Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut

Tanggamus, Shautus Salam. Menghadapi era perubahan zaman saat ini, para santri harus membuka diri dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang terus terjadi untuk kemaslahatan diri dan orang lain. Hal-hal yang positif harus diadopsi dengan baik serta tidak meninggalkan yang lama dan yang masih relevan.

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut (Sumber Gambar : Nu Online)
Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut (Sumber Gambar : Nu Online)

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut

"Santri harus membuka diri tapi jangan larut dengan modernisasi. Santri juga jangan fobia modernisasi," Demikian pesan Plt. Bupati Tanggamus Samsul Hadi saat memberikan sambutan pada Haflah At Tasyakkur Lil Ikhtitam API Pondok Pesantren Darul Ulum Margoyoso Kecamatan Sumberejo Tanggamus, Kamis (27/4).

Plt. Bupati yang juga Katib Syuriyah PCNU Tanggamus ini mengingatkan para santri dengan prinsip yang sangat masyhur dikalangan nahdliyyin yaitu Almuhafadzatul Alal Qodimis Sholih Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah.

"Mari Pertahankan tradisi yang memberikan manfaat dan yang baik serta ambillah sesuatu yang baru dan yang baik pula," katanya sembari mengingatkan pula bahwa santri dan pesantren adalah pelopor contoh yang baik bagi masyarakat.

Hal senada disampaikan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tanggamus KH. Marzuki Amin yang juga hadir pada kesempatan tersebut bahwa selama ini para santri dapat menjadi sosok pioner yang berperan penting dalam mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jamaah ditengah-tengah masyarakat.

Shautus Salam

Mengutip pernyataan Almaghfurlah KH Hasyim Muzadi, Ia mengatakan bahwa santri alumni pondok pesantrenlah yang selama ini memiliki komitmen ikhlas dalam mempertahankan dan merawat Jamaah serta Jamiyyah NU.

Shautus Salam

"Para santrilah yang ulet ngurusi NU. Anak-anak pesantrenlah yang ngurusi jamaah dari kota sampai plosok-plosok untuk terus mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jamaah an nahdliyyah," ungkapnya.

Ia berharap seraya mendoakan agar seluruh santri khususnya di Pondok Pesantren Darul Ulum dapat dengan istiqomah menuntut ilmu sehingga dapat terus memberikan manfaat untuk ummat.

"Mari bareng-bareng doakan mereka di pesantren ini. Di sinilah tempat penggodokan NU masa depan. Merekalah yang menjadi harapan kita untuk meneruskan masa depan NU," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Syariah, Sholawat Shautus Salam

Senin, 05 Februari 2018

NU Istiqamah Bela NKRI

Jombang, Shautus Salam. KH Marzuqi Mustamar mengingatkan warga dan para fungsionaris NU untuk tetap kukuh dengan tradisi dan amaliyah yang telah diwariskan para ulama salafus shalih. Karena dengan kemitmen menjaga warisan tersebut akan menyelamatkan bangsa dari perpecahan.

Penegasan disampaikan Wakil Rais PWNU Jawa Timur ini saat melantik tiga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) di Kecamatan Gudo Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/8). Ketiga PRNU tersebut adalah Mejoyo Losari, Bugasur Daleman, serta Sukoiber.

NU Istiqamah Bela NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Istiqamah Bela NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Istiqamah Bela NKRI

Bagi dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur ini, dalam rentang perjalanan panjang bangsa Indonesia, peran dan kiprah serta pembelaan NU kepada eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) demikian menonjol. Sejak zaman pra kemerdekaan, saat kemerdekaan serta hingga kemerdekaan diraih dan hendak direbut kembali oleh penjajah. “Sejarah telah membuktikan hal ini,” kata Kiai Marzuqi.

Shautus Salam

Tidak berhenti sampai di situ kiprah NU. Dalam sejarah panjang kepemimpinan Presiden Soekarno Hatta, loyalitas NU masih terlihat jelas. Demikian juga saat Soeharto berkuasa. Bahkan, ketika banyak organisasi sosial keagamaan dan kekuatan politik terbelah antara menerima atau menentang Pancasila,? NU menjadi organisasi sosial keagamaan yang pertama kali menerima Pancasila sebagai asas organisasi. Dalam banyak kesempatan, NU menandaskan bahwa Negara Pancasila adalah upaya final bagi umat Islam dalam memimpikan terbentuknya sebuah negara ideal.

Shautus Salam

Pembelaan dan komitmen terhadap sejarah panjang bangsa ini adalah di antaranya dapat diwujudkan dengan menjaga tradisi keagamaan yang telah mendarang dan mendaging. Karena itu dalam kesempatan tersebut, Kiai Marzuki mengajak semua kalangan untuk menjaga tradisi yang telah ada.

“Identitas NU harus diperjelas dengan amaliyah yang telah menjadi tradisi dan warisan para ulama,” terang Kiai Marzuqi Mustamar. Hanya NU yang konsisten menjaga tradisi kemasyarakatan seperti yang telah digagas oleh para penyebar agama Islam di Nusantara, lanjutnya.

Bagi mantan Ketua PCNU Kota Malang ini, konsistensi dalam menjaga tradisi juga diteruskan dengan keistiqamahan dalam menjaga NKRI. “Hanya NU yang terbukti konsisten dengan komitmen kebangsaan ini,” tegasnya.

Jaga Kekompakan

Ketua PCNU Jombang, KH Dr Isrofil Amar saat memberikan sambutan juga menandaskan agar para fungsionaris NU menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam berkhidmah kepada umat. “Kita harus menjaga semangat ittihad atau kekompakan antar para pengurus dan warga,” kata Kiai Isrofil, sapaan akrabnya.

Hal ini kian menemukan momentumnya lantaran belakangan banyak berkembang gerakan dan ideologi transnasional. “Ideologi ini tentu saja akan bertentangan dengan komitmen NU terhadap NKRI,” kata dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang ini.

“Kebersamaan kita juga harus diimbangi dengan semangat ihtiyat atau kehati-hatian,” tandasnya. Kemunculan ISIS dan ideologi ekstrim kanan maupun kiri hendaknya kian membukakan kesadaran para pengurus untuk menjaga kebersamaan dan kehati-hatian tersebut. Bahkan secara khusus, Kiai Isrofil mengingatkan bahwa kemunculan gerakan yang berbeda dengan NU tersebut kini telah merata dan mengepung lingkungan sekitar. “Karena mohon untuk menjaga putra dan putri maupun lingkungan kita dari ancaman gerakan yang jauh dari semangat seperti ajaran para ulama,” katanya.

Bupati Jombang yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan Politik dan Perlindungan Masyarakat, Muhammad Mas’ud menyampaikan harapan agar para pengurus NU bisa bekerja sama dalam menjaga suasana yang kondusif di kota santri ini. Ia juga sependapat dengan para kiai agar setiap tokoh masyarakat dapat menjaga dan membentengi keluarga dari pengaruh paham atau aliran yang mencederai keberadaan NKRI.

Kegiatan pelantikan yang diselenggarakan di Yayasan Pendidikan Islam Wahid Hasyim Pesanggrahan Kecamatan Gudo ini juga dimanfaatkan sebagai sarana halal bihalal antarpengurus. Karena ada tiga kepengurusan yang dilantik, aula terlihat sesak dan suasana demikian meriah. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pondok Pesantren, Meme Islam Shautus Salam

Kamis, 18 Januari 2018

Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi

Bondowoso, Shautus Salam. Nyai Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid berkunjung ke Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur untuk ke tujuh kalinya. Istri Presiden ke-4 RI ini datang ke Bondowoso dalam rangka silaturrahim dan buka puasa bersama di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Senin (27/6).

Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Teguhkan Identitas Bangsa dengan Melestarikan Tradisi

Kegiatan yang bertema Dengan Berpuasa Kita Tingkatkan Keaarifan dan Keteguhan Iman ini dihadiri oleh Bupati Bondowoso H Amin Said Husni, Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso Hidayat, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bondowoso Agus Salam.

Shinta Nuriyah dalam taushiyahnya mengatakan setiap daerah menjaga dan melestarikan kesenian lokal, kesenian adat tradisional. Hal ini penting untuk meneguhkan identitas kebangsaan dan warisan generasi muda di masa yang akan datang.

"Saya ingin kesenian daerah hidup. Kesenian masyarakat adalah kesenian Indonesia yang sangat indah, mempunya filosofi tinggi, sehingga rakyat Indonesia tidak lupa dengan kesenian daerah masing-masing," jelas ibu 4 orang putri ini.

Shautus Salam

Ia berharap bila masyarakat makin menghidupan tradisi budaya dari daerah masing-masing, hal ini akan menjadi perisai untuk menghadapi budaya asing yang tidak sesuai dengan prinsip kebaikan budaya Indonesia.

Selain itu, Muhammad Afifi, salah satu kader muda penggerak Jaringan Gusdurian Bondowoso mengatakan, tentunya sangat gembira karena dapat bertemu langsung dengan Ibu Shinta. “Beliau memotivasi kita untuk tetap menjaga dan meneruskan perjuangan Gus Dur,” ujarnya.

Acara tersebut diikuti oleh para jamaah sholawat Masjid At-Taqwa Bondowoso serta para kader-kader muda yang tergabung dalam Komunitas Jaringan Gusdurian Kabupaten Bondowoso. Selesai taushiyah, dilanjut dengan pemberian bingkisan kepada kaum dhuafa dan dilanjutkan buka puasa bersama. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Lomba Shautus Salam

Rabu, 17 Januari 2018

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang

Jakarta, Shautus Salam. Pemerintah Jepang melalui kedutaan besarnya kembali menggelar pertukaran pelajar dalam Program Jenesys 2017. Program serupa sebelumnya dilakukan tahun 2016 lalu.

Para pelajar dan pemuda NU kembali mendapatkan kesempatan program yang bertujuan memperkuat kebudayaan masing-masing negara selain hubungan diplomatik di bidang pendidikan.

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faishal Zaini melapas perwakilan atau delegasi NU untuk mengikuti program tersebut. Helmy berharap, anal-anak muda NU dapat mengambil banyak ilmu dan pengalaman selama sepekan di Jepang.

“Saya berharap delegasi yang berangkat mendapatkan banyak ilmu dan belajar dari cara Jepang memajukan negara, baik dari sisi kedisiplinan, perkembangan teknologi, dan transportasi umum di sana,” ujar Helmy, Senin (2/10) saat melepas delegasi NU di Gedung PBNU Jakarta.

Helmy menjelaskan, program pertukaran ini sebetulnya sudah dirintis ketika dirinya aktif sebagai pelajar NU tahun 1997 silam. Setelah itu program ini belum berlanjut lagi untuk perwakilan pelajar dan anak muda NU.

Shautus Salam

“Sebagai calon para pemimpin, anak-anak muda NU harus mempunyai wawasan yang luas, baik nasional maupun internasional. Program ini sangat baik sebagai langkah meningkatkan kapasitas diri dari people to people dengan negara lain,” jelas pria kelahiran Cirebon ini.

Di antara pihak-pihak yang mengikuti program Jenesys 2017 ini yaitu dari unsur IPNU dan IPPNU, pesantren, dan para dai muda. Rombongan delegasi NU dipimpin oleh Ustadz Bukhori Muslim, salah satu pengurus di LDNU.

Dalam sepekan menjalani program tersebut, para delegasi NU akan mengunjungi tiga kota di Jepang salah satunya Tokyo. Mereka mulai berangkat pada Senin (2/10) hingga pada akhir kegiatan pada Selasa (10/10). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Meme Islam, Sejarah, Kajian Sunnah Shautus Salam

Senin, 15 Januari 2018

UIN Walisongo Akan Bedah "Al-Quran Bukan Kitab Teror"

Semarang, Shautus Salam. Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) UIN Walisongo Semarang akan menggelar diskusi dan bedah buku Al-Quran Bukan Kitab Teror Membangun Perdamaian Berbasis Al-Quran,? karya Wakil Katib PWNU Jateng, KH Imam Taufiq. Buku terbitan Bentang Pustaka ini akan dikaji pada Rabu, (20/4) besok mulai pukul 08.30 Wib bertempat di aula 1 kampus 1 UIN Walisongo Semarang.?

Selain penulis, akan hadir sebagai pembanding Munirul Ikhwan (pakar tafsir alumni Al-Azhar Mesir, Leiden University dan Freie Universitat Jerman) dan Irfan Amali (Founder Gerakan Peace Generation Jakarta).

?

UIN Walisongo Akan Bedah Al-Quran Bukan Kitab Teror (Sumber Gambar : Nu Online)
UIN Walisongo Akan Bedah Al-Quran Bukan Kitab Teror (Sumber Gambar : Nu Online)

UIN Walisongo Akan Bedah "Al-Quran Bukan Kitab Teror"

Diskusi ini merupakan agenda rutin yang diadakan FUHUM. Secara ringkas buku ini merupakan hasil karya ilmiah untuk meraih gelar doktor pada 2011. Terdapat pemangkasan disana-sini walaupun tak menghilangkan substansi. Hal ini untuk menyesuaikan pembaca agar mudah memahami buku ini.

?

"Diskusi rutin ini biasanya untuk internal FUHUM, kali ini diperluas," ungkap wakil Dekan I, Ahmad Musyafiq.

Shautus Salam

?

Tema buku ini diakui sesuai dengan kegelisahan bersama, yakni melawan faham radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama. Selain itu, diskusi ini juga sesuai dengan visi FUHUM untuk menjadi fakultas yang unggul dalam riset ilmu-ilmu pokok keislaman (ushuluddin) berbasis pada kesatuan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan dan peradaban.

Shautus Salam

?

"Dengan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan peran FUHUM di tengah-tengah masyarakat," harap pengurus Lembaga Dakwah PWNU Jateng ini.

?

Dalam kegiatan ini panitia menyediakan 100 eksemplar buku yang akan dibagikan secara gratis. (M. Zulfa/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Jadwal Kajian Shautus Salam

Minggu, 14 Januari 2018

Hasyim Usulkan Koalisi Nasionalis Tulen dan Islam Moderat

Surabaya, Shautus Salam. Rais Syuriyah PBNU KHA Hasyim Muzadi mengusulkan presiden terpilih Jokowi Widodo-Jusuf Kalla untuk membangun koalisi nasionalis tulen dan Islamis moderat.

Hasyim Usulkan Koalisi Nasionalis Tulen dan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Usulkan Koalisi Nasionalis Tulen dan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Usulkan Koalisi Nasionalis Tulen dan Islam Moderat

"Idealnya, Jokowi-JK harus membangun kombinasi nasionalis tulen dan Islamis moderat, karena kombinasi keduanya yang menjamin keselamatan NKRI," ucap Hasyim Muzadi.

Mantan Ketua Umum PBNU itu mengaku kombinasi itu sering terganggu karena kelompok nasionalis sering "diganggu" oleh liberalis/atheis, sedangkan kelompok Islamis sering "diganggu" oleh radikalisme/terorisme yang mengatasnamakan agama.

Shautus Salam

"Kedua gangguan itu harus dieliminasi dan hal itu dalam implementasi perlu kerja bersama, apalagi kalau kita ingin menuju Trisakti Indonesia yang berdaulat dalam politik, berdikari, dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya," ujarnya.

Shautus Salam

Hasyim Muzadi juga mengingatkan Jokowi-JK pasangan presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk berhati-hati dengan kelompok "a-nasional" yang menurut dia akani turut mengitari keduanya untuk kepentingan jabatan dalam kabinet.

"Yang mengitari tentu banyak yang jujur, tapi lebih banyak lagi yang berminyak air sebagai lazimnya teori kepentingan." katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam Shautus Salam

Senin, 08 Januari 2018

PBNU Prihatin Konflik Sunni-Syiah di Irak

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan keprihatinannya atas menguatnya konflik horisontal yang terjadi di Irak antara kelompok Sunni dan Syiah.

PBNU Prihatin Konflik Sunni-Syiah di Irak (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Prihatin Konflik Sunni-Syiah di Irak (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Prihatin Konflik Sunni-Syiah di Irak

“Irak merupakan negara seribu satu malam, sungguh memprihatinkan jika diantara kelompok masyarakat saling bertikai,” katanya, di gedung PBNU, Selasa (24/7).

Ia mengatakan, konflik yang terjadi saat ini, jika ditelusuri ke belakang, merupakan akibat dari invasi Amerika Serikat ke Irak tahun 2003 lalu, yang sampai saat ini telah menelan ratusan ribu korban dan menjadikan Irak tidak stabil.

Shautus Salam

“Saddam Hussein tidak disukai karena kediktatorannya, tapi penyerbuan yang diakibatkan oleh Amerika Serikat menelan korban yang jauh lebih banyak,” tandasnya.

Shautus Salam

Sebelum invasi tersebut, kata Said Aqil yang menyelesaikan doktornya di Arab Saudi, hubungan antara Sunni dan Syiah cukup baik, sebagaimana hubungan antara kedua kelompok tersebut di Lebanon. Beberapa waktu lalu, ia berkunjung ke Lebanon, dan dua orang yang menjemput adalah orang Sunni dan Syiah, yang menunjukkan hubungan yang baik antara dua kelompok tersebut.?

Karena itu, ia tidak setuju atas keterlibatan pihak asing dalam upaya mengatasi konflik sektarian ini. Upaya memfasilitasi diplomasi kelompok yang bertikai di dalam negeri Irak sendiri merupakan langkah paling tepat.?

Untuk menstabilkan Irak, Kang Said berpendapat, negara tersebut harus dipimpin oleh orang kuat yang mampu bertindak tegas, meskipun bukan berarti harus menjadi diktator seperti Saddam Hussein, tetapi stabilitas merupakan prioritas utama yang harus dipenuhi.

Sejumlah analis mengatakan, merebaknya konflik ini dipicu oleh ketidakmampuan PM Irak Nuri al Maliki dalam mengakomodasi kepentingan semua kelompok. Kabinet dan posisi penting pemerintahan Irak didominasi oleh kalangan Syiah dan meminggirkan kelompok Sunni. Kelompok Sunni dan suku-suku yang tersingkir akhirnya melakukan perlawanan, bergabung dengan gerilyawan Negara Islam Irak dan Mediterania (ISIL). Mereka telah merebut sejumlah kota penting seperti Mosul dan Tikrit serta terus bergerak maju menuju Bagdad. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Santri Shautus Salam

Minggu, 07 Januari 2018

Lakut IPNU-IPPNU Lamongan Cetak Kader Idealis

Lamongan, Shautus Salam. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Lamongan bertekad untuk mencetak para kader idealis pada kegiatan kaderisasi tahun ini.

Lakut IPNU-IPPNU Lamongan Cetak Kader Idealis (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakut IPNU-IPPNU Lamongan Cetak Kader Idealis (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakut IPNU-IPPNU Lamongan Cetak Kader Idealis

Hal tersebut terungkap dalam Latihan Kader Utama (Lakut) yang digelar PC IPNU-IPPNU Lamongan, 14-17 Maret 2014, yang mengusung tema “”Mngonstruksi Idelisme Kader untuk membuka Paradigma Kritis-Transformatif sebagai Penerapan Nilai-Nilai Aswaja dalam Kehidupan Berbangsa dan Beragama”.

Dalam acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Musthofa Kucur, Lamongan ini, Ketua PC IPNU Mauludvian Aris menegaskan tentang pentingnya bagi setiap kader agar punya idealisme yang berdasarkan nilai-nilai Ahlussunnah wal jamaah.?

Shautus Salam

Kondisi pragmatis saat ini telah merambah ke berbagai lini kehidupan, tak terkecuali organisasi kepemudaan. Yang pragmatis itu riil di depan kita, tinggal kita mau menjamah atau tidak. Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda, tuturnya.

Shautus Salam

Sebanyak 40 peserta aktif mengikuti Lakut IPNU-IPPNU Lamongan ini hingga tuntas. Mereka mendapatkan sejumlah materi, seperti keaswajaan dan keorganisasian. (Hepi Ikmal/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Kajian Shautus Salam

Senin, 01 Januari 2018

Kiai Ini Bangkit Tiap Kali Dengar Pagar Nusa

Kebumen, Shautus Salam



Pengasuh Pondok Pesantren Al-Islami Al-Hasani KH Sufyan Al-Chasani Kebumen mengungkapkan tentang dirinya yang bangkit setiap mendengar nama Pagar Nusa meski dalam keadaan sakit.

"Pagar Nusa dari dulu kesukaan saya karena yang merintis guru saya sendiri, Gus Maksum. Jadi, batin saya bangkit," kata Kiai Chasani saat diwawancarai di rumahnya, di Kebumen, Jawa Tengah Ahad (14/5).

Kiai Ini Bangkit Tiap Kali Dengar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ini Bangkit Tiap Kali Dengar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ini Bangkit Tiap Kali Dengar Pagar Nusa

Menurutnya, Pagar Nusa itu harus menjadi pagar NU dan bangsa karena saat Pancasila dirobek-robek PKI, Gus Maksum menaruhkan jiwa raga untuk Indonesia.?

"Sehingga hati saya bangkit walaupun sedang sakit," ungkapnya dengan semangat.

Shautus Salam

Ia berharap kepada ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa agar menghidupkan kembali Pagar Nusa di semua cabang se-Indonesia seperti dulu.?

"Di era Gus maksum, di hampir daerah itu ada Pagar Nusa, "pungkasnya.(Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib, Meme Islam Shautus Salam

Shautus Salam

Minggu, 24 Desember 2017

Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat

Jakarta, Shautus Salam?



Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Warga NU Jawa Barat, khususnya Cirebon, kehilangan salah seorang kiainya. Sesepuh Pesantren Benda Kerep, Cirebon KH Hasan Abu Bakar wafat pada Jumat 29 September 2017 pada pukul 08:20.

“Beliau kiai sufi, panutan kiai NU Ciayu Majakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka. Kuningan),” ungkap Nasrullah Affandi, salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafiiyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu ketika dikonfirmasi Shautus Salam tentang sosok Kiai Hasan.?

Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat

Menurut dia, para tokoh nasional pernah bersilaturahim kepada Kiai Hasan, di antaranya Wakil Presiden JUsuf Kalla, dan pejabat lain seperti menteri dan gubernur.?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Jadwal Kajian, Meme Islam Shautus Salam

Shautus Salam

Senin, 18 Desember 2017

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya

Jember, Shautus Salam - Bahwa di? Jember sudah ada bibit-bibit ISIS, bukanlah isapan jempol semata. Paling tidak, inilah pengakuan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjend Pol Hamli saat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Ancaman Terorisme dan Pencegahannya di New Sari Utama,? Jember, Kamis (5/7).

Menurutnya, bibit-bibit ISIS itu melakuan gerakan pengkaderan di salah satu masjid kampus? di Jember. "Tolong dilihat. Kalau perlu pendalaman, tanya ke Kapolres Jember (AKBP. Kusworo Wibowo). Nanti Kapolres saya beritahu," ujarnya.

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya

Kelompok radikal dan teroris memang menyasar mahasiswa untuk direkrut menjadi anggota. Mereka sudah lama masuk ke perguruan tinggi. Bahkan, sejumlah teroris merupakan alumnus perguruan tinggi negeri dan swasta.

Sebagian di antaranya menjadi ideolog. Yang lain menjadi perakit bom. Mereka berproganda dengan mengiming-imingi surga dan bidadari jika sudah melakukan? jihad.

Shautus Salam

Shautus Salam

"Faktor terbesar seseorang bergabung dengan ISIS karena pemahaman agama yang keliru. Jihad hanya (berarti) perang tidak ada makna lain," tambahnya.

Karena itu, ia? meminta kepada seluruh pemimpin perguruan tinggi di Indonesia agar mengawasi aktivitas di masjid kampus masing-masing.

"Tolong dilihat, aktivitas-aktivitas terutama di masjid kampus, hati-hati. Dulu di salah satu universitas terkenal di Surabaya, masjidnya dipakai ketika jam 12 malam ke bawah. Tausiyah di situ. Lima, sepuluh, lima belas orang kumpul, satpam tidak tahu. Dikira mengaji biasa. Tahunya ketika ditangkap, dia ngomong: tausiyahnya di situ. Jadi tolong dilihat masjid kampus, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta," jelas Hamli. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Pemurnian Aqidah, Aswaja Shautus Salam

Ansor Pamekasan Siaga Pencurian Sapi

Pamekasan, Shautus Salam

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan turut prihatin atas kian maraknya aksi maling di Pulau Madura belakangan ini. Pasalnya, maling sapi tersebut menjadi teror bagi masyarakat desa; nyaris tiap malam mereka tidak bisa tidur lantaran diteror oleh bayang-bayang para maling sapi.

Ansor Pamekasan Siaga Pencurian Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Pamekasan Siaga Pencurian Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Pamekasan Siaga Pencurian Sapi

"Bagi masyarakat Madura, maling sapi adalah teroris. Dan ini kian diperparah oleh kinerja polisi yang kurang getol menyikapi aksi para maling sapi itu. Itu bisa dibuktikan dari hampir nihilnya penangkapan terhadap maling sapi selama ini," terang Ketua GP Ansor Pamekasan Fathorrahman, Jumat (12/2).

Atas kondisi itu, PC GP Ansor Pamekasan akan segera berkoordinasi dengan Pimpinan Anak Cabang Ansor yang terdapat di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Tujuannya, supaya juga aktif terlibat dalam menanggulangi maraknya aksi maling sapi.

Untuk diketahui, selama Januari hingga pertengahan Februari tahun ini, masyarakat desa di Kabupaten Pamekasan diresahkan oleh aksi maling sapi yang berkeliaran nyaris tiap malam. Pada Selasa (5/1) lalu, pencurian tersebut menimpa H Karim (60), warga Dusun Tengginah, Desa Tampojung, Kecamatan Waru, Pamekasan. Sebelumnya, terjadi di Dusun Daleman Daya, Desa Sokolela, Kecamatan Kadur, Pamekasan.

Kondisi tersebut berbanding lurus dengan kinerja polisi yang terbilang melempem. Parahnya, selalu saja ada alasan untuk menutupi kinerja butuk tersebut. Salah dalihnya, kekurangan personel.

Shautus Salam

Seperti yang diungkapkan Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Waru AKP Junaidi. Dia mengaku tidak bisa memberikan keamanan yang maksimal terhadap masyarakat di Kecamatan Waru. Alasannya, lantaran keterbatasan personel. Hanya saja, pihaknya akan meningkatkan patroli di jam rawan.

"Tidak selamanya kami mengamankan desa A, C atau B, karena kami kekurangan personel. Tetapi, kami upayakan memberikan yang terbaik kepada masyarakat," janjinya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Meme Islam, Habib, PonPes Shautus Salam

Sabtu, 02 Desember 2017

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Jeddah, Shautus Salam. Apa kira-kira oleh-oleh dari Mekkah yang paling dicari? Ada dua, air zam-zam dan kurma. Karena itulah Elmazroi, perusahaan pengemasan air zam-zam untuk jamaah haji saat kepulangan, menjamin kualitas dan orisinalitas air yang ditemukan Nabi Ismail itu tidak berubah hingga sampai di Tanah Air.

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)
Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Artinya, zam-zam mereka asli.

Shautus Salam

"Kami jamin kualitas zam-zam ini karena diterima dari sumbernya yang dikelola kerajaan. Dikemas secara higenis dan aman hingga sampai ke Tanah Air," kata Ali Saieed Elmazroi, di Jeddah, Sabtu. Nama keluarganya dijadikan merek dagang zam-zam itu.

Ali yang didampingi Manajer Marketing Elmazroi, Ujang Abdullah, menjelaskan, kualitas zam-zam itu dijamin Kerajaan Arab Saudi karena yang mengelola air zam-zam adalah pemerintah.

"Kami hanya membayar kontainer air, sedangkan isinya gratis untuk jamaah haji," kata Ali Elmazroi.

Shautus Salam

Untuk tahun ini, Kerajaan Arab Saudi mengganti kemasan yang semulanya berbentuk jerigen kotak, maka tahun ini berbentuk galon berisi lima liter. Galon dinilai lebih kuat dan tidak tumpah.

Perusahaan itu sudah bekerja sama dengan Garuda sejak 11 tahun lalu. "Kami mampu mempersiapkan air zam-zam hingga 140.000 galon perbulan sesuai dengan kebutuhan jamaah haji Indonesia," kata pengusaha yang juga memasok air zam-zam untuk kebutuhan di tanah air.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ubudiyah, Meme Islam, Nahdlatul Shautus Salam

Jumat, 01 Desember 2017

Pertalian Keislaman dan Kebangsaan

Oleh? M. Fadlan L Nasurung

Tanggal 17 April 2016, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) genap berusia 56 tahun (1960-2016). Di usia setengah abad lebih itu, sebuah kemestian kiranya untuk kembali mengevaluasi dan melakukan refleksi-kritis atas proses perjalanan PMII. Evaluasi dan refleksi-kritis, adalah cara paling tepat untuk memperingati sebuah hari kelahiran, di samping menjadi momentum menghikmati awal sebuah eksistensi.

Sejarah manusia adalah sejarah kebenaran? vis a vis? kebatilan, kebaikan versus kejahatan, kaum yang ditindas memberontak pada kaum yang menindas dan mereka yang anti penindasan melawan para penindas. Sejak peristiwa penolakan Iblis untuk bersujud kepada Adam, hingga pembunuhan yang dilakukan oleh Qabil terhadap Habil, sejarah pertarungan dua sisi kehidupan tersebut dimulai. Imam Ali bin Abi Thalib ra telah memperingatkan bahwa kebaikan yang diperjuangkan secara individu akan dikalahkan oleh kejahatan yang dilakukan secara kolektif. Memperjuangkan kebaikan tidak cukup hanya dengan niat yang tulus, keyakinan yang kuat, dan komitmen yang teguh, lebih jauh sebuah agenda perjuangan membutuhkan kolektifitas yang terorganisir, atas dasar keinsyafan itulah PMII didirikan.

Pertalian Keislaman dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertalian Keislaman dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertalian Keislaman dan Kebangsaan

Reformulasi Paradigma

Di tengah dinamika sejarah dan pasang surut organisasi sejak didirikan hingga kini, PMII tetap setia sebagai organisasi mahasiswa pelestari dan pelanjut ajaran? Ahlu Sunnah wal Jama’ah? (Aswaja), ajaran Islam yang senantiasa melestarikan nilai (tradisi) warisan para ulama, menghargai pluralitas sebagai sebuah kodrat kehidupan, menghormati nilai-nilai budaya dan tradisi lokal yang luhur dan memperjuangkan sebuah tatanan sosial-ekonomi-politik yang berkeadilan. Setelah 56 tahun mengalami pergulatan, proses kaderisasi yang merupakan urat nadi organisasi tak boleh mengenal cuti.

Penghayatan terhadap zikir, pikir dan amal shaleh yang menjadi tri-motto PMII harus senantiasa digalakkan, mengingat seringkali roda organisasi dan agenda perjuangan gerakan mengalami kemandegan, stagnasi, bahkan disorientasi, karena ketidakpahaman terhadap landasan ideologis-filosofis-historis dan semakin jauhnya agenda perjuangan dari nilai-nilai dasar yang menjadi platform organisasi.

Shautus Salam

Dengan persebaran cabang merata di seluruh wilayah Indonesia, PMII telah banyak berkontribusi aktif dalam agenda-agenda gerakan di berbagai lini, bahkan telah banyak merasakan asam-pahit perjuangan dari era Orde Lama, Orde Baru hingga periode Reformasi. Sejak reformasi bergulir, kita seolah kehilangan arah paradigma gerakan, itu terjadi di semua organisasi. Gerakan mahasiswa seakan tidak lagi memiliki taji dan orientasi yang jelas, bahkan tidak sedikit kasus jual beli gerakan terjadi.

Melakukan reformulasi paradigma gerakan adalah sebuah kefarduan, paradigma berbasis kajian multidisipliner dengan mempertimbangkan kenyataan-kenyatan zaman, mengingat khazanah keilmuan yang menjadi wahana pengkajian di PMII sangatlah luas dan beragam, dari ilmu-ilmu keislaman berbasis tradisi pesantren, ide-ide dari aliran modernisme hingga postmodernisme, gagasan-gagasan kritis-progresif, serta karya/pemikiran sejumlah pemikir, intelektual dan cendekiawan dari berbagai mazhab, sejak era Thales hingga Gus Dur. Hal itu diharapkan dapat terkonsolidasi di semua level struktur dan segenap gerakan kultur, agar paradigma sebagai alas pijak membaca zaman, dapat bertransformasi menjadi praksis gerakan yang konstruktif, di tengah berbagai problematika multidimensi yang terjadi.

Tantangan Gerakan

Menjadi bagian dari PMII adalah menjadi generasi pemegang estafet perjuangan ajaran Islam Aswaja dan cita-cita kemerdekaan Indonesia, karena penting dipahami bahwa PMII adalah organisasi kemahasiswaan yang memiliki komitmen keislaman dan keindonesiaan sekaligus. Bagi PMII, cinta terhadap agama (Islam) harus senantiasa setali dengan cinta terhadap tanah air dan bangsa. Perjuangan PMII adalah perjuangan untuk agama, bangsa dan kemanusiaan universal, sebagai sebuah manifestasi dari ajaran Islam yang? rahmatan lil alamin.

Shautus Salam

Dalam sejarahnya, kaum muda (mahasiswa) memiliki peran strategis dalam gerak perubahan sejarah sejak Indonesia meproklamirkan diri menjadi negara merdeka, dan PMII menjadi satu bagian yang paling menentukan dalam membaca gerak zaman, merumuskan konsepsi, melakukan kritik intelektual dan menggerakkan aksi massa untuk menggugat rezim yang tak lagi berpihak kepada kepentingan rakyat. Perjuangan hari ini secara strategis-metodologis tak harus sama dengan perjuangan di masa lalu, tetapi spirit dan nilai serta tujuan yang dianut harus tetap sama, yakni demi kemaslahatan dan kepentingan rakyat (al-maslahatul ammah).

Tantangan kedepan akan datang silih berganti untuk menguji kekuatan dan kualitas sumberdaya manusia Indonesia, baik secara agama, sosial-budaya, ekonomi dan politik. Neo-liberalisme-kapitalisme ekonomi dan radikalisme-fundamentalisme agama masih menjadi musuh yang nyata, di samping tantangan pasca bergulirnya kesepakatan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi ancaman. Oleh karenanya orientasi kaderisasi PMII kedepan harus fokus diarahkan pada pembentukan insan-insan yang memiliki spiritualitas (mental) yang kuat, kapasitas intelektual yang mumpuni dan profesionalitas (keahlian dan kompetensi) yang baik dalam berbagai bidang. Semua idealitas di atas akan terwujud jika PMII konsisten menjadi organisasi kader yang giat melakukan kaderisasi, bukan justru menjadi organisasi massa yang hanya sibuk merekrut anggota untuk kepentingan politik semata.

Sekiranya itulah yang menjadi ikhtiar melawan fenomena senjakala gerakan mahasiswa, karena PMII adalah salah satu wadah konservatorium eksponen gerakan kaum muda, demi perjuangan untuk tatanan zaman yang lebih baik, menuju capaian insan ulul albab, sesuai dengan cita-cita berdirinya PMII.?

Penulis adalah kader PMII Gowa

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Budaya, Meme Islam Shautus Salam

Kamis, 30 November 2017

MTsN Pamulang Pertahankan Tradisi Juara Lomba Robotik

Jakarta, Shautus Salam. Tim robotik MTsN Pamulang kembali berhasil mempertahankan tradisinya menjuarai lomba robotik. Setelah sebelumnya menyabet beberapa medali pada ajang International Islamic School Robot Organization (IISRO) di Malaysia akhir tahun 2014, Ahad (17/05) lalu, tim robotik MTsN Pamulang berhasil menggondol juara pada ajang kompetisi Indonesia Robot Cup 2015. 

Ajang kompetisi ini diselenggarakan hasil kerjasama Robotic Organizing Committee Indonesia (ROCI) dengan Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti) di PP-IPTEK TMII Jakarta, Ahad (17/05) seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id. 

MTsN Pamulang Pertahankan Tradisi Juara Lomba Robotik (Sumber Gambar : Nu Online)
MTsN Pamulang Pertahankan Tradisi Juara Lomba Robotik (Sumber Gambar : Nu Online)

MTsN Pamulang Pertahankan Tradisi Juara Lomba Robotik

Kompetisi ini dibuka oleh Direktur PP-IPTEK Ari Hendrarto Saleh yang juga menjadi salah satu juri untuk kategori robot kreatif. Selain itu hadir juga Ketua International Robot Organization Committee (IROC) Riza Muhida.

Shautus Salam

Ari Hendrarto Saleh dalam sambutan pembukaannya menyatakan bahwa kompetisi robot ini merupakan ajang adu keterampilan dalam mendesain dan merakit robot yang bertujuan mengasah kreativitas bagi generasi muda. Melalui kompetisi ini diharapkan dapat mengembangkan pendidikan robotik di Indonesia.

Kompetisi ini di ikuti oleh 428 orang yang terdiri dari 100 tim yang terdiri dari kategori Junior dan senior. Kategori yang dilombakan terdiri dari 9 kategori, yaitu Super Moze Solving, Line Tracer, Robot Creative, Soccer,  Brick Speed untuk junior, Battle Robot, Transpoter, dan Aerial Robot. Dari 9 Kategori yang dilombakan, Tim Robotik MTsN Pamulang mengikuti 4 Kategori.

Shautus Salam

“Dengan peserta yang luar biasa banyaknya, Alhamdulillah Tim Robotik MTsN Pamulang berhasil meraih Juara 1 pada kategori Line Tracer, Juara 2 Kategori Robot Kreatif dan Special Awards pada kategori Aerial,” ungkap Imam Sucipto, guru pendamping dari MTsN Pamulang.

“Untuk Juara 1 Kategori Line Tracer di raih oleh Tim Indoforce yaitu M. Geluntung Wafi dan Daffa Maheswara, sedangkan Robot Creatif di raih dengan nama Tim KERAZID dengan anggota M. Kevin, Ahmad Rafi H, dan ZIDNY FIQHA A, sedangkan untuk kategori Aerial mendapat Special Awards dengan nama tim SKY TEK dengan anggota M. Geluntung Wafi, Wildan M. Hamizan dan Ubaidillah Fachri C,” papar Imam.

Menjadi juara 1 pada ajang lomba ini membuktikan bahwa Tim Robotik MTsN Pamulang mampu memelihara tradisi juara pada setiap kejuaraan Robotik, baik tingkat Nasional maupun Internasional. (mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam Shautus Salam

Minggu, 19 November 2017

NU DKI Ingin Tiru Kesuksesan PCNU Kota Pekalongan

Pekalongan, Shautus Salam. Apa yang telah dilakukan oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan merupakan langkah yang sangat luar biasa dengan berbagai terobosan untuk menggerakkan organisasi.

Demikian dikatakan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta H Tubagus Robby Budiansyah saat memberikan sambutan dan menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan muhibbah ke PCNU Kota Pekalongan Ahad (13/4).

NU DKI Ingin Tiru Kesuksesan PCNU Kota Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU DKI Ingin Tiru Kesuksesan PCNU Kota Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU DKI Ingin Tiru Kesuksesan PCNU Kota Pekalongan

Diantara aktifitas yang dilakukan adalah mampu mewujudkan bangunan gedung perkantoran yang cukup representatif yang di dalamnya ada aula yang bisa disewakan untuk kegiatan umum.?

Shautus Salam

Tdak hanya itu, bangunan dengan nama Gedung Aswaja ini sekaligus dimanfaatkan untuk kantor simpan pinjam syariah "BMT SM NU", wisata kuliner rumah makan "Selaras" dan media radio komunitas.?

Shautus Salam

Hal ini mendorong jajaran pengurus Wilayah dan Cabang NU se DKI Jakarta untuk belajar banyak kepada PCNU Kota Pekalongan.

Dikatakan Robby, sejak dirinya menerima informasi tentang sukses yang telah dilakukan NU Kota Pekalongan, dirinya menjadi penasaran dan ingin melihat dari dekat. Saat dirinya berkunjung ke Habib Luthfy, dia sempatkan melihat Gedung Aswaja yang cukup megah berdiri di tepi jalur Pantura.?

Meski semula sempat ragu, apa benar ini milik Nahdlatul Ulama, setelah melihat dari dekat dan sedikit informasi yang dia peroleh, akhirnya PWNU DKI beserta enam cabang dengan kendaraan 2 bis melakukan studi banding ke Pekalongan.

Robby yang juga putra Menteri Perumahan Rakyat H. Djan Faridz berharap agar keberhasilan PCNU Kota Pekalongan dapat ditularkan ke PCNU se DKI yang sengaja dia bawa untuk bersama sama melihat dari dekat apa dan bagaimana PCNU Kota Pekalongan.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Pekalongan H Ahmad Rofiq merasa mendapat kehormatan mendapat kunjungan PWNU DKI Jakarta. Pasalnya, sebagai organisasi yang dekat dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan sebagai daerah yang perputaran uangnya cukup tinggi, tentunya akan memperoleh banyak kemudahan untuk mewujudkan berbagai programnya.

"Apa yang telah dilakukan PCNU Kota Pekalongan semata mata karena kesungguhan dan jeli melihat peluang yang ada, sehingga gagasan dan keinginan memiliki kantor yang representatif dan mampu menjadi kawasan pergerakan ekonomi dapat diwujudkan," ujar Ahmad Rofiq.

Rombongan PWNU DKI Jakarta sebelum ke Pekalongan telah melakukan kegiatan ziarah ke makam almaghfurlah KH Sahal Mahfudh di Kajen Pati, kemudian silaturrahim ke Rais Aam PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri di Rembang dan diteruskan silaturrahim dengan PWNU Jawa Tengah di Semarang.

Hadir dalam acara silaturrahim seluruh jajaran Pengurus PCNU Kota Pekalongan, Ketua Lembaga, Lajnah dan Badan Otonom Cabang Kota Pekalongan. (abdul muiz PK/mukafi niam) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Kiai Shautus Salam

Bintang Bola Amerika Pantau Liga Santri

Jakarta, Shautus Salam 



Ada kabar yang cukup membanggakan dari Liga Santri Nusantara (LSN). Di tahun ketiga penyelenggaraannya, Liga Santri ternyata sudah berhasil menarik perhatian internasional. 

Kali ini perhatian datang dari pesohor bola Amerika Serikat, Ethan Zohn. Mantan pemain Timnas Amerika Serikat yang kini aktif di kegiatan amal dan kegiatan komunitas itu tertarik untuk memantau antusiasme kaum santri dalam sepakbola. Bahkan Ethan Zohn berencana untuk berkunjung langsung ke pesantren yang memiliki interest pada sepakbola.

Bintang Bola Amerika Pantau Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Bintang Bola Amerika Pantau Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Bintang Bola Amerika Pantau Liga Santri

Deputy Cultural Attache Kedutaan Amerika Serikat untuk Indonesia, Jed Taro Dornburg, menggelar pertemuan dengan jajaran Direksi LSN, Selasa (12/9). 

"Ethan akan berkunjung ke Indonesia selama 7-15 Oktober ini. Dia sangat tertarik untuk melihat bagaimana para santri bermain bola. Dia ingin berkunjung langsung ke pesantren dan berinteraksi dengan para santri di tengah-tengah lawatannya," terang Jed.

Shautus Salam

Seperti diketahui, Ethan Zohn adalah co-founder Grassroot Soccer (GRS). Grassroot Soccer merupakan organisasi nirlaba yang menggunakan sepakbola untuk memperkuat masyarakat, terutama kaum muda, termasuk pelatihan sepakbola untuk anak-anak.

Sementara itu, Cornelius Ariyanto, salah seorang Direktur Liga Santri menyatakan apresiasinya ataa kunjungan tersebut. 

"Ini merupakan reward bagi Liga Santri dan kalangan pesantren. Sekaligus membuktikan bahwa Liga Santri sudah mulai diperhitungkan. Kalau tahun kemarin kita sudah menghasilkan alumni di Timnas Garuda Nusantara, alhamdulillah tahun ini kita mulai dilirik pemain profesional dunia."

Terkait dengan rencana kuniungan bintang bola Amerika ini, Irham Saifuddin, Direksi lainnya di Liga Santri menyatakan, tujuan utama Liga Santri bukan hanya mencetak pemain bola profesional untuk nantinya berkhidmah pada tanah air saja.

Shautus Salam

“Alasan utama Liga Santri merupakan media untuk mengkomunikasikan dunia santri kepada dunia luar, termasuk kalangan internasional. Bahwa pesantren merupakan kekayaan khazanah keislaman dan secara tulus terbuka terhadap sekat-sekat agama, etnisitas, ras atau pun sekat primordialistik lainnya. Liga Santri adalah merupakan media diplomasi kebudayaan kita, kaum santri, kepada dunia global," pungkas Irham. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Humor Islam Shautus Salam

Kamis, 16 November 2017

PMII Jabar Tuntut Kapolri Bertanggung Jawab

Bandung, Shautus Salam. Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menuntut Kapolri bertanggung jawab atas hilangnya terpidana korupsi Susno Duadji, Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. ?

Tuntutan itu disampaikan Ketua PKC PMII Jabar, Edi Rusyandi. Menurut Edi, patut ditelusuri upaya perlindungan terhadap Susno dari Korps Polri. “Bisa jadi, Susno merupakan orang yang banyak tahu atas kebobrokan Polri selama ini,” katanya melalui pers rilis yang dikirim ke Shautus Salam, Senin (29/4).

PMII Jabar Tuntut Kapolri Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jabar Tuntut Kapolri Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jabar Tuntut Kapolri Bertanggung Jawab

Oleh karena, sambung Edi, PKC PMII Jabar menyatakan, menuntut Kapolri untuk turut bertanggung jawab atas hilangnya Susno Duadji pasca-gagalnya eksekusi. Kedua, sebagai bentuk pertanggungjawaban, PMII Jabar mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda Jabar karena telah gegabah memberikan perlindungan kepada koruptor.

Shautus Salam

Ketiga, mendesak Presiden Republik Indonesia untuk serius melakukan reformasi akhlak para penegak hukum yang ada di institusi Polri yang dari waktu ke waktu semakin jauh dari harapan rakyat.

Shautus Salam

Keempat, mengecam tindakan Polda Jabar yang memberikan perlindungan hukum kepada pelaku korupsi, bertolak belakang dengan kedudukannya sebagai aparatur penegak hukum.

Jika Polda Jabar tidak segera menangkap Susno Duadji, PKC PMII Jawa Barat akan melakukan aksi besar-besaran ke Kantor Polda Jabar.

Seperti diketahui, Tim gabungan kejaksaan gagal melakukan eksekusi terhadap mantan Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, di kediamannya, kawasan Dago Pakar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/4) lalu.

Susno, terpidana korupsi ini, sekarang tak diketahui keberadaannya. Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri itu hilang sejak meninggalkan Mapolda Jawa Barat pada Kamis (25/4).

?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan, Meme Islam, Makam Shautus Salam

Rabu, 15 November 2017

Ulama Dunia Doakan Indonesia Lebih Baik

Situbondo, Shautus Salam. Indonesia akan menghadapi pemilu legislatif pada 9 April dan Pemilu presiden pada Juli mendatang. Ulama dunia mendoakan pemilu tersebut berlangsung damai dan menghasilkan pemimpin yang terbaik. Doa tersebut diungkapkan para ulama dalam pembukaan konferensi internasional di pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (29/3).

Tampil memimpin doa pada acara tersebut Prof Dr Wahbah Az-Zuhaily (syria) Syaikh Mahdi As-Sumaidai (Irak), Syaikh Abdul Karim Ad-Dibaghiy (Aljazair). Mereka didampingi tokoh Islam Indonesia yang juga Sekretaris Jenderal Internasional Conference Of Islamic Scholar (ICIS) KH Hasyim Muzadi (Indonesia).

Ulama Dunia Doakan Indonesia Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Dunia Doakan Indonesia Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Dunia Doakan Indonesia Lebih Baik

Konferensi kelas dunia itu diprakarsai mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Rencananya, kegiatan ini digelar selama 2 hari hingga Ahad (30/3) besok. Ratusan ulama dan kiai hadir sebagai peserta dalam konferensi ini.

Shautus Salam

Hasyim Muzadi menegaskan, konferensi tersebut membahas banyak hal terkait masalah dalam negeri dan luar negeri. Untuk dalam negeri, terkiat perang di sejumlah negara yang Timur Tengah dan kondisi Indonesia pasca reformasi.

Shautus Salam

"Kita akan mendengarkan penjelasan dari ulama dari timur soal arab Spring atau perang yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah belakangan ini. Bagaimana kondisi mereka setelah perang terjadi," katanya.

Konferensi tersebut diharapkan menghasilkan konsep perdamaian di berbagai belahan dunia. "Dari penjelasan para ulama itu, kita akan tahu kondisi Timur Tengah saat ini. Dari situ pula kita akan tahu solusinya.

Hasyim mengatakan, pada konferensi ini, pihaknya juga ingin memperkenalkan Pancasila yang selama ini menjadi dasar negara Indonesia. "Di pondok pesantren inilah, NU pertama kali mengakui Pansila sebagai dasar negara. Ketika itu di pesantren ini digelar Muktamar NU pada tahun 1984," kata Hasyim.

Sementara itu, Pengasuh ponpes Salafiyah Syafiiyah, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy berharap pesan perdamaian dari konferensi internasional ini didengar oleh masyarakat dunia. "Semoga hasil konferensi ini menjadi pesan perdamaian yang sampai ke seluruh penjuru dunia," katanya. (Ahmad Millah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tegal, Meme Islam, Ubudiyah Shautus Salam

Selasa, 14 November 2017

Pengertian Haji Mabrur dan Tandanya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Setiap orang yang berhaji berharap mendapatkan haji yang mabrur dan diampuni segala dosanya. Pertanyaan yang ingin saya sampaikan kepada redaksi bahtsul masail Shautus Salam adalah apakah haji mabrur itu dan bagaimana kita mengetahui bahwa haji sesesorang itu dianggap mabrur atau bagaimana ciri-cirinya? Atas jawabannya, saya ucapkan terima kasih banyak. Wassalamu ’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (Fadli/Medan).

Jawaban

Pengertian Haji Mabrur dan Tandanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengertian Haji Mabrur dan Tandanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengertian Haji Mabrur dan Tandanya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah. Haji merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi orang yang sudah mampu atau telah memenuhi segala persyaratannya. Pergi haji juga bisa berarti jihad di jalan Allah; mencurahkan harta, tenaga, meninggalkan keluarga dan negara menuju ke Tanah Haram untuk memenuhi panggilan-Nya.

Shautus Salam

Shautus Salam

Bahkan di Indonesia orang yang mau berangkat haji harus mengantre terlebih dulu sampai bertahun-tahun karena memang adanya keterbatasan kuota untuk jamaah haji sehingga butuh kesabaran ekstra. Mereka yang pergi haji jelas berharap mendapatkan haji yang mabrur karena balasan haji mabrur adalah surga sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

? ? ? ? ? ? ?

“Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.” (HR An-Nasa’i)

Perihal mabrur, ada banyak pendapat ulama. Pertama, haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri kemaksiatan, dan kata “al-mabrur” itu diambil dari kata al-birr yang artinya ketaatan. Dengan kata lain haji mabrur adalah haji yang dijalankan dengan penuh ketaatan sehingga tidak tercampur dengan dosa. Pendapat ini menurut Muhyiddin Syarf an-Nawawi, dipandang sebagai pendapat yang paling sahih.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Menurut Muhyiddin Syarf an-Nawawi makna hadits “Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga” ? adalah bahwa ganjaran bagi orang dengan haji mabrur tidak hanya sebatas penghapusan sebagian dosa. Mabrur itu yang mengharuskan ia masuk surga. Imam Nawawi berkata: ‘Yang paling sahih dan masyhur adalah bahwa haji mabrur yang bersih dari dosa itu diambil dari al-birr (kebaikan) yaitu ketaatan”. (Lihat, Jalaluddin as-Suyuthi, Syarhus Suyuthi li Sunan an-Nasa’i, Halb-Maktab al-Mathbu’at al-Islamiyyah, cet ke-2, 1406 H/1986 H, juz, V, h. 112).

Kedua, bahwa haji mabrur adalah haji maqbul (diterima) dan dibalas dengan al-birr (kebaikan) yaitu pahala.

Sedang bukti bahwa haji seseorang itu maqbul atau mabrur adalah ia kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tidak mengulangi perbuatan maksiat.

? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Ada pendapat yang mengatakan: ‘Haji mabrur adalah haji yang diterima yang dibalas dengan kebaikan yaitu pahala. Sedangkan pertanda diterimanya haji seseorang adalah kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tidak mengulangi melakukan kemaksiatan.” (Jalaluddin as-Suyuthi, Syarhus Suyuthi li Sunan an-Nasa’i, juz, V, h. 112).

Ketiga, haji mabrur adalah haji yang tidak ada riya. Keempat, haji mabrur adalah haji yang tidak diiringi kemaksiatan. Jika kita cermati dengan seksama maka pendapat ketiga dan keempat ini pada dasarnya sudah tercakup dalam pendapat sebelumnya.

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Ada ulama yang mengatakan haji mabrur adalah haji yang tidak ada unsur riya` di dalamnya. Ada lagi ulama yang mengatakan bahwa haji mabrur adalah yang tidak diiringi dengan kemaksiatan. Kedua pandangan ini masuk ke dalam kategori pandangan sebelumnya.” (Jalaluddin as-Suyuthi, Syarhus Suyuthi li Sunan an-Nasa’i, juz, V, h. 112).

Antara pendapat satu dan yang lainnya pada dasarnya saling berkait-kelindan dan mendukung satu sama lain. Intinya haji mabrur adalah haji yang dijalankan dengan pelbagai ketentuannya sesempurna mungkin. Demikian sebagaimana disimpulkan al-Qurthubi.

? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Al-Qurthubi berkata: ‘Bahwa pelbagai pendapat tentang penjelasan haji mabrur yang telah dikemukakan itu saling berdekatan. Kesimpulannya haji mabrur adalah haji yang dipenuhi seluruh ketentuanya dan dijalankan dengan sesempurna mungkin oleh pelakunya (mukallaf) sebagaimana yang dituntut darinya”. (Jalaluddin as-Suyuthi, Syarhus Suyuthi li Sunan an-Nasa’i, juz, V, h. 112).

Lantas bagaimana dengan tanda atau ciri haji mabrur? Dengan mengacu pada penjelasan di atas, maka salah satu tanda hajinya seseorang mabrur adalah ia menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, dan tidak mengulangi perbuatan maksiat atau dosa.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik dan bermanfaat. Bagi orang yang belum berhaji semoga cepat diberi kemudahan oleh Allah untuk menunaikannya dan mendapatkan haji mabrur. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Ubudiyah, Tegal Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock