Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila

Jakarta, Shautus Salam

Mantan ketua Dewan Pers Indonesia Bagir Manan menyerukan kepada pihak-pihak yang mengklaim dirinya sebagai media Islam untuk tidak melupakan lingkungan sekitarnya. Selain mematuhi aturan yang ada, mereka dituntut untuk memperhatikan negara tempat mereka hidup.

Bagir mengingatkan wacana yang digulirkan pun hendaknya tak mengarah pada isu pengubahan sistem negara Indonesia.

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila

“Tolong jaga, jangan sampai orang mengonfrontasikan Islam dengan Pancasila,” katanya dalam forum Workshop Penyusunan Standar Literasi Media Islam Online, Jumat (21/4) di Hotel Lumire, Jakarta Pusat.

Shautus Salam

Ia sadar bahwa selama ini radikalisme dan berita palsu atau hoax kerap dialamatkan kepada media-media Islam. Citra ini, menurutnya, masih bisa direduksi pelan-pelan dengan cara memperbaiki kualitas media Islam.

“Hendaknya pers Islam menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu, baik mutu intelektual, mutu ekonomi, mutu sosial dan tentu saja mutu keagamaan kita. Jadi jika agama dikatakan rahmatan lil alamin, (jargon itu) betul-betul riil,” paparnya.

Shautus Salam

Menurut Bagir, pers lebih dari sekadar penyampai informasi. Pers juga memiliki fungsi pendidikan, pembentuk atau pengarah opini publik.

Mantan ketua Dewan Pers Indonesia selama dua periode ini juga mengingatkan kepada media-media Islam bila memang benar-benar dimaksudkan sebagai lembaga pers untuk memenuhi standar profesionalisme.

“Standar-standar pers yang baku harus kita perhatikan, cek dan ricek, cover both side, dan sebagainya,” tutur Ketua Mahkamah Agung RI periode 2001-2008 ini.

Terkait media daring yang menjamur sekarang ini, ia berpendapat ada penurunan kualitas khususnya berkenaan dengan tingkat akurasi. Mungkin karena memprioritaskan kecepatan tayang, media online sering tak mengindahkan tingkat validitas isi berita. Kelemahan lain juga ada pada manajemen yang cenderung tidak bagus.

“Tanggung jawab juga bisa rendah. Padahal, satu kali berita muncul, seseorang bisa sudah jadi korban atau diuntungkan,” jelasnya.

Lokakarya ini digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia dan diikuti sejumlah perwakilan media-media Islam, baik elektronik, cetak, maupun daring. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Hadits, Sejarah Shautus Salam

Kamis, 15 Februari 2018

GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang

Jepara, Shautus Salam



PAC GP Ansor Mlonggo Jepara bekerja sama dengan Bakesbangpol Jepara menyelenggarakan “Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba bagi Pemuda dan Masyarakat” di aula gedung MWCNU Mlonggo, Rabu (30/8) pagi. 

Kegiatan itu menghadirkan dua pembicara yaitu Drs Wahyu Anggono dari DKK Jepara dan AKP Hendro A, Kasat Narkoba Polres Jepara itu dihadiri. 

GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jepara: Narkoba Berbahaya dengan Efek Jangka Panjang

Ratusan peserta yang hadir terdiri murid SMA sedejarat se-kecamatan Mlonggo, perwakilan IPNU, IPPNU, Ansor, Fatayat, Muslimat dan masyarakat umum. Kepala Kesbangpol Jepara, Mulyaji juga menyempatkan hadir dalam kegiatan tersebut. 

Ketua PAC GP Ansor Mlonggo, Ainul Mahfudh mengatakan kegiatan bertujuan memberikan edukasi untuk pemuda tentang bahaya narkoba. 

“Narkoba lebih berbahaya daripada bencana dengan efeknya jangka panjang. Karenanya mesti ditanggulangi sejak dini. Ingat, generasi emas mendatang harus terhindar dari narkoba,” tandasnya di sela-sela kegiatan. 

Shautus Salam

Perlu diketahui dulu Indonesia hanya sebagai transit narkoba. Tetapi sekarang menjadi salah satu potensi pasar. Begitu juga kabupaten Jepara.

Jepara, tegas Ainul lulusan Unisnu Jepara itu, masuk kota pinggiran. Tetapi pihaknya menggarisbawahi bahwa kota kelahiran R.A. Kartini pernah terjadi kasus besar narkoba yakni tahun 2011 dan 2016. Sehingga ia menyebut meski kabupaten kecil tetapi menjadi salah satu target penyebaran narkoba. 

Maka dari itu peran serta dari masyarakat dengan melakukan pendidikan dan pembelajaran sangat dibutuhkan. 

“Di samping itu juga pentingnya moralitas masyarakat dengan mengedepan pendidikan agama. Masyarakat yang punya moralitas akan tahu kalo narkoba jelas di agama yang dianutnya,” tambahnya. 

Shautus Salam

Salah satu narasumber dari DKK, Wahyu Anggono menjelaskan cara menghadapi orang yang kecanduan alkohol. “Pertama niat pengen sembuh atau tidak?” Jawab Wahyu menjawab pertanyaan Nasruddin Latif, Wakil Ketua PAC GP Ansor Mlonggo dalam sesi tanya jawab. 

Kedua, lanjutan jawabannya menjauhkan pergaulan yang negatif. Terakhir, hindarkan botol-botol miras di sekitar rumah pecandu. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Hadits Shautus Salam

Senin, 29 Januari 2018

Puasa Tingkatkan Kedisiplinan dan Produktivitas Kinerja

Brebes, Shautus Salam. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Drs H Imam Hidayat, MPdI memandang, Puasa Ramadhan menjadi barometer kedisiplinan dan Produktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena puasa memiliki makna pengendalian diri.?

Pengendalian diri bagi seorang pegawai, terutama dari sisi kepribadian, sehingga berpengaruh bagi diri dan masyarakat yang dilayani.?

“Konteks impelemntasi puasa sebagai seorang ASN, bisa menjadi semangat tarbiyah peningkatan disiplin dan kinerja pegawai,” terang Imam Hidayat saat dihubungi Shautus Salam di ruang kerjanya, Jumat (9/6).

Puasa Tingkatkan Kedisiplinan dan Produktivitas Kinerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Tingkatkan Kedisiplinan dan Produktivitas Kinerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Tingkatkan Kedisiplinan dan Produktivitas Kinerja

Kata Imam, seorang yang berpuasa telah diatur harus mampu menahan diri yang diawali dengan imsyak sampai dengan berbuka saat Maghrib. Di sini, ada ketentuan waktu yang jelas, antara waktu berangkat kerja dan kapan harus meninggalkan kantor.?

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, Ibadah puasa itu perhitungan pahalanya langsung dari Allah SWT. Sesungguhnya, semua amalan bani adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipatnya. Allah ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwat dan makannya karena aku, maka Aku yang akan membalasnya.’?

Dalam kaitan ini, lanjut Imam, ibadah puasa itu ibadah rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya dan Allah SWT. Maka sebagai ASN ada upaya pengawasan melekat. Bekerja apapun, tidak karena ada atasan, atau pimpinan harus dijalani.

Shautus Salam

“Tidak perlu diperintah kalau memang sudah ada tugas pokok dan fungsinya, lakukan. Yang menjadi ukuran adalah dorongan pribadi bahwa kita menjalankan amanah, melayani umat, jadi kerjakan apa yang menjadi tugas dan kewajiban,”imbuhnya.?

Datangnya bulan Puasa, tidak mengurangi gaji ataupun mengurangi tunjangan kinerja (tukin), maka jangan sampai puasa malah membuat kinerja melemah. Karena alasan ngantuk, cape, tidak bersemangat, takut kehausan dan kelaparan, atau dijadikan alasan datangnya terlambat.?

Justru dibulan puasa, sambungnya, semua amal yang baik dilipatgandakan. Bulan barokah, bulan peningkatan kebaikan. Maka bila berkerja dengan ikhlas dan terjadi peningkatan produktivitas maka akan dilipat gandakan pula pahalanya.?

Kedisiplinan dan Produktivitas kerja meningkat bukan karena siapa-siapa, tetapi karena lillah, karena Allah SWT.?

Shautus Salam

Semoga saja, puasa tahun ini mendapatkan ridlo-Nya dan ikhlas menjalankannya. Jangan sampai sebaliknya, betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya tersebut, kecuali rasa lapar dan dahaga.?

Alasan tidur bae, dengan dalih tidur saja mendapat pahala ini jangan dijadikan pedoman. Imam mangajak, selaku ASN agar menjadi contoh untuk melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknya agar laalakum tatakum. Sebab, tidak semua orang yang berpuasa jadi orang takwa, mudah-mudahan ASN puasanya mengantarkan diri menjadi insan yang takwa.

Untuk itu, pegawai harus tetap menjalankan puasa, karena menilik keberkahan puasa akan mendorong lebih rajin lagi, dengan motivasi dari setiap amal perbuatan akan dilipatgandakan pahalanya. (Wasdiun / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hadits Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

Penolakan Dua Bisri

Apabila di organisasi atau lembaga lain, posisi pucuk pimpinan seolah menjadi barang rebutan, namun tidak demikian pada amanah sebagai Rais ‘Aam di dalam Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU).

Sejarah mencatat, seringkali proses pergantian Rais ‘Aam diwarnai dengan penolakan atau sikap tidak bersedia dari kandidat yang terpilih untuk mengemban amanah ini, seperti yang dilakukan KH Mustofa Bisri pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang.

Penolakan Dua Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)
Penolakan Dua Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)

Penolakan Dua Bisri

Hal serupa pernah terjadi pada gelaran Muktamar NU 48 tahun silam, tepatnya pada Muktamar Ke-24 di Bandung, Juli 1967. Menariknya, entah hanya kebetulan semata, pada nama tokoh tersebut juga melekat nama Bisri.

Shautus Salam

Adalah KH Bisri Syansuri, yang kala itu dalam pemilihan Rais ‘Aam PBNU berhasil mendapatkan suara terbanyak mengungguli KH Abdul Wahab Chasbullah.

Para muktamirin merasa kasihan dengan kondisi fisik Kiai Wahab yang sudah sangat lemah dan uzur sepuh untuk kembali memimpin NU.

Shautus Salam

Namun, sebelum forum memutuskan untuk mengangkat Kiai Bisri sebagai Rais ‘Aam menggantikan Kiai Wahab, jabatan tersebut dengan tegas ditolaknya. Selama Kiai Wahab masih hidup, ia tidak akan menjadi Rais ‘Aam. Kiai Bisri baru bersedia menggantikan jabatan tersebut, ketika Kiai Wahab wafat pada tahun 1971.

Sejarah juga mencatat, selain penolakan kedua Bisri ini, sikap serupa juga pernah diperlihatkan beberapa kiai saat disodori posisi Rais ‘Aam yang kosong saat Kiai Bisri wafat. Termasuk dua ulama kharismatik, ? KH R Asad Syamsul Arifin Situbondo dan KH Machrus Ali Lirboyo juga ikut menolak.

”Meski Malaikat Jibril turun dari langit untuk memaksa, saya tetap akan menolak, yang pantas itu Kiai Machrus Ali, Lirboyo,” tukas Kiai As’ad.

Jawaban Kiai Machrus pun tak kalah ‘angker’, ”Jangankan Malaikat Jibril, kalaupun Malaikat Izrail turun dan memaksa saya, saya tetap tidak bersedia!” (Ajie Najmuddin)

Sumber pendukung: Saifuddin Zuhri, Mbah Wahab Hasbullah Kiai Nasionalis Pendiri NU.

Foto: KH Bisri Syansuri (kiri) dan KH A Wahab Chasbullah dalam sebuah kesempatan. (koleksi Perpustakaan PBNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Doa, Hadits Shautus Salam

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan

Bondowoso, Shautus Salam - Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Binakal dan GP Ansor setempat menurunkan bantuan untuk korban tanah longsor di Desa Kembangan. Pengurus harian GP Ansor Bondowoso menyerahkan bantuan berupa bahan makanan pokok.

Bantuan ini diserahkan langsung di lokasi kejadian bencana di Dusun Kembang Desa Kembangan Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, Senin (26/9) malam.

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bondowoso Kunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Kembangan

"Begini, kejadiannya itu sudah dua hari yang lalu. Akibat tanah longsor karena hujan lebat terus menerus sehingga rumah ibu saya ibu Maimunah tertimpah tanah longsor. Itu sekitar jam lima sore kejadiannya,” kata Sofi, keluarga salah satu korban.

Shautus Salam

Ia bersyukur tidak ada korban jiwa saat kejadian. Hanya saja "Rumah ibu saya yang rusak tertimpah tanah longsor tersebut," kata Sofi.

Kondisi jalan untuk menempuh lokasi dalam keadaan licin, becek, dan gelap gulita. Untuk menempuhnya, orang dapat lewat dengan penerangan hp.

Shautus Salam

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil berharap bantuan itu bisa meringankan beban yang terkena musibah.

“Dari kegiatan penyaluran bantuan longsor itu kita terpanggil sesama manusia agar kita bisa meringankan beban yang terkena musibah, saling membantu,” kata Muzammil.

Tampak hadir Ketua MWCNU Binakal H Lutfi, Ketua GP Ansor Binakal Ahmad Efendy, Ketua Baanar Bondowoso Fiqi Abdillah, dan Pengurus GP Ansor lainnya. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Hadits, Kajian Islam Shautus Salam

Sabtu, 13 Januari 2018

Gelar PKD dan Diklatsar, Ini Harapan GP Ansor Batam

Batam, Shautus Salam. Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Batam melaksanakan PKD dan Diklatsar di Pondok Pesantren Roudhotul Quran Sei Beduk pada Jumat (25/3). Kegiatan tersebut diawali dengan upacara pembukaan yang dihadiri Ketua PW GP Ansor Kepulauan Riau (Kepri) Nur Haryanto beserta Satkorwil Banser Kepri.

Gelar PKD dan Diklatsar, Ini Harapan GP Ansor Batam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar PKD dan Diklatsar, Ini Harapan GP Ansor Batam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar PKD dan Diklatsar, Ini Harapan GP Ansor Batam

Inspektur Upacara Sularno Menot dalam amanahnya mengatakan, tantangan Ansor dan Banser ke depan akan semakin sulit. Untuk itu setiap anggota organisasi yang dilahirkan para ulama ini harus menjaga dan meningkatkan militansinya. “Ansor dan Banser harus mampu menjadi penengah bagi mereka yang bertikai dan menjadi pembela bagi mereka yang dilemahkan,” pintanya.

Menot berharap, dengan adanya PKD dan Diklatsar yang diikuti135 peserta ini, mampu mencetak pemimpin, calon benteng ulama dan penjaga keutuhan NKRI. “Untuk itu, selama 3 hari ke depan, peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang meliputi latihan PBB, Ke-NU-an, keansoran dan kebanseran, serta kegiatan-kegiatan lainnya,” tegasnya.

Shautus Salam

Selain instruktur dari Pimpinan Wilayah, para senior yang pernah ikut dalam Susbalan dan Susbanpim, peserta PKD dan Diklatsar juga akan mendapatkan ilmu dari TNI AL, TNI AD dan Kepolisian. “Sehingga nantinya peserta dapat meningkatkan kedisiplinan dan lebih mantap jiwa patriotismenya,” terangnya. ?

Di tempat terpisah, penasehat PC GP Ansor Kota Batam Eddy Prasetyo berharap agar Ansor Kota Batam selalu kompak. Menurutnya, dengan adanya dinamika organisasi yang begitu hebat, Ansor Batam mampu eksis dan terus berbuat.

Shautus Salam

Dengan adanya pasang surut dinamika organisasi, menurutnya, mampu mendewasakan para pengurus yang bisa jadi akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

“Secara pribadi saya bangga dengan Ansor Batam, di saat banyak organisasi diam dengan adanya Gelper yang berbau judi, Ansor Batam lantang bersuara di media. Dan hasilnya Gelper saat ini telah ditutup. Itulah yang saya maksud bahwa Ansor Batam tumbuh semakin dewasa dan di dengarkan suaranya oleh elemen bangsa lainnya,” terangnya. (red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hadits Shautus Salam

Sabtu, 06 Januari 2018

Rekonstruksi Fiqih al-Biah

Secara umum tujuan pemberlakuan hukum Islam atau maqashid as-syari’ah adalah untuk mewujudkan maslahat dan menghindari mafsadat. As-Syatibi dalam Al-Muwafaqat telah memformalitaskan maqashid as-asyari’ah melalui teori maslahah dengan membaginya menjadi lima konsep, hifdzu ad-din, hifdzu an-nafs, hifdzu al-aql, hifdzu al-mal dan hifdzu an-nasl.

Kelima konsep tersebut secara spesifik terbagi dalam tiga level, dharuriyyat (elementer), haajiyyat (suplementer) dan tahsiniyyat (komplementer).

Rekonstruksi Fiqih al-Biah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekonstruksi Fiqih al-Biah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekonstruksi Fiqih al-Biah

Selanjutnya, para intelektual muslim merumuskan konsep baru dan memasukkannya sebagai bagian dari konsep maqashid as-asyari’ah, yaitu hifdzul-bi’ah (menjaga lingkungan), hingga muncul apa yang disebut fiqih lingkungan (fiqih al-bi’ah; environment islamic law). Sayangnya, di Indonesia yang mayoritas muslim, konsiderasi mengenai fiqih al-bi’ah baru muncul pada tahun 1960 melalui seminarseminar.

Shautus Salam

Rekonstruksi Fiqih al-Bi’ah

Signifikansi rekonstruksi fiqih al-bi’ah ditengarai paling tidak oleh tiga faktor. Pertama, kondisi obyektif krisis lingkungan yang makin parah. Kedua, umat Islam memerlukan kerangka pedoman komprehensif tentang paradigma di dalam masalah lingkungan, sedangkan Fiqih klasik dipandang belum mengakomodir kerangka operasional dalam perspektif lingkungan modern. Ketiga, fiqih al-bi’ah belum dianggap sebagai disiplin dalam ranah studi Islam. Akar-akar ontologis dan epistemologisnya juga masih diperdebatkan.

Shautus Salam

Lingkungan yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap manusia. Mengamini hal tersebut, UUD 1945 (amendemen kedua, tahun 2000) pasal 28H ayat (1) menyebutkan “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Berdasarkan spirit itulah wawasan mengenai lingkungan hidup masuk dalam agenda besar pembangunan ekonomi nasional di satu sisi.

Di sisi lain, ekosistem yang semakin menurun telah mengancam tidak saja kelangsungan perikehidupan manusia, namun juga makhluk hidup lainnya. Eskalasi pemanasan global makin meningkat hingga berpotensi terhadap perubahan iklim yang pada gilirannya akan memperparah penurunan kualitas lingkungan. Menipisnya lapisan ozon, kerusakan mangrove, padang lamun, gambut, karst, dumping limbah, kegagalan mitigasi, instabilisasi mutu emisi dan udara ambien adalah ancaman serius yang perlu segera mendapatkan penyelesaian. Dalam konteks ini, perlu dilakukan perlindungan dan pengelolaan secara sungguh-sungguh dan konsisten.

Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dapat diimplementasikan secara sistematis dan terpadu. Sistematis dalam arti dilakukan secara bertahab. Step by step. Terpadu karena perlu diketengahkan term kombinasi lintas aspek (interside combination). Untuk itu dibutuhkan semangat melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan (mafsadat). Laiknya pola dalam problem solving, perpaduan aspek lingkungan, sosial, ekonomi dan hukum yang saling bertautan merupakan strategi penjamin keutuhan lingkungan hidup, keselamatan dan mutu hidup generasi masa kini dan masa depan.

Proyeksi dan Proteksi

Sumber daya alam sebagai salah satu representasi dari lingkungan hidup memiliki daya dukung dan daya tampung. Kedua istilah ini merupakan entitas yang dihasilkan dan dapat dimanfaatkan oleh makhluk sekitarnya dengan tetap mempertahankan eksistensi, fungsi, produktivitas, keselamatan, dan mutu. Diperlukan inventarisasi lingkungan untuk melacak identitas sumber daya alam sehingga dapat diketahui potensi yang dapat dimanfaatkan (functionable potency), bentuk penguasaan (authority), pengelolaan (management), kerusakan (faulty) dan konflik yang timbul akibat pengelolaan.

Dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup dari pencemaran dan/atau kerusakan, perlu diupayakan preventifikasi, proteksi dan rehabilitasi. Pemerintah telah mencanangkan program konservasi sumber daya alam, pencadangan dan pelestarian fungsi atmosfer. Pada tahun 1970 telah dibentuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) di bawah Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan yang terdiri dari 27 delegasi di tingkat propinsi. Balai ini bertugas mengelola kawasan-kawasan konservasi, khususnya hutan-hutan suaka alam (suaka margasatwa, cagar alam) dan taman wisata alam.

Persoalan krusialnya ada pada perusahaan yang melakukan kegiatan tertentu untuk mengelola sumber daya alam dengan motif profit oriented. Di mana seringkali keselamatan lingkungan dinomorduakan dan menjadi tergadaikan oleh ekspansi kepentingan perusahaan. Sebut saja Exxon Mobile di blok Cepu, Chevron di Riau, Total di blok Mahakam Kaltim, ConocoPhillips di blok Corridor, Jambi dan tentu saja Freeport di Papua.

Meskipun telah dilakukan pengawasan, nampaknya sanksi yang ada tidak serta merta membuat mereka sadar bahwa menurunnya kualitas sumber daya alam secara tidak langsung dapat mengurangi keuntungan mereka. Lebih jauh dari itu, keberlangsungan lingkungan hidup adalah di atas segalanya (conditio sine qua non).

Konstruksi Hukum

Kementrian Lingkungan Hidup telah menyusun juklak Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai salah satu instrumen inovatif yang membantu perusahaan untuk peka dan adaptif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sehingga dapat bersikap lebih sensitif terhadap lingkungan dan selaras dengan dinamika masyarakat sekitarnya.

Selain itu, guna mencapai kepastian hukum agar program dicanangkan bisa berjalan secara tegas dan efektif, pemerintah telah beberapa kali mengeluarkan peraturan perundang-undangan, di antaranya :

� UU No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup

� UU No. 18 tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah

� UU No. 19 tahun 2009 tentang Pengesahan Stockholm Convention On Persistent Organic Pollutants (Konvensi Stockholm Tentang Bahan Pencemar Organik Yang Persisten)

� UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

� PP No. 27 tahun 2012 tentang izin lingkungan

� PP No. 52 Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Kemententerian Negara Lingkungan Hidup

� PP No. 81 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga

� Peraturan Menteri, Keputusan Menteri dan Surat Edaran sebanyak 13 (2006), 12 (2007), 17 (2008), 34 (2009), 17 (2010), 17 (2011), 26 (2012) dan 7 (2013).

Disadari atau tidak, negara melalui alat-alatnya telah mengimplementasikan konsep fiqih al-bi’ah sebagai instrumen penting dalam menyongsong kegiatan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks ini, dibutuhkan supporting unit dari semua kalangan. Termasuk peran agama dalam menyikapi isu-isu lingkungan dari perspektif yang lebih praktis.

Fiqih al-bi`ah tumbuh dengan kompleksitas problem ekologi secara multidisipliner. Berbeda dengan fiqih al-zakah dan fiqih al-hajji misalnya, fiqih al-bi`ah dapat menjadi disiplin ilmu keislaman yang “mengekspansi” seluruh bidang-bidang kehidupan.

Menurut Yusuf Qaradhawi, menjaga lingkungan (hifdzu al-bi`ah) sama dengan menjaga agama (din), jiwa (nafs), akal (aql), keturunan (nasl), dan harta (mal). Rasionalitasnya adalah bahwa jika aspek-aspek agama, jiwa, akal, keturunan dan harta rusak, maka eksistensi manusia di dalam lingkungan menjadi ternoda. Oleh sebab itu, dislokasi fiqih al-bi`ah bisa menjadi oportunitas yang konfrontatif jika diikuti oleh paradigma epistemologi yang komprehensip.

Melindungi dan mengelola lingkungan hidup tentu bukan hal mudah. Namun bukan juga hal sulit jika kita bersama berusaha dan bekerja keras karena tidak ada fenomena lingkungan yang bersifat unpredicable. Kendati apa yang kita lakukan terhadap lingkungan tidak langsung dapat terasa manfaatnya. Sebuah adagium mengatakan bahwa cara paling cepat mencapai sebuah tujuan adalah dengan kerja keras dalam waktu yang relatif lama (asra’u at-Thariq li al-ghayah tuulu az-zaman fi aljiddah).

Setidaknya, aksi nyata kita adalah dengan tidak berbuat kerusakan terhadap lingkungan sekitar (ifsad fi al-ardl), meski kita belum bisa melindungi dan mengelolanya dengan baik (ma la yudroku kulluh la yutraku kulluh). Semoga.

Ahmad Mufid Bisri

* Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Darul Ulum, Mantan Redaktur Majalah Tebuireng dan sekarang menjadi Calon Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Lomba, Kajian Sunnah, Hadits Shautus Salam

Jumat, 22 Desember 2017

Ini Pesan Presiden di Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin

Cilacap, Shautus Salam?



Presiden Joko Widodo melakakuna Safari Ramadhan ke Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Kamis (15/6) sore. Ia hadir bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji.

Presiden yang akrab disapa Jokowi menyampaikan tentang pentingnya menjaga persaudaraan, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah islamiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.?

Ini Pesan Presiden di Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Presiden di Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Presiden di Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin

"Marilah kita jaga persaudaraan kita. Persaudaraan antarumat Muslim, ukhuwah islamiyah kita. Kita jaga persaudaraan antarumat beragama yang lain, ukhuwah wataniyah kita, agar kerukunan, persaudaraan d iantara kita terjalin dengan baik," katanya.

Presiden Jokowi juga menyampaikan, Indonesia adalah negara yang besar dan berananekaragam suku, agama dan ras. Oleh sebab itu, ia mengajak untuk mensyukuri anugerah yang diberikan Allah kepada bangsa Indonesia.?

"Jangan sampai di antara kita masih ada yang saling menyalahkan, saling menjelekkan, saling mencemooh, saling mencela; kita lupa bahwa kita ini saudara," lanjutnya.

Shautus Salam

Jokowi juga mengajak untuk saling menjaga satu sama lain supaya tidak terjadi gesekan yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.?

"Saya mengajak, agar kebinekaan yang telah menjadi takdir dari Allah, untuk benar-benar dijaga dan dipelihara dengan baik. Jangan sampai ada gesekan dan perpecahan," tegasnya di hadapan ribuan santri dan masyarakat yang hadir sore itu.

Presiden juga menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin KH Chasbullah Badawi, dan menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir saat itu. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Hadits, Fragmen Shautus Salam

Kamis, 21 Desember 2017

Kapan Nyusul?

Saat itu Bakar yang berumur 35 tahun sedang hadir dalam pernikahan tetangganya, ia hadir sebagai perwakilan pramusaji dari karang taruna.

Ketika menyajikan makanan, ia bertemu dengan tetangganya Mbah Wiro dan bertanya, “Kar kapan nyusul nikah?”

Bakar menjawab, “Segera mbah”.

Keesokan harinya Bakar mendapat undangan pernikahan di tetangga kampungnya, dan saat ia hadir lagi-lagi bertemu Mbah Wiro dan bertanya, “Kapan nyusul?”

Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapan Nyusul?

Bakar  menjawab, “Besok mbah.”

Usai pulang dari hajatan, Bakar pun pergi ke masjid dan bertemu teman-temannya yang sudah punya anak istri semua. Usai sholat Ashar, ia pun sejenak melepas lelah dan berkelakar dengan temannya, salah satu temannya bilang kalau adiknya yang masih SMA hendak menikah, tiba-tiba mbah Wiro datang dan menyeletuk, “Kapan nyusul Kar”?

Shautus Salam

Bakar pun hanya tersenyum sinis sembari mengambil sandal dan berjalan pulang dengan hati kesal.

Tak beberapa lama, ada kabar duka bahwa Mbah Suryo tetangganya meninggal dunia, Bakar pun takziyah dan duduk disamping Mbah Wiro.

Shautus Salam

Bakar  yang kala itu masih kesal dengan Mbah Wiro berbisik pelan dan bertanya pada Mbah Wiro, “Mbah kapan nyusul?” (Ahmad Rosidi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hadits, Ubudiyah, Habib Shautus Salam

Jumat, 15 Desember 2017

Anggota DPR RI: Berangkat Haji Cukup Sekali

Probolinggo, Shautus Salam. Komisi VIII DPR RI terus mendorong tata manajemen haji yang lebih baik. Termasuk mendorong Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk membatasi masyarakat yang hendak berangkat haji ke tanah suci. Masyarakat hanya diperkenankan sekali saja menunaikan rukun Islam kelima itu.

Anggota DPR RI: Berangkat Haji Cukup Sekali (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota DPR RI: Berangkat Haji Cukup Sekali (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota DPR RI: Berangkat Haji Cukup Sekali

“Langkah ini harus dilakukan agar daftar tunggu haji tidak semakin panjang. Sebagai konsekuensinya, calon jamaah haji yang diberangkatkan adalah mereka yang benar-benar belum pernah naik haji,” ungkap anggota Komisi VIII DPR RI H Hasan Aminuddin, Rabu (29/4).

Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo ini menjelaskan, daftar tunggu haji di Kemenag RI sekarang ini lebih dari 2 juta orang. “Padahal kuota Indonesia setiap tahun hanya 165.000 orang CJH saja. Antrean pendaftar masih panjang,” jelasnya.

Shautus Salam

Selama ini kata Hasan, orang yang masih mendaftarkan haji adalah mereka yang masih merasa umurnya belum tua. “Kalau masih umur 30-40 tahun, pasti akan memilih mendaftarkan diri. Tetapi kalau usianya sudah diatas 50 tahun, dia akan pikir-pikir karena baru diberangkatkan setidaknya 15-17 tahun lagi. Keputusan akhirnya, mereka tidak berangkat haji, tetapi umroh. Ini problem syariat,” tegasnya.

Hasan menegaskan bahwa Komisi VIII DPR RI terus mendesak Kemenag RI untuk segera menerapkan aturan tersebut. “Berangkat haji kedua dan ketiga itu sunnah. Kami minta tahun ini sudah tidak boleh lagi ada yang sudah haji, tetapi berangkat lagi. Sekarang tergantung keberanian Menteri Agama untuk mengambil keputusan,” katanya.

Shautus Salam

Saat Komisi VIII menggelar pertemuan dengan Menteri Agama RI beberapa waktu lalu, memang ada kekhawatiran Kemenag akan menemui kesulitan mendeteksi CJH yang sudah pernah berangkat haji.

“Kekhawatiran itu harus dijawab dengan koordinasi dan sinkronisasi dengan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) RI. Kemendagri mempunyai aparat hingga tingkat desa dan RT/RW. Kepala desa lebih tahu siapa warganya yang sudah berangkat haji atau belum,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hadits Shautus Salam

Senin, 11 Desember 2017

Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri?

Jakarta, Shautus Salam

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Asmawi Syam menuturkan, ekonomi umat bisa berkembang dan kuat apabila mereka mau menggunakan dan mengonsumsi produk-produk yang dibuat oleh umat itu sendiri.

“Apakah produk-produk yang digunakan pesantren itu adalah produk umat?” kata Asmawi.

Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri?

Ia menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber dalam acara Seminar dan Rapat Kerja bertemakan Peran Pesantren Untuk Penguatan Ekonomi Umat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pesantren Nahdlatul (RMI NU) di Lantai 8 Gedung PBNU Jakarta, Kamis (27/4).

Shautus Salam

Menurut dia, pesantren adalah sebuah pasar besar. Ia mengaku khawatir apabila pesantren hanya dijadikan sebagai sentra komsumsi, bukan produksi. Ia menambahkan, kalau seandainya umat menggunakan produk buatan umat itu sendiri, maka proses ekonomi di umat akan berjalan.

Bila masyarakat bangga menggunakan produk sendiri, maka kegiatan produksi akan berlangsung. Kegiatan produksi akan melahirkan lapangan kerja, dan lapangan kerja akan menghasilkan daya beli. Jika daya beli bertambah, produksi pun bertambah lagi. “Siklus tersebut akan berputar dan naik terus,” urainya.

Shautus Salam

Lebih lanjut, ia mencontohkan keberhasilan China dalam mengembangkan ekonominya. “Mereka menggunakan produk sendiri dan bangga. Dia memperkuat ekonomi sendiri sebelum ekspansi ke luar,” terang mantan Dirut Bank BRI itu.

Namun, imbuh Asmawi, apakah umat mau menggunakan produknya sendiri. “Pertanyaan yang paling mendasar adalah kita mau nggak menggunakan produk umat? Meski tidak sebagus produk impor,” katanya.

Bagaimana Umat Memproduksi?



Asmawi mengatakan, untuk memproduksi sebuah produk umat harus mengetahui potensi dan sumber daya yang dimilikinya. Ia menjelaskan, ada tiga sumber pokok dalam memproduksi sebuah produk. Pertama, sumber daya alam (natural resources).

“Natural resources ini dimiliki pesantren. Mereka punya sawah, tanah. Tanah kita tanami cabai. Cabainya dibuat sambel dan dibotolin. Kita jual di dalam pesantren dan antarpesantren,” urainya.

Kedua, sumber daya manusia (human resources). Ia meyakini, orang-orang pesantren adalah orang pintar karena terus belajar. Baginya, lulusan pesantren memiliki kelebihan yang tidak dimiliki lulusan sekolah umum, yaitu penguasaan bahasa Arab dab Inggris.

“Mereka pasti pinter-pinter,” ucapnya.

Terakhir, sumber daya modal. Ia mengatakan, apabila pesnatren tidak memiliki modal, maka mereka bisa mendapkan dari sumber-sumber yang lain seperti pemerintah. “Kita (pesantren) tidak memiliki duit. Pemerintah memberikan perhatian yang besar kepada ekonomi kecil. Ada dana desa, KUR, dan yang lainnya,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Hadits Shautus Salam

Senin, 04 Desember 2017

Agendakan Pelatihan, Fatayat Malo Upayakan Pendirian Koperasi

Bojonegoro, Shautus Salam

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjalin kerja sama dengan PT Mitra Insan Mandiri dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dalam bentuk pelatihan dan mendirikan koperasi Fatayat.

Kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada acara pelantikan pengurus baru PAC Fatayat NU setempat di Balai Kantor Kecamatan Malo, bertepatan dengan peringatan hari lahir ke-90 NU, Ahad (31/1).

Agendakan Pelatihan, Fatayat Malo Upayakan Pendirian Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Agendakan Pelatihan, Fatayat Malo Upayakan Pendirian Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Agendakan Pelatihan, Fatayat Malo Upayakan Pendirian Koperasi

Turut menyaksikan Sekretaris Pimpinan Pusat Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah, serta para pengurus dari PCNU Bojonegoro, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bojonegoro, dan PAC Fatayat NU di sejumlah kecamatan di Kota Ledre ini, seperti Kecamatan Padangan, Kedewan, Kasiman, Gayam, dan Kalitidu.

Shautus Salam

Ketua PAC Fatayat NU Malo Uthfiatul Ummi Farida berharap pasca pelantikan ini, para pengurus lebih bersemangat dalam menjalankan program. Ia mengaku tengah mengagendakan program pelatihan untuk para kader perempuan NU.

"Pesan dari penasehat, nanti akan ada pelatihan menjahit untuk Fatayat-Muslimat sebagai awal menjadi usaha kreatif," terangnya.

Shautus Salam

Munif Sulaiman, penanggung jawab kegiatan, mengaku acara ini merupakan rangkaian dari peringatan harlah ke-90 NU. Di dalamnya ada bakti sosial, pengobatan gratis, marching band dan ditutup dengan pelantikan PAC Fatayat NU Malo.

"Ada tausyiyah organisasi dan sebagai silaturrohim stakeholder, Muspika, NU dan para banom (badan otonom)," ungkap warga Kecamatan Malo itu.

Wakil Sekretaris PP PSNU Pagar Nusa ini menambahkan, pelantikan PAC Fatayat NU Malo paling dan istimewa karena dihadiri Sekretaris Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Lailiyah. Munif berharap Fatayat NU Malo dapat bersinergi dengan banom NU yang lain dan melakukan penguatan badan ekonomi. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pemurnian Aqidah, Hadits, Amalan Shautus Salam

Rabu, 29 November 2017

Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya

Langsa, Shautus Salam. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melakukan aksi kemanusiaan di camp pengungsi Rohinya di Aceh sejak Senin 23 Juni 2015. Aksi bertema "Rohingya Emergency Relief, Ramadhan 2015" ini dilakukan dengan memberikan paket buka puasa disertai doa bersama dengan 500 pengungsi Rohingya di Kota Langsa.

Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya

LPBI NU menggandeng Islamic Help, LSM internasional asal Inggris yang pernah melakukan aksi kemanusiaan bersama NU? dalam Tsunami Aceh dan Gempa Yogyakarta di masa lalu. Aksi kemanusiaan ini juga melibatkan PW LPBI NU Aceh, PCNU Kota Langsa dan Dayah (Pesantren) di Kota Langsa.

Ketua PP LPBI NU, Avianto Muhtadi mengatakan bahwa saat ini kondisi pengungsi cukup terjamin. Ini berkat masyarakat Aceh yang sangat membantu dan ikhlas. Namun, tambah Avianto, saat menyiapkan paket buka puasa selalu saja ada yang kurang padahal paket dibuat lebih.

Shautus Salam

Dari pengamatannya langsung dengan para pengungsi, Avianto menilai ada potensi kericuhan, apalagi mereka berbeda etnis, akibat tak meratannya bantuan yang diterima pengungsi. Sebagian pengungsi mengambil jatah lebih banyak dari yang lain.

“Di camp, pemenuhan kebutuhan terpenuhi dengan baik namun menuai kecemburuan sosial dan kesenjangan antara penduduk setempat dengan mereka yang mendapat bantuan berlimpah,” imbuhnya.

Shautus Salam

Bagi Avianto, bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak perlu dikelola dalam satu koordinasi agar tidak berdampak pada benturan kepentingan, di samping agar jelas akuntabilitas dan transparasinya. Ia juga berpendapat, Pemerintah perlu mendesak PBB agar melakukan mengambil alih bila negara asal pengungsi tidak menerima mereka kembali. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Quote, Hadits Shautus Salam

Peserta Diklatsar Banser Pamekasan Antusias Perangi Narkoba

Pamekasan, Shautus Salam - Sekretaris Satgas P4GN Rida Wahab menjadi pemateri kenarkobaan dalam Diklatsar-IX Banser di Desa Rombuh, Palengaan, Pamekasan, Jumat (23/12). Penjelasannya membuat peserta geregetan memerangi narkoba yang kian kerebak di Pulau Madura.

Rida Wahab menyebutkan fakta betapa Kabupaten Pamekasan menjadi lumbung empuk peredaran dan penggunaan narkoba terutama daerah pantura seperti Kecamatan Batumarmar, Pasean, dan Waru.

Peserta Diklatsar Banser Pamekasan Antusias Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Diklatsar Banser Pamekasan Antusias Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Diklatsar Banser Pamekasan Antusias Perangi Narkoba

"Selain itu, daerah Proppo yang berada di ujung barat Kabupaten Pamekasan dan daerah Tlanakan yang di ujung selatan Pamekasan, juga direbaki peredaran beserta penyalahgunaan narkoba," ungkap Rida.

Shautus Salam

Pihaknya mengajak Banser sebagai pasukan terdepan di Ansor memerangi narkoba, dengan cara bersinergi dengan Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) dan BNK beserta lembaga lainnya yang komitmen memberantas narkoba.

Rida Wahab juga menjelaskan beberapa bentuk-bentuk dan dampak negatif narkoba.

Perempuan murah senyum ini juga mendorong agar Banser menjaga fisik dan psikologinya untuk tidak tergoda dengan bahaya narkoba," tukasnya.

Shautus Salam

M Rifqi, salah seorang peserta Banser utusan GP Ansor Kadur, mengaku geregetan untuk tampil terdepan dalam memerangi narkoba. Ia berjanji untuk serius berproses di GP Ansor melalui Banser. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam RMI NU, Hadits Shautus Salam

Minggu, 19 November 2017

Penuhi Kebutuhan Informasi Nahdliyin, NU Perlu Coba ‘Laptop 100 Dolar AS’

Jakarta, Shautus Salam

Untuk memenuhi kebutuhan informasi warga Nahdliyin di seluruh Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) perlu mempertimbangkan penggunaan laptop seharga 100 dollar AS. Komputer jinjing dengan harga murah tersebut cukup tepat digunakan warga NU, terutama bagi mereka yang berada di pedesaan dan sulit mengakses informasi.



Penuhi Kebutuhan Informasi Nahdliyin, NU Perlu Coba ‘Laptop 100 Dolar AS’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Penuhi Kebutuhan Informasi Nahdliyin, NU Perlu Coba ‘Laptop 100 Dolar AS’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Penuhi Kebutuhan Informasi Nahdliyin, NU Perlu Coba ‘Laptop 100 Dolar AS’

Hal tersebut diungkapkan Redaktur Senior Harian Kompas Ninok Leksono saat menjadi pembicara utama pada Lokakarya “Membangun Habitus Teknologi Informasi di Kalangan Nahdliyin” yang diselenggarakan Shautus Salam di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Rabu (88).

Ia sangat menyayangkan jika potensi warga Nahdliyin yang sangat besar tidak diimbangi dengan pemenuhan informasi dan pendidikan yang memadai. Melalui program penggunaan laptop 100 dolar AS itu, katanya, Nahdliyin yang berada di pedesaan sekalipun, dapat mengakses informasi melalui sambungan jaringan internet dengan efektif dan efisien.

Shautus Salam

“Negara yang pertama kali memanfaatkan laptop 100 dollar AS tersebut adalah Libya. Mereka memanfaatkan laptop tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan informasi dan pendidikan rakyatnya,” terang Ninok kepada para peserta lokakarya yang merupakan para pakar dan ahli TI yang berlatar belakang Nahdliyin.

Namun demikian, tambah Ninok, tentu harus pula dipikirkan akibat negatif yang ditimbulkan dari pemanfaatan Tekonologi Informasi (TI) tersebut. Pasalnya, akses informasi melalui jaringan internet tersebut tiada batas dan pasti akan memunculkan akibat-akibat yang tidak diinginkan.

Shautus Salam

Komputer jinjing 100 dollar AS, setelah lima tahun sejak konsepnya diusulkan, akhirnya mulai diproduksi massal. Para pemasok perangkat keras (hardware) telah memulai memproduksi komponen-komponen yang dibutuhkan untuk menyediakan jutaan komputer murah untuk anak-anak di negara-negara berkembang.

Gelombang pertama produksi laptop ’sejuta umat’ itu diperkirakan akan didistribusikan pertama kali pada Oktober 2007. Laptop tersebut tidak akan tersedia di toko eceran sebab seluruhnya dijual melalui skema pemesanan dalam jumlah besar oleh negara yang membutuhkan.

Sebelumnya program OLPC (One Laptop Per Child) yang dipelopori Profesor Negroponte dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT) dikatakan baru bisa dimulai jika pesanan mencapai 3 juta unit. Namun, dengan dimulainya produksi massal pertama ini, pihak OLPC tidak bersedia mengungkap berapa jumlah pesanan dan negara-negara mana saja yang telah memesannya secara resmi.

XO didesain mudah dibawa ke mana-mana dengan ukuran layar yang kecil dan menggunakan memori flash 1 gigabyte, tanpa hardisk, sehingga ringan. Laptop ini juga dibuat tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim seperti gurun di Libya atau pegunungan di Peru dengan pembungkus yang tahan air.

Karena akan didistribusikan ke pelosok pedesaan, laptop tersebut juga dibuat hemat penggunaan listrik. Penggunanya dapat mengisi ulang baterainya dengan memutar generator mini yang terpasang di sampingnya menggunakan engkol tangan, generator mini yang diinjak, atau sel surya. Selain itu, gambar di layarnya tetap mudah terlihat meski di bawah pancaran sinar matahari. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hadits, Kyai Shautus Salam

Jumat, 17 November 2017

Begini Cara MAN 1 Pringsewu Ajarkan Berkurban Kepada Siswanya

Pringsewu, Shautus Salam?



Untuk mengajarkan nilai-nilai ibadah kurban kepada para siswa, MAN 1 Pringsewu melaksanakan melaksanakan pemotongan hewan kurban berupa seekor sapi. Menurut Waka Humas MAN 1 Pringsewu H. Bunyana, hal itu didukung oleh seluruh civitas akademika madrasah tersebut dengan mengumpulkan dana untuk pembelian seekor sapi.

Begini Cara MAN 1 Pringsewu Ajarkan Berkurban Kepada Siswanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara MAN 1 Pringsewu Ajarkan Berkurban Kepada Siswanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara MAN 1 Pringsewu Ajarkan Berkurban Kepada Siswanya

"Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di tanggal 13 Dzulhijjah 1438 H dan disaksikan oleh seluruh siswa dan guru," katanya saat hari penyembelihan dilaksanakan, Senin (4/9).

Bunyana menambahkan bahwa nantinya daging latihan kurban tersebut akan dibagikan kepada warga sekitar kampus dan sebagian akan diolah oleh siswa menjadi masakan yang akan dinikmati bersama. "Masing-masing kelas akan mendapatkan bagian daging yang nantinya diolah dan dinikmati bersama," jelas guru Al-Qur’an Hadits ini.

Sementara itu Pembina Ibadah MAN 1 Pringsewu Sofwan menjelaskan bahwa kurban merupakan ibadah yang menunjukkan tingginya keimanan seseorang.

"Semakin tinggi iman seseorang maka semakin berat ujian yang akan didapatkannya. Ibarat pohon semakin tinggi maka semakin deras angin menerpa," jelasnya saat menjadi Pembina Upacara pada Pengibaran Bendera Merah Putih yang dilakukan sesaat sebelum pelaksanaan penyembelihan di lapangan kampus setempat.

Shautus Salam

Lebih lanjut ia berharap nilai-nilai latihan kurban ini akan benar-benar ada dalam hati seluruh siswa Madrasah tersebut sehingga saatnya nanti para siswa benar-benar akan dapat menunaikan ibadah kurban ini sesuai dengan kaidan yang digariskan dalam agama. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Nasional, Hadits, Sholawat Shautus Salam

Ketupat, Ngaku Lepat dari Belitan Dosa

Ketupat identik dengan hari raya Lebaran. Meski sehari-hari mudah ditemukkan di pasarang, tapi seolah kurang afdol jika Lebaran tiada makanan yang dibungkus daun kelapa muda tersebut.

Ketupat, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Kaliopak M. Jadul Maula, dalam bahasa Jawa diucapakan sebagai kupat. Kupat mengandung pesan ajaran, yaitu ngaku lepat (mengaku salah) dan laku lapat (empat tindakan amal).

Ketupat, Ngaku Lepat dari Belitan Dosa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketupat, Ngaku Lepat dari Belitan Dosa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketupat, Ngaku Lepat dari Belitan Dosa

Laku yang empat itu, lanjut dia, adalah lebaran (selesai puasa), luberan (zakat fitrah), leburan (bermaafan) dan laburan (kembali putih, fitri).

Shautus Salam

Pembungkus ketupat, kata Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia PBNU, ini adalah daun kelapa (janur) yang dijalin melambangkan belitan dosa dan kesalahan.

Shautus Salam

Karena itulah, menurut dia, ia mesti dibelah dan akan tampak dalamnya yang berwarna putih lambang kesucian dari dosa.

“Setahu saya sejak para wali itu, tapi mungkin aja sebelumnya sudah ada. Tapi penggunaan ketupat kaitannya dengan perayaan lebaran itu jelas dari para wali,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Sholawat, Hadits Shautus Salam

Selasa, 07 November 2017

Guru-Guru NU Jabar Jadi Agen Literasi Media

Bandung, Shautus Salam - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat menggelar dialog publik tentang “Dampak Siaran Televisi, Radio dan Internet terhadap Mental dan Karakter Bangsa” di Aula Kantor KPID Jawa Barat, Senin (22/02). Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KIPD) Jawa Barat dan Smartfren Telecom.

Tampak dalam dialog yang dihadiri oleh 51 orang perwakilan guru-guru NU se-Bandung raya ini Sekretaris Pergunu Jabar H Saepuloh, Ketua KPID Jawa Barat Dr Hj Dedeh Fardiah, Kepala Sekretariat KPID Jawa Barat HB Subaedy, dan Head Development PT Smartfren Telecom Deni M Akhyar.

Guru-Guru NU Jabar Jadi Agen Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru-Guru NU Jabar Jadi Agen Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru-Guru NU Jabar Jadi Agen Literasi Media

Hj Dedeh Fardiah mengatakan, dengan keterbatasan yang ada KPID Jawa Barat berharap setelah kegiatan ini guru-guru NU yang tergabung dalam Persatuan Guru NU bisa menjadi kepanjangan tangan dari KPID Jawa Barat dalam menyampaikan literasi media kepada masyarakat, yaitu memahami media yang benar, menyikapi media yang benar, dan memilih media yang benar.

H Saepuloh menyatakan bahwa Pergunu Jawa Barat berkomitmen dalam upaya mencerdaskan masyarakat akan dampak negatif dari lembaga penyiaran dan internet.

Shautus Salam

“Fenomenya yang terjadi sekarang ini, perilaku siswa sangat dipengaruhi oleh isi siaran dari radio, televisi, dan internet. Karena itu, guru-guru NU yang tergabung dalam Pergunu harus menjadi agen literasi media sehingga siswa dan orang tua bisa memahami, menyikapi dan memilih media yang benar,” tutur H Saepuloh.

Lebih lanjut H Saepuloh mengimbau guru-guru NU untuk ikut memantau isi siaran radio dan televisi. Jika ada isi siaran dari radio dan televisi yang menyimpang dari norma agama, sosial, dan budaya, jangan segan-segan melaporkannya ke KPID Jawa Barat via SMS : 081573107000, Facebook: Fanpage FB (KPID), Twitter: @kpidjabar1. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hadits Shautus Salam

SMK Maarif II Pringsewu Berikan Beasiswa 3 Tahun Bagi Yatim Piatu

Pringsewu, Shautus Salam. Sebagai bentuk perhatian bagi anak yatim piatu, SMK Maarif II Pringsewu memberikan beasiswa bagi para siswa baru tahun ajaran 2017/2018. Hal tersebut dikatakan Kepala SMK tersebut Feri Nurdianto saat menjelaskan beberapa hal terkait penerimaan siswa baru, Jumat (7/4).

Feri mengatakan bahwa beasiswa diberikan kepada anak yatim piatu dalam bentuk gratis biaya pendidikan selama tiga tahun. "Kita juga berikan beasiswa gratis biaya pendidikan sebanyak 50 persen bagi siswa berprestasi dan siswa yang tidak mampu," tambahnya.

SMK Maarif II Pringsewu Berikan Beasiswa 3 Tahun Bagi Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Maarif II Pringsewu Berikan Beasiswa 3 Tahun Bagi Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Maarif II Pringsewu Berikan Beasiswa 3 Tahun Bagi Yatim Piatu

Feri berharap dengan pemberian beasiswa ini, para yatim piatu dan siswa tidak mampu dapat menikmati pendidikan sebagaimana layaknya siswa-siswi lainnya. "Jangan sampai mereka putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya," tegas Feri di Kantornya yang beralamat di Jalan Imam Bonjol Komplek Pasar Fajaresuk Pringsewu.

Nantinya Di SMK Maarif II Pringsewu mereka akan mendapatkan pendidikan yang layak dengan berbagai ekstrakurikuler yang ada. "Di Sekolah kami ada berbagai ekstrakurikuler yang bisa diikuti oleh para siswa baru diantaranya Drum Band, Pramuka, Tari, Bola Voli, Futsal dan BMT Mini," jelasnya.

Feri menambahkan bagi pelajar SLTP yang akan melanjutkan pendidikan ke SMK Maarif II Pringsewu dapat mendaftarkan diri mulai saat ini sampai dengan 15 Juli 2015 dengan pilihan jurusan yaitu Perbankan Syariah. 

Shautus Salam

"Proses pendaftaran juga tidak dipungut biaya alias gratis dengan menyerahkan berkas yang dibutuhkan langsung ke Kampus kami," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Feri juga mengajak warga NU khususnya di Kabupaten Pringsewu untuk dapat menyekolahkan putra-putrinya di Lembaga Pendidikan Maarif sebagai Lembaga resmi Jamiyyah NU. 

"Saat ini sudah banyak Madrasah dan Sekolah Maarif di Kabupaten Pringsewu yang dapat menjadi pilihan. Salah satunya SMK Maarif II Pringsewu ini," katanya.

Shautus Salam

Untuk lebih jelasnya mengenai pendaftaran siswa baru di SMK Maarif II, para pendaftar bisa menghubungi panitia penerimaan siswa baru Dafis Riki di nomor HP 082281770204. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hadits Shautus Salam

Jumat, 29 September 2017

Sama Nama, Kafe Shisha “ISIS” Kena Dampak Buruk

Jakarta, Shautus Salam. Pemilik sebuah kafe shisha berbasis di New York telah mengklaim bahwa Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kelompok militan telah memberikan "reputasi buruk" untuk bisnisnya - ISIS Hookah Lounge.?

Sama Nama, Kafe Shisha “ISIS” Kena Dampak Buruk (Sumber Gambar : Nu Online)
Sama Nama, Kafe Shisha “ISIS” Kena Dampak Buruk (Sumber Gambar : Nu Online)

Sama Nama, Kafe Shisha “ISIS” Kena Dampak Buruk

Michil Gadalla, seorang Kristen Koptik Mesir, membuka kafe shisha pada tahun 2010, penamaan itu diberikan setelah ia jatuh cinta dengan seorang gadis Mesir yang tahun yang lalu, menurut New York Daily News yang dikutip oleh al arabiya.?

Tapi dalam beberapa bulan terakhir, setelah ketenaran dari kelompok ekstremis yang berbasis di Timur Tengah tumbuh, ISIS Hookah Lounge telah mendapat perhatian luas dari pejalan kaki yang terkejut atas afiliasi insidentilnya.?

Shautus Salam

"Mereka adalah teroris - orang yang mengerikan," kata Gadalla kepada Daily News. "Mereka memberikan reputasi buruk untuk bisnis saya."?

"Suatu hari aku pergi ke sini dengan putri saya 16 tahun dan ia melihat tanda itu dan ia mengatakan sebuah umpatan," kata seorang pelanggan koran.?

‘Waktu yang buruk’?

Shautus Salam

"Anda melihat itu dan mulai berpikir, Mengapa disebut itu? .. Hanya saja waktu yang buruk, saya kira," tambah seorang pejalan kaki.?

Namun, Gadalla – diluar pendapatan $ 3.000.000 per hari yang dinikmati ISIS - mengatakan bahwa mengubah nama café akan menjadi terlalu mahal.?

"Perlu biaya $ 8.000 hanya untuk mengubah tanda," katanya.?

The ISIS Hookah Lounge bukanlah satu-satunya bisnis yang mendapat kecaman atas konotasi ekstremisnya.?

Awal bulan ini, perusahaan pembayaran berbasis ponsel di AS, Isis, resmi berubah nama menjadi Softcard, sebagai proses penyelesaian untuk menjauhkan diri dari kelompok militan tersebut.?

"Kami tidak memiliki keinginan untuk berbagi nama dengan grup ini dan kita menjauh dari mereka yang terkena dampak kekerasan ini," kata kepala eksekutif Michael Abbott dalam sebuah pernyataan.?

Korban lain adalah ISIS Mag, majalah rambut dan kecantikan yang berbasis di London untuk wanita keturunan Afrika, yang baru saja mengubah logo mereka sehingga "Mag" jauh lebih menonjol dalam judul.?

"Kami mulai mendapatkan pesan dari halaman Facebook kami bahwa kita adalah bagian dari organisasi teroris, jadi saya berkata kepada mitra bisnis saya kita harus mengubah citra," Linda Graham, pendiri ISIS Mag, kepada Russia Today. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Hadits Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock