Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Di Jombang Pemuda Gereja Bagikan Seribu Takjil untuk Umat Muslim

Jombang, Shautus Salam. Sebanyak 1000 takjil untuk berbuka puasa dibagikan puluhan pemuda dari Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia (GSPDI) Filadelfia Sejahtera Jombang, bersama jaringan GusDurian Jawa Timur. Pembagian takjil untuk umat muslim di kota santri ini dilakukan di Jl Jl Wahid Hasyim kota setempat, Selasa (6/6).

Pembagian takjil itu tak ayal menjadi tontonan dan rebutan pengguna jalan yang lewat, satu persatu pengguna jalan mendapatkan jatah. Bahkan, sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi juga mendatanginya untuk memperoleh makanan itu.

Di Jombang Pemuda Gereja Bagikan Seribu Takjil untuk Umat Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Jombang Pemuda Gereja Bagikan Seribu Takjil untuk Umat Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Jombang Pemuda Gereja Bagikan Seribu Takjil untuk Umat Muslim

Ronal Afero Saraghi, Inisiator kegiatan dari GSPDI Jombang mengatakan, pembagian takjil itu dilakukan sebagai bentuk penguatan arti toleransi di kota santri.

“Saat ini di Indonesia masih saja riuh soal intoleransi. Tapi bagi kami sebagai anak bangsa, meskipun berbeda dalam agama, harus tetap saling toleran. Makanya, ikhlas bagi kami berbagi kepada sesame seperti ini,” uajrnya ditemui dilokasi.

Kegiatan pembagian takjil, dikatakan Ronal Saraghi juga untuk mengajak pemuda dan remaja GSPDI untuk menanam nilai-nilai kebangsaan dalam perbedaan. Bahwa generasi bangsa harus saling menjaga kebersamaan.

Shautus Salam

“Saya sangat beruntung, ini disambut baik oleh teman-teman. Dan ternyata antusiasme masyarakat juga luar biasa. Ini yang membuat kami senang,” tandasnya.

Usai membagi takjil, mereka kemudian berbuka puasa bersama di GSPDI Jl Buya Hamka Kecamatan Jombang. Baik yang muslim maupun non-muslim yang ikut dalam kegiatan tersebut. Meski sempat berbeda waktu sedikit antara muslim yang lebih awal berbuka puasa, tapi yang non-muslim dengan rukun menemani.?

“Kami juga berpuasa hari ini, dan ini sesuai ajaran di kami, tapi waktu berbuka tepat pukul 18.00 WIB. Kalau teman-teman berbukanya sekitar pukul 17.25 WIB,” pungkasnya. (Muslim Abdurrahman) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Berita Shautus Salam

Jumat, 23 Februari 2018

Rangkaian Ziarah Warnai Kunjungan Kiai Said ke Mesir

Kairo, Shautus Salam. Usai mengahadiri Konferensi Internasional di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siroj beserta rombongan melakukan ziarah ke makam para sahabat, tabiin, tabiit-tabiin dan ulama. Di antaranya ziarah ke makam Sayyidina Husain bin Ali bin Abu Tholib di kawasan Old Kairo.?

"Ayo kita tahlil," ajak Kiai Said ketika berada di pintu masuk makam Sayyidina Husain.?

Rangkaian Ziarah Warnai Kunjungan Kiai Said ke Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkaian Ziarah Warnai Kunjungan Kiai Said ke Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkaian Ziarah Warnai Kunjungan Kiai Said ke Mesir

Tahlil dengan bacaan khas Indonesia pun berkumandang. Kiai Said memimpin langsung bacaan tahlil. Suasana khusyuk tercipta hingga tahlil usai. Kiai Said kemudian memberikan sedikit nasihat kepada para mahasiswa NU yang mengikuti ziarah.

"Kalian harus membiasakan ziarah ke makam, langsung mendatangi makamnya meski didoakan dari rumah juga sampai ke ahli kubur. Karena kita ini NU," kata pengasuh Pesantren Ats Tsaqofah Ciganjur ini.

Setelah tahlil di makam Sayyidina Husain bin Ali bin Abu Tholib, Kiai Said mengajak untuk ziarah ke makam Ibn Athaillah as-Sakandari. Sufi besar ini sangat mempengaruhi Kiai Said Aqil di samping Syaikh as-Syadzili.

Shautus Salam

"Masih ada waktu, kita ke makam Syaikh Ibn Athaillah," kata Kiai Said usai meninggalkan makam Sayyidina Husain.

Selesai tahlil di makam Syaikh Ibn Athaillah, Kiai Said Aqil kembali mengingatkan pentingnya ziarah kubur. Di samping itu, ia juga menyinggung kehidupan Syaikh Ibn Athaillah.?

"Ilmu yang tinggi, luas wawasan itu tidak ada artinya saat seseorang tidak mampu menghadirkan kekhusyukan di dalam hatinya," ujar Kiai Said Aqil.?

Shautus Salam

Karena itu, imbuh Kiai Said, sejak dini hati manusia harus dilatih agar selalu berzikir kepada Allah.

"Menjadikan hati kita khusyuk tempat bersemayamnya Allah," tutur Kiai Said Aqil. Berikutnya rombongan menju ke ke makam Imam Waqi. (Dhamiry Alghazaly/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita Shautus Salam

Rabu, 21 Februari 2018

Warga NU Mulia Kencana, Papua Istighatsah untuk Rohingya

Mimika, Shautus Salam 

Kepedulian warga NU Kampung Mulia Kencana atas nasib warga Rohingnya diwujudkan dengan Istighatsah Sabtu malam, 10 September 2017. Jamaah putra putri dan remaja masjid hadir di acara ini yang digelar selepas Shalat Isya.

Warga NU Mulia Kencana, Papua Istighatsah untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Mulia Kencana, Papua Istighatsah untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Mulia Kencana, Papua Istighatsah untuk Rohingya

Ketua Takmir masjid At-Taubah Kampung Mulia Kencana, Syafiuddin mengajak jamaah untuk aktif dalam kegiatan seperti shalat berjamaah serta Istighatsah seperti. 

"Tentu kita harap kegiatan ini bisa berjalan terus sekaligus kita doakan warga Rohingnya lewat Istighatsah ini. Kita tunjukkan rasa persaudaraan kita sesama muslim, " lanjutnya

Acara dilanjutkan dengan penjelasan program Istighatsah An-Nahdliyyah ini oleh Wakil Ketua PCNU Mimika, Sugiarso. 

"Majelis Istighatsah ini adalah wadah kita untuk seribu hajat dan masalah. Yang punya hajat khusus, misalnya syukuran panen, bisa memanfaatkan majelis istighatsah ini untuk hajat tersebut. Jadi tidak perlu mengundang khusus, namun digabungkan dengan istighatsah," demikian penjelasannya

Shautus Salam

Ust. Hasyim Asyari, sebelum istighatsah menyampaikan bahwa dzikir itu bisa menghilangkan kemunafikan serta benteng dari godaan setan. 

"Setan itu akan mengkerut jika kita dzikir. Awalnya berat karena setan masih besar, namun harus dipaksa dzikir agar terlindung dari setan," urainya. 

Acara dilanjutkan dengan istighatsah dengan menyampaikan niat masing-masing serta doa untuk Rohingnya.

Shautus Salam

Hadir dalam acara itu sesepuh kampung, H Ahmadun, Azhari, dan Suhaemi. Acara ditutup dengan jajanan khas Kampung Mulia Kencana, dan menu makan besar urap. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah, Jadwal Kajian, Berita Shautus Salam

Jumat, 16 Februari 2018

Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren

Jakarta, Shautus Salam. Penasihat Menteri Besar Selangor, Malaysia, Khlaid Jaafar memuji Nahdlatul Ulama, juga pesantren, sebagai elemen di masyarakat yang setia mengembangkan turats (tradisi) keilmuan ulama klasik. Usaha ini ia nilai telah berhasil melahirkan kader-kader yang andal dalam pengetahuan Islam.

Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasihat Menteri Besar Selangor Puji NU dan Pesantren

“Ramai anak-anak keluaran pesantren belajar ke malaysia dan ternyata mereka lebih menguasai bahasa Arab, nahwu, sharaf, dibanding dengan (pelajar) Malaysia, bahkan dengan yang sudah graduate pun, pegangan nahwu sharafnya (anak pesatren) jauh lebih kuat; hafalannya, Matan Ajurumiyah-nya. Lebih mantab,” katanya.

Khlaid Jaafar menyampaikan hal itu di sela kunjungannya ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (18/12). Kedatangannya disambut hangat Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, dan Bendum PBNU H Bina Suhendra.

Shautus Salam

Dalam pertemuan tersebut, ia juga menceritakan bahwa madrasah dan pesantren di Malaysia diambang kematian lantaran sistem pendidikan nasional di sana yang membuat banyak pelajar beralih ke sekolah pemerintah.

Shautus Salam

Sebagai sama-sama rumpun Melayu, mantan sekretaris pribadi Anwar Ibrahim ini mengungkapkan keinginan pihaknya untuk mengembangkan Islam Nusantara. Ia menilai Malaysia membutuhkan karakter Islam Ahlussunnah wal Jamaah sebagaimana dianut NU yang setia terhadap tradisi dan menjunjung tinggi prinsip tasamuh (toleransi) dan tawasuth (moderasi).

Dia juga mengatakan adanya aliran ekstrem yang masuk ke Malaysia, dan mulai mengusik keharmonisan di Tanah Melayu itu. Para pendahwahnya, ungkap Khalid, bahkan telah dididik piawai bahasa Inggris untuk menjangkau kalangan lebih luas.

KH Said Aqil Siroj juga menjelaskan kondisi kehidupan Islam di Indonesia. Menurutnya, ekstremisme yang berujung pada kekerasan fisik dan pengrusakan rumah ibadah di Indonesia terjadi belakangan saja, seiring dengan meningkatnya paham-paham intoleran yang masuk.

“Dulu aman-aman saja. Syiah, Ahmadiyah, itu di Indonesia sudah sangat lama. Tapi belakangannya saja mereka diganggu,” ujarnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Berita, Ahlussunnah Shautus Salam

Senin, 05 Februari 2018

PMII Sukoharjo Gelar Aksi Solidaritas Korban Sinabung

Sukoharjo, Shautus Salam. Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah menggelar aksi solidaritas peduli korban letusan Gunung Sinabung Sumatera Utara. Aksi ini digelar selama dua hari di sekitar perempatan Kartasura Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (18/1).

Menurut Koordinator Lapangan aksi solidaritas, David Zainudin, kegiatan ini merupakan wujud rasa empati kepada sesama manusia yang sedang terkena musibah.

PMII Sukoharjo Gelar Aksi Solidaritas Korban Sinabung (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sukoharjo Gelar Aksi Solidaritas Korban Sinabung (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sukoharjo Gelar Aksi Solidaritas Korban Sinabung

“Apalagi PMII, sebagai organisasi mahasiswa yang dikenal sebagai pembela kaum mustadlafin. Hati kami tergerak untuk bisa meringankan beban sesama,” kata Sekretaris Pengurus Cabang (PC) PMII Sukoharjo itu.

Shautus Salam

David menambahkan, aksi dilaksanakan dengan cara penggalangan dana. Dengan mengerahkan sejumlah kader PMII di tempat strategis, diharapkan mereka dapat menghimpun dana dari para pengguna jalan yang lewat. Dana tersebut, nantinya akan disumbangkan untuk para korban letusan Gunung Sinabung.

Shautus Salam

“Selama dua hari, mulai dari Jumat kemarin, terkumpul dana Rp. 3.300.000. Nanti akan dikirim melalui sahabat-sahabat PMII Sumatera Utara,” ungkapnya.

Akibat letusan Gunung Sinabung ini memang mengakibatkan banyak yang menjadi korban. Sampai saat ini,  seperti yang banyak diberitakan di media, akibat letusan dan awan panas, memaksa sedikitnya 26.000 orang untuk dievakuasi, dari daerah sekitarnya dan tinggal di tempat penampungan sementara. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita Shautus Salam

Minggu, 04 Februari 2018

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan

Lamongan, Shautus Salam. Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur menunjuk Lamongan sebagai tuan rumah workshop Deradikalisasi Agama, Ahad (27/9). Tak kurang dari 180 pengurus cabang GP Ansor Lamongan dan anak cabang sekabupaten Lamongan hadir di Aula Sabha Dyaksa Pemkan Lamongan.

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan

Workshop ini dimaksudkan untuk menyosialisasikan Pergub Jawa Timur Nomor 51 Tahun 2014 tentang larangan keberadaan gerakan Islamic State of Iraq and Syria di Jawa Timur. Peraturan Gubernur ini merupakan hasil keputusan rapat yang melibatkan pelbagai ormas Islam dan perguruan tinggi yang mendukung Pemda setempat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap keberadaan ISIS.

Hadir sebagai narasumber Ahmad Syafi’i, Bashori, dan Muslikh dari GP Ansor Jatim yang dibentuk untuk mengawal agenda workshop ini.

Shautus Salam

“Di Lamongan, banyak embrio gerakan radikal, perlu Ansor untuk melakukan tindakan prefentif kepada anggota dan masyarakat, agar tidak ikut terlibat dalam gerakan radikal,” terang Ahmad Syafi’i.

Langkah konkritnya, menurut Bashori, Ansor dan Banser harus dekat dengan masjid dan mushalla. Dekat dalam artian, bisa menyemaikan benih-benih ajaran Islam ala Ahlussunah Waljamaah di level akar rumput lengkap dengan segala ritus dan amaliyahnya.

Shautus Salam

Ketua GP Ansor Lamongan Muhammad Masyhur dalam sambutannya menekankan pentingnya upaya penyadaran lewat sosialisasi dan gerakan.

“Bahwa Islam yang dibawa Nabi Muhammad adalah Islam yang tidak keras, tapi tak lantas jadi penakut. Tidak lembek, namun tak lantas jadi arogan. Hingga Islam benar-benar bisa menjadi rahmat bagi alam, bagi semuanya,” tegasnya.

Menurut anggota Tim Akreditasi GP Ansor Jatim Safriel Syafa’, internal Ansor sendiri harus melakukan penguatan kelembagaan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. “Untuk itulah Ansor akan mengadakan evaluasi dan akreditasi tiap enam bulan sekali,” kata Safriel. (Amin Wahyudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Syariah, Berita Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif

Tangerang Selatan, Shautus Salam. Akhir-akhir ini, tidak sedikit orang yang dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penghinaan atau penistaan agama Islam. Mulai dari politisi, publik figur, selebritis, hingga komika dilaporkan sekelompok umat Islam karena dianggap telah menistakan Islam. Apakah mereka memang benar-benar telah menistakan Islam? 

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) menilai, umat Islam Indonesia saat ini mengalami keberagamaan yang terlalu sensitif. 

“Sensitif yang terlalu berlebihan,” kata Rumadi kepada Shautus Salam di Tangerang Selatan, Rabu (10/1).

Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikit-dikit Penistaan Islam, Lakpesdam PBNU: Gejala Masyarakat Over Sensitif

Menurut Rumadi, efek dari sikap sensitif yang berlebihan dalam beragama diantaranya adalah mudah tersinggung, marah, reaksioner, menyerang siapa saja yang berbeda dengan pemahamannya, dan lain sebagainya. Sehingga hal itu menyebabkan ruang sosial menjadi sangat terbatasi. 

Shautus Salam

“Tidak ada ruang dimana dulu orang bisa bercanda, ruang orang untuk berbeda pendapat itu semakin sempit,” jelasnya.

“Jadi candaan, berbeda pendapat kemudian dianggap menistakan agama dan dilaporkan polisi. Menurut ku, itu gelaja over sensitif yang gak sehat, ” lanjutnya.

Shautus Salam

Rumadi menyebutkan, sebaiknya umat Islam menyikapi segala sesuatu dengan wajar dan seimbang. Kalau seandainya orang tersebut tidak memiliki niatan untuk menistakan Islam seperti merusak simbol-simbol kesucian Islam, maka hal itu tidak perlu disikapi dengan berlebihan.  

“Tidak usah terlalu berlebihan. Yang wajar-wajar saja,” ucapnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Sholawat Shautus Salam

Minggu, 14 Januari 2018

Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme

Sidoarjo, Shautus Salam. Ketua GP Ansor Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin meminta kepada komisi penyiaran Indonesia (KPI) Pusat agar memfilter tayangan televisi kabel yang mengarah ke ajaran garis keras dan intoleran. Pasalnya, tayangan tersebut dinilai meresahkan masyarakat khususnya untuk kesatuan dan persatuan bangsa.

Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme

"Maraknya tayangan melalui media televisi kabel yang mengarah ke ajaran garis keras intoleran sangat meresahkan masyarakat belakangan ini. Untuk itu, GP Ansor Sidoarjo meminta KPI untuk memfilter tayangan dan menindak tegas media tersebut agar masyarakat tidak terpengaruh dengan tayangan yang mengarah ke ajaran mereka," kata Rizza kepada Shautus Salam, Jumat (13/1).

Menurutnya, tayangan televisi kabel sudah liar dalam melakukan penyiaran. Pasalnya, banyak tayangan berbau aliran garis keras dan intoleran dengan menggunakan simbol Islam.

Oleh sebab itu, Ansor Sidoarjo menyarankan kepada KPI pusat agar menindak tegas dan memfiter ulang siarannya. Sehingga muatannya tidak provokatif, penuh kebencian dan membahayakan kesatuan, persatuan bangsa.

Rizza menyebutkan bahwa masyarakat saat ini hampir 80 persen mengamati media sosial (medsos). Hal ini sangat membayakan paham yang dibawa oleh medsos tersebut jika masyarakat tidak pandai-pandai memperhatikan kontennya.

Shautus Salam

"Konten yang berbau aliran radikal dan intoleran itu bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat awam dan membahayakan NKRI. Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat luas terutama warga Nahdliyin agar berhati-hati dalam menyaksikan atau melihat tayangan atau konten yang mengarah ke radikalisme," imbauannya.

Agar tidak terpengaruh dengan ajaran radikal, Rizza menyarankan kepada masyarakat khususnya warga Nahdliyin sebaiknya menyaksikan tayangan yang disiarkan media-media Islam moderat yang menyuguhkan konten Islami, menebar kedamaian, dan menginspirasi. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Fragmen, Berita, Nahdlatul Shautus Salam

Jumat, 12 Januari 2018

Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik

Lamongan, Shautus Salam. Sebelum dinyatakan lulus, para peserta Kaderisasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Lamongan, Jawa Timur, diharuskan melewati beberapa rintangan. Mereka harus bisa melewati ujian pemecahan sandi dan latihan fisik seperti merayap, rolling, koprol, bahkan berjalan di atas beling (glass-walking).

Ya. Kaderisasi GP Ansor di daerah Pantura Lamongan kembali digalakkan kemarin (28/9). Gabungan Satkoryon Banser Paciran, Solokuro, Laren, dan Maduran menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser di gedung SMA Mazra’atul Ulum Paciran yang diikuti 210 peserta.?

Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik

Kegiatan ? yang bertemakan ‘Membentuk Kader Banser yang Tangguh dan Militan’ itu meliputi materi Ke-Ansor-an, Ke-Banser-an, Kamtibmas, Caraka Malam, Gemblengan, dan Pembaiatan. Hadir dalam even itu Dansatkorwil Banser Jatim, Ketua GP Ansor Cabang Lamongan, Dansatkorcab Banser Lamongan, dan Kapolsek Paciran.?

Shautus Salam

Dalam sambutannya, H. Imam Khusnin Ahmad, Dansatkorwil Banser Jatim, menyampaikan bahwa tantangan bagi kader Banser ke depan akan semakin berat. Untuk itu, diperlukan peningkatan kapabiltas dan kompetensi anggota Banser melalui berbagai diklat dan kursus.

Shautus Salam

Sementara itu saat atraksi glass-walking para peserta dengan langkah mantap melewati hamparan pecahan kaca/beling yang ditata sepanjang enam meter tanpa alas kaki. Hebatnya tak ada satupun peserta yang terluka. Semua peserta dapat melewati semua rintangan dengan baik dan selamat. Akhirnya semua peserta dinyatakan lulus Diklatsar dan di baiat oleh Dansatkorcab Banser Lamongan, Mursam.

Sebelum memimpin baiat, Mursam menyampaikan agar anggota Banser harus mempunyai militansi yang tinggi terhadap ideologi Islam ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ahmad Farid

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Nahdlatul Shautus Salam

Rabu, 03 Januari 2018

Mustasyar NU Minta Orang Tua Hati-hati Dalam Mendidik Anak

Probolinggo, Shautus Salam. Orang tua harus hati-hati dalam mendidik anak sehingga anak tidak sampai salah melangkah. Sebab kebanyakan anak sekarang banyak yang salah melangkah dikarenakan didikan yang salah dan pergaulan yang terlalu berlebihan sehingga merusak akhlak dan tingkah laku anak.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin saat menghadiri pengajian umum dalam rangka haflatul imtihan Madrasah Diniya (Madin) Babul Muta’allimin di Desa Sokaan Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo, Kamis (11/10) malam.

Mustasyar NU Minta Orang Tua Hati-hati Dalam Mendidik Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar NU Minta Orang Tua Hati-hati Dalam Mendidik Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar NU Minta Orang Tua Hati-hati Dalam Mendidik Anak

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH Munir Kholili, Pengasuh Yayasan Madin Babul Muta’allimin KH Ibrohim, Kepala Kantor Kemenag (Kementerian Agama) Kabupaten Probolinggo H Bushtomi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Asy’ari serta pengurus NU dan GP Ansor se Kecamatan Krejengan.

Shautus Salam

“Didiklah anak dengan benar serta bekali dengan iman dan ilmu. Dengan demikian anak tidak salah melangkah dalam pergaulannya dan nantinya menjadi generasi muda yang berkualitas calon pemimpin masa depan,” ungkap Hasan Aminuddin.

Shautus Salam

Lebih lanjut Hasan menginginkan anak-anak sebagai generasi muda menjadi calon pemimpin dimasa yang akan datang yang berkualitas, utamanya pemimpin dalam rumah tangga bagi keluarganya.

“Sebagai orang tua, kita harus selalu mengawasi dan membimbing serta menjaga pergaulan anak-anak kita. Orang tua harus selalu memberikan dorongan pada anak untuk menuntut ilmu sampai ke jenjang yang lebih tinggi,” terang Hasan.

Menurut Hasan, anak merupakan generasi penerus di masa yang akan datang yang sangat dibutuhkan oleh para generasi tua pada zamannya. “Orang tua dituntut untuk menjadikan anaknya sebagai generasi muda yang cerdas dan berilmu serta berakhlakul karimah,” tegas Hasan.

Sementara Pengasuh Yayasan Madin Babul Muta’allimin KH Ibrohim menyampaikan ucapan selamat kepada anak didik Madrasah Diniyah Babul Muta’allimin yang telah menjalani prosesi wisuda dengan harapan ilmu yang didapat menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah. 

“Semoga ilmu yang didapat selama ini bermanfaat dan dapat diamalkan di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya singkat.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Berita, Olahraga Shautus Salam

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri

KH. Mohammad Cholil Bisri (akrab dipanggil Mbah Cholil) lahir tanggal 12 Agustus 1942 atau bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1263 H di Rembang. Mbah Cholil adalah putra pertama dari pasangan KH. Bisri Mustofa bin H. Zaenal Mustofa dan Nyai Hj. Marufah binti KH. Cholil Harun Kasingan Rembang.

Pesantren Kasingan Rembang pernah mengalami masa keemasan (sekitar 1935) dengan jumlah santri mencapai 3 ribuan. Sentuhan Mbah Cholil Harun melalui pendidikan pesantren melahirkan alumni yg mumpuni di bidangnya. antara lain: KH. Bisri Mustofa, KH. Machrus Ali Lirboyo, KH. Misbah Mustofa Tuban dll.

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri

Mbah Cholil lahir dalam suasana sulit. Saat itu terjadi pergolakan politik nasional akibat terjadi peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang. Mbah Cholil beserta keluarganya harus mengungsi dari daerah ke daerah lainnya, bahkan sampai ke Pare Kediri.

Mbah Cholil menikah dengan Nyai Hj. Muhsinah binti KH. Soimuri Solo dan dikaruniai 8 putra-putri. berturut-turut putra putri beliau adalah: Yahya Cholil Staquf, Ummi Kalsum Cholil Dzalij, Zaenab Cholil Qotsumah,? Yaqut Cholil Qoumas, Faizah Cholil Tsuqoibak, Bisri Cholil Laquf, Mohammad Hanies Cholil Barro dan Mohammad Zaim Cholil Mumtaz.

Shautus Salam

Pendidikan Mbah Cholil di SR, kemudian mengaji dari pesantren ke pesantren. Setelah mengaji dengan abahnya di Rembang, Mbah Cholil bersama adiknya (KH. A. Mustofa Bisri) nyantri di pesantren Lirboyo Kediri. Selain ngaji kitab, dua santri muda ini dikenal suka dengal ilmu kedigdayan juga. Sepak bola adalah olah raga favorit sejak remaja.

Shautus Salam

Setelah dari Lirboyo, Mbah Cholil pindah nyantri di pesantren Krapyak asuhan Mbah KH. Ali Maksum, sambil kuliah setahun di UIN Yogya. Kuliah di Yogya hanya dilakoni setahun, setelah itu diutus abahnya berangkat ke Makkah untuk mengaji dengan Syekh Alwi Al-Maliki.

Mbah Cholil dikenal sebagai kiai yang politisi. Kiprah politiknya dimulai dengan bergabung dengan Partai NU, PPP, dan PKB. Mbah Cholil adalah penggagas, pendiri dan deklalator PKB. Pernah menjadi anggota dewan DPRD Rembang dan DPR Pusat dari PPP.

Setelah reformasi, Mbah Cholil bergabung dengan PKB. Pernah wakil ketua MPR RI dari Fraksi PKB 2002-2004 dan wakil ketua Dewan Syuro DPP PKB 2002-2005. Mbah Cholil mewarisi abahnya sebagai orator ulung dan politisi.

Aktivitas di Jakarta yang padat tidak pernah melupakan santrinya di Rembang. Perjalanan Rembang Jakarta atau sebaliknya dilakoni setiap minggu, bahkan seminggu dua kali pulang-pergi. Hari selasa adalah hari keramat Mbah Cholil. Bagaimanapun sibuknya, Mbah Cholil pasti untuk mengaji bersama santri-santri sepuh.

Selain aktivitas politik, kegiatan sosial keagamaan lain, seperti melayani pengajian di dalam dan luar kota. Mbah Cholil hampir tdk pernah menginap di luar rumah meski sedang mengisi pengajian di luar kota. Sebisa mungkin pulang ke rumah, sehingga jadwal ngaji tafsir jalalain bakda subuh tetap bisa berjalan bersama santri di pondok.

Mbah Cholil adalah seorang kolumnis di koran. Gagasannya tentang sosial dan politik bisa dibaca melalui tulisan opini di koran. Koran Suara Merdeka, Jawa Pos dan Kompas sering memuat tulisan Mbah Cholil.

Yang luar biasa dan tidak kalah menariknya ulasannya tentang sepak bola. komentar dan prediksinya membuat kagum pembaca. setiap event besar sepak bola, seperti piala dunia atau piala eropa, koran-koran besar selalu memperebutkan ulasannya karena kecemerlangan dalam analisis dan prediksinya.

Hari ini tepat haul beliau, yang wafat 7 Rajab atau 24 Agustus 2004, Mbah Cholil dipanggil kembali oleh Allah SWT. Allahummagfir lahu warhamhu wa afihi wafu? anhu.

Abu Rokhmad, Wakil Dekan FISIP UIN Walisongo & Menantu KH Cholil Bisri



(Baca juga: Mengenal Almarhum KH Cholil Bisri)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Olahraga, Berita Shautus Salam

Sabtu, 30 Desember 2017

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia

Rembang, Shautus Salam

Dalam sebuah taushiyah, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair mengajak untuk meningkatkan belajar kitab kuning. Hal ini disampaikannya saat mengisi acara taushiyah dan Doa Bersama Masyarakat di Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kamis (14/4) lalu.

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia

Mbah Moen mengungkapkan, Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbesar juga masih banyak orang yang peduli mengaji kitab. Ia juga mengatakan bahwa di pondok pesantren Sarang Rembang mulai ramai tahun 1800-an hingga saat ini. Dan tetap menjunjung tinggi budaya ngaji kitab kuningnya.

"Saya melihat di pondok yang maju dan ramai, tapi masih sulit ngaji kitabnya. Tapi alhamdulillah di Indonesia masih banyak orang yang belajar kitab. Inilah keindahan Indonesia," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang tersebut.

Ia juga mengatakan, bahwa kemarin salah satu putranya mewakili Asia untuk bertemu dengan tokoh-tokoh agama, yakni agama Islam dan Kristiani di Maroko dan Prancis. Ini menunjukkan bahwa tidak ada organisasi besar di dunia seperti Nahdlatul Ulama. "Yang masih banyak ngaji kitab kuning itu hanya ada di Indonesia. Itu saja masih membuat saya kaget dan merasa aneh. Kalau dulu anak kiai masih suka ngaji, tapi sekarang sudah tidak lagi," terang Mbah Moen.

Shautus Salam

Di pondok Al-Anwar, lanjut Mbah Moen, ada yang khusus belajar latin. Ada juga yang ngaji arab. Yang ngaji arab ini semakin habis peminatnya. Padahal tulisan yang dipakai di surga itu tulisan Arab. "Di surga gak ada abjad a, b, c, d. Walaupun agama Islam semakin ramai, tapi sulit untuk mengembalikan manusia ke asal keislamannya. Yakni kitab Quran sebagai panutan," terangnya.

Mbah Moen mengajak, walaupun sekolahnya formal tetap diajarkan kitab-kitab yang menggunakan makna kembali kepada madzhab empat, yaitu Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali. "Itu harus dibudayakan, belajar kitab-kitab yang ditulis dengan bahasa Arab. Sebab besok di surga itu gak ada jalannya kecuali menggunakan bahasa Arab," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Kajian, Tokoh Shautus Salam

Jumat, 22 Desember 2017

Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar

Sukoharjo, Shautus Salam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sukoharjo memberikan apresiasi atas lancarnya penyelenggaraan khitanan massal oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama Sukoharjo di Kantor PCNU Sukoharjo, Jumat (27/6) sore. Khitanan massal ini baru kali pertama diadakan LAZISNU Sukoharjo.

Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)
Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)

Khitanan Massal LAZISNU Sukoharjo Berjalan Lancar

“PCNU Sukoharjo memberikan dorongan kepada LAZISNU yang telah menggelar sunatan massal ini meski pesertanya hanya 9 anak. Kegiatan ini kami harapkan bisa menjadi agenda tahunan setiap menjelang Ramadhan,” kata Ketua PCNU Sukoharjo HM Nagib Sutarno, Jumat (27/6) di lokasi kegiatan.

Khitanan massal terselenggara atas kerja sama LAZISNU Sukoharjo dan RS Nirmala Suri Sukoharjo. Tujuan utama kegiatan ini adalah mendekatkan masyarakat dengan ulama di samping juga mensyi’arkan nilai-nilai Islam dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Shautus Salam

Direktur Pelaksana Program LAZISNU Sukoharjo M Sriyanto Zaini menjelaskan, kegiatan ini menjadi wadah silaturrahmi dan mengenalkan LAZISNU Sukoharjo kepada masyarakat. Sriyanto mengharapkan kerja sama ini berjalan terus dan memberikan manfaat untuk semuanya.

Hadir dalam khitanan massal ini PCNU Sukoharjo, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, dan PMII Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta. (Mashri Zaen/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Pertandingan, Berita, AlaSantri Shautus Salam

Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an

Magetan, Shautus Salam. Kiai Sholikhin menjelaskan, kenduri tahlilan yang biasa dilakukan masyarakat pada hakikatnya adalah dzikir kepada Allah SWT. Dalam Al-Quran dzikir diperintahkkan melalui ayat “fadzkurullaha dzikron kasira”(perbanyaklah dzikir kepada Allah).

Ia menambahkan, dalam tahlilan juga ada bacaan tasbih yang diperintahkan Al-Quran pada ayat “fasabihu bukrota waashila”. Juga shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta bacaan lain yang diperintahkan dalam Al Qur’an.

Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahlilan Ibarat Wedang Jahe dari Sumur Al-Qur’an

Meski demikian, Kiai Sholikhin menganjurkan agar warga masyarakat, khususnya orang NU juga harus menyadari imbauan secara langsung tentang tahlilan di dalam Al Qur’an tidak ada. ”Tidak ada ayat yang mengimbau secara langsung untuk tahlilan misal yaayuhaladzina amanu hallilu tahlillan, tidak ada,” tegasnya pada pengajian di halaman kator PCNU Magetan, Ahad (8/6).

Shautus Salam

Kemudian ia menukil perkataan kiai Mukhtar Syafa’at Blok Agung Banyuwangi yang mengumpamakan tahlilan dan Al Qur’an itu seperti wedang jahe dan air sumur.

Shautus Salam

“Kulo nante mireng dawuhe almaghfurlah kiai Mukhtar Syafa’at nyontoheke sing cocok antarane Al Qur’an karo tahlilan iku koyok banyu sumur karo wedang jahe. Wedang jahe itu tahlilan, Al Qur’an itu air sumur.”

Kiai asal Surabaya tersebut menjelaskan maksud perkataannya, “jika kamu hendak mencari wedang jahe di sumur maka tak akan ketemu sampai kapan pun, tapi sadarilah bahwa wedang jahe ini airnya berasal dari air sumur.”

Hal ini, tambah dia, sama ketika mencari perintah tahlilan di dalam Al Qur’an, maka tidak akan ketemu, namun harus diketahui bahwa isi bacaan tahlilan itu berasal dari perintah Al Qur’an. (?Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Jadwal Kajian, Berita Shautus Salam

Kamis, 21 Desember 2017

Tim Sidak Kemnaker Temukan 7 Calon TKI Ilegal di Jaktim

Jakarta, Shautus Salam

Tim sidak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Satgas TPPO Bareskrim Polri menggerebek tempat penampungan calon TKI Ilegal di Batu Ampar, Jakarta Timur.



“Kami temukan 7 (tujuh) calon TKI yang akan berangkat ke Timur Tengah. Sebagian besar berasal dari Malang, Jawa Timur,” kata Adi Wijaya salah satu Tim Sidak Kemnaker, Rabu (8/11).

Tim Sidak Kemnaker Temukan 7 Calon TKI Ilegal di Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Sidak Kemnaker Temukan 7 Calon TKI Ilegal di Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Sidak Kemnaker Temukan 7 Calon TKI Ilegal di Jaktim

Menurut pengakuannya, penggerebekan ini merupakan tindak lanjut laporan warga sekitar yang melihat aktivitas mencurigakan dari rumah tersebut.

“Rumah Bapak Endaryanto sudah lama diduga menampung calon TKI ilegal dari berbagai wilayah di Indonesia. Sudah beberapa orang diberangkatkannya,” kata AKP Andhika Fitransyah, Kasubtim II Satgas TPPO Bareskrim Polri. 

Pada saat dimintai keterangan, Pak Endaryanto mengaku tidak mengetahui perihal pemberangkatan ke sembilan calon TKI ini. 

Shautus Salam

Namun, Ajis dan Muji disebut sebagai orang yang menitipkan para calon TKI ini di rumah Pak Endaryanto. 

Shautus Salam

“Dalam rumah tersebut juga ditemukan mantan TKI Timur Tengah yang paspornya ditahan pihak yang mensponsori keberangkatannya yang lalu,” kata AKP Andhika.

Kasus ini akan ditindaklanjuti oleh Tim Pengawas Kemnaker dan Satgas TPPO Bareskrim Polri. Untuk sementara, hingga terusutnya kasus ini, ke tujuh calon TKI akan dibawa ke Rumah Persinggahan Trauma Center (RPTC) Panti Sosial TKI binaan Kementerian Sosial. (Red: Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sejarah, Sunnah, Berita Shautus Salam

Rabu, 20 Desember 2017

“Sedekah Tidak Akan Menjadikanmu Miskin”

Karawang, Shautus Salam. Salah satu keutamaan yang ada dalam sedekah adalah akan menjadikan hidup menjadi berkah, karena dengan bersedekah kita tidak akan merasa kekurangan apalagi sampai menjadi miskin. Demikian salah satu materi yang disampaikan oleh KH Hasan Nuri Hidayatullah, Rais PCNU Karawang saat memberikan taushiyah dalam kegiatan peresmian Mushola Al-Ridlwan yang berlokasi di Kampung Krajan Desa Mekarasih, Kecamatan Banyusari, Karawang, Rabu (1/6)?

“Sedekah Tidak Akan Menjadikanmu Miskin” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Sedekah Tidak Akan Menjadikanmu Miskin” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Sedekah Tidak Akan Menjadikanmu Miskin”

"Bagi orang yang mempunyai kelebihan harta, bisa bersedekah dengan hartanya, begitu pun untuk tenaga, pikiran, atau pun jabatan," tambah Kiai yang akrab disapa Gus Hasan itu

Jika tidak mampu bersedekah dengan ketiganya, kata dia, kita bisa bersedekah cukup dengan tersenyum dan lemah lembut dalam bertutur kata dan juga dalam bersikap. Pengasuh Pesantren Asshiddiqiyah 3 Karawang ini pun mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah akan menghapus riba dan mengembangkan sedekah.

"Riba itu seperti membangun sebuah piramid di atas lautan," tandasnya

Shautus Salam

Ketika piramida itu selesai dibangun, tambah dia, akan langsung ambruk dalam arti bahwa usaha yang dibangun di atas pondasi riba tidak dapat memberikan keberkahan dalam hidup.

Gus Hasan pun mengajak kepada para hadirin untuk lebih semangat lagi dalam beribadah dan bersedekah dan jangan sampai menundanya, karena sebagaimana hadits Nabi yang menyatakan jangan menunda lima perkara sebelum lima perkara diantaranya adalah hidup sebelum mati dan luang sebelum sempit.

Shautus Salam

"Dengan sedekah kita bisa mensyiarkan Islam dan membangun kesejahteraan umat, bedah mushola ini pun berjalan karena ada gerakan sedekah yang dimotori oleh Jamaah pengajian malam kemisan dan pengurus LAZISNU," paparnya.

Sebelum diresmikan, Mushola Al-Ridlwan mendapat sorotan dari tim Bedah Mushola yang terdiri dari jamaah pengajian malam kamis Pesantren Ashidiqiyah 3 dan Pengurus LAZISNU Karawang, tim ini kemudian bergerak untuk merenovasi gedung Mushola Al-Ridlwan. Kegiatan Bedah Mushola rutin dilaksanakan setiap bulan dengan sasaran utamanya adalah mushola yang hampir roboh atau mushola yang sudah tidak layak guna. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Quote Shautus Salam

Kamis, 14 Desember 2017

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan

Bondowoso,Shautus Salam. Pengurus PCNU Bondowoso H Matkur menerima penghargaan dari Pemerintah RI atas dedikasi dan prestasi dalam dunia pendidikan. Penghargaan diberikan pada puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor pada Ahad 27 November lalu.

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan

Ia bersama pendidik lainnya yang terpilih menerima penghargaan Satya Lencana Pendidikan yang diberikan Presiden RI Joko Widodo.

"Alhamdulillah saya mendapatkan penghargaan Satya lencana Pendidikan. Ini sebuah penghargaan yang diberikan Presiden RI pada orang-orang yang dianggap berprestasi luar biasa di bidang pendidikan," ungkapnya Ahad (27/11) malam.

Shautus Salam

Menurut Wakil Rais Syuriah MWCNU Kota Bondowoso, ada 40 orang yang menerima penghargaan tersebut, tapi yang disematkan langsung Presiden RI ada 15 orang perwakilan di antaranya dari Gorontalo, Yogyakarta, Maluku.

Shautus Salam

Bapak beranak lima bersyukur kepada Allah, orang tua, keluarga, para guru dan sahabat-sahabat dengan penghargaan ini. “Semoga menjadi motivasi dan inspirasi bagi anak-anak, murid dan teman guru,” katanya.

Salah satu prestasi yang pernah diraihnya juara satu lomba Kepala Madrasah berprestasi tingkat nasional dan Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2016 dari Menteri Agama. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita Shautus Salam

Senin, 11 Desember 2017

Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri?

Jakarta, Shautus Salam

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Asmawi Syam menuturkan, ekonomi umat bisa berkembang dan kuat apabila mereka mau menggunakan dan mengonsumsi produk-produk yang dibuat oleh umat itu sendiri.

“Apakah produk-produk yang digunakan pesantren itu adalah produk umat?” kata Asmawi.

Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri?

Ia menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber dalam acara Seminar dan Rapat Kerja bertemakan Peran Pesantren Untuk Penguatan Ekonomi Umat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pesantren Nahdlatul (RMI NU) di Lantai 8 Gedung PBNU Jakarta, Kamis (27/4).

Shautus Salam

Menurut dia, pesantren adalah sebuah pasar besar. Ia mengaku khawatir apabila pesantren hanya dijadikan sebagai sentra komsumsi, bukan produksi. Ia menambahkan, kalau seandainya umat menggunakan produk buatan umat itu sendiri, maka proses ekonomi di umat akan berjalan.

Bila masyarakat bangga menggunakan produk sendiri, maka kegiatan produksi akan berlangsung. Kegiatan produksi akan melahirkan lapangan kerja, dan lapangan kerja akan menghasilkan daya beli. Jika daya beli bertambah, produksi pun bertambah lagi. “Siklus tersebut akan berputar dan naik terus,” urainya.

Shautus Salam

Lebih lanjut, ia mencontohkan keberhasilan China dalam mengembangkan ekonominya. “Mereka menggunakan produk sendiri dan bangga. Dia memperkuat ekonomi sendiri sebelum ekspansi ke luar,” terang mantan Dirut Bank BRI itu.

Namun, imbuh Asmawi, apakah umat mau menggunakan produknya sendiri. “Pertanyaan yang paling mendasar adalah kita mau nggak menggunakan produk umat? Meski tidak sebagus produk impor,” katanya.

Bagaimana Umat Memproduksi?



Asmawi mengatakan, untuk memproduksi sebuah produk umat harus mengetahui potensi dan sumber daya yang dimilikinya. Ia menjelaskan, ada tiga sumber pokok dalam memproduksi sebuah produk. Pertama, sumber daya alam (natural resources).

“Natural resources ini dimiliki pesantren. Mereka punya sawah, tanah. Tanah kita tanami cabai. Cabainya dibuat sambel dan dibotolin. Kita jual di dalam pesantren dan antarpesantren,” urainya.

Kedua, sumber daya manusia (human resources). Ia meyakini, orang-orang pesantren adalah orang pintar karena terus belajar. Baginya, lulusan pesantren memiliki kelebihan yang tidak dimiliki lulusan sekolah umum, yaitu penguasaan bahasa Arab dab Inggris.

“Mereka pasti pinter-pinter,” ucapnya.

Terakhir, sumber daya modal. Ia mengatakan, apabila pesnatren tidak memiliki modal, maka mereka bisa mendapkan dari sumber-sumber yang lain seperti pemerintah. “Kita (pesantren) tidak memiliki duit. Pemerintah memberikan perhatian yang besar kepada ekonomi kecil. Ada dana desa, KUR, dan yang lainnya,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Hadits Shautus Salam

Menengok NU di Dunia Maya

Apabila kita menulis kata “NU” dalam range country Indonesia di mesin pencarian Google, maka kita akan mendapatkan hasil sekitar 1.770.000 laman yang membahas dan mengulas atau hanya sebatas memuat kata “NU”. Dan bila kata “Nahdlatul Ulama” yang dimasukkan, maka akan didapatkan 658.000 hasil. Saya mencoba memasukkan beberapa nama organisasi masyarakat lainnya dalam kolom pencarian Google, dengan hasil 956.000 untuk “muhammadiyah”; 499.000 hasil untuk “HTI”, dan 651.000 hasil untuk kata “FPI”.?

Dari angka di atas saya menyimpulkan bahwa NU cukup banyak diperbincangkan dalam dunia maya. Meskipun NU memiliki banyak massa, namun baru sebagian kecil yang sudah bisa mengakses internet, jadi saya kemudian juga menyimpulkan bahwa sebagian laman tersebut ditulis oleh warga NU, dan sebagian besarnya lagi ditulis oleh kalangan di luar NU, entah berupa penelitian, berita, atau hanya sekadar opini.

Dunia maya tentu tidak lagi bisa dipandang sebelah mata, karena saking masifnya dinamika di dunia maya, informasi sekecil apapun dapat menyebar luas dan menjadi bahan perbincangan di dunia nyata. Muktamar NU ke-33 kemarin menyisakan banyak sekali cerita, tak ketinggalan di dunia maya. Justru dari dunia inilah berbagai macam informasi dengan mudahnya menyebar, entah benar atau tidaknya informasi tersebut, yang pasti hal tersebut tak jarang menambah “kegaduhan” yang tengah terjadi di dunia nyata.

Beralih ke Instagram, media sosial berbasis photo sharing, yang meskipun belum terlalu luas digunakan banyak kalangan, namun namanya telah banyak dikenal masyarakat. Di sini saya mencoba mencari “keberadaan” NU dengan mencari # (hastag/tagar) MuktamarNU33 dan hasil menunjukkan angka 2594, yang berarti tagar ini telah dipakai sebanyak 2594 kali, lebih banyak daripada tagar #Muktamar47 yang digunakan sebanyak 1982 kali, yang mana tagar tersebut dipakai untuk menandai foto tentang Muktamar ke-47 Muhammadiyah.

Menengok NU di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok NU di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok NU di Dunia Maya

Di Twitter, media sosial berbasis text dan foto, Nahdlatul Ulama cukup “terdengar” suaranya. Beberapa tokoh NU tercatat memiliki akun twitter seperti Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang memakai username ? @saidaqil, KH Mustofa Bisri dengan username @gusmusgusmu, dan ? KH Salahuddin Wahid dengan username @Gus_Sholah, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh NU baik muda maupun yang sudah sepuh yang masih sempat aktif di Twitter untuk sekedar menjawab salam dari followernya. Di Twitter, Nahdatul Ulama membuka akun resminya dengan username @nu_online, akun ini cukup aktif yang dapat dibuktikan dengan tweet (kicauan) yang kini telah berjumlah 36.980 dan follower (pengikut) yang hingga tulisan ini dibuat telah mencapai angka 96.049.

Tak hanya di Twitter, di Facebook –sosial media dengan pengguna terbanyak-, akun Facebook dengan nama “Situs Resmi Nahdlatul Ulama – Shautus Salam” memilki jumlah like 70.385. Di sosial media terbesar itu informasi tentang NU cukup banyak tersedia, tinggal ketik saja “Nahdlatul Ulama” di kolom pencarian, maka berbagai link berita, note, dan juga status Facebook yang membahas tentang NU mudah ditemukan.

Shautus Salam

Tak ketinggalan di Youtube –media sosial berbasis video-, sangat banyak video-video ceramah dari kiai-kiai NU yang diunggah oleh warga Nahdliyin. Hal ini menunjukkan bahwa sekarang ngaji online sudah banyak dilakukan oleh beberapa kalangan yang karena berbagai faktor tak mampu mengikuti pengajian-pengajian di “dunia nyata”.

Berlanjut ke Wikipedia –situs rujukan informasi paling digemari-, Wikipedia berbahasa Indonesia memuat artikel -yang terdiri dari 1934 kata- yang mengulas tentang Nahdlatul Ulama, bahkan Wikipedia berbahasa inggris memiliki sebuah artikel dengan 2.901 kata yang mengulas tentang NU, meskipun tidak tergolong banyak, namun angka tersebut dapat dijadikan indikator bahwa Wikipedia benar-benar serius meng-arrange artikel tentang Nahdlatul Ulama.

Shautus Salam

Nahdlatul Ulama memiliki website yang selama ini dijadikan sumber rujukan warga Nahdliyin dalam mendapatkan informasi-informasi yang kredibel tentang ke-NU-an yaitu nu.or.id. Saya mencoba untuk mengecek ranking dan kepopuleran situs nu.or.id di alexa rank (laman pemeringkat situs web se-dunia), hasilnya menunjukkan bahwa saat tulisan ini dibuat, nu.or.id menduduki peringkat 786 untuk website terpopuler di Indonesia, dan peringkat 45.840 dalam global rank atau rangking sedunia.

Berdasar dari berbagai angka dan data yang berhasil saya dapatkan, dengan berbagai macam cara pencarian, alhamdulillah saya telah berhasil menengok dan menjumpai NU di dunia maya, meskipun yang saya jumpai tak sebesar di dunia aslinya. Mengutip perkataan dari Ketua Umum Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawarsa, “Dunia maya adalah ruang pertarungan yang mesti direbut untuk menyebarkan konten-konten keagamaan yang toleran dan damai”, hal ini dapat diartikan bahwa NU sebagai jam’iyyah yang selalu membawa pesan-pesan toleran dan damai, kader-kadernya harus aktif meramaikan dunia maya, agar ladang dakwah yang sangat potensial ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Akhir kata, Semoga kader-kader muda NU dapat terus semangat meneruskan perjuangan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, meskipun di “dunia” yang berbeda. Aamin.

?

Isnai Ilham Aufadhuha

Warga NU, Mahasiswa Universitas Indonesia

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Humor Islam Shautus Salam

Selasa, 21 November 2017

Menjaga Tradisi, Madrasah ini Terapkan Libur Hari Jumat

Brebes, Shautus Salam. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assalafiyah Sitanggal Larangan Brebes menerapkan tradisi hari libur bagi siswanya pada hari Jumat. Pasalnya, Jumat masih dipandang sebagai sayyidul ayyam (raja hari) sehingga perlu dilestarikan. Sehingga Ahad tetap berangkat dengan pembelajaran sebagaimana hari-hari biasanya.?

“Selagi tidak ada larangan dari Kementerian Agama atau Kementerian Pendidikan, kami akan mempertahankannya,” tutur Kepala MTs Assalafiyah Sitanggal H Muhammad Ikhsan saat ditemui Shautus Salam di ruang kerjanya, Selasa (14/3).

Menjaga Tradisi, Madrasah ini Terapkan Libur Hari Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Tradisi, Madrasah ini Terapkan Libur Hari Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Tradisi, Madrasah ini Terapkan Libur Hari Jumat

Karena sudah menjadi ciri khas madrasah, lanjut Ikhsan, maka para siswa maupun guru tidak ada yang mengeluh kalau Ahad berangkat sekolah. “Justru warga sekolah bisa memanfaatkan hari Jumat untuk kegiatan ibadah lebih khusuk,” ungkapnya.?

Kata Ikhsan, Nahdliyin kalau malam Jumat banyak melakukan aktivitas pengajian dan kegiatan lainnya sehingga konsentrasi dalam mengarungi malam untuk kegiatan ibadah malam Jumat makin semarak. Itulah antara lain dorongan hari Jumat.

Shautus Salam

MTs Assalafiyah berdiri sejak 9 September 1969, tapi izin operasionalnya baru keluar pada 1 Mei 1974. Pendirian madrasah ini didorong keinginan masyarakat Larangan yang agamis. Beberapa tokoh perintis yang bisa dicatat yakni KH Ahmad Syatori Marlan dan KH Akyas Suhari. “Dua tokoh ulama kharismatik tersebut, sangat berperan dalam pendirian madrasah ini,” ungkapnya.

Pada awal berdiri, 1968 menumpang di MI Sitanggal dengan siswa perdana sebanyak 13 anak. Tahun 1969 baru membangun gedung sendiri diatas tanah seluas 800 meter persegi wakaf dari H Zainudin yang juga mertua dari KH Ahmad Syatori. “Alhamdulillah sekarang sudah memiliki tanah seluas 1 hektar atau 10.000 meter persegi dengan bangunan tingkat tiga,” tuturnya.

Shautus Salam

Siswa MTs Assalafiyah berasal dari keluarga yang orang tuanya tergolong ekonomi menengah ke bawah yang mayoritas sebagai buruh tani. Meskipun demikian, terbina kerukunan yang rekat sehingga bisa saling bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan madrasah dan anak-anak mereka.?

Berbagai sarana dan prasarana terpenuhi di madrasah yang terletak di Jalan Raya Sitanggal Larangan Brebes. Laboratorium IPA, bahasa, komputer, perpustakaan, aula, sanggar Pramuka, masjid, ruang multimedia, ruang musik, UKS, dan lain lain terpenuhi dalam kondisi baik. ? “Perlengkapan olahraga, rrumband, calung, rebana modern juga tersedia untuk kegiatan ekstrakurikuler siswa,” ucapnya.?

Dengan sumber daya manusia yang berlatarbelakang S3, S2 dan S1 sebanyak 43 guru dan 13 TU siap mengantar putra putri NU menjadi generasi yang Islami dan berkualitas. “Saat ini, kami memiliki 650 siswa dan setiap tahunnya lulus 100 persen,” ungkapnya.

Para siswa kerap menorehkan prestasi diberbagai ajang seperti Porsema, Popda, 02SN, dan kegiatan lainnya di tingkat Kabupaten dan Jawa Tengah. Pada masa mendatang, imbuh Ikhsan, pihaknya akan mengembangkan kelas tahfidz bagi peserta didik khusus. “Kami bertekad melahirkan hafidz hafidzah, pada masa masa mendatang,” pungkasnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Ulama Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock