Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila

Jakarta, Shautus Salam

Mantan ketua Dewan Pers Indonesia Bagir Manan menyerukan kepada pihak-pihak yang mengklaim dirinya sebagai media Islam untuk tidak melupakan lingkungan sekitarnya. Selain mematuhi aturan yang ada, mereka dituntut untuk memperhatikan negara tempat mereka hidup.

Bagir mengingatkan wacana yang digulirkan pun hendaknya tak mengarah pada isu pengubahan sistem negara Indonesia.

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila

“Tolong jaga, jangan sampai orang mengonfrontasikan Islam dengan Pancasila,” katanya dalam forum Workshop Penyusunan Standar Literasi Media Islam Online, Jumat (21/4) di Hotel Lumire, Jakarta Pusat.

Shautus Salam

Ia sadar bahwa selama ini radikalisme dan berita palsu atau hoax kerap dialamatkan kepada media-media Islam. Citra ini, menurutnya, masih bisa direduksi pelan-pelan dengan cara memperbaiki kualitas media Islam.

“Hendaknya pers Islam menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu, baik mutu intelektual, mutu ekonomi, mutu sosial dan tentu saja mutu keagamaan kita. Jadi jika agama dikatakan rahmatan lil alamin, (jargon itu) betul-betul riil,” paparnya.

Shautus Salam

Menurut Bagir, pers lebih dari sekadar penyampai informasi. Pers juga memiliki fungsi pendidikan, pembentuk atau pengarah opini publik.

Mantan ketua Dewan Pers Indonesia selama dua periode ini juga mengingatkan kepada media-media Islam bila memang benar-benar dimaksudkan sebagai lembaga pers untuk memenuhi standar profesionalisme.

“Standar-standar pers yang baku harus kita perhatikan, cek dan ricek, cover both side, dan sebagainya,” tutur Ketua Mahkamah Agung RI periode 2001-2008 ini.

Terkait media daring yang menjamur sekarang ini, ia berpendapat ada penurunan kualitas khususnya berkenaan dengan tingkat akurasi. Mungkin karena memprioritaskan kecepatan tayang, media online sering tak mengindahkan tingkat validitas isi berita. Kelemahan lain juga ada pada manajemen yang cenderung tidak bagus.

“Tanggung jawab juga bisa rendah. Padahal, satu kali berita muncul, seseorang bisa sudah jadi korban atau diuntungkan,” jelasnya.

Lokakarya ini digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia dan diikuti sejumlah perwakilan media-media Islam, baik elektronik, cetak, maupun daring. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Hadits, Sejarah Shautus Salam

Minggu, 11 Februari 2018

PBNU Larang Nahdliyin Ikut Aksi 313

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj melarang keras Nahdliyin (warga NU) untuk ikut demo atau aksi yang rencananya digelar atas prakarsa Forum Umat Islam (FUI) pada Jumat, (31/3) di sekeliling Monumen Nasional (Monas) Jakarta.

“Gak usah berdemo. Buang-buang energi, waktu, uang saja,” kata Kiai Said di Lantai 3 Gedung PBNU Jakarta, Rabu (29/3).

PBNU Larang Nahdliyin Ikut Aksi 313 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Larang Nahdliyin Ikut Aksi 313 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Larang Nahdliyin Ikut Aksi 313

Lebih jauh, Kiai Said yang juga menjadi Ketua Lembaga Persahabatan Organisasi Masyarakat Islam (LPOI) tidak mengizinkan warga ormas-ormas tersebut turun pada dalam demo tersebut.?

“Saya adalah Ketua Lembaga Persahabatan Organisasi Masyarakat Islam. Ada 12 ormas (yang tergabung). Ada Al Irsyad, PITI, Mathlaul Anwar, dan lain-lainnya. Warga ormas itu saya larang untuk ikut demo (313),” tegas Doktor lulusan Ummul Qurro University Mekkah itu.

Bahkan ia mempertanyakan status FUI sebagai forum yang mengatasnamakan umat Islam. “FUI itu apa? Ormas apa? Umat Islam yang mana? LPOI tidak berada di bawah FUI. Apalagi NU,” ujar Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.

Shautus Salam

Meski demikian, Kiai Said mempersilahkan orang yang mau demo. Namun ia menyayangkan kalau demo itu digelar dengan mengatasnamakan agama.?

Shautus Salam

“Yang saya sayangkan adalah (demo dengan) mengatasnamakan agama demi mengalahkan pasangan calon dan menaikkan calon yang didukung,” urai Kiai asal Kempek, Cirebon ini. ? ?

Terakhir, ia mengimbau kepada seluruh umat Islam Indonesia, khusunya Nahdliyin, untuk senantiasa menampilkan wajah Islam yang damai dan sejuk. Serta menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia adalah negara yang beradab, beretika, dan tunduk di bawah hukum.

“Platform negara Madinah (yang dibangun Nabi Muhammad) adalah semua sama di mata hukum,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Demo 313 dikomandoi oleh Forum Umat Islam (FUI). Tujuan dari demo itu adalah meminta Presiden Joko Widodo untuk menon-aktifkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama karena ia didakwa telah menistakan agama Islam. ? ?

Rencananya, Aksi 313 ini akan dimulai dengan Shalat Jumat di Masjid Istiqlal. Kemudian peserta aksi akan berjalan menuju Istana Negara untuk menyampaikan tuntutannya kepada Presiden Joko Widodo. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sejarah Shautus Salam

Kamis, 01 Februari 2018

Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng

Sragen, Shautus Salam. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) kecamatan Tanon kabupaten Sragen, saat ini memiliki anggota sebanyak 15.000 orang bahkan lebih. Jumlah ini berdasar data pada jumlah anggota yang memiliki Kartanu (Kartu Anggota NU). Mereka sangat aktif melakukan pelbagai macam gerakan sosial dan keagamaan.

“Kegiatan banom dan ranting di sini, alhamdulillah juga hidup semua. Ada baksos, tiap tahun baru Hijriyah ada kegiatan khitanan dan nikah massal serta santunan,” terang Ketua MWCNU Tanon Sudarmanto kepada Shautus Salam, Kamis (25/6).

Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng

Atas semua capaian dan prestasi itu, NU Tanon diganjar dengan mendapat penghargaan masuk dalam 10 besar pada lomba MWCNU terbaik seprovinsi Jateng.

Shautus Salam

MWCNU Tanon yang dipimpin Rais Syuriyah KH Mukhlis Mubarok ini, bahkan berhasil menempati urutan lima besar, dengan perolehan nilai 75.

Shautus Salam

Meski demikian, Sudarmanto mengatakan masih banyak capaian yang ingin diraih dari para pengurus.

“Kami ingin mendirikan BMT atau dengan membuat semacam grosir yang dapat menyediakan kebutuhan pokok warga NU. Bahkan, kalau memungkinkan mendirikan mini market,” ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut Sudarmanto, diharapkan NU di wilayah Tanon dapat lebih berpartisipasi dalam menghidupkan perekonomian umat. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sejarah Shautus Salam

Rabu, 17 Januari 2018

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang

Jakarta, Shautus Salam. Pemerintah Jepang melalui kedutaan besarnya kembali menggelar pertukaran pelajar dalam Program Jenesys 2017. Program serupa sebelumnya dilakukan tahun 2016 lalu.

Para pelajar dan pemuda NU kembali mendapatkan kesempatan program yang bertujuan memperkuat kebudayaan masing-masing negara selain hubungan diplomatik di bidang pendidikan.

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faishal Zaini melapas perwakilan atau delegasi NU untuk mengikuti program tersebut. Helmy berharap, anal-anak muda NU dapat mengambil banyak ilmu dan pengalaman selama sepekan di Jepang.

“Saya berharap delegasi yang berangkat mendapatkan banyak ilmu dan belajar dari cara Jepang memajukan negara, baik dari sisi kedisiplinan, perkembangan teknologi, dan transportasi umum di sana,” ujar Helmy, Senin (2/10) saat melepas delegasi NU di Gedung PBNU Jakarta.

Helmy menjelaskan, program pertukaran ini sebetulnya sudah dirintis ketika dirinya aktif sebagai pelajar NU tahun 1997 silam. Setelah itu program ini belum berlanjut lagi untuk perwakilan pelajar dan anak muda NU.

Shautus Salam

“Sebagai calon para pemimpin, anak-anak muda NU harus mempunyai wawasan yang luas, baik nasional maupun internasional. Program ini sangat baik sebagai langkah meningkatkan kapasitas diri dari people to people dengan negara lain,” jelas pria kelahiran Cirebon ini.

Di antara pihak-pihak yang mengikuti program Jenesys 2017 ini yaitu dari unsur IPNU dan IPPNU, pesantren, dan para dai muda. Rombongan delegasi NU dipimpin oleh Ustadz Bukhori Muslim, salah satu pengurus di LDNU.

Dalam sepekan menjalani program tersebut, para delegasi NU akan mengunjungi tiga kota di Jepang salah satunya Tokyo. Mereka mulai berangkat pada Senin (2/10) hingga pada akhir kegiatan pada Selasa (10/10). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Meme Islam, Sejarah, Kajian Sunnah Shautus Salam

Senin, 15 Januari 2018

KH Masdar Farid Punya Definisi Sendiri Mengenai Jama’ah

Jakarta, Shautus Salam. Kalangan pesantren atau warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) umumnya sepakat begitu saja dengan pembedaan antara jamaah dan jamiyyah. Jamaah disamakan dengan istilah paguyuban, sementara jamiyah disejajarkan dengan patembayan atau organisasi.

Dalam konteks NU, menurut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Masudi, pembedaan antara jamaah dan jamiyyah itu malah memunculkan segudang persoalan.

KH Masdar Farid Punya Definisi Sendiri Mengenai Jama’ah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masdar Farid Punya Definisi Sendiri Mengenai Jama’ah (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masdar Farid Punya Definisi Sendiri Mengenai Jama’ah

Masdar Farid menyampaikan hal itu pada saat memberikan taushiyah kepada ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Pengajian Ahlussunnah wal Jamaah, yang dimotori oleh Pengurus Pusat Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa (PPKB), di Jakarta, Selasa (22/4).

Shautus Salam

Jamaah sering diartikan sebagai perkumpulan biasa yang hanya diikat secara tidak ketat oleh kultur yang berlaku di masyarakat setempat. Mereka hanya direkatkan dengan amalan atau kebiasaan yang sama.

Shautus Salam

Sementara jamiyah adalah sebuah organisasi, dimana orang-orang yang berkumpul disatukan oleh visi dan misi yang sama dan diatur oleh tata aturan organisasi yang ketat dan tertata rapi.

Menurut Masdar Farid, pembedaan antara jama’ah dan jam’iyyah di dalam NU menyebabkan banyak warga Nahdliyyin merasa tidak terikat secara organisatoris dengan aturan-aturan dalam organisasi NU, juga kegiatan atau agenda-agendanya.

Maka pembedaan itu harus dihilangkan. Kiai yang sempat memunculkan opsi mengenai pengabungan antara zakat dan pajak di Indonesia itu mengatakan bahwa terma jama’ah yang sering disebut dalam berbagai literatur Islam justru dimaksudkan sebagai organisasi.

”Ada qoul yang menyatakan bahwa Allah bersama dengan kelompok yang berjama’ah, maka yang dimaksud dengan jama’ah di sini adalah organisasi,” katanya.

Dikatakannya, ibadah shalat yang dilakukan kaum muslimin bisa bernilai 27 derajat apabila dilakukan secara berjamaah, atau berorganisasi.

”Syarat shalat berjama’ah harus ada imam, mamum dan harus ada aturan main yang harus ditaati, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Demikian juga dalam berorganisasi,” katanya.

“Kelompok Muslim baru dikatakan sebagai umat terbaik atau Ahlussunnah wal Jama’ah hanya ketika mereka berorganisasi, berjama’ah. Ingat bahwa di situ ada kata wal jama’ah,” tambahnya.

Kelompok Muslim yang monoritas di dunia seperti Syi’ah, Ihwanul Muslimin bisa sangat kuat dan solid karena direkatkan oleh tata organisasi yang bagus. Sementara kelompok Muslim yang mayoritas yakni Ahlussunnah wal Jama’ah atau Sunni justru tidak bisa berbuat banyak karena tidak diorganisir dengan dengan baik.

Menurut Masdar, satu-satunya kelompok Ahlussunnah wal Jamaah di dunia yang terorganiasir adalah Nahdlatul Ulama (NU) yang berpusat di Indonesia, meski harus diakui bahwa sistem keorganisasian dalam NU berlum terlalu baik.

Sementara itu banyak yang menganggap bahwa berorganisasi adalah cara-cara yang primordial atau kampungan. Menurut Masdar, mereka yang solid dalam berbagai agama adalah anggota salah satu organisasi.

“Jadi anggapan bahwa berorganisasi itu primordial sama sekali tidak beralasan. Dengan berjamaah justru umat Islam dapat melakukan gerakan bersama untuk mencapai tujuan bersama,” katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sejarah, IMNU, Warta Shautus Salam

Rabu, 10 Januari 2018

Abdus Salam (66), Sekali Banser Tetap Banser

Bondowoso, Shautus Salam - Abdus Salam kelahiran Bondowoso pada 12 Januari 1950. Ia salah seorang anggota Barisan Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama yang paling tua di Kabupaten Bondowoso. Ia terhitung paling senior di Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser NU Kabupaten Bondowoso.

Salam mulai aktif sebagai anggota Banser pada 1965. Sampai sekarang ia tetap tercatat sebagai anggota Satkorcab Banser NU Bondowoso. Salam yang sehari-harinya berkerja sebagai petani, berkeluarga pada tahun 1986. Bersama istrinya Ahyati (53) ia tinggal di Kelurahan Sekar Putih Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso.

Abdus Salam (66), Sekali Banser Tetap Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Abdus Salam (66), Sekali Banser Tetap Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Abdus Salam (66), Sekali Banser Tetap Banser

"Saya sejak sekolah Tsanawiyah Al-Khairiyah sudah aktif. Sambil lalu sekolah sudah menjadi anggota Banser zaman dulu. Tetapi waktu dulu asal tidak mengganggu jam sekolah, tidak apa-apa masuk Banser dan waktu itu saya juga anggota laskar sang kiai sebagai anggota kepemudaan," kata Salam saat di wawancarai Shautus Salam di kediamannya, Jumat ( 5/2) malam.

Awalnya Salam aktif sebagai anggota GP Ansor Bondowoso pada 1963. Sementara pada 1965 ia menjadi anggota laskar sang kiai kepemudaan dan mulai masuk menjadi anggota Banser di Bondowoso. Ia ikut berjuang di bawah pimpinan H Fatan.

Shautus Salam

Ia pernah menjadi Ketua RW, Ketua keamanan kampung, Ketua Banser sejak 1975-1985. “Banyak jabatan yang saya pegang waktu itu, tetapi alhamdulillah saya bisa membagi waktunya.”

Shautus Salam

Menjadi Banser waktu dulu, anggota membeli sendiri seragamnya dengan uang pribadi. “Sekarang alhamdulillah sudah diberi dari GP Ansor Bondowoso," ungkapnya.

Setiap ada kegiatan pengamanan atau kegiatan yang lain yang berkaitan untuk umat dan kiai, ia tidak menggunakan kendaraan sendiri. Ia selalu dijemput oleh teman Bansernya. Pasalnya ia tidak memunyai kendaraan.

Semangat dan ketekunannya mengabdi ke NU tidak pernah putus. Kendati tidak digaji dalam menjalankan tugas, ia tetap memegang amanah selama menjadi Banser.

"Saya tidak akan berhenti selama saya masih hidup. Saya akan terus mengabdi untuk NU. Kalau misalnya ‘pensuin’, saya sudah menjadi jenderal,” candanya sambil tertawa.

Ia berharap pejuang Barisan Ansor Serbaguna NU untuk menanamkan rasa ikhlas dan semangat untuk memperjuangkan, mempertahankan NKRI agar terus semangat, berkorban untuk masyarakat NU, bangsa, dan negara.

Abdus Salam masih tampak sehat dan segar meskipun sebagian rambutnya telah memutih. Ia masih aktif dalam kegiatan ke-NU-an beserta banomnya sampai sekarang. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Quote, Sejarah Shautus Salam

Selasa, 09 Januari 2018

Persoalan Lingkungan Hidup, Persoalan Bersama

Bandar Lampung, Shautus Salam. Kerusakan hutan secara umum di wilayah Provinsi Lampung sudah mencapai separuh lebih dari luas hutan yang ada saat ini. Wahana Lingkungan Hidup Lampung (Walhi) pada 2014 merilis jika kerusakan lingkungan di Bandar Lampung semakin masif akibat salah kebijakan. Kepedulian masyarakat dan jurnalis akan lingkungan hidup masih perlu dioptimalkan.

"Berangkat dari hal-hal tersebut, GP Ansor terpanggil untuk berpartisipasi, bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk membicarakan persoalan lingkungan hidup di Lampung melalui Riungan Kebangsaan. Persoalan lingkungan hidup ialah persoalan bersama," ujar Sekretaris PW GP Ansor Lampung Muhyidin Thohir di Bandar Lampung, Ahad (16/8).

Persoalan Lingkungan Hidup, Persoalan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Persoalan Lingkungan Hidup, Persoalan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Persoalan Lingkungan Hidup, Persoalan Bersama

Riungan (kumpulan) Kebangsaan digelar kali ini merupakan energi dan sinergi cinta Gusdurian Lampung, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bandar Lampung, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Hidup, GP Ansor, Justice Peace Integrity of Creation Fransiskanes Santo Georgius Martir (JPIC-FSGM), De Most (Motivasi Sidik Jari) dan Alumni Sanlat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Waykanan 2015.

Shautus Salam

Riungan Kebangsaan digelar di Gedung B Aula Pasca Sarjana, Kampus IBI Darmajaya, Kamis (20/8) mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT AJI ke 21 yang jatuh pada 7 Agustus lalu. Selain itu, donor darah sebagai bagian acara juga dilakukan. Pelajar, masyarakat berminat mendonorkan darahnya untuk membantu mengatasi stok darah di Provinsi Lampung bisa menghubungi Disisi Saidi Fatah, Ketua Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015 di nomor 082377505585.

Tema yang dibahas pada Riungan Kebangsaan ialah "Bagaimana Agama-Agama Memandang Lingkungan Hidup?". Narasumber diskusi dimoderatori Ponita Dewi, Duta Genre atau Generasi Berencana 2013 ialah Putu Soeharta Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bandar Lampung, Fatah Yasin aktivis lingkungan hidup dari GP Ansor Lampung, Supriyadi penyuluh Agama Budha Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung , Sr. Vincentia HK Komisi Kerasulan Awam dari Keuskupan Tanjungkarang, serta pegiat Majelis Semaan Al Quran dan Dzikrul Ghofillin.

Shautus Salam

"Kami berharap diskusi ini minimal melahirkan kesepakatan bersama untuk ada kegiatan kontinu mengingat dampak dari kerusakan lingkungan dan hutan beragam, tidak saja sektor kesehatan, sektor ekonomi masyarakat juga menjadi terganggu jika ekosistem keseimbangan alamnya sebagan sudah tidak berfungsi lagi," ujar Muhyidin lagi.

Untuk diketahui, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Lampung pada 2014 menyatakan 70 persen lebih hutan produksi di Lampung rusak dan sekira 55 persen hutan lindung di Lampung sudah rusak. Adapun pihak Pemerintah Provinsi Lampung menyebutkan jumlah luas hutan di provinsi ini mencapai 30 persen dari luas daratan. Namun, sekitar 53 persen hutan negara yang ada sudah dalam kondisi rusak. (Hamengku Rayyan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sejarah, Nusantara, AlaNu Shautus Salam

Minggu, 07 Januari 2018

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Bandar Lampung, Shautus Salam. LembagaTalif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNU NU) menggelar pelatihan jurnalistik kepada PMII Universitas Lampung (Unila) di gedung PWNU Lampung, Jalan Cut Meutia, Telukbetung Utara (TbU), Sabtu (7/10).

Selain kader PMII Unila, kegiatan itu juga dihadiri oleh kader PMII Darmajaya, PMII Universitas Bandar Lampung, dan lainnya. Pelatihan yang bertajuk Mahad Shohafiyah, Jurnalisme untuk Syiar Islam, diikuti oleh 25 peserta.

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Jurnalis senior Fadilasari mengatakan, pelatihan ini sengaja digelar untuk menciptakan kader-kader PMII yang pandai mengaplikasikan ide dan gagasannya dalam sebuah tulisan.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari program jangka panjang PWNU Lampung untuk menciptakan kader-kader dari keluarga besar Nahdlatul Ulama yang bisa menulis, baik menulis berita, rilis, opini, bahkan menulis buku," kata Fadilasari yang kerap disapa Ila ini dalam sambutannya.

"Kita berharap semua kader lembaga dan badan otonom bisa menulis, paling tidak untuk dirinya sendiri. Dan kebetulan hari ini menjadi kesempatan dari PMII," tambah mantan jurnalis Metro TV ini.

Shautus Salam

Ketua IKA PMII Lampung Noverisman Subing berharap kader PMII dapat menimba ilmu sebaik-baiknya dalam pelatihan ini.

"Siapa tahu nanti berkeinginan menjadi seorang jurnalis. Karena jadi wartawan itu enak, bisa banyak ilmu dan banyak kawan. Saya karena (dulunya) jadi wartawan, bisa jadi wakil bupati dan sekarang menjadi anggota DPRD," kata pria yang karib disapa Nover ini saat memberi sambutan dalam pembukaan pelatihan tersebut.

Sekretaris PWNU Lampung, Aryanto Munawar, bercerita tentang bagaimana kekuatan seorang jurnalis - dengan tulisannya – dapat membuat sebuah perubahan  di dunia.

"Dulu wartawan sangat sedikit dan terbelenggu dengan larangan-larangan. Tapi sekarang, wartawan sangat banyak dan bebas menuangkan isi pikirannya," kata Bang Ary – panggilan akrabnya.

Sayangnya, kata Bang Ary, saat ini tidak semua wartawan  berdiri dalam pondasi yang benar. Bahkan, tak sedikit yang mengorbankan idealismenya dengan materi duniawi. (Safwanto/Kendi Setiawan)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, Sejarah, Pesantren Shautus Salam

Kamis, 21 Desember 2017

Tim Sidak Kemnaker Temukan 7 Calon TKI Ilegal di Jaktim

Jakarta, Shautus Salam

Tim sidak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Satgas TPPO Bareskrim Polri menggerebek tempat penampungan calon TKI Ilegal di Batu Ampar, Jakarta Timur.



“Kami temukan 7 (tujuh) calon TKI yang akan berangkat ke Timur Tengah. Sebagian besar berasal dari Malang, Jawa Timur,” kata Adi Wijaya salah satu Tim Sidak Kemnaker, Rabu (8/11).

Tim Sidak Kemnaker Temukan 7 Calon TKI Ilegal di Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Sidak Kemnaker Temukan 7 Calon TKI Ilegal di Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Sidak Kemnaker Temukan 7 Calon TKI Ilegal di Jaktim

Menurut pengakuannya, penggerebekan ini merupakan tindak lanjut laporan warga sekitar yang melihat aktivitas mencurigakan dari rumah tersebut.

“Rumah Bapak Endaryanto sudah lama diduga menampung calon TKI ilegal dari berbagai wilayah di Indonesia. Sudah beberapa orang diberangkatkannya,” kata AKP Andhika Fitransyah, Kasubtim II Satgas TPPO Bareskrim Polri. 

Pada saat dimintai keterangan, Pak Endaryanto mengaku tidak mengetahui perihal pemberangkatan ke sembilan calon TKI ini. 

Shautus Salam

Namun, Ajis dan Muji disebut sebagai orang yang menitipkan para calon TKI ini di rumah Pak Endaryanto. 

Shautus Salam

“Dalam rumah tersebut juga ditemukan mantan TKI Timur Tengah yang paspornya ditahan pihak yang mensponsori keberangkatannya yang lalu,” kata AKP Andhika.

Kasus ini akan ditindaklanjuti oleh Tim Pengawas Kemnaker dan Satgas TPPO Bareskrim Polri. Untuk sementara, hingga terusutnya kasus ini, ke tujuh calon TKI akan dibawa ke Rumah Persinggahan Trauma Center (RPTC) Panti Sosial TKI binaan Kementerian Sosial. (Red: Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sejarah, Sunnah, Berita Shautus Salam

Rabu, 20 Desember 2017

Meneg PDT Janji Fasilitasi Pendirian Pesantren di Daerah Tertinggal

Jakarta, Shautus Salam. Menteri Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Lukman Edy berjanji akan memfasilitasi pendirian pesantren-pesantren di daerah tertinggal, terutama di kawasan timur Indonesia. Selain membawa misi pengajaran agama, kedekatan kiai dengan masyarakat diharap mampu menjadi pendorong perubahan di berbagai bidang, terutama ekonomi.

Hal tersebut dikatakan Lukman Edy saat memberikan ceramah di hadapan pengasuh kiai dalam acara "Silaturrahmi Kiai Pengasuh Pondok Pesantren dan Rapat Kerja Nasional Assosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia atau Robitoh Ma`ahid Islamiyah (RMI)" di Asrama Haji, Pondok Gede Jakarta, Sabtu (19/5).

Meneg PDT Janji Fasilitasi Pendirian Pesantren di Daerah Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneg PDT Janji Fasilitasi Pendirian Pesantren di Daerah Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneg PDT Janji Fasilitasi Pendirian Pesantren di Daerah Tertinggal

"Terutama untuk pesantren-pesantren besar, ayolah mulai difikirkan pendirian pondok-pondeok pesantren di daerah tertinggl," kata Lukmat Edy bersemangat.

Menurut Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, kementrian yang dipimpinnya tidak mempunyai alokasi dana yang cukup besar dibanding kementerian lainnya, namun mempunyai kewenangan yang cukup besar dalam memberikan masukan-masukan kepada partai-partai lain.

"Alokasi yang diberikan kepada kami tidak lebih dari satu triliun tapi kami punya fungsi untuk konsolidasi lintas menteri dan departemen. Nanti program-program akan kami machingkan dengan program kiai," katanya.

Shautus Salam

Pada kesempatan itu pembicara lain Robert MZ Lawang, Sosiolog Universitas Indonesia, menyarankan agar pesantren mereorientasi peran para santri untuk kegiatan-kegiatan pengentasa kemiskinan. Menurutnya, pesantren-pesantren bisa menfasilitasi masyarakat untuk mempunyai dan menggunakan teknologi tepat guna, juga dalam pemanfaatan kekayaan alam setempat.

"Misalnya pengadaan air bersih melalui penerapan pompa setan, atau pengadaan listrik melalui pembangkit listrik tenaga air yang murah dan sederhana. Bisa juga misalnya dalam bentuk budi daya dan pengeringan jamur. Ini pekerjaan pekerjaan kecil dan bukan proyek besar, namun manfaatnya bisa dirasakan," katanya.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nusantara, Sejarah, Kajian Shautus Salam

Shautus Salam

Minggu, 17 Desember 2017

Keberanian Entong Gendut Betawi Melawan Abtenar Belanda

Pada momentum ulang tahun kota Jakarta yang ke 489 ini, ada baiknya rubrik fragmen kali ini mengangkat salah satu pahlawan Betawi bernama Entong Gendut (tidak diketahui nama aslinya) yang barangkali nama ini tidak setenar pahlawan Betawi lainnya seperti si Pitung misalnya yang begitu terkenalnya hingga menjadi semacam cerita rakyat. Tokoh kita kali ini benar-benar nyata, bukan sekadar cerita rakyat apalagi dongeng. Cerita ini telah ditulis oleh ahli sejarahwan kondang Sartono Kartodirjo dalam bukunya Protest Movements in Rural Java sebagaimana dikisahkan kembali oleh Goenawan Mohammad dalam catatan pinnggirnya edisi 24 Februari 1979.

Dahulu di Condet, Betawi, terkenal seorang laki-laki pemberani yang dikenal dengan nama Entong Gendut. Dialah yang memimpin rakyat Condet melawan kesewenang-wenangan wedana dan mantri polisi kala itu. Sikapnya ini dilatari karena Entong Gendut trenyuh dan prihatin ketika suatu ketika menyaksikan salah satu rumah petani dibakar habis oleh tuan tanah.

Diceritakan pada zaman itu, yaitu di dasawarsa pertama abad ke-20, tuan tanah begitu serakahnya. Oleh sebuah peraturan gebernemen di tahun 1912, tuan tanah sering mengadukan ke landrad para petani yang gagal membayar cukai kepadanya. Dan tuan tanah di desa Condet di sub-distrik Pasar Rebo ini sangat getol dalam membikin perkara. Akibatnya banyak petani yang bangkrut, rumahnya dijual, atau tak jarang dibakar. Beberapa insiden dan konflikpun terjadi pada waktu itu antara lain:

Keberanian Entong Gendut Betawi Melawan Abtenar Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Keberanian Entong Gendut Betawi Melawan Abtenar Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Keberanian Entong Gendut Betawi Melawan Abtenar Belanda

Insiden pertama terjadi di Bulan Februari 1916. Menurut keputusan landrad di Meester Cornelis 14 Mei 1914, pak tani Taba dari Batu Ampar harus membayar 7.20 gulden ditambah ongkos perkara. Tanggal 15 bulan itu pak tani Taba diperingatkan, kalau tidak bisa bayar, yang berwajib akan menyita miliknya.

Rakyat dan para tetangga pak Taba marah atas perlakuan demikian. Mereka berkumpul di kebon Jaimin di sebelah utara, ketika para yang berwajib datang untuk melaksanakan hukuman. Maksud kerumunan itu taka laian ialah untuk mencegah nasib buruk yang sudah dijatuhkan kepada pak Taba. Dan Entong Gendut juga hadir di situ. Tapi walaupun mereka telah berteriak-teriak, memaki-maki dan berdoa, tetap saja tak berhasil menggagalkan eksekusi hukuman yang menimpa pak Taba.

Shautus Salam

Insiden kedua terjadi di depan Villa Nova, rumah nyonya besar Rollinson yang memiliki tanah di Cililitan Besar. Saat itu malam tanggal 15 April, sedang ada pertunjukan topeng. Tapi suasana sudah panas. Ketika sore tadi tuan tanah dari tanjung Oost, Ament, naik mobilnya lewat jembatan, ia dilempari batu. Dan ternyata ketika pertunjukan topeng menuju jam 11 malam, terdengar teriakan teriakan yang meminta acara supaya dihentikan. Perintah atau inisiatif penghentian pertunjukan topeng tersebut ? datang dari Entong genudut. Rakyat patuh dan akhirnya mereka bubaran dengan tenang. ?

Mengetahui pertunjukan topeng distop, wedana menjadi marah. Dia kemudian menyuruh orang memanggil Entong Gendut supaya menghadapnya di Meester Cornelis. Ketika mantri polisi dan demang datang ke Batu Ampar, mereka dapatkan Entong Gendut di rumahnya dikelilingi kawan-kawannya. Ketika Entong Gendut ditanya kenapa ia berani menghentikan pertunjukan topeng, laki-laki itu menjawab: "Demi agama". Ia hendak mencegah perjudian. Selain itu, Ia menjelaskan betapa selama ini rakyat dibebani utang dan rumah mereka dijual atau dibakar, sementara polisi Cuma membantu tuan tanah dan orang Belanda.

Mendengar penuturan Entong Gendut di atas, Mantri polisi dan demang merasa bahwa Entong Gendut sudah kurang ajar, tapi pada saat itu juga mereka tak berani, sebab Entong sudah siap nampaknya.

Tanggal 9 April 1916, ada info yang memberitahu para pejabat di Pasar Rebo dan Meester Cornelis, bahwa banyak orang berkumpul di rumah Entong Gendut. Sepucuk surat rupanya telah dikirim Entong Gendut kepada demang agar demang menghapap "si Raja Muda" yaitu tidak lain Entong Gendut sendiri.

Shautus Salam

Hari Ahad dan Seninnya wedana menjadi sibuk. Ia sendiri kemudian yang memimpin patroli. Dengan diiringi sepasukan polisi, ia menuju ke rumah Entong Gendut. Rumah itu pun lalu dikepung. Wedana berteriak supaya entong keluar. Entong menjawab ia akan keluar setelah selesai shalat. Dan ketika ia keluar membawa tombak serta kerisnya, ia mengatakan bahwa dirinya raja. Ia tak tunduk pada hukum apa pun dan termasuk tak tunduk pada hukum Belanda. Para pengikutnya pun berteriak menyatakan mereka tidak takut. Akhirnya Pertempuranpun terjadi. Wedana berhasil ditangkap rakyat. Tapi tak lama kemudian bantuan datang dan akhirnya Entong Gendut mati.

Demikian kisah Entong Gendut, seorang warga yang tidak tega menyaksikan rakyat tertindas oleh kebijakan pemerintah kolonial waktu itu dan hingga dirinya mati dalam rangka aksi protes dan menentang peraturan tidak manusiawi oleh penjajah kolonial beserta segenap pegawai pribumi yang mengabdi pada pemerintah kolonial Belanda. (M. Haromain)

Artikel ini kami sadur dari buku kumpulan catatan pinggir Goenawan Moehammad, Grafiti Pres, Jakarta: 2006.

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sejarah Shautus Salam

Jumat, 15 Desember 2017

Konferensi Perdana PCINU Hongkong Cukup Semarak

Jakarta, Shautus Salam - Ketua PBNU Prof DR H Maksum Mahfudzh membuka konferensi perdana Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Hongkong. Ia mengajak pengurus dan warga NU di Hongkong untuk tetap mempertahankan identitas keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah NU di tanah rantau.

“Tidak ada organisasi mana pun di dunia ini yang mempraktikkan toleransi lebih baik dari NU. Di Indonesia saat ini juga kita juga sedang mengadakan Apel Kebinekaan tepatnya di Lapangan Banteng. Yang jelas, saya sangat terharu atas antusias warga NU di sini,” kata H Maksum di hadapan sebanyak 300 warga NU yang menghadiri konferensi.

Konferensi Perdana PCINU Hongkong Cukup Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Perdana PCINU Hongkong Cukup Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Perdana PCINU Hongkong Cukup Semarak

Tampak hadir Mustasyar PCINU Hongkong KH Abdul Muhaimin Hakim, H Nabil Harun, Rais Syuriyah PCINU Hongkong Teguh Subaryanto, Ketua PCINU Hongkong H Zal Aidi di arena konferensi di Gedung KJRI lantai 2F Ruang Ramayana , Ahad (17/1) siang. Mereka mendapatkan fasilitas gratis gedung dari KJRI untuk Hongkong yang berkapasitas 300 orang.

Shautus Salam

Sebanyak 10 MWCNU di Hongkong menjadi peserta konferensi. Mereka memilih lima orang anggota Ahlul Halli wal Aqdi dari sepuluh kandidat yang ada. Lima anggota Ahlul Halli ini yang kemudian bermusyawarah untuk menetapkan Rais Syuriyah PCINU Hongkong. Mereka kemudian sepakat menunjuk kembali Teguh Subaryanto sebagai Rais Syuriyah PCINU Hongkong.

Sementara sembilan utusan MWCNU di Hongkong melakukan pemungutan suara untuk memilih Ketua PCINU Hongkong. Sebanyak sembilan suara ini sepakat bulat memilih H Abdurrazak sebagai Ketua baru PCINU Hongkong.

Shautus Salam

Konferensi ini ditutup oleh H Nabil Harun yang juga Musytasyar PCINU Hongkong. Menurutnya, konferensi PCINU Hongkong sudah sangat bagus untuk ukuran cabang NU di luar negeri. Sidang-sidang berlangsung secara aktif dan dinamis.

“Mereka bahkan secara ketat menolak hak suara 1 MWCNU yang tidak memenuhi syarat konferensi dilihat dari faktor keaktifannya sehingga dari 10 itu hanya 9 MWCNU yang memiliki hak suara,” ujar Nabil.

Forum ini merekomendasikan pengurus baru untuk mendorong terbentuknya Muslimat NU, Fatayat NU, Lazisnu, Lakpesdam, Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) di Hongkong. Pertemuan ini juga merekomendasikan terbentuknya KMNU Hongkong karena banyaknya mahasiswa Indonesia yang belajar di sana.

“Rekomendasi itu masuk akal mengingat besarnya jumlah perempuan NU di sana dengan angka usia yang berimbang antara Muslimat dan Fatayat NU,” kata Nabil.

Mereka menunjuk Umi Muawanah sebagai koordinator pembentukan Muslimat dan Fatayat NU Hongkong. Sementara Agus Dardiri Junaidi diamanahkan untuk merintis pembentukan Lazisnu dan Lakpesdam NU Hongkong.

Jumlah warga NU di Hongkong diperkirakan mencapai angka 150.000 orang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah, Sejarah, Warta Shautus Salam

Sabtu, 09 Desember 2017

Para Pemenang NU Award 2017 PWNU Jawa Timur

Surabaya, Shautus Salam. Pada acara Halal Bihalal PWNU Jawa Timur bersama para Pengurus Cabang NU se Jawa Timur, PWNU Jatim mengumumkan para pemenang NU Award 2017. Acara halal bihalal juga dihadiri oleh Forpimda Jatim.

"Atas nama pribadi saya dan khodim para ulama mengucapkan minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir batin, terutama kepada para ulama dan pengurus cabang se-Jatim," kata KH M. Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jatim saat membuka sambutannya, Rabu (19/7) di Gedung PWNU Jatim.

Para Pemenang NU Award 2017 PWNU Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pemenang NU Award 2017 PWNU Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pemenang NU Award 2017 PWNU Jawa Timur

Pengumuman para pemenang NU Award 2017 diumumkan oleh Ketua Panitia M. Qoderi. "PCNU Blitar kembali menyambat juara umum atau juara satu dalam kategori umum setelah dilakukan seleksi yang begitu ketat," kata Qoderi.

Menyusul di juara dua PCNU Magetan, Juara 3 PCNU Sidoarjo dan Juara khusus dari ujung timur pulau Jawa Timur yaitu PCNU Banyuwangi. "Empat PCNU ini ditetapkan sebagai kategori umum," ungkap Qoderi.

PCNU Sidoarjo menyabet dua kategori yaitu katagori pendidikan dengan dan kesehatan.

Shautus Salam

Dalam kategori pendidikan diraih PCNU Sidoarjo dengan MINU Pucang dan ? Kategori kesehatan dengan RSI Siti Hajar. Sedangkan kategori ekonomi ditempati PCNU Ponorogo dengan bintang sembilan swalayan dan KBIH-nya.

Katagori aspirasi politik diduduki PCNU Banyuwangi yang memiliki Bupati kader terbaik NU. "Juara dalam kategori pengkaderan ditempati PCNU Lamongan, meskipun beberapa tahun lalu Lamongan pecah tapi tidak surut dalam pengkaderannya," kata Qoderi. (Rof Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Sejarah, Pahlawan Shautus Salam

Jumat, 24 November 2017

Kegiatan NU di Jeddah Ditutup

Jedaah, Shautus Salam. Rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Pengurus Masjid Indonesia Jeddah bersama Pengurus cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi serta PCI GP Ansor NU Arab Saudi diakhiri pada Jum’at (26/7) kemarin.

Kegiatan NU di Jeddah Ditutup (Sumber Gambar : Nu Online)
Kegiatan NU di Jeddah Ditutup (Sumber Gambar : Nu Online)

Kegiatan NU di Jeddah Ditutup

Acara rutin tiap tahun pada bulan suci Ramadhan ini meliputi MHQ (Musabaqoh Hifdzil Quran) kaligrafi, pidato bahasa Arab dan Inggris, adzan, beserta imla. Acara ini diselenggarakan selama 3 hari. Pada tgl 26 juli 2013 adalah acara puncaknya yaitu penutupan acara kegiatan MHQ sekaligus pengumuman pemenangnya.

Dalam sambutan? ketua panitia yang di wakili Masykur Ghozali mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari para donatur dan turut sertanya anak didik dari? SIM (Sekolah Indonesia Mekah), SIJ (Sekolah Indonesia Jeddah), LPI (Lembaga Pendidikan Islam) Darul Ulum, TPA Al-Naashiriyyah dan seluruh masyarakat Indonesia di Jeddah dan Mekah Arab Saudi.

Shautus Salam

“Acara ini begitu meriah. Antusias dari masyarakat memberikan tanggung jawab kepada panitia untuk meksukseskan acara ini,” terangnya.

Shautus Salam

Mewakili PCINU Arabsaudi, Ahmad Fuad mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkokoh ukhuwah di kalangan warga negara Indonesia yang berada di Arab Saudi.

“Ada peserta yang mengatasnamakan al-Mandura, al-Bantani. Mari kita mengangkat kebhinekaan dengan bermusabaqoh tilawatil quran,” tuturnya.

Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi mengatakan, kegiatan ini menjadi sarana untuk semakin menjaga dan menghargai para ahli Al-Qur’an.

“Bulan Ramadhan bulan turunnya Al-Quran. Al-Quran tidak langsung diturunkan 30 juz, namun diturunkan bertahap sesuai keadaan. Kita di perintahkan untuk menjaga dan menghargai ahlul quran,” katanya.

Pada kesempatan MHQ XI tahun ini juara umum dimenangkan oleh peserta dari Sekolah Indonesia Makkah (SIM) Abdul Basit Abdul Jalil sebagai juara satu, tahfidz 30 Juz. Acara penutupan MHQ diakhiri dengan shalawat tilawatil Quran dan doa bersama.

Sampai jumpa di MHQ tahun depan dan teruslah kita bermusabaqoh dalam kehidupan sehari hari, tutup pembawa acara Farida Ahmad Fuad.

Redaktur? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Thobib Njajar

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Sejarah, AlaSantri Shautus Salam

Rabu, 22 November 2017

Harapan Santri Al-Muayyad di Hari Perdamaian

Solo, Shautus Salam. Para santri Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta menggelar aksi damai pada Hari Perdamaian Internasional di tiga tempat, Ahad (21/9). Mereka membubuhkan tanda tangan dan menuliskan harapan perdamaian dunia di sebuah spanduk besar.

Kepada Shautus Salam, Noor Ridho salah satu pengurus pondok menuturkan acara serupa juga diselenggarakan beberapa pesantren di daerah lain. Dengan mengusung “Peace 360:Peace Leader in Action”, melakukan aksi yang sama.

Harapan Santri Al-Muayyad di Hari Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Santri Al-Muayyad di Hari Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Santri Al-Muayyad di Hari Perdamaian

“Kita berharap dari acara ini, masyarakat lebih memahami makna perdamaian,” ujar Ridho.

Shautus Salam

Menurut pengajar SMP Al-Muayyad itu, perdamaian tidak hanya sebatas aman dari perang, tapi juga bagaimana membangun perdamaian dalam konteks antarumat beragama dan sebagainya.

Faqih, seorang siswa kelas XI SMA Al-Muayyad menuliskan harapannya akan perdamaian. “Hari ini, hari esok, hari nanti, damai sepanjang hari,” kata Faqih mengutip salah satu lsyair pada sebuah lagu. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Internasional, Nahdlatul, Sejarah Shautus Salam

Selasa, 21 November 2017

Pedagang Batu Akik Buka Lapak di Area Munas-Konbes NU 2014

Jakarta, Shautus Salam. Sejumlah penjual atribut ke-NUan berjajar menghadapi meja di area Munas-Konbes NU 2014 di halaman Gedung PBNU, Sabtu (1/11) siang. Sejumlah produk tertata rapi di atas meja yang antara lain menampung kaos bergambar wajah kiai NU, batik, poster, stiker, buku, hingga gantungan kunci yang menunjukkan arah kiblat sembahyang. Di jajaran trotoar Gedung PBNU, penjual batu akik hadir di salah satu barisan pedagang.

Andri, pria berkaos hitam itu mencoba peruntungan penjualannya di tengah hilir-mudik peserta Munas-Konbes NU dan warga yang ingin melihat jalannya sidang. 

Pedagang Batu Akik Buka Lapak di Area Munas-Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pedagang Batu Akik Buka Lapak di Area Munas-Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pedagang Batu Akik Buka Lapak di Area Munas-Konbes NU 2014

“Saya berkeliling dari kota ke kota untuk menjual akik. Kemarin dari Bengkulu. Sebelumnya dari Medan,” kata Andri menghadapi bentangan papan yang bertaburan batu-batu indah di atasnya.

Shautus Salam

Pria asal Padang ini menggelar lapaknya persis mulut gerbang PBNU. Andri berdua dengan sahabatnya mencoba mengadu nasib lewat berjualan akik yang kini digandrungi banyak warga mulai dari remaja hingga setengah tua.

Ia mengaku baru setahun berjualan akik melihat belakangan ini tingginya permintaan warga Indonesia terhadap akik. Selain kaos, batik, dan gantungan kunci, cincin akik merupakan salah satu ciri khas kiai NU dan Nahdliyin. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam RMI NU, Berita, Sejarah Shautus Salam

Sabtu, 18 November 2017

Harlah Ke-61 IPPNU, Momentum Perkuat Aswaja Pelajar Putri

Jakarta, Shautus Salam

Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar tasyakuran hari lahir ke-61 dengan istighosah, potong tumpeng bersama para pengurus di gedung PBNU pada Rabu (2/3). Hal itu dilakukan sebagai upaya memperkuat gairah perjuangan IPPNU ke depan.

Harlah Ke-61 IPPNU, Momentum Perkuat Aswaja Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-61 IPPNU, Momentum Perkuat Aswaja Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-61 IPPNU, Momentum Perkuat Aswaja Pelajar Putri

Ketua Umum Pimpina Pusat IPPNU Puti Hasni mengatakan, harlah ini harus dijadikan titik tolak bagi IPPNU untuk memperkuat dan memaksimalkan perannya dalam membentuk pelajar putri Indonesia yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah an-nahdliyyah, moderat, dan nasionalis.

"Saya mengartikan harlah ini sebagai spirit baru, sebuah suntikan spirit untuk berjuang bersama membangun pelajar putri Indonesia melalui IPPNU," paparnya.

Shautus Salam

Puti ingin IPPNU semakin bermanfaat untuk semua elemen, terutama kalangan pelajar dan santri. Bisa lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, ia menegaskan pengurus dari tingkat Pusat sampai Komisariat harus bahu-membahu untuk menghadapi tantangan ke depan.

Sebagai penerus estafet perjuangan, baik dalam konteks mempertahankan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah maupun konteks perjuangan sosial-politik di Indonesia, menurut Puti, IPPNU harus selalu memberi solusi-solusi cerdas bagi kemajuan semua itu.

Shautus Salam

"Usia yang amat matang ini, IPPNU akan terus melanjutkan estafet perjuangan nilai-nilai Nahdlatul Ulama, yaitu tasamuh, tawazun, Itidal, dan adalah di kalangan segenap pelajar Indonesia, sebagaimana yang telah diteladankan para pendiri dan pendahulu. IPPNU akan senantiasa berjuang memajukan, mencerdaskan, memuliakan, dan membangun kreativitas, inovasi, toleransi, penghormatan kemanusiaan, dan perdamaian pada pelajar nusantara," tandasnya.

Sekretaris Umum IPPNU Eva Rosdiana menambahkan bahwa perjuangan IPPNU masih panjang. "Lahan garapan kita tidaklh mudah karena posisi kita pada lapis terdepan kaderisasi menuju pejuang putri NU," Kata Eva.

Ia berharap IPPNU ke depan lebih fokus perhatikan lahan garapan, agar regenarasi perjuangan pelajar putri tetap terjaga untuk mempertahankan eksistensi perempuan.

"Semoga IPPNU ke depan semakin mampu mengawal pelajar putri yang bermartabat dan beradab serta berakhlaqul karimah," pungkasnya. (Afifah Marwa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sejarah, Amalan Shautus Salam

Jumat, 17 November 2017

PMII DKI: Banyak yang Coblos DPRD Saja

Jakarta, Shautus Salam. Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) DKI Jakarta melakukan Pemantauan terhadap penyelenggaraan pemilu legislatif di Jakarta dengan tema "PMII DKI Memantau".

PMII DKI: Banyak yang Coblos DPRD Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII DKI: Banyak yang Coblos DPRD Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII DKI: Banyak yang Coblos DPRD Saja

PKC PMII DKI Jakarta menyebar kader-kadernya untuk mengawasi proses penyelenggaraan pemungutan sampai perhitungan suara di TPS-TPS di 5 wilayah Jakarta. Seperti disampaikan oleh Ketua PKC PMII DKI Jakarta, Mulyadin Permana, kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemilu di TPS-TPS sebagai bagian dari kontribusi PMII mengawal dan mengawasi Pemilu 2014.

"PMII DKI mengajak seluruh kadernya mengawasi proses pemungutan suara di TPS-TPS dalam rangka memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan demokratisasi di Indonesia," kata Mulyadin. "Kami ingin memastikan bahwa tidak ada pelanggaran dan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi dalam penyelenggaraan pemilu tahun ini," tambahnya.

Shautus Salam

Namun berbeda dengan harapan untuk kemajuan demokrasi yang substansial, malah nilai demokrasi dicoreng dengan masih adanya praktik money politic yang dilakukan oleh oknum partai tertentu. Seperti yang dilaporkan oleh salah seorang kader PMII di Cipinang Melayu Jakarta Timur, pada pukul 8 pagi ada serangan fajar yang dilakukan oleh 2 oknum yang mengaku berasal dari salah satu partai peserta pemilu. Hal itu diketahui ketika warga menangkap basah kedua oknum tersebut, dan disidang oleh warga di kantor RW setempat. "Suatu peristiwa yang memalukan, mencoreng nama institusi partai, dan juga merusak proses pemilu yang dilaksanakan oleh rakyat" tutur Mulyadin.

Shautus Salam

Selain peristiwa tersebut, Mulyadin menyayangkan masih tingginya angka golput di Jakarta. Seperti misalnya laporan dari TPS 089 Kelurahan Kebun Jeruk Jakarta Barat, dari 493 Jumlah pemilih yang terdaftar (DPT) ada 107 orang yang tidak menggunakan hak suaranya. Di Jakarta Timur, TPS 044 Kelurahan Pisangan Baru Tengah dari 441 jumlah DPT, hanya 281 orang yang mencoblos, dengan 266 suara sah, dan 15 suara tidak sah. Tidak berbeda dengan kondisi di Jakarta Selatan, TPS 54 Kelurahan Duren Tiga Pancoran Jaksel ada 121 sisa surat suara, 29 suara tidak sah, dengan jumlah DPT 468 orang, dan di TPS 23 ada 134 surat suara yg belum dicoblos dan 24 suara yang tidak sah. Jumlah golput lebih besar lagi di Jakarta Utara, misalnya di TPS 49 Sunter Jaya, ada 185 orang golput dari 457 jumlah DPT, dan di TPS 44 ada 149 orang golput dan 10 suara tidak sah dari 475 DPT.

"Kondisi ini sangat memprihatinkan ketika demokrasi mengharapkan partispasi politik masyarakat, mungkin masyarakat belum begitu percaya dengan partai politik yang ada saat ini," kata Mulyadin.   

Faktanya partispasi politik masyarakat di luar Jakarta pun masih sangat rendah meramaikan pesta demokrasi, misalnya di Depok dan Kabupaten Subang Jawa Barat. Menurut kader PMII Jakarta asal Cimanggis Depok, angka golput masih di kisaran 30 persen di Depok. Misalnya di salah satu TPS di Cimanggis, masih ada 95 orang golput dari 313 DPT.

Lebih parah lagi di Kecamatan Cikaum Kabupaten Subang, menurut kader PMII yang berdomisili di sana, masyarakat hanya mencoblos calon anggota DPRD Kabupaten saja, kertas suara DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD RI bahkan tidak dibuka sama sekali di hampir seluruh TPS di satu Kecamatan tersebut. Menurut Mulyadin masih rendahnya partisipasi masyarakat di Pemilu 2014 menunjukkan kinerja KPU belum maksimal. Selain partisipasi aktif masyarakat masih rendah, teknis penyelenggaraan pemilu pun masih banyak kekurangan, seperti yang masih terjadi di Jakarta, yaitu money politic, masih ada pemilih yang tidak mendapatkan undangan pemilihan, daftar DPT tidak ditempel di TPS, dan ketidakmerataan informasi mengenai mekanisme bagi pemilih yang ingin pindah TPS. "Masih banyaknya kekurangan-kekurangan dalam pemilu legislatif saat ini merupakan buah dari masih belum maksimalnya kinerja KPU" imbuh Mulyadin.

Selain menyoroti kinerja KPU, PMII DKI juga mengharapkan peran aktif Bawaslu DKI Jakarta untuk memastikan kertas suara yang tidak dicoblos di TPS tidak disalahgunakan oleh oknum penyelenggara pemilu. "Kami meminta khusus kepada Bawaslu DKI untuk memonitor kertas suara golput tidak digunakan oleh oknum nakal untuk menambah suara partai atau caleg tertentu," tegas Mulyadin. (Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, Sejarah, Tegal Shautus Salam

Kamis, 09 November 2017

Forum Komisariat PMII Se-Jombang Gelar Dialog Interaktif Kepahlawanan

Jombang, Shautus Salam. Pimpinan Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Jombang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Komisariat Jombang (FKKJ) menggelar dialog intraktif kepahlawanan, Selasa (10/11) lalu di halaman makam KH Wahab Hasbullah (Mbah Wahab), Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Forum Komisariat PMII Se-Jombang Gelar Dialog Interaktif Kepahlawanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Komisariat PMII Se-Jombang Gelar Dialog Interaktif Kepahlawanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Komisariat PMII Se-Jombang Gelar Dialog Interaktif Kepahlawanan

Ketua Komisariat PMII Ya’qub Husein STIT Al-Urwatul Wutsqo, Rif’atuz Zuhro mengatakan, kegiatan tersebut untuk memperingati hari pahlawan serta mendalami pengetahuan terkait perjuangan dan jasa-jasa para pahlawan Indonesia khususnya. “Untuk merefleksikan semangat dan perjuangan tokoh pahlawan di hari pahlawan ini, salah satunya tokoh Mbah Wahab,” katanya kepada NU online saat dihubungi, Selasa (10/11).

Sementara konsep dialog tersebut, Ririf, sapaan akrabnya menjelaskan, tidak hanya membincangkan sejarah perjuangan para pahlawan, namun lebih dari itu indikatornya memberikan gambaran perjuangan pahlawan melawan penjajah pada zamannya. Sehingga lebih bisa menanamkan semangat pemuda dalam meneruskan perjuangan mereka.?

Shautus Salam

“Kami membuat konsep seperti itu tdk hanya ingin membicarakan sejarah perjuangan, tapi juga dapat memberikan gambaran yg jelas bagaimana perjuangan melawan penjajah pada saat itu. Sehingga refleksinya nyata membakar semangat kaum pemuda,” tambahnya.?

Dengan demikian, lanjutnya, acara yang bertajuk “Reaktualisasi Nilai-Nilai Patriotisme Dalam Jiwa Pemuda Bangsa Indonesia” ini bisa membangun kesadaran pemuda khususnya untuk terus menjunjung tinggi terhadap nilai-nilai kepahlawanan, sebab kemerdekaan Indonesia ini tidak lepas dari perjuangan mereka.

Shautus Salam

“Kami berharap setelah acara refleksi ini kaum pemuda dapat menyadari bahwa peran pemuda islam ataupun para santri sangat penting dan sangat besar. Pemuda Islam juga harus menjadi komando terdepan untuk tetap mengawal cita-cita kemerdekan Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai pembicara pada dialog ini, pihaknya mendatangkan KH Fadlullah Abdul Malik, Waka Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang juga sebagai PW GP Ansor Jawa Timur. Acara ini diikuti oleh perwakilan dari komisariat se-Jombang dan PC PMII Jombang. Hadir juga beberapa santri Bahrul Ulum. Sebelumnya, para aktivis ini sempatkan membaca tahlil, istighotsah bersama dan tabur bunga di makam Mbah Wahab. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sejarah, Warta Shautus Salam

Senin, 06 November 2017

Cintai Budaya Daerah, PMII Unila Galakkan Satu Hari Berbahasa Lampung

Bandar Lampung, Shautus Salam

Berawal dari diskusi mingguan, para aktivis Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Lampung menyatakan prihatin dengan kian jauhnya masyarakat dari kebudayaannya sendiri, terutama bahasa daerah.

Cintai Budaya Daerah, PMII Unila Galakkan Satu Hari Berbahasa Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Cintai Budaya Daerah, PMII Unila Galakkan Satu Hari Berbahasa Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Cintai Budaya Daerah, PMII Unila Galakkan Satu Hari Berbahasa Lampung

Bahasa daerah Lampung saat ini dinilai sudah di ambang kepunahan. Hal tersebut bisa dilihat secara kasat mata pada penggunaan bahasa daerah yang sangat minim, terutama pada daerah perkotaan. Masyarakat perkotaan umumnya sudah menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa keseharian dan mulai melupakan bahasa daerah.

Upaya-upaya pelestarian bahasa Lampung sebenarnya sudah ada pada bangku pendidikan mulai dari kanak-kanak seperti tercantum dalam Pasal 7 dan 8 Peraturan Daerah Provinsi Lampung No. 2 Tahun 2008 mengenai Pemeliharaan Bahasa dan Aksara Lampung, bahwa pengenalan dan pengajaran bahasa dan aksara Lampung dimulai dari jenjang kanak-kanak.

Shautus Salam

Namun, dalam realitas kehidupan sehari-hari penggunaan bahasa Lampung masih minim. Berawal dari masalah tersebut, PMII Unila mengambil topik “Revitalisasi Bahasa Lampung” dalam diskusi mingguan yang diadakan pada Selasa (11/5) sore hari.

Shautus Salam

Diskusi mingguan menghasilkan konsensus bahwa PMII khususnya Universitas Lampung harus bisa menjadi pelopor cinta budaya daerah. Tindak lanjut dari diskusi tersebut yaitu setiap hari Jumat diwajibkan kepada anggota dan kader PMII Unila untuk berbahasa Lampung sebagai wujud nyata cinta budaya daerah.

Yogi Prayogo selaku penanggung jawab gerakan “Satu Hari Berbahasa Lampung” mengungkapkan bahwa kecintaan terhadap budaya daerah harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.

“Mencintai budaya daerah sudah menjadi kewajiban setiap warga daerah, namun kesadaran tersebut harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat” Ujar Yogi yang merupakan mahasiswa FMIPA Unila tersebut.

Sementara Ketua Komisariat PMII Unila, Erzal Syahreza Aswir berharap gerakan? “Satu Hari Berbahasa Lampung” dapat meluas setidaknya ke organisasi tingkat mahasiswa terlebih dahulu lalu ke lembaga lain, dan kemudian menjadi kebiasaan masyarakat pada umumnya.

“Gerakan Satu Hari Berbahasa Lampung semoga dapat meluas ke organisasi tingkat mahasiswa dan lembaga-lembaga lain, dan goal akhirnya bisa menjadi kebiasaan masyarakat” Ujar Erzal

Ia juga menambahkan jika bisa tidak hanya satu hari berbahasa Lampung, namun setiap hari Bahasa Lampung dapat digunakan oleh setiap elemen masyarakat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Anti Hoax, Sejarah Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock