi eksploitasi minyak di kawasan blok Ambalat oleh Petronas kepada Shell.

"Mereka jelas jelas hendak mengganggu kedaulatan negara kita dan berusaha mengadu domba kita dengan negara tetangga," ungkap anggota DPR Fraksi Kebangkitan Bangsa (FPKB), Idham Chalid yang dihubungi Shautus Salam melalui telpon selularnya, Senin (21/3).

Hal ini tentunya, kata Idham sangat menyinggung perasaan bangsa Indonesia, karena selain penetapan batas perairan Malaysia itu diklaim secara sepihak, juga yang diberi konsesi untuk mengeksploitasi minyak di Ambalat oleh Indonesia pada awal sebenarnya adalah Shell, tetapi ketika tahap eksplorasi mereka gagal dan tidak mendapatkan apa-apa, sehingga kemudian mereka mengalihkan hak-hanya pada ENI Italy dimana mereka kemudian beruntung karena menemukan cadangan minyak sebesar 1 Miliar barel dan cadangan gas sebsar 40 Trilyun kubik kaki. Karena alasan itulah Shell mencoba masuk kembali untuk menggali minyak di kawasan itu melalui Malaysia.

Menurut mantan ketua DPRD Wonosobo ini, Penemuan ini membuat Shell ingin masuk kembali tapi terbentur akibat Indonesia memberikan blok lainnya di East Ambalat  pada Unocal. Sehingga akhirnya Shell pun memamfaatkan Malaysia yang kebetulan sedang merasa percaya diri baik dalam hal ekonomi , politik maupun militer.Selain itu juga mereka memerlukan sumber energy baru untuk negaranya mengingat terbatasnya sumber minyak dan gas di Malaysia dan ini juga yang mendasari Malaysia ikut mengklaim  kepulauan spartly dan paracel termasuk sebagian Natuna yang dimiliki Indonesia.

Karena itu, lanjut Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah ini meminta kepada pemerintah supaya tegas dengan secepatnya melayangkan teguran kepada perwakilan Shell di Indonesia, dan jika tidak digubris juga, mari kita boikot produk Shell bersama-sama. "Ini untuk menjaga kedaulatan dan martabat kita sebagai bangsa Indonesia dan dalam posisi ini kita harus tegas," katanya bersemangat.

Sekadar di ketahui Petronas memberikan konsesi eksplorasi pertambangan di Blok ND7 dan ND6 di Laut Sulawesi kepada PT Shell, 16 Februari 2005. Padahal Pertamina dan Petronas sudah lama saling mengklaim hak atas sumber minyak dan gas di Laut Sulawesi dekat Tawau, Sabah yang dikenal dengan East Ambalat. Kedua perusahaan minyak dan gas itu sama-sama menawarkan hak eksplorasi ke perusahaan asing (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Berita Shautus Salam

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell

Ingatkan Zakat, Siswa PAUD Gelar “Dakwah on the Road”

Surabaya, Shautus Salam. Ajarkan pendidikan agama sedari dini, Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) “Citra Kusuma” yang berlokasi di kawasan Asemrowo Sekolahan ini ajak puluhan anak didiknya untuk “Dakwah On the Road”, Selasa (7/8).

Ingatkan Zakat, Siswa PAUD Gelar “Dakwah on the Road” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingatkan Zakat, Siswa PAUD Gelar “Dakwah on the Road” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingatkan Zakat, Siswa PAUD Gelar “Dakwah on the Road”

Dengan konsep turun ke jalan, siswa yang masih duduk di Playgroup dan Kindergarten ini menyerukan ajakan untuk berzakat. Mereka berdiri di trotoar traffict light Raya Arjuno sambil membawa aneka poster, diantaranya bertuliskan “Ayo Kita Berbagi”, “Zakat itu Wajib”, “Ayo Bayar Zakat Yuk”, dan “Lebih Baik Memberi Daripada Meminta”.

Uniknya, poster berisikan ajakan untuk berzakat tersebut bernuansa hasil karya mereka. Ada yang berlatar belakang pemandangan, ada juga yang cuma tulisan dengan aneka coretan krayon.

Shautus Salam

Menurut Kepala PAUD “Citra Kusuma” Widyani Kusumayanti, Psikolog, tujuan digelarnya “Dakwah On the Road” ini ingin mengajarkan anak didiknya untuk belajar pendidikan agama secara keseluruhan.

“Selain itu, mengingatkan umat Muslim untuk melakukan kewajiban berzakat di bulan Ramadhan,” jelas pendidik yang akrab dipanggil Bunda Widya ini.

Shautus Salam

Mengusung tema “Dakwah Berzakat di Bulan Ramadhan”, sasaran dari “Kampanye Berzakat” ini adalah masyarakat pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Arjuno.

Tak hanya mengusung pelbagai poster, tapi anak-anak yang rata-rata masih Balita ini juga membagikan leaflet yang berisikan hadits-hadits, seperti “Barangsiapa yang Mengeluarkan Zakat Sebelum Sholat IED, maka itu Zakat yang Diterima dan Barangsiapa yang Mengeluarkan Zakat Sesudah Sholat IED, maka itu Berarti Shadaqah seperti Shadaqah Biasa” (HR. Abu Daud, Ibnu Hajar & Daruquthni), dan “Rasulullah SAW, memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk anak kecil, orang dewasa, orang merdeka dan hamba sahaya dari orang yang kamu sediakan makanan mereka (HR. Daaruquthni, Hadits Hasan).

“Terima kasih ya nak, sudah mengingatkan untuk berzakat. Hampir saja saya lupa,” ujar Abdullah, pengendara motor saat menerima leaflet tersebut dari Muhammad Lazuardi Syahada Dewa Agung (3) siswa Playgroup A.

Hal senada juga diungkapkan Himawan (45), manager salah satu asuransi yang saat itu mengendarai mobil mewah. Saat menunggu lampu hijau, Himawan mendapatkan leaflet yang bertuliskan “Rasulullah telah mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan satu sha’ dari kurma atau satu ‘sha’ dari sya’iir atas seorang hamba, seorang merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin” (HR Bukhari & Muslim).

“Wah, kecil-kecil sudah pandai agamanya. Terima kasih ya nak sudah mengingatkan bapak untuk berzakat,” katanya sembari tersenyum. Sementara itu, respon dari siswa PAUD “Citra Kusuma” sendiri beragam. Intinya, mereka senang dengan kegiatan outdoor seperti ini.

Salah satunya Aura Diva Angela Lovely Rorong (4). Siswa Kindergarten A ini terlihat bersemangat saat membawa poster bertuliskan “Ayo Kita Berbagi”. Tanpa menghiraukan panas terik, Aura tetap tersenyum, bahkan sesekali becanda dengan teman sebelahnya. Bahkan dia juga tidak merasa takut saat memberikan leaflet pada pengendara yang berhenti di traffict light Raya Arjuno.

Aksi “Dakwah On the Road” ini sendiri mendapatkan pengawalan dua petugas dari Polsek Sawahan.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pesantren, Aswaja Shautus Salam

Sabtu, 11 November 2017

Urgensi Teologi Toleransi untuk Kerukunan Umat Beragama

Oleh H Zulfikar Damam Ikhwanto



Sampai sekarang, pembicaraan tentang kerukunan umat beragama masih menjadi isu strategis untuk menunjang ketahanan nasional dan juga menyamakan persepsi serta memperkuat pemahaman tentang wawasan kebangsaan. Kerukunan umat beragama menjadi begitu penting untuk mencapai kesejahteraan hidup di negeri Nusantara ini, yang jamak diketahui beragam adat istiadat dan budaya begitu juga dengan agama. Perbedaan ini sangatlah berisiko pada kecenderungan konflik, terutama bagi pihak yang mencita-citakan terciptanya kekacauan di masyarakat. Untuk meminimalisasi bentrokan kepentingan antarumat beragama, maka kebijakan Pemerintah harus menyentuh pada pokok masalah antara lain pendirian tempat ibadah, penyiaran agama, bantuan keagamaan dari luar negeri dan tenaga asing bidang keagamaan. Meski pada tataran pelaksanaannya masih menyisakan masalah baru, sehingga harus terus ada evaluasi dan koreksi secara berkelanjutan.

Urgensi Teologi Toleransi untuk Kerukunan Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Urgensi Teologi Toleransi untuk Kerukunan Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Urgensi Teologi Toleransi untuk Kerukunan Umat Beragama

Kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Adapun Jargon yang dikampayekan oleh Pemerintah dikenal dengan sebutan Tri Kerukunan, meliputi kerukunan intern umat beragama, kerukunan antarumat beragama, serta kerukunan antara umat beragama dan Pemerintah. Konsep ini diharapkan menjadi inspirasi untuk mewujudkan kebersamaan dalam berbagai perbedaan. Jangan sampai terjadi pengekangan atau pengurangan hak manusia dalam menjalankan kewajiban dan ajaran agama yang diyakininya.

Tragedi Ambon, Halmahera, Poso, Palu, Sampit, Palangkaraya dan beberapa daerah lain merupakan bentuk disharmoni beberapa waktu yang lalu terjadi, tetapi juga sangat mungkin terjadi di masa mendatang. Kerukunan sosial seolah menjadi mimpi belaka ketika sesama anak bangsa sulit menciptakan kerukunan. Disadari atau tidak, konflik paling laten di negeri Nusantara ini selalu bernuansa SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), utamanya konflik dikarenakan suku dan agama. Problemnya, konflik antarsuku mungkin bisa diatasi dengan kerangka resep nasionalisme, akan tetapi konflik antaragama sulit disembuhkan dengan hanya mengandalkan jargon kebangsaan. Pasalnya, agama selalu dipandang sebagai entitas supranasional.

Shautus Salam

Kondisi kehidupan keagamaan di Indonesia juga ditandai oleh berbagai faktor sosial dan budaya, seperti perbedaan tingkat pendidikan para pemeluk agama, perbedaan tingkat sosial ekonomi para pemeluk agama, perbedaan latar belakang budaya, serta perbedaan suku dan daerah asal. Kerukunan umat beragama akan terbangun dan terpelihara dengan baik apabila jurang pemisah dalam bidang sosial dan budaya dapat dipersempit. Sebaliknya, kerukunan umat beragama akan rentan dan terganggu apabila jurang pemisah antarkelompok agama dalam aspek-aspek sosial dan budaya ini semakin lebar, termasuk jurang-jurang pemisah sosial baru yang akan muncul akibat krisis moneter global saat ini.

Konflik-konflik yang pernah terjadi bermula dari murni konflik tentang kesenjangan ekonomi atau politik, kemudian bergeser dengan cepat menjadi konflik antara pemeluk agama. Oleh karena itu, pemeliharaan kerukunan umat beragama bukan hanya menjadi tanggungjawab para pejabat pemerintah dan pemuka agama, melainkan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Setiap negara di dunia memiliki keunikan tersendiri dalam membina dan memelihara kerukunan umat beragama, tak terkecuali Indonesia. Keunikan tersebut terjadi karena bermacam-macam faktor seperti sejarah, politik, sosial, budaya/etnis, geografi, demografi, pendidikan, ekonomi, serta faktor keragaman agama itu sendiri. Di Indonesia, sejak zaman pra sejarah sudah berkembang berbagai agama dan kepercayaan, baik agama asli seperti animisme, dinamisme, maupun agama impor yang dibawa oleh pendatang dari Barat maupun Timur. Agama-agama ini dibawa melalui jalur perdagangan, politik imperialisme, dan misi agama. Semenjak itulah agama-agama yang ada di Indonesia terus berkembang dan diikuti oleh semakin bertambahnya jumlah para pemeluk, hingga saat ini tak kurang ada enam agama resmi yang diakui oleh negara yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu, ditambah dengan bermacam-macam aliran/sekte lainnya.

Shautus Salam

Dalam konsep masyarakat multikultural ialah bahwa di atas pluralisme masyarakat itu hendaknya dibangun suatu rasa kebangsaan bersama tetapi dengan tetap menghargai, mengedepankan, dan membanggakan kemajemukan dalam masyarakat itu. Dengan demikian setidaknya ada tiga syarat bagi adanya suatu masyarakat multikultural, yaitu adanya pluralisme masyarakat; adanya cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama; adanya kebanggaan terhadap pluralisme itu. Karena itu ada empat pilar pokok yang sudah disepakati bersama oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai nilai-nilai perekat bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat nilai tersebut merupakan kristalisasi nilai-nilai yang digali dari budaya asli bangsa Indonesia. Kerukunan dan keharmonisan hidup seluruh masyarakat akan senantiasa terpelihara dan terjamin selama nilai-nilai tersebut dipegang teguh secara konsekwen oleh masing-masing warga negara.

Selain dengan eksistensi nasionalisme itu, penerimaan pluralisme ini tidak bisa hanya didasarkan atas kesadaran bahwa kita ini adalah bangsa yang majemuk dari semua sisi ke-SARA-nya saja. Sebab jika ini yang menjadi pijakan, maka sesungguhnya kita berangkat dari fakta sosial yang terpecah-pecah. Oleh karenanya dibutuhkan pemahaman pluralisme sebagai cara untuk menghindari kefanatikan. Yakni, secara teologis, seringkali diajarkan pada kita untuk memperkuat keimanan dengan segala pencapaiannya menuju surga tanpa dibarengi dengan kesadaran berdialog dengan agama-agama lain. Kondisi inilah yang menjadikan pendidikan atau pemahaman agama menjadi sangat eksklusif dan tidak toleran. Padahal di era pluralisme dewasa ini, pendidikan atau pemahaman agama ini mesti melakukan reorientasi filosofis paradigmatik tentang bagaimana membangun pemahaman keberagamaan peserta didik atau pengikut yang lebih inklusif-pluralis,multikultural, humanis, dialogis-persuasif, kontekstual, substantif dan aktif sosial.

Sehingga, bila ini tidak diikhtiarkan secara benar dan optimal, akan sangat berpotensi menimbulkan pemahaman yang eksklusif dan tindakan sewenang-wenang yang dekat dengan kekerasan, sebut saja kekerasan yang dilakukan untuk melawan hegemoni Barat oleh Usamah bin Laden, Imam Samudra, Amrozi, Abu Dujana dan lainnya dengan tegas mengatasnamakan Islam dalam meledakkan simbol-simbol kekafiran. Dalam skala nasional, kekerasan yang dialami oleh jamaah Ahmadiyah, peristiwa bom Bali, Hotel JW Mariot, serta berbagai bentuk kekerasan ormas Islam seperti di setiap tahun, khususnya menjelang bulan Ramadhan. Penolakan masyarakat atas ibadah Gereja di Jawa Barat hingga penikaman terhadap seorang Pendeta ketika akan melaksanakan ibadah, pembakaran Pesantren Syiah di Madura, pembubaran atas seminar dan bedah buku Irshad Manji di Yogyakarta hingga pengrusakan pada kantor LKiS, adalah contoh segelintir kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu atas nama agama.

Akhirnya dalam spirit kesatuan, kita menghargai keberbedaan. Perbedaan agama-agama ini harus dikenal dan diolah lebih lanjut, karena perbedaan ini secara potensial bernilai dan penting bagi setiap orang beragama dalam pemerkayaan imannya. Pluralisme dan kemanusiaan tetap harus menjadi komitmen dan sikap yang dibangun oleh setiap individu dalam beragama, karena baik pluralisme dan kemanusiaan adalah cita-cita yang dibangun oleh al-Quran melalui asas rahmatan li al-alamin (kasih sayang bagi semesta alam). ?



Penulis adalah Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jombang


Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Daerah Shautus Salam

Senin, 06 November 2017

NU Semakin Aktif dalam Percaturan Internasional

Malang, Shautus Salam. Rencana Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mempertemukan para ulama besar dari seluruh dunia, awal bulan depan di Istana Bogor, merupakan bentuk peran serta NU dalam pentas percaturan internasional. Melalui uluran tangan NU yang dikenal berhaluan moderat, diharapkan konflik-konflik sektarian yang terjadi di dunia muslim bisa segera mereda.

“Melihat konflik di Timur Tengah yang seperti itu, baik di Iraq, Palestina, Syiria, NU tidak bisa tinggal diam,” kata Ketua Umum PBNU DR KH A Hasyim Muzadi saat ditemui di kediamannya, Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, Sabtu (17/3) lalu.

Hasyim menuturkan, konflik yang terjadi di Timur Tengah itu tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan kenegaraan. Sebab perseteruan itu bersifat komplek. Selain faktor kekuasaan dan kepentingan, faktor sektarian juga sangat berperan di dalamnya. “Dari sanalah melalui operasi intelijen tentara pendudukan menyulut pertentangan menjadi semakin keras,” tutur Hasyim.

NU Semakin Aktif dalam Percaturan Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Semakin Aktif dalam Percaturan Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Semakin Aktif dalam Percaturan Internasional

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia tidak bisa berpangku tangan melihat penderitaan negara-negara muslim tersebut. Hasyim menuturkan, Indonesia saat ini telah mengulurkan bantuan penyelesaian melalui dua jalur pendekatan. Pertama, melalui jalur kenegaraan. Dalam hal ini Menlu RI Hasan Wirajuda telah berkeliling ke negara-negara Timur Tengah yang sedang dilanda konflik, plus beberapa negara Eropa, untuk mengusahakan perdamaian.

Sedangkan jalur kedua yang ditempuh Indonesia adalah melalui pendekatan ulama. Sebab pada kenyataannya, yang menjadi komandan lapangan di daerah konflik adalah para ulama. Isu yang dihembuskan adalah konflik sektarian, dan peran ulama masing-masing menjadi sangat menonjol, bahkan bisa mengalahkan peranan pemimpin pemerintahan.

Dalam pendekatan model kedua ini, pemerintah lebih mempercayakan kepada NU. Untuk itulah pada Januari, Pebruari dan Maret lalu Hasyim seringkali berkeliling ke negara-negara di Timur Tengah untuk menemui para ulama mereka. Melalui pendekatan ulama ini, besar kemungkinan konflik akan bisa diredam. Tidak hanya berkeliling, para ulama besar berhaluan Syiah dan Sunni itu akan dipertemukan di Indonesia dengan NU dan ICIS sebagai garansinya.

Shautus Salam

“Kenapa harus NU? Karena NU dikenal berwawasan moderat, bisa diterima oleh aliran yang sedang berkonflik, tidak mudah mengkafirkan orang lain dan tidak mudah mengikuti paham dari Barat,” kata Hasyim usai mengajar pengajian Ihya’ Ulumiddin di pesantrennya. Itu artinya, Hasyim melanjutkan, kepercayaan masyarakat internasional pada NU semakin nyata dan tak terbantahkan.

Pertemuan antar ulama dunia itu nanti bukan dimaksudkan untuk mempersatukan firqah-firqah yang ada selama ini, sebab hal itu jelas tidak mungkin, akan tetapi untuk meningkatkan sikap toleran masing-masing, agar mereka tidak saling menyerang. “Sebab kalau mereka terus berperang, Amerika malah tersenyum, karena bisa menang dengan gratisan,” tandasnya. (sbh)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Aswaja, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Selasa, 24 Oktober 2017

LP Ma’arif Bondowoso Siap Gelar Perkemahan Pramuka NU

Bondowoso,Shautus Salam. Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama Maarif Kabupaten Bondowoso akan menyelenggarakan kegiatan perkemahan pada 25-27 Desember 2015 di Jl. Cermee Bumi Perkemahan.

LP Ma’arif Bondowoso Siap Gelar Perkemahan Pramuka NU (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Bondowoso Siap Gelar Perkemahan Pramuka NU (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Bondowoso Siap Gelar Perkemahan Pramuka NU

Ketua Panitia kegiatan, Muhammad Thoyib mengatakan, perkemahan tersebut akan diikuti Gugus Depan (gudep) pangkalan Madrasah Tsnawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Pertama Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Bondowoso. Setiap gudep mengirimkan peserta 12 putra dan 12 putri.

Menurut dia, total jumlah peserta sekitar 720 orang. “Jika nantinya ada penambahan dari kuota yang diharapkan kami terbuka dengan senang hati menerima," tambahannya kepada Shautus Salam Ahad (20/12).

Shautus Salam

Tujuan kegiatan ini, lanjut dia, sebagai media berkumpul dan berkegiatan bersama antar -Pramuka Penggalang MTs atau SMP NU se-Kabupaten Bondowoso. Juga meningkatkan pengetahuan bagi generasi muda terhadap gerakan Pramuka. Serta mengimplementasikan perkemahan Maarif NU tahun 2015 sebagai sarana pendidikan bela negara dengan menanamkan nilai-nilai nasionalisme.

Persiapan

Persiapan perkemahan dilaksanakan pada hari Ahad pukul 07:00 WIB sampai siang di Bumi Perkemahan Cermee yang dihadiri Ketua LP Maarif Kabupaten Bondowoso Dr. H. Moh. Syaiful Bahar beserta jajarannya.

Shautus Salam

Moh. Syaiful Bahar melakukan pengamatan Bumi Perkemahan Cermee. Kemudian bersama Ketua Panitia, Thoyib, melakukan rapat koordinasi di aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cermee yang tidak jauh dari lokasi perkemahan.

Pada kesempatan itu, ia Syaiful Bahar mengatakan, kegiatan perkemahaan ini akan menjadi agenda rutinan tiap tahun atau menjelang hari lahirnya NU.

“Insyaallah? tiga hari belakang ini dari data yang masuk ada sekitar 35 lembaga utusan yang akan hadir dimana terbagi menjadi dua regu yaitu putra dan putri sehingga total menjadi 70 regu putra dan putri," tambahnya.

Kemudian ia mengemukakan siapa saja yang hadir pada kegiatan terseebut. Pada pembukaan perkemahan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan hadir yaitu: Bupati Bondowoso. H. Amin Said Husni, Wakil Bupati Bondowoso yang sekaligus sebagai Kwartir Cabang (Kwarcab) Bondowoso KH Salwa Arifin dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso H. Ahmad Dhafir. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

LP Ma’arif Bondowoso Siap Gelar Perkemahan Pramuka NU

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pesantren, Khutbah, Aswaja Shautus Salam

Minggu, 15 Oktober 2017

Mantan Presiden Sudan Sambangi PBNU

Jakarta, Shautus Salam

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapat kunjungan dari mantan Presiden Sudan, Jenderal Siwar el-Dzahab, Kamis (25/2/2016). Dzahab yang didampingi seorang asistennya Ahmad Azzam el-Amin ini disambut hangat oleh Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani dan Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini di ruang kesekjenan.

“Selamat datang dan terima kasih telah berkunjung ke PBNU,” sambut Helmy mengawali obrolan.

Mantan Presiden Sudan Sambangi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Presiden Sudan Sambangi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Presiden Sudan Sambangi PBNU

Selanjutnya, Helmy Faishal memperkenalkan Islam Indonesia kepada Dzahab. Dia juga menjelaskan tentang bangsa Indonesia yang sangat beragam dalam sisi agama, sosial, budaya, suku, dan lain-lain tetapi bisa hidup berdampingan secara damai.

“Indonesia memiliki 500 suku lebih, tetapi karena mampu menyinergikan antara paham agama dan negara, Indonesia tetap damai,” terang Sekjen.

Shautus Salam

Namun demikian, lanjut Helmy, potensi radikalisme dan terorisme masih ada. Karena kelompok dan paham radikal terlihat masih eksis. “Saya tidak mengatakan wahabi itu teroris, tetapi satu langkah lagi kecenderungan menjadi teroris itu ada,” jelasnya.

Sementara itu, Siwar Dzahab dalam kunjungannya itu mengatakan, persahabatan Indonesia dan Sudan sudah terjalin lama. Bahkan, lanjut Dzahab, Indonesia dan Sudan satu sama lain mendukung perjuangan rakyat melawan ketidakadilan penjajah waktu itu.?

“Dalam sejarah, Indonesia dan Sudan sama-sama tergabung dalam Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok yang dulu dipimpin oleh Soekarno,” jelas Dzahab yang juga didampingi M Ullinuha Husnan dari Pascasarjana STAINU Jakarta.

Shautus Salam

Sebelum menjadi Presiden Sudan 1985-1986, Dzahab menjabat Menteri Pertahanan Sudan. Kunjungannya ke Indonesia sebagai anggota dari Majelis Hukama Muslimin yang dipimpin oleh Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Ahmad At-Thayyeb. Adapun kunjungannya ke PBNU atas nama Munazzamat al-Dawa al-Islamia, lembaga yang dipimpinnya.

Setelah menyelesaikan tugas sebagai Presiden Sudan, Dzahab mendirikan lembaga bernama ‘Munazzamat Al-Dawa Al-Islamia’. Lembaga ini bergerak dalam bidang dakwah Islam yang saat ini markasnya ada di Khortoum Sudan dan Dubai Uni Emirat Arab. Lewat Majelis Hukama Musliminnya itu, dia proaktif menyebarkan Islam damai di seluruh dunia.

Dalam kesempatan tersebut, secara khusus, Siwar Dzahab juga mengundang PBNU untuk hadir dalam Seminar Internasional itu yang rencananya akan dilaksanakan 31 Maret 2016 di Khortoum Sudan. Dari pertemuan ini, Dzahab juga menawarkan kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan Islam moderat.?

Sebelum beranjak pulang, Dzahab dan rombongan menyempatkan diri bertemu dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di ruangannya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja Shautus Salam

Selasa, 10 Oktober 2017

Ribuan Nahdliyin Istighotsah Jelang Pilkada

Sidoarjo, Shautus Salam. Ribuan Nahdliyin di Sidoarjo, Jawa Timur, mengikuti kegiatan Sidoarjo Bertafakur, Istighotsah dan pengajian akbar yang digelar di parkir timur Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (3/12) malam. Mereka bermunajat kepada Allah SWT, agar pemilihan kepala daerah Sidoarjo diberikan kedamaian.

Ribuan Nahdliyin Istighotsah Jelang Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Istighotsah Jelang Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Nahdliyin Istighotsah Jelang Pilkada

"Ini merupakan bentuk ikhtiar kami agar pelaksanaan pilkada nanti berjalan aman, tertib dan damai," kata sekretaris panitia Sidoarjo Bertafakur, H Musauwimin.

Menurutnya, memilih pemimpin Sidoarjo yang amanah sangat penting karena nantinya bisa memberikan solusi dan sesuai dengan harapan masyarakat Sidoarjo. "Pemimpin yang amanah ibaratkan orang tua bagi semua golongan tanpa ada perbedaan sedikitpun," tambahnya.

Shautus Salam

Musauwimin mengatakan, agar masyarakat Sidoarjo turut serta memiliki dan mempunyai kepedulian dalam pemilihan kepala daerah, 9 Desember mendatang, pihaknya sengaja mengundang ribuan warga NU di Sidoarjo dari berbagai desa. Ia meminta masyarakat Sidoarjo untuk menguatkan hati dan nurani agar Sidoarjo menjadi lebih baik.

Nampak hadir dalam acara itu, ribuan Muslimat, Fatayat, Ketua PCNU Sidoarjo KH Abdi Manaf, Ketua MUI Sidoarjo KH Usman Bahri, Pengasuh Pesantren Al-Khoziny Buduran Sidoarjo KH Abdussalam Mujib, pasangan calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo nomor 1, H MG Hadi Sutjipto-H Abdul Kolik, para Kiai dan tokoh agama di Sidoarjo.``

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Aswaja, Lomba Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock