Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

Palembang, Shautus Salam. IPPNU Kabupaten Kudus menerima penghargaan dari PP IPPNU Pusat sebagai Pimpinan Cabang terbaik se-Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Ketua PP IPPNU Margareth Alaiyatul Maimunah kepada Ketua PC IPPNU Kudus Risda Utama dalam pembukaan Kongres IPNU XVII dan IPPNU XVI di Asrama Haji Palembang, Sabtu (1/12). 

Ketua IPPNU Kudus Risda Umami merasa bangga menerima penghargaan ini. Menurutnya, pemberian penghargaan oleh PP ini  atas dasar Tertib Administrasi yang  tertata dan program kerja yang bagus.

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

“Kami bangga dan senang bisa memperoleh penghargaan yang diberikan berdasarkan administrasi dan program kerja,” katanya.

Shautus Salam

Menurutnya, penghargaan ini sebenarnya hasil jerih payah dari periode sebelumnya pada masa kepemimpinan Ana Shofawati.

Shautus Salam

“Momentum kongres digunakan oleh PP IPPNU untuk memberikan penghargaan ini, kebetulan bersamaan dengan kepemimpinan saya,” jelas Risda.

“Kami akan berusaha meneruskan prestasi tersebut, dengan meningkatkan tata administrasi dan kualitas program kerja di periode kami 2011-2013,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya tak hanya melakukannya di tingkatan pmpinan cabang saja, tapi juga di pimpinan ranting hingga pimpinan anak cabang se kabupaten Kudus. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Rochim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, PonPes, Syariah Shautus Salam

Selasa, 20 Februari 2018

MWCNU Kemangkon Gelar Konferwil

Kemangkon, Shautus Salam

Kiai Tofik Hidayat, pengasuh pesantren Roudlotut Tholibin Bakulan dan Kiai Dalail Khoerot terpilih menjadi Rais dan Ketua dalam Konferensi MWC NU Kemangkon yang berlangsung pada Ahad, 28 April 2013 di Gedung Sekretariat MWC NU Kemangkon, desa Panican.

Dalam proses pemilihan yang berlangsung satu tahap Kiai Tofik Hidayat memperoleh 13 suara mengalahkan Kiai Mustangin yang memperoleh 1 suara dan Ust. Jauhari 1 suara dari 15 suara yang sah. 

MWCNU Kemangkon Gelar Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Kemangkon Gelar Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Kemangkon Gelar Konferwil

Kiai Dalail Khoerot yang merupakan incumbent ketua tanfidziyah masih dipercaya untuk memimpin NU dengan suara mutlak 15 suara mengalahkan H Darmo yang mendapatkan 1 suara dari 16 suara yang hadir.

Shautus Salam

Konferensi MWC NU Kemangkon ini mengusung tema Berkhidmah untuk Negara, mengandung maksud menguatkan kembali peran NU dalam memperkokoh wawasan kebangsaan, karena NU adalah organisasi Islam terbesar yang tetap mengedepankan kesatuan dibawah bingkai NKRI. 

Shautus Salam

Torik Jahidin, selaku ketua panitia mengatakan NU diserang dari berbagai penjuru melalui pembid’ahan amaliah NU, memusyrik-musyrikkan ziarah kubur. Karena jika NU hancur maka hancurlah NKRI kemudian akan didirikan negara Islam. 

“Maka NKRI ada ditangan NU. Untuk itu penguatan akidah, memperkokoh wawasan kebangsaan adalah sebuah keniscayaan,” katanya.

Acara ini dihadiri oleh Kabag Umum Pemda Purbalingga H Aksan Mashuri yang mewakili Bupati Purbalingga, Camat Kemangkon, Kapolsek Kemangkon dan para kiai pengasuh pesantren di wilayah kecamatan Kemangkon serta seluruh Banom NU.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam RMI NU, Budaya, Kyai Shautus Salam

Minggu, 11 Februari 2018

GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI

Pasaman Barat, Shautus Salam - Kader Ansor yang sudah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) harus militan untuk mengawal ulama dan keutuhan Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI). Karena kelahiran Ansor tidak terlepas dari eksistensi menjaga ulama dan NKRI.

Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasaman Barat Ustazd Nurrahman mengatakan hal itu pada pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar? (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Jumat (10/2).

GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI

“Ansor Kabupaten Pasaman Barat diharapkan bisa mengawal Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah di tengah masyarakat. Berbagai masalah umat yang muncul perlu mendapat perhatian kader Ansor,” tambah Nurrahman.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Pasaman Barat Djafrinal Efendi menyebutkan, setiap kader yang sudah mengikuti PKD dan Diklatsar Banser harus menjadi militan memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah di tengah masyarakat. Selain itu, mereka mampu melahirkan kader Ansor yang baru setelah mengikuti PKD.

Shautus Salam

Shautus Salam

“Kita prihatin saat ini kondisi generasi muda Pasaman Barat yang terlibat dengan berbagai penyakit masyarakat seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan perilaku yang tidak baik lainnya. Ansor diharapkan mampu menbentengi generasi muda Pasaman Barat dari hal-hal yang dapat merusak dirinya tersebut,” kata Djafrinal alumni Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim)? II tahun 2015.

“Untuk itu, Ansor Pasaman Barat siap bergandengan tangan dengan pihak terkait memberantas penyakit masyarakat tersebut. Sebagai generasi muda Pasaman Barat, kita tidak ingin generasi mudanya dirusak oleh perbuatan yang dapat menghancurkan masa depannya,” kata Djafrinal.

Menurut Djafrinal, PKD ini merupakan yang kedua dilaksanakan di Kabupaten Pasaman Barat. Sedangkan Diklatsar merupakan yang pertama dilakukan Pasaman Barat. Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari PKD dan Diklatsar ini akan dilanjutkan PKD berikutnya. “Memang banyak kalangan generasi muda yang ingin bergabung dengan Ansor. Karena mereka memahami posisi Ansor dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara di NKRI ini,” kata Djafrinal.

Sekretaris PW GP Ansor Sumbar Arianto saat memberikan materi menambahkan, Ansor

harus terus memaju diri dengan berbagai keterampilan dan kemampuan sehingga mampu bersaing di tengah masyarakat. Ansor sebagai generasi muda yang berhimpun dari berbagai latar belakang pendidikan, profesi dan etnis, tetap selalu menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“PKD merupakan kaderisasi formal? yang diikuti oleh setiap calon anggota Ansor. Ansor sendiri merupakan wadah bagi pemuda dalam mengabdi dan berkarya khususnya sebagai media dakwah Islam Ahlussunnah Wal-jamaah An-Nahdliyah. Anggota Ansor belum dikatakan afdhol jika belum mengikuti PKD,” kata Arianto.

Dikatakan Arianto, PKD merupakan upaya utuk meningkatkan kualitas sumber daya kader Ansor, guna mengemban tugas yang penting dan mulia. Yaitu mengawal ajaran Aswaja, benteng ulama dan keutuhan NKRI.

PKD dan Diklatsar dilaksanakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pasaman Barat berlangsung di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Mahakarya Kampung V Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, hingga Ahad (12/2) dini hari. PKD dan Diklatsar diikuti 50 peserta. Pada Diklatsar tampil memberikan materi dari Polres Pasaman Barat dan Kodim 0305 Pasaman, terkait dengan Kantibmas dan PBB. Instruktur dari Ansor tampil Armaidi Tanjung, Arianto dan Nafriandi dan Djafrinal Efendi. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, RMI NU, Kyai Shautus Salam

Senin, 22 Januari 2018

Guru Aswaja Maarif NU Harus Bersertifikat

Jombang, Shautus Salam. Terjadi kesepahaman antara Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Jombang dengan Aswaja NU Center Jombang. Kedua lembaga ini bersepakat bahwa para guru yang mengajar materi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) harus memiliki sertifikat Aswaja yang dikeluarkan oleh dua lembaga ini.

Guru Aswaja Maarif NU Harus Bersertifikat (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Aswaja Maarif NU Harus Bersertifikat (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Aswaja Maarif NU Harus Bersertifikat

Hal ini disampaikan Direktur Aswaja NU Center Jombang, Yusuf Suharto kepada Shautus Salam, Jum’at (11/4). "Tadi siang antara PC LP Maarif NU Jombang dengan PC Aswaja NU Center Jombang telah menyepakati hal ini," kata dosen di Universitas Darul Ulum Jombang ini. Pertemuan dihadiri oleh Ketua PC LP Maarif NU, KH Salmanuddin.

PC LP Maarif NU Jombang akan mengundang sejumlah guru yang mengajar mata pelajaran Aswaja untuk disamakan persepsinya seputar pengetahuan dan pemahaman Aswaja secara benar. "Hal ini juga menjadi amanah dari Musyawarah Kerja PCNU Jombang yang beberapa waktu lalu dilaksanakan," kata Yususf Suharto.

Shautus Salam

Pertimbangan lain karena ternyata ada sejumlah sekolah dan madrasah yang belum menggunakan materi Aswaja. Padahal buku panduan telah disediakan oleh PW Maarif NU Jawa Timur. "Ini agak riskan karena materi Aswaja hanya diberikan kepada siswa dalam bentuk amaliyah ibadah," tandasnya.

Shautus Salam

Yang juga tidak kalah penting adalah ternyata di sejumlah madrasah dan sekolah beredar buku Pendidikan Agama Islam yang mempersoalkan sejumlah amaliyah Aswaja. "Seperti dibidahkannya ziarah kubur, pelarangan penggunaan jimat dan sebagainya," terangnya. "Hal ini sangat meresahkan sejumlah sekolah dan guru," lanjutnya.

Sejumlah permasalahan tersebut menjadi keprihatinan bersama antara kedua lembaga. "Apakah para guru Aswaja kurang memahami materi yang disampaikan kepada para peserta didik atau ada masalah lain, akan kami dalami," ungkapnya.

Kegiatan pendalaman materi keaswajaan bagi guru ini nantinya dilangsungkan di auditorium Universitas Wahab Hasbullah atau Unwaha Tambakberas Jombang bulan depan. "Awalnya akan dilangsungkan bulan April, tapi karena ada tahapan pemilu akhirnya digeser ke bulan Mei," katanya.

Para guru yang telah mengikuti pendalaman Aswaja ini nantinya akan diberikan Sertivikat Aswaja sebagai bukti bahwa yang bersangkutan berhak dan layak mengajar materi Aswaja di sekolah dan madrasah. "Tanpa sertivikat Aswaja, para guru bisa diragukan pemahaman dan kemempuan dalam memahami Aswaja secara baik dan benar," sergahnya.

Ada sekitar tiga ratus guru yang akan mengikuti kegiatan ini. "Tahap pertama baru dilakukan bulan Mei, namun akan terus dilaksanakan sampai seluruh guru Aswaja mengikuti kegiatan ini," katanya.

Pemateri Aswaja ini adalah para kiai di jajaran Syuriyah PCNU Jombang dan pengurus Aswaja NU Center Jombang yang dipandang memiliki pemahaman dan kedalaman perihal keaswajaan. (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian, Kyai Shautus Salam

Jumat, 19 Januari 2018

Keluarga Jelaskan Kronologi Wafatnya KH Ali Mustafa Ya’qub

Tangerang Selatan, Shautus Salam

Rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 KH Ali Mustafa Ya’qub berpulang ke rahmatullah, Kamis (28/4) pagi di Rumah Sakit Hermina, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Pihak keluarga menjelaskan, almarhum sudah merasakan sakit flu dan masuk angin pada Rabu malam hingga kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hermina.

Hal tersebut disampaikan Ali Nurdin yang mewakili keluarga dalam konferensi pers kepada awak media di Ruang Madaris, Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (28/4).

Keluarga Jelaskan Kronologi Wafatnya KH Ali Mustafa Ya’qub (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Jelaskan Kronologi Wafatnya KH Ali Mustafa Ya’qub (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Jelaskan Kronologi Wafatnya KH Ali Mustafa Ya’qub

Pengurus yayasan sekaligus alumni Pondok Pesantren Darussunnah Ciputat ini mengatakan bahwa setelah dibawa ke Rumah Sakit Hermina pada Rabu malam, Kiai Ali dibawa pulang ke rumahnya lagi. "Beliau masih kuat untuk Salat subuh di rumah," jelasnya.

Shautus Salam

Sekitar pukul setengah enam pagi, imbuh Nurdin, Kiai Ali dibawa kembali ke Rumah Sakit Hermina karena merasakan sakit lagi. "Dari rumah ke mobil (menuju RS Hermina), Kiai sudah dipapah," ungkapnya.

Nurdin mengatakan bahwa proses wafatnya Kiai Ali begitu singkat dan cepat. Namun, keluarga pihak keluarga tetap tabah menerima kenyataan ini.

Shautus Salam

Menurutnya, Kiai Ali sudah banyak menuntun para mualaf untuk membaca syahadat dan masuk Islam. Maka dari itu, jelas Nurdin, Kiai Ali bersama sahabat-sahabatnya sebelum wafat sedang mempersiapkan lembaga advokasi untuk para mualaf.

Ada ratusan bahkan ribuan orang yang sedang menshalati jenazah KH Musthofa Ali Yaqub di Masjid Muniroh Assaadah, di kompleks Pesantren Darussunnah. Beberapa tokoh mengiringi proses peristirahatannya yang terakhir, di antaranya Prof Quraish Shihab. (Muchlison Rochmat/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, Kajian Sunnah Shautus Salam

Minggu, 07 Januari 2018

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Bandar Lampung, Shautus Salam. LembagaTalif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNU NU) menggelar pelatihan jurnalistik kepada PMII Universitas Lampung (Unila) di gedung PWNU Lampung, Jalan Cut Meutia, Telukbetung Utara (TbU), Sabtu (7/10).

Selain kader PMII Unila, kegiatan itu juga dihadiri oleh kader PMII Darmajaya, PMII Universitas Bandar Lampung, dan lainnya. Pelatihan yang bertajuk Mahad Shohafiyah, Jurnalisme untuk Syiar Islam, diikuti oleh 25 peserta.

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Jurnalis senior Fadilasari mengatakan, pelatihan ini sengaja digelar untuk menciptakan kader-kader PMII yang pandai mengaplikasikan ide dan gagasannya dalam sebuah tulisan.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari program jangka panjang PWNU Lampung untuk menciptakan kader-kader dari keluarga besar Nahdlatul Ulama yang bisa menulis, baik menulis berita, rilis, opini, bahkan menulis buku," kata Fadilasari yang kerap disapa Ila ini dalam sambutannya.

"Kita berharap semua kader lembaga dan badan otonom bisa menulis, paling tidak untuk dirinya sendiri. Dan kebetulan hari ini menjadi kesempatan dari PMII," tambah mantan jurnalis Metro TV ini.

Shautus Salam

Ketua IKA PMII Lampung Noverisman Subing berharap kader PMII dapat menimba ilmu sebaik-baiknya dalam pelatihan ini.

"Siapa tahu nanti berkeinginan menjadi seorang jurnalis. Karena jadi wartawan itu enak, bisa banyak ilmu dan banyak kawan. Saya karena (dulunya) jadi wartawan, bisa jadi wakil bupati dan sekarang menjadi anggota DPRD," kata pria yang karib disapa Nover ini saat memberi sambutan dalam pembukaan pelatihan tersebut.

Sekretaris PWNU Lampung, Aryanto Munawar, bercerita tentang bagaimana kekuatan seorang jurnalis - dengan tulisannya – dapat membuat sebuah perubahan  di dunia.

"Dulu wartawan sangat sedikit dan terbelenggu dengan larangan-larangan. Tapi sekarang, wartawan sangat banyak dan bebas menuangkan isi pikirannya," kata Bang Ary – panggilan akrabnya.

Sayangnya, kata Bang Ary, saat ini tidak semua wartawan  berdiri dalam pondasi yang benar. Bahkan, tak sedikit yang mengorbankan idealismenya dengan materi duniawi. (Safwanto/Kendi Setiawan)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, Sejarah, Pesantren Shautus Salam

Rabu, 27 Desember 2017

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai

Lombok Tengah, Shautus Salam. Babak penyisihan Musabaqoh Kitab Kuning wilayah Nusa Tenggara Barat digelar di Ponpes Qamarul Huda Bagu, Pringgarata, Loteng.? Lomba yang diiniasiai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dimaksudkan sebagai upaya melestarikan tradisi membaca Kitab Kuning."Musabaqoh Kitab Kuning ini merupakan bagian dari kita menjaga tradisi membaca Kitab Kuning untuk menatap masa depan yang lebih baik," kata Sekretaris DPW PKB NTB, Akhdiansyah saat pembukaan Musabaqoh Kitab Kuning, Kamis (7/4/).

Kegiatan tersebut, lanjut Akhdiansyah, merupakan salah satu peran aktif PKB dalam upaya turut melestarikan tradisi-tradisi pendidikan di pondok pesantren, seperti tradisi membaca Kitab Kuning yang telah menjadi warisan para ulama.

Melalui program Musabaqoh ini, tradisi membaca Kitab Kuning akan terus tejaga dan terawat. Selain tradisi membaca Kitab Kuning, lanjut politisi muda ini, ? tradisi Nusantara Mengaji juga akan dilaksanakan DPP PKB, bahkan seluruh anggota Dewan dari PKB diperintahkan masing-masing membawa 200 orang dalam acara Nusantara Mengaji.

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai

"Ini dalam rangka merawat dan menjaga tradisi, untuk kemajuan bangsa", ujar Akhdiansyah?

Musabaqoh tersebut juga dijadikan ajang mencari peserta terbaik yang akan mewakili NTB di tingkat nasional. "Besar harapan kami, salah satu terbaik dari ratusan peserta perwakilan masing-masing ponpes yang mendaftar, nantinya mampu meraih juara di tingkat nasional," harapnya.

Shautus Salam

Acara yang dibuka langsung oleh pembina dan pengasuh Ponpes Qamarul Huda, TGH LM Turmudzi Badarudin itu, dihadiri seluruh anggota DPRD Kabupaten Loteng dan Provinsi NTB dari PKB, ketua DPC PKB se-NTB, para ustadz dan santri, serta peserta Musabaqoh.

Dalam sambutannya, Tuan Guru Bagu sapaan TGH LM Turmudzi Badarudin, menyampaikan bahwa sangat mendukung Musabaqoh Kitab Kuning yang dilaksanakan PKB. "Musabaqoh yang dilaksanakan PKB hari ini bagus. Semoga semua yang mengaji akan mewarisi ilmu para ulama," kata musasyar PBNU ini

Shautus Salam

Hal itu dianggap sangat perlu untuk keberkahan suatu ilmu. Diungkapkan, yang dikerjakan para ulama terdahulu seperti mengaji, menghafal kitab dan selalu menghadiri majelis baik di Timur Tengah maupun dalam negeri, sehingga ilmu itu menjadi barokah.

"Semoga kehadiran para anggota Dewan dan anggota Hakam serta seluruh peserta di acara ini mendapat barokah", katanya (Syamsul Hadi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Doa, Kyai Shautus Salam

Selasa, 26 Desember 2017

Wisuda dan Pelepasan Siswa MA Futuhiyyah 2 Mranggen

Demak, Shautus Salam. Sebanyak 206 pelajar MA Futuhiyyah Mranggen Demak dari program pendidikan IPA, IPS, dan Bahasa mengikuti prosesi wisuda di halaman madrasah pada Kamis (29/5). Kepala madrasah H Helmi Wafa membuka wisuda dengan pembacaan surah Al-Fatihah.

H Helmi juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua wali murid yang telah mendukung program pendidikan di MA Futuhiyyah 2 Mranggen. Dalam wisuda, tampak hadir Pembina Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah KH Hanif Muslih.

Wisuda dan Pelepasan Siswa MA Futuhiyyah 2 Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda dan Pelepasan Siswa MA Futuhiyyah 2 Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda dan Pelepasan Siswa MA Futuhiyyah 2 Mranggen

Pihak sekolah memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik di semua program pendidikan. “Penghargaan ini dimaksudkan untuk mengapresiasi dan memotivasi siswa lain dalam meningkatkan prestasi belajar,” kata Waka Madrasah H Faizurrahman Hanif memberikan hadiah kepada siswi IPA Ifah Mustaqimah, siswi Bahasa Dewi Mardhiyyah Nur, dan siswi IPS Siti Munawaroh.

Shautus Salam

Sementara Kiai Hanif dalam sambutannya mengatakan, “Madrasah ini berdiri sesuai visi dan misinya. Yakni, membekali ilmu sesuai prinsip aswaja kepada para siswa dan santri agar tidak terpengaruh antara lain ideologi wahabi.”

Ia juga berharap dan mendo’akan semoga ilmu yang telah didapatkan di MA Futuhiyyah 2 ini memberikan berkah dan manfaat. “Alumni harus menjadi orang baik di masyarakat,” pesan Kiai Hanif.

Shautus Salam

Acara wisuda ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni seperti pembacaan puisi, tari persembahan, pertunjukkan biola, dan bentuk lain kesenian. (Ben Zabidy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai Shautus Salam

Senin, 18 Desember 2017

Ada Agenda Neoliberalisme dalam Pembuatan Film Pesantren

Jakarta, Shautus Salam

Kalangan umat Islam yang diwakili oleh Nahdlatul Ulama (NU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bereaksi keras terhadap pemutaran film Perempuan Berkalung Sorban (PBS) yang menceritakan kekerasan yang terjadi di dunia pesantren tradisional terhadap kaum hawa, yang didramatisasi dalam film tersebut.



Ada Agenda Neoliberalisme dalam Pembuatan Film Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Agenda Neoliberalisme dalam Pembuatan Film Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Agenda Neoliberalisme dalam Pembuatan Film Pesantren

Saat ini memang banyak orang berharap ada film yang berlatar belakang pesantren, karena merupakan bentuk pendidikan Islam paling awal. Tetapi kemudian orang sangat kaget ketika berbagai film yang berlatar belakang pesantren bukan untuk mengangkat citra pesantren, sebaliknya? justeru untuk menyerang tradisi pesantren dan merusak citra lembaga pendidikan Islam itu.

Menurut Ketua Yayasan Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Hesti Prabowo (Wowok), hal itu bisa dipahami bahwa penulisan terhadap dunia pesantren selama ini ampir seluruhnya dibiayai oleh kelompok neo-liberal.

Shautus Salam

Termasuk penulisan novel PBS yang dikerjakan oleh Abidah ini juga proyek dari Ford Foundation yang diberikan pada Fatayat NU Yogyakarta. Novel itu dikerjakan oleh orang? modernis yang tidak mengerti pesantren NU bahkan tidak senang terhadap pesantren NU, sehingga berusaha menjelek-jelekkan keadaan pesantren salaf.

Walaupun terjadi diskriminasi di pesantren tetapi penggambaran yang seperti itu hanya mengada-ada untuk mencari efek dramatis dari novel yang ditulis. Celakanya hal-hal itulah yang diangkat ke layer film.

Shautus Salam

Tentu saja hal itu menurut Wowok yang juga anggota pengurus pusat Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) NU sangat menyenagkan pihak yang punya program, yaitu bos-bos kapitalis neoliberal.

”Pesantren sebagai benteng pertahanan Islam dan kebangsaan memang selalu merisaukan neo-liberal, karena itu harus dirongrong dari dalam melalui berbagai program, pelatiha hak asasi msnuisa, pengembangan manajemen pesantren dan termasuk program penguatan gender,” katanya.

Maka novel dan film PBS itu adalah agenda neoliberal yang bertujuan mendobrak keutuhan doktrin pesantren. Celakanya film fitnah semacam ini tidak bisa dilarang, hanya saja pemirsa harus disadarkan bahwa semuanya itu fitnah dan mengadada, oleh orang yang tidak memiliki tradisi pensatren dan sengaja digunakan orang lain untuk menggempur tradisi dan ajaran pesantren.

Ditambahkan, saat ini diperlukan film yang mampu mengangkan citra pesantren pesantren, bukan sebagai sarang perbudakan dan juga bukan sebagai sarang teoris, sebagaimana digambarkan secara tidak senonoh dalam novel itu. (mdz)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pendidikan, Kyai Shautus Salam

Minggu, 17 Desember 2017

Fatayat NU Paiton Dilatih Buat Hantaran Pengantin

Probolinggo, Shautus Salam. Sedikitnya 60 orang pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (25/8), mendapatkan pelatihan pembuatan keterampilan hantaran pengantin dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Probolinggo.

Pelatihan yang dipusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Falah Desa Pondok Kelor Kecamatan Paiton ini dihadiri narasumber Madinah Collection dari Desa Pabean Kecamatan Dringu.

Fatayat NU Paiton Dilatih Buat Hantaran Pengantin (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Paiton Dilatih Buat Hantaran Pengantin (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Paiton Dilatih Buat Hantaran Pengantin

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono melalui Kepala Bidang Bina UKM Bambang Supriadi mengatakan pelatihan pembuatan hantaran pengantin ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam menghadapi persaingan perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diberlakukan akhir tahun 2015 mendatang.

Shautus Salam

“Pelatihan ini bertujuan untuk mencetak wirausaha baru dalam rangka menumbuhkan sektor usaha berbasis ekonomi kreatif. Pada pelatihan ini, pengurus Fatayat NU juga dilatih untuk meningkatkan kualitas produknya,” ujarnya.

Shautus Salam

Bambang menjelaskan bahwa pelatihan ini sejalan dengan target dari Pemerintah Daerah untuk mencetak 1.000 calon wirausaha yang dilakukan pada tahun 2015.

“Kami berharap, 5% dari total pengurus Fatayat NU yang dilatih ini bisa menjadi wirausaha baru. Setidaknya dengan bekal keterampilan pembuatan hantaran pengantin ini, mereka sudah siap menghadapi era perdagangan bebas MEA tahun 2015,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai Shautus Salam

Ramadhan, Bulan Peneguhan Cinta

Pati, Shautus Salam. Kalau merujuk pada Al-Qur’an, ada dua hal mendasar yang menyertai penciptaan manusia di dunia. Yang pertama adalah bahwa bisa saja Allah menciptakan manusia seragam, tapi manusia diciptakan beragam. Yang kedua, hanya orang-orang yang dikasihi Allah-lah yang mampu mengelola perbedaan tersebut sebagai rahmat.

Demikian diungkap oleh KH Abdul Ghofur Maimoen dalam Suluk Maleman bertajuk “Bulan Peneguhan Cinta” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Ahad (19/6) dini hari kemarin.?

Ramadhan, Bulan Peneguhan Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Bulan Peneguhan Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Bulan Peneguhan Cinta

Menurut putra KH Maimoen Zubair yang akrab dipanggil Gus Ghofur ini, keberagaman adalah sunatullah, dan kemampuan orang untuk menerima dan mengelola keberagaman adalah cermin bahwa ia termasuk orang yang dikasihi Allah.

Menggarisbawahi apa yang diungkap oleh Gus Ghofur, Anis Sholeh Ba’asyin sebagai tuan rumah acara tersebut menegaskan, puasa Ramadhan adalah salah satu cara agar kita mampu meraih posisi sebagai golongan yang dikasihi Allah.

Menurut Anis, berpuasa itu merupakan langkah menahan diri untuk kepentingan yang lebih tinggi. Inti dari berpuasa pada dasarnya juga dilakukan dalam berbagai bentuk sikap dalam kehidupan bermasyarakat.

“Bayangkan, bila orang tidak menahan diri untuk berhenti saat lampu merah di traffic light,? sudah pasti kekacauan yang terjadi, dan korbannya bukan hanya pihak yang menerobos, tapi juga orang-orang lain,” ujar Anis.

Shautus Salam

Dari contoh kecil ini saja, lanjut Anis, bisa dibayangkan bahwa sebuah peradaban tak mungkin dibangun bila para pemangkunya tak mau memuasakan dirinya. Nah, setidaknya ada dua motif manusia ketika melakukan puasa macam ini.

Yang pertama, karena takut. Motif ini terkait dengan hukum, orang berhenti di saat lampu merah bukan karena kesadaran dirinya tentang tatanan, tapi karena takut tertangkap polisi misalnya. Yang kedua, karena harapan. Motif ini terkait dengan cinta, orang berhenti di lampu merah baik ada polisi atau tidak, karena ia sadar harus menjaga orang lain, juga dirinya, dari kekacauan.?

Ilyas, dosen yang juga hadir sebagai pemateri justru menyayangkan sejumlah orang yang kerap mengumbar ibadahnya di media sosial. Dalam beribadah, sebaiknya orang juga dilandasi dengan semangat puasa, yakni menahan diri untuk tidak mengumbarnya.

Pria yang kerap berbicara ceplas-ceplos itu justru menilai bahwa orang Jawa-lah yang sebenarnya sudah lama mencapai makrifat. Banyak orang Jawa yang mendasarkan diri dengan puasa meski dibahasakan dengan istilah laku tirakat.

Shautus Salam

Menurut Ilyas, setidaknya ada tiga tingkatan dalam berpuasa. Puasa tingkatan pertama adalah puasa yang ditujukan untuk tujuan keduniawian. Puasa semacam itu biasanya dilakukan jika ingin mendapatkan kemuliaan di dunia baik jabatan, pekerjaan maupun lain sebagainya.

Ada pula tingkatan puasa dengan maksud berharap masuk surga. Meski lebih baik, namun dirinya menilai akan lebih baik lagi jika ibadah tidak didasari dengan timbal baik apapun.

“Tingkatan yang ketiga, biasanya berpuasa lantaran cintanya sama Allah. Biasanya mereka sudah tidak memiliki maksud apapun. Bahkan jika seandainya apa yang mereka cita-citakan tidak tercapai mereka juga tetap iklash menjalaninya. Puasa dijadikan bentuk berserah diri dan semuanya menjadi urusan Allah,” ujarnya.

Menurutnya orang akan menjadi merdeka jika mereka tidak terikat pada cita-cita atau keinginan keduniawian tertentu. Kemerdekaan akan diraih jika mereka berani untuk tidak menjadi apa-apa.

Ironisnya yang terjadi saat ini seringkali justru terjadi kebalikannya. Banyak orang yang justru sakit hati jika apa yang dicita-citakannya tidak terwujud. Mereka seolah ingin menggantikan posisi Tuhan yakni apa yang diinginkannya harus terwujud.

“Seringkali konflik atau ketidak rukunan terjadi karena ada orang yang memaksakan sesuatu atau orang lain tidak bersikap seperti apa yang dia mau. Memaksakan keinginan sudah pasti bukan cerminan puasa,” imbuhnya.

Selain pembicara diatas, hadir juga? KH. Budi Harjono,? Manu Albertine, perempuan asal Perancis yang sedang magang dalam program manajeman NGO di Indonesia; KH. Anis Maftuhin dari Salatiga; Hasan Aoni Azis, pengelola Rumah Dongeng Marwah-Kudus; Gus Afif, aktivis lingkungan dan juga Kepala Desa Susukan.

Diskusi yang digelar hingga pukul 02.30 Wib tersebut, bertambah atraktif setelah diselingi dengan peluncuran album Cinta Berdebu dari Komunitas Marwah, juga pagelaran musik Galbu Musik Orkestra yang menyuguhkan musik beraroma khas Timur Tengah, ditambah kehadiran puluhan penari sufi. Setidaknya 500 penonton yang hadir terlihat begitu menikmati, meski hujan turun sejak sore hari. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, Warta Shautus Salam

Senin, 04 Desember 2017

Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa

Makassar, Shautus Salam. Universitas Islam Makassar mengadakan Pesantren Mahasiswa dan Training ESQ gelombang 3 bagi mahasiswa baru Pembukaan Pesantren Mahasiswa ini dihadiri para wakil Rektor UIM, Direktur Pascasarjana, Seluruh Dekan se Universitas , Ketua Lembaga, dan dihadiri 523 peserta dari berbagai fakultas 29/11, kegiatan ini akan berlangsung selama 4 hari 29/11-2/12 ? yang dipusatkan di aula SMK Darussalam.

Dalam sambutannya Suradi sebagai Ketua Panitia Pelaksana mengemukakan Pesantren mahasiswa dan Training ESQ ini wajib diikuti setiap mahasiswa, sebagai salah satu syarat kegiatan proses akademik. Setiap peserta akan mendapatkan sertifikat yang akan menjadi syarat ujian meja/munaqys.

Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa

Disisi lain Training ESQ ini akan dilatih trainer dari tim ESQ Sulawesi Selatan yang berpengalaman dan untuk pesantren mahasiswa akan dibimbing langsung oleh sesepuh Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan diantaranya Anregurutta KH Sanusi Baco Rais Syuriyah NU Sulsel yang juga pimpinan Ponpes Nahdlatul Ulum Soreang Maros, KH Zain Irwanto Wakil Rais NU Sulsel, dan Dr Arfah Shiddiq Wakil Ketua NU Sulsel. Materi pesantren diantaranya Aqidah, Syariah dan Tasawuf sesuai dengan kultur keilmuan Nahdlatul Ulama. Ungkap Suradi

Shautus Salam

Wakil Rektor III Dr Abd Rahim Sanjata yang juga mewakili Rektor Universitas Islam Makassar dalam sambutannya, memaparkan Universitas Islam Makassar sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama memliki tanggung jawab moral untuk melahirkan intelektual yang memiliki akhlakul karimah. Melalui pesantren mahasiswa dan training ESQ ini, mahasiswa akan diberikan materi penyadaran spiritual.

Shautus Salam

Akhir-akhir ini banyak masyarakat ? yang antipati terhadap gerakan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya yang terkadang anarkis. Sebagai Perguruan Tinggi Islam yang memiliki visi misi yang mencetak intelektual, tentunya melalui training ESQ dan Pesantren ini, mahasiswa akan digembleng untuk mendapatkan materi spiritual dan melalui pesantren, mahasiswa akan mendapatkan ilmu praktek cara beribadah sesuai dengan kultur NU. Tambahnya.

Olehnya itu, UIM mengharapkan seluruh mahasiswa mengikuti proses training dan pesantren mahasiswa ini sampai selesai. Disisi lain, mahasiswa ke depan akan mendapatkan materi-materi spiritual dalam proses perkuliahannya sebagai bekal untuk mengaplikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Ungkapnya sekaligus membuka proses pesantren mahasiswa ini. (andy muhammad idris/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, Pemurnian Aqidah, Aswaja Shautus Salam

Sabtu, 02 Desember 2017

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi

Jakarta, Shautus Salam

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mendukung upaya Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang berencana membentuk Pusat Arbitrase dan Mediasi Indonesia (PAMI).

 

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi

“Pada prinsipnya pemerintah memberikan dukungan kepada Apindo mau membentuk lembaga arbitrase dan mediasi Indonesia. Ya, silahkan saja, akan tetapi harus sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Menaker Hanifsaat menerima audiensi Apindo, Jumat (22/9/2017).

Shautus Salam

Menaker Hanif berharap nantinya keberadaan PAMI ini dapat membantu kinerja Kemnaker dalam menjaga hubungan industrial yang baik antara pekerja/buruh dan pengusaha.

 

Shautus Salam

"Inisiasi pembentukan lembaga ini datang dari Apindo. Kami hanya bersifat mendukung saja. Tentunya ini hal yang bagus. Saya harap PAMI bisa membantu Kemnaker dalam menjalankan tugasnya yang dalam hal ini adalah hubungan industrial," katanya.





Menurutnya pengusaha atau buruh, pokoknya siapa saja yang mempunyai masalah hubungan industrial nantinya bisa minta bantuan ke PAMI. "Penyelesaian sengketa melalui mekanisme Arbitrase saya harap akan lebih efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas pelaku usaha,” kata Menaker.

 

Hanif mengingatkan semua pihak harus berkepentingan terhadap peningkatan daya saing. "Kalangan pengusaha dan dunia industri serta Serikat pekerja/serikat buruh juga harus mendukung dan bertanggung jawab peningkatan kompetensi dan  daya saing anggotanya," kata Hanif.

 

Dalam Audiensi tersebut, Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani mengharapkan Menaker Hanif berkenan hadir dan memberikan keynote speech dalam peresmian PAMI.

"Saat ini, PAMI belum secara resmi diluncurkan. Direncanakan launching akan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2017 di Jakarta," kata Hariyadi.





Nantinya,  kata Hariyadi, PAMI akan berfungsi untuk membantu pihak-pihak yang berselisih atau yang mempunyai masalah hubungan industrial supaya lebih mudah masuk ke proses-proses penyelesaian. (Red. Kendi Setiawan).  

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai Shautus Salam

Jumat, 01 Desember 2017

Muslimat NU Bersilaturrahim dengan Gubernur Jokowi

Jakarta, Shautus Salam. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU diawali silaturahim bertajuk “Ta’aruf dengan Gubernur Daerah Khsusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Joko Widodo” di Aula Serbaguna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada  Selasa malam (27/5).

Muslimat NU Bersilaturrahim dengan Gubernur Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Bersilaturrahim dengan Gubernur Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Bersilaturrahim dengan Gubernur Jokowi

Gubernur yang akrab disapa dengan Jokowi tersebut hadir di tengah-tengah ibu-ibu Muslimat sekitar pukul 19.30. Pada sambutannya, setelah membaca salam, ia memulai pembukaan dengan bahasa Arab.

“Alhamdulillahi robbil ‘alamin washolati wassalamu ‘ala asyrofil anbiya’i wal mursalin sayyidina wahibibina wa syafi’ina Muhammadin wa ‘ala alihi awsohbihi ajma’in,” ucapnya dengan lancar. Ia berdiam dulu sebentar karena bacaan itu langsung dihadiahi tepuk tangan ibu-ibu.   

Shautus Salam

Kemudian Jokowi bercerita perihal diundangnya ke acara tersebut. Ia mengutip undangan lisan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. “Pokoknya Pak Jokowi hadir saja untuk foto-foto bersama ibu-ibu Muslimat,” katanya disambut tepuk tangan ibu-ibu.

Ia kemudian mengkonfirmasi tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepadanya di sosial media dan berita di media massa. Mulai dari isu penghapusan tunjangan guru. Menurut dia, Itu tuduhan tidak benar, “Lho...lho...lho..., kalau mau dinaikan itu benar,” katanya disambut tepuk tangan ibu-ibu.  “Saya tahu kebanyakan profesi Muslimat NU itu sebagai guru,” sambungnya.”  

Shautus Salam

Menurut dia, pendidikan itu di negara mana pun sangat penting dan harus dinomorsatukan. Ia menyebutkan, kurikulum pendidikan Indonesia harus dierivisi. “Kalau di SD, menurut saya, 80 persen mengenai pendidikan budi pekerti, masalah sopan santun, karakter, 20 persen baru yang namanya pengetahuan. Bukan dibalik,” katanya.

Kemudian di SMP dengan porsi 60-40. Menurut dia prosinya tetap pendidikan budi pekerti harus yang lebih banyak, “Baru setingkat SMA dan SMK, 20-80,” katanya.

Selanjutnya ia membantah tuduhan nama depannya Habertus. Juga pernah berhaji pada tahun 2003. Sementara kalau umroh, kata dia, tidak terhitung. Di akhir, sambutan Jokowi mengucapkan selamat datang di Jakarta. Ia mohon maaf ibu kota masih macet. Untuk mengatasinya sedang dirintis kereta api bawah tanah, "Tapi itu 5 tahun yang akan datang," katanya.

Jokowi hadir di acara tersebut sampai acara usai. Ia kemudian berfoto dengan hampir seluruh ibu-ibu di ruangan tersebut secara berkelompok dan bergantian.   

Hadir pada kegiatan bertema “Muslimat NU Berkhidmah untuk Indonesia Bermartabat” tersebut, Ketua PBNU H. Slamet Effendi Yusuf, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan segenap pengurus, Alwi Shihab, Hj Aisah Hamid Baidlwi, Dorce Gamalama, Yenny Wahid. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Doa, Kyai Shautus Salam

Senin, 27 November 2017

Diklatsar Ke-3 Banser Rembang Komit Perangi Ekstrimisme

Rembang, Shautus Salam. Dalam upaya memerangi ekstrimisme dan radikalisme di Kabupaten Rembang, Satkorcab Banser Rembang kembali menggelar Pendidikan dan Pelatihan Kader Dasar (Diklatsar) ke-3 yang dilaksanakan di Desa Mlagen, Kecamatan Pamotan, Rembang, Jumat (15/7).

Dengan mengembil tema Membangun Militansi dan Meneguhkan Ideologi Aswaja Demi Menjaga NKRI, Diklatsar kali ini diikuti 150 peserta didik dari berbagai daerah yang ada di Kabupaten Rembang, diantaranya Kecamatan Kaliori, Sumber, Sulang, Sedan, dan juga Kragan.

Diklatsar Ke-3 Banser Rembang Komit Perangi Ekstrimisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklatsar Ke-3 Banser Rembang Komit Perangi Ekstrimisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklatsar Ke-3 Banser Rembang Komit Perangi Ekstrimisme

Kasatkorcab Banser Rembang Zainal Arifin menjelaskan jika, level Diklatsar pada kesempatan kali ini ditingkatkan menjadi level 2. Dengan harapan mendapatkan calon Banser yang benar-benar militan.

"Level Diklatsar ini tidak seperti biasanya, kita tingkatkan ke level dua, sehingga melahirkan Banser yang benar-benar solid dan militan,” ujar Zainal.

Shautus Salam

Pada mementum kali ini yang bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan adalah Wakapolres Rembang Kompol Pranandya S yang mewakili Kapolres Rembang AKBP Sugiharto yang batal hadir dikarenakan ada kunjungan Kapolda Jateng ke Rembang. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, Quote, Pendidikan Shautus Salam

Shautus Salam

Kamis, 23 November 2017

Bagi-bagi Makanan, Ansor Kencong Semangati Petugas Posko Lebaran

Jember, Shautus Salam

Jajaran Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kencong, Kabupten Jember, Jawa Timur menaruh perhatian terhadap lancarnya mudik Lebaran. Bukan dengan mendirikan posko, namun membagikan nasi kotak kepada para petugas posko mudik Lebaran yang tersebar di wilayah Jember.

Hal ini sebagaimana tampak pada Ahad (3/7). Aksi sosial ini dipimpin langsung Ketua PC GP Ansor Kencong Muhammad Yasin Yusuf Ghazali. Dengan menggunakan tiga mobil, sejak pukul 13.00 WIB, mereka berkeliling membagikan nasi kotak. Beberapa posko mudik lebaran yang disambangi antara lain adalah posko di Desa Pondok Dalem, Kecamatan Semboro; Kecamatan Bangsalsari, terminal Tawang Alun, terminal Arjasa, terminal Pakusari, dan Gunung Gumitir.

Bagi-bagi Makanan, Ansor Kencong Semangati Petugas Posko Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi-bagi Makanan, Ansor Kencong Semangati Petugas Posko Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi-bagi Makanan, Ansor Kencong Semangati Petugas Posko Lebaran

“Kalau nasinya tidak seberapa, tapi intinya kami ingin memberi semangat kepada petugas posko dalam melayani lancarnya pemudik lebaran,” ujar Muhammad Yasin Yusuf Ghazali kepada Shautus Salam.

Shautus Salam

Pengawas Madrasah Kecamatan Wuluhan itu menambahkan, pihaknya selalu siap memberi bantuan sewaktu-waktu demi lancarnya pemudik Lebaran. Dikatakanya, pekerjaan petugas posko atau siapa pun yang melayani kelancaran mudik Lebaran sangatlah mulia. Betapa tidak, di saat orang lain berkumpul bersama keluarga dan handai taulan untuk merayakan Lebaran, mereka justru berada di jalan melaksanakan tugas. “Kami salut kepada mereka,” ucap Yasin.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jember memastikan akan mendirikan posko mudik Lebaran di tiga titik. Yaitu di kota Jember, di Jember utara, yakni perbatasan Bondowoso-Jember, dan di Jember barat, untuk menyambut pemudik yang datang dari arah Lumajang.

Shautus Salam

Menurut Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Ansor Jember Lutfi Alif, pihaknya menyiapkan sejumlah anggota Banser untuk mengisi posko tersebut. “Mereka akan membantu polisi untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan kelancaran pemudik,” ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai Shautus Salam

Minggu, 19 November 2017

Penuhi Kebutuhan Informasi Nahdliyin, NU Perlu Coba ‘Laptop 100 Dolar AS’

Jakarta, Shautus Salam

Untuk memenuhi kebutuhan informasi warga Nahdliyin di seluruh Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) perlu mempertimbangkan penggunaan laptop seharga 100 dollar AS. Komputer jinjing dengan harga murah tersebut cukup tepat digunakan warga NU, terutama bagi mereka yang berada di pedesaan dan sulit mengakses informasi.



Penuhi Kebutuhan Informasi Nahdliyin, NU Perlu Coba ‘Laptop 100 Dolar AS’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Penuhi Kebutuhan Informasi Nahdliyin, NU Perlu Coba ‘Laptop 100 Dolar AS’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Penuhi Kebutuhan Informasi Nahdliyin, NU Perlu Coba ‘Laptop 100 Dolar AS’

Hal tersebut diungkapkan Redaktur Senior Harian Kompas Ninok Leksono saat menjadi pembicara utama pada Lokakarya “Membangun Habitus Teknologi Informasi di Kalangan Nahdliyin” yang diselenggarakan Shautus Salam di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Rabu (88).

Ia sangat menyayangkan jika potensi warga Nahdliyin yang sangat besar tidak diimbangi dengan pemenuhan informasi dan pendidikan yang memadai. Melalui program penggunaan laptop 100 dolar AS itu, katanya, Nahdliyin yang berada di pedesaan sekalipun, dapat mengakses informasi melalui sambungan jaringan internet dengan efektif dan efisien.

Shautus Salam

“Negara yang pertama kali memanfaatkan laptop 100 dollar AS tersebut adalah Libya. Mereka memanfaatkan laptop tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan informasi dan pendidikan rakyatnya,” terang Ninok kepada para peserta lokakarya yang merupakan para pakar dan ahli TI yang berlatar belakang Nahdliyin.

Namun demikian, tambah Ninok, tentu harus pula dipikirkan akibat negatif yang ditimbulkan dari pemanfaatan Tekonologi Informasi (TI) tersebut. Pasalnya, akses informasi melalui jaringan internet tersebut tiada batas dan pasti akan memunculkan akibat-akibat yang tidak diinginkan.

Shautus Salam

Komputer jinjing 100 dollar AS, setelah lima tahun sejak konsepnya diusulkan, akhirnya mulai diproduksi massal. Para pemasok perangkat keras (hardware) telah memulai memproduksi komponen-komponen yang dibutuhkan untuk menyediakan jutaan komputer murah untuk anak-anak di negara-negara berkembang.

Gelombang pertama produksi laptop ’sejuta umat’ itu diperkirakan akan didistribusikan pertama kali pada Oktober 2007. Laptop tersebut tidak akan tersedia di toko eceran sebab seluruhnya dijual melalui skema pemesanan dalam jumlah besar oleh negara yang membutuhkan.

Sebelumnya program OLPC (One Laptop Per Child) yang dipelopori Profesor Negroponte dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT) dikatakan baru bisa dimulai jika pesanan mencapai 3 juta unit. Namun, dengan dimulainya produksi massal pertama ini, pihak OLPC tidak bersedia mengungkap berapa jumlah pesanan dan negara-negara mana saja yang telah memesannya secara resmi.

XO didesain mudah dibawa ke mana-mana dengan ukuran layar yang kecil dan menggunakan memori flash 1 gigabyte, tanpa hardisk, sehingga ringan. Laptop ini juga dibuat tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim seperti gurun di Libya atau pegunungan di Peru dengan pembungkus yang tahan air.

Karena akan didistribusikan ke pelosok pedesaan, laptop tersebut juga dibuat hemat penggunaan listrik. Penggunanya dapat mengisi ulang baterainya dengan memutar generator mini yang terpasang di sampingnya menggunakan engkol tangan, generator mini yang diinjak, atau sel surya. Selain itu, gambar di layarnya tetap mudah terlihat meski di bawah pancaran sinar matahari. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hadits, Kyai Shautus Salam

Senin, 06 November 2017

Sejarah Nusantara, Ulama-Umara Sinergis Jaga Stabilitas Tanah Air

Demak, Shautus Salam

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menghadiri Haul Agung Sultan Raden Abdul Fattah Al-Akbar Sayyidin Panotogomo ke-514, di Masjid Demak, Sabtu (11/03) malam. Para kiai dan habaib juga hadir di antaranya Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan.

Sejarah Nusantara, Ulama-Umara Sinergis Jaga Stabilitas Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah Nusantara, Ulama-Umara Sinergis Jaga Stabilitas Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah Nusantara, Ulama-Umara Sinergis Jaga Stabilitas Tanah Air

Menurut Kiai Said, kekuasaan Raden Fattah (Demak) adalah bukti sejarah bagaimana harmonisnya ulama dan umara dalam menguatkan tradisi budaya, menjaga stabilitas tanah air, sehingga Islam bisa disebarkan dengan baik.

"Tidak mungkin menyebarkan Islam di tengah konflik dan gejolak, karena itu sinergi ulama dan umara sangat penting bagi perkembangan Islam," kata kiai pengasuh Pondok Pesantren al-Tsaqafah, Ciganjur itu.

Shautus Salam

Tidak hanya di Demak dan sekitarnya, di daerah-daerah lain pun para pendakwah Islam berbaur dengan tradisi budaya masyarakat dan menjaga harmoni dengan umara demi stabilitas tanah air.

"Syarief Hidayatullah dan Kesultanan Cirebon juga sinergi dengan baik, Kesultanan Lumajang, Kesultanan Perlak, Kesultanan Samudera Pasai juga bersinergi dengan para pendakwah Islam," kata Kiai Said.

Shautus Salam

Kiai Said Aqil pun menegaskan bahwa masa depan Islam Nusantara semakin kuat dan jaya. Masyarakat Muslim tidak pernah berhenti tahlil, ziarah, haul, menyambungkan batin spiritualitasnya dengan para wali, ulama, dan orang-orang saleh.

"Orang-orang NU tetap haul dan tahlil karena sudah merasakan begitu nikmatnya dekat dengan ulama dan orang-orang saleh," ujar Kiai Said. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Kyai Shautus Salam

Jumat, 03 November 2017

Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran

Jakarta, Shautus Salam. Peserta penerima beasiswa Arab Saudi akan menerima bimbingan hafalan Al-Qur’an dari Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH), organisasi penghafal dan pegiat Al-Qur’an NU.

“Kita akan kerja sama dengan JQH,” kata Ahmad Ridho, staf biro kerjasama beasiswa luar negeri saat ditemui Shautus Salam di lantai lima Gedung PBNU saat menunggu kesiapan peserta ujian, Senin (8/10) siang.

Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran

Lima belas yang lolos ujian tidak dilepas begitu saja, tambah Ahmad Ridho yang juga penguji peserta calon besasiswa. Hafalan Al-Qur’an umumnya peserta, belum mantap benar. Padahal beasiswa Arab Saudi menghedaki hafalan yang kuat.

Shautus Salam

Ridho menambahkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Jawa. Peserta antara lain berasal dari pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Shautus Salam

Sejumlah lima puluh orang akan menerima beasiswa Arab Saudi dari pelbagai jurusan. Jenjang S1 dan S2, masing-masing berjumlah lima belas kuota. Jenjang S3 menerima hanya sebanyak 20 kuota.

Peserta yang lolos, baru bisa berangkat ke Arab Saudi tahun depan. Selama setahun itu, Jamiyatul Qurra Wal Huffaz, JQH NU akan memperkuat hafalan mereka. Bimbingan JQH, akan member cukup bekal bagi mereka, tambah Ridho.

Dari sejumlah tes yang diujikan, hafalan Al-Quran ini menempati bobot yang tinggi. Wawasan ke-NU-an juga mendapat bobot penilaian yang cukup tinggi.

Selain hafalan, peserta juga wajib melewati uji kemampuan membaca kitab. Kitab yang diujikan adalah Kifayatul Akhyar dan Fathul Qarib. Menurut Ridho, bobot tes yang satu ini lebih lebih rendah dari hafalan Al-Qur’an dan wawasan ke-NU-an.

Sementara peserta S2 dan S3, mendapat tes tambahan. Mereka yang mengambil jurusan keagamaan, wajib berdialog dengan bahasa Arab. Bagi yang mengambil jurusan umum, penguji akan menguji kemampuan berbahasa Inggris.

Karenanya, mereka dari sekarang sudah menentukan jurusan. Ada yang ambil keagamaan, teknik lingkungan, ekonomi Islam, sains, dan kimia. Mereka yang gagal dalam uji hafalan, akan dikirim ke luar Arab Saudi. Maroko dan Tunisia, siap menampung mereka, tandas Ridho.

 

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Budaya, Kyai Shautus Salam

Sabtu, 21 Oktober 2017

Mencicipi Lezatnya Ragam Kuliner Ramadhan di Yaman

Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Sekitar 13 jam kita menahan lapar dan dahaga, rasanya buka puasa menjadi momen yang tepat untuk menikmati kuliner yang memanjakan perut dan lidah.

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan; kebahagiaan saat ia berbuka, dan kebahagiaan saat bertemu tuhannya." (HR. Tirmidzi)

Mencicipi Lezatnya Ragam Kuliner Ramadhan di Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencicipi Lezatnya Ragam Kuliner Ramadhan di Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencicipi Lezatnya Ragam Kuliner Ramadhan di Yaman

Selama dua kali menjalani Ramadhan di kota Mukalla Yaman dan dua kali Ramadhan di Tarim, Yaman, banyak kuliner nikmat yang saya temui. Kuliner yang nikmat tak selalu perlu merogoh kocek dalam-dalam. Kuliner itu beragam mulai dari minuman, kue, manisan dan beragam jenis masakan.

Biasanya saat adzan berkumandang saya disuguhi beragam jenis es jus untuk menghilangkan dahaga seperti riep, musyakkal, makhluth, zabadi, syammam, dll. Di beberapa masjid, pengelola masjid menyediakan takjil untuk sekadar berbuka, tidak sedikit juga orang yang membawa sendiri takjil dari rumah mereka.

Shautus Salam

Ada satu minuman khusus yang hanya ada saat Ramadhan bernama ? "subiyah" yang ramai diburu pembeli. Kalau saya pribadi sangat suka dengan minunan ? ? "halib bilmouz", minuman susu murni dicampur dengan potongan pisang segar yang maknyus. Untuk mendapatkan minuman tersebut anda hanya cukup membawa uang 100 hingga 150 Real Yaman (RY).

Shautus Salam

Nah, untuk berbuka puasa cocoknya dimulai dengan yang manis-manis. Ada beberapa jenis kue yang pernah saya coba dan rasanya manis, lezat, dan cocok dicoba sebagai hidangan pembuka, di antaranya ? "bagalawah", ? "kanafah", ? "basbusah", ? "bagulaimat", ? "breik" (ada yang rasa coklat, ada juga yang rasa vanilla), ? "baasyamillah", ? ? ? “roll sinabul bil jauz”, ? ? “mamul bittamer", ? ? ? “saroih tausat bil jubni", ? ? "hala biscuit", ? "kaak",dan? ? "halawah".

"Basbusah" misalnya, adalah sebuah kue manis Timur Tengah tradisional dan Mesir. Kue tersebut dibuat dari semolina atau farina yang dicampur sirup sederhana. Kelapa adalah tambahan populer. Sirup juga diganti dengan air bunga jeruk atau air mawar. Kalau "maumul bittamer" , merupakan kue yang isinya merupakan kurma, rasanya manis dan sedap. Harga camilan manis tersebut relatif bersahabat, cukup 20 RY per biji. Biasanya saya dan kawan-kawan membawa uang 150 RY sudah cukup puas untuk sekadar memanjakan lidah.

Biasanya sebagian orang lebih suka berbuka dengan gorengan seperti? ? "sambossa", ? "batotis", ? "bakhomriy", dan aneka gorengan lainnya.

Tradisi di Yaman setelah sejenak menikmati kuliner penunda lapar dan dahaga, lalu semua orang pergi ke masjid untuk shalat maghrib berjamaah bagi kaum laki laki, sementara para ibu dan anak perempuan shalat di rumah untuk kemudian mempersiapkan masakan buka puasa. Adapun untuk makanan berat seperti nasi dan roti biasanya disantap setelah melaksanakan shalat tarawih. ?

Nama-nama kue di atas kebanyakan di mulai dengan kata "ba". Itu menunjukkan biasanya yang membuat pertama kali adalah orang Hadramaut. Sebab orang Hadramautlah yang suka memberikan julukan sesuatu diawali dengan "ba". Misalnya nama marga Basyaiban, Baswedan, Bachin, Bamachromah dan lain sebagainya.

Kuliner-kuliner tersebut sangat mudah ditemukan, baik di pinggir jalan maupun di pasar, khususnya saat Ramadhan.

Kita bisa memilik hidangan makanan berat antara nasi atau roti sesuai selera kita. Roti yang kerap kali diminati penduduk local beragam ada: ? "tamiz", ? "syabati", ? "lubnani", dan ? "broutuh". Dan untuk nasi bisa kita coba nasi putih biasa, atau nasi ? "bukhori", ? "rubyani", dan ? "kebuli".

Orang yaman memiliki kelebihan soal masak memasak daging. Mereka memiliki resep dan cara khusus membuat daging menjadi tidak amis dan lembut. Ada yang dimasak dengan membakar arang dalam kubangan kemudian daging dimasukkan tong, dan dikuburkan dalam arang hingga matang. Ada pula yang dimasak dengan api sedang namun memakan waktu sangat lama.

Di berbagai kedai dan rumah makan bisa kita temui masakan masakan enak khas orang Yaman.

Beberapa jenis masakan yang terbukti maknyus yang perlu Anda coba nikmatnya antara lain ? "mandiy", ? "matbiy", ? "madfun", ? "muhammas", ? "gilabah", ? "kabsyah".

Harga nasi plus daging beraneka ragam. Masakan di atas harganya lumayan mahal, sekitar 1000 hingga 5000 RY per porsi. Meski mahal, tapi bisa terbayar dengan kelezatan yang bisa kita rasakan.

Selamat Mencoba dan selamat menunaikan ibadah puasa.

Moh Nasirul Haq, Santri Rubat Syafiie Mukalla Yaman



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan, Kyai Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock