Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

Ke Indonesia, Syekh Wahbah Zuhaili Singgah di Pesantren Al-Kenaniyah

Jakarta, Shautus Salam. Ulama besar asal Suriah Syekh Wahbah Zuhaili berkunjung ke Pondok Pesantren Putri Al-Kenaniyah, Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu (16/11). Di pesantren yang dipimpin oleh KH Hambali Ilyas itu, Syekh Wahbah bertemu Rais Syiriyah PBNU KH Hasyim Muzadi dan sejumlah muridnya yang sempat mengenyam pendidikan di Suriah.

Kepada para muridnya, ahli fiqih kontemporer itu berpesan agar senantiasa berzikir, mengingat Allah SWT dalam setiap kesempatan. "Mari kita mendekatkan diri sejak kita bangun tidur hingga tidur kembali," katanya.

Ke Indonesia, Syekh Wahbah Zuhaili Singgah di Pesantren Al-Kenaniyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Indonesia, Syekh Wahbah Zuhaili Singgah di Pesantren Al-Kenaniyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Indonesia, Syekh Wahbah Zuhaili Singgah di Pesantren Al-Kenaniyah

Tidak menyampaikan teori uhul fiqih yang rumit, Syekh Wahbah malah mengingatkan agar para santrinya senantiasa menjalankan beberapa rutinitas sederhana seperti membaca ayat kursi, surat-surat yang masuk dalam kategori al-munjiyat, serta surat surat pendek seperti al-Kafirun, al-Ikhlas, al-Falak dan An-Nas, sembari menjelaskan fadhilah atau keutamaan membaca beberapa surat dan ayat tersebut.

Kunjungan Syekh Wahbah ke Indonesia menurut, H Fathir Hambali, putra tertua KH Hambali Ilyas, adalah untuk memenuhi undangan Bank Indonesia. Penyusun karya besar Fiqih Islam wa Adillatuh dan sejumlah karya di bidang fiqih dan ushul fikih itu diminta menyampaikan ceramah mengenai ekonomi syariah.

Syekh Wahbah adalah ulama Suriah yang sering berkunjung ke Indonesia dan cukup dekat dengan NU. Karya-karyanya menjadi rujukan dalam bahtsul masail diniyyah atau pembahasan masalah-masalah keagamaan yang diselenggarakan di lingkungan NU.

Shautus Salam

Bersama Syekh Said Ramadhan Al-Buthi yang belum lama ini meninggal dunia dalam konflik bersaudara di Suriah, dua ulama fiqih madhab Syafii itu juga sempat menghadiri forum International Conference of Islamic Scholars (ICIS) yang diselenggarakan oleh PBNU di bawah pimpinan KH Hasyim Muzadi. (A. Khoirul Anam)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pesantren, Jadwal Kajian, Pendidikan Shautus Salam

Senin, 26 Februari 2018

Kiai Tolchah Sebut Tiga Hal Hadapi Globalisasi

Malang, Shautus Salam. Mustasyar PBNU KH Muhammad Tolchah Hasan menyebut perlunya tiga hal dalam menghadapi era globalisasi, yaitu dibutuhkan ketebalan iman yang kuat, karakteristik yang tangguh, dan kekuatan moral yang tinggi.

Kiai Tolchah Sebut Tiga Hal Hadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tolchah Sebut Tiga Hal Hadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tolchah Sebut Tiga Hal Hadapi Globalisasi

“Kita harus menguatkan iman dalam menghadapi Globalisasi. Tapi bukan sembarang iman yang kita butuhkan, melainkan iman yang dominan terhadap diri kita dan perbuatan kita. Bukan hanya iman dekoratif atau hiasan,” katanya pada kuliah umum di hadapan sekitar 400-an mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma) Tahun 2014 di Hall Oesman Mansoer pada Kamis, 2 Oktober 2014.

Menurut dia, pada kuiah umum bertema ‘Islam dan Benturan Peradaban Global’ tersebut, jangan sampai karena iman bertindak semaunya dan menggunakan kekerasan mengatasnamakan Iman. “Kalau iman kita merupakan Iman yang dominan, maka berada di manapun dan dalam kondisi apapun, kita akan tetap terjaga keimanannya,” tambahnya.

Shautus Salam

Dirinya juga menekankan bahwa Islam yang bersifat moderatlah yang dibutuhkan untuk menghadapi benturan peradaban global saat ini. Karena Islam moderatlah yang bisa kritis terhadap semua kebudayaan yang datangnya dari luar.

“Di dunia internasional, Islam dilihat sebagai agama yang intoleransi. Sehingga terlihat puritan dan meraka anggap sebagai ancaman. Maka, adalah tugas kita sebagai masyarakat terdidik untuk membangun peradaban Islam yang toleran,” terang Menteri Agama era Gus Dur itu.

Shautus Salam

Selanjutnya, ia menekankan bahwasanya pendidikan memiliki peran yang besar sekali dalam upaya untuk membangun generasi Indonesia emas mendatang. Oleh karena itu, ia juga menyampaikan bahwa tenaga pendidik harus memiliki karakter yang kuat. (Ahmad Nur Kholis/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pendidikan, Tegal, Pesantren Shautus Salam

Senin, 12 Februari 2018

Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja

Demak, Shautus Salam. Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Demak H. Abdurrahman Kasdi mengatakan, bahwa Ansor merupakan pemuda pengawal para kiai, ulama, dan juga pengawal faham Ahlussunnah wal Jamaah.

Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja

“Dengan mengembangkan sayap lembaga Rijalul Ansor, Ansor Demak ingin menyiapkan kader ulama dan kiai dari Ansor melalui kajian-kajian keIslaman, Bahtsul Kutub, Majlis Dzikir dan shalawat, kita harapkan lahir para kader ulama dan kader kiai dari Ansor,” Harap Durrahman.

Durrahman menyampaikan dalam rangkaian Pelantikan PC GP Ansor Kabupaten Demak periode 2013-2018, di Masjid Raudlatul Muttaqin Desa Klitih Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Jumat, 18 Oktober 2013.

Shautus Salam

Pengajian bertema, “Dengan Pengajian Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor, kita teguhkan Paham Ahlussunnah wal Jamaah di Kabupaten Demak” tersebut dihadiri oleh 2.000 kader Ansor, Banser, Para Kader Rijalul Ansor dan Jamaah masyarakat setempat.

Lebih lanjut Durrahman yang juga Direktur Pascasarjana STAIN Kudus ini menambahkan, melalui pengajian ini yang dikemas Rijalul Ansor dengan bershalawat bisa membetengi umat dari aliran sempalan yang menyesatkan umat.

Shautus Salam

“Hendaknya dengan Rijalul Ansor, kita bisa membentengi masyarakat Demak dengan faham Ahlussunnah wal Jamaah dari rongrongan aliran sempalan dan aliran sesat yang akan merusak masyarakat Demak,” ungkapnya.

Pengajian akbar yang menghadirkan parade rebana 100 penerbang rebana tersebut dihadiri selain dihadiri pengurus pleno Ansor Demak juga dihadiri ketua PW GP Ansor Jateng, Jabir al-Faruqi, KH. Zainal Arifin Ma’shum dan para ulama dari NU

Pengajian akbar tersebut merupakan salah satu rangkaian pelantikan. PC GP Ansor Demak juga akan mengadakan apel akbar Banser dengan menghadirkan 4.000 orang. Rencananya akan diadakan pada tanggal 16 Nopember 2013 di Lapangan Koni Demak.

Selain itu, akan digelar bakti sosial dan pengobatan gratis. Sedangkan rangkaian kegiatan ini ditutup dengan Pelantikan yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Nopember 2013. (A. Shiddiq Sugiarto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pesantren, Budaya Shautus Salam

Jumat, 02 Februari 2018

Shaf Belakang Shalat Jum’at

Oleh Isfandiari MD

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Surah Al-Jumu’ah, ayat 9).

Shaf Belakang Shalat Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)
Shaf Belakang Shalat Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)

Shaf Belakang Shalat Jum’at

Ayat ini mengandung esensi kedisiplinan, selain bekerja berusaha, ibadah tak boleh ditinggalkan. Mereka yang bekerja, sempatkan waktu ke masjid, begitu juga para pelajar dan anak-anak.

Miris jika melihat ibadah Jum’at anak-anak, ABG, juga remaja tanggung. Ibadah Juma’at dijadikan ritual kosong semata. Sebagai meeting point bercengkaran sebentar di sela rutinitas sekolah. Tak heran jika moment itu dimanfaatkan sebagai ajang senda gurau dan membuat kebisingan yang tak berarti.

Shautus Salam

Coba Anda tur keliling beberapa masjid di sekitar rumah, perhatikan shaf (barisan) belakang yang kebanyakan didominasi anak-anak dan pelajar, dan perhatikan tingkah mereka. Ini sangat jauh dari esensi perintah dalam surat Al-Jumu’ah dalam Al-Qur’an.

Shautus Salam

Menunggu waktu shalat Jum’at, ceramah sama sekali tak digubris. Anak-anak berlarian kian ke mari, membuat gaduh. Malah ada yang main games menunggu waktu shalat. Telinga kita dipaksa bertempur antara kegaduhan seperti serangan ribuan tawon dan pengkhotbah yang dengan tekun dan takzim menyampaikan risalahnya.

Terus terang, perjuangan mencari ridha Allah sangat berat dalam situasi ini. Hati kecil kadang ingin berontak, serta merta berdiri dan berteriak agar kebisingan itu usai, tapi apakah itu jalan yang terbaik?

Idealnya, peran orang tua, guru di sekolahlah yang mampu meredam itu semua. Anak ibarat kertas putih yang bisa kita tulis sesuka hati. Lewat pendekatan ideal, mereka harusnya mampu menjadikan ritual Juma’t sebagai salah satu kewajiban mendisiplinkan diri dan ajang menempa diri juga melatih setiap pribadi untuk mampu memanfaatkan momen dan menempa disiplin sejak usia dini.

Kalau dihayati lebih dalam, polah tingkah demikian adalah gambaran situasi yang lebih besar lagi. Disiplin memanfaatkan momen sesuai hakikatnya adalah modal dasar melahirkan generasi tangguh negeri ini. Jika sebuah generasi tak mampu menkondisikan sebuah situasi sesuai peruntukkannya, kita bakal menjadi pesimis, apakah mereka mampu menggantikan generasi sekarang yang sebenarnya juga sudah dalam ambang yang mengkhawatirkan?

Kita paling bisa mengimbau kepada orang tua, guru pengajar di sekolah-sekolah. Tanamkan pada jiwa-jiwa yang masih ‘polos’ itu sebauh latihan dasar berdisiplin dan cerdik memanfaatkan momentum.

Bagaimana mereka bisa mengerti jika di rumah Allah, adab dan etika wajib dijaga. Bagaimana mamatut-matutkan diri dalam situasi sakral minimal dalam ritual mingguan shalat Jum’at.

Untuk anak-anak dibawah 10 tahun, mereka biasanya diajak orang tua masing-masing. Jika mereka menganggap penting ritual ini, mereka wajib memberikan doktrin yang kokoh akan pentingnya menjaga adab di masjid saat ustad berceramah. Paling miris melihat kebanyakan remaja tanggung yang seharusnya tahu betul posisi rumah Allah bagi umat Islam. Jika prilakunya masih ‘liar’ sepanjang ceramah apalagi menjelang shalat, kita harusnya sedih, bagaimana nasib bangsa ini di masa depan!

Isfandiari Mahbub Djunaidi, warga NU, pegiat club motor Outsider

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah, Pesantren Shautus Salam

Jumat, 26 Januari 2018

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Yogyakarta, Shautus Salam - Pimpinan Cabang IPNU dan IPNU Kota Yogyakarta melangsungkan konferensi cabang di kompleks Pesantren Al-Munawir Krapyak pada Sabtu-Ahad (26-27/3). Pengurus baru organisasi pelajar NU ini bertekad untuk menghidupkan anak cabang di kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta.

Kasi Pembinaan Kepemudaan Kesbang Kota Yogyakarta Husni Eko Prabowo yang turut hadir menyampaikan bahwa IPNU dan IPPNU adalah mitra bagi Pemkot Yogyakarta terutama dalam merespon permasalahan di tingkatan pemuda seperti narkoba dan ancaman ideologi yang mengarah kepada terorisme.

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Konfercab kali ini mengusung tema Hompimpa Alaium Gambreng yang merujuk pada jargon permainan tradisional anak-anak yang kini mulai terlupakan. “Ada filosofi dari permainan ini bahwa pasti ada yang kalah dan menang dalam persaingan, tetapi yang penting adalah bagaimana semua bisa rela legowo dan menerima keputusan bersama siapa yang nantinya memimpin organisasi,” kata Ketua panitia konferensi Saiful Al-Ayyubi.

Tema ini juga megingatkan para kandidat ketua pimpinan cabang untuk senantiasa bersikap adil dan legowo dalam menyikapi suksesi kepemimpinan organisasi. Forum ini memilih Shofwan Hadi sebagai Ketua IPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Sidang pemilihan dipimpin oleh Ketua IPNU DI Yogyakarta Nova Andriyanto.

Shautus Salam

Shofwan berencana untuk fokus pada pembenahan kaderisasi dan struktur. Ia menekankan rencananya pada pembentukan struktur Pimpinan Anak Cabang IPNU di tingkat kecamatan di Kotamadya Yogyakarta dan memperluas jejaring kepada pelajar-pelajar di sekolah umum.

“Ukuran keberhasilan organisasi adalah bagaimana struktur bekerja, maka pembentukan PAC harus jadi target utama IPNU-IPPNU ke depan,” ujar Shofwan.

Shautus Salam

Sementara Konferensi IPPNU mengamanahkan Wardatul Miskiyah sebagai Ketua IPPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Wardatul ditunjuk dalam musayawarah oleh peserta konferensi.

“Konfercab ini adalah momentum mengisi ulang energi bagi semua kader IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta untuk melanjutkan perjuangan dan pencapaian yang belum tercapai. Semoga Ketua terpilih IPNU-IPPNU bisa mengemban amanah sebaik-baiknya,” kata Lutfi Ainun Najib, Ketua demisioner IPNU Kota Yogyakarta. (Rifki Fairuz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Anti Hoax, Pesantren Shautus Salam

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi

Yogyakarta, Shautus Salam. Komisi Pemberantas Korupsi memberikan sertifikat kepada PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta atas partisipasinya pada acara Integrity EXPO di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Selasa-Kamis (9-11/12).

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi

"Stand NU paling unik daripada yang lain pada kesempatan Integrity Expo. Stand NU berbeda dengan kementerian, BUMN, BUMD, atau universitas," kata Sekretaris PWNU DIY Mukhtar Salim.

Mukhtar juga menjelaskan, partisipasi PWNU DIY dalam acara Hari Antikorupsi sedunia ini merupakan wujud komitmen NU dalam mendukung pemerintah untuk memberantas korupsi sampai akar-akarnya.

Shautus Salam

"Warga PWNU DIY banyak sekali yang datang. Terbukti yang datang mengunjungi stand NU setiap harinya hampir mencapai seribu orang," lanjutnya.

Shautus Salam

Mukhtar menegaskan stand NU memiliki keunikan, karena desainnya dipenuhi foto para kiai, silsilah keilmuan NU, puisi Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri, layanan keluarga antikorupsi, dokumen NU antikorupsi, dan Majalah Bangkit. (Madun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan, Pesantren, Ubudiyah Shautus Salam

Rabu, 17 Januari 2018

Tim Sepakbola Pesantren Darul Quran Bengkel Taklukkan Pesantren Al-Mansuriah

Mataram, Shautus Salam - Tim keseblasan Pesantren Al-Mansuriah Bonder asuhan Ketua PWNU NTB TGH Achmad Taqiuddin Mansur ditaklukkan Pesantren Darul Quran Bengkel Labuapi Lombok Barat dengan skor 0-1. Pertandingan yang digelar? di lapangan TNI AU Rembige Kota Mataram,? Jumat (19/8) pagi berlangsung seru.

Pesantren Al-Mansuriah yang dijaga Ipan Dirgantara kebobolan lewat tendangan ringan? Kaspul.? Pemain dengan nomor punggung 9 ini membawa tim? Pesantren Darul Quran? Bengkel unggul hingga peluit panjang dibunyikan.

Tim Sepakbola Pesantren Darul Quran Bengkel Taklukkan Pesantren Al-Mansuriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Sepakbola Pesantren Darul Quran Bengkel Taklukkan Pesantren Al-Mansuriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Sepakbola Pesantren Darul Quran Bengkel Taklukkan Pesantren Al-Mansuriah

Tim ini sudah diprediksi oleh Satkorwil Banser Ansor NU NTB Murakib KH yang juga alumi Al-Mansuriah dari satu hari sebelum pertandingan. Karena Ketua PWNU NTB merupakan alumnus Pesantren Darul Quran Bengkel.

Shautus Salam

"Tidak akan menang Al-Mansuriah karena ibarat ibu sama anak," kata Abah Roket Sapaan akrabnya Murakib.

Menurut Abah Roket dengan nada canda, kalau pun menang, kita akan malu sama orang tua karena ibarat ibu dan anak menjadi berkah kalau pun kalah. (Hadi/Alhafiz K)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Jadwal Kajian, Pesantren Shautus Salam

Jumat, 12 Januari 2018

IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang

Bangkalan, Shautus Salam. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Uama (IPNU) Kabupaten Bangkalan kembali merealisasikan program prioritasnya, yaitu pembentukan dan pengaktifan Pimpinan Anak Cabang (PAC ) IPNU se-Kabupaten Bangkalan.

Sebelumya, Pimpinan Cabang IPNU Bangkalan telah? melantik PAC IPNU Mancengan dan PAC IPNU Kecamatan Burneh. Sekarang, PC IPNU Bangkalan menjamah IPNU di Bangkalan bagian utara yang sudah tiga tahun vakum, tepatnya di Kecamatan Tanjungbumi.

IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang

PC IPNU Bangkalan dalam periode kepengurusan ini sudah membentuk dan mengaktifkan 12 PAC IPNU se-Kabupaten Bangkalan. Sehingga, kini jumlah PAC IPNU yang aktif di Kabupaten Bangkalan ialah 16 dari 20 PAC di kabupaten di ujung paling barat Pulau Madura ini.

Shautus Salam

“Kalau anda ingin melihat wajah NU di masa depan, maka lihatlah kader IPNU dan Ansor masa kini. Kalau IPNU hari ini tidak mengader dan tidak melaksanakan amanat organisasi yang telah ditentukan PP IPNU Pusat, maka bisa dipastikan wajah NU yang akan datang tidak jauh dari yang kita lihat saat ini.? Karna hal tersebut, PC. IPNU Bangkalan? merealisasikan programnya setapak demi setapak untuk menuai hasil yang maksimal,”? ujar Ketua PC IPNU Bangkalan Mahsus R HM, Selasa (29/12).

Shautus Salam

Ia berharap Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Tanjungbumi turut membina, membimbing, dan memberi motivasi kepada pengurus terpilih agar melaksanakan program-program yang sudah dicanangkan di rapat kerja.

Terpilih pada acara tersebut Ach Muharram sebagai ketua PAC IPNU Tanjungbumi masa khidmah 2015-2017. Muharram mengharap kepada semua elemen yang hadir mau membimbingnya untuk menghidupkan kembali PAC IPNU Tanjungbumi dan kembali meramaikan khazanah ke-IPNU-an di kalangan pelajar di Kecamatan Tanjungbumi.

“Dan juga saya berharap kepada rekan-rekan yang hadir dan terseleksi sebagai pengurus PAC IPNU Tanjungbumi agar mau berperan aktif agar dapat menyusul rekan-rekan PAC yang lain yang telah terlebih dahulu aktif. Tanpa kalian, saya tiada arti,” tuturnya. (Nurul Huda/Dedi Hermanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Bahtsul Masail, Pesantren Shautus Salam

Minggu, 07 Januari 2018

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Bandar Lampung, Shautus Salam. LembagaTalif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNU NU) menggelar pelatihan jurnalistik kepada PMII Universitas Lampung (Unila) di gedung PWNU Lampung, Jalan Cut Meutia, Telukbetung Utara (TbU), Sabtu (7/10).

Selain kader PMII Unila, kegiatan itu juga dihadiri oleh kader PMII Darmajaya, PMII Universitas Bandar Lampung, dan lainnya. Pelatihan yang bertajuk Mahad Shohafiyah, Jurnalisme untuk Syiar Islam, diikuti oleh 25 peserta.

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Jurnalis senior Fadilasari mengatakan, pelatihan ini sengaja digelar untuk menciptakan kader-kader PMII yang pandai mengaplikasikan ide dan gagasannya dalam sebuah tulisan.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari program jangka panjang PWNU Lampung untuk menciptakan kader-kader dari keluarga besar Nahdlatul Ulama yang bisa menulis, baik menulis berita, rilis, opini, bahkan menulis buku," kata Fadilasari yang kerap disapa Ila ini dalam sambutannya.

"Kita berharap semua kader lembaga dan badan otonom bisa menulis, paling tidak untuk dirinya sendiri. Dan kebetulan hari ini menjadi kesempatan dari PMII," tambah mantan jurnalis Metro TV ini.

Shautus Salam

Ketua IKA PMII Lampung Noverisman Subing berharap kader PMII dapat menimba ilmu sebaik-baiknya dalam pelatihan ini.

"Siapa tahu nanti berkeinginan menjadi seorang jurnalis. Karena jadi wartawan itu enak, bisa banyak ilmu dan banyak kawan. Saya karena (dulunya) jadi wartawan, bisa jadi wakil bupati dan sekarang menjadi anggota DPRD," kata pria yang karib disapa Nover ini saat memberi sambutan dalam pembukaan pelatihan tersebut.

Sekretaris PWNU Lampung, Aryanto Munawar, bercerita tentang bagaimana kekuatan seorang jurnalis - dengan tulisannya – dapat membuat sebuah perubahan  di dunia.

"Dulu wartawan sangat sedikit dan terbelenggu dengan larangan-larangan. Tapi sekarang, wartawan sangat banyak dan bebas menuangkan isi pikirannya," kata Bang Ary – panggilan akrabnya.

Sayangnya, kata Bang Ary, saat ini tidak semua wartawan  berdiri dalam pondasi yang benar. Bahkan, tak sedikit yang mengorbankan idealismenya dengan materi duniawi. (Safwanto/Kendi Setiawan)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, Sejarah, Pesantren Shautus Salam

Selasa, 02 Januari 2018

PBNU: Maarif Harus Perkuat Madrasah dan Sekolah Unggulan

Semarang, Shautus Salam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Lembaga Pendidikan Maarif NU terus melakukan konsolidasi dalam rangka mengembangkan madrasah dan sekolah menjadi lebih baik dan bermutu. Dengan demikian, Maarif NU? akan mampu mendorong anak didik menjadi pribadi berkarakter.

PBNU: Maarif Harus Perkuat Madrasah dan Sekolah Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Maarif Harus Perkuat Madrasah dan Sekolah Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Maarif Harus Perkuat Madrasah dan Sekolah Unggulan

Ketua PBNU H Hanief Saha Ghofur menyampaikan hal itu dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Satuan Komunitas (Sako) Pramuka dan Raker Pimpinan Pusat LP Maarif NU di Pondok Pesantren al-Ittihad Poncol, Kecamatan Beringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10).

Hanief mengatakan, tugas LP Maarif NU adalah mengembangkan madrasah dan sekolah supaya menjadi pilar pendidikan NU yang paling kuat. Ke depan, imbuhnya, lembaga pendidikan NU harus lebih kuat dan lebih baik

Shautus Salam

"PBNU telah merencanakan dan mendesain road map madrasah unggulan dan bermutu seperti amanat Muktamar NU di Jombang kemarin. Namun, semua ini keberhasilannya bergantung pada Maarif, bagaimana supaya kelembagaan, madrasah dan sekolah NU menjadi kuat," tandasnya.

Di depan ratusan peserta dan tamu undangan, Hanief mengutarakan, untuk memperkuat madrasah harus dilakukan upaya peningkatan mutu, penguatan kelembagaan, sumber daya manusia, dan daya dukung kapasitas pendidikan.

?

Shautus Salam

"Menjadi madrasah bermutu harus didukung sistem dan manajemen yang baik dan tertib serta siap berkompetisi atau bersaing dengan yang lain," ujarnya.

?

Ia menambahkan, PBNU akan terus mengawal dengan meningkatkan mutu warganya melalui pendidikan. Karena salah satu indikator keberhasilan program PBNU adalah tercapaianya peningkatan mutu madrasah/sekolah ungulan baik yang bertaraf nasional maupun internasional.

"Kita patut berbangga, orang lain orang lain mengakui madrasah-sekolah kita bermutu. Dan,? itulah puncak dari seluruh keberhasilan pendidikan NU," tandas Hanief.

Kegiatan PP LP Maarif yang berlangsung selama dua hari Sabtu-Ahad (31/10-1/11) ini memiliki dua agenda yakni Rapat kerja lembaga Maarif dan Rakernas Satuan Komunitas Pramuka Maarif. Hadir dalam pembukaan, Rais PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Ketua PP LP Maarif HZ Arifin Junaidi, dan peserta rakernas Sako Pramuka serta ratusan tamu undangan lainnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ahlussunnah, Pesantren Shautus Salam

Sabtu, 30 Desember 2017

Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah

Jakarta, Shautus Salam. Ketika penjajah Jepang menguasai Indonesia, para kiai melawan dengan berbagai cara. Salah satu kiai tersebut adalah Pengasuh Pesantren Situbondo, KHR. Asad Syamsul Arifin. Sebelum menggelorakan perang melawan Jepang, Kiai Asad membaca Ratibul Haddad sejak tengah malam hingga subuh.

Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah

Hal tersebut diceritakan KHR Ahmad Azaim Ibrahimy saat menyampaikan ceramah agama pada peringatan Haul Majemuk pendiri dan pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, yang digelar di Pesantren Al-Wathaniyah 43 Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Ahad (17/9) siang. 

"Suatu ketika, Mbah Asad memasuki wilayah Jember. Sepanjang malam, beliau komat-kamit. Hingga penduduk setempat tanya, gerangan apakah yang dilafalkan beliau. Lalu, beliau cerita kalau sedang mewiridkan Ratibul Haddad," ujar Kiai Azaim.

Menjelang subuh, lanjut Kiai Azaim, wiridan Kiai Asad baru selesai. Konon, wirid tersebut diijazahkan oleh Syaikhona Cholil Bangkalan yang juga guru Hadratussyekh Hasyim Asyari Jombang. "Jadi, karomah wirid ini sungguh luar biasa. Jepang lari tunggang langgang menghadapi pasukan Mbah Asad," tutur santri lulusan Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo ini.

Sejak saat itu, tambahnya, Kiai Asad terus membaca Ratibul Haddad ketika menghadapi persoalan genting. "Wiridan ini oleh beliau kemudian diijazahkan kepada para santri Pesantren Sukorejo," jelas putra pasangan KH Dhofier Munawar dan Nyai Hj Zainiyah Asad ini.

Shautus Salam

Menurut Ra Azaim, sapaan akrabnya, wirid Ratibul Haddad memiliki banyak keutamaan. Suatu ketika, di jazirah Arab ada seseorang yang sedang dikejar perampok Badui. Kemudian, ia membuat garis di tanah sembari merapal Ratibul Haddad.

Shautus Salam

"Sungguh aneh tapi nyata, para perampok itu tidak melihatnya padahal dilewati beberapa kali," ungkapnya.

Cucu Kiai Asad ini berpesan, agar alumni dan para santri untuk melanggengkan wirid Ratibul Haddad. "Agar istiqomah membaca wirid ini. Selain telah menjadi tradisi sejak di pesantren, Insyaallah banyak manfaat dan berkahnya," pungkas Ra Azaim. (Cha Sholehah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita, Pesantren Shautus Salam

Gus Yaqut: Tiga Kelompok Ini Jadi Sumber Persoalan Bangsa

Jakarta, Shautus Salam

Ketua Umum GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan saat ini ada tiga kelompok yang mengganggu kehidupan berbangsa.

Gus Yaqut: Tiga Kelompok Ini Jadi Sumber Persoalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yaqut: Tiga Kelompok Ini Jadi Sumber Persoalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yaqut: Tiga Kelompok Ini Jadi Sumber Persoalan Bangsa

“Pertama adalah kelompok yang mempertanyakan kembali konsensus dasar negara, padahal para founding father kita telah menetapkan konsensus dasar tersebut sebagai landasan NKRI,” urai Gus Yaqut saat membuka diskusi Mengaji dan Mengkaji Islam, Medsos, dan Generasi Milenial di Gedung GP Ansor, Jakarta Pusat, Senin (25/9) malam.

Menurut Gus Yaqut, kelompok tersebut juga merasa paling Islam, dan menganggap masyarakat Indonesia harus menjadi warga yang seragam seperti pemikiran mereka.

Kelompok kedua, sambung Gus Yaqut, adalah menganggap kelompok lain yang tidak seperti mereka, bukan sebagai Islam.

Shautus Salam

“Saya pun mereka anggap tidak Muslim, karena mereka anggap saya berbeda,” kata Gus Yaqut.

Kehadiran kedua kelompok tersebut, diperparah oleh adanya kelompok ketiga, yaitu yang memilih diam saja padahal menyadari adanya kedua kelompok lainnya. 

“Saat kampanye gubernur dan wakil gubernur DKI yang lalu, misalnya ada jenazah masyarakat yang ditolak dan tidak dishalatkan bila memilih calon non Muslim. Tapi banyak yang diam saja karena berpikir bukan saya yang ditolak jenazahnya,” urai Gus Yaqut.

Ia mengimbau masyarakat agar berani menyuarakan penolakan terhadap ketiga kelompok itu.

Shautus Salam

“Harus berani bersuara untuk selamatkan Indonesia,” tegasnya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Jadwal Kajian, Pesantren Shautus Salam

Selasa, 26 Desember 2017

Pagari NTT dari Kelompok Terorisme

Kupang, Shautus Salam. Maraknya aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan agama, memaksi kita sebagai warga negara Indonesia untuk aktif dalam menjaga perdamaian negara. Hal tersebuat membuat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) gencar melakukan propaganda lewat media dan dialog yang dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia.

Pagari NTT dari Kelompok Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagari NTT dari Kelompok Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagari NTT dari Kelompok Terorisme

Salah satunya kegiatan yang dilaksanakan di hotel Neo kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/7) dengan tema “dialog lintas agama dalam pencegahan paham radikal-terorisme di NTT”. Sosialisasi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di NTT.

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan FKPT NTT dan BNPT RI. Dialog dihadiri oleh Mustasyar PBNUyang juga Imam Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Prof. Dr. Syahrin Harahap, (Guru Besar UIN SUMUT), dan dua narasumber lainnya. Turut hadir sebagai undangan dari para pejabat daerah, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh adat, dan tokoh pemuda.

Shautus Salam

Dalam pembukaan dialog, Abdul Makarim sebagai kepala bidang agama, pendidikan, dan dakwah menyampaikan bahwa serangan bom sarina dan mapolresta Surakarta menadakan masifnya gerakan terorisme di indonesia.

Hal ini, kata dia, tidak bisa kita biarkan, tapi harus melakukan tindakan dini dalam pencegahan perilaku paham radikal-terorisme di Indonesia, khususnya di NTT.

Shautus Salam

“Paham radikal-terorisme merupakan paham yang berideologikan kekerasan dalam mewujudkan cita-cita mereka. Mereka berlindung dibalik nama agama guna mencari dukungan atas aksi dan kegiatan yang dilakukan,” sambung Pengurus MUI NTT ini.

Abdul Makarim menambahkan, “Dialog ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai aksi terorisme yang terjadi di global dan Indonesia, oleh karena itu peserta diharapkan berperan aktif dalam penanggulangan paham radikal terorisme di NTT” tutupnya. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nusantara, Humor Islam, Pesantren Shautus Salam

Dua Seniman Asal Jawa Barat Tegaskan Pentingnya Jaga Kampung

Tasikmalaya, Shautus Salam. Dua Tokoh Seniman Asal Jawa Barat Acil Bimbo dan Acep Zamzam ? Noor menyoroti dengan serius terhadap pentingnya gerakan Jaga Lembur (Jaga Kampung Halaman) di tengah realita dan kondisi ? yang memprihatinkan seperti saat ini.

Keduanya berkumpul bersama anak muda Tasikmalaya saat mengadakan Focus Group Diskusi (FGD) dengan Tema “Jaga Lembur” yang dilaksanakan oleh Sarjana NU Kabupaten Tasikmalaya, Pergerakan Relawan Kemanusiaan dan Lingkungan Tasikmalaya (PRKT) dan Keluarga Pelajar Mahasiswa Tasikmalaya di Yogyakarta (KPMT-Y) di Pondok Pesantren Manarul Hikam Tampian, Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

Dua Seniman Asal Jawa Barat Tegaskan Pentingnya Jaga Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Seniman Asal Jawa Barat Tegaskan Pentingnya Jaga Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Seniman Asal Jawa Barat Tegaskan Pentingnya Jaga Kampung

Acil Bimbo Menyatakan Jaga Lembur adalah revitalisasi kecintaan kita pada daerah dan ? jika dulu sejengkal tanah diperjungkan dengan tetesan darah, tapi sekarang malah seenaknya dijual atau dikuasai orang lain.?

“Di tengah krisisnya kecintaan kita kita pada kampung halaman kita di Indonesia disuguhkan dengan berbagai permasalahan seperti Korupsi, Narkoba, Kekerasan dan sebagainya. Orang yang korupsi adalah orang yang tidak cinta pada daerahnya sendiri,” jelasnya.

Shautus Salam

“Dan kita juga jangan kalah ditanah sendiri dan harus bangkit dan tekadkan bahwa kami orang tangguh, orang unggul, dan bukan pecundang, semuanya harus pintar dan ingat bahwa tidak ada sukses yang tidak dibeli oleh capek,” imbuhnya.

Seniman Asal Cipasung Acep Zamzam Noor juga menuturkan bahwa Jaga Lembur adalah hal yang sangat penting dan harus diperjuangkan di Tasikmalaya. “Kita lihat realita di Tasikmalaya setelah meletusnya ? Gunung Galunggung pasir Vulkanik Glaunggung itu sangat laku dan banyak dijadikan bahan untuk pembangunan di mana-mana, dari sana muncul mafia pasir di Tasikmalaya,” ujarnya.

Dan ketika Pasir Galunggung Habis Bukit Bukit di Tasikmalaya habis dikikis oleh mereka, dulu Tasikmalaya Kota Sampai Singaparna itu terkenal dengan Seribu Bukit. Namun bukit-bukit itu dikikis habis dan entah ke mana.

“Apalagi dengan penambangan pasir besi di selatan itu sangat merusak lingkungan. Memang dengan perkembangan penduduk, bukit-bukit itu dikikis dan setelah rata jadi perumahan, tapi seharusnya harus ada bagian yang dipertahankan, ini bukit dikikis dan sawah pun dikeruk, seharusnya pemerintah haarus memperhatikan itu,” tegasnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Doa, Pesantren Shautus Salam

Jumat, 22 Desember 2017

Usai Rakernas, IPNU Bertekad Terdepan Kaderisasi di Tubuh NU

Jakarta, Shautus Salam

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Paragon Ahad (11/12) Pimpinan Pusat IPNU mensahkan sistem kaderisasi dalam memperkuat organisasi. Pengesahan tersebut setelah 24 Pimpinan Wilayah IPNU seluruh Indonesia turut menyepekati.

"?Pelaksanaan Rakernas sudah mencurahkan energi, berbagai langkah dan regulasi memperkuat organisasi," ujar Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid seusai Rakernas yang dilakukan sejak tanggal 8 sampai 11 Desamber 2016,.

Usai Rakernas, IPNU Bertekad Terdepan Kaderisasi di Tubuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Rakernas, IPNU Bertekad Terdepan Kaderisasi di Tubuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Rakernas, IPNU Bertekad Terdepan Kaderisasi di Tubuh NU

Asep menuturkan, dalam Rakernas dilakukan pembahasan organisasi, kaderisasi, CBP, sampai dengan rekomendasi wilayah dan rekomendasi nasional. Dalam memutuskan peraturan organisasi ditambah dengan penguatan sistem keorganisian, serta penguatan tatanan ideologi organisasi IPNU ke depan.

Shautus Salam

"Seluruh kader IPNU? semakin memadukan gerak langkah sinergis dengan berbagai elemen, dengan menggerakan organisasi menjadi lebih baik," katanya.

Shautus Salam

Dia menambahkan, ?program IPNU ke depan dengan menjadikan kaderisasi garda terdepan NU, dengan dapat? menjawab atas krisis kader Nahdlatu Ulama. Disamping itu, hasil keputusan dapat dilaksanakan secepatnya di semua tingkatan organisasi.

"Dalam menatap usia satu abad NU, ada kegelisahan dengan minimnya kader kritis dalam tubuh Nahdlatul Ulama," katanya.

Lanjut dia, ?hilangnya peranan strategis di masyarakat harus diperkuat dengan ?berkomitmen keputusan bersama di Rakernas IPNU. Organisasi IPNU ke depan sudah dapat melihat perkembangan yang lebih baik untuk organisasi, agar memiliki kader IPNU yang memiliki militansi yang tinggi.

"Semua dapat melaksanakan hasil keputusan tersebut, terutama dalam memperkuat kaderisasi di semua tingkatan," lanjutnya.

Asmoez, Saapan akrabnya menambahkan, ?peran IPNU harus aktif dalam pengawalan isu strategis dan wacana kritis yang terjadi di sekeliling masyarakat, sehingga dapat direspons dengan secepatnya. Ditambah, dalam rakernas akan dilakukan gerakan sejuta kartu anggota, agar memiliki data base organisasi yang secara sistematis.

?"Ada sekitar 28 PW IPNU yang sudah sah, dan ada 6 PW IPNU yang sedang dipersiapkan," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Presidium Majelis Alumni IPNU Dr. Hilmy Muhammadiyah, M.Si mengatakan, Rakernas IPNU berlangsung dengan baik, dengan meningkatkan tata kelola organisasi yang profesional. Sesungguhnya pelaksanaan Rakernas semakin mengarahkan menjaga segmentasi NU, dengan generasi IPNU yang terdidik.

"Menyiapkan warga Nahdliyin yang terdidik, dan tata kelola organisasi yang baik," katanya.

Dia menambahkan, ?sebagai Banom NU sudah memiliki? tata kelola organisasi dengan baik, ?dengan memiliki manajemen yang profesional? dan organisasi modern. NU pada satu abad akan memiliki tantangan yang kompleks, sehingga ?IPNU yang masuk tetap eksis dengan kontribusi terhadap kemajuan bangsa.

"NU semakin harus tetap kontribusi terhadap kemajuan bangsa," ungkapnya.

Dia melanjutkan, ?pemikiran yang berkembang dengan penerapan akreditasi pada semua tingkatan organisasi IPNU, untuk melakukan penataan organisasi yang lebih baik. ?Dalam akreditasi organisasi harus memiliki ukuran yang jelas, agar kaderisasi dapat berlanjut untuk organisasi yang kuat.

"Dalam akreditasi harus memiliki ukuran yang jelas, sehingga dalam penguatan organisasi," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pesantren, Pertandingan Shautus Salam

Senin, 18 Desember 2017

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja

Jakarta, Shautus Salam?

Sore 14 Juni 2017, IPNU Jakarta Utara membuka acara Pesantren Ramadhan di Pesantren Yatim Al-Khairiyah. Dengan mengangkat tema Ramadhan sebagai Pemersatu Pelajar dalam Menebar Kedamaian dan Keceriaan. ? Acara ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 14 Juni 2017 hingga 16 Juni 2017.?

Acara dibuka oleh Ketua IPNU Jakarta Utara, Herly Ramadhani dan perwakilan pihak yayasan, Ust. Abdul Hamid dengan peserta sebanyak kurang lebih 35 orang, dengan rata-rata pendidikan SMP dan SMA. Ditemui setelah acara pembukaan, Zainuddin selaku ketua panitia dan wakil ketua IPNU Jakarta Utara menyatakan tempat ini dipilih karena ingin mengadakan kegiatan pesantren Ramadhan untuk para santri juga.?

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja

“Jadi mereka terbiasa dengan kegiatan yang kami buat, apalagi di antara kegiatannya adalah pengajian kitab,” tandas Zainuddin.

Ada berbagai macam agenda yang dilaksanakan, salah satu yang khas adalah pengajian Risalah Ahlusunnah wal Jama’ah karya KH Hasyim Asy’ari yang diisi oleh Muallif selaku Ketua Divisi Dakwah PC IPNU dan Muhamad Masrur sebagai Koordinator Publikasi dan Media.?

“Pembacaan kitab ini selama Kamis dan Jum’at jam 8.30 hingga menjelang dhuhur. Ya, meskipun ada bagian-bagian yang terlihat belum tepat jika dibaca pemula, namun kami pilihkan bagian-bagian yang sesuai dengan mereka, dalam rangka mengenal KH Hasyim Asy’ari juga sebagai pendiri NU,” papar Kholiq sebagai ketua divisi acara.?

Shautus Salam

Selain pengajian kitab, kegiatan lainnya adalah diskusi dan pengajian masalah ke-NU-an, ke-IPNU-an, serta kebangsaan dan keindonesiaan. Materi ke-NU-an diisi oleh KH Muhammad Nuruddin Rangga selaku sekretaris PCNU Jakarta Utara. Materi ke-IPNU-an diisi oleh Nashrullah, selaku Ketua Divisi Pengkaderan Pengurus Wilayah IPNU DKI Jakarta. Dan, materi kebangsaan dan keindonesiaan diisi oleh Ustz. Nur Hasanuddin sebagai ketua GP Ansor Jakarta Utara.?

Shautus Salam

Acara ditutup pada Jumat menjelang Maghrib, diakhiri dengan buka puasa bersama dan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim yang tinggal di pesantren. Total santunan yang diberikan sebanyak 2,25 juta rupiah yang diserahkan langsung kepada Edi sebagai perwakilan Pesantren oleh Herly Ramadhani.?

Ketua IPNU berharap semoga tahun depan bisa melaksanakan kembali acara ini dan acara lain yang berhubungan langsung dengan remaja dan pesantren, karena NU sejatinya lahir dari rahim para santri. “Kami berupaya bisa berkontribusi membuat kegiatan positif bagi para remaja di Jakarta Utara dengan nilai-nilai khas ke-NU-an dan kepesantrenan,” tandas Herly. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Pesantren Shautus Salam

Kamis, 14 Desember 2017

Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa

Tasikmalaya, Shautus Salam - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengajak pelajar dan santri se-Tasikmalaya bagian barat untuk mengikuti perlombaan dakwah dan pengembangan seni qasidah dari pesantren di Pesantren Cilenga Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya. Selama empat hari, Kamis-Ahad (16-19/6) sejak dzuhur hingga maghrib, para santri dan pelajar diberikan kesempatan untuk menunjukkan kebolehannya.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta perwakilan dari berbagai pesantren di Tasik Barat. Peserta terbagi atas tiga jenis lomba, dakwah (pidato), kaligrafi, dan qasidah rebana. Setiap lomba ini dibagi menjadi dua kategori dewasa dan anak. Tingkat dewasa adalah peserta dengan umur 13-20 tahun dan anak-anak adalah 7-13 tahun.

Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Pelajar NU Tunggu Waktu Berbuka Puasa

Kegiatan ini juga merupakan kerja sama dari Pelajar NU Sariwangi dan Dewan Kerja Ranting (DKR) Pramuka Kecamatan Sariwangi.

Shautus Salam

Menurut Ketua IPNU Sariwangi Ruli Wahyudin, acara ini merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan NU di masyarakat khususnya kaum muda calon kader NU yang akan memasuki IPNU.

Shautus Salam

“Di samping itu kita ingin menanamkan di hati dan pikiran para peserta cilik ini bahwa ketika masanya dia tak akan lupa dengan IPNU. IPNU dan IPPNU yang akan ia masuki dan berproses di sana.”

Selain itu acara ini juga sebagai arena pengembangan kreativitas dan silaturahmi kader IPNU dari berbagai komisariat, ranting bahkan anak cabang. Ini bukan kali pertama tapi merupakan tradisi tiap Ramadhan bagi Pelajar NU Sariwangi.

“Kami menamakan kegiatan ini dengan Gema Ramadhan Pelajar NU.” (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pesantren, Kajian Islam Shautus Salam

Rabu, 06 Desember 2017

KH Maruf Amin: Produk-produk Syariah Alternatif Ekonomi Dunia

Jakarta, Shautus Salam. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyebut ekonomi Islam sedang merintis model perekonomian alternatif di tengah praktik ekonomi global yang sarat dengan unsur ribawi (mengandung riba) dan condong eksploitatif. Kiai Ma’ruf melihat ekonomi Islam menawarkan pembebasan dunia perekonomian dari kezaliman yang berbasis keuntungan.

KH Maruf Amin: Produk-produk Syariah Alternatif Ekonomi Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maruf Amin: Produk-produk Syariah Alternatif Ekonomi Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maruf Amin: Produk-produk Syariah Alternatif Ekonomi Dunia

Demikian disampaikan Kiai Ma’ruf dalam diskusi bertema “Wujudkan Sistem Ekonomi Islam, dan Memaksimalkan Sumber Energi Alam Untuk Kemaslahatan Umat” yang diselenggarakan Lembaga Takmir Masjid PBNU di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (15/10) sore.

“Ekonomi Islam itu perpaduan antara prinsip-prinsip ekonomi dan konsep Islam, antara mabadi rabbaniyah dan hilah insaniyah (upaya profesionalisme). Sementara praktik ekonomi global sekarang ini begitu rapuh dengan unsur ribawinya,” kata Kiai Ma’ruf di hadapan sedikitnya 100 peserta diskusi.

Shautus Salam

Karena begitu rapuhnya, banyak orang sekarang melirik ekonomi Islam sebagai alternatif. “Dalam ekonomi Islam, keuntungan kalau misalnya ada dibagi bersama. Basisnya kejujuran dan kepercayaan. Mekanisme ini yang sedang dibangun,” terang Kiai Maruf.

Shautus Salam

Menurut Ketua Umum MUI ini, ekonomi Islam sendiri tidak menghalangi orang mencari keuntungan. Hanya saja pelayanan lebih diarahkan pada kemudahan-kemudahan masyarakat. “Ketika ada orang mengalami kesulitan, harus ada toleransi untuk mereka.”

“Yang saya sayangkan, karena perbankan Islam itu masih kecil, maka ia belum bisa memberikan kemudahan-kemudahan karena dananya dana mahal. Karenanya masih harus ada jaminan. Pasalnya dana di bank itu dananya masyarakat. Dengan begitu investasi tetap terlindungi.”

Sementara perbankan Islam, menurut Kiai Ma’ruf, perlu terus mengevaluasi. Perbankan Islam harus terus menginovasi produk-produknya. Berikutnya, sumber daya manusianya. “Selama ini yang masuk ke bank syariah itu tenaga ala kadarnya. Ke depan kita ingin tenaga terbaik.”

Pada prinsipnya, kita dalam hal muamalah selalu mengacu pada kemaslahatan meskipun pandangan fikihnya lemah. Dalam pengambilan keputusan, kita tidak pernah sendiri. kita memiliki forum musyawarah bersama (working grup) antara DSN, OJK, MA, dan juga asosiasi akuntansi.

Jadi mereka terlibat dalam penggodokannya. Fatwanya bagaimana, regulasinya bagaimana oleh OJK, dan akuntansinya. Dan bahkan eksekusinya seperti apa ketika ada konflik, MA mengetahui karena pihak MA terlibat di dalam pembahasannya, tandas Kiai Maruf.

Narasumber lainnya Prof DR Mesbahi Moghaddam dari Teheran yang mengisi materi perbedaan mendasar antara sistem ekonomi Islam dan sistem ekonomi kapitalis-liberalis. Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Prof DR Muliaman Hadad lebih banyak mengangkat gerakan menuju ekonomi Islam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Olahraga, Pesantren, Khutbah Shautus Salam

Selasa, 28 November 2017

Jepara Bershalawat Dibuka Ya Lal Wathan Ditutup Garuda Pancasila

Jepara, Shautus Salam



Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf memimpin pembacaan maulid Jepara Bershalawat yang diadakan SMK Fadlun Nafis Bangsri Jepara berlangsung di halaman sekolah setempat, Senin (9/10) malam. 

Pantauan Shautus Salam kompleks Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Fadlun Nafis malam itu dipadati ribuan Syekher Mania yang berasal dari Jepara dan luar daerah semisal Pati dan sekitarnya. 

Jepara Bershalawat Dibuka Ya Lal Wathan Ditutup Garuda Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Jepara Bershalawat Dibuka Ya Lal Wathan Ditutup Garuda Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Jepara Bershalawat Dibuka Ya Lal Wathan Ditutup Garuda Pancasila

Hadir dalam kesempatan itu habaib, Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi yang juga pengurus Yayasan Fadlun Nafis, Wakil Bupati Jepara H Dian Kristiandi dan tokoh masyarakat. 

Habib asal Solo itu membuka pembacaan maulid Simtud Durar dengan Ya Lal Wathan. Di akhir maulid ditutup dengan tiga lagu kebangsaan yakni Indonesia Raya, Hari Merdeka, dan Garuda Pancasila. 

Dalam mauidlahnya Habib Syech menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah uswah hasanah (suri tauladan yang baik). Karena itu ia mengajak agar jamaah mengikuti jejak rasul tersebut. 

Shautus Salam

Dijelaskannya, “siapa yang berbuat kebaikan akan mendapat kebaikan”. Sebaliknya, siapa yang menanam kejelekan akan mendapat kejelekan. 

Kegiatan itu merupakan putaran pertama. Untuk putaran kedua Selasa (10/10) Habib Syech bershalawat di desa Jebol, Mayong, Jepara, dan terakhir di Welahan Jepara pada malam harinya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

  

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Makam, Pesantren Shautus Salam

Rabu, 22 November 2017

Masyarakat ‘Madani’

Sudah menjadi tradisi seorang santri mengunjungi gurunya di tempat nyantrinya dulu. Hal ini juga dilakukan oleh Shodiq Rozali ketika dirinya rindu ingin bersilaturrahim ke kediaman gurunya, Kiai Su’adi di sebuah pesantren di daerah Ketapang, Malang Selatan.

Shodiq yang kini sudah menjadi ustadz muda dan diundang ceramah di mana-mana ingin memperoleh wejangan kiainya terhadap aktivitas dakwahnya selama ini.

Di dampingi keluarga dan beberapa teman, Shodiq disambut dengan hangat oleh tuan rumah. Tak mau diperlakukan istimewa, Shodiq pun segera tanggap terhadap gerak-gerik kiainya dalam menyambut tamu. Tentu usai cium tangan, dia ikut bantu menyediakan jamuan untuk para tamunya.

Masyarakat ‘Madani’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat ‘Madani’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat ‘Madani’

Setelah semua dipastikan beres dan terjamu dengan baik, tibalah waktu berbincang-bincang ringan antara Kiai Su’adi dan para tamunya yang tentu lebih tahu persis tentang kondisi masyarakat.

“Bagaimana keadaan masyarakat sekarang ini?” tanya Kiai Su’adi membuka keran obrolan sore itu.

Shautus Salam

Dengan membuka pertanyaan, sang kiai tidak mau mendahului obrolan panjang lebar dengan menyuguhi sejumlah taushiyah sebelum para tamunya memaparkan kondisi terkini yang terjadi di tengah masyarakat.

“Satu sama lain saling madani, kiai,” sahut Shodiq menimpali. Madani adalah bahasa Jawa yang artinya mengejak

Shodiq sebagai ustadz muda tahu betul fenomena sosial yang terjadi di era modern dan di zaman teknologi digital seperti sekarang ini, terutama saling mengejek di media sosial.

Shautus Salam

“Kalau begitu program pemerintah berhasil dong,” timpal Kiai Su’adi.

“Kok berhasil kiai?” tanya Shodiq penasaran dengan bayan atau penjelasan lebih lanjut kiainya.

“Lah kan katanya pemerintah mau bikin masyarakat madani,” jawab sang kiai. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah, Pesantren Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock