Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia

Makassar, Shautus Salam. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi menyatakan, aliran keagamaan yang boleh hidup di Indonesia harus mendukung keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.?

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia

“Tidak boleh ada aliran keagamaan mengusung ideologi politik yang bertentangan dengan NKRI dan Pancasila, seperti ideologi yang mengusung khilafah!" Katanya dalam acara seminar nasional bertajuk "Harmoni Umat Beragama untuk memperkokoh NKRI" yang diselenggarakan di Universitas Islam Makassar (UIM), Selasa (24/3).?

Lebih lanjut Kiai Masdar menegaskan bahwa ide mendirikan Khilafah Islamiyah berpotensi merongrong NKRI.

Shautus Salam

Dalam forum yang sama KH Cholil Nafis, ketua komisi dakwah MUI? menyatakan, "Hubungan Islam dan negara bagaikan saudara kembar yang saling mempengaruhi. Karena itu, bentuk NKRI dengan dasar Pancasila adalah hasil relasi yang sesuai dengan Islam dan kebutuhan nasional kita,” katanya.

Pengurus Lembaga Bahtsul Masail NU ini menjelaskan, Islam merupakan agama rahmatan lil alamin, maka dimanapun keberadaan Islam itu akan memberi rahmat kepada umat manusia. Oleh karena itu perjuangan Islam model ISIS yang memaksakan kehendak dan intoleran serta menggunakan kekerasan tidak sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri.?

Shautus Salam

Kiai Cholil memberikan argumentasi bahwa Rasulullah saw telah membuat sebuah tatanan negara majemuk yang menghormati semua aliran dan mengut? makan kemaslahatan, yaitu negara Madinah sebagaimana tertuang dalam Piagam Madinah.

Mewakili Pangdam VII Wirabuana Kolonel Andi Suyuti, menuturkan bahwasanya dewasa ini konflik, intoleransi dan kekerasan atas nama agama akhir-akhir ini terjadi, Sulsel merupakan salah satu provinsi di Indonesia memiliki keragaman budaya, sosial dan agama, permasalahan yang muncul antar kerukunan umat beragama disebabkan banyaknya paham radikal, bentrok antar umat beragama, dan terakhir gerakan radikal.

Tentunya dalam mewujudkan harmoni kehidupan umat beragama, mustinya membangun SDM berkualitas, tingkatkan kerja sama dalam kegiatan keagamaan, perkokoh toleransi, bangun benteng yang kuat terhadap pengaruh paham radikal dan ikut serta menjaga stabilitas keamanan di dalam bingkai Pancasila, tambahnya.

H Abdurrahman, wakil ketua DPW PKB lebih banyak menyinggung keutuhan Negara, politik kebangsaan, dan tentunya eksistensi nilai-nilai rahmatan lil alamin Ahlusunnah wal Jamaah mesti disebarluaskan.

Prof. Arfin Hamid selaku sekretaris PWNU Sulawesi Selatan menuturkan materi tentang Islam sebagai petunjuk bagi manusia dan seluruh alam.

Menurunya Islam sebagai ajaran tentunya mewajibkan bagi umatnya untuk melaksanakan ibadah dan memberikan kedamaian kepada umat seluruh alam. (andy muhammad idris/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Pahlawan, Nahdlatul Shautus Salam

Rabu, 14 Februari 2018

Ini 10 Agenda Politik Perempuan Untuk Presiden RI Mendatang

Jakarta, Shautus Salam. Dalam dinamika perpolitikan saat ini, perempuan mempunyai peran dan fungsi yang sangat signifikan dalam menentukan suksesi kepemimpinan ke depan. 

Ini 10 Agenda Politik Perempuan Untuk Presiden RI Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 10 Agenda Politik Perempuan Untuk Presiden RI Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 10 Agenda Politik Perempuan Untuk Presiden RI Mendatang

Porsi sebanyak 30% kuota perempuan di dalam parlemen menunjukan bahwa peran politik perempuan begitu penting dalam ikut membangun bangsa. Sebab itu, Kaukus Perempuan Politik Indonesia telah menyusun 10 agenda politik yang perlu direalisasikan Presiden RI mendatang.

Demikian ditegaskan oleh kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Ratu Dian Hatifah yang didaulat menjadi narasumber dalam diskusi panel peringatan Harlah ke-64 Fatayat NU di Aula Gedung PBNU Jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Kamis (24/4) sore. 

Shautus Salam

“Dari perempuan, yang perlu direalisasikan oleh Presiden mendatang, pertama yaitu mengenai pemenuhan hak kesehatan perempuan secara menyeluruh. Kedua, pemenuhan hak pendidikan perempuan,” kata perempuan yang juga Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia ini.

Yang ketiga, lanjut Dian yang merupakan mantan ketua umum IPPNU ini, Presiden mendatang harus dapat menghentikan kekerasan terhadap perempuan yang selama ini kerap terjadi dari berbagai level umur. Kemudian keempat, penghentian pemiskinan terhadap perempuan melalui keadilan sosial. Kelima, kata Dian, perlindungan penuh terhadap perempuan dari berbagai konflik sosial dan bencana alam yang sering terjadi di masyarakat kita.

Shautus Salam

Selanjutnya keenam, masih Dian, pemimpin ke depan harus dapat memberikan pekerjaan yang layak bagi perempuan sehingga tak melulu menjadi TKW ke luar negeri. Ketujuh, kebebasan berpikir dalam berbagai bidang, kemudian kedelapan yaitu perkuat hak politik perempuan, selanjutnya kesembilan adalah penghapusan produk-produk hukum yang diskriminatif terhadap perempuan, dan terakhir yaitu penghentian korupsi secara hingga ke akar-akarnya.

“Saya juga meminta kepada kader-kader Fatayat NU dan seluruh perempuan Indonesia yang berhasil duduk di Parlemen mendatang untuk dapat mewujudkan agenda ini,” tandasnya.

Acara ini diawali sambutan Ketua PP Fatayat NU Hj Ida Fauziah, kemudian dilanjutkan dengan taushiyah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, selanjutnya dilengkapi dengan diskusi panel dengan narasumber Ninuk dari Komnas Perempuan, Ratu Dian dari Kaukus Perempuan Politik Indonesia, Erlinda dari Komisi Perlindunagan Anak Indonesia (KPAI), dan Ibu Yuda Irlang dari Aliansi Masyarakat Sipil untuk Perempuan dan Politik (Ansipol). (Fathoni/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional Shautus Salam

Senin, 15 Januari 2018

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI

Jakarta, Shautus Salam - KH Gus Siroj Ronggo Lawe (Gus Siroj) secara aklamasi kembali terpilih menjadi Ketua Ranting NU Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dalam musyawarah Ranting NU pada 15 Juli di Jakarta. Gus Siroj siap menjalankan program prioritas, yakni melayani warga-warga HTI yang sudah tidak memiliki tempat berorganisasi di masyarakat.

Menurutnya, kelompok HTI juga masyarakat yang butuh perlindungan dan tempat untuk bermasyarakat.

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Pintu, NU Kapuk Siap Lindungi Mantan Simpatisan HTI

"Selain menjalankan program-program yang sudah menjadi tradisi dan amalan NU selama ini, kami berencana mengajak warga HTI bergabung ke NU untuk bersama-sama mengikuti ajaran Ahlussunnah wal Jamaah," tegas mantan komandan Banser NU ini.

Untuk memperkuat dan menjalankan roda organisasi, pihaknya bersama pengurus Ranting NU Kapuk berencana akan menggelar musyawarah Ranting NU pada 27 Agustus mendatang dengan diawali ziarah Walisongo dan ke makam pendiri NU untuk meminta doa restu menjalankan roda organisasi di DKI Jakarta.

Shautus Salam

Dalam musyawarah nanti, kata Gus Siroj, pihaknya akan membahas berbagai program dan kegiatan NU Kapuk, serta berencana melakukan peremajaan di 16 anak Ranting NU Kapuk. "Jadi, peremajaan itu harus dilakukan karena penting untuk menghidupkan generasi selanjutnya, kalau organisasi tidak jalan, ya harus diganti," ungkapnya.

Shautus Salam

Sementara itu, Rais Syuriyah Ranting NU Kapuk Moch Ali dalam taushiyahnya meminta pengurus anak Ranting NU untuk tetap mempertahankan Gus Siroj menjadi Ketua NU. Karena menurutnya, Kelurahan Kapuk membutuhkan tokoh seperti Gus Siroj dalam menjalankan roda organisasi.

"Apalagi, daerah Kapuk banyak orang wahabi-nya, makanya sosok kiai seperti beliau (Gus Siroj) sangat dibutuhkan untuk membentengi NU dari ancaman Islam garis keras, dan ekstrem," ujarnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan, Internasional, Ulama Shautus Salam

Jumat, 12 Januari 2018

IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang

Bangkalan, Shautus Salam. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Uama (IPNU) Kabupaten Bangkalan kembali merealisasikan program prioritasnya, yaitu pembentukan dan pengaktifan Pimpinan Anak Cabang (PAC ) IPNU se-Kabupaten Bangkalan.

Sebelumya, Pimpinan Cabang IPNU Bangkalan telah? melantik PAC IPNU Mancengan dan PAC IPNU Kecamatan Burneh. Sekarang, PC IPNU Bangkalan menjamah IPNU di Bangkalan bagian utara yang sudah tiga tahun vakum, tepatnya di Kecamatan Tanjungbumi.

IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Bangkalan Gencar Aktifkan Belasan Anak Cabang

PC IPNU Bangkalan dalam periode kepengurusan ini sudah membentuk dan mengaktifkan 12 PAC IPNU se-Kabupaten Bangkalan. Sehingga, kini jumlah PAC IPNU yang aktif di Kabupaten Bangkalan ialah 16 dari 20 PAC di kabupaten di ujung paling barat Pulau Madura ini.

Shautus Salam

“Kalau anda ingin melihat wajah NU di masa depan, maka lihatlah kader IPNU dan Ansor masa kini. Kalau IPNU hari ini tidak mengader dan tidak melaksanakan amanat organisasi yang telah ditentukan PP IPNU Pusat, maka bisa dipastikan wajah NU yang akan datang tidak jauh dari yang kita lihat saat ini.? Karna hal tersebut, PC. IPNU Bangkalan? merealisasikan programnya setapak demi setapak untuk menuai hasil yang maksimal,”? ujar Ketua PC IPNU Bangkalan Mahsus R HM, Selasa (29/12).

Shautus Salam

Ia berharap Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Tanjungbumi turut membina, membimbing, dan memberi motivasi kepada pengurus terpilih agar melaksanakan program-program yang sudah dicanangkan di rapat kerja.

Terpilih pada acara tersebut Ach Muharram sebagai ketua PAC IPNU Tanjungbumi masa khidmah 2015-2017. Muharram mengharap kepada semua elemen yang hadir mau membimbingnya untuk menghidupkan kembali PAC IPNU Tanjungbumi dan kembali meramaikan khazanah ke-IPNU-an di kalangan pelajar di Kecamatan Tanjungbumi.

“Dan juga saya berharap kepada rekan-rekan yang hadir dan terseleksi sebagai pengurus PAC IPNU Tanjungbumi agar mau berperan aktif agar dapat menyusul rekan-rekan PAC yang lain yang telah terlebih dahulu aktif. Tanpa kalian, saya tiada arti,” tuturnya. (Nurul Huda/Dedi Hermanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Bahtsul Masail, Pesantren Shautus Salam

Rabu, 03 Januari 2018

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri

KH. Mohammad Cholil Bisri (akrab dipanggil Mbah Cholil) lahir tanggal 12 Agustus 1942 atau bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1263 H di Rembang. Mbah Cholil adalah putra pertama dari pasangan KH. Bisri Mustofa bin H. Zaenal Mustofa dan Nyai Hj. Marufah binti KH. Cholil Harun Kasingan Rembang.

Pesantren Kasingan Rembang pernah mengalami masa keemasan (sekitar 1935) dengan jumlah santri mencapai 3 ribuan. Sentuhan Mbah Cholil Harun melalui pendidikan pesantren melahirkan alumni yg mumpuni di bidangnya. antara lain: KH. Bisri Mustofa, KH. Machrus Ali Lirboyo, KH. Misbah Mustofa Tuban dll.

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri

Mbah Cholil lahir dalam suasana sulit. Saat itu terjadi pergolakan politik nasional akibat terjadi peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang. Mbah Cholil beserta keluarganya harus mengungsi dari daerah ke daerah lainnya, bahkan sampai ke Pare Kediri.

Mbah Cholil menikah dengan Nyai Hj. Muhsinah binti KH. Soimuri Solo dan dikaruniai 8 putra-putri. berturut-turut putra putri beliau adalah: Yahya Cholil Staquf, Ummi Kalsum Cholil Dzalij, Zaenab Cholil Qotsumah,? Yaqut Cholil Qoumas, Faizah Cholil Tsuqoibak, Bisri Cholil Laquf, Mohammad Hanies Cholil Barro dan Mohammad Zaim Cholil Mumtaz.

Shautus Salam

Pendidikan Mbah Cholil di SR, kemudian mengaji dari pesantren ke pesantren. Setelah mengaji dengan abahnya di Rembang, Mbah Cholil bersama adiknya (KH. A. Mustofa Bisri) nyantri di pesantren Lirboyo Kediri. Selain ngaji kitab, dua santri muda ini dikenal suka dengal ilmu kedigdayan juga. Sepak bola adalah olah raga favorit sejak remaja.

Shautus Salam

Setelah dari Lirboyo, Mbah Cholil pindah nyantri di pesantren Krapyak asuhan Mbah KH. Ali Maksum, sambil kuliah setahun di UIN Yogya. Kuliah di Yogya hanya dilakoni setahun, setelah itu diutus abahnya berangkat ke Makkah untuk mengaji dengan Syekh Alwi Al-Maliki.

Mbah Cholil dikenal sebagai kiai yang politisi. Kiprah politiknya dimulai dengan bergabung dengan Partai NU, PPP, dan PKB. Mbah Cholil adalah penggagas, pendiri dan deklalator PKB. Pernah menjadi anggota dewan DPRD Rembang dan DPR Pusat dari PPP.

Setelah reformasi, Mbah Cholil bergabung dengan PKB. Pernah wakil ketua MPR RI dari Fraksi PKB 2002-2004 dan wakil ketua Dewan Syuro DPP PKB 2002-2005. Mbah Cholil mewarisi abahnya sebagai orator ulung dan politisi.

Aktivitas di Jakarta yang padat tidak pernah melupakan santrinya di Rembang. Perjalanan Rembang Jakarta atau sebaliknya dilakoni setiap minggu, bahkan seminggu dua kali pulang-pergi. Hari selasa adalah hari keramat Mbah Cholil. Bagaimanapun sibuknya, Mbah Cholil pasti untuk mengaji bersama santri-santri sepuh.

Selain aktivitas politik, kegiatan sosial keagamaan lain, seperti melayani pengajian di dalam dan luar kota. Mbah Cholil hampir tdk pernah menginap di luar rumah meski sedang mengisi pengajian di luar kota. Sebisa mungkin pulang ke rumah, sehingga jadwal ngaji tafsir jalalain bakda subuh tetap bisa berjalan bersama santri di pondok.

Mbah Cholil adalah seorang kolumnis di koran. Gagasannya tentang sosial dan politik bisa dibaca melalui tulisan opini di koran. Koran Suara Merdeka, Jawa Pos dan Kompas sering memuat tulisan Mbah Cholil.

Yang luar biasa dan tidak kalah menariknya ulasannya tentang sepak bola. komentar dan prediksinya membuat kagum pembaca. setiap event besar sepak bola, seperti piala dunia atau piala eropa, koran-koran besar selalu memperebutkan ulasannya karena kecemerlangan dalam analisis dan prediksinya.

Hari ini tepat haul beliau, yang wafat 7 Rajab atau 24 Agustus 2004, Mbah Cholil dipanggil kembali oleh Allah SWT. Allahummagfir lahu warhamhu wa afihi wafu? anhu.

Abu Rokhmad, Wakil Dekan FISIP UIN Walisongo & Menantu KH Cholil Bisri



(Baca juga: Mengenal Almarhum KH Cholil Bisri)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Olahraga, Berita Shautus Salam

Senin, 11 Desember 2017

IPNU Puji Pemprov Kaltim, Realisasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan

Samarinda, Shautus Salam. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) memuji dan mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang telah merealisasikan 20 persen anggaran pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Idy Muzayyad mengatakan, langkah maju tersebut merupakan bentuk kepedulian yang kuat atas dunia pendidikan bagi masyarakat daerahnya. Demikian pula, kebijakan tersebut berarti telah memenuhi amanat Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional? No 23 tahun 2003.</p> ”Pemenuhan 20 persen APBD untuk pendidikan itu memang belum menjadi jaminan bagi perbaikan kualitas pendidikan. Tapi, itu harus dipenuhi dulu karena memang amanat UU Sisdiknas,” terang Idy usai pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPNU di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Kaltim, di Samarinda, Kaltim, Kamis (23/8).

Menurutnya, pemenuhan 20 persen anggaran pendidikan itu harus diikuti dengan kebijakan lain yang mendukung upaya perbaikan kualitas dan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh rakyat di negeri ini. Bila tidak demikian, maka anggaran tersebut akan sia-sia saja.

IPNU Puji Pemprov Kaltim, Realisasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Puji Pemprov Kaltim, Realisasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Puji Pemprov Kaltim, Realisasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan

Ia berharap pada daerah-daerah lain agar bisa mengikuti kebijakan Pemprov Kaltim yang telah merealisasikan amanat UU Sisdiknas tersebut. “Bagaimanapun juga, anggaran itu merupakan salah satu syarat utama kalau pendidikan di Indonesia ini mau lebih maju dan merata,” tandasnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur Kaltim Syaiful Teteng mengatakan, pihaknya telah menganggarkan Rp 80 miliar atau sebesar 20 persen dari APBD Kaltim untuk pendidikan. Jumlah yang cukup besar tersebut memang diperuntukkan bagi masa depan dan kemajuan dunia pendidikan di daerahnya.

Namun, ia mengakui, dana senilai itu memang dirasa masih belum mampu menjawab kebutuhan dan memperbaiki kualitas pendidikan di daerahnya. Ia mencontohkan, kebutuhan tenaga kerja di daerahnya yang belum bisa dipenuhi oleh putra daerah.

Shautus Salam

“Tidak cukup 20 persen dari APBD. Masih harus diikuti dan disesuaikan dengan kebijakan-kebijakan lain yang mendukung,” ujar Syaiful di hadapan para peserta Rakernas IPNU yang merupakan perwakilan 30 Pengurus Wilayah IPNU se-Indonesia.

Sinetron Racuni Remaja

Rakernas yang digelar hingga 25 Agustus mendatang di Hotel Diamond itu juga akan membahas berbagai persoalan yang dihadapi remaja dan pelajar saat ini, terutama maraknya sinetron remaja di televisi yang dinilai tidak mendidik serta mengajarkan gaya hidup bebas.

“Tayangan televisi saat ini, terutama sinetron remaja, telah ‘meracuni’ remaja. Tidak semua tayangan televisi baik. Selama ini kita lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan televisi. Kondisi yang memprihatinkan inilah yang akan kita bahas pada forum Rakernas kali ini,” terang Idy. (rif)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Aswaja Shautus Salam

Kiai Said: Politik itu Panas, Tugas Agama Bikin Adem

Jakarta, Shautus Salam. Kepentingan sesaat dari sekelompok orang kerap membuat politik cenderung memanas karena segala cara dilakukan untuk meraih kekuasaan. Hal ini menjadi perhatian Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj terutama dalam perhelatan Pilkada DKI Jakarta yang selama ini cukup memicu gejolak hingga skala nasional.

Kiai Said: Politik itu Panas, Tugas Agama Bikin Adem (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Politik itu Panas, Tugas Agama Bikin Adem (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Politik itu Panas, Tugas Agama Bikin Adem

Menurutnya, panasnya percaturan politik yang berpotensi memecah belah bangsa memerlukan langkah positif dari berbagai pemimpin agama untuk bersatu karena yang bisa membuat adem di tengah panasnya politik adalah agama.

“Politik itu panas, tugas agama membuat adem,” ujar Kiai Said dalam Seruan Moral Ormas Keagaman terkait Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, Senin (17/4) di Gedung PBNU Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said didampingi para pemimpin lintas agama menyerukan kepada masyarakat Jakarta untuk tetap tenang dan memilih sesuai hati nurani pada Rabu 19 April 2017 besok.

Shautus Salam

Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini juga menegaskan kepada para pasangan calon dan pendukungnya agar saling percaya dan menghormati apapun hasilnya nanti.

“Percayakan proses demokrasi kepada KPU, Bawaslu, dan DKPP. Apapun hasilnya nanti, semua harus menghormati dan siapapun yang dinyatakan menang, hal itu adalah kemenangan seluruh warga DKI Jakarta,” tegas Kiai Said.

Dalam pertemuan itu, para pemimpin lintas agama menelorkan 5 butir seruan moral untuk masyarakat Jakarta dan bangsa Indonesia secara umum. Berikut 5 butir seruan moral itu:

1. Tetap bersikap tenang, tidak takut, dan berpikir jernih dalam menyikapi keadaan. Kita wajib mendukung segala upaya pemerintah untuk mensukseskan Pilkada DKI Jakarta putaran ke-2 serta menjaga keamanan dan kedamaian demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Shautus Salam

2. Mengingat pentingnya Pilkada DKI Jakarta putaran ke-2 untuk masa depan bangsa, maka kami mengajak kepada seluruh umat beragama yang mempunyai hak pilih, memberikan prioritas waktu untuk datang ke TPS-TPS dan menggunakan hak pilihnya. Setiap warga negara yang baik, wajib berpartisipasi dalam Pilkada ini sebagai suatu wujud pengorbanan yang nyata bagi masa depan bangsa.

3. Dalam menentukan pilihan sesuai dengan suara hati setiap umat beragama harus mengedepankan nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan yang diharapkan memberi makna positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

4. Mari kita terus berdoa agar Tuhan selalu menjaga bangsa dan negara kita agar para pemimpinnya senantiasa diberi hidayah dan terang kebijaksanaan sehingga melalui proses ini kita bersama-sama dapat menuju Indonesia yang semakin adil, makmur dan beradab.

5. Mari kita semua menjaga dan menjamin masa tenang yang sedang berlangsung seraya menghindari berbagai bentuk intimidasi serta politisasi agama.

Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua KWI Uskup Agung Jakarta MGR. I. Suharyo, Ketua Umum PGI Pdt. Henriette T. Hutabarat Lebang, Ketua Umum NSI Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja, Ketua Umum PHDI Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum MATAKIN Uung Sendana, Sekjen LPOI Luthfi Attamimi, serta perwakilan dari Mabes Polri. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian, Lomba, Internasional Shautus Salam

Sabtu, 09 Desember 2017

Pernyataan Donald Trump Cerminan Islamophobia

Jakarta, Shautus Salam. Pernyataan Donald Trump yang akan melarang Muslim masuk ke Amerika Serikat merupakan cerminan dari sikap islamophobia atau ketakutan terhadap Muslim, seolah-olah Muslim itu kelompok yang suka kekerasan, padahal tindakan sekelompok kecil ekstrimis Muslim bukan mencerminkan nilai-nilai keislaman, bahkan bertentangan dengan Islam.

Pernyataan Donald Trump Cerminan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Donald Trump Cerminan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Donald Trump Cerminan Islamophobia

Demikian pendapat Ketua PBNU H Marsudi Syuhud menanggapi penyataan Calon Presiden dari Partai Republik Donald Trump.?

“Saya rasa ini salah satu upaya dia untuk membesarkan dirinya,” katanya.?

Shautus Salam

Namun ia yakin orang Amerika atau Eropa yang masih rasional akan menanggapi pernyataan Trump secara rasional. Kelompok yang mendukung pernyataan tersebut adalah orang yang memang sebelumnya sudah militan.?

Shautus Salam

“Akan ada konsekuensi jika dia tetap bersikap seperti itu dan saya pikir dia sudah tahu itung-itungannya,” tandasnya. ?

Bukan hanya kali ini saja Trump mengangkat soal Muslim, ia beberapa kali mengangkat isu internasional yang sifatnya rasis seperti pernyataannya terhadap para imigran gelap yang diminta meninggalkan AS. (Mukafi Niam) Ilustrasi: Yahoo News.

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Nahdlatul Shautus Salam

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah

Probolinggo, Shautus Salam

Sebagai bentuk kepedulian dan kewajiban bagi seorang muslim yang sudah memenuhi syarat dalam mengeluarkan zakat fitrah bagi orang yang berhak menerimanya, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo menyalurkan 100 paket zakat fitrah.

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah

Pembagian zakat fitrah kepada kaum dhuafa ini dibagi menjadi 3 (tiga) zona. Yakni, zona 1 diletakkan di Kecamatan Tegalsiwalan, zona 2 di Kecamatan Kuripan dan zona 3 di Kecamatan Sumberasih. Setiap paket zakat fitrah berisi 5 kg beras.

?

Dalam penyaluran zakat fitrah ini, para pengurus PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo membawa puluhan paket sembako. Paket itu diberikan kepada warga desa yang lanjut usia (lansia) dan janda tua yang tidak mampu. Pembagian zakat fitrah ini tidak dipusatkan di satu tempat. Tetapi mereka memberikannya secara door-to-door kepada masyarakat.

Shautus Salam

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengatakan bahwa dana dari pengadaan zakat fitrah ini diperoleh dari hasil pengumpulan dari semua pengurus GP Ansor di semua tingkatan di Kabupaten Probolinggo.

“Dalam penyalurannya kami yang mendatangi ke setiap rumah yang diberikan, bukan memanggil mereka. Karena kami ingin niat dan tujuan yang baik harus dilakukan dengan proses yang baik,” katanya, Kamis (23/6).

Shautus Salam

Menurut Muchlis, penyaluran zakat fitrah dari pengurus GP Ansor di Kabupaten Probolinggo ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam melayani sesama yang membutuhkan pengayoman. “Semoga zakat fitrah yang kami berikan bisa menjadi sarana untuk berbagi kebahagiaan dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hikmah, Internasional Shautus Salam

Rabu, 06 Desember 2017

Gus Dur: Kartun Denmark Tak Usah Ditanggapi Serius

Jakarta, Shautus Salam. Mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meminta Umat Islam tidak reaksioner dan emosional menaggapi rekaman video amatir di stasiun televisi Denmark yang memperlihatkan beberapa anggota muda Partai Anti-imigran Rakyat Denmark (DPP) terlibat dalam lomba menggambar kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Hal itu disampaikan Gus Dur usai menutup pengajian Ramadhan sesi pertama Kitab Maqalat Islamiyyin karangan Imam Abu Hasan al-Asy’ary di Masjid Al-Munawwaroh, Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin (9/10).

Menurut Gus Dur, warga Denmark mempunyai hak untuk mengadakan perlombaan apapun termasuk menggambar kartun yang menyakitkan umat Islam sekalipun sebagai ekspresi ketidakpuasan dan ketidaksenangan mereka dengan warga imigran muslim di sana.

Gus Dur: Kartun Denmark Tak Usah Ditanggapi Serius (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Kartun Denmark Tak Usah Ditanggapi Serius (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Kartun Denmark Tak Usah Ditanggapi Serius

“Biarkan saja, itu hak mereka untuk mengadakan lomba karikatur. Kalau kita tanggapi isu demi isu ya nggak selesai-selesai. Kalau ada orang yang berbuat seperti itu, belum tentu semua berbuat seperti itu. Sama saja kalau di Islam ada yang garis keras belum tentu semua seperti itu,” kata Gus Dur.

Ekspresi ketidaksenangan warga Denmark, lebih luas lagi di warga Barat, terhadap Islam  sebenarnya tidak hanya terjadi sekarang. “Kenapa baru sekarang kita bereaksi,” kata Gus Dur.

Shautus Salam

Warga Denmark sebenarnya tidak simpatik dan merasa muak dengan prilaku sebagian kecil kelompok Islam yang galak dan dieksplorasi habis-habisan oleh media massa sebagai sang pelaku teror. Mereka biasa disebut Islam fundamentalis. Menurut Gus Dur, fundamentalisme Islam itu justru muncul sebagai reaksi atas atas keruwetan globalisasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Internasional, Tegal Shautus Salam

Senin, 04 Desember 2017

#Harlah89NU Jadi Trending Topic di Twitter

Jakarta, Shautus Salam. Hari lahir ke-89 Nahdlatul Ulama yang jatuh pada hari ini, Sabtu (31/1), ramai diperbicangkan di media sosial, termasuk Twitter. Bahkan, pada pukul 12.00 WIB tampak kicauan ribuan nitizen di twitter berhasil membuat tagar #Harlah89NU masuk dalam daftar trending topic.

#Harlah89NU Jadi Trending Topic di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
#Harlah89NU Jadi Trending Topic di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

#Harlah89NU Jadi Trending Topic di Twitter

Kicauan para pengguna twitter tersebut umumnya berisi ucapan selamat, serta sejumlah harapan dan masukan untuk eksistensi NU ke depan. Sebagian juga turut memeriahkan akun mereka dengan foto-foto bersejarah NU atau kutipan-kutipan kata bijak ulama NU.

“Selamat Hari Lahir @nu_online ke-89. Mari wujudkan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan, demokratis dan mandiri. #Harlah89NU,” kicau @Kemenag_RI, akun resmi Kementerian Agama RI.

Shautus Salam

Ada pula? nitizen yang memuji NU, seperti yang dikicaukan @seblat. Ia mengaku tak pernah gabung dengan organisasi NU, tetapi tetap merasa NU. Selain faktor keturunan juga kenyamanan. “Dan yg asik, NU itu nggak ke arab2an, pdhl pd jago bahasa arab. Harlah ya bukan Milad #harlah89NU.”

Shautus Salam

Sejumlah doa dan kritik juga muncul dari para nitizen. Mereka berharap NU memberi perhatian lebih pada masyarakat di akar rumput, dan tak terlalu masuk ke dalam politik praktis.

“Anggota NU terbanyak dari masyarakat pinggir. Smg di #Harlah89NU ini mnjd momentum merawat basis terbawah. Ajak bicara mereka,” kicau @WahidRI.

Peringatan harlah ke-89 NU hari ini diperingati di halaman kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Wakil Presiden RI H Muhammad Jusuf Kalla dijadwalkan hadir pada puncak acara yang berlanngsung pukul 19.30 WIB malam nanti. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nasional, Nahdlatul, Internasional Shautus Salam

Minggu, 03 Desember 2017

Masjid Jabalur Rahman Tetap Kokoh di Situ Gintung

Tangerang, Shautus Salam. Masjid Jabalur Rahman yang berada sekitar 50 meter dari tanggul Situ Gintung yang jebol, tetap berdiri kokoh meski sebagian besar bangunan di sekitarnya rusak berat diterjang air bah dari danau itu Jumat kemarin. Nyaris tidak ada kerusakan pada masjid bercat putih yang tingginya sekira 10 meter tersebut.

Sementara berbagai bangunan di sekitarnya rusak berat, bahkan ada yang luluh lantak dan tengah dibersihkan oleh tim SAR gabungan. "Saya tak tahu, mungkin ini mukjizat," kata seorang warga, Ade (26).

Masjid Jabalur Rahman Tetap Kokoh di Situ Gintung (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Jabalur Rahman Tetap Kokoh di Situ Gintung (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Jabalur Rahman Tetap Kokoh di Situ Gintung

Ade yang datang dari daerah Ciledug, Tangerang, itu juga tidak habis pikir mengapa masjid tersebut tidak mengalami kerusakan seperti berbagai bangunan rumah di sampingnya.

Shautus Salam

Menurut warga lainnya, Maji (50), masjid itu baru dibangun sekitar setengah tahun silam. Fenomena masjid yang masih tegak berdiri itu mengingatkan dirinya kepada kejadian yang serupa pada saat tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004.

Sementara itu, Karti (45) mengatakan, tanggul jebol pada Jumat (27/3) dini hari hampir bersamaan dengan dilantunkannya azan Subuh.

Shautus Salam

"Setelah mengetahui tanggul jebol, orang-orang baik yang di rumah maupun dalam masjid langsung berlarian ke atas," kata wanita yang tinggal tepat di seberang Masjid Jabalur Rahman itu.

Ia juga memaparkan, korban yang meninggal dari warga yang tinggal di sekitar masjid tersebut hanya satu orang.

Masjid Jabalur Rahman yang terletak di dekat Jalan Kampung Gunung itu sendiri kini kerap menjadi "buah bibir" bagi warga yang berkunjung ke lokasi bencana.

Sedangkan di sekitar masjid yang dipenuhi ribuan warga itu juga tampak petugas Tim SAR gabungan yang sedang membersihkan puing-puing dari berbagai bangunan di sekitarnya. (ant/mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Syariah, Lomba Shautus Salam

Jumat, 01 Desember 2017

Amar Makruf Nahi Munkar ala Polisi

Jepara, Shautus Salam. Aparat kepolisian juga mempunyai tugas untuk beramar makruf nahi munkar. Hal itu dikemukakan Kasatlantas Polres Jepara, AKP Andhika Wiratama, saat mengisi materi Sosialisasi Keselamatan Berkendara di SMK Az Zahra Mlonggo Jepara, Senin (23/1) pagi. 

Amar makruf nahi munkar yang dilakukan aparat polisi kata dia, berkaitan dengan tertib lalu lintas. “Misalnya penilangan, pencegahan kecelakan dan penegakan berlalu lintas,” kata Andhika didampingi Briptu M. Lukmanul Khakim anggota Satlantas Polres Jepara serta Aiptu Antonius anggota Babinkamtibmas Polsek Mlonggo Jepara. 

Amar Makruf Nahi Munkar ala Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Amar Makruf Nahi Munkar ala Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Amar Makruf Nahi Munkar ala Polisi

Perintah kebaikan dan mencegah kemunkaran yang dilakukan pihaknya adalah sudah sesuai dengan UU. “Sehingga kami harus melaksanakannya. Jika kita membiarkan justru kami salah,” tegasnya kepada ratusan santri SMK Az Zahra. 

Ia berpesan sebagai pemuda harus memikirkan masa depan. “Dengan orang tua harus berbakti bukan malah membebani,” pesannya. 

Shautus Salam

Aturan yang dibuat oleh pemerintah tujuannya untuk ditaati. Kembali ke amar makruf, ia menyitir sebuah hadits yang berisi ketika melihat kemunkaran maka diingatkan dengan lisan, perbuatan dan selemah-lemahnya iman ialah dengan rasa keprihatinan. 

“Jika kalian berangkat sekolah naik motor tidak pakai helm kami ingatkan, itu kan bagian dari amar makruf,” tegasnya. 

Shautus Salam

Andhika menambahkan berbuat baik memang banyak ujiannya. Misalnya, menjadi pelajar yang tertib lalu lintas malah dicemooh oleh teman yang lain. Padahal jika dikemudian hari mengalami kecalakaan itu adalah akibat dari tidak tertib. 

“Dengan tertib lalu lintas yang lain juga akan ikut tertib,” lanjutnya. 

Dengan tertib dalam segala hal, ia meyakini akan menuai sukses di masa yang akan datang. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Internasional Shautus Salam

Rabu, 29 November 2017

PBNU Sertakan Delegasinya Pada Pelatihan ITEC 2015 di India

New Dhelhi, Shautus Salam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengirimkan empat orang utusannya pada program Indian Technical and Economic Corporation (ITEC) di CMC Academy di Janakpuri, sisi selatan New Delhi. Keempat delegasi ini akan mengikuti pelatihan komunikasi, bisnis, dan pengembangan keterampilan lainnya per 23 Februari hingga 17 April mendatang.

PBNU Sertakan Delegasinya Pada Pelatihan ITEC 2015 di India (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sertakan Delegasinya Pada Pelatihan ITEC 2015 di India (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sertakan Delegasinya Pada Pelatihan ITEC 2015 di India

Salah satu utusan PBNU Ahmad Fanani menyatakan bahwa dirinya senang bisa bergabung pada pelatihan yang diikuti 25 peserta dari 22 negara.

“Saya bisa menimba ilmu pengetahuan dan wawasan  tentang banyak hal di sini mulai kebudayaan India, dan beberapa negara dari belahan dunia lain,” kata Fanani dari Departemen Keuangan PBNU di Janakpuri, Selasa (3/3).

Shautus Salam

Setiap pekan, peserta mengikuti pelatihan pada hari Senin hingga Jumat. Pada bulan pertama ini, delegasi PBNU juga berkesempatan silaturahmi dengan kedutaan Indonesia untuk India. Pada pertemuan itu Dubes Indonesia  untuk India Rizali Wilman Inderakesuma  menyambut baik tamu dari PBNU.

Shautus Salam

“Program ini bagus dan diharapkan terus membina komunikasi. Dengan program ini, terjadi pembauran antarwarga dunia. Saya hanya berharap bisa menjaga kerukunan antara kita. Kepada siapa lagi kalau tidak antara kita sendiri,” kata Rizal yang sudah tiga tahun dubes RI.

Pada kesempatan ini salah satu peserta PBNU berkesempatan menjadi imam dan khotib sholat Jum`at di masjid KBRI untuk India.

Program ITEC ini diselenggarakan Kemenlu India sejak 1964. Peserta tahun ini berasal dari antara lain Belarus, Lithuania, Bulgaria, Polandia, Laos, Afghanistan, Indonesia, dan Vietnam. (Muhammad Najib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pendidikan, Internasional, Budaya Shautus Salam

Sabtu, 25 November 2017

Warga NU Tangerang Bubarkan Muktamar Khilafah

Tangerang, Shautus Salam - Warga, santri, dan mahasiswa NU di Tangerang menggelar orasi bela negara dan NKRI dari bahaya ideologi khilafah. Mereka menggelar aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap Kongres Khilafah oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang mengusung ideologi negara Islam, Ahad (24/4).

KH Arif Hidayat menjelaskan bahwa HTI secara ideologi sudah jelas makar terhadap bangsa dan negara. Mereka mencoba membangun negara di atas negara. Sebab itu kami dari warga NU, kepolisian, dan Kesbangpol termasuk santri dan mahasiswa berkewajiban untuk menjaga kehormatan negara yang dilecehkan HTI. Atas dasar itu, kita ingin Kongres Khilafah dibubarkan.

Warga NU Tangerang Bubarkan Muktamar Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Tangerang Bubarkan Muktamar Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Tangerang Bubarkan Muktamar Khilafah

Pihak HTI melakukan kegiatan tanpa izin. Kelompok HTI sudah membohongi rumah makan yang menjadi tempat kongres berlangsung.

Shautus Salam

Rais Syuriyah NU Tangerang KH Abdul Muthi yang biasa dipanggil Abi Utin meminta umat Islam untuk tidak mengikuti kegiatan HTI. Haram hukumnya sebagaimana yang sudah difatwakan oleh Abuya Muhtadi.

Menurutnya, umat tidak bolah tertipu dengan label syariah. Indonesia saat ini sudah syariah dan? sudah islami. Indonesia dengan Pancasila sudah final.

Shautus Salam

"Seperti ini, setelah HTI mendapat penolakan kegiatan acara di rumah makan di Cimone, mereka berbondong-bondong pindah ke Masjid Ar-Royyan Malabar. Di sana pun kita minta dihentikan," kata Abi Utin.

Ia menyayangkan banyak ustadz tidak tahu bagaimana HTI. Mereka akhirnya ikut saja kegiatan tersebut. Setelah kami berita tahu bahwa ideologi HTI adalah makar terhadap negara mereka menolak. DKM Masjid Ar-Royyan pun menolak serta melarang kegiatan HTI selanjutnya.

"Kami meminta negara hadir atas masalah ini. Kesbangpol proaktif, dan juga kepolisian RI. Kami setia dengan negara, maka darah dan nyawa pun akan kami berikan untuk negara. Ormas model seperti HTI tidak perlu diberikan izin apapun, karena jelas-jelas sudah menghina martabat bangsa dan negara. Mereka sudah menghina leluhur pendiri bangsa ini. Itu berarti itu sama dengan menghina kami warga NU. Sebab, bangsa ini berdiri tegak ada darah syuhada santri dan ulama yang berkorban," tegas Abi Utin.

Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Tangerang H Muhamad Qustulani menambahkan, kami dari kampus bersama pengurus NU akan mengevaluasi hal ini agar masjid dan generasi muda tidak tertipu dengan label HTI sejenisnya yang mengusung syariah dan khilafah.

"Dari kampus akan gencarkan lagi sosialisasi Aswaja NU ke siswa-siswi. Insya allah akan ditingkatkan. Dari NU sendiri akan mengawal masjid-masjid untuk tidak kemasukan ideologi makar. Kita akan siapkan programnya nanti,” kata Qustulani.

Hadir pada kegiatan ini Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirul Huda dan pengurus NU dari banom dan lembaga NU Kota Tangerang. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Tegal Shautus Salam

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara

Lampung Tengah, Shautus Salam - Katib Syuriyah PBNU KH Lukman Harits Dimyati menyampaikan, santri-santri NU selain menguasai kitab kuning dan hidup bermasyarakat harus memahami pilar-pilar negara. Salah satunya adalah mamahami Pancasila. Bagi NU, Pancasila sudah final dan sudah sesuai dengan syariat Islam.

Demikian disampaikan Kiai Harits di hadapan seribu warga dalam rangka khataman kitab Al-‘Imrithi Haflah Akhirussanah di halaman kompleks Pesantren Baitul Mustaqim Sidomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah asuhan Ketua Idaroh Syu’biyyah Jatman Lampung Tengah KH Muhtar Ghozali, Ahad (14/5).

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara

“Warga Nahdlatul Ulama di Provinsi Lampung umumnya dan khususnya di Kabupaten Lampung Tengah harus hati-hati dengan adanya upaya gerakan-gerakan, kelompok Islam radikal yang merongrong Pancasila. Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945 adalah harga mati. Yang Tidak sepaham dengan Pancasila. Silakan pergi dari Indonesia,” kata Kiai Harits yang juga Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok Pesantrenku Keren ini.

Shautus Salam

“Gerakan merongrong Pancasila jangan-jangan juga menjalar ke para pegawai negeri sipil di Lampung Tengah. Pak Wakil Bupati Lampung Tengah mohon disisir para ASN (aparatur sipil negara) di kabupaten ini. Mereka anti-Pancasila, pemerintah adalah thoghut tapi setiap bulan menerima gaji negara. Pemkab Lampung Tengah harus tanggap dengan kondisi ini,” tegas Katib Suriyah PBNU ini.

Shautus Salam

Tampak hadir pada haflah ini Rais Syuriyah PCNU Lampung Tengah KH Nur Daim, Sekretaris Jatman Lampung Tengah KH Nur Salim, Wakil Ketua PCNU Lampung Tengah KH Slamet Anwar, Sekretaris Fatayat NU Lampung Nurhayati, Wakil Bupati Lampung Tengah H Lukman Djoyosumarto, Dosen IAIM NU Kota Metro Lampung Aminan, Kabag Perekonomian Lampung Tengah Ahmad Jailani, Kadis Kominfo Lampung Tengah H Sarjito, anggota DPRD Lampung H Midi Iswanto, Camat Punggur, para kepala kampung, anggota TNI dan Polri, dan puluhan generasi muda NU lainnya. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ahlussunnah, Internasional, Sholawat Shautus Salam

Rabu, 22 November 2017

Harapan Santri Al-Muayyad di Hari Perdamaian

Solo, Shautus Salam. Para santri Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta menggelar aksi damai pada Hari Perdamaian Internasional di tiga tempat, Ahad (21/9). Mereka membubuhkan tanda tangan dan menuliskan harapan perdamaian dunia di sebuah spanduk besar.

Kepada Shautus Salam, Noor Ridho salah satu pengurus pondok menuturkan acara serupa juga diselenggarakan beberapa pesantren di daerah lain. Dengan mengusung “Peace 360:Peace Leader in Action”, melakukan aksi yang sama.

Harapan Santri Al-Muayyad di Hari Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Santri Al-Muayyad di Hari Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Santri Al-Muayyad di Hari Perdamaian

“Kita berharap dari acara ini, masyarakat lebih memahami makna perdamaian,” ujar Ridho.

Shautus Salam

Menurut pengajar SMP Al-Muayyad itu, perdamaian tidak hanya sebatas aman dari perang, tapi juga bagaimana membangun perdamaian dalam konteks antarumat beragama dan sebagainya.

Faqih, seorang siswa kelas XI SMA Al-Muayyad menuliskan harapannya akan perdamaian. “Hari ini, hari esok, hari nanti, damai sepanjang hari,” kata Faqih mengutip salah satu lsyair pada sebuah lagu. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Internasional, Nahdlatul, Sejarah Shautus Salam

Kamis, 16 November 2017

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Klaten,Shautus Salam. Ribuan jamaah menghadiri peringatan haul ke-60 KH Muhammad Manshur di kompleks Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari, Klaten, Jawa Tengah.

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Salah satu panitia acara, Darmadji, Senin (22/12), menjelaskan haul diadakan bersamaan dengan putaran pertama kegiatan bersholawat 12 malam Jamaah Muji Rosul (Jamuro) Surakarta.

Acara diawali dengan pembacaan khatmil Qur’an dan tahlil yang dipimpin Mbah Kiai Djablawi dan KH Nasrun. Kemudian dilanjutkan pembacaan maulid kitab al-Barzanji, karya Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Sebagai penutup, mauidlah hasanah oleh Habib Umar Muthahar dari Semarang.

Shautus Salam

Dalam ceramahnya, Habib Umar menerangkan tentang generasi salafi yang sebenarnya. “Salafi itu generasi yang hidup setelah tabi’it tabi’in seperti Imam Syafi’i dan lainnya,” katanya.

Shautus Salam

Menurut dia, mereka itu juga melakukan maulidan, tahlilan. “Lha, zaman sekarang ada orang yang mengaku sebagai kaum salafi, tapi tidak mau mengikuti amalan ulama salaf. Lalu, mereka itu salaf ikut siapa?” tanya Habib Umar.

Habib Umar juga mengajak kepada para jemaah untuk bersama ikut mencintai Nabi Muhammad SAW.

Turut hadir dalam acara tersebut KH A Djablawi, KH Nasrun Minallah dan sejumlah pengurus NU Klaten. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Ribuan Jemaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Pertandingan, Warta Shautus Salam

Minggu, 12 November 2017

Agresi Militer Belanda I dan Upaya Penghancuran Basis Kaum Santri

Oleh Rijal Mumazziq Z

70 tahun silam, berdasarkan hitungan masehi, 25 Juli 1947 (7 Ramadan 1366 H), KH Muhammad Hasyim Asyari wafat. Penyebabnya, antara lain, serangan jantung yang bermula dari rasa shock bercampur sedih mendengar kabar jatuhnya Kota Malang ke tangan Belanda. Di film Sang Kiai (2013), detik-detik wafatnya Kiai Hasyim digambarkan dengan cukup detail.

Kota Malang, yang merupakan benteng terakhir sekaligus basis terkuat milisi Hizbullah dan Sabilillah, pada akhirnya jatuh di hari kelima agresi militer Belanda I. Milisi santri mempertahankan kota ini mati-matian. Banyak syuhada gugur dalam pertempuran di berbagai titik kota ini. Sehingga, di kemudian hari, didirikan Masjid Sabilillah untuk mengenang jasa milisi yang beranggotakan para kiai ini.

Pakde saya, Pak Matrai, saat itu anggota Hizbullah, ikut bertempur di front Malang ini, pada akhirnya mundur ke selatan, kemudian bergerilya di selatan timur, lalu memutar melalui Lumajang hingga tiba di Jember. (Beliau pernah cerita kalau kawan-kawannya banyak yang gugur diberondong pesawat sesaat setelah merebut satu pos milik Belanda).

Agresi Militer Belanda I dan Upaya Penghancuran Basis Kaum Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Agresi Militer Belanda I dan Upaya Penghancuran Basis Kaum Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Agresi Militer Belanda I dan Upaya Penghancuran Basis Kaum Santri

Dengan melancarkan aksi militer bersandi "Operatie Product" ini, Belanda dengan seenaknya melanggar Perjanjian Linggarjati. Aksi ini melibatkan beberapa kesatuan militer elit yang brutal seperti Korps Speciale Troepen (KST)--Kopassusnya Belanda-- yang ditugaskan menggasak wilayah Sumatera Timur, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tujuan taktis, menguasai kantong-kantong sumber daya alam seperti perkebunan, industri strategis seperti pabrik gula, dan area logistik yang melimpah.

Secara strategis, operasi militer ini sengaja dijalankan pada bulan Ramadan 1366 H, saat umat Islam beribadah. Lebih fokus lagi, yang ingin dihancurkan oleh Belanda bukan pemerintahan RI (sebagaimana yang terjadi dalam Agresi Militer Belanda II di Yogyakarta, Desember 1948), melainkan basis kekuatan milisi-milisi lokal. Khususnya Hizbullah dan Sabilillah, sebab Jawa Timur adalah basis utama dua kekuatan ini.

Shautus Salam

Tengara lain, sungguhpun secara resmi operasi miter ini dijalankan sejak 21 Juli hingga 5 Agustus 1947, namun pergerakan pasukan Belanda semakin kurang ajar setelah tanggal operasi berakhir, bahkan hingga awal tahun 1948.

Apabila dilihat di peta pergerakan pasukan Belanda, mereka sengaja bergerak di pedesaan, di basis rural kaum santri. Dan, faktanya banyak pondok pesantren yang dibakar pada agresi militer ini dan para kiai juga banyak yang gugur pada detik-detik ini. Misalnya, KH Abdullah Sajjad Assyarqawy, pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, yang gugur bersama pasukannya pada 3 Desember 1947 (20 Muharram 1367 H). Di Situbondo, pasukan Belanda menyerbu PP Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, asuhan KH Syamsul Arifin. Putranya yang kemudian menjadi pahlawan nasional, KH Asad Syamsul Arifin, memilih bergerilya di kawasan Tapal Kuda.

Di Jember, ada beberapa pesantren yang "diperiksa" Belanda. Yang paling dekat dengan rumah saya, PP Mabda-ul Maarif menjadi target kedua setelah PP Assunniyyah Kencong menjadi target sebelumnya. Menyisir ke arah barat, Lumajang, Belanda kemudian disergap oleh sepasukan TNI yang dipimpin seorang ulama, Kapten Kiai Ilyas. Nama terakhir gugur dan namanya diabadikan sebagai nama salah satu jalan di kota Lumajang.

Pengasuh Ponpes Sidogiri, KH Abdul Djalil, juga menjadi syahid setelah diberondong pasukan Belanda saat menunaikan shalat subuh. Di fase 1947-1948, silakan dicek, banyak pesantren yang menjadi korban kebiadaban Belanda (lebih kurang ajar lagi, PKI dan FDR menusuk dari belakang pada September 1948). Nestapa akibat Agresi Militer I dan II dipotret dari perspektif santri oleh KH Saifuddin Zuhri dalam dua memoarnya, Guruku Orang-Orang Pesantren (LKiS: 2001) dan Berangkat dari Pesantren (LKiS: 2012). Di buku ini akan kita jumpai bagaimana para ulama, antara lain KH Abdul Wahid Hasyim, membina jaringan teliksandi di Jawa Timur hingga pedalaman Jawa Tengah; KH. Masjkur dan jaringan Kementerian Agama yang tetap menjalankan amanah Presiden Sukarno untuk melayani masyarakat di tengah keterbatasan infrastuktur; hingga anekdot-anekdot ala santri di tengah kecamuk perang.

Agresi Militer I ini kemudian dilanjutkan Belanda dengan menggelar "Operasi Gagak" pada 18 Desember 1948 yang fokus pada penguasaan ibukota RI di Yogyakarta sekaligus menangkap para pemimpin RI. Sebuah upaya menghabisi republik yang masih terengah-engah akibat ulah PKI-FDR di Madiun, September 1948. Setahun kemudian, keruwetan bertambah lagi saat 7 Agustus 1949, SM Kartosuwiryo mendeklarasikan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia.

Shautus Salam

Penulis adalah dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Ahlussunnah, Sholawat Shautus Salam

Fenomena Copy Paste dan Bagikan Berita Hoax Sudah Memprihatinkan

Pringsewu, Shautus Salam. Dengan semakin canggihnya perkembangan teknologi saat ini khususnya internet dengan dukungan peralatan canggih seperti Komputer dan gadget berimplikasi kepada semakin mudahnya fenomena membagikan dan meng-copy paste artikel atau berita palsu (hoax).

"Copy paste pada dasarnya boleh. Jika yang kita copy pasti berisi sebuah kebenaran. Tapi kalau yang kita copy paste sesuatu yang belum jelas kebenaranya bahkan sesuatu hal yang salah maka kita juga sudah melakukan kesalahan," demikian dikatakan Ketua Bahtsul Masail PWNU Lampung KH Munawir.

Fenomena Copy Paste dan Bagikan Berita Hoax Sudah Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fenomena Copy Paste dan Bagikan Berita Hoax Sudah Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fenomena Copy Paste dan Bagikan Berita Hoax Sudah Memprihatinkan

Untuk itu Gus Nawir sapaan akrabnya, menyarankan agar sebelum membagikan berita atau apapun di media sosial untuk mencermatinya terlebih dahulu. Ia juga mengingatkan agar mempertimbangkan efek yang dapat terjadi dari tulisan yang kita bagi dan sebarkan.

Terlebih mengenai permasalahan yang terkait dengan Agama, kiai muda yang juga Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini menekankan prinsip kehati-hatian. "Berhati hati ketika kita copas pada group media sosial tentang masalah khilafiyah atau dari sumber islam aliran keras. Ini akan bisa menyebabkan silang pendapat dan terkadang perpecahan," katanya.

Shautus Salam

Sementara jika yang di-copy merupakan ayat Al-Qur’an, hadits atau qoul ulama haruslah diteliti terlebih dahulu pada sumber yang asli atau kitab induknya, apakah ada kalimat yang hilang atau tidak. "Jika ada kalimat yang hilang pada sumber beritanya maka akan berakibat pada sebuah pemahaman yang salah," katanya.

Yang juga penting menurutnya adalah mengetahui dan mempelajari siapa yang menulis berita serta menelaah motif apa yang dibawanya. "Saat ini kondisi yang sudah sangat memprihatinkan karena semua orang dari semua kalangan bisa menulis dan membagi konten media sosial yang terkadang tidak memperhatikan kebenaran dari yang ditulisnya," ujarnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional Shautus Salam

Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock