Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

IPPNU: Video Kekerasan Pelajar Seharusnya Diblokir

Majalengka, NU Onine. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menilai banyaknya video perkelahian pelajar wanita yang diunggah di jejaring sosial dan situs youtube dengan durasi hampir 15 menit sungguh tak layak untuk ditonton.

IPPNU: Video Kekerasan Pelajar Seharusnya Diblokir (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU: Video Kekerasan Pelajar Seharusnya Diblokir (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU: Video Kekerasan Pelajar Seharusnya Diblokir

"Video-video yang sudah banyak diupload dan ditonton beberapa ribu kali ini oleh penggiat internet seharusnya diblokir dikarenakan tak pantas untuk dipertontonkan dikhalayak umum," katanya saat ditemui Shautus Salam di Pondok Pesantren Daarul Maarif Cikedung Maja Majalengka, Kamis (16/10).

Ia mengaku moralitas anak bangsa sudah semakin terpuruk di zaman modern ini dikhawatirkan kedepan semakin banyak yang akan mengalami kejadian hal serupa. Kasus tersebut perlu menjadi kajian bersama para orang tua, pendidik dan seluruh elemen dalam menyingkapi kejadian tersebut dan perlunya perhatian yang massif terhadap para pelajar yang sudah banyak menggeluti dunia maya sehingga mereka terkontrol dalam penggunaan media sosial di internet.

Shautus Salam

Ia menekankan? perlunya sosialisasi penggunaan media jejaring sosial oleh pemerintah khususnya di kabupaten Majalengka sehingga para pelajar bisa terkontrol dalam menggunakan media internet.

Shautus Salam

Diana berharap para pelajar khususnya Majalengka tidak mengalami kejadian serupa. “Ke depan kami pun akan siap untuk turun ke sekolah-sekolah dalam hal mencegah penggunaan internet supaya tidak melebihi batas,” tambahya. (Aris Prayuda/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam RMI NU, Makam Shautus Salam

Minggu, 11 Februari 2018

GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI

Pasaman Barat, Shautus Salam - Kader Ansor yang sudah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) harus militan untuk mengawal ulama dan keutuhan Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI). Karena kelahiran Ansor tidak terlepas dari eksistensi menjaga ulama dan NKRI.

Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasaman Barat Ustazd Nurrahman mengatakan hal itu pada pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar? (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Jumat (10/2).

GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pasaman Barat Diminta Militan Perjuangkan Aswaja dan NKRI

“Ansor Kabupaten Pasaman Barat diharapkan bisa mengawal Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah di tengah masyarakat. Berbagai masalah umat yang muncul perlu mendapat perhatian kader Ansor,” tambah Nurrahman.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Pasaman Barat Djafrinal Efendi menyebutkan, setiap kader yang sudah mengikuti PKD dan Diklatsar Banser harus menjadi militan memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah di tengah masyarakat. Selain itu, mereka mampu melahirkan kader Ansor yang baru setelah mengikuti PKD.

Shautus Salam

Shautus Salam

“Kita prihatin saat ini kondisi generasi muda Pasaman Barat yang terlibat dengan berbagai penyakit masyarakat seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan perilaku yang tidak baik lainnya. Ansor diharapkan mampu menbentengi generasi muda Pasaman Barat dari hal-hal yang dapat merusak dirinya tersebut,” kata Djafrinal alumni Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim)? II tahun 2015.

“Untuk itu, Ansor Pasaman Barat siap bergandengan tangan dengan pihak terkait memberantas penyakit masyarakat tersebut. Sebagai generasi muda Pasaman Barat, kita tidak ingin generasi mudanya dirusak oleh perbuatan yang dapat menghancurkan masa depannya,” kata Djafrinal.

Menurut Djafrinal, PKD ini merupakan yang kedua dilaksanakan di Kabupaten Pasaman Barat. Sedangkan Diklatsar merupakan yang pertama dilakukan Pasaman Barat. Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari PKD dan Diklatsar ini akan dilanjutkan PKD berikutnya. “Memang banyak kalangan generasi muda yang ingin bergabung dengan Ansor. Karena mereka memahami posisi Ansor dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara di NKRI ini,” kata Djafrinal.

Sekretaris PW GP Ansor Sumbar Arianto saat memberikan materi menambahkan, Ansor

harus terus memaju diri dengan berbagai keterampilan dan kemampuan sehingga mampu bersaing di tengah masyarakat. Ansor sebagai generasi muda yang berhimpun dari berbagai latar belakang pendidikan, profesi dan etnis, tetap selalu menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“PKD merupakan kaderisasi formal? yang diikuti oleh setiap calon anggota Ansor. Ansor sendiri merupakan wadah bagi pemuda dalam mengabdi dan berkarya khususnya sebagai media dakwah Islam Ahlussunnah Wal-jamaah An-Nahdliyah. Anggota Ansor belum dikatakan afdhol jika belum mengikuti PKD,” kata Arianto.

Dikatakan Arianto, PKD merupakan upaya utuk meningkatkan kualitas sumber daya kader Ansor, guna mengemban tugas yang penting dan mulia. Yaitu mengawal ajaran Aswaja, benteng ulama dan keutuhan NKRI.

PKD dan Diklatsar dilaksanakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pasaman Barat berlangsung di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Mahakarya Kampung V Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, hingga Ahad (12/2) dini hari. PKD dan Diklatsar diikuti 50 peserta. Pada Diklatsar tampil memberikan materi dari Polres Pasaman Barat dan Kodim 0305 Pasaman, terkait dengan Kantibmas dan PBB. Instruktur dari Ansor tampil Armaidi Tanjung, Arianto dan Nafriandi dan Djafrinal Efendi. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, RMI NU, Kyai Shautus Salam

Sabtu, 10 Februari 2018

PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada

Subang, Shautus Salam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat mengimbau warga, khususnya nahdliyin di Kabupaten Subang untuk terlibat secara aktif dalam menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Subang.

PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Imbau Warga Sukseskan Pilkada

Demikian disampaikan Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah melalui pesan singkatnya kepada Shautus Salam, Ahad (1/9).

Sehubungan dengan Pilkada Kabupaten Subang yang rencananya akan digelar pada Ahad depan (8/9), PCNU Subang mengharapkan nahdliyin berpartisipasi secara penuh dalam agenda pemilihan lima tahunan.

Shautus Salam

Menurutnya, Pilkada ini merupakan kesempatan 5 tahunan.

Shautus Salam

"Kepada seluruh nahdliyin Subang, sukseskan Pilkada tanggal 8 September nanti dengan menggunakan hak pilihnya bagi yang sudah mempunyai hak pilih," kata Kiai Musyfiq.

Selain itu, lanjut Pengasuh Pesantren Attawazun Kalijati Subang, Nahdliyin Subang pun harus menciptakan pilkada yang demokratis, damai, bersih dan berwibawa.

Kiai Musyfiq, Lebih lanjut, meminta nahdliyin Subang agar benar-benar teliti dalam memilih Calon Bupati dan Wakil Bupati Subang.

Jangan tergiur dengan iming-iming money politic! Pilihlah calon yang betul-betul seideologi aswaja dan siap memperjuangkan aswaja di Subang, tegas Ketua PCNU Subang yang baru terpilih itu beberapa Ahad lalu.

Kecuali itu, KH Musyfiq mengimbau warga NU untuk mengistikharahkan calon-calon pemimpin kabupaten mereka agar pilihan mereka tepat kepada calon yang diridhoi Allah.

(Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Pondok Pesantren, Kajian Islam Shautus Salam

Sabtu, 03 Februari 2018

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Jember, Shautus Salam. Memungkasi? tahun 2016, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Sumberjambe, Jember, Jawa Timur? menggelar? peringatan Mualid? Nabi Muhammad SAW di Sumberpakem, Sabtu (31/12) .

Selain peringatan Maulid? Nabi, acara tersebut juga dimaksudkan untuk konsolidasi, evaluasi program dan rencana kegiatan tahun 2017.

“Ya, kita akan segera memasuki tahun 2017, maka kita adakan evaluasi kegiatan yang sudah-sudah, dan kita programkan kegiatan yang lebih baik di tahun depan,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Emi Kusminarni saat memberikan sambutan.

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Moch. Eksan yang didapuk bertaushiyah menegaskan, betapa pentingnya doa. Untaian doa yang dipanjatkan, pasti mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Namun disadari atau tidak, sebagian umat Islam dewasa ini justru cenderung meremehkan kekuatan doa. Padahal Islam mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang mukmin.

“Senjata untuk mendapat rahmat Allah dan senjata untuk menolak laknat Allah,” ujarnya.

Doa, katanya, memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat. Mengapa dahsyat? Karena Allah sendiri yang menyuruh hamba-Nya untuk berdoa dan memastikan akan mengabulkan doa tersebut. Cuma persoalannya, manusia sering meragukan kasih sayang Allah, sehingga tidak yakin doanya dikabulkan. Padahal meragukan kasih sayang Allah, sama artinya dengan berburuk sangka keapda Allah.

Shautus Salam

“Alllah pasti mengabulkan doa hamba-nya. Kenapa? Sebab, Allah sendiri yang meminta kita berdoa,” jelasnya.

Ia lalu mengurai faidah pembacaan shalawat. Seraya menyitir sebuah hadits, Ustadz Eksan mengungkapkan bahwa siapapun yang membaca shalawat 100 kali dalam sehari, maka Allah akan penuhi 100 hajatnya. Komposisinya adalah 70 hajat dipenuhi di akhirat, dan 30 permintaan dikabulkan di dunia.

“Oleh karena itu, memasuki tahun baru 2017, kini saatnya umat Islam? kembali meneguhkan keyakinannya akan kekuatan doa. Bahwa doa adalah senjata kemenangan untuk izzu Islam wal muslimin,” pungkasnya. (Aryudi A. razaq/Abdullah Alawi)



Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam, Makam Shautus Salam

Selasa, 30 Januari 2018

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa

Jombang, Shautus Salam. Kawasan luar pulau Jawa diakui harus mendapat perhatian serius bagi PBNU dalam pengembangan eksistensi Nahdlatul Ulama ke depan. Berbagai program PBNU diberikan prioritas pada wilayah dan cabang yang berada di luar Pulau Jawa.

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa

Sebagaimana terungkap pada ? sidang Komisi Program Muktamar Ke-33 NU yang berlangsung di Pondok Pesantaren Darul Ulum, Rejoso, Jombang, Selasa (4/8) siang. Sidang Komisi dipimpin Ketua Sidang Komisi Program Arifin Junaidi yang juga ? Ketua PP LP Maarif, ? dihadiri lebih kurang 450 peserta utusan dari PW, PC dan PCINU.

Arifin Junaidi menjelang sidang Komisi Program ditutup menyampaikan, ada 38 pembicara yang memberikan usulan, masukan dan tanggapan secara langsung serta ? 50 usulan tertulis. Sidang sepakat membentuk Tim Perumus Komisi Program dengan Ketua ? Arifin Junaidi, anggota Yahya Maksum (unsur pimpinan sidang) dan 3 orang dari peserta. Masing-masing dari Riau (mewakili ? wilayah barat), ? Jombang sebagai tuan rumah Muktamar (wilayah tengah), dan Papua (wilayah timur).

Shautus Salam

Ahmad Abid dari PCNU Kota Cirebon mengungkapkan, Indonesia timur kurang disentuh oleh PBNU. Padahal memiliki potensi untuk pengembangan NU. Untuk itu, harus ada skala prioritas program. Periode lalu PBNU sudah fokus mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU). Maka pada periode sekarang (2015-2020) ini kalau bisa fokus kesehatan. Karena sektor kesehatan menyentuh kepentingan banyak orang. Jika sektor kesehatan ini digarap, maka masyarakat (warga NU) akan merasakan manfaat ber-NU.

Shautus Salam

"Walaupun fokus sektor kesehatan ini, tetap utamakan dulu program untuk kawasan Indonesia Timur. Di sana masalah pelayanan kesehatan ini sangat dibutuhkan," katanya.

Abdurrahim dari Kalimantan Utara PC Tarakan menyebutkan, daerahnya berada pada daerah bagian utara yang merupakan propinsi baru. Memiliki sumber daya manusia yang ? kurang maksimal. ? Sekalipun punya aset tanah yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan NU ke depan, namun SDM yang mampu belum punya.

"Harapan kami di Kalimantan Utara ini bisa pula memiliki sekolah, rumah sakit, dan pelayanan masyarakat lainnya yang dinaungi oleh Nahdlatul Ulama. Diakui, aset yang bisa dikembangkan ada, hanya kurang memahami program yang direncanakan PBNU," tambahnya.

Kendala mengembangkan organisasi Nahdlatul Ulama di pulau Kalimantan itu memang berat. Seperti diakui ? Abdul Sani Kalimantan Tengah, luas daerahnya saja mencapai 2 kali pulau jawa. Ketika PWNU melakukan konsolidasi ke cabang-cabang, terasa sulitnya. Bayangkan, konsolidasi ke satu cabang saja bisa butuh 1 hari perjalanan. Di Palangkara terkenal lembaga pendidikan yang dikelola oleh non-muslim. ? Walaupun NU punya ? MIS, tapi masih perlu dikembangkan.

Abdul Sani merasa beruntung Muktamar ke-33 NU ini diselenggarakan pada empat pesantren di Jombang. Ada pula hikmah. Dari empat pesantren tersebut, kami bisa menjadikan perbandingan dalam pengembangan lembaga pendidikan NU di daerah. "Selama ini pendistribuan anggaran pendidikan terfokus di Jawa, sehingga di luar Jawa masih tertinggal. Untuk itu, kami berharap PBNU mengalokasikan anggaran mempercepat pengembangan lembaga pendidikan NU di luar Jawa," kata Abdul Sani.

Fatayat NU: Pengkaderan Penting

Ketua I Pimpinan Pusat Fatayat NU bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup Muzaenah Zain mengungkapkan, kaderisasi dilingkungan Nahdlatul Ulama harus jadi program penting. Pengkaderan yang sudah dilakukan PBNU harus dilanjutkan secara terstruktur dan sistematik. Meski badan otonom (banom) di lingkungan PBNU ada yang ? berbeda, tetapi payungnya tetap PBNU.

"Pengkaderan ini semakin penting dengan adanya penyimpangan paham keagamaan yang terjadi di tengah masyarakat. Namun perlu diwaspadai, program ke depan tidak hanya ucapan saja. Perlu koordinasi yang dibangun PBNU dengan banom. Koordinasi yang baik tidak hanya terjadi ditingkat pusat, tapi juga di tingkat wilayah dan cabang," tutur Muzaenah Zain.

PBNU punya jaringan yang luas, baik dalam maupun luar negeri. Untuk itu perlu mapping, bagaimana melihat program. Kerjasama internal penting ketika PBNU melakukan ? MoU. “Misalnya MoU Fatayat NU kerjasama dengan Kemendikbud, tapi harus dinaungi oleh PBNU. Artinya MoU PBNU dengan lembaga lain yang terkait dengan perempuan, ya melibatkan Fatayat,” katanya. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita, Makam Shautus Salam

Jumat, 26 Januari 2018

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Yogyakarta, Shautus Salam - Pimpinan Cabang IPNU dan IPNU Kota Yogyakarta melangsungkan konferensi cabang di kompleks Pesantren Al-Munawir Krapyak pada Sabtu-Ahad (26-27/3). Pengurus baru organisasi pelajar NU ini bertekad untuk menghidupkan anak cabang di kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta.

Kasi Pembinaan Kepemudaan Kesbang Kota Yogyakarta Husni Eko Prabowo yang turut hadir menyampaikan bahwa IPNU dan IPPNU adalah mitra bagi Pemkot Yogyakarta terutama dalam merespon permasalahan di tingkatan pemuda seperti narkoba dan ancaman ideologi yang mengarah kepada terorisme.

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Konfercab kali ini mengusung tema Hompimpa Alaium Gambreng yang merujuk pada jargon permainan tradisional anak-anak yang kini mulai terlupakan. “Ada filosofi dari permainan ini bahwa pasti ada yang kalah dan menang dalam persaingan, tetapi yang penting adalah bagaimana semua bisa rela legowo dan menerima keputusan bersama siapa yang nantinya memimpin organisasi,” kata Ketua panitia konferensi Saiful Al-Ayyubi.

Tema ini juga megingatkan para kandidat ketua pimpinan cabang untuk senantiasa bersikap adil dan legowo dalam menyikapi suksesi kepemimpinan organisasi. Forum ini memilih Shofwan Hadi sebagai Ketua IPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Sidang pemilihan dipimpin oleh Ketua IPNU DI Yogyakarta Nova Andriyanto.

Shautus Salam

Shofwan berencana untuk fokus pada pembenahan kaderisasi dan struktur. Ia menekankan rencananya pada pembentukan struktur Pimpinan Anak Cabang IPNU di tingkat kecamatan di Kotamadya Yogyakarta dan memperluas jejaring kepada pelajar-pelajar di sekolah umum.

“Ukuran keberhasilan organisasi adalah bagaimana struktur bekerja, maka pembentukan PAC harus jadi target utama IPNU-IPPNU ke depan,” ujar Shofwan.

Shautus Salam

Sementara Konferensi IPPNU mengamanahkan Wardatul Miskiyah sebagai Ketua IPPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Wardatul ditunjuk dalam musayawarah oleh peserta konferensi.

“Konfercab ini adalah momentum mengisi ulang energi bagi semua kader IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta untuk melanjutkan perjuangan dan pencapaian yang belum tercapai. Semoga Ketua terpilih IPNU-IPPNU bisa mengemban amanah sebaik-baiknya,” kata Lutfi Ainun Najib, Ketua demisioner IPNU Kota Yogyakarta. (Rifki Fairuz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Anti Hoax, Pesantren Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU

Mataram, Shautus Salam. Ketua Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa NTB Murokieb Usman mengatakan bahwa untuk pengamanan Munas dan Konbes NU ini pihaknya mengerahkan 182 anggota Pagar Nusa yang melayani dan mengawal para ulama.

“Sebanyak 80 orang Pagar Nusa akan melakukan pengamanan tertutup bersama paspampres saat Jokowi membuka pelaksanaan Munas dan Konbes NU," katanya Selasa (21/11) malam, di Aula PWNU, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat TGH Taqiuddin Mansyur mengatakan, dalam Munas dan Konbes NU 2017 seluruh anggota Pencak Silat NU Pagar Nusa NTB wajib menjadi penjaga kehormatan para ulama yang hadir.

“Untuk itu Pagar Nusa dalam menjalankan tugasnya tidak boleh sombong dan jumawa," ujar TGH Taqiuddin Mansyur di hadapan ratusan anggota Pagar Nusa dan utusan Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa.

Pimpinan Pondok Pesantren Talimus Sibyan Bonder Lombok Tengah ini juga mengatakan bahwa keberadaan dan eksistensi Pagar Nusa di NTB diuji pada saat mengamankan secara paripurna pelaksanaan Munas dan Konbes NU. 

Shautus Salam

Selanjutnya, TGH Taqiuddin Mansyur mengingatkan kepada anggota Pagar Nusa agar tetap rendah hati dalam melaksanakan tugas pengawalan para ulama nanti. "Pahala dan barokah dari para ulama senantiasa akan melimpahi anggota Pagar Nusa yang menjalankan tugasnya," tuturnya.

Sementara itu Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pagar Nusa Athoilah Habib mengatakan, setiap kader Pagar Nusa tidak boleh jauh dari para ulama karena roh organisasi pencak silat NU itu bersumber dari barokah, doa, dan restu para ulama.

"Untuk itu setiap anggota Pagar Nusa harus meniru akhlaqul kharimah para ulama," pungkasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Makam, Ubudiyah, IMNU Shautus Salam

Kamis, 18 Januari 2018

Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap

Brebes, Shautus Salam. Kantor Kementrian Agama Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai 1 Oktober 2013 memulai uji coba Pelayanan Haji Terpadu Satu Atap (PHT Satap). Pelayanan diujicobakan seiring selesainya pembangunan kantor PHT Satap di komplek kantor Kemenag.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Brebes H Moh Aqso mengatakan, kantor PHT Satap bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan haji dan umrah bagi warga Kabupaten Brebes “Membludaknya peminat haji di Kabupaten Brebes perlu diimbangi dengan pelayanan yang optimal,” katanya di kantor tersebut, Kamis (3/10).

Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Brebes Layani Haji di Kantor Satap

Aqso menerangkan, pelayanan yang diberikan meliputi tabungan haji, pembayaran setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), layanan perolehan porsi haji oleh Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), pelayanan pemeriksaan kesehatan haji atau surat keterangan sehat oleh dokter, pemotretan, pencetakan dan penggandaan foto haji. 

Shautus Salam

Sebelumnya, kata Aqso, calon jamaah haji harus melakukan proses pendaftaran saja membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, calon haji harus bolak-balik antara Bank Penerima Setoran BPIH, Puskesmas dan Kantor Kementerian Agama. 

Shautus Salam

Ia menambahkan, terlebih dengan wilayah Kabupaten Brebes yang sangat luas, calon jamaah haji membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang cukup besar saat harus bolak-balik dalam melakukan proses pendaftaran haji.  “Dengan pelayanan satu atap, dapat memutus mata rantai yang panjang tersebut,” ujarnya. 

Kepala Kantor Kemenag Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI menambahkan, kantor pelayanan satu atap dibangun atas prakarsa calon jamaah haji melalui Tim 7 yang merupakan representasi dari calon jamaah haji Kabupaten Brebes Tahun 1434 H/2013 M.

Gedung yang dibangun di atas tanah  milik Kantor Kemenag seluas lebih kurang 64 meter persegi dengan anggaran Rp 144 juta. 

Imam menambahkan, jumlah pendaftar jamaah Calon Haji Kabupaten Brebes terus berdatangan. Hingga 3 Oktober, berdasarkan data sistem komunikasi haji terpadu (Siskohat) sudah masuk ke porsi pemberangkatan dengan masa tunggu hingga tahun 2026. “Mudah-mudahan dengan adanya pelayanan satu atap, diharapkan akan tercipta pelayanan yang optimal, mudah, cepat, aman dan nyaman,” pungkasnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Lomba, Cerita, Makam Shautus Salam

Sabtu, 30 Desember 2017

Gus Yaqut: Tiga Kelompok Ini Jadi Sumber Persoalan Bangsa

Jakarta, Shautus Salam

Ketua Umum GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan saat ini ada tiga kelompok yang mengganggu kehidupan berbangsa.

Gus Yaqut: Tiga Kelompok Ini Jadi Sumber Persoalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yaqut: Tiga Kelompok Ini Jadi Sumber Persoalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yaqut: Tiga Kelompok Ini Jadi Sumber Persoalan Bangsa

“Pertama adalah kelompok yang mempertanyakan kembali konsensus dasar negara, padahal para founding father kita telah menetapkan konsensus dasar tersebut sebagai landasan NKRI,” urai Gus Yaqut saat membuka diskusi Mengaji dan Mengkaji Islam, Medsos, dan Generasi Milenial di Gedung GP Ansor, Jakarta Pusat, Senin (25/9) malam.

Menurut Gus Yaqut, kelompok tersebut juga merasa paling Islam, dan menganggap masyarakat Indonesia harus menjadi warga yang seragam seperti pemikiran mereka.

Kelompok kedua, sambung Gus Yaqut, adalah menganggap kelompok lain yang tidak seperti mereka, bukan sebagai Islam.

Shautus Salam

“Saya pun mereka anggap tidak Muslim, karena mereka anggap saya berbeda,” kata Gus Yaqut.

Kehadiran kedua kelompok tersebut, diperparah oleh adanya kelompok ketiga, yaitu yang memilih diam saja padahal menyadari adanya kedua kelompok lainnya. 

“Saat kampanye gubernur dan wakil gubernur DKI yang lalu, misalnya ada jenazah masyarakat yang ditolak dan tidak dishalatkan bila memilih calon non Muslim. Tapi banyak yang diam saja karena berpikir bukan saya yang ditolak jenazahnya,” urai Gus Yaqut.

Ia mengimbau masyarakat agar berani menyuarakan penolakan terhadap ketiga kelompok itu.

Shautus Salam

“Harus berani bersuara untuk selamatkan Indonesia,” tegasnya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Jadwal Kajian, Pesantren Shautus Salam

Jumat, 08 Desember 2017

Islam Nusantara Tidak Tekstual Tidak Liberal

Jakarta, Shautus Salam . Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menggelar halaqoh kebangsaan bertajuk ‘Islam Nusantara mengembangkan sikap toleran, moderat, dan maslahah’. Halaqoh ini bertujuan meneguhkan komitmen perjuangan politik PKB sebagai muharrik (penggerak) NU dalam menerjemahkan semangat Islam Nusantara.

Hadir dalam halaqoh yang berlangsung di Ruang Fraksi PKB DPR RI, Jakarta, Rabu (19/8), Rais Aam Syuriah PBNU KH. Ma’ruf Amin sebagai keynote speaker. Hadir pada kesempatan itu Ketua Fraksi PKB Helmy Faishal Zaini, Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Amerika Serikat Akhmad Sahal dan intelektual muda NU Syafiq Hasyim. 

Islam Nusantara Tidak Tekstual Tidak Liberal (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara Tidak Tekstual Tidak Liberal (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara Tidak Tekstual Tidak Liberal

Kiai Ma’ruf menuturkan, Islam Nusantara bukan Islam baru, tapi Islam yang sudah berkembang di Nusantara. Terkait ciri Islam Nusantara, Ma’ruf menjelaskan bahwa sesungguhnya ada tiga domain wilayah yang harus seimbang dijalankan sebagai ciri utama. 

Shautus Salam

Tiga aspek tersebut,  tambah dia, meliputi aspek pemikiran (fikrah), aspek gerakan (harakah), dan juga aspek perbuatan (amaliyah).

Shautus Salam

“Pada aspek pemikiran Islam Nusantara tidak tekstual dan juga tidak liberal, ia bersifat moderat. Sementara pada aspek gerakan semangat yang dibangun adalah untuk menyebarkan kemaslahatan (ishlahiyyah). Dan adapun pada aspek perbuatan, Islam Nusantara harus tetap melestaraikan tradisi yang baik sekaligus mengembangkan serta membuat inovasi yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Helmy Faishal Zaini mengatakan, Islam Nusantara yang moderat, toleran, dan cinta damai harus terus diutamakan di tengah masyarakat. “Agar cita-cita menjadikan Islam Nusantara sebagai prototipe ideal untuk keislaman dunia terejawantahkan," katanya. 

Dalam halaqoh tersebut, Helmy menyampaikan Islam di Indonesia merupakan warisan budaya dengan segenap keragamannya membuat wajah Islam Nusantara semakin kaya makna. Ia menambahkan kearifan lokal yang tidak melanggar syariat islam akan dijaga dan dirawat.

"Sangat sulit menandingi nilai kearifan lokal Nusantara. Akulturasi Islam dan budaya lokal melahirkan Islam Nusantara yang ideal, berkarakter dan terorganisir dengan baik," imbuh Mantan Menteri PDT ini.

Helmy menjelaskan melalui Islam Nusantara, pihaknya dapat mencegah masuknya berbagai aliran radikalisme yang dapat merusak kesatuan bangsa. Sebab, lanjutnya jika radikalisme itu dibiarkan akan menjadi benalu bagi keberagamaan masyarakat Nusantara. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan mengancam eksistensi dan keutuhan NKRI.

“Paham radikalisme seperti ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) sekarang terus muncul ditengah masyarakat. Jika kita, Islam yang berkembang di Indonesia diam tidak melakukan sebuah gerakan, masyarakat bisa ikut,” terangnya.

Ia menjelaskan peran PKB mengawal Islam Nusantara dalam bidang legislasi. Melalui Fraksi PKB terus mendorong pemerintah untuk memperhatikan pendidikan Islam. FPKB, lanjutnya di DPR secara serius mengawal bagaimana caranya APBN itu pro-pesantren.

“Mabda Siyasi sudah sangat lengkap mengembangkan islam nusantara. Hal itu sangat penting mengingat jasa pesantren sangat besar untuk kemerdekaan Indonesia dan tidak bisa dipungkiri bahwa pesantren adalah basis utama perkembangan Islam Nusantara,” tukasnya.

Sementara itu Akhmad Sahal mengatakan bahwa Islam Nusantara adalah keislaman Aswaja (ahlussunnah wal jamaah) NU. Islam Nusantara dalam praktiknya tidak memberangus budaya lokal sebagaimana banyak dipraktikan Wali Songo. Ia bersifat adaptif dan kompromis terhadap budaya lokal.

“Dasar dan landasan pemikiran Islam Nusantara adalah Ushul Fikih dan kaidah fikhiyyah. Dua landasan tersebut merupakan metodologi yang selalu dipakai untuk mengarungi kehidupan sehari-hari,” jelas Sahal.

Syafiq Hasyim juga mengatakan yang lebih penting untuk diperhatikan adalah pilihan aksi yang akan diperankan oleh Islam Nusantara. Ia beranggapan sangat disayangkan jika Islam Nusantara hanya berhenti sebatas wacana saja. Islam Nusantara harus menjadi nadi aktivitas keberagamaan umat Islam di Indonesia.

“Islam Nusantara harus menjadi identitas dan karakteristik umat Islam Indonesia. PR (pekerjaan rumah) ke depannya adalah bagaimana kita menata gerakan bagiamana yang ideal bagi keberlangsungan Islam Nusantara,” tuturnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Kajian Shautus Salam

Senin, 04 Desember 2017

Fatayat NU Depok Gelar Festival Barzanji

Depok, Shautus Salam?

Pimpinan Cabang Fatayat NU Depok, Jawa Barat menggelar Festival Barzanji di Kompleks Arhath Sport Center, Jl.H Nawi Malik, Pondok Petir, Bojongsari, Selasa (28/3). Festival itu diikuti 25 tim itu. Setiap tim berisi 10 orang membacakan Maulid ? Diba, Rawi Syarofal Anam dan Barzanji.

Menurut Ketua Fatayat NU Depok Hj. Yuminah antusias masyarakat dalam pembacaan maulid cukup tinggi di kota Depok. Namun, panitia membatasi peserta hanya 25 tim.?

Fatayat NU Depok Gelar Festival Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Depok Gelar Festival Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Depok Gelar Festival Barzanji

"Antusias masyarakat cukup tinggi dalam mengikuti lomba festival barzanji. Tradisi keagamaan ini harus terus dilestarikan," ujarnya seusai acara.

Ia menambahkan, saat penampilan setiap tim dibolehkan menggunakan alat musik (rebana atau marawis-red) selama 15 menit. "Kita sangat bangga dengan penampilan peserta yang sangat bagus. Apalagi, banyak pesertanya cowok dan cewek. Ini bukti bahwa maulid membumi di Depik,"terangnya.

Dia menambahkan, setelah menjalani ? penilaian terpilih sebagai ? juara I Raudhatul Jannah Cipayung, juara II ? Asshriyah Nurul Iman Bojongsari dan juara III Baiturrahman Cimangis serta harapan I Annuriyah Cimanggis.?

Shautus Salam

Dirinya mengungkapkan total hadiah uang tunai Rp 5 juta, tropi bergilir, tropi tetap, setifikat, dan beragam ? souvenir menarik dari sponsor. "Acara ini merupakan acara tahunan dan otomatis yang juara Kecamatan Cipayung tahun depan tuan rumah. Kita ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskannya,"tandasnya.?

Shautus Salam

Wakil Rais Syuriah PC NU Depok KH Abdul Mujib mengungkapkan bahwa pembacaan barzanji atau maulid sudah menjadi tradisi NU. Menurutnya, NU selama ini fokus pada pelestarian tradisi yang baik dan menerima hal baru yang baik juga.?

"Ini juga bagian dari dakwah NU ke masyarakat melalui seni dengan pembacaan Barzanji diiringi musik. Semoga bisa tetap memberikan manfaat bagi masyarakat," harapnya.?

Dalam acara itu juga dimeriahkan dengan bazar. Tampak hadir dalam festival tersebut Kepala Kesbangpol Depok, perwakilan ? Dispora, Disdik, Ketua MUI Depok, Wasekjen PBNU, ? PCNU Depok, para pengurus Banom NU, Ketua DPD Golkar Depok dan lainnya. (Aan Humaidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam Shautus Salam

Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari

Rembang, Shautus Salam - Dalam rangka peduli dengan warga yang kurang mampu, Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Ronggomulyo Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang menggelar aksi Ansor Peduli terhadap warga desa setempat yang kurang mampu. Aksi sosial ini menyasar 19 kepala keluarga (kk) di Ronggomulyo. Sembilan penerima santunan di antaranya diberikan setiap hari.

Menurut Kusrin salah seorang koordinator aksi, sembilan kk di antaranya mendaptkan sedekahan setiap hari selama satu bulan penuh. Rutinitas ini sudah berjalan sejak empat bulan lalu.

Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari

Sementara 19 kk, kata Kusrin, mendapatkan jatah berupa sembako, beras, gula, telur, mie instan, dan sebagainya yang diberikan setiap bulan sekali. Kegiatan itu dapat terlaksana berkat kerja sama yang baik dari unsur Ansor ranting dan masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan "Ansor Berbagi".

Shautus Salam

"Kegiatan itu sudah kami jalankan sejak empat bulan yang lalu. Memang kami baru bisa berbagi kepada 19 KK. Tapi dari sembilan belas, Sembilan di antaranya mereka adalah anak yatim piatu yang kami beri uang saku untuk biaya pendidikan sekolah," jelas Kusrin, Sabtu (14/1).

Meski ranting GP Ansor Ronggomulyo usianya baru enam bulan, ia menginginkan keberadaan Ansor dapat dirasakan kehadirannya oleh masyarakat. Selain itu, kepedulian dan kehadiran GP Ansor Ronggomulyo dapat menepis masuknya paham ekstrem di wilayah Ronggomulyo.

Shautus Salam

Menurutnya, kegiatan itu akan terus berlangsung baik yang bersifat bulanan, ataupun rutin harian. Ia berharap kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pengurus GP Ansor Rembang. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Syariah, Olahraga Shautus Salam

Menag Tak Mau Belajar dari Pengalaman Soal Katering Haji

Jakarta, Shautus Salam

Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merasa heran terhadap Menteri Agama (Menag) Maftuh Basuni atas kasus keterlambatan katering makanan jamaah haji di Arofah dan Mina (Armina). Ia menilai, Menag seperti tak mau belajar dari pengalaman masa lalu dalam kaitannya penyelenggaraan ibadah haji.

"Maftuh itu kan orang lama belajar di Arab. Kok mau dibohongin orang Arab?" gugat Gus Dur usai Dialog Kebangsaan yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (3/1) kemarin.

Menag Tak Mau Belajar dari Pengalaman Soal Katering Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Tak Mau Belajar dari Pengalaman Soal Katering Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Tak Mau Belajar dari Pengalaman Soal Katering Haji

Pasca kasus keterlambatan katering Armina, sejumlah kalangan mendesak agar Maftuh segera mengundurkan diri. Kebijakan haji tahun ini yang mengalihkan katering dari Muasasah ke perusahaan Ana for Development (AFD) telah menyengsarakan jamaah.

Kegagalan katering tersebut merupakan bentuk kecelakaan manajemen dalam pendistribusian makanan. Departemen Agama pun memutuskan akan kembali menggunakan katering Muasasah pada musim haji 2007 mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga merasa heran tentang misteri keberadaan AdamAir nomor penerbangan KI 574 yang hingga kini masih belum terkuak. Ia memertanyakan, dalam kondisi hutan Indonesia yang sudah gundul, mengapa masih pesawat nahas itu masih sulit ditemukan.

"Kok di tengah-tengah hutan Indonesia yang gundul, pesawat jatuh ke hutan nggak bisa keluar. Mari kita doakan agar pesawat itu bisa ditemukan," kata Gus Dur,” sindir Gus Dur.

Shautus Salam

Mengenai kesalahan informasi lokasi jatuhnya pesawat, menurut Gus Dur, disebabkan karena kurang koordinasi.

"Pesawat AdamAir sudah diberitahu letak jatuhnya, tapi waktu dilihat nggak ada. Saya lihat itu cuma kurang koordinasi saja. Tidak ada unsur kesengajaan, jadi tidak ada penyesatan. Kalau nggak tau ya mau diapain," pungkas Gus Dur. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Santri, Nahdlatul, Makam Shautus Salam

Selasa, 28 November 2017

Jepara Bershalawat Dibuka Ya Lal Wathan Ditutup Garuda Pancasila

Jepara, Shautus Salam



Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf memimpin pembacaan maulid Jepara Bershalawat yang diadakan SMK Fadlun Nafis Bangsri Jepara berlangsung di halaman sekolah setempat, Senin (9/10) malam. 

Pantauan Shautus Salam kompleks Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Fadlun Nafis malam itu dipadati ribuan Syekher Mania yang berasal dari Jepara dan luar daerah semisal Pati dan sekitarnya. 

Jepara Bershalawat Dibuka Ya Lal Wathan Ditutup Garuda Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Jepara Bershalawat Dibuka Ya Lal Wathan Ditutup Garuda Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Jepara Bershalawat Dibuka Ya Lal Wathan Ditutup Garuda Pancasila

Hadir dalam kesempatan itu habaib, Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi yang juga pengurus Yayasan Fadlun Nafis, Wakil Bupati Jepara H Dian Kristiandi dan tokoh masyarakat. 

Habib asal Solo itu membuka pembacaan maulid Simtud Durar dengan Ya Lal Wathan. Di akhir maulid ditutup dengan tiga lagu kebangsaan yakni Indonesia Raya, Hari Merdeka, dan Garuda Pancasila. 

Dalam mauidlahnya Habib Syech menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah uswah hasanah (suri tauladan yang baik). Karena itu ia mengajak agar jamaah mengikuti jejak rasul tersebut. 

Shautus Salam

Dijelaskannya, “siapa yang berbuat kebaikan akan mendapat kebaikan”. Sebaliknya, siapa yang menanam kejelekan akan mendapat kejelekan. 

Kegiatan itu merupakan putaran pertama. Untuk putaran kedua Selasa (10/10) Habib Syech bershalawat di desa Jebol, Mayong, Jepara, dan terakhir di Welahan Jepara pada malam harinya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

  

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Makam, Pesantren Shautus Salam

Kamis, 23 November 2017

Taklukan Miftahul Mubtadiin Tegal, Taalumul Huda Brebes Juara LSN Jateng I

Tegal, Shautus Salam. Pondok Pesantren (PP) Taalumul Huda Brebes keluar sebagai pemennag di Final Liga Santri Nusantara 2016 Region Jawa Tengah I setelah menaklukkan PP Miftahul Mubtadiin Tegal, Ahad (25/9) lalu dengan skor tipis 1-0.

Setelah peluit panjang dibunyikan permainan sama-sama bertahan dan belum kelihatan irama permainan antar sesama tim mengingat hujan deras mengguyur lapangan. Pertandingan ? yang di gelar di Gor Trisanja Slawi, Tegal, Jawa Tengah itu kedua tim belum menghasilkan gol sampai babak turun minum.

Taklukan Miftahul Mubtadiin Tegal, Taalumul Huda Brebes Juara LSN Jateng I (Sumber Gambar : Nu Online)
Taklukan Miftahul Mubtadiin Tegal, Taalumul Huda Brebes Juara LSN Jateng I (Sumber Gambar : Nu Online)

Taklukan Miftahul Mubtadiin Tegal, Taalumul Huda Brebes Juara LSN Jateng I

Babak kedua dimulai hujan masih terus turun bahkan ada beberapa sisi lampangan yang tampak digenangi air hujan, namun ke dua tim terus saling menyerang. Pada menit kedua Khoirul pemain depan Taalumul Huda berhasil membuat gol setelah lepas dari pengawalan pemain belakang lawan pada menit 48. Suasana menjadi gemuruh setelah gol terjadi, lantunan sholawat badar dari suporter Taalumul Huda memenuhi seisi lapangan.?

Tertinggal satu Gol Tim PP Miftahul Mubtadiin mulai meningkatkan tensi permainan, serangan demi serangan terus di bangun. pada pemit 66 hampir terjadi gol setelah Irwan pemian sayap kiri Mifahul Mutadiin melakukan shooting jarak jauh, namun tendangan kerasnya masih melebar dan mengenai mistar gawang.

Setelah peluit panjang dibunyikan pertanda permainan berakhir, pada saat yang hampir bersamaa pemain, official tim, dan suporetr PP Taulumul Mubtadiin berhamburan ke tengah lapangan merayakan kemenangan.?

Shautus Salam

Saat prosesi pemberian hadih di lakukan,Tim ? PP Taalumul Huda Brebes mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp3.500.000. Adapun juara kedua PP Miftahul Mubtadiain Tegal mendapatkan uang pembinaan Rp1.000.000, sementara Top skor mendapatkan uang pengahargaan Rp500.000.

Shautus Salam

Rofik, Panitia pelaksana Liga Satri Nusantara Region Jawa Tengah I sangat bersyukur karena pertandingan di final cukup berlanjalan lancar walaupun terkendala hujan. "Permainan sanagat hidup tampak kedua tim saling menyerang walupun hujan turun saat pertandingan,” ujarnya.

Khotibul Umam, Panitia Pusat Liga Santri Nusantara yang juga turut hadir dalam pelaksaan itu mengatakan selamat kepada PP Taalumul Huda Brebes yang keluar sebagai pemenang selamat kepada pememang kami tunggu di seri nasioanal, sebanarnya tidak ada kalah memang dalam ajang ini karena ini olahraga rekresi dan pendidikan, bagaimana olaharaga tetap digalakkan di semua lini termasuk di dunia pesantren.

Lebih lanjut Umam mengatakan bahwa RMINU sebagai operator Liga Santri berkepentingan untuk memasyarakatkan gerakan Ayo Mondok dan olaharaga di kalangan pesantren sehingga santri-santri dapat sehat jiwa raga.?

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Liga Santri Nusantara Region Jawa Tengah I di ikuti oleh 16 ? Pondok Pesantren. turnamen seri daerah ini akan berlangsung sampai 20-25 September 2016. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Doa, Makam Shautus Salam

Kamis, 16 November 2017

PMII Jabar Tuntut Kapolri Bertanggung Jawab

Bandung, Shautus Salam. Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menuntut Kapolri bertanggung jawab atas hilangnya terpidana korupsi Susno Duadji, Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. ?

Tuntutan itu disampaikan Ketua PKC PMII Jabar, Edi Rusyandi. Menurut Edi, patut ditelusuri upaya perlindungan terhadap Susno dari Korps Polri. “Bisa jadi, Susno merupakan orang yang banyak tahu atas kebobrokan Polri selama ini,” katanya melalui pers rilis yang dikirim ke Shautus Salam, Senin (29/4).

PMII Jabar Tuntut Kapolri Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jabar Tuntut Kapolri Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jabar Tuntut Kapolri Bertanggung Jawab

Oleh karena, sambung Edi, PKC PMII Jabar menyatakan, menuntut Kapolri untuk turut bertanggung jawab atas hilangnya Susno Duadji pasca-gagalnya eksekusi. Kedua, sebagai bentuk pertanggungjawaban, PMII Jabar mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda Jabar karena telah gegabah memberikan perlindungan kepada koruptor.

Shautus Salam

Ketiga, mendesak Presiden Republik Indonesia untuk serius melakukan reformasi akhlak para penegak hukum yang ada di institusi Polri yang dari waktu ke waktu semakin jauh dari harapan rakyat.

Shautus Salam

Keempat, mengecam tindakan Polda Jabar yang memberikan perlindungan hukum kepada pelaku korupsi, bertolak belakang dengan kedudukannya sebagai aparatur penegak hukum.

Jika Polda Jabar tidak segera menangkap Susno Duadji, PKC PMII Jawa Barat akan melakukan aksi besar-besaran ke Kantor Polda Jabar.

Seperti diketahui, Tim gabungan kejaksaan gagal melakukan eksekusi terhadap mantan Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, di kediamannya, kawasan Dago Pakar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/4) lalu.

Susno, terpidana korupsi ini, sekarang tak diketahui keberadaannya. Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri itu hilang sejak meninggalkan Mapolda Jawa Barat pada Kamis (25/4).

?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan, Meme Islam, Makam Shautus Salam

Rabu, 08 November 2017

Kader Ansor Potensial Wujudkan Indonesia Agraris

Pesawaran, Shautus Salam -?

Kader Gerakan Pemuda Ansor memiliki potensi mewujudkan Indonesia sebagai negeri agaris yang tidak sekadar jargon, ujar Wakil Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Hadi Musa Said, di Pesantren Minhadlul Ulum, Trimulyo, ? Tegineneng, Pesawaran asuhan KH M Syaifudin Fatoni, Rabu (26/10).

Kader Ansor Potensial Wujudkan Indonesia Agraris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Potensial Wujudkan Indonesia Agraris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Potensial Wujudkan Indonesia Agraris

"Penduduk Indonesia hampir 300 juta dan sekitar 5-6 persen dari jumlah itu ialah warga Nahdlatul Ulama (NU). Dan sekitar 70-90 persen warga NU tinggal di perdesaan, otomatis berprofesi petani dan usaha menengah," paparnya.

Ansor adalah organisasi terbesar di Indonesia. "Kenapa saya berani mengatakan itu, karena kaderisasi Ansor sampai ke perdesaan dan kita punya data itu," tegas Hadi.

Ia melanjutkan, kader GP Ansor terbentuk dan terkoordinasi di bidang kepemudaan. "Kaderisasi kita yang sudah berlebih dan berarti potensi pemuda kita hari ini sudah sangat kuat luar biasa," paparnya.

Menurut Hadi lagi, Indonesia adalah negara agraris yang memiliki lahan luas, akan tetapi belum bisa dikelola dengan baik.

Shautus Salam

"Dengan fakta itu, kader Ansor harus menjadi pelopor untuk mengelola potensi tersebut dengan kemandirian yang akan menghasilkan nilai tambah," ujar dia lagi.

Menggandeng Kementerian Tenaga Kerja RI, PP GP Ansor menggelar "Pelatihan Wirausaha Baru Produktif" 24-27 Oktober 2016. Temanya "Meningkatkan Keterampilan dan Produktivitas Menciptakan Nilai Tambah dan Mampu Menjawab Tantangan Baru".

Pelatihan dengan materi motivasi wirausaha, budidaya tanaman organik, pembuatan pupuk serta pakan organik tersebut diikuti kader Ansor dari 7 kabupaten/kota: Lampung Tengah, ? Lampung Timur, Lampung Barat Metro, Pesawaran, Way Kanan dan Pringsewu. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Quote, Nasional Shautus Salam

Minggu, 05 November 2017

Berita Duka, Mustasyar PCNU Kota Bandung Ngantunkeun

Jakarta,Shautus Salam. Inna lilllahi wa inna ilaihi roji’un, Mustasyar PCNU Kota Bandung KH R Amin Faqih Burhan wafat (ngantunkeun) di Rumah Sakit Al-Islam Kota Bandung pagi ini Sabtu (21/11) sekitar pukul 08.30. almarhum wafat pada usia 75 tahun meninggalkan tiga putra dan empat putri.

Ketua PCNU Kota Bandung KH Maftuh Kholil mengungkapkan kehilangan Kiai Amin yang merupakan pengasuh pesantren Cijawura (salah satu pesantren tua di Bandung), adalah duka sedalam-dalamnya bagi PCNU Kota Bandung, warga NU, dan masyarakat pada umumnya.

Berita Duka, Mustasyar PCNU Kota Bandung Ngantunkeun (Sumber Gambar : Nu Online)
Berita Duka, Mustasyar PCNU Kota Bandung Ngantunkeun (Sumber Gambar : Nu Online)

Berita Duka, Mustasyar PCNU Kota Bandung Ngantunkeun

“Saya alumni dari sini (pesantern Cijawura) tahu, bahwa beliau ini sosok yang diterima seluruh masyarakat dan kalangan manapun. Termasuk kalangan pemerintahan,” katanya ketika diihubungi Shautus Salam Sabtu siang.

Shautus Salam

Sebagai seorang alumninya, Kiai Amin tak pernah bosan menasihatinya tentang satu hal tiap bertemu dengannya. Terutama dalam menjalankan organisasi seperti NU. ?

“Sing bisa ngigelana. Artinya kita harus mampu bertindak dan bersikap dalam segala situasi. Bukan plin-plan, bukan tidak mengikuti aturan, tapi dalam melaksanakan aturan itu harus arif dan bijaksana,” begitu Kiai Maftuh menirukan nasihat Kiai Amin. ?

Shautus Salam

Kiai Maftuh menilai bahwa Kiai Amin, selain sangat menguasai ilmu-ilmu pesantren, ia adalah sosok kiai yang sederhana. Saat ini, sosok kesederhanaannya patut untuk diteladani sebab sekarang orang-orang bergerak ke arah glamor.

Gaya hidup glamor, lanjut Kiai Maftuh, salah satu penyebab rakus yang mendorong juga pada sifat lain seperti korupsi, yang berdampak pada kekisruhan ekonomi dan politik. “Sebenarnya koruptor itu terjadi dari sikap yang tidak sederhana.

Ia berharap agar sepeninggal wafatnya Kiai Amin, Pesantren Cijawura tetap maju dan tak pernah berhenti menjadi pesantren pencetak kader ke depan. Insya Allah putranya yang akan melanjutkan.

Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Kota Bandung Agustani Kirtadireja juga mengungkapkan duka sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. “Saya merasa kehilangan beliau,” katanya ketika dihubungi Shautus Salam.

Menurut dia, almarhum sangat berjasa bagi NU. Ia adalah kiai yang selalu mendukung kegiatan-kegiatan NU. “Tiga kali Konfercab PCNU beruturut-turut digelar di pesantrennya,” uangkapnya.

Sebagaimana Kiai Maftuh, Agus yang Ketua IKA PMII Kota Bandung, tersebut berharap agar Pesantren Cijawura yang terletak di Margasari, Buah Batu, Kota bandung, tetap maju.

Sebagai bakti pelepasan terakhir, lanjut dia, GP Ansor mengirimkan belasan Banser untuk turut membantu prosesi pemakanan dan pengaturan lalu-lintas. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Nasional, Tokoh Shautus Salam

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia

Depok, Shautus Salam. Sejak pagi, ribuan warga Nahdliyin Kota Depok tampak gembira. Dengan berseragam batik hijau, anggota Fatayat-Muslimat memenuhi aula Masjid Dian Al-Mahri Jl Meruyung Raya Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (15/5).

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia

Mereka bersiap sejak kemarin untuk menyambut kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang dijadwalkan melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Depok periode 2013-2018.

Dalam pantauan Shautus Salam, di sepanjang jalan menuju masjid yang kerap disebut Masjid Kubah Mas ini tampak bendera NU yang melambai-lambai dari pepohonan rindang. Beberapa jamaah Nahdliyat tampak berjalan santai menuju aula masjid tempat pelantikan digelar. Bus-bus dan kendaraan pribadi berdatangan sejak pagi hingga menjelang siang. Aparat keamanan baik negeri (Polisi) maupun swasta (Banser) tampak berjaga-jaga di beberapa titik.

Shautus Salam

Dalam pidato pengarahannya selaku Ketum PBNU, Kiai Said menyatakan pentingnya Nahdliyin Depok memahami garis perjuangan NU. Selain mengamalkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), NU Depok juga harus mendakwahkannya. Hal ini dilakukan agar bangsa ini tidak pecah, tidak tercabik-cabik, dan tererai-berai. Agama Islam harus dipahami dan dikaji, bukan dilembagakan.

Shautus Salam

“NU tidak butuh negara Islam. Sayang kalau namanya sudah kadung jadi negara Islam tetapi pejabatnya banyak yang korupsi, banyak yang dipanggil KPK. Malu nggak Islam? Makanya, NU lebih memilih negara kebangsaan, negara nasionalis, tetapi berakhlak mulia,” kata Kang Said.

Hal ini, lanjutnya, seperti Nabi Muhammad SAW ketika dari kota Mekah ke kota Yatsrib. Pada waktu itu, Rasulullah mendapati masyarakat yang plural. Ada orang orang Islam: Auz dan Khazraj, ada pula non muslim, Yahudi: Bani Quraidhah, Bani Qainuqa’, Bani Nadlir. Makanya di Quran banyak ayat yang mengajak bicara orang Yahudi. Artinya penduduk Yatsrib itu multikultural.

“Lalu, Rasulullah membuat perjanjian yang disepakati bersama antara kaum muslimin dan non muslim. Perjanjian tersebut terkenal dengan sebutan Mitsaq al-Madinah. Rasulullah menegaskan, Ini ketetapan Muhammad untuk semua warga, asal satu cita-cita, satu visi-misi, satu garis perjuangannya sesungguhnya mereka itu umat yang satu,” papar Kiai Said.

Doktor jebolan Universitas Ummul Quro Mekah Saudi Arabia ini menambahkan, Nabi Muhammad berhasil membangun sebuah negara yang diikat dengan satu cita-cita dan visi-misi. Tidak diikat dengan dasar agama atau kesukuan. Nabi tidak mendeklarasikan negara berbasis agama dan suku karena di dalamnya ada Muslim dan non-Muslim, ada Arab dan non-Arab.

“Anehnya, dalam perjanjian Madinah itu sebagaimana tertulis dalam Sirah Nabawiyah juz II halaman 61, 2 setengah halaman tidak ditemukan kata-kata Islam sama sekali. Artinya Nabi membangun masyarakat berbasis budaya dan peradaban,” tegas Kiai Said.

Oleh karena itu, lanjut Kiai Said, yang asalnya bernama Yatsrib berubah nama menjadi Madinah yang berarti peradaban (berasal dari kata tamaddun, madaniyyah, masyarakatnya disebut mutamaddin). Warganya yang benar dilindungi, yang salah dihukum. Negara seperti ini disebut Negara Madinah.

“Contohnya, ada sahabat membunuh orang Yahudi. Nabi marah besar. Barangsiapa membunuh nonmuslim berhadapan dengan saya, saya advokatnya nanti. Dan barangsiapa yang berhadapan dengan saya, maka tidak akan masuk surga,” ujar Kiai Said. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Ulama Shautus Salam

Senin, 30 Oktober 2017

Syekh Kasyful Anwar, Ulama Besar dari Kalimantan Selatan

Seyogyanya bagi orang yang alim apabila dia ditanya akan hal yang tidak diketahuinya maka dia akan berkata ‘Aku tidak mengetahuinya’ dan hal tersebut tidak akan mengurangi martabatnya tetapi menunjukkan akan wara’ dan sempurna ilmu.” Demikian sebagian nasihat Syekh Muhammad Kasyful Anwar seorang pembaharu sistem pendidikan sekaligus pimpinan periode ketiga Pondok Pesantren Darussalam Martapura yang merupakan pesantren tertua dan terbesar di Kalimantan.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar lahir di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada tanggal 4 Rajab 1304 H/29 Maret 1887 pukul 10 pagi malam Selasa. Syekh Muhammad Kasyful Anwar adalah putra al-Allamah KH Ismail bin Muhammad Arsyad bin Muhammad Sholeh bin Badruddin bin Maulana Kamaluddin.

Syekh Kasyful Anwar, Ulama Besar dari Kalimantan Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Kasyful Anwar, Ulama Besar dari Kalimantan Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Kasyful Anwar, Ulama Besar dari Kalimantan Selatan

Memasuki usia tamyiz, jiwanya sudah dipenuhi dengan cahaya Al-Qur’an dan diasuh langsung oleh orang tuanya sendiri. Di masa mudanya ia tidak belajar di bangku sekolah, karena pada saat itu di Kampung Melayu belum ada madrasah formal. Jadi beliau belajar ilmu agama dengan beberapa masyayikh di antaranya:

- Al-Alim Al-Allamah Syekh Ismail bin Ibrahim bin Muhammad Sholeh bin Mufti Syekh Zainuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Shautus Salam

- Al Alim Al Allamah Syekh Abdullah Khatib bin Muhammad Sholeh bin Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Pada usia 9 tahun Muhammad Kasyful Anwar dibawa oleh kakek, nenek dan kedua orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama kepada ulama di Kota Makkah.

Shautus Salam

Sebagai pendatang yang belum pandai berbahasa Arab, beliau belajar kepada Al-Alim Al-Allamah Syekh Muhamamd Amin bin Qadhi Haji Mahmud bin Asiah binti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, seorang ulama yang berasal dari Kampung Pasayangan Martapura dan sudah lama menetap di Kota Makkah.

Selama belajar di Makkah beliau berguru dengan ulama-ulama besar di antaranya:

1. Sayyid Ahmad bin Sayyid Abu Bakar Syatha, anak dari pengarang kitab I’anah Al Thalibin;

2. Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas penulis kitab Tadzkirunnas;

3. Syekh Muhammad Ali bin Husein Al-Maliki yang bergelar Sibawaihi pada zamannya, sangat alim dan memiliki berbagai keahlian bidang ilmu;

4. Syekh Umar Hamdan Al-Mahrusi;

5. Syekh Umar Ba Junaid Mufti Syafi’iyah;

6. Syekh Sa’id bin Muhammad Al Yamani;

7. Syekh Muhammad Sholeh bin Muhammad Ba Fadhal;

8. Syekh Muhammad Ahyad Al Bughuri;

9. Sayyid Muhammad Amin Al Kutbi.

Setiap cabang ilmu yang dipelajari, selalu ditelusuri sanadnya, terutama di bidang fiqih, hadits, wirid, dan hizib-hizib. Di bidang hadits, beliau mempelajari secara langsung sebanyak 40 hadits musalsal yang disusun oleh Syekh Mukhtar Atthatih kepada Syekh Muhammad Ahyad Al Bughuri beserta praktiknya baik memakai sorban, libasul hirqah as-shufiah, dzikir, mushafahah, musyabaqah, munawalatussubhah, dan lainnya yang termaktub di kitab tersebut.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar juga mengambil ijazah Dalailul Khairat dan Burdatul Madih Al Mubarakah dari Syekh Muhammad Yahya Abu Liman, Syekh Dalaiul Khairat dengan sanad yang mutthasil kepada penyusun keduanya.

Murid-murid beliau sangat banyak dan menjadi ulama besar di antaranya:

1. Syekh Anang Sya’rani Arif seorang muhadits dan juga salah satu Pimpinan Pesantren Darussalam Martapura;

2. Syekh Muhammad Syarwani Abdan Pimpinan PP Datuk Kalampayan Bangil;

3. Syekh Ahmad Marzuki;

4. Syekh Muhammad Samman bin Abdul Qadir;

5. Syekh Abdul Qadir Hasan;

6. Syekh Husien bin Ali;

7. Syekh Salman Yusuf;

8. Syekh Muhammad Samman Mulia.

Selain aktif berjuang di dunia pendidikan sebagai pengajar, Syekh Muhammad Kasyful Anwar juga berjasa memperkaya khazanah perpustakaan Islam dengan berbagai karya tulis yang bermanfaat. Di antara karya tulis beliau:

1. Risalah Tauhid;

2. Risalah Fiqh;

3. Risalah Fi Sirah Sayyidil Mursalin (Ilmu Tarikh);

4. Targhib Al-Ikhwan Fi Tajwid Al Qur’an;

5. Durutsuttashrif (Ilmu Sharaf 4 Jilid);

6. Terjemah kitab Hadits Arbain dalam bahasa Arab Melayu berjudul Al-Tabyin Ar-Rawi Bisyarhi Arba’in An-Nawawi;

7. Terjemah kitab Jauarah Al Tauhid yang berjudul Al Durrul Farid Syarh Jawhar Al Tauhid;

8. Risalah Hasbuna.

Pembaharu Pesantren



Syekh Muhammad Kasyful Anwar menjadi Pimpinan Pesantren Darussalam Martapura pada periode ketiga selama 18 Tahun (1922-1940). Dalam kepemimpinan beliau terjadi perubahan-perubahan fundamental baik di bidang sistem pendidikan, penyusunan kurikulum, pemberdayaan tenaga pengajar, maupun peningkatan infrastruktur yang meliputi pembangunan sarana dan prasarana fisik bangunan. Cara pengajian Pesantren Darussalam yang sebelumnya berupa halaqah diubahnya menjadi model pengajaran klasikal dan berjenjang.

Dengan adanya pembaharuan sistem dan metode pendidikan yang dilakukan Syekh Muhammad Kasyful Anwar di Pesantren Darussalam Martapura, maka banyak berdatangan dan berduyun-duyun para santri dari berbagai daerah di Kalimantan yang belajar di Pesantren Darussalam Martapura. Dalam beberapa tahun saja para alumnusnya terlah tersebar ke berbagai pelosok Kalimantan dan mendapat kepercayaan dari masyarakat kaum muslimin setempat untuk membuka pengajian majelis taklim, mendirikan madrasah dan pondok pesantren. Di antara salah satu alumnus Pesantren Darussalam Martapura yang sangat terkenal dan memimpin majelis taklim yang diikuti oleh ratusan ribu jamaah adalah KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang lebih dikenal dengan panggilan guru sekumpul.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar termasuk orang yang berkecukupan. Beliau adalah pedagang emas dan intan yang dijalankan saudara iparnya di Jakarta. Selain usaha tersebut, beliau juga memiliki sawah dan kebun karet yang dikerjakan oleh tenaga upahan. Di sela-sela kesibukannya, beliau tetap menyempatkan diri turun ke sawah dan kebun bekerja bersama pekerja upahan.

Kemandirian yang Syekh Muhammad Kasyful Anwar miliki menjadikannya tidak mau menerima zakat, bahkan atas kemampuan tersebut beliau mengeluarkan zakat dan memberikan bantuan kepada orang lain. Bahkan gaji guru-guru Pesantren Darussalam Martapura banyak diberikan dari uang pribadi beliau. Walaupun sebagai seorang yang berada namun beliau tetap dalam hidup kesederhanaan karena perilaku zuhudnya. Begitulah kehidupan pribadi seorang ulama Ahlussunnah wal Jama’ah yang memegang teguh disiplin ilmu dan kemasyarakatan.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar menikah dengan seorang perempuan bernama Siti Halimah pada bulan Syawwal 1330 H dalam usia 26 tahun dan dikaruniai 6 orang anak, 4 putra dan 2 perempuan.

Setelah berjuang tanpa kenal lelah dari masa belajarnya hingga masa mengajar dalam rangka menyampaikan amanah sebagai pewaris baginda Rasulullah SAW kepada umat baik melalui pendidikan formal dan pengajian nonformal maupun dengan tulisan yang tersebar dan menjadi bahan bacaan terutama di Pesantren Darussalam Martapura, akhirnya pada malam Senin pukul 9.45 WITA, tanggal 18 Syawwal 1359 H/18 September 1940 M Syekh Muhammad Kasyful Anwar berpulang ke Rahmatullah dalam usia 55 tahun dan dimakamkan di Kampung Melayu Martapura. (Erfan Maulana)

?

Dikutip dari Kitab Nurul Abshar (Sebagian Riwayat Hidup) Syekh Muhammad Kasyful Anwar susunan KH Munawwar Gazali Pimpinan Majelis Ta’lim Raudlatul Anwar



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama, Khutbah, Makam Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock