Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing

Oleh Miftakhur Risal



Dalam berbagai kesempatan, kita sering mendengar soal keterasingan dan keanehan Islam. Bahwa Islam dimulai dengan keadaan yang asing dan aneh, selanjutnya akan berakhir dalam keterasingan dan keanehan pula. Diucapkan dalam khutbah dan ceramah untuk membesarkan hati mereka yang “galau” dalam hijrahnya. Seolah ada pemahaman bahwa Islam yang benar adalah Islam yang teralienasi. Yang asing dan tidak familiar, itulah Islam yang sejati.

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing

Seseorang yang pindah (hijrah) dari sifat dan laku non-Islami menuju jalan hidup yang dianggapnya lebih Islami, memang kadang diselimuti kegalauan. Seseorang yang baru saja memutuskan bercadar, misalnya, harus menata diri berjumpa dengan kawan-kawan lamanya yang tidak sepemahaman. Saya tidak ingin membahas soal hukum cadar, tapi kondisi seperti ini jelas memerlukan pegangan yang kuat. Hadits soal “asingnya” Islam adalah satu di antaranya.

Kondisi di atas sebenarnya bukanlah masalah serius. Menjadi genting ketika hadits yang sama digunakan oleh para pendukung radikalisme dan terorisme. Seolah menjadi pembenar bahwa meski tindakannya dikutuk mayoritas umat beragama, ia tetaplah aksi yang heroik. Tidak mengapa ada anggapan? aneh dan “asing”. Toh Islam juga dimulai dari situasi yang aneh dan asing. Kira-kira seperti itulah argumen yang sedang dibangun.

Shautus Salam

Doktrin seperti ini nyata. Kita bisa melacaknya jika memiliki banyak waktu untuk lakukan cyber-patrol. Cukup banyak penghuni dunia maya yang sorak-sorai rayakan aksi teror, alih-alih mengutuknya. Mengambil sisi mendukung tindakan pemerintahan yang (dalam kacamata mereka) thaghut. Hal yang demikian, saya rasa patut diluruskan.

Hadtis keterasingan Islam yang dimaksud, tertuang dalam Shahih Muslim dari Abi Hurairah yang berbunyi:

Shautus Salam

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing”

Merujuk pada sejarah Islam awal, keadaan asing yang dimaksud cukup beralasan. Nabi diutus dengan ajaran tauhid di tengah masyarakat yang mayoritas menyembah banyak berhala. Islam datang dengan ajaran-ajaran yang sebagian besarnya asing di telinga masyarakat. Keadaan asing yang dimiliki oleh Islam awal ini cocok digambarkan dengan hadits di atas.

Lantas bagaimana dengan keadaan Islam di masa depan? Apakah akan betul-betul asing seperti awal kehadirannya?

Pertama, perlu kita kompromikan hadits tersebut dengan ayat 33 dari at-Taubah yang artinya:

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.”

Potongan ayat di atas berbicara mengenai janji Allah yang akan memenangkan Islam atas kelompok lain. “Menang” di sini tentu masih butuh banyak penafsiran. Namun tetap saja, menang dan asing adalah dua hal yang bertolak belakang. Pemenang biasanya akan dikenal, atau yang dikenal biasanya adalah yang menang. Bagaimana mungkin Islam dalam keadaan asing, tapi menjadi pemenang? Atau bagaimana mungkin Islam menang tapi tetap terasing?

Ada banyak tawaran untuk memaknai arti “asing” pada hadits tersebut. Salah satunya dengan mencerna riwayat Sahl bin Sa’d al-Sa’idi. Berdasar riwayat tersebut, ada penambahan kalimat tanya yang berbunyi, “siapakah mereka yang asing itu?” Rasul menjawab, “orang-orang yang mengadakan perbaikan di tengah manusia yang berbuat kerusakan”.

Dengan mengambil tawaran makna ini, bisa kita ajukan pertanyaan: apakah aksi teror adalah aksi perbaikan? Apakah sekian banyak manusia di Kampung Melayu, misalnya, sedang berbuat kerusakan, sehingga perlu “diperbaiki” dengan bom? Atau bukankah justru pelaku teror itu sedang—literally—melakukan kerusakan itu sendiri? Ini pertanyaan yang mestinya tidak terlalu sulit dijawab.

Alternatif pemaknaan yang kedua adalah dari riwayat Amr bin ‘Ash. Ketika Rasulullah Saw ditanya perihal orang asing yang beruntung tersebut, Rasulullah Saw menjawab, “Mereka (orang asing) adalah orang-orang salih di tengah-tengah mayoritas masyarakat yang buruk. Yang membangkang orang-orang shalih, lebih banyak dari yang menaatinya”.

Dalam kerangka ini, maka perlu dibuat kategori asing:

1. Asing dalam kebenaran di tengah masyarakat yang batil.

2. Asing dalam kebatilan di tengah masyarakat yang benar.

Jadi, tidak serta merta keterasingan dimaknai sebagai sesuatu yang Islami. Salah besar jika ada anggapan “semakin asing seseorang, semakin ia dekat dengan Islam”. Bukan begitu!

Yang juga menarik adalah jika memaknai “orang asing” sebagaimana riwayat Imam Baihaqi yang mengisahkan dialog antara Umar bin Khattab dan Mu’adz bin Jabal. Mu’adz menceritakan pada Umar satu hadits dari Rasulullah Saw yang berbunyi:

“Allah mencintai orang-orang yang tersembunyi, takwa, dan suci. Ketika mereka tidak ada, masyarakat tidak merasa kehilangan; ketika mereka ada, masyarakat tidak menyadari. (Namun demikian) Hati mereka (seperti) lampu-lampu hidayah, mereka keluar (menjauh) dari fitnah”. Gambaran di atas sangat identik dengan laku para sufi. Low profile, tidak menonjolkan diri, hidup damai, dan tentram. Jauh dari hingar-bingar kehidupan duniawi.

Apa pun yang digunakan untuk memaknai “orang asing”, tidak ada satupun yang bisa menjadi pembenar untuk pelaku teror.

Sebebarnya, hadits tersebut juga sama sekali tidak berisi perintah untuk mengasingkan diri. Untuk jauh dari kerumunan. Di banyak kesempatan justru sebaliknya, kita diminta untuk ambil peran dalam kehidupan masyarakat. Umat Islam diminta menjadi ummatan-wasathan. Secara literal berarti umat yang berada di tengah. Namun, secara kontekstual adalah umat yang senantiasa mengambil peran.

Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana UIN Jakarta; penyuka kajian keislaman dan bahasa; penikmat film



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Islam Shautus Salam

Sabtu, 10 Februari 2018

PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada

Subang, Shautus Salam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat mengimbau warga, khususnya nahdliyin di Kabupaten Subang untuk terlibat secara aktif dalam menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Subang.

PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada

Demikian disampaikan Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah melalui pesan singkatnya kepada Shautus Salam, Ahad (1/9).

Sehubungan dengan Pilkada Kabupaten Subang yang rencananya akan digelar pada Ahad depan (8/9), PCNU Subang mengharapkan nahdliyin berpartisipasi secara penuh dalam agenda pemilihan lima tahunan.

Shautus Salam

Menurutnya, Pilkada ini merupakan kesempatan 5 tahunan.

Shautus Salam

"Kepada seluruh nahdliyin Subang, sukseskan Pilkada tanggal 8 September nanti dengan menggunakan hak pilihnya bagi yang sudah mempunyai hak pilih," kata Kiai Musyfiq.

Selain itu, lanjut Pengasuh Pesantren Attawazun Kalijati Subang, Nahdliyin Subang pun harus menciptakan pilkada yang demokratis, damai, bersih dan berwibawa.

Kiai Musyfiq, Lebih lanjut, meminta nahdliyin Subang agar benar-benar teliti dalam memilih Calon Bupati dan Wakil Bupati Subang.

Jangan tergiur dengan iming-iming money politic! Pilihlah calon yang betul-betul seideologi aswaja dan siap memperjuangkan aswaja di Subang, tegas Ketua PCNU Subang yang baru terpilih itu beberapa Ahad lalu.

Kecuali itu, KH Musyfiq mengimbau warga NU untuk mengistikharahkan calon-calon pemimpin kabupaten mereka agar pilihan mereka tepat kepada calon yang diridhoi Allah.

(Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Pondok Pesantren, Kajian Islam Shautus Salam

Senin, 29 Januari 2018

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Tegal, Shautus Salam.



Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal Dra Hj Umi Azizah menjamin Muslimat NU mampu memperkuat ketahanan keluarga. Pasalnya, seluruh anggota yang terlibat mampu membentengi diri dan keluargannya dari virus virus negative perkembangan zaman. Bahkan lewat Muslimat NU, mampu mengantarkan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Demikian disampaikan Umi Azizah dalam perbincangan dengan Shautus Salam di ruang kerjanya kantor Wakil Bupati Tegal, Kamis (8/12).?

Menurutnya, ketahanan keluarga sangat vital karena berpengaruh langsung terhadap ketahan negara. Bila keluarga rapuh, maka Negara akan ambruk. Peranan itu, tentu saja sangat bergantung kepada seorang Ibu, Wanita yang merupakan tiang Negara.?

Muslimat NU Tegal, lanjutnya, dalam menjaga ketahanan keluarga melalui berbagai bidang program. Seperti bidang pendidikan, social, ekonomi, lingkungan hingga dakwah. ? Dari bidang bidang tersebut, diarahkan untuk menjaga delapan fungsi keluarga sebagai pusat agama, social, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pelestari lingkungan dan fungsi reproduksi. “Dengan memanfaatkan fungsi fungsi tersebut, akan tercipta keluarga yang berkualitas, berdaya guna dengan hiasan anak yang saleh saleha,” ucapnya.?

Shautus Salam

Tidak dipungkiri, kata Wakil Bupati Tegal ini, perubahan dunia menjadi tantangan yang tidak ringan bagi seorang ibu, termasuk organisasi kewanitaan seperti Muslimat NU. Juga lahirnya gerakan radikalisme dan bahaya narkoba, menjadi pekerjaan rumah tersendiri agar anak-anak kita tidak terpengaruh. “Upaya penguatan sebagai benteng dan filter dari berbagai tantangan tersebut, menjadi fardlu ain bagi Muslimat NU,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, program yang dijalankan Muslimat pun selalu berpihak pada kepedulian kebutuhan Nahdliyin. Diantaranya, menggelar kursus pra nikah untuk memberi pencerahan kepada calon pengantin tentang kesehatan reproduksi. Apalagi trend pernikahan dini tidak bisa dibendung. Padahal, pernikahan dini rentan dengan peningkatan Angka Kematian Ibu atau Maternal Mortality Ratio (MMR), Angka Kematian Anak (AKA), Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Ibu (AKI).

Muslimat juga membantu keluarga tak jelas, dengan menggelar sidang terpadu itsbat nikah. Atau menetapkan Akad Nikah yang telah dilaksanakan sesuai dengan Syari’at Islam (Hukum Munakahah) akibat poligami misalnya, agar tercatat dalam Register Nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan yang berwenang. “Dengan demikian, hak-hak anak akan terpenuhi. Muslimat NU juga membantu percepatan pembuatan akte kelahiran yang ditangani PAC,” ujarnya.

Selain itu, Umi gembira karena Muslimat lebih intensif dalam menyelenggarakan pengajian. Istilah Tegalnya, laka dina gabuk (tiada ada hari kosong) dalam hal pengajian. PC pun menyelenggarakan Pengajian keliling ke 19 PAC. Yang paling menggembirakan se Kabupaten Tegal ada 987 majelis taklim.

Shautus Salam

Program lain, pelatihan ketrampilan hasil usaha kreatif. Dari kelompok usaha terbentuklah Kelompok Usaha Bersama (KUBE), hingga mencapai 319 Kube di seluruh ranting se Kabupaten Tegal. “Koperasi Anisa Muslimat, turut membantu pemasaran dan penyertaan modalnya juga,” terang ibu dari 6 anak ini,?

Di bidang social, masih kata Umi, Muslimat NU Tegal menangani Pendidikan Anak Usia Dini, Tercatat ada 97 Taman Kanak-kanak (TK) Muslimat NU, 67 Kelompok Bermainn (KB), dan 39 Raudlatul Athfal (RA) serta 548 Taman Pendidikan Al Quran (TPQ).?

Karya Muslimat NU berupa Metode Asyifa telah direkomendasikan oleh Yayasan pendidikan Muslimat NU (YPM NU) pusat, untuk dijadikan bahan pembelajaran resmi di TPQ TPQ seluruh Indonesia. “Metode Asyifa telah digunakan di Tegal sejak Juni 2002 dan tahun 2016 baru direkomendasikan untuk digunakan di berbagai TPQ seluruh Indonesia,” ucapnya bangga.?

Untuk Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU) telah mendirikan Darul Yatama dengan ratusan anak yatim piatu yang diasuh. Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU) juga terus berkembang. Pada musim haji 2016, KBIH YHM NU memberangkatkan 160 jamaah haji. Sedangkan untuk tahun 2017, sudah masuk 137 calhaj yang tergabung ke KBIH YHM NU. Tapi biasanya, akan terus bertambah jumlah calhaj yang tergabung ketika mendekati manasik,” tuturnya.?

Kepada para ibu-ibu muda maupun sepuh, Umi mengajak untuk tidak jemu-jemu berorganisasi di Muslimat ataupun Fatayat. Karena nilai faedahnya lebih besar jika dibandingkan dengan mudlaratnya. “Yang penting tidak melupakan pendidikan anak-anaknya dan selalu menjadi pendamping suami setia,” pungkasnya. (wasdiun).

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Daerah, Kajian Islam Shautus Salam

Jumat, 26 Januari 2018

GP Ansor Sikka Turun Silaturahmi ke Warga di Pinggiran Kota

Sikka, Shautus Salam. Para pengurus GP Ansor kabupaten Sikka bersilaturahmi ke beberapa masjid Magepanda di pinggiran kota di kabupaten Sikka. Silaturahmi inimerupakan bagian dari program GP Ansor Sikka ke setiap masjid di seluruh kecamatan di Sikka.

“Momen tanggal 1 Muharram 1437 H adalah langkah awal melakukan gerakan pemuda Ansor yang baru melakukan konfercab beberapa pekan kemarin,” kata Wakil Ketua GP Ansor Sika Muhammad Hasrin kepada Shautus Salam, Selasa (13/10).

GP Ansor Sikka Turun Silaturahmi ke Warga di Pinggiran Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sikka Turun Silaturahmi ke Warga di Pinggiran Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sikka Turun Silaturahmi ke Warga di Pinggiran Kota

Menurut Muhammad, momen akbar bagi GP Ansor Sikka akan disesuaikan dengan agenda-agenda kalender masehi dan kalender umum. Supaya setiap momen akan dioptimalkan sesuai keadaan. "Walapun kami baru tetapi kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan GP Ansor yang sekian lama belum kembali ke publik," ungkapnya.

Shautus Salam

Menurutnya, SDM organisasi yang dimiliki GP Ansor Sikka masih sederhana. Pihaknya masih membutuhkan bantuan koordinasi kepada PW GP Ansor NTT dan PP GP Ansor untuk menyentuh berbagai kegiatan keorganisasian pada momen besar serta berbagai agenda organisasi. Khususnya kegiatan keagamaan di kabupaten Sikka.

Shautus Salam

Hasrin menambahkan, kegiatan ini melibatkan seluruh pengurus dan bekerja sama dengan beberapa pengurus masjid di kompleks Magepanda. Hadir dalam kegiatan silaturahmi ini seluruh jamaah masjid di kompleks Magepanda, pengurus Ansor Sikka, dan remaja masjid. Dalam kegiatan tersebut juga diadakan taushiyah oleh Ketua GP Ansor Sikka Abdul Aziz untuk muslim di sana.

Pihaknya berjanji akan berusaha lebih baik lagi dalam mengagendakan kunjungan dan silaturahmi ke setiap masjid. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Islam Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan

Bondowoso, Shautus Salam - Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Binakal dan GP Ansor setempat menurunkan bantuan untuk korban tanah longsor di Desa Kembangan. Pengurus harian GP Ansor Bondowoso menyerahkan bantuan berupa bahan makanan pokok.

Bantuan ini diserahkan langsung di lokasi kejadian bencana di Dusun Kembang Desa Kembangan Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, Senin (26/9) malam.

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan

"Begini, kejadiannya itu sudah dua hari yang lalu. Akibat tanah longsor karena hujan lebat terus menerus sehingga rumah ibu saya ibu Maimunah tertimpah tanah longsor. Itu sekitar jam lima sore kejadiannya,” kata Sofi, keluarga salah satu korban.

Shautus Salam

Ia bersyukur tidak ada korban jiwa saat kejadian. Hanya saja "Rumah ibu saya yang rusak tertimpah tanah longsor tersebut," kata Sofi.

Kondisi jalan untuk menempuh lokasi dalam keadaan licin, becek, dan gelap gulita. Untuk menempuhnya, orang dapat lewat dengan penerangan hp.

Shautus Salam

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil berharap bantuan itu bisa meringankan beban yang terkena musibah.

“Dari kegiatan penyaluran bantuan longsor itu kita terpanggil sesama manusia agar kita bisa meringankan beban yang terkena musibah, saling membantu,” kata Muzammil.

Tampak hadir Ketua MWCNU Binakal H Lutfi, Ketua GP Ansor Binakal Ahmad Efendy, Ketua Baanar Bondowoso Fiqi Abdillah, dan Pengurus GP Ansor lainnya. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Hadits, Kajian Islam Shautus Salam

Sabtu, 13 Januari 2018

119 Pesilat Ramaikan Pagar Nusa Cup 2015

Probolinggo, Shautus Salam

Sedikitnya 119 pesilat putra dan putri dari 21 kontingen yang berasal dari Kabupaten dan Kota Probolinggo meramaikan kejuaraan Pagar Nusa Cup 2015, Sabtu hingga Ahad (7-8/2) malam. Mereka memperebutkan 44 tropi dan 3 juara umum yang masing-masing akan mendapatkan uang pembinaan.

Kejuaraan yang dipusatkan di Pesantren Ainul Hasan Desa Wonorejo Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo ini digelar oleh Pimpinan Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kraksaan.

119 Pesilat Ramaikan Pagar Nusa Cup 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
119 Pesilat Ramaikan Pagar Nusa Cup 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

119 Pesilat Ramaikan Pagar Nusa Cup 2015

Pagar Nusa Cup 2015 ini digelar dengan tujuan untuk menggali lebih jauh potensi dari anggota yang sangat besar. Juara 1 dalam kejuaraan ini akan diikutkan dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pagar Nusa Jawa Timur,” ungkap Ketua PC PSNU Pagar Nusa Kraksaan Moh Buasin.

Shautus Salam

Menurut Buasin, ada 11 kelas yang dipertandingkan dalam Pagar Nusa Cup 2015 ini. Rinciannya, 7 kelas putra dan 4 kelas putri. Setiap pertandingan menggunakan sistem gugur, sehingga pemenangnya langsung melenggang ke babak berikutnya.

Shautus Salam

“Melalui kejuaraan ini kami berharap agar Pagar Nusa Kabupaten Probolinggo bisa semakin jaya, baik dalam even ini maupun even yang lain sehingga mampu mengalahkan perguruan Pagar Nusa dari luar Kabupaten Probolinggo dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian, Kajian Islam Shautus Salam

Sabtu, 30 Desember 2017

Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia

Sukabumi, Shautus Salam - Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat KH R. Abdul Basith mengatakan, ada tiga program yang harus disosialisasikan dan dilaksanakan PCNU dan perangkatnya, terutama oleh Ranting-Ranting NU.

Ia menyampaikan hal itu pada Halal Bihalal dan Pelantikan Kepengurusan Ranting NU se-Kecamatan Cibadak di halaman kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Cibadak pada Rabu (13/7).

Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Kunci Utama Hidup Kaya dan Bahagia

Pertama, menurut dia, shalat shubuh berjamah dan mengaji. Shalat merupakan salah satu kunci utama hidup kaya dan bahagia. “Kalau kita ingin hidup kaya dan berkah, maka jagalah shalat fardhu lima waktu secara berjamaah di masjid. Terutama sekali shalat shubuh,” kata Pengasuh Pesantren Al-Amin Cicurug ini. ?

Shautus Salam

Kedua, kata dia, pembentukan dan mengelola zakat, infak, sedekah melalui LAZISNU karena dengan kesadaran berinfak, masalah sosial ekonomi akan tuntas. “Ketiga, ekonomi umat. Maka dengan 3 program tersebut selain organisasi bisa mandiri, masyarakat desa pun akan sejahtera,” katanya.

Sementara Rais Syuriah PCNU Kabupaten Sukabumi KH Mahmud Mudrikah Hanafi meminta agar pelantikan tersebut dijadikan momentum bagi semua pengurus Ranting NU untuk mulai bekerja.

Shautus Salam

Karena, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Siqoyaturrahmah ini tugas berat sudah menanti. Utamanya pembinaan kegiatan NU di tingkat desa RT dan Rw.

Ia berharap agar kepengurusan NU di tingkat Ranting dapat bekerja secara kolektif dan selalu kompak. Karena ranting NU adalah salah satu ujung tombak gerakan dakwah dan kemasyarakatan NU.

Hadir pada kesempatan tersbut lebih dari 500 ratus hadirin,? terdiri dari segenap kepengurusan PCNU Kabupaten Sukabumi MWCNU Kecamtan Cibadak,? lembaga dan banom NU, serta undangan lainnya. (Shidiq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Kajian Islam Shautus Salam

GP Ansor dan Banser Balapulang Wetan Dirikan Posko Mudik

Tegal, Shautus Salam. Dalam rangka menyambut dan membantu perjalanan para pemudik dari kota-kota besar yang melewati jalur tengah Tegal-Puwokerto, Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Balapulang Wetan Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal mendirikan Posko Mudik Lebaran 2015.

Posko tersebut didirikan di Jalan Raya Timur Balapulang tepat di depan Masjid Besar Al-Mujahidin Balapulang. Posko mudik ini beroperasi mulai H-7, tepatnya hari Sabtu 11 Juli 2015 lalu hingga sehari sebelum Lebaran atau malam Takbiran. 

GP Ansor dan Banser Balapulang Wetan Dirikan Posko Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Banser Balapulang Wetan Dirikan Posko Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Banser Balapulang Wetan Dirikan Posko Mudik

Ketua Panitia Kegiatan Ramadan & Idul Fitri 1436 H GP Ansor Balapulang Wetan, M Rifqi Irfani mengatakan, pendirian Posko Mudik Ansor ini merupakan wujud kepedulian Ansor Balapulang Wetan dalam menyambut kedatangan para pemudik yang melewati jalur tengah Tegal - Purwokerto. 

Shautus Salam

“Mereka mungkin lelah dalam perjalanan dan butuh sekedar beristirahat untuk memulihkan kondisi badan. Nah kami putuskan untuk mendirikan posko mudik sebagai bentuk kepedulian Ansor akan keselamatan para pemudik lebaran," ujar Rifqi.

Shautus Salam

Ketua Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Balapulang Wetan, Mochamad Fahmi menambahkan, pendirian posko ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendidik sahabat-sahabat Ansor dan Banser dalam pengamanan lalu lintas dan layanan penanganan pertama pada kecelakaan (P3K).

Dalam operasionalnya, Posko Mudik Ansor ini menyediakan layanan takjil, pijat dan beberapa obat-obatan ringan secara cuma-cuma atau gratis. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Budaya, Kajian Islam, RMI NU Shautus Salam

Kamis, 14 Desember 2017

Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa

Tasikmalaya, Shautus Salam - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengajak pelajar dan santri se-Tasikmalaya bagian barat untuk mengikuti perlombaan dakwah dan pengembangan seni qasidah dari pesantren di Pesantren Cilenga Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya. Selama empat hari, Kamis-Ahad (16-19/6) sejak dzuhur hingga maghrib, para santri dan pelajar diberikan kesempatan untuk menunjukkan kebolehannya.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta perwakilan dari berbagai pesantren di Tasik Barat. Peserta terbagi atas tiga jenis lomba, dakwah (pidato), kaligrafi, dan qasidah rebana. Setiap lomba ini dibagi menjadi dua kategori dewasa dan anak. Tingkat dewasa adalah peserta dengan umur 13-20 tahun dan anak-anak adalah 7-13 tahun.

Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa

Kegiatan ini juga merupakan kerja sama dari Pelajar NU Sariwangi dan Dewan Kerja Ranting (DKR) Pramuka Kecamatan Sariwangi.

Shautus Salam

Menurut Ketua IPNU Sariwangi Ruli Wahyudin, acara ini merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan NU di masyarakat khususnya kaum muda calon kader NU yang akan memasuki IPNU.

Shautus Salam

“Di samping itu kita ingin menanamkan di hati dan pikiran para peserta cilik ini bahwa ketika masanya dia tak akan lupa dengan IPNU. IPNU dan IPPNU yang akan ia masuki dan berproses di sana.”

Selain itu acara ini juga sebagai arena pengembangan kreativitas dan silaturahmi kader IPNU dari berbagai komisariat, ranting bahkan anak cabang. Ini bukan kali pertama tapi merupakan tradisi tiap Ramadhan bagi Pelajar NU Sariwangi.

“Kami menamakan kegiatan ini dengan Gema Ramadhan Pelajar NU.” (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pesantren, Kajian Islam Shautus Salam

Sabtu, 09 Desember 2017

Kapolres Ajak Pelajar NU Boyolali Jadi Mitra

Boyolali, Shautus Salam -

Salah satu rangkaian kegiatan untuk menyambut Hari Lahir (Harlah) IPNU ke-63 yang dilakukan Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yakni audiensi ke Polres setempat.

Pada kunjungan yang diadakan, Kamis, (23/2), perwakilan pengurus IPNU bersama IPPNU Boyolali tersebut diterima langsung Kapolres Boyolali AKBP Agung M. Suyono.

Dalam sambutannya, Agung memberikan apresiasi kepada para pengurus baru IPNU-IPPNU Boyolali, serta siap untuk menjadikan organisasi pelajar NU tersebut, sebagai mitra dan partner polisi, khususnya di kalangan pelajar.

Kapolres Ajak Pelajar NU Boyolali Jadi Mitra (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Ajak Pelajar NU Boyolali Jadi Mitra (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolres Ajak Pelajar NU Boyolali Jadi Mitra

Ia juga mengingatkan akan bahaya provokasi yang kini banyak disebar untuk memecah umat Islam. "NU benar, penjajahan terhadap umat Islam hari ini adalah dengan memecah umat Islam sendiri, sehingga umat Islam disibukkan dengan urusan perpecahan tersebut. Bagaimana cara berkembang tak pernah terlintas di benak Umat Islam sendiri," ujarnya.

Ketua PC IPNU Boyolali Khamidurrahim menjelaskan, audiensi kali ini, selain sebagai agenda menyambut Harlah, juga sebagai media untuk memperkenalkan pengurus baru masa khidmah 2016-2018. “Kita sampaikan pula visi misi kita, serta program pada kepengurusan yang baru ini,” kata dia.

Selain audiensi, dalam momentum Harlah IPNU ke-63 ini, IPNU Boyolali juga mengadakan kegiatan lainnya antara lain ziarah ke makam para sesepuh IPNU, serta acara pengajian “Dzikir dan Shalawat Harlah NU”. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Kajian Islam, Pertandingan Shautus Salam

Jumat, 03 November 2017

Abuya Muhtadi Banten: HTI Haram Hukumnya

Jakarta, Shautus Salam. Rois Am Majelis Muzakaroh Muhtadi Cidahu Banten (M3CB) Abuya Muhtadi Dimyathi menyatakan, keinginan dan upaya kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk menghilangkan Pancasila sebagai dasar negara merupakan salah satu bentuk pemberontakan.

Pernyataan disampaikan secara tertulis dalam satu surat pernyataan tertanggal 21 Agustus 2013. Surat pernyataan disampaikan langsung oleh beberapa murid Abuya Muhtadi ke kantor redaksi Shautus Salam, Jakarta, Selasa (3/8) kemarin. Sebelumnya surat pernyataan itu juga sudah dikirimkan ke PBNU.

Abuya Muhtadi menyatakan, HTI adalah ormas Islam dari luar negeri yang datang ke Indonesia dan ingin menghilangkan Pancasila sebagai dasar negara.

Abuya Muhtadi Banten: HTI Haram Hukumnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Abuya Muhtadi Banten: HTI Haram Hukumnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Abuya Muhtadi Banten: HTI Haram Hukumnya

“Perbuatan tersebut salah satu macam dari pemberontakan, padahal memberontak negara itu dosa besar, maka dari itu HTI harom hukumnya dalam berbagai keadaan” demikian dalam pernyataan tersebut.

Abuya Muhtadi adalah seorang ulama kharismatik di Pandeglang dan mempunyai banyak murid di wilayah Banten. Terkait surat pernyataan ini, menurut beberapa muridnya, Abuya gerah dengan gerakan kelompok HTI di wilayah Banten. Selain itu, informasi yang diterima Shautus Salam, putra tokoh besar Abuya Dimyathi ini merasa dirugikan oleh HTI karena namanya sering dicatut dalam berbagai aktifitas mereka. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Kajian Islam, Nasional, PonPes Shautus Salam

Shautus Salam

Senin, 25 September 2017

Cinta Ulama, Ziarahlah ke Makamnya!

Pacitan, Shautus Salam. Pengasuh Pesantren Tremas Pacitan KH Fuad Habib Dimyathi mengatakan, salah satu wujud cinta kepada para ulama, diantaranya dengan sering menziarahi makamnya. Setidaknya, orang yang sering melakukan ziarah akan terlihat berbeda dengan orang yang tidak biasa melakukan ziarah ke makam para ulama.

“Banyak sekali hikmah dan manfaat ziarah kubur itu. saya haqqul yaqin, orang-orang yang sering ziarah kubur itu jauh berbeda wajahnya, peraupanya, ahwaliahnya (tingkah lakunya) dengan orang-orang yang tidak terbiasa melakukan ziarah kubur,” ungkap Kiai Fuad dihadapan ribuan peziarah dalam acara Haul pendiri pertama Pesantren Tremas Almagurlah KH Abdul Manan Dipomenggolo, Senin (1/8) lalu.

Ziarah kubur, imbuhnya, merupakan salah satu amaliyah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Sehingga setiap hari Kamis dan Jum’at, para santri Pesantren Tremas Pacitan melakukan ziarah ke makam para sesepuh yang berada di makam Semanten dan di Gunung Lembu. Para santri percaya, para ulama walaupun sudah wafat, namun sejatinya mereka masih hidup di sisi Allah SWT.

Cinta Ulama, Ziarahlah ke Makamnya! (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta Ulama, Ziarahlah ke Makamnya! (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta Ulama, Ziarahlah ke Makamnya!

“Kita yakini, bahwasanya beliau (para ulama) Ahyaun ‘inda robbihim. Kita memang tidak mengetahui bagaimana wujud kongkritnya, apalagi gusti kanjeng Rasulullah SAW bersabda dan memerintahkan kita untuk Fazuuru, berziarahlah,” jelas Kiai Fuad yang merupakan alumnus Pesantren Krapyak itu.

Memperingati haul para ulama, seperti Almagfurlah KH Abdul Manan Dipomenggolo, merupakan salah satu cara untuk mengetahui kiprah dan perjuanganya. Kiai Fuad menyebut, Kiai Abdul Manan sebagai peletak batu landasan bagi kebesaran Pondok Tremas Pacitan dan bagi generasi sesudahnya, seperti Kiai Abdullah, Syekh Mahfudz Attarmasi, Kiai Dimyathi, Kiai Ali Murtadho, Kiai Bakri Hasbullah, dan generasi lainya.

“Dari beliau Kiai Abdul Manan, kita akhirnya mengerti mana yang harus dikerjakan, dan mana yang harus kita tinggalkan. Alfadlu lil mubtadi, wa inahsanal muqtadi. Keutamaan itu ada pada beliau (Kiai Abdul Manan) yang mengawali. Sekalipun generasi-generasi penerusnya lebih baik, tapi keutamaan tetap pada yang mengawali, kawitaning-kawitan,” pungkasnya.

Shautus Salam

Dzikra Haul KH Abdul Manan Dipomenggolo berlangsung khidmat. Haul yang diperingati ini kurang lebih sudah yang ke-147. Rangkaian acara diisi dengan pembacaan manaqib, pembacaan tahlil, dan ditutup dengan pembacaan doa oleh para kiai, seperti KH Rotal Amin, KH Muhammad bin Kiai Harir, Kiai Ahmad, KH Asif Hasyim dan KH Achid Turmudzi (Zaenal Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Islam Shautus Salam

Shautus Salam

Kamis, 03 Agustus 2017

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU

Jakarta, Shautus Salam - Rabu, jam tiga sore Perpustakaan PBNU tampak lengang. Tampak dua pengunjung yang sedang membaca, Kepala Perpustakaan H Syatiri, dan pegawai yang sedang berkutat dengan kerjanya. Berbagai buku, dokumen-dokumen NU dan banom-banomnya memenuhi rak-rak buku yang berjajar, foto tokoh-tokoh NU terpasang ditembok dengan gagah.

Pelayanannya sangat ramah, pegawai perpustakaan yang dipimpin H Syatiri akan dengan senang hati membantu para pengunjung yang membutuhkan bahan-bahan tentang ke-NUan.

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU

H Syatiri saat ditemui di ruangan yang dikelolanya, Rabu (8/2) mengatakan bahwa pengunjung yang datang ke perpustakaan adalah orang yang betul-betul mencari informasi tentang ke-Nuan di antaranya: peneliti, mahasiswa, dan ada wartawan. Karena menurutnya, sumber rujukan informasi tentang ke-Nuan yang cukup memadai dapat ditemukan di perpustakaan PBNU.

Shautus Salam

Sejak perpustakaan pindah secara fisik dari Kantor Lakpesdam NU di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan pada tahun 2006, kini perkembangan koleksi perpustakaan sangat pesat. Dari 2500 koleksi tahun 2006, koleksi berkembang menjadi 9000 koleksi pada tahun 2012, dan pada tahun 2017 ini meningkat lagi mencapai 12000 koleksi.

Tapi peningkatan dan pengembangan Perpustakaan PBNU tidak berjalan mulus, karena persoalan terus menghampiri. Sebagaimana persoalan pendanaan yang diutarakannya.

Shautus Salam

Menurutnya, saat perpustakaan dikelola Lakpesdam, pendanaannya berasal dari Asia Foundation, tapi di tengah jalan bantuan untuk program pengembangan perpustakaan tersebut terhenti.

“Saya tidak tahu alasannya,” ujarnya.

Sejak pemutusan bantuan tersebut otomatis perpustakaan yang dikelolanya terkena dampak, tidak ada lagi biaya operasional.

“Sekarang belum bisa membeli buku baru secara rutin. Padahal buku-buku tentang ke-NUan, karya tokoh-tokoh banyak terbit setiap bulan,” imbuhnya.

Tapi H Syatiri tidak kehilangan akal demi berkembangnya Perpustakaan PBNU. Ia berinisiatif dengan cara memanfaatkan momen-momen tertentu, seperti menghadiri Kongres Muslimat November 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dan pameran NU Expo di Surabaya Desember 2016.

Tidak berhenti di pameran dan acara-acara seremonial, ia juga menjalin hubungan secara personal dengan para penulis, penerbit, dan pengamat untuk terus mengembangkan perpustakaan PBNU.

“Banyak yang men-support, banyak yang membantu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya masih punya obsesi mengembangkan perpustakaan untuk dijadikan pilot project. Hal tersebut supaya bisa dikembangkan di perpustakaan wilayah, dan cabang NU. Perpustakaan masing-masing daerah nantinya memiliki khazanah ke-Nuan daerahnya, karya-karya ulama daerahnya, dan juga sejarah NU daerahnya.

“Itu yang masih sangat minim sekali, dan yang harus digarap NU di daerah-daerah,” tegasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Kajian Islam, Jadwal Kajian Shautus Salam

Rabu, 26 Juli 2017

Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor

Subang, Shautus Salam - Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang dihujani ucapan terima kasih dari sejumlah gereja yang ada di Kabupaten Subang pada perayaan puncak hari raya Natal yang diselenggarakan di Bintang Fantasi, Pamanukan, Subang, Jawa Barat, Kamis (29/12/2016) malam.

Menurut Ketua Panitia, Akay Hermanto, kehadiran dari organisasi kepemudaan Nahdltul Ulama tersebut dalam turut serta mengamankan jalannya ritual keagamaan umat Kristiani patut diapresiasi bersama.

Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor

"Tentu dengan segala risiko, apa yang dilakukan teman-teman GP Ansor dalam turut serta pengamanan hari besar ini atas dasar rasa persaudaraan dan cerminan sikap saling toleransi terhadap keyakinan ummat beragama," ujar Akay.

Shautus Salam

Dikatakan, dalam peringatan hari raya Natal ini dihadiri sedikitnya oleh 12 gereja dari 24 gereja yang ada di Kabupaten Subang.

"Ini sudah menjadi kesepakatan dengan pihak Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Kaupaten Subang bahwa perayaan Natal kita pusatkan di Pamanukan," kata Akay seraya mengatakan dalam perayaan Natal tersebut dilakukan pembagian 100 paket sembako kepada fakir miskin.

Hal senada disampaikan Plt. Bupati Subang, Imas Aryumningsih. Menurutnya, kehadiran GP Ansor dengan menerjunkan anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) patut dicontoh oleh segenap lapisan masyarakat yang beragam dan plural ini.

Shautus Salam

"Sebagai sesama anak bangsa, tentu harus sama-sama saling menjaga persatuan dan kesatuan. Justru dengan perbedaan itu mesti dijadikan sebagai alat pemersatu elemen bangsa," katanya.

Kapolres Subang, Ajun Komisaris Besar Polisi, Yudhi Sulistianto Wahid mengapresiasi atas kiprah GP Ansor dalam kerja samanya dengan kepolisian dalam rangka pengamanan hari raya umat beragama.

"Karena keamanan dan ketertiban masyarakat itu bukan tanggungjawab pemerintah saja, melainkan tanggungjawab bersama dimana masyarakat turut di dalamnya," pungkas Kapolres. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Islam, Nasional, PonPes Shautus Salam

Minggu, 16 Juli 2017

Mushaf Al-Quran Berusia 300 Tahun Disita Di India

Bangalore, Shautus Salam. Polisi di kota Bangalore, India, telah menyita satu mushaf Al-Qur’an yang mereka duga mungkin pernah menjadi miliki Kaisar Mughal Aurangzeb sekitar 300 tahun lalu. Kitab Suci itu, yang berilai 50 juta rupee, ditemukan setelah suatu penggerebekan terhadap satu hotel di kota tersebut.

Polisi menangkap seorang pria yang sedang berusaha menjualnya dan satu lukisan antik dengan harga lebih dari satu juta dolar AS. Mushaf bersulam emas tersebut, yang ditulis dalam bahasa Persia, memiliki lebih dari 1.000 halaman.

Menurut BBC, para ahli sedang meneliti apakah tanda-tangan pada bagian belakang mushaf itu adalah milik Aurangzeb yang memerintah India dari 1658 sampai 1707.

Mushaf Al-Quran Berusia 300 Tahun Disita Di India (Sumber Gambar : Nu Online)
Mushaf Al-Quran Berusia 300 Tahun Disita Di India (Sumber Gambar : Nu Online)

Mushaf Al-Quran Berusia 300 Tahun Disita Di India

Penguasa Dinasti Mughal tersebut adalah pecinta seni dan sastra, dan dikenal karena usahanya yang tampaknya dilakukannya untuk menulis Al-Qur’an pada saat senggangnya.

Polisi Bangalore telah mengirim Al-Qur’an itu ke badan Survei Arkeologi India (ASI) untuk mengetahui apakah para ahlinya dapat membuktikan berapa usia mushaf tersebut dan apakah tanda yang terdapat padanya dibuat oleh Kaisar Mughal itu.

AL-Qur’an tersebut memiliki berat 13 kilogram dan memiliki ciri mencolok. Menurut laporan, ke-30 juznya ditulis dalam gaya tulis berbeda.

Shautus Salam

Komisaris Polisi Gabungan Gopal Hosur mengatakan orang yang ditangkap berasal dari negara bagiran Kerala, yang bertetangga.

 Hosur mengatakan tersangka itu telah memberitahu polisi bahwa ia berada di Bangalore untuk mencari pembeli barang antik.

Shautus Salam

Belum jelas bagaimana pria tersebut memperoleh Al-Qur’an itu, yang dikatakannya kepada polisi telah diberikan bahan kimia sehingga mushaf itu tahan api. (ant/iina/bbc/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pondok Pesantren, Warta, Kajian Islam Shautus Salam

Kamis, 01 Juni 2017

Uni Eropa Kerja Sama dengan NU Kembangkan Islam Nusantara

Jakarta, Shautus Salam



Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend mengatakan Uni Eropa dan Indonesia bersama melawan paham radikalisme dan ekstrimisme yang disertai dengan kekerasan.

"Uni Eropa ingin tetap mengadakan kerja sama dengan Indonesia baik lewat kerja sama bilateral maupun G-20 mengenai berbagai permasalahan global, serta kerja sama berbagai bidang seperti bidang ekonomi, lingkungan hidup dan upaya menciptakan perdamaian, kestabilan di seluruh dunia serta memerangi kekerasan dan ekstrimisme," kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend saat jumpa pers "Bulan Eropa 2016" di Jakarta, Senin.

Uni Eropa Kerja Sama dengan NU Kembangkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Uni Eropa Kerja Sama dengan NU Kembangkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Uni Eropa Kerja Sama dengan NU Kembangkan Islam Nusantara

Ia mengatakan penting melawan radikalisme dan ekstrimisme demi menciptakan perdamaian dan kestabilan wilayah.

Kepala Politik, Pers, dan Informasi Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Julio Arias mengatakan Uni Eropa dan Indonesia bekerja sama dalam kegiatan mendorong toleransi kebebasan beragama.?

Shautus Salam

"Uni Eropa memiliki proyek kerja sama dengan pesantren untuk membantu mengembangkan kurikulum untuk menegakkan toleransi," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan Uni Eropa juga bekerja sama dengan Nahdatul Ulama untuk mengembangkan toleransi dalam rangka pengembangan Islam Nusantara.?

Kemudian, Kepala Kerja Sama ("Head of Cooperation") Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Franck Viault menambahkan Uni Eropa dan Indonesia juga bekerja sama dalam bidang demokrasi dan hak asasi manusia.

Shautus Salam

Ia mengatakan laporan tahunan kerja sama Uni Eropa dan Indonesia akan disampaikan dalam peluncuran "Blue Book" Uni Eropa-Indonesia 2016 pada 11 Mei 2016.

Peluncuran buku itu sebagai rangkaian kegiatan "Bulan Eropa" dalam rangka memperingati berdirinya Uni Eropa, yang berisikan berbagai proyek kerja sama Uni Eropa dan Indonesia seperti di bidang pendidikan, pengembangan masyarakat madani, hak asasi manusia dan pembangunan berkesinambungan.

Setelah peluncuran, Uni Eropa dan perwakilan pemerintah Indonesia serta pihak lain seperti komunitas masyarakat, komunitas internasional dan mahasiswa akan menghadiri diskusi panel tentang tata kelola pemerintahan yang baik yang bertemakan "Promoting good governance: transparency and accountability". (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Sunnah, Kajian Islam Shautus Salam

Rabu, 17 Mei 2017

Hadirilah, Peluncuran Buku "Fragmen Sejarah NU"

Jakarta, Shautus Salam. NU lahir sebelum republik ini lahir, yaitu tahun 1926. Selama sembilan puluh satu tahun berdiri, tentu NU banyak mewarnai perkembangan republik ini; baik sebelum kemerdekaan, masa Orde Lama, Order Baru, bahkan masa Reformasi. Maka tak heran jika banyak buku-buku yang membahas tentang sejarah dan kiprah NU.?

Hadirilah, Peluncuran Buku Fragmen Sejarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadirilah, Peluncuran Buku Fragmen Sejarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadirilah, Peluncuran Buku "Fragmen Sejarah NU"

Salah satu buku baru yang membahas tentang sejarah NU akan diluncurkan pada Kamis, (16/3) di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta. Buku berjudul Fragmen Sejarah NU yang diterbitkan oleh Pustaka Compass tersebut ditulis oleh Abdul Munin DZ, seorang intelektual NU dan juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.?

Peluncuran buku tersebut akan mengundang beberapa tokoh seperti KH Asad Said Ali, Purwo Santoso, Hj. Khofifah Indar Parawansa, H. Choirul Anam, Hanif Dhakiri, Yaqut Cholil Qoumas, KH Mashum Mahfudz, KH Masyhuri Malik, A.S Hikam, H Enceng Sobirin, Ahmad Muqowwam, H Mulawrman, Zastrouw Al-Ngatawi, Jazilul Fawaid, Ahmad Baso, dan lainnya.

Rencananya, ada beberapa narasumber yang akan mengisi acara tersebut, termasuk di antaranya adalah Meneri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hanif Dhakiri. Acara peluncuran buku ini terbuka untuk umum. (Muchlishon Rochmat/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Humor Islam, Kajian Islam, Makam Shautus Salam

Shautus Salam

Selasa, 12 Juli 2016

Helmy Faishal Dorong Netizen NU Beri Pencerahan dan Jadi Pemersatu

Jakarta, Shautus Salam. Sekretaris Jenderal PBNU HA. Helmy Faishal Zaini mendorong agar aktivis NU terutama yang berjuang melalui dunia maya menjadi aktivis yang mampu memberikan pencerahan ilmu dan pemersatu.

Helmy Faishal Dorong Netizen NU Beri Pencerahan dan Jadi Pemersatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Helmy Faishal Dorong Netizen NU Beri Pencerahan dan Jadi Pemersatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Helmy Faishal Dorong Netizen NU Beri Pencerahan dan Jadi Pemersatu

?

“Para aktivis NU baik yang berada di struktural maupun kultural hendaknya memberikan pencerahan ilmu dan pemersatu. Karena ini menjadi inti dari tujuan bernegara, berserikat, dan berkumpul,” kata Sekjen dalam sambutan halal bihalal dan sarasehan Netizen NU di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (12/7) sore.

Kegiatan yang juga dirangkai dengan peringatan harlah Shautus Salam ke-14, Sekjen juga menegaskan NU yang terus membangun tradisi silaturahim antar-kelompok akan menjadi kekuatan luar biasa. Hal itu dikuatkan pula bahwa sejak didirikannya, NU mengemban dua amanat, sebagai ormas keagamaan dan kemasyarakatan.

?

Shautus Salam

“Amanat keagaaman adalah menyebarkan Islam yang moderat dan penuh damai. Dan kedua adalah amanat watoniyah (kebangsaan). Ini peran yang dimiliki dan dilaksakanan oleh ulama NU,” kata Helmy.

Selain itu, Sekjen juga mendorong aktivis NU melalui media online harus memberikan warna Islam untuk mengajak atau berseru kepada jalan Tuhan dengan cara yang baik.

Ia mengapresiasi kegiatan kopdar Netizen NU yang dilangsungkan di beberapa ? tempat telah membuktikan kesiapan aktivis NU dalam penyiapan konten yang dapat menjadi bahan kontra narasi yang menjadi tren global saat ini.

Shautus Salam

“Terimakasih atas partisipasi aktif melalui media yang dimiliki. Media online saat ini menjadi mainstrem baik dalam kebijakan maupun interaksi masyarakat yang satu dengan lainnya. Mari kuatkan barisan menuju Indonesia yang adil makmur berdaya di masa datang,” pinta Sekjen.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Shautus Salam Ahmad Mukafi Niam menyampaikan Shautus Salam didirikan 11 Juli 2003. Harlah ke-14 tahun ini menandakan Shautus Salam masih berada di usia remaja. Karenanya Shautus Salam akan terus berbenah dan meningkatkan kualitas dan khidmah untuk NU.

Niam menyampaikan untuk itu Shautus Salam terus bersinergi dengan berbagai pihak. Hal ini dilakukan untuk menghadapi kekuatan di luar NU yang bisa jadi tidak sama dengan apa yang diperjuangkan NU.

?

“Kami berharap ke depan Shautus Salam dan Netizen NU serta semua pihak terus bekerjasama dengan membangun kolaborasi mencapai tujuan yaitu Indonesia yang damai, dan menciptakan Islam yang rahmatan lil alamin,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Doa, Kajian Islam, AlaSantri Shautus Salam

Minggu, 03 Mei 2015

Pesantren Windan Bantu Mahasiswa Baru Belajar Mengaji

Sukoharjo, Shautus Salam - Jangan pernah malu untuk terus belajar agama. Begitu mungkin ungkapan yang pas untuk menggambarkan semangat sebagian mahasiswa IAIN Surakarta yang kembali mendalami ajaran agama dari dasar.

Layaknya anak-anak TPA, dengan sabar, mereka mengikuti huruf demi huruf, kata demi kata, yang dibaca oleh seorang mentor. “Baa ta bii, ta baita,” teriak mereka secara kompak, ketika mempelajari salah satu materi metode Tarsana.

Pesantren Windan Bantu Mahasiswa Baru Belajar Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Windan Bantu Mahasiswa Baru Belajar Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Windan Bantu Mahasiswa Baru Belajar Mengaji

Rupanya, mahasiswa baru dari berbagai jurusan ini tengah mengikuti sebuah program yang ditujukan untuk memantapkan kompetensi mereka di bidang agama, terutama membaca Al-Quran dan cara ibadah.

Untuk melancarkan program ini, pihak kampus bekerja sama dengan sejumlah pesantren di sekitar kampus. Salah satu pesantren yang dijadikan tempat belajar, yakni Pesantren Al-Muayyad Windan, Makamhaji Sukoharjo, Jawa Tengah.

Shautus Salam

Radina Qisma, salah satu guru pengajar di Windan, menuturkan program ini dilakukan selama dua bulan. Pertemuan dibagi menjadi 3 kali pertemuan setiap minggunya. “Untuk kelas besar dilakukan setiap hari Jumat dan Ahad. Sedangkan untuk satu pertemuam lainnya dikhususkan untuk tatap muka dengan para mentor yang telah dibagikan untuk setiap kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang peserta yang didampingi satu santri senior, yang telah melaksanakan khataman juz amma maupun binadhar,” jelasnya, kepada Shautus Salam, Ahad (13/11).

Salah satu peserta program yang kami temui, Dina Puspitaningrum, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Alhamdulillah, menambah ilmu, jadi lebih tahu tentang bacaan tajwid, jadi bisa menadakan bacaan ayat Al-Quran, dapat membacanya dengan lebih baik dan benar,” kata mahasiswa Fakultas Ushuludin dan Dakwah itu.

Shautus Salam

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Windan, KH M Dian Nafi’ menambahkan, program ini menunjukkan adanya perhatian dari kalangan perguruan tinggi yang semakin terpanggil untuk memantapkan standar kompetensi lulusannya, terutama dalam hal Al-Qur’an dan ibadah. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Sunnah, Kajian Islam Shautus Salam

Sabtu, 24 Agustus 2013

Pebisnis Muda Ini Pimpin GP Ansor Ajibarang

Banyumas, Shautus Salam - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas baru saja menggelar acara konferensi anak cabang (Konferancab) di Gelora Ajibarang Kulon, Ahad, (26/11).

Pada forum rapat tertinggi tingkat Kecamatan itu, Wawan Ibnu Fuad terpilih sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Ajibarang periode 2018-2021.

Pebisnis Muda Ini Pimpin GP Ansor Ajibarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pebisnis Muda Ini Pimpin GP Ansor Ajibarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pebisnis Muda Ini Pimpin GP Ansor Ajibarang

Wawan terpilih melalui hasil musyawarah mufakat yang dipimpin oleh Pimpinan Cabang GP Ansor Banyumas bersama Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Ajibarang serta perwakilan dari ranting.

Terpilihnya Wawan sebagai Ketua GP Ansor Ajibarang yang baru diharapkan mampu memberikan warna lain bagi GP Ansor Ajibarang. Melihat sosoknya sebagai seorang pengusaha sukses di Kabupaten Banyumas diharapkan bisa ditularkan kepada sahabat-sahabat Ansor yang lain.

Shautus Salam

Hal itu diungkapkan Kartim, salah satu peserta Konferancab dari PR GP Ansor Darmakradenan, "Wawan memiliki leader yang baik, juga seorang pebisnis yang semoga ilmunya bisa ditularkan kepada kami," katanya ketika ditemui usai acara.

Agus Subeno, peserta Konferancab dari PR GP Ansor Ciberung juga berharap, terpilihnya Wawan sebagai ketua yang baru semoga bisa memberikan semangat yang lebih untuk mengembangkan lembaga perekonomian GP Ansor Ajibarang.

Shautus Salam

Konferancab yang dihadiri oleh 500an peserta dari ranting GP Ansor se-Ajibarang itu, turut hadir pula Rais Syuriyah dan Ketua MWCNU Ajibarang, GP Ansor Banyumas, serta jajaran Forkompimcab setempat. (Kifayatul Akhya/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Islam, Pondok Pesantren, Kyai Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock