Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Warga NU Mulia Kencana, Papua Istighatsah untuk Rohingya

Mimika, Shautus Salam 

Kepedulian warga NU Kampung Mulia Kencana atas nasib warga Rohingnya diwujudkan dengan Istighatsah Sabtu malam, 10 September 2017. Jamaah putra putri dan remaja masjid hadir di acara ini yang digelar selepas Shalat Isya.

Warga NU Mulia Kencana, Papua Istighatsah untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Mulia Kencana, Papua Istighatsah untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Mulia Kencana, Papua Istighatsah untuk Rohingya

Ketua Takmir masjid At-Taubah Kampung Mulia Kencana, Syafiuddin mengajak jamaah untuk aktif dalam kegiatan seperti shalat berjamaah serta Istighatsah seperti. 

"Tentu kita harap kegiatan ini bisa berjalan terus sekaligus kita doakan warga Rohingnya lewat Istighatsah ini. Kita tunjukkan rasa persaudaraan kita sesama muslim, " lanjutnya

Acara dilanjutkan dengan penjelasan program Istighatsah An-Nahdliyyah ini oleh Wakil Ketua PCNU Mimika, Sugiarso. 

"Majelis Istighatsah ini adalah wadah kita untuk seribu hajat dan masalah. Yang punya hajat khusus, misalnya syukuran panen, bisa memanfaatkan majelis istighatsah ini untuk hajat tersebut. Jadi tidak perlu mengundang khusus, namun digabungkan dengan istighatsah," demikian penjelasannya

Shautus Salam

Ust. Hasyim Asyari, sebelum istighatsah menyampaikan bahwa dzikir itu bisa menghilangkan kemunafikan serta benteng dari godaan setan. 

"Setan itu akan mengkerut jika kita dzikir. Awalnya berat karena setan masih besar, namun harus dipaksa dzikir agar terlindung dari setan," urainya. 

Acara dilanjutkan dengan istighatsah dengan menyampaikan niat masing-masing serta doa untuk Rohingnya.

Shautus Salam

Hadir dalam acara itu sesepuh kampung, H Ahmadun, Azhari, dan Suhaemi. Acara ditutup dengan jajanan khas Kampung Mulia Kencana, dan menu makan besar urap. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah, Jadwal Kajian, Berita Shautus Salam

Jumat, 02 Februari 2018

Shaf Belakang Shalat Jum’at

Oleh Isfandiari MD

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Surah Al-Jumu’ah, ayat 9).

Shaf Belakang Shalat Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)
Shaf Belakang Shalat Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)

Shaf Belakang Shalat Jum’at

Ayat ini mengandung esensi kedisiplinan, selain bekerja berusaha, ibadah tak boleh ditinggalkan. Mereka yang bekerja, sempatkan waktu ke masjid, begitu juga para pelajar dan anak-anak.

Miris jika melihat ibadah Jum’at anak-anak, ABG, juga remaja tanggung. Ibadah Juma’at dijadikan ritual kosong semata. Sebagai meeting point bercengkaran sebentar di sela rutinitas sekolah. Tak heran jika moment itu dimanfaatkan sebagai ajang senda gurau dan membuat kebisingan yang tak berarti.

Shautus Salam

Coba Anda tur keliling beberapa masjid di sekitar rumah, perhatikan shaf (barisan) belakang yang kebanyakan didominasi anak-anak dan pelajar, dan perhatikan tingkah mereka. Ini sangat jauh dari esensi perintah dalam surat Al-Jumu’ah dalam Al-Qur’an.

Shautus Salam

Menunggu waktu shalat Jum’at, ceramah sama sekali tak digubris. Anak-anak berlarian kian ke mari, membuat gaduh. Malah ada yang main games menunggu waktu shalat. Telinga kita dipaksa bertempur antara kegaduhan seperti serangan ribuan tawon dan pengkhotbah yang dengan tekun dan takzim menyampaikan risalahnya.

Terus terang, perjuangan mencari ridha Allah sangat berat dalam situasi ini. Hati kecil kadang ingin berontak, serta merta berdiri dan berteriak agar kebisingan itu usai, tapi apakah itu jalan yang terbaik?

Idealnya, peran orang tua, guru di sekolahlah yang mampu meredam itu semua. Anak ibarat kertas putih yang bisa kita tulis sesuka hati. Lewat pendekatan ideal, mereka harusnya mampu menjadikan ritual Juma’t sebagai salah satu kewajiban mendisiplinkan diri dan ajang menempa diri juga melatih setiap pribadi untuk mampu memanfaatkan momen dan menempa disiplin sejak usia dini.

Kalau dihayati lebih dalam, polah tingkah demikian adalah gambaran situasi yang lebih besar lagi. Disiplin memanfaatkan momen sesuai hakikatnya adalah modal dasar melahirkan generasi tangguh negeri ini. Jika sebuah generasi tak mampu menkondisikan sebuah situasi sesuai peruntukkannya, kita bakal menjadi pesimis, apakah mereka mampu menggantikan generasi sekarang yang sebenarnya juga sudah dalam ambang yang mengkhawatirkan?

Kita paling bisa mengimbau kepada orang tua, guru pengajar di sekolah-sekolah. Tanamkan pada jiwa-jiwa yang masih ‘polos’ itu sebauh latihan dasar berdisiplin dan cerdik memanfaatkan momentum.

Bagaimana mereka bisa mengerti jika di rumah Allah, adab dan etika wajib dijaga. Bagaimana mamatut-matutkan diri dalam situasi sakral minimal dalam ritual mingguan shalat Jum’at.

Untuk anak-anak dibawah 10 tahun, mereka biasanya diajak orang tua masing-masing. Jika mereka menganggap penting ritual ini, mereka wajib memberikan doktrin yang kokoh akan pentingnya menjaga adab di masjid saat ustad berceramah. Paling miris melihat kebanyakan remaja tanggung yang seharusnya tahu betul posisi rumah Allah bagi umat Islam. Jika prilakunya masih ‘liar’ sepanjang ceramah apalagi menjelang shalat, kita harusnya sedih, bagaimana nasib bangsa ini di masa depan!

Isfandiari Mahbub Djunaidi, warga NU, pegiat club motor Outsider

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah, Pesantren Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

Pembaharu (Satu Abad NU)

Sabda

Nabi kita

Harus percaya

Pembaharu (Satu Abad NU) (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembaharu (Satu Abad NU) (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembaharu (Satu Abad NU)

Prediksi nyata

Setiap abad ada manusia

Berusaha dan seksama

Dengan daya dan upaya

Shautus Salam

Segarkan agama

Menjadi pedoman hidupnya

Shautus Salam

NU sudah

90 tahun berusia

Berkiprah

Untuk bangsa dan negara

Umat manusia

Mainstream agama

Harus dijaga

Dengan paham Aswaja

Fenomena

Berbagai gejala

NU dengan wacana

Merambah

Respon apa saja

Seni dan budaya

Politik dan teknika

Pasar global dan MEA

Menembus Asia dan Eropa

Dan seterusnya

NU terpaksa menerima pembaharu muda

Kritis tak menyerah

Beretika

Ulama cendekia

Ada tanda

Pembaharu muda

Datang di hadapan kita

NU kota

Siap siaga

Bawa rencana

Luar biasa

Bungurasih, 5 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Krisis Umat

Dipecah belah

Justru bangga

Tanpa terasa

Gejala

Krisis umat beragama

Dimana-mana

Jauhkan satu dan lainnya

Agar menjadi lemah

Tidak lagi sapa

Asia dan eropa

Arab dan Ethiopia

Malaysia dan Indonesia

Jerman dan Cina

Umat manusia

Beragama

Satukan visi dan misinya

Saling merasa

Satu agama

Bersatu tak terpisah

Konsep semula

Bodoh luar biasa

Justru bangga

Memotong kepala

Dengan senjata

Lawan ketawa

Bangga

Tanpa kerja

Hasil sudah

Lihat saja

Perang Syria

Irak dan Libya

Semua nyata

Krisis umat beragama

Provokasi siapa

Tuhan

Aku umpat siapa

Sulit kentara

Tapi semua merasa

Diadu domba

Bungurasih, 5 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Kampus Islam

Bangunan menawan

Penuh keindahan

Pohon dan rerumputan

Tumbuh dengan keserasian

Penuh kepatuhan

Aturan dijalankan

Tanpa pengecualian

Burung merasa aman

Tanpa gangguan

Manusia dan syetan

Suara kerinduan

Selalu didengarkan

Nyanyian burung kutilang

Pagi dan menjelang malam

Bersahut-sahutan

Menandakan kedamaian

Penghuni kampus Islam

Azan dikumandangkan

Serentak? orang rebutan

Mencari jalan

Ke masjid dan pujian

Menanti jamaah berdatangan

Dirikan shalat dengan imam

?

Perpustakaan buka sampai malam

Melayani kebutuhan

Mahasiswa dalam pencarian

Referensi untuk kutipan

Membuat tugas perkuliahan

Parkir rapi dengan keteraturan

Tidak sembarang diletakkan

Semua kendaraan

Di tempat yang ditentukan

Satpam sangan sopan

Senyum seperti para perawan

Menyapa dengan kata silahkan

Apa perlu bantuan

Masjid tempat ibadah

Harus terus dijaga

Dipelihara dengan ramah

Ditambah anggarannya

Agar tetap istiqamah

Jalankan dakwah

Semoga UNU bisa

Seperti dalam idea kita

Agar semua merasa

Memiliki bersama

Bungurasih, 6 Pebruari 2016

Abd. al-Haris al-Muhasibi

Kematian

Tuhan berfirman

Kematian sebuah kepastian

Siang atau malam

Pasti datang

Menjemput orang

Tidak bisa diakhirkan

Tidak juga didahulukan

Tiada yang bisa menghentikan

Ketentuan

Siapkan

Dengan kebaikan

Jangan terlena karena jabatan

Harta dan kemewahan

Kesenangan

Semua kau tinggalkan

Kematian

Segera datang memberi salam

Datang tidak diundang

Membawamu kepada Tuhan

Pertanggungjawaban

Semua amal yang dilakukan

Siapkan dengan kesadaran

Penuh perhatian

Pada amal perbuatan

Siang dan malam

Selalu ingat pada Tuhan

Bantu yang kekurangan

Hilanhkan kemiskinan

Beri layanan

Anak yatim dan orang kelaparan

Siapkan

Kematian dengan senyuman

Jelang dengan aman

Tanpa ketakutan

Bungurasih,? 4 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Pak Jo

Harus waspada

Pada setiap peristiwa

Pecah belah

Bangsa dan negara

Memakai agama

Saling hina

Tafsiran beda

Satu dengan lainnya

Pak Jo

Hati-hati provokasi

Pakai madzhab sendiri

Truth claim menjadi

Alat justifikasi

Semua salah

Tinggal satu-satunya

Bangkitkan marah

Sesama agama

NU dan Muhammadiyah

Mungkin juga

Diadu sesama

Dengan lainnya

Agar mereka lemah

Mudah menyerah

Pak Jo

Kita berbangsa

Bernegara

Dikuatkan agama

Jika pecah Indonesia lara

Pak Jo

Ajaklan semua

Polri san tentara

Tokoh agama berbeda

Tingkatkan waspada

Segala peristiwa

Jangan lena

Pak Jo

Sampai sini saja

Nanti disambung lagi ya...

Bungurasih,? 4 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Kenduri

Memperingati lagi

90 tahun NU berdiri

Menilai

Semua sisi

Rendah diri

Masih mendominasi

Kecilkan organisasi

Selamatkan generasi

Dari radikalisasi

Dengan pendidikan nalar dan hati

NU terus berbenah

Dengan segala upaya

Meningkatkan kualita

Menjaga marwah

Mengajak semua

Dengan seksama

NU muhasabah

Menilai ide dan langkah

Memelihara sunnah yang lama

Bernilai maslahah

Adab yang baru juga

Menuju sempurna

Kenduri

NU berdiri

Tradisi mengaji

Mengkritisi

Dengan hati-hati

Bungurasih, 2 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Nasihat untuk Umat

Aku berharap

Pada setiap saat

Kalian bisa mendekat

Kepada Tuhan penuh berkat

Segera bertaubat

Menjauhi yang sesat

Ingat tanggung jawab

Dunia sampai akhirat

Semua yang kita perbuat

Balasan kita dapat

Baik buruk akan kita lihat

Siapkan iman kita

Takwa dengan hikmat

Semoga Tuhan beri rahmat

Jangan saling laknat

Sesama umat Muhammad

Sebaiknya saling beri nasihat

Tentang kesabaran dan yang haq

Oh...wahai umat

Jangan mudah kena siasat

Orang yang sangat biadab

Mengadu umat

Bungurasih, 2 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

NU dan Format Ekonomi Umat

Penuh semangat

Kiai Mutawakkil beharap

Dapat temukan format

Pengembangan ekonomi umat

Tiada diduga

Praktik usaha di Sumenep

Madura

Bebasakan riba

Jauhkan praktek bank biasa

Himpun dana kuatkan sesama

Berkat amanah para pengelola

NU ternyata bisa

Praktikkan iqtishodiyah

Mari kita coba

Setelah bicara

Semoga segera

Realisasikan ini semua

Bungurasih, 1 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah, Syariah, Ubudiyah Shautus Salam

Kamis, 21 Desember 2017

Tim Sidak Kemnaker Temukan 7 Calon TKI Ilegal di Jaktim

Jakarta, Shautus Salam

Tim sidak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Satgas TPPO Bareskrim Polri menggerebek tempat penampungan calon TKI Ilegal di Batu Ampar, Jakarta Timur.



“Kami temukan 7 (tujuh) calon TKI yang akan berangkat ke Timur Tengah. Sebagian besar berasal dari Malang, Jawa Timur,” kata Adi Wijaya salah satu Tim Sidak Kemnaker, Rabu (8/11).

Tim Sidak Kemnaker Temukan 7 Calon TKI Ilegal di Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Sidak Kemnaker Temukan 7 Calon TKI Ilegal di Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Sidak Kemnaker Temukan 7 Calon TKI Ilegal di Jaktim

Menurut pengakuannya, penggerebekan ini merupakan tindak lanjut laporan warga sekitar yang melihat aktivitas mencurigakan dari rumah tersebut.

“Rumah Bapak Endaryanto sudah lama diduga menampung calon TKI ilegal dari berbagai wilayah di Indonesia. Sudah beberapa orang diberangkatkannya,” kata AKP Andhika Fitransyah, Kasubtim II Satgas TPPO Bareskrim Polri. 

Pada saat dimintai keterangan, Pak Endaryanto mengaku tidak mengetahui perihal pemberangkatan ke sembilan calon TKI ini. 

Shautus Salam

Namun, Ajis dan Muji disebut sebagai orang yang menitipkan para calon TKI ini di rumah Pak Endaryanto. 

Shautus Salam

“Dalam rumah tersebut juga ditemukan mantan TKI Timur Tengah yang paspornya ditahan pihak yang mensponsori keberangkatannya yang lalu,” kata AKP Andhika.

Kasus ini akan ditindaklanjuti oleh Tim Pengawas Kemnaker dan Satgas TPPO Bareskrim Polri. Untuk sementara, hingga terusutnya kasus ini, ke tujuh calon TKI akan dibawa ke Rumah Persinggahan Trauma Center (RPTC) Panti Sosial TKI binaan Kementerian Sosial. (Red: Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sejarah, Sunnah, Berita Shautus Salam

Inilah Sejumlah Kota yang Akan Dilalui Kirab Hari Santri

Jakarta, Shautus Salam. PBNU akan melaksanakan Kirab Hari Santri Nasional dari Banyuwangi (Jawa Timur) sampai Cilegon (Banten). Kirab yang akan dimulai 13 sampai 21 Oktober tersebut akan menyinggahi sejumlah kota. ?

Berikut kota-kota yang akan disinggahi Jember, Lumajang, Malang, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, Jombang, Kertosono, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Magetan, Ngawi (Jawa Timur).

Inilah Sejumlah Kota yang Akan Dilalui Kirab Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Sejumlah Kota yang Akan Dilalui Kirab Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Sejumlah Kota yang Akan Dilalui Kirab Hari Santri

Kemudian akan melewati kota-kota di Jawa Tengah yaitu Sragen, Solo, Klaten, memasuki satu kota di Yogyakarta, kembali ke Jawa Tengah yaitu Magelang, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purwokwrto, diakhiri di Cilacap.

Shautus Salam

Lalu memasuki Jawa Barat dimulai dari Kota Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Bandung, Cianjur, Bogor. Lalu memasuki kota-kota di Banten mulai Tangerang, Serang, Pandeglang, Cilegon. Setelah itu kembali ke Jakarta.

Shautus Salam

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz Kirab Hari Santri tersebut di setiap kota yang disinggahi, peserta kirab akan berziarah ke makam para kiai, sowan ke pesantren-pesantren. Juga akan melakukan bakti sosial serta memberikan sumbangan kepada fakir miskin.

“Umpamanya ketika sampai di Lumajang, peserta kirab akan sowan kiai, ziarah ke makam kiai dan bersilaturahim dengan pengurus NU,” katanya selepas rapat panitia Peringatan Hari Santri Nasional Senin (6/9).

Menurut dia, rombongan kirab dari PBNU sekitar 100 orang. Mereka terdiri dari perwakilan perwakilan pengurus lembaga dan badan otonom NU. “Di daerah-daerah, peserta kirab itu akan bertambah. Dari Banyuwangi ke Jember itu, misalnya, warga NU Banyuwangi bisa mengiringi kirab,” jelasnya. ?

Peserta kirab, lanjutnya, akan menumpangi bus. Namun, ketika memasuki sebuah kota, misalnya dengan tujuan kantor PCNU atau pendopo bupati, akan berjalan sekitar 5 km. “Untuk perjalanan antara satu kota denga kota lainnya kirab akan menggunakan bus,” pungkasnya.

Ia menambahkan, bagi daerah-daerah yangg tidak dilalui jalur Kirab Hari Santri Nasional, dianjurkan melakukan kirab sendiri. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Sunnah, Sunnah Shautus Salam

Rabu, 20 Desember 2017

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang pendiriannya difasilitasi oleh PBNU tidak melupakan rakyat.

Hal ini disampaikan sebagai pesan menjelang pelaksanaan muktamar PKB yang berlangsung di Surabaya, 30 Agustus – 1 September 2014.

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat

“Jangan sampai melupakan amanat rakyat yang telah memberikan suara pada PKB,” katanya baru-baru ini di gedung PBNU.

Shautus Salam

Ia menjelaskan konstituen PKB sebagian besar adalah warga NU sehingga PKB harus memperhatikan aspirasi Nahdliyyin seperti pengembangan pesantren, perekonomian atau perundangan yang terkait dengan kepentingan masyarakat banyak.

Shautus Salam

Ia juga menegaskan, meskipun pemilu 2014 kali ini terjadi peningkatan jumlah suara yang signifikan, PKB tidak boleh berpuas diri.

“Masih banyak kelemahan yang perlu diperbaiki untuk peningkatan kualitas yang lebih baik di masa yang akan datang,” tegasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Sunnah Shautus Salam

Jumat, 15 Desember 2017

Konferensi Perdana PCINU Hongkong Cukup Semarak

Jakarta, Shautus Salam - Ketua PBNU Prof DR H Maksum Mahfudzh membuka konferensi perdana Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Hongkong. Ia mengajak pengurus dan warga NU di Hongkong untuk tetap mempertahankan identitas keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah NU di tanah rantau.

“Tidak ada organisasi mana pun di dunia ini yang mempraktikkan toleransi lebih baik dari NU. Di Indonesia saat ini juga kita juga sedang mengadakan Apel Kebinekaan tepatnya di Lapangan Banteng. Yang jelas, saya sangat terharu atas antusias warga NU di sini,” kata H Maksum di hadapan sebanyak 300 warga NU yang menghadiri konferensi.

Konferensi Perdana PCINU Hongkong Cukup Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Perdana PCINU Hongkong Cukup Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Perdana PCINU Hongkong Cukup Semarak

Tampak hadir Mustasyar PCINU Hongkong KH Abdul Muhaimin Hakim, H Nabil Harun, Rais Syuriyah PCINU Hongkong Teguh Subaryanto, Ketua PCINU Hongkong H Zal Aidi di arena konferensi di Gedung KJRI lantai 2F Ruang Ramayana , Ahad (17/1) siang. Mereka mendapatkan fasilitas gratis gedung dari KJRI untuk Hongkong yang berkapasitas 300 orang.

Shautus Salam

Sebanyak 10 MWCNU di Hongkong menjadi peserta konferensi. Mereka memilih lima orang anggota Ahlul Halli wal Aqdi dari sepuluh kandidat yang ada. Lima anggota Ahlul Halli ini yang kemudian bermusyawarah untuk menetapkan Rais Syuriyah PCINU Hongkong. Mereka kemudian sepakat menunjuk kembali Teguh Subaryanto sebagai Rais Syuriyah PCINU Hongkong.

Sementara sembilan utusan MWCNU di Hongkong melakukan pemungutan suara untuk memilih Ketua PCINU Hongkong. Sebanyak sembilan suara ini sepakat bulat memilih H Abdurrazak sebagai Ketua baru PCINU Hongkong.

Shautus Salam

Konferensi ini ditutup oleh H Nabil Harun yang juga Musytasyar PCINU Hongkong. Menurutnya, konferensi PCINU Hongkong sudah sangat bagus untuk ukuran cabang NU di luar negeri. Sidang-sidang berlangsung secara aktif dan dinamis.

“Mereka bahkan secara ketat menolak hak suara 1 MWCNU yang tidak memenuhi syarat konferensi dilihat dari faktor keaktifannya sehingga dari 10 itu hanya 9 MWCNU yang memiliki hak suara,” ujar Nabil.

Forum ini merekomendasikan pengurus baru untuk mendorong terbentuknya Muslimat NU, Fatayat NU, Lazisnu, Lakpesdam, Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) di Hongkong. Pertemuan ini juga merekomendasikan terbentuknya KMNU Hongkong karena banyaknya mahasiswa Indonesia yang belajar di sana.

“Rekomendasi itu masuk akal mengingat besarnya jumlah perempuan NU di sana dengan angka usia yang berimbang antara Muslimat dan Fatayat NU,” kata Nabil.

Mereka menunjuk Umi Muawanah sebagai koordinator pembentukan Muslimat dan Fatayat NU Hongkong. Sementara Agus Dardiri Junaidi diamanahkan untuk merintis pembentukan Lazisnu dan Lakpesdam NU Hongkong.

Jumlah warga NU di Hongkong diperkirakan mencapai angka 150.000 orang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah, Sejarah, Warta Shautus Salam

Jumat, 01 Desember 2017

Akses Penguasaan Bahasa Jawa Ditutup Belanda

Yogyakarta, Shautus Salam. Salah satu jalan untuk menggali tradisi demi menemukan jati diri bangsa adalah dengan menguasai kembali bahasa Jawa. Namun akses untuk menggali tradisi tersebut saat ini sudah terputus dan terkunci, karena tak banyak orang yang menguasai bahasa Jawa.?

Demikian disampaikan Wakil Ketua PWNU DIY M Jadul Maula dalam dialog “Menggali Tradisi Menemukan Jati Diri” di Teaterikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (20/11) siang.?

Akses Penguasaan Bahasa Jawa Ditutup Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Akses Penguasaan Bahasa Jawa Ditutup Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Akses Penguasaan Bahasa Jawa Ditutup Belanda

Tradisi kuno, lanjutnya, banyak terdapat di manuskrip-manuskrip kuno yang berbahasa Jawa. Permasalahannya saat ini adalah tak banyak dari generasi bangsa yang menguasai bahasa Jawa. “Peluang untuk menyelamatkan ilmu saat ini ada di Jawa dan Pegon,” tegas Budayawan NU siang itu.

Shautus Salam

Menurutnya, incaran Belanda dari dahulu untuk menghilangkan jati diri bangsa adalah memulainya dari bahasa. Karena, itulah titik paling strategis.

Shautus Salam

Tak banyak pula yang menyadari, sesungguhnya peradaban Indonesia sudah sejajar dengan peradaban dunia.?

Bahasa Indonesia atau Melayu juga telah menjadi bahasa ilmu pengetahuan dunia. Salah satu ulama’ yang mengarang kitab berbahasa Melayu adalah Hamzah Fansuri. Karyanya ialah kitab Tarjumanul Mustafid dan Mir’atut Thullab.

Namun hari ini kita tidak punya akses ke sana, imbuh Jadul yang juga pengasuh Pesantren Kaliopak Piyungan, Bantul.

Di akhir, pria yang akrab disapa Kang Jadul menegaskan, inti kebudayaan itu bukan terdapat pada baju, bentuk, dan produknya tetapi pada proses menyatunya fikiran, perasaan, dan kehendak (manunggaling cipta, rasa, karsa) yang kelak menyatu dalam ucapan dan tindakan.

Itulah inti kebudayaan, yaitu proses, tandas Jadul. (Dwi Khoirotun Nisa’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah Shautus Salam

Sabtu, 25 November 2017

Santri Diminta Terus Berkontribusi dalam Pembangunan

Tegal, Shautus Salam. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah Widodo Joko Mulyono meminta agar para santri bisa terus memberikan kontribusi dalam proses pembangunan yang masih berjalan.

Santri Diminta Terus Berkontribusi dalam Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Diminta Terus Berkontribusi dalam Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Diminta Terus Berkontribusi dalam Pembangunan

Hal itu diungkapkan Sekda yang mewakili Bupati Tegal Enthus Susmono dihadapan ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU), Jumat (15/12) siang di Lapangan Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi pada puncak rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 sekaligus pelantikan pengurus MWCNU Kecamatan Suradadi serta penyerahan wakaf tanah yang akan didirikan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama Yasin Hasanah. 

Menurut Widodo Joko, hal ini tidak lepas dari peran para santri yang didukung ulama di masa penjajahan yang dengan gigih mempertaruhkan harta serta jiwa raga untuk kemerdekaan bangsa. 

"Kami juga memberikan bantuan untuk tahap awal pembangunan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) Yasin Hasanah yang bersumber dari Bazda Kabupaten Tegal," jelasnya.

Shautus Salam

Panitia sekaligus pengurus MWCNU Kecamatan Suradadi KH Makmuri Aziz mengatakan, kegiatan merupakan rangkaian penutup dari peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 sekaligus diagendakan untuk melantik kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Suradadi, Tegal masa khidmat 2017-2022.

"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang selama ini telah memberikan perhatian khususnya selama kegiatan berlangsung sehingga segala sesuatunya dapat berjalan dengan lancar," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan wakaf tanah seluas 8 ribu meter persegi dari keluarga H. Slamet kepada PCNU Kabupaten Tegal.

Selanjutnya, PCNU Kabupaten Tegal menyerahkan kepada RMINU Kabupaten Tegal dengan disaksikan pengunjung yang hadir. 

"Semoga apa yang telah kita kerjakan bersama bisa mendapatkan berkah dan selalu dalam lindungan Allah SWT," ungkapnya. 

Shautus Salam

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Tegal KH Ahmad Wasari, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Usman, Ketua Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Tegal KH Syamsul Arifin, PW RMINU Jawa Tengah KH Mandzur Labib, Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh, dan undangan lainnya. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian, Sunnah Shautus Salam

Kamis, 23 November 2017

Syaban Jalan Menuju Puncak

Iitulah mengapa bulan ini dikatakan ‘sya’aban’, karena sya’ban yang berasal dari kata syi’ab bisa dimaknai sebagai jalan setapak menuju puncak. Artinya bulan sya’ban adalah bulan persiapan yang disediakan oleh Allah swt kepada hambanya untuk menapaki dan menjelajahi keimanannya sebagai persiapan menghadapi puncak ‘bulan Ramadhan’.

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?. ? ?-

? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?.

Faya Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Syaban Jalan Menuju Puncak (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaban Jalan Menuju Puncak (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaban Jalan Menuju Puncak

Marilah kita bersama-sama menjaga kwalitas taqwa kita kepada Allah swt. dengan menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya dengan penuh kesadaran dan keinsyafan.

Karena hanya dengan taqwalah jalan kita mendekati Allah swt. mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun diakhirat, seperti yang difirmankan Allah dalam yunus 63-64

Shautus Salam

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa * Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

Hadirin Kaum Muslimin yang Dirahmati Allah

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat Allah yang Maha Kuasa, karena hari ini kita semua masih menikmati indahnya bulan sya’ban. Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriyah. Secara bahasa kata “Sya’ban” mempunyai arti “berkelompok”. Nama ini disesuaikan dengan tradisi bangsa Arab yang berkelompok mencari nafkah pada bulan itu). Sya’ban termasuk bulan yang dimuliakan oleh Rasulullah Saw. selain bulan yang empat, yaitu Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Salah satu pemuliaan Rasulullah Saw. terhadap bulan Syaban ini adalah beliau banyak berpuasa pada bulan ini.

Shautus Salam

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasai dan Abu Dawud dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah menyatakan, Usamah berkata pada Rasululllah Saw., Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Syaban. Rasul menjawab: Bulan Syaban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.’”

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Bulan itu (Sya‘ban) berada di antara Rajab dan Ramadhan adalah bulan yang dilupakan manusia dan ia adalah bulan yang diangkat padanya amal ibadah kepada Tuhan Seru Sekalian Alam, maka aku suka supaya amal ibadah ku di angkat ketika aku berpuasa”. ( HR. an-Nasa’i)

Hadirin Kaum Muslimin yang Budiman

Oleh karena itu, marilah di awal bulan Syaban ini kita perkokoh keimanan dan ketaqwaan kita. Mumpung masih ada waktu, mumpung ada bulan Sya’ban yang penuh dengan keutamaan dan keistimewaan. Mungkin itulah mengapa bulan ini dikatakan ‘sya’aban’, karena sya’ban yang berasal dari kata syi’ab bisa dimaknai sebagai jalan setapak menuju puncak. Artinya bulan sya’ban adalah bulan persiapan yang disediakan oleh Allah swt kepada hambanya untuk menapaki dan menjelajahi keimanannya sebagai persiapan menghadapi puncak ‘bulan Ramadhan’.

Meniti perjalanan menuju puncak bukanlah hal yang mudah. Minimal memerlukan persiapan-persiapan yang terkadang sangat melelahkan dan menguras energy. Ingatlah pekerjaan mendaki gunung yang mengharuskan berbagai macam pelatihan. Begitu pula meniti puncak di bulan Sya’ban tentunya pendakian itu mengharuskan kesungguhan hati dan niat yang suci karena mendaki adalah usaha menuju yang lebih tinggi yang harus dilalui dengan sedikit susah dan payah. Kepayahan itu akan terasa ketika kita memilih berpuasa di bulan Sya’ban sebagai bentuk pendakian menuju puncak.

Rasulullah saw bersabda bahwa bulan ini dinamakan Sya’ban karena berhamburan kebajikan di dalamnya. Barang siapa berpuasa tiga hari di awal bulan Sya’ban, tiga hari di pertengahannya dan tiga hari di akhirnya. Maka niscaya Allah tulis untuk orang itu pahala tujuh puluh orang nabi, dan seperti ibadah tujuh puluh tahun, dan jiakalau orang itu meninggal pada tahun ini akan diberikan preikat mati syahid.

? Ma’asyiral Mu’minin Rahimakumullah

Pendakian menuju puncak di bulan Sya’ban ini juga dapat dilakukan dengan cara banyak beristigfar dan meminta ampun atas segala dosa yang? telah kita lakukan di bulan-bulan sebelumnya. Baik dosa yang kita lakukan dalam bentuk tindakan dan kelakukan yang kasat mata maupun dosa yang adanya di dalam hati dan tidak kasat mata, dan justru dosa terakhir inilah yang terkadang lebih menumpuk di bandingkan dosa kelakukan. Ujub, sum’ah, takabbur dan lain sebagainya;

Coba kita dalami an-Nahl ayat 78:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur

Bukankah ayat tersebut seolah mewajibkan manusia agar selalu insyaf dan sadar bahwasannya berbagai kedudukan kita di dunia ini, jabatan, kekuatan, kekayaan, kegagahan, kepandaian dan semuanya adalah pemberian Allah swt, dan manusia pada awalnya tidak mengerti sesuatu apa.

karenanya, jika terbersit dalam hati kita sebagai manusia akan kepamilikan dan ke-Aku-an sadarlah bahwa itu adalah sebuah kesalahan dan dosa. Apalagi jikalau perasaan itu disertai dengan kesengajaan menafikan Allah swt. maka segralah bertaubat. Allah sendiri mengancam orang-orang seperti ini dalam surat Thaha ayat 124:

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."?

Dengan? demikian, Ma’asyiral Muslimin

Wajiblah setiap manusia itu selalu bersujud dan berbakti kepada Allah swt. setiap saat, setiap waktu, semakin berpangkat, semakin pandai, semakin kaya, semakin berada, maka sujudnya harus semakin dalam dan penuh makna.

Sebagai penghujung khutbah ini, marilah di waktu yang istimewa ini di bulan Sy’aban yang penuh fadhilah ini, kita mendaki bersama dengan menjalankan berbagai amal shaleh dan meminta pengampunan dan magfirah-Nya, sehingga kita akan sampai dipuncak nanti sebagi insan yang siap menjalankan keinsaniyahannya di depan Sang Khaliq

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Red. Uli H

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Sunnah Shautus Salam

Minggu, 15 Oktober 2017

Hindari Konflik, Ini Era Desa Membangun

Jakarta, Shautus Salam. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar menegaskan, agar seluruh masyarakat daerah atau khususnya yang di perdesaan untuk menghindari konflik. Karena saat ini adalah era desa untuk membangun. Tanpa solidaritas bersama, desa yang satu dengan desa lainnya akan terus terjadi ketimpangan.

Hindari Konflik, Ini Era Desa Membangun (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Konflik, Ini Era Desa Membangun (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Konflik, Ini Era Desa Membangun

"Konflik akan sangat merugikan. Selain akan menimbulkan rasa ketakutan masyarakat, juga akan menghambat kesejahteraan rakyat untuk membangun desanya. Padahal kehidupan antar desa juga sangat penting dan perlu rasa kebersamaan," ujar Marwan, Sabtu (18/7).

Hal tersebut dikemukakan terkait terjadinya insiden di Torikala, Papua beberapa hari lalu. Menurut Marwan, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur desa dan kecamatan hingga daerah, sangat penting terjalin. "Tidak perlu lagi ada egoisme agama dan antar desa lagi. Komunikasi harus dikedepankan untuk menghindari konflik," ajaknya.?

Shautus Salam

"Ini saya sampaikan, tidak hanya untuk insiden di Papua, tapi untuk seluruh wilayah Indonesia bahwa ? kita harus sama-sama sadar dan tenangkan diri. Bangun solidaritas dan kebersamaan kehidupan beragama dan masyarakat. Ayo kita sama-sama membangun desa," jelasnya.

Shautus Salam

Dengan terbangunnya solidaritas dan terjalinnya harmonisasi antar beragama dan antar desa, Marwan mengatakan, keinginan bersama seluruh rakyat Indonesia untuk membangun wilayahnya secara adil dan merata akan sama-sama terbentuk. "Hindari hal sekecil apapun yang memicu konflik. Lebih baik mencegah, daripada sudah terlanjur terjadi," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah, Pendidikan Shautus Salam

Rabu, 20 September 2017

Mensos: Apakah Masih Ada Pergunu di Indonesia?

Mojokerto, Shautus Salam



“Ketika banyak kasus narkoba, kejahatan, penelantaran anak dan berbagai persoalan anak lainnya, maka pertanyaannya apakah masih ada Pergunu di Indonesia?”

Pertanyaan itu disampaikan Menteri Sosial Indar Parawansa dalam Pembukaan Kongres II Pergunu, Kamis (27/10) malam.

Mensos: Apakah Masih Ada Pergunu di Indonesia? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos: Apakah Masih Ada Pergunu di Indonesia? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos: Apakah Masih Ada Pergunu di Indonesia?

Mensos mengajukan pertanyaan tersebut mengutip pertanyaan Kaisar Hirohito setelah hancurnya Kota Hiroshima yang dibom atom tentara Sekutu dalam Perang Dunia II. Saat itu dengan banyaknya korban pengeboman, Kaisar Hirohito bertanya, “Apakah masih ada guru?”

Menurut Mensos, persoalan pada anak-anak terkait nilai yang tereduksi dari Indonesia. Ini menunjukkan begitu pentingnya keberadaan dan peran guru di Indonesia, apalagi guru NU.

Menurut Mensos semangat Hari Santri juga harus menjiwai para guru NU. Bahwa NU memiliki perhatian terhadap bangsa sekaligus agama dengan semangat aswaja.?

Shautus Salam

“Bukan hanya guru agama, guru fisika, guru matematika, guru olahraga, tidak boleh tidak tahu pemahamana aswaja,” tegas Mensos.

Ia menegaskan, guru dan dosen NU harus memastikan bahwa pengetahuan ajaran aswaja tidak hanya telah diberikan kepada murid, namun juga dapat dipahami dan disadari oleh murid. Dalam hal ini guru berperan tidak saja sebagai pengajar, namun juga sebagai pendidik.?

Shautus Salam

Ditambahkannya, guru juga bertugas membangun keseimbangan dinamis, atau kemampuan untuk mempertahankan kesetimbangan ketika bergerak. Artinya guru akan ada dan dibutuhkan kapan saja dan dalam situasi apapun.?

“Adalah PR terbesar bagi guru untuk membangun equibrium dinamic yang harmonis. Integrasi keilmuan dan aswaja dapat menjadi bahan ajar di kelas masing- masing. Artinya guru juga menjadi juru bicara dan penyampai ajaran aswaja,” kata Mensos.

Mensos mengatakan hal itulah yang dibutuhkan Indonesia sekarang dan masa depan, karena kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas pengajar dan pendidiknya.

Terkait dengan sertifikasi guru, Mensos menyebut kasus gugatan cerai justru marak terjadi karena sertifikasi guru. “Ditemukan angka gugat cerai oleh pihak perempuan (istri) yang signifikan dengan sertifikasi guru. Angkaya 65-85,” ujar Mensos.

Hal ini harus menjadi referensi Pergunu untuk bersama-sama menjaga kehidupan yang baik dan memberi perhatian bagi anak didik.?

“Pergunu juga harus bisa membangun harmoni dan tanggung jawab di tengah heteregonitas dan keberagaman yang ada. Karena harmoni bangsa dan negara dibangun dari keluarga,” tugas Mensos. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib, Ahlussunnah, Sunnah Shautus Salam

Kamis, 31 Agustus 2017

GP Ansor Sukolilo Gelar Istighosah serta Bangun Konsolidasi

Jakarta, Shautus Salam. Pengurus Anak Cabang GP Ansor Sukolio Kabupaten Pati beserta Satuan Kordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Sukolilo mengadakan istighosah di Balai Desa Prawoto Sukolilo, Ahad (20/12) malam. Lebih  dari lima puluh pengurus dan anggota hadir dalam zikir dan doa bersama sekaligus penguatan internal organisasi ini.

Ketua GP Ansor Sukolilo Ahmad Darmaji melalui telepon yang diterima Shautus Salam mengatakan, istighosah kali ini dimaksudkan untuk meramaikan Maulid Rasulullah. Sedangkan pertemuan antarpengurus difungsikan menjaga soliditas antarpengurus.

GP Ansor Sukolilo Gelar Istighosah serta Bangun Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sukolilo Gelar Istighosah serta Bangun Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sukolilo Gelar Istighosah serta Bangun Konsolidasi

“Agar para pengurus kompak dalam melaksakan agenda yang telah disusun, dan kegiatan semacam ini sebenarnya rutin diadakan tiga bulan sekali” katanya.

Shautus Salam

Darmaji mengatakan, pertemuan kali ini juga membahas tentang evaluasi kinerja kepengurusan sekaligus membahas progam kegiatan yang akan dilaksanakan. Ada beberapa poin yang dibahas termasuk di dalamnya tentang kaderisasi.

“Dalam waktu dekat kita akan mengadakan Pendidikan Kader Dasar (PKD) juga Pendidikan dan Pelatihan Dasar atau Diklatsar Banser,” tambahnya.

Shautus Salam

Konsolidasi ini digelar untuk menyiapkan anggota GP Ansor menghadapi musim hujan. Pasalnya wilayah Sukolilo termasuk daerah rawan banjir bandang. “Seperti yang kita ketahui beberapa hari terakhir banjir meluap ke perkampungan warga,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini para pengurus ranting GP Ansor sekecamatan Sukolilo. Acara ditutup dengan makan-makan bersama. (Faridur Rohman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Sunnah, Sunnah Shautus Salam

Senin, 31 Juli 2017

Ribuan Banser Indonesia Lancarkan Mudik Lebaran 2017

Jakarta, Shautus Salam



Ribuan kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di sejumlah wilayah di Indonesia bersemangat menunjukkan dedikasinya kepada masyarakat dengan membantu kelancaran arus mudik Idul Fitri 1438 H atau Lebaran 2017.

Kader inti Pemuda Ansor itu terus memantau kondisi lalu lintas, membantu mengurai kemacetan jalan, hingga menyiapkan tempat istirahat bagi pemudik yang kelelahan.

Ribuan Banser Indonesia Lancarkan Mudik Lebaran 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Banser Indonesia Lancarkan Mudik Lebaran 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Banser Indonesia Lancarkan Mudik Lebaran 2017

"Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor dan Satkornas Banser mengapresiasi energi, semangat, keringat seluruh kader Ansor dan Banser dalam tugas kemanusiaan ini," ujar Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeini, di Jakarta, Kamis (22/6).

Ratusan Posko Mudik Banser berada di sejumlah titik strategis. Dari Jakarta menuju Jawa, Sumatera atau provinsi lain di Indonesia. Total mencapai 604.

Di Banten, jumlah Banser diturunkan di Kabupaten Tangerang misalnya, sejumlah 200 personil. Mereka berjaga di lima Posko yang disiapkan guna memberikan bantuan dan kenyamanan bagi para pemudik.

Shautus Salam

"Tugas tahunan ini tugas kemanusiaan untuk membantu petugas kepolisian hingga masyarakat," ujar Kasatkorwil Banser Banten Rois Maliki menambahkan.

Shautus Salam

Kasatkorwil Banser Jawa Tengah Hasyim Asyari menjelaskan pihaknya menurunkan 5.000 anggota Banser terlatih yang memiliki keahlian dalam bantuan lalu lintas dan pertolongan pertama bertugas di 200 Posko Mudik.

"Setiap Posko dalam sehari berisi sekitar 40 personil. Dan itu masih ditambah personil cadangan. Tiap hari dibagi 2-3 shift, dan tiap shift diterjunkan sekitar 15-20 personel," paparnya.

Di Lampung, 1.100 Banser diterjunkan dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Kader inti Pemuda Ansor setempat mendirikan 22 Posko Mudik.

"Di sejumlah Posko telah kami kunjungi seperti Pesawaran, Metro, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lampung Timur, kami pastikan fasilitas cukup memadai. Bisa untuk istirahat dan sholat," kata Kasatkorwil Banser Lampung, Tatang Sumantri.

Tak hanya di Jawa dan Sumatera. Di Bali, puluhan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) setempat juga melaporkan jika turut membantu ratusan warga Banyuwangi, Jawa Timur yang melakukan mudik gratis yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Besar Banyuwangi Dewata (Ikawangi Dewata) dengan Pemerintah Kabupaten Badung.

"Ini pembuktian harakah membanggakan yang bisa publik nilai sendiri. Apakah Banser sebagai kader inti Pemuda Ansor bermanfaat atau tidak," ujar Kasatkornas. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Doa, Sunnah, Hadits Shautus Salam

Rabu, 26 Juli 2017

IPNU-IPPNU Tanamkan Calon Pemimpin dengan Nilai Perdamaian

Pati, Shautus Salam. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) PAC Margoyoso Pati ? mengadakan pelatihan kepemimpinan melalui acara Gebyar Ramadhan dan Konferensi Pengurus Anak Cabang (Konferancab) (22/6) di Mushalla Pondok Pesantren Hamidiyah, Desa Bulumanis Kidul, Margoyoso Pati.?

IPNU-IPPNU Tanamkan Calon Pemimpin dengan Nilai Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Tanamkan Calon Pemimpin dengan Nilai Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Tanamkan Calon Pemimpin dengan Nilai Perdamaian

Kegiatan ini berlangsung mulai pada pukul 09.00 WIB, diawali sambutan dari Ketua Majelis Wilayah Cabang (MWC) Margoyoso KH Muslih dan dihadiri beberapa tamu dari perangkat desa dan camat. Dilanjutkan dengan dialog terbuka. Panitia pelaksana menggandeng Peace-Santren Community, sebuah komunitas yang berdiri dari inisiatif para mahasiswa Pati yang aktif di bidang capacity building penyebaran nilai-nilai perdamaian, terutama bagi remaja dan mahasiswa khususnya di lingkungan pesantren.?

Melalui acara ini para pelajar diajak berdiskusi soal kepemimpinan yang disampaikan oleh Ahmad Khoirun Niam dan Lum’atun Nadzifah.

Kegiatan ini berlangsung meriah, karena penyampaian materi kepemimpinan dikemas dalam permainan dan analogi yang sederhana dan mudah ditangkap, serta diselipkan nilai-nilai perdamaian melalui konsep kepemimpinan yang islami, ramah dan partisipatif.?

Shautus Salam

“Pentingnya kita membahas kepemimpinan ini ialah dalam rangka Konferancab sendiri. Kami rasa penting kita belajar mengenai konsep kepemimpinan yang baik, supaya nantinya ketika peserta menjadi pemimpin, sudah ada bekal yang dibawa,” tutur ketua PAC IPPNU Magoyoso Farikhatun Nikmah.?

Dialog terbuka yang dibawakan oleh Peace-Santren Community cukup memberi gambaran bagi rekan dan rekanita PAC IPNU-IPPNU tentang pola pemimpin dan anggotanya. Rikza, salah satu peserta menyatakan “Pelajaran penting dari kepemimpinan adalah komunikasi yang baik antara pemimpin dan anggotanya. Dalam dialog ini, saya dijelaskan analogi ‘tuan rumah dan tamu’ untuk menghimpun jaringan dalam sebuah organisasi.”

Niam menjelaskan “Saya sangat senang bisa ber-silaturrahmi dengan rekan dan rekanita PAC IPNU-IPPNU Margoyoso, dalam konteks perkembangan organisasi pelajar dan kepemudaan. Moment ini cukup efektif untuk memperkuat jaringan keorganisasian pelajar, terutama untuk komunitas kami menyebarkan nilai-nilai perdamaian.” Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Olahraga, Sunnah Shautus Salam

Kamis, 01 Juni 2017

Uni Eropa Kerja Sama dengan NU Kembangkan Islam Nusantara

Jakarta, Shautus Salam



Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend mengatakan Uni Eropa dan Indonesia bersama melawan paham radikalisme dan ekstrimisme yang disertai dengan kekerasan.

"Uni Eropa ingin tetap mengadakan kerja sama dengan Indonesia baik lewat kerja sama bilateral maupun G-20 mengenai berbagai permasalahan global, serta kerja sama berbagai bidang seperti bidang ekonomi, lingkungan hidup dan upaya menciptakan perdamaian, kestabilan di seluruh dunia serta memerangi kekerasan dan ekstrimisme," kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend saat jumpa pers "Bulan Eropa 2016" di Jakarta, Senin.

Uni Eropa Kerja Sama dengan NU Kembangkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Uni Eropa Kerja Sama dengan NU Kembangkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Uni Eropa Kerja Sama dengan NU Kembangkan Islam Nusantara

Ia mengatakan penting melawan radikalisme dan ekstrimisme demi menciptakan perdamaian dan kestabilan wilayah.

Kepala Politik, Pers, dan Informasi Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Julio Arias mengatakan Uni Eropa dan Indonesia bekerja sama dalam kegiatan mendorong toleransi kebebasan beragama.?

Shautus Salam

"Uni Eropa memiliki proyek kerja sama dengan pesantren untuk membantu mengembangkan kurikulum untuk menegakkan toleransi," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan Uni Eropa juga bekerja sama dengan Nahdatul Ulama untuk mengembangkan toleransi dalam rangka pengembangan Islam Nusantara.?

Kemudian, Kepala Kerja Sama ("Head of Cooperation") Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Franck Viault menambahkan Uni Eropa dan Indonesia juga bekerja sama dalam bidang demokrasi dan hak asasi manusia.

Shautus Salam

Ia mengatakan laporan tahunan kerja sama Uni Eropa dan Indonesia akan disampaikan dalam peluncuran "Blue Book" Uni Eropa-Indonesia 2016 pada 11 Mei 2016.

Peluncuran buku itu sebagai rangkaian kegiatan "Bulan Eropa" dalam rangka memperingati berdirinya Uni Eropa, yang berisikan berbagai proyek kerja sama Uni Eropa dan Indonesia seperti di bidang pendidikan, pengembangan masyarakat madani, hak asasi manusia dan pembangunan berkesinambungan.

Setelah peluncuran, Uni Eropa dan perwakilan pemerintah Indonesia serta pihak lain seperti komunitas masyarakat, komunitas internasional dan mahasiswa akan menghadiri diskusi panel tentang tata kelola pemerintahan yang baik yang bertemakan "Promoting good governance: transparency and accountability". (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pertandingan, Sunnah, Kajian Islam Shautus Salam

Tiga Arena Perjuangan LTM-PBNU (1)

Jakarta, Shautus Salam

Memasuki tahun ketiga kepengurusan Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM-PBNU) masa khidmat 2015-2020, LTM-PBNU memantapkan arena perjuangannya. Sektretaris LTM-PBNU Ibnu Hazen mengatakan terdapat tiga arena perjuangan yakni penguatan akidah, penguatan ekonomi, dan penguasaan informasi dan komunikasi.

Tiga Arena Perjuangan LTM-PBNU (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Arena Perjuangan LTM-PBNU (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Arena Perjuangan LTM-PBNU (1)

Tiga arena perjuangan tersebut diperkuat dalam diskusi pengurus LTM-PBNU yang dilaksanakan bersamaan Family Gathering LTM-PBNU, 20-21 Januari 2018 lalu di Vila Kelana, Cibodas, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

“Untuk penguatan akidah diturunkan menjadi penguatan paham ahlussunah waljamaah annahdliyah; penguatan ideologi Pancasila dan NKRI; dan menjaga hubungan antara agama dan negara,” kata Ibnu di Gedung PBNU, Selasa (23/1).

Ibnu menambahkan penguatan-penguatan tersebut dilakukan dengan sejumlah strategi meliputi pelatihan, workshop, seminar, halaqah, pendampingan dan mentoring.

“Strategi dilakukan sebagai wadah dan media pembentukan wawasan, nilai, sikap, transformasi keilmuan, dan menjadi informasi yang strategis untuk kaderisasi,” ia memaparkan.

Shautus Salam

Strategi tersebut dilakukan berbasiskan masjid yang menyasar masyarakat umum, kampus dan perkantoran serta sekolah dan kompleks perumahan.

“Tentu metode dan pendekatan yang dilakukan berbeda-beda untuk arena-arena itu,” sambung Ibnu.

Shautus Salam

Ibnu menegaskan keluaran yang ingin dihasilkan melalui strategi tersebut adalah terbentuknya jaringan muharik aswaja NU dari tingkat nasional hingga ke desa-desa. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pondok Pesantren, Daerah, Sunnah Shautus Salam

Sabtu, 29 April 2017

Lewat Fatwa Keagamaan, NU Takkan Benturkan Umat Islam dan Negara

Purwakarta, Shautus Salam - Wakil Katib Syuriyah PWNU Jatim KH Muhibbul Aman yang memimpin sidang komisi bahtsul masail maudhuiyah pra-Munas NU 2017 mengatakan bahwa putusan agama yang diambil NU tidak boleh menempatkan umat Islam dan negara saling berhadapan. Putusan keagamaan NU harus memberikan solusi bagi umat tanpa harus mengorbankan mereka.

Demikian disampaikan Kiai Muhib yang didampingi Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH Mahbub Maafi saat membahas pedoman taqrir jama‘i di Pesantren Al-Muhajirin 3, Purwakarta, Jumat (10/11) malam.

Lewat Fatwa Keagamaan, NU Takkan Benturkan Umat Islam dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Fatwa Keagamaan, NU Takkan Benturkan Umat Islam dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Fatwa Keagamaan, NU Takkan Benturkan Umat Islam dan Negara

Taqrir jama’i adalah proses pengambilan putusan keagamaan secara berjamaah di lingkungan NU ketika menghadapi sejumlah pandangan ulama terkait satu persoalan.

Menurutnya, NU dalam memilih sejumlah pendapat ulama itu tidak didasari semangat ifta (pemberian fatwa), tetapi semangat irsyad, memberikan arahan keagamaan yang solutif.

Shautus Salam

Shautus Salam

“Jangan benturkan masyarakat dan negara lewat irsyad itu. Upaya yang dilakukan adalah mengubah regulasinya,” kata Kiai Muhib.

Peserta forum taqrir jama’i di samping harus mempertimbangkan kemaslahatan umum, juga harus menghindari putusan keagamaan yang menghadap-hadapkan masyarakat dan negara.

Forum bahtsul masail pra-munas ini diadakan dalam rangka menyempurnakan sejumlah konsep untuk dibawa ke forum Munas NU 2017. “Kita menjaring masukan. Putusan finalnya nanti pada forum Munas NU di Lombok akhir November,” kata Ketua Panitia Komisi Bahtsul Masail Munas NU 2017 KH Mujib Qaliyubi kepada Shautus Salam. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah, Kiai Shautus Salam

Kamis, 20 April 2017

KH Hasyim Asy’ari Juga Seorang Pedagang

Jombang, Shautus Salam. Ada yang menarik di Pesantren Tebuireng saat diasuh KH Hasyim Asy’ari. Beliau meliburkan kegiatan mengaji pada hari Selasa karena memiliki usaha di berbagai tempat. Sebuah gambaran bahwa Hadratus Syaikh juga memiliki perhatian pada ekonomi.

KH Hasyim Asy’ari Juga Seorang Pedagang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Asy’ari Juga Seorang Pedagang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Asy’ari Juga Seorang Pedagang

Hal ini disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Shalahuddin Wahid saat menerima pengurus Himpunan Pengusaha Santri Indonesia di pesantren ini. Ini pula yang akhirnya kian memompa semangat para pengusaha muda santri ini untuk terus mengembangkan usaha agar kelak para santri dapat mandiri.

H Mohammad Ghozali menyampaikan informasi tersebut disela-sela Senam Santripreneurship yang diselenggarakan di Alon-alon Jombang (24/2). Ketua Umum HIPSI ini sangat tersentuh dengan wejangan dari Gus Sholah –sapaan KH Shalahuddin Wahid- tersebut. 

Shautus Salam

Gus Sholah menandaskan bahwa setiap Hari Selasa, KH Hasyim Asy’ari memanfaatkannya untuk mengembangkan bisnis di beberapa kota seperti Kediri dan sekitarnya. Dan karena menghormati tradisi tersebut, Pesantren Tebuireng juga menerapkan libur khusus pada hari Selasa sebagai bentuk apresiasi kepada hadratus syaikh. 

Shautus Salam

Cucu hadratus syaikh ini juga berpesan kepada para santri lewat HIPSI untuk menjadikan semangat kewirausahaan sebagai bagian tak terpisahkan dari sosok seorang santri. 

“Ini pula yang semakin memperkuat semangat kami untuk terus membimbing calon usahawan muda agar mampu bersaing pada kesempatan mendatang,” ungkapnya.

Ghozali yakin, dengan terus dilakukannya sosialisasi tentangan kewirausahaan di sejumlah pesantren, maka akan semakin banyak santri yang nantinya ingin mengembangkan diri untuk membuka usaha. Tidak menutup kemungkinan pada dua puluh tahun mendatang bangsa Indonesia akan menjadi salah satu negera adikuasa. 

“Alangkah indahnya bila pengusaha yang berperan saat itu adalah para santri,” harapnya.

Kini HIPSI telah memiliki perwakilan di delapan provinsi. Sedangkan untuk di Jawa Timur telah terbentuk 18 kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota. 

“Kami akan terus mengembangkan sayap karena respon para santri juga menggembirakan,” pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah, Kiai Shautus Salam

Sabtu, 25 Februari 2017

SMK Bisri Syansuri Denanyar Miliki Laboratorium Ritel

Jombang, Shautus Salam. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bisri Syansuri Denanyar Jombang, kini memiliki Laboratorium Ritel. Pembukaan lab ritel dilakukan Wakil gubernur Jatim, Syaifulah Yusuf disela sela persiapan Muktamar ke-33 NU.

SMK Bisri Syansuri Denanyar Miliki Laboratorium Ritel (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Bisri Syansuri Denanyar Miliki Laboratorium Ritel (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Bisri Syansuri Denanyar Miliki Laboratorium Ritel

SMK yang berada di lingkungan Pesantren Mambaul Maarif Denanyar ini membuka laboratorium ritel bekerjasama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart). "Saya memberikan apresiasi positif program Alfamart Class di SMK Bisri Syansuri. Karena hal itu bisa menambah skill pelajar," ujar Wagub Syaifullah Yusuf.

Gus Ipul yang juga Ketua PBNU ini mengatakan, kedepan tantangan eknomi semakin besar, karenanya santri pesantren juga perlu mendapatkan tambahan ilmu ketrampilan dalam bidang usaha.

Shautus Salam

"Kalau di luar negeri hampir 70 persen pendidikannya mengajarkan ketrampilan atau life skill, karenanya santri juga harus diajarkan usaha," jelasnya seraya mengatakan agar lulusan SMK yang sudah dibekali dengan keahlian khusus dan ketika lepas dari sekolah sudah siap untuk kerja.

Sementara itu, Hudiyono Kabid Menengah Kejuruan dan Perti Dinas Pendidikan Provinsi Jatim mengatakan, di Jawa Timur, SMK yang memiliki laboratorium ritel sebanyak 5 lembaga.

Shautus Salam

"Salah satunya di Denanyar ini, kita menargetkan selama 2015 ini ada 50 lembaka SMK yang memiliki laboratorium Ritel, "ujarnya membeberkan.

Kerjasama lab ritel SMK dengan Alfamart dikatakannya, untuk memberikan ketrampilan siswa SMK dalam bidang usaha. Adapun sistem pengajarannya selama 2 tahun siswa menjalani proses belajar mengajar seperti biasa dan satu tahun magang. "Mereka akan magang dengan gaji sesuai UMR," tandasnya.

Branch Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Malang, Dwesti Suhascaryo mengatakan, Alfamart Class di SMK Bisri Syansuri merupakan yang pertama di Jombang dan ketiga di Jawa Timur setelah SMK PGRI 3 Malang serta SMKN 1 Geger Madiun.

Melalui program tersebut, lanjutnya, pihaknya ingin menumbuhkembangkan minat masyarakat terhadap dunia ritel melalui proses pembelajaran yang aplikatif. "Program ini juga sebagai bentuk kepedulian perusahaan di bidang pendidikan. Tujuannya, menciptakan lulusan SMK yang siap bekerja sesuai kebutuhan yang disyaratkan oleh Alfamart," katanya. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ahlussunnah, Sunnah Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock