Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis

Jakarta, Shautus Salam?



Pelukis Nabila Dewi Gayatri mengaku punya pengalaman saat melukis KH Muslim Rifa’i Imampuro atau Mbah Liem. Ia mengalami keadaan yang sangat senang hingga tertawa-tawa sendirian saat menggoreskan koas ke kanvasnya.?

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis

“Saya mengalami ? suka yang belum pernah saya alami. Ketawa sendiri, sueneng, dan cepet selesai. Saya merasa bahagia, ngakak-ngakak,” katanya di Grand Sahid Jaya, Jakarta Sabtu (13/5) pada pameran karya tunggalnya bertajuk Sang Kekasih. Pameran dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj Senin (8/5) itu, berakhir Ahad (14/5).

Saat melukis kiai dari Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, Klaten, Jawa Tengah itu, ia mengaku dengan cepat menemukan karakter lukisannya. Hingga proses melukisnya pun terbilang cepat daripada kiai-kiai lain.?

Pelukis kelahiran Gresik, Jawa Timur, pada 1969 itu mengaku, pada masa kecilnya pernah diajak ayahnya bersilaturahim kepada Mbah Liem. Saat dewasa, Nabila pernah juga bertemu kiai itu di PWNU Jawa Timur.?

Shautus Salam

Pada pertemuan itu, Mbah Liem bertanya kepadanya, “Koe iseh nabuh beduk? Masih suka gambar? Nyanyi?” tanyanya kepada Nabila yang memang selain melukis juga senang menabuh drum, yang dalam istilah Mbah Liem menabuh beduk, serta menyanyi.?

“Masih,” jawab Nabila saat itu.?

“Yo wis, Berkah, berkah, berkah...” lanjut Mbah Liem.?

Menurut Nabila, sosok Mbah Liem menjadi bagian dari pameran untuk mengingatkan orang kepada salah satu sifatnya yang memiliki kepedulian tingkat tinggi kepada fakir miskin.?

Shautus Salam

Pelukis jebolan Jurusan Aqidah Filsafat Al-Azhar, Kairo, Mesir itu menambahkan, dengan melukis Mbah Liem, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Abdurrahman Wahid, Kiai Abbas Buntet dan kiai lain, ia berharap, orang yang melihatnya akan mengingat jasa dan teladan mereka.?

Menurut Ali Mahbub pada tulisannya yang dimuat di Shautus Salam, Mbah Liem mengajarkan santri dengan ilmu hal atau memberi contoh langsung. Ajaran-ajaran Mbah Liem tersebut yaitu:

1. “Nguwongke uwong, gawe legane uwong.” Mbah Liem selalu menghargai dan menerima setiap orang dengan segala potensi dan niat baiknya. Kalaupun kita tidak membutuhkan, mungkin manfaatnya bisa dirasakan keluarga, tetangga atau msyarakat kita. Contohnya setiap kali ada tamu, baik pejabat maupun tokoh yang lain, Mbah Liem selalu menyambut dengan hangat siapa pun orangnya dan Mbah Lim tidak lupa memberikan ruang interaksi untuk mendekatkan pejabat/tokoh dengan masyarakat.

2. “3 T“: titi–tatak–tutuk. Mbah Liem mengajarkan saat melaksanakan setiap tugas dalam hidup, haruslah titi (cermat, teliti dan selektif), tatak (legowo, sabar), sehingga tutuk (sampai, selesai dengan hasil yang memuaskan).

3. “3 K “: kuli-kiai-komando. Setiap santri haruslah mampu memerankan diri sebagai kuli (siap bekerja keras), kiai (siap mengamalkan ilmu dan berdoa), komando (siap menjadi pemimpin yang piwai mengambil keputusan, bijak serta berwibawa)

4. “Kita harus tegak, tegas dan tegar selama benar.“ Setiap melaksanakan kebenaran, kita harus tegak (penuh keyakinan, tidak goyah oleh pengaruh apa pun), tegas (tak kenal kompromi terhadap pelanggaran aturan), tegar (ikhlas, sabar).

5. “3 R “: rampung bangunane – rame jama’ahe – rukun masyarakate “. Dalam mendirikan sarana apa pun, ada 3 hal yang harus diupayakan yakni “rampung bangunane“ (bisa terwujud ), rame jama’ahe (berfungsi dan dibutuhkan para pemangku kepentingan ), rukun masyarakate (menjadi sumber kedamaian dan perekat persatuan).

6. “Aja mung benteng ulama, ning nahnu anshorullah, masyriq-maghrib “ di samping perannya sebagai benteng ulama, Banser seharusnya mampu menjalankan peran yang lebih luas di seluruh permukaan bumi, dalam bingkai “nahnu anshorulloh”.

7. “ 3 S “: ? shalat-sinau-sungkem. Maksudnya “shalat“, seorang santri harus tekun beribadah, prihatin dan berdoa. Sinau,? santri harus belajar terus menerus. “Sungkem“ santri harus mempunyai akhlak yang mulia, tahu sopan santun, tawadhu’ pada kiai/guru.

8. “ 2 B“: berhasil-berkah. Dalam mencapai cita-cita/usaha harus mempunyai komitmen yang kuat agar tercapai yang di inginkan.” Berkah “setiap cita-cita/ usaha harus di mulai dengan niat ibadah (niat baik) agar mendapat keberkahan dari Allah SWT.

9. “Dadi uwong ki ojo gur mangan terus tapi yo ngising barang” (Jadi orang itu jangan hanya makan aja tapi ya buang air besar juga). Kita tidak boleh hanya melulu mencari harta terus, tapi kita juga harus rajin bersedekah.

(Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, PonPes, Doa Shautus Salam

Rabu, 28 Februari 2018

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

Palembang, Shautus Salam. IPPNU Kabupaten Kudus menerima penghargaan dari PP IPPNU Pusat sebagai Pimpinan Cabang terbaik se-Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Ketua PP IPPNU Margareth Alaiyatul Maimunah kepada Ketua PC IPPNU Kudus Risda Utama dalam pembukaan Kongres IPNU XVII dan IPPNU XVI di Asrama Haji Palembang, Sabtu (1/12). 

Ketua IPPNU Kudus Risda Umami merasa bangga menerima penghargaan ini. Menurutnya, pemberian penghargaan oleh PP ini  atas dasar Tertib Administrasi yang  tertata dan program kerja yang bagus.

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

“Kami bangga dan senang bisa memperoleh penghargaan yang diberikan berdasarkan administrasi dan program kerja,” katanya.

Shautus Salam

Menurutnya, penghargaan ini sebenarnya hasil jerih payah dari periode sebelumnya pada masa kepemimpinan Ana Shofawati.

Shautus Salam

“Momentum kongres digunakan oleh PP IPPNU untuk memberikan penghargaan ini, kebetulan bersamaan dengan kepemimpinan saya,” jelas Risda.

“Kami akan berusaha meneruskan prestasi tersebut, dengan meningkatkan tata administrasi dan kualitas program kerja di periode kami 2011-2013,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya tak hanya melakukannya di tingkatan pmpinan cabang saja, tapi juga di pimpinan ranting hingga pimpinan anak cabang se kabupaten Kudus. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Rochim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, PonPes, Syariah Shautus Salam

Kamis, 01 Februari 2018

PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi

Majalengka, Shautus Salam

H M Taufan mengikrarkan wakaf atas tanah seluas 1.180 meter persegi yang berdekatan dengan Kantor Mapolsek Cigasong Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Majalengka di KUA Cigasong, Kabupaten Majalengka, Senin (14/8). Ia menyebutkan, wakaf tanah ini tidak ada sangkut pautnya dengan pencalonan dirinya dalam kontestasi pilkada Majalengka yang akan di gelar tahun depan.

PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Majalengka Terima Wakaf Tanah dari Pengusaha Jatiwangi

"Wakaf ini murni sebagai bentuk manifestasi nilai-nilai Islam yang selama ini dipahami dan yakini. Wakaf ini semata-mata untuk kemaslahatan umat Islam terutama Nahdliyin Majalengka. Saya ingin mendapatkan berkah para kiai NU,” ujar pengusaha asal Bujurul Kulon Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Ketua PCNU Majalengka KH Harun mengucapkan syukur dan menghaturkan terima kasih kepada H Taufan atas wakaf tanahnya kepada KBNU Majalengka.

Shautus Salam

"Kita hanya bisa mendoakan jazakumullah ahsanal jaza. Semoga niat baik H Taufan menjadi investasi dunia dan akhirat untuknya," jelas Kiai Harun di KUA Ciagasong.

Hal senada disampaikan Rais Syuriyah KH Yusuf Kariem. Ia berharap semoga tanah ini bisa menjadikan NU ke depan berkembang dan maju.

Shautus Salam

"Semoga apa yang diharapkan Bapak H Taufan dikabulkan Allah SWT," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, hadir juga Ketua KUA Cigasong Abdul Hakim, Ketua Pagar Nusa Majalengka, Sekbid GP Ansor Majalengka, dan Ketua Rijalul Ansor Majalengka. (Firman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama, Humor Islam, PonPes Shautus Salam

Selasa, 30 Januari 2018

Ini Agenda Pembahasan Munas NU 2014

Jakarta, Shautus Salam. Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama pada 13, 14 dan 15 Juni 2014 nanti di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur, akan membahas banyak materi penting. Beberapa diantaranya dipersiapkan untuk disahkan pada forum tertinggi Muktamar NU 2015.

Menurut sekretaris panitia perumus (SC) Abdul Mun’im DZ, munas antara lain akan membahas soal sistem ketatanegaraan Indonesia menurut perspektif NU yang dikumpulkan dan diramu dari berbagai ceramah dan catatan para ulama pendiri NU dari generasi ke generasi.

Ini Agenda Pembahasan Munas NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Agenda Pembahasan Munas NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Agenda Pembahasan Munas NU 2014

Sistem ketatanegaraan perspektif NU ini diharapkan dapat menjadi pedoman warga, terutama yang aktif dalam percaturan politik. “Kader NU yang berpolitik saat ini juga merasa tidak punya pedoman,” kata Mun’im.

Shautus Salam

Selain sistem ketatanegaraa, Munas dan Konbes juga akan membahas pengenai konsep ekonomi nasional dan platform ekonomi Nahdliyin.

Shautus Salam

Perwakilan dari 33 wilayah NU dan beberapa ulama dari berbagai pesantren di Indonesia juga akan membahas mengenai kode etik penyiaran agama. Jangan sampai media dakwah dimanfaatkan oleh orang untuk menghujat dan mengkafirkan kelompok lain.

Pembahasan lainnya yang paling penting adalah sistem pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dengan menggunakan model ahlul halli wal aqdi, tidak lagi menggunakan pemilihan langsung oleh perwakilan cabang dan wilayah se-Indonesia dengan sistem suara terbanyak.

“Ini nanti kita matangkan di Munas untuk disahkan di Muktamar. Model ahlul halli wal aqdi ini sangat bagus untuk organisasi namun masih harus kita sosialisasikan ke daerah-daerah. Karena masalahnya apakah daerah-daerah itu mau kalau dikurangi haknya,” kata Mun’im.

Munas juga akan menyempurnakan AD/ART NU. Menurut Wakil Sekjen PBNU itu, AD/ART yang ada saat ini masih merupakan produk tahun 1952 pada saat NU berubah menjadi partai politik, bukan AD/ART yang sesuai dengan Khittah NU 1926.

Ditambahkan, terkait pembahasan AD/ART ini, Munas dan Konbes U hanya akan merekomendasikan draft materi yang secara organisatoris baru akan disahkan dalam forum Muktamar 2015 nanti. (A. Khoirul Anam)

?

Ilustrasi: Logo Munas-Konbes NU 2012

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, PonPes Shautus Salam

Rabu, 17 Januari 2018

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar

Ketika kaum Nabi Nuh alaihissalam tidak mau menaati ajakan beliau untuk beriman kepada Allah mereka diberi azab oleh Allah berupa kekeringan dan mandulnya kaum perempuan selama empat puluh tahun. Hal itu menjadikan hancurnya ternak dan tanaman mereka. Setelah keadaan ini berlangsung lama mereka mendatangi Nabi Nuh untuk meminta pertolongan.

Oleh Nabi Nuh mereka diminta untuk beristighfar, meminta ampun dari dosa kekufuran dan kemusyrikan, kepada Allah. Bila mereka mau beristighfar, Nabi Nuh menjanjikan bahwa Allah akan menurunkan hujan yang deras dari langit, memberi limpahan harta dan keturunan, serta menjadikan kebun-kebun dan sungai-sungai yang dpat menghidupi mereka.

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar

Penjelasan di atas disampaikan oleh para ulama mufassir dalam berbagai kitab tafsir ketika mereka menafsirkan ayat 10–12 dari Surat Nuh.

Shautus Salam

? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

“Maka aku (Nabi Nuh) katakan, ‘minta ampunlah kalian kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Ia maha pengampun. Maka Dia akan menurunkan hujan yang deras dari langit kepada kalian. Dan Ia akan menganugerahkan kepada kalian harta dan anak-anak, serta menjadikan bagi kalian kebun-kebun dan sungai-sungai.”

Atas dasar ayat ini para ulama menyimpulkan bahwa istighfar merupakan sebab terbesar diturunkannya hujan dan diperolehnya berbagai macam rezeki serta bertambah dan berkembangnya keberkahan.

Suatu ketika ada orang yang mengadu kepada Imam Hasan al-Bashri perihal kegersangan yang melanda daerahnya. Orang yang lain mengadu perihal sedikitnya hasil bumi yang ia peroleh. Yang lain lagi mengadu perihal sulitnya mendapat keturunan. Dan yang lainnya mengadu perihal kefakirannya. Kepada semua orang ini Imam Hasan menganjurkan untuk memperbanyak beristighfar kepada Allah. Ia ditanya, “Orang-orang datang kepadamu dengan berbagai hajat, mengapa engkau perintahkan mereka semua untuk beristighfar?” Imam Hasan al-Bashri menjawabnya dengan membaca ayat di atas. (Yazid Muttaqin)

Sumber: Tafsir Al-Munir, Wahbah Az-Zuhaili dan kitab tafsir lainnya.



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Olahraga, Warta, PonPes Shautus Salam

Kamis, 04 Januari 2018

Alissa Wahid: NU Tulang Punggung Indonesia

Sleman, Shautus Salam. Putri sulung Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid, mengatakan, NU adalah tulang punggung Indonesia. Menurutnya, dunia internasional kagum karena Islam yang dipegang teguh di Indonesia sangat mengedepankan prinsip al-muhafadhah ‘alal-qadimis-shalih wal akhdzu bil-jadid al-ashlah (merawan tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik).

Hal itu dikatakannya saat menjadi pembicara dalam acara Silaturahim Kebangsaan, yang diadakan oleh Jaringan Mahasiswa Islam Rahmatan Lil ‘Alamin atau JAMIN, di Masjid UGM, Kamis (04/09) malam. Selain Alissa Wahid, ada juga KH Muwafiq dan KH Ahmad Hadidul Fahmi yang didaulat mengisi acara.

Alissa Wahid: NU Tulang Punggung Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: NU Tulang Punggung Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: NU Tulang Punggung Indonesia

Koordinator Pusat Jaringan Gusdurian itu menambahkan, jika dahulu NU hanya dipandang sebagai kaum sarungan dan kaum ndeso, maka berbeda dengan saat ini, di mana kehadiran NU sudah bisa diterima di mana-mana bahkan di dunia internasional.

“Jadi, wong NU iku iso modern ning yo iso njogo kearifan lokal. Ndeso, tapi yo iso modern (Jadi, orang NU itu bisa modern tapi juga bisa menjaga kearifan lokal. Orang desa, tapi juga bisa modern),” ujarnya yang segera disambut tawa hadirin.

Shautus Salam

Ia cukup menyayangkan bahwa akhir-akhir ini Islam telah dibingkai hanya sebatas prosedural saja, tapi menghilangkan prinsipnya. Padahal hal itu bertentangan dengan apa yang diwariskan para kiai.

“Kita itu terikat dengan hal-hal prinsipil, bukan prosedural. Karena hal-hal yang bersifat prosedural itu bisa berubah sesuai dengan konteks yang ada. Jadi jangan terikat dengan hal-hal prosedural,” tandas Alissa.

Shautus Salam

Menurutnya, hal itulah yang sering kita lupa. Selama ini kita mudah terbujuk dengan hal-hal yang berlabel islami yang ternyata justru tidak islami. Oleh karena itu ia menegaskan dengan berkata, “Kita sebagai warga NU memiliki beban sebagai tulang punggung Indonesia”.

Sementara itu, KH Muwafiq yang juga didaulat menjadi pembicara mengatakan bahwa hari ini hanya Islam ala Indonesia-lah yang bisa menjadi contoh, dan bukan Islam ala Afganistan, Iran, Persia, maupun Saudi Arabia.

Adapun KH Ahmad Hadidul Fahmi menambahkan akan pentingnya pemahaman santri yang tidak hanya berupa tekstual saja, akan tetapi juga kontekstual. Karena selama ini salah satu penyebab munculnya islam radikal adalah mengedepankan pemahaman secara tekstual saja. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, RMI NU, PonPes Shautus Salam

Jumat, 22 Desember 2017

Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU

Mataram, Shautus Salam. Presiden Jokowi dan Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri beserta puluhan Menteri Kabinet Indonesia Hebat akan menghadiri acara pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Islamic Center, Rabu siang, 23 November 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Panitia Daerah Munas Konbes NU 2017, H Marinah Hardi di Aula PW NTB dalam siaran pers yang disampaikan Kamis (16/11).

Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi dan Megawati akan Hadiri Munas Konbes NU

Lebih jauh ia mengatakan besar kemungkinan Presiden Jokowi dan rombongan akan bermalam di Mataram, mengingat rangkaian jadwal dan acara Munas dan Konbes NU dimulai sebelum pembukaan seperti pawai taaruf yang akan dilaksanakan tanggal 22 November 2017 yang melibatkan 15 ribu jamaah dan santri NU . 

Selanjutnya Marinah memaparkan sejumlah rangkaian kegiatan Pra-Munas dan Konbes NU di Mataram yaitu Pasar Rakyat, Lomba Hadrah dan  khitanan massal yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Hikmah bekerjasama dengan NU Care-LAZISNU dan Alfamart.

"Kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung tanggal 21 hingga 24 November 2017 di lapangan Karang Genteng, Pagutan, Mataram dan Pesantren Darul Hikmah," kata Marinah. 

Shautus Salam

Marinah Hardi menambahkan, khitanan massal akan diikuti sedikitnya 50 anak yang masing-masing anak akan mendapat hadiah sepeda sumbangan dari Alfamart.

"Acara ini tujuannya untuk menghidupkan tradisi lama tentang nilai luhur khitanan massal di kalangan masyarakat," kata Marinah Hardi yang didampingi Ketua Panitia Daerah Lalu Winengan . 

Selain itu Marinah juga mengatakan rangkaian acara Pra-Munas dan Konbes NU juga diadakan sosialisasi Peraturan Presiden No 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter pada tanggal 22 November 2017 di Pesantreb Bagu Lombok Tengah. 

Shautus Salam

Koordinator kegiatan, M Husni Abidin menyampaikan untuk  kegiatan Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan Kota Mataram dan Provinsi NTB akan menjual sembako murah untuk masyarakat sekitar agar bisa menikmati suasana Munas dan Konbes NU.

"Acara ini akan dibuka oleh Walikota Mataram langsung," ujar Husni sembari menunjukkan surat undangan yang ditandatangani langsung oleh Walikota Mataram .

Sementara itu Ketua PW Lakpesdam NU NTB, M. Akbar Jadi (Viken Madrid) dan Koordinator Riset dan Kajian PW Lakpesdam NU NTB, Habibul Umam Taqiuddin mengatakan untuk memeriahkan dan menyukseskan Munas dan Konbes NU di Mataram, pihaknya akan menggelar bedah buku Maha Karya Ulama Nusantara TGH. M. Saleh Hambali (TGH Bengkel).

TGH Bengkel yang hidup antara 1896-1968 yang telah menghasilkan 9 kitab karya diantaranya Talim al shinta bi Ghayat al-Bayan (1354 H), Cempaka Mulia Perhiasan Manusia, Bintang Perniagaan (fiqih) pada 1376 H dan Wasiat Al Musthafa. 

Menurut Habibul Umam Taqiuddin maksud dan tujuan diadakan bedah buku ini untuk mengingatkan generasi muda dan pengurus NU tentang sejarah para kiai dan ulama.

"Menggali intisari dari pemikiran buah karya TGH Saleh Hambali untuk direlevansi dengan kondisi kekinian," ujar Viken Madrid sembari mengatakan acara bedah buku ini akan dilaksanakan tanggal 22 November 2017 jam 09.00 WITA di Aula PWNU NTB. Sejumlah pembicara akan hadir diantaranya Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi, H Muttawali, Ari Fadli, Fairuzzabadi, Akhdiansyah, TGH Sohimun Faisal, TGH Achmad Taqiuddin, TGH Khalisusabri.

Koordinator seksi Transportasi, Agus Mulyadi menegaskan untuk memperlancar antar-jemput peserta Munas dan Konbes NU , pihaknya sudah menyiapkan 92 kendaraan dari berbagai tipe dan jenis seperti minibus, bus , SUV.

"Semua kendaraan sudah ready untuk dipergunakan oleh peserta Munas dan Konbes beserta sopirnya selama kegiatan berlangsung," pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, PonPes, Cerita Shautus Salam

Senin, 18 Desember 2017

Ansor Pamekasan Siaga Pencurian Sapi

Pamekasan, Shautus Salam

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan turut prihatin atas kian maraknya aksi maling di Pulau Madura belakangan ini. Pasalnya, maling sapi tersebut menjadi teror bagi masyarakat desa; nyaris tiap malam mereka tidak bisa tidur lantaran diteror oleh bayang-bayang para maling sapi.

Ansor Pamekasan Siaga Pencurian Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Pamekasan Siaga Pencurian Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Pamekasan Siaga Pencurian Sapi

"Bagi masyarakat Madura, maling sapi adalah teroris. Dan ini kian diperparah oleh kinerja polisi yang kurang getol menyikapi aksi para maling sapi itu. Itu bisa dibuktikan dari hampir nihilnya penangkapan terhadap maling sapi selama ini," terang Ketua GP Ansor Pamekasan Fathorrahman, Jumat (12/2).

Atas kondisi itu, PC GP Ansor Pamekasan akan segera berkoordinasi dengan Pimpinan Anak Cabang Ansor yang terdapat di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Tujuannya, supaya juga aktif terlibat dalam menanggulangi maraknya aksi maling sapi.

Untuk diketahui, selama Januari hingga pertengahan Februari tahun ini, masyarakat desa di Kabupaten Pamekasan diresahkan oleh aksi maling sapi yang berkeliaran nyaris tiap malam. Pada Selasa (5/1) lalu, pencurian tersebut menimpa H Karim (60), warga Dusun Tengginah, Desa Tampojung, Kecamatan Waru, Pamekasan. Sebelumnya, terjadi di Dusun Daleman Daya, Desa Sokolela, Kecamatan Kadur, Pamekasan.

Kondisi tersebut berbanding lurus dengan kinerja polisi yang terbilang melempem. Parahnya, selalu saja ada alasan untuk menutupi kinerja butuk tersebut. Salah dalihnya, kekurangan personel.

Shautus Salam

Seperti yang diungkapkan Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Waru AKP Junaidi. Dia mengaku tidak bisa memberikan keamanan yang maksimal terhadap masyarakat di Kecamatan Waru. Alasannya, lantaran keterbatasan personel. Hanya saja, pihaknya akan meningkatkan patroli di jam rawan.

"Tidak selamanya kami mengamankan desa A, C atau B, karena kami kekurangan personel. Tetapi, kami upayakan memberikan yang terbaik kepada masyarakat," janjinya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Meme Islam, Habib, PonPes Shautus Salam

Minggu, 17 Desember 2017

Kampus, Medan Penguatan Kebangsaan

Majalengka, Shautus Salam. Saat ini dunia kampus merupakan medan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan mengokohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukan malah menjadi kawah candradimuka lahirnya kader-kader radikal dan anti-NKRI.

Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Barat, Deni Ahmad Haidar dalam Seminar Keagamaan bertema Modernitas dalam Presfektif Islam dalam Menciptakan Keutuhan NKRI, yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Univeritas Majalenga, di Auditorium Universitas Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (23/12).

Kampus, Medan Penguatan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampus, Medan Penguatan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampus, Medan Penguatan Kebangsaan

Didaulat sebagai narasumber, Kang Deni sapaan akrabnya, menjelaskan betapa pentingnya mencintai tanah air sebagaimana yang dikumandangankan oleh founding father bangsa ini khususnya para kiai NU.

"Hakikat cinta tanah air itu adalah cinta pada diri kita sendiri. Karena adanya kita ini yang berasal dari tanah dan air yang ada di NKRI ini. Jadi salah besar mereka yang akan merusak tanah airnya sendiri, padahal mereka dilahirkan di negeri ini," jelasnya.

Ia menambahkan NKRI sudah bersyariat Islam dan tidak harus dipaksakan untuk memformalkan dalam embel-embel NKRI Bersyariat Islam. Sejak berdirinya semua unsur pembentuk NKRI itu sudah berdasarkan syariat Islam, mulai dasar negara, sistem negara maupun perundang-undangan yang ada.

"Mana coba di negeri tercinta ini yang tidak berlandaskan syariat Islam. Jadi semuanya sudah dipikirkan matang-matang oleh pendahulu kita bahwa subtansi syariat Islam sudah ada semua di NKRI ini. Makanya para pemuda khususnya mahasiswa ini jangan terjebak pada retorika baru yang tidak berdasar dan tidak jelas. Nanti yang rugi kita sendiri lho," kata pria yang yang belum lama ini mengundurkan diri dari posisi Ketua KPU Purwakarta demi mengurusi GP Ansor Jawa Barat.

Shautus Salam

Terkait dengan modernisasi, Deni menjelaskan modern harus dimaknai bukan sekedar simbol-simbol baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Melainkan modern itu harus dimaknai pada konsep diri untuk memandang jauh ke depan. Dengan konsep diri yang sudah terbangun tersebut, maka kita akan terus berfikit dan berusaha bagaimana menuju kehidupan yang lebih baik dan menjadi pemain bukan sekadar penonton.

"Untuk menjadi orang modern itu gampang kok. Manakala kita sudah bisa melakukan semua hal secara efektif dan efisien maka kita dipastikan jadi orang modern dan memainkan modernisasi saat ini," imbuhnya.

Ditempat yang sama, Presiden Mahasiswa BEM (Presma BEM) Universitas Majalengka, Encu Shobari mengatakan acara yang diselenggarakan dalam rangkaian memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan rutinan tahunan yang digagas oleh para pengurus BEM sebagai bagian dari pengamalan ide dan kreatifvitas mahasiswa.

"Seminar ini akhir dari rangkaian kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bejalan selama satu minggu ini," ungkapnya.

Shautus Salam

Ia menjelaskan sengaja mengadakan seminar keagamaan dengan mengangkat tema tersebut sebagai upaya dirinya dan organisasinya untuk memberikan kesadaran dan kekuatan bagi keluarga besar Unma dalam memahami dan mengaplikasikan pentingnya menjaga keutuhan NKRI walaupun dengan latar belakang yang berbeda baik dalam segi pandangan agama, sosial, ekonomi maupun budayanya.

"Dengan tema ini diharapkan kita semua paham dan mengamalkan betapa pentingnya menjaga NKRI walapun perspektif agama berbeda-beda dan dengan gaya modernitas yang berbeda. Semoga semua menjadi terbuka dan terjalin satu konsep untuh tentang kebangsaan di kampus tercinta ini," tambah pria yang juga aktivis PMII Majalengka. (Tata Irawan/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Budaya, Santri, PonPes Shautus Salam

Sabtu, 25 November 2017

Perpustakaan Bagi Santri Rofi’atul Islam

Probolinggo, Shautus Salam. Pesantren Rofi’atul Islam yang kini diasuh KH Munir Kholili ini terus berbenah agar mutu lulusan pesantren lebih baik dari sebelumnya. Pesantren di desa Sentong kecamatan Krejengan, Probolinggo yang didirikan KH Rofi’i Samsudin tahun 1841 lalu, menyediakan perpustakaan bagi santri.

Menurut Kiai Munir, kitab klasik itu milik putranya, M Amin Qutbi Munir.

Perpustakaan Bagi Santri Rofi’atul Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpustakaan Bagi Santri Rofi’atul Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpustakaan Bagi Santri Rofi’atul Islam

“Kitab-kitab ini merupakan kitab yang diajarkan di pesantren Sarang dan Hadramaut, Yaman. Kebetulan anak saya mondok di sana,” tutur Kiai Munir, Rabu (21/5).

Shautus Salam

Melalui perpustakaan itu, kata Kiai Munir, santri dapat meminjam berbagai macam buku baik buku agama maupun umum. Sehingga, pengetahuan santri bisa terus bertambah.

Shautus Salam

“Perpustakaan ini disediakan agar para santri tidak kesulitan untuk mencari referensi buku-buku pelajaran,” jelasnya.

Seperti yang lain, pesantren Rofi’atul Islam menerapkan sistem pendidikan salafiyah. “Santri mulai mengikuti kegiatan sejak pukul 03.00 WIB dengan sholat Tahajjud dan sholat Subuh. Selanjutnya mengaji kitab kuning hingga pukul 07.30,” kata kiai yang juga Ketua MUI Probolinggo ini.

Pesantren ini mengutamakan pendidikan akhlak bagi para santri. Hal itu tergambar dalam usaha yang selalu menekankan pada keutamaan perilaku terpuji. “Percuma punya santri pintar, tetapi akhlaknya jelek. Apalagi tak menghormati orang tua. Itu yang tidak kami harapkan,” tegasnya.

Aktivitas santri dilanjutkan pada pukul 08.00-12.00, di mana santri belajar di madrasah diniyah. Selesai sholat Zuhur berjamaah, santri juga mendapat siraman ilmu pengetahuan dari pengasuh. “Setelah itu santri masuk ke SMP atau SMA sejak siang hingga sore hari,” tuturnya.

Pesantren ini menerapkan metode pendidikan salafiyah yang meliputi madrasah diniyah, pengajian kitab kuning, halaqah diniyah, dan tahfizhul qur’an. Kegiatan ini dilaksanakan setelah sholat Maghrib yang dilanjutkan dengan pengajian Al-Quran.

“Lalu belajar membaca kitab klasik hingga pukul 21.00. Bagi santri yang tidak sekolah pada sore hari, ada pengajian khusus pendalaman kitab klasik,” ujar Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan ini. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam PonPes Shautus Salam

Jumat, 24 November 2017

Bagi Hasil Cukai Tembakau Harus untuk Petani

Jakarta, Shautus Salam. Pemerintah didesak untuk memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) secara optimal. Pemanfaatannya diminta juga difokuskan untuk pembangunan infrastruktur pertanian dan peningkatan kesejahteraan buruh pabrik rokok.

Bagi Hasil Cukai Tembakau Harus untuk Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Hasil Cukai Tembakau Harus untuk Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Hasil Cukai Tembakau Harus untuk Petani

"Ditegaskan saja untuk dua hal, yaitu untuk petani dan buruh tembakau serta buruh pabrik rokok. Mereka-mereka itu yang menjadikan bisa keluarnya DBHCHT, tapi pada kenyataannya selama ini belum merasakannya dengan baik," tegas Ketua PBNU Prof Dr Maksum Mahfoedz di Jakarta, Jumat (11/5).?

Desakan yang sama juga disampaikan Maksum saat menjadi keynote speech dalam seminar bertema "DBHCHT Hak Petani dan Buruh" yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) bekerjasama dengan Universitas Wahid Hasyim, di Semarang (10/5). Pemanfaatan DBHCHT terfokus akan menghasilkan dana yang lebih dari cukup untuk membangun infrastruktur pertanian secara berkelanjutan.?

Shautus Salam

Pemanfaatan DBHCHT terfokus juga akan memudahkan kontrol, serta dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan.?

"Yang terpenting ini akan menghasilkan efek domino, dimana infrastruktur pertanian dan fasilitas buruh yang memadai dapat juga dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Yang tak kalah pentingnya juga, petani tembakau dan buruh pabrik rokok memang memiliki hak untuk merasakan DBHCTHT," jelas Maksum yang juga menjabat sebagai guru besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.?

Shautus Salam

Pemanfaatan DBHCHT selama ini ditengarai masih jauh dari kata tepat. Penyalurannya juga dinilai belum melibatkan masyarakat secara luas. Ini setidaknya disampaikan oleh Warsiman, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, salah seorang pembicara dalam seminar yang sama.?

Sementara Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Andi Najmi Fuaidi, menilai belum terlaksananya pemanfaatan DBHCHT secara tepat tak lepas dari regulasi yang gagal mengatur persoalan pertanian dan buruh. Konsep perpajakan yang masih lemah juga diindikasikan menjadi penyebab kondisi tersebut.?

"Temuan kami, pungutan DBHCHT itu tidak didukung oleh basis argumentasi yang kuat, sehingga patut dicurigai hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan. Termasuk juga beberapa jenis pajak yang lain, seperti Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD)," tuntas Andi tegas.

Penulis: Emha Nabil Haroen?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, PonPes Shautus Salam

Jumat, 03 November 2017

Abuya Muhtadi Banten: HTI Haram Hukumnya

Jakarta, Shautus Salam. Rois Am Majelis Muzakaroh Muhtadi Cidahu Banten (M3CB) Abuya Muhtadi Dimyathi menyatakan, keinginan dan upaya kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk menghilangkan Pancasila sebagai dasar negara merupakan salah satu bentuk pemberontakan.

Pernyataan disampaikan secara tertulis dalam satu surat pernyataan tertanggal 21 Agustus 2013. Surat pernyataan disampaikan langsung oleh beberapa murid Abuya Muhtadi ke kantor redaksi Shautus Salam, Jakarta, Selasa (3/8) kemarin. Sebelumnya surat pernyataan itu juga sudah dikirimkan ke PBNU.

Abuya Muhtadi menyatakan, HTI adalah ormas Islam dari luar negeri yang datang ke Indonesia dan ingin menghilangkan Pancasila sebagai dasar negara.

Abuya Muhtadi Banten: HTI Haram Hukumnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Abuya Muhtadi Banten: HTI Haram Hukumnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Abuya Muhtadi Banten: HTI Haram Hukumnya

“Perbuatan tersebut salah satu macam dari pemberontakan, padahal memberontak negara itu dosa besar, maka dari itu HTI harom hukumnya dalam berbagai keadaan” demikian dalam pernyataan tersebut.

Abuya Muhtadi adalah seorang ulama kharismatik di Pandeglang dan mempunyai banyak murid di wilayah Banten. Terkait surat pernyataan ini, menurut beberapa muridnya, Abuya gerah dengan gerakan kelompok HTI di wilayah Banten. Selain itu, informasi yang diterima Shautus Salam, putra tokoh besar Abuya Dimyathi ini merasa dirugikan oleh HTI karena namanya sering dicatut dalam berbagai aktifitas mereka. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Kajian Islam, Nasional, PonPes Shautus Salam

Shautus Salam

Rabu, 18 Oktober 2017

Asrul Sani Bawa Aspirasi Estetika Para Kiai

Jakarta, Shautus Salam. Dibesarkan dalam tradisi surau di Sumatera Barat, Asrul Sani memperjuangkan aspirasi para kiai. Iklim politik era Sukarno, memosisikan prinsip-prinsip estetika di dalam lingkaran aspirasi yang harus diperjuangkan di tengah masyarakat. 

Perihal ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Abdul Mun‘im DZ kepada Shautus Salam, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (25/3) petang.

Asrul Sani Bawa Aspirasi Estetika Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Asrul Sani Bawa Aspirasi Estetika Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Asrul Sani Bawa Aspirasi Estetika Para Kiai

“Di era Orde Lama, kesenian merupakan sebuah sarana terdepan bagi perjuangan antarpartai,” tambah Abdul Mun‘im DZ.

Pada waktu itu, lanjut Abdul Mun‘im, Asrul Sani menilai pentingnya kehadiran sayap kesenian dari para kiai tergabung dalam Partai Nahdlatul Ulama. Karena argumentasi yang bagus, Asrul Sani sanggup meyakinkan partai NU untuk membentuk lembaga kesenian yang kemudian disebut Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi).

Argumentasi keagamaan yang dikedepankan Asrul Sani di hadapan para kiai mencerminkan kematangan Asrul Sani sebagai seniman yang dibesarkan surau.

Shautus Salam

Kepercayaan para kiai NU membuat Asrul Sani bergerak leluasa dalam memperjuangkan aspirasi Partai NU dalam bidang kesenian. Selain itu, ia menjembatani para kiai NU dan seniman yang akan bergabung di Lesbumi.

Shautus Salam

Asrul menjaring para sineas antara lain Misbach Yusa Biran, Sukarno M Noor, Usmar Ismail, dan lain-lain dalam gerbong LESBUMI. Mereka aktif menulis dan membuat film sesuai dengan prinsip estetika di kepala kiai NU, tandas Abdul Mun‘im.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kiai, PonPes Shautus Salam

Senin, 09 Oktober 2017

Hikmah Baca Surat As-Sajdah dan Al-Insan di Subuh Jum’at

Rasulullah menganjurkan memperbanyak amalan sunah di hari Jum’at. Sebab itu, sebagian ulama memakruhkan puasa sunah di hari Jum’at agar tetap bisa fokus memperbanyak amalan sunah. Kemakruhan ini berlaku bagi orang yang tidak mengerjakan puasa pada hari Kamis atau Sabtu.

Ada banyak amalan sunah yang dapat dilakukan di hari Jum’at: mulai malam Jum’at sampai malam Sabtu. Di antara amalan yang disunahkan pada hari Jum’at ialah mandi, sikat gigi, memakai wangi-wangian, memperbanyak shalat sunah, membaca surat Al-Kahfi, dan lain-lain.

Hikmah Baca Surat As-Sajdah dan Al-Insan di Subuh Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikmah Baca Surat As-Sajdah dan Al-Insan di Subuh Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikmah Baca Surat As-Sajdah dan Al-Insan di Subuh Jum’at

Selain deretan amalan yang disebutkan di atas, kita disunahkan pula membaca surat Al-Sajdah dan Al-Insan saat shalat Subuh di hari Jum’at. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW membaca kedua surat tersebut di hari Jum’at.

Abu Hurairah berkata:

Shautus Salam

? ? -? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? (? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Shautus Salam

Artinya, “Rasulullah SAW membaca ‘alif lamim tanzil..’ (surat As-Sajdah) pada raka’at pertama shalat Subuh di hari Jum’at. Sementara pada raka’at kedua, beliau membaca ‘hal atâ ‘alal insâni…” (surat Al-Insan),” (HR Muslim(.

Hikmah membaca kedua surat ini dijelaskan oleh Imam As-Suyuthi dalam Nurul Lum’ah fi Khashaish Jum’ah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Di antara hikmah membaca kedua surat di atas ialah untuk mengingat penciptaan Adam dan kondisi hari kiamat, karena keduanya terjadi pada hari Jum’at. Ibnu Dahiyyah menjelaskan, ada pula yang berpendapat bahwa kesunahan membaca surat tersebut dikarenakan di dalamnya ada sujud sajadah. Sebab itu, Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dari Ibrahim An-Nakha’i bahwa kita disunahkan membaca setiap surat yang terdapat di dalamnya ayat sajadah pada Subuh hari Jum’at.”

Ulama berbeda pendapat tentang hikmah membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan di hari Jum’at. Perbedaan ini dapat dibagi menjadi dua. Pertama, ulama yang berpendapat bahwa kesunahan membaca kedua surat itu didasarkan pada makna surat yang menceritakan ihwal penciptaan Nabi Adam dan hari kiamat.

Kedua, ulama yang berpendapat bahwa pembacaan surat As-Sajdah dianjurkan karena di dalamnya terdapat ayat sajadah yang dianjurkan sujud sajadah pada saat membacanya. Sebab itu, bagi ulama yang berpandangan seperti ini tidak membatasi kesunahan pada surat As-Sajdah dan Al-Insan saja. Surat apapun yang dibaca selama di dalamnya terdapat ayat sajadah, tetap dianjurkan untuk dibaca di hari Jum’at. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam PonPes, Khutbah Shautus Salam

Rabu, 26 Juli 2017

Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor

Subang, Shautus Salam - Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang dihujani ucapan terima kasih dari sejumlah gereja yang ada di Kabupaten Subang pada perayaan puncak hari raya Natal yang diselenggarakan di Bintang Fantasi, Pamanukan, Subang, Jawa Barat, Kamis (29/12/2016) malam.

Menurut Ketua Panitia, Akay Hermanto, kehadiran dari organisasi kepemudaan Nahdltul Ulama tersebut dalam turut serta mengamankan jalannya ritual keagamaan umat Kristiani patut diapresiasi bersama.

Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Gereja Subang: Terima Kasih GP Ansor

"Tentu dengan segala risiko, apa yang dilakukan teman-teman GP Ansor dalam turut serta pengamanan hari besar ini atas dasar rasa persaudaraan dan cerminan sikap saling toleransi terhadap keyakinan ummat beragama," ujar Akay.

Shautus Salam

Dikatakan, dalam peringatan hari raya Natal ini dihadiri sedikitnya oleh 12 gereja dari 24 gereja yang ada di Kabupaten Subang.

"Ini sudah menjadi kesepakatan dengan pihak Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Kaupaten Subang bahwa perayaan Natal kita pusatkan di Pamanukan," kata Akay seraya mengatakan dalam perayaan Natal tersebut dilakukan pembagian 100 paket sembako kepada fakir miskin.

Hal senada disampaikan Plt. Bupati Subang, Imas Aryumningsih. Menurutnya, kehadiran GP Ansor dengan menerjunkan anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) patut dicontoh oleh segenap lapisan masyarakat yang beragam dan plural ini.

Shautus Salam

"Sebagai sesama anak bangsa, tentu harus sama-sama saling menjaga persatuan dan kesatuan. Justru dengan perbedaan itu mesti dijadikan sebagai alat pemersatu elemen bangsa," katanya.

Kapolres Subang, Ajun Komisaris Besar Polisi, Yudhi Sulistianto Wahid mengapresiasi atas kiprah GP Ansor dalam kerja samanya dengan kepolisian dalam rangka pengamanan hari raya umat beragama.

"Karena keamanan dan ketertiban masyarakat itu bukan tanggungjawab pemerintah saja, melainkan tanggungjawab bersama dimana masyarakat turut di dalamnya," pungkas Kapolres. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Islam, Nasional, PonPes Shautus Salam

Sabtu, 08 April 2017

Kiai Harus Tegas Tolak Korupsi dan Politik Transaksional

Situbondo, Shautus Salam. Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi meminta para kiai untuk kembali pada semangat moral agama dalam hal kepemimpinan. Mereka harus bersuara tegas bahwa politik transaksional dan kejahatan korupsi merupakan pelanggaran agama.

Kiai Harus Tegas Tolak Korupsi dan Politik Transaksional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Harus Tegas Tolak Korupsi dan Politik Transaksional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Harus Tegas Tolak Korupsi dan Politik Transaksional

“Mereka harus dipacu berani berteriak atas terjadinya dua hal itu. Jangan karena semisal menantunya mencalonkan diri, maka dia jadi diam saja,” terang Kiai Hasyim ketika ditanya perihal tujuan jangka pendek konferensi internasional yang diselenggarakan ICIS, Sabtu-Ahad (29-30/3).

Kata Rais Syuriyah PBNU Kiai Hasyim, para kiai harus menyerukan moral politik kepada para politikus. Mereka penting untuk mendorong terutama partai politik bahwa pemimpin atau politikus harus memenuhi kriteria pemimpin.

Shautus Salam

Pengasuh pesantren Al-Hikam Depok ini menyebutkan sekurangnya tiga kriteria pemimpin menurut Islam. Semua itu menyangkut integritas, visi membawa negara, dan kompetensi. Dari sini, para kiai berkewajiban melihat jejak rekam bakal calon legislatif maupun eksekutif.

Karena pemimpin itu pada gilirannya akan menentukan kebijakan dan nasib orang se-Indonesia. Para kiai harus mengimbau partai politik untuk tidak main-main dalam amanah yang diserahkan rakyat.

Shautus Salam

“Di samping itu, kita ingin membangkitkan ulama antikejahatan korupsi,” tegas mantan Ketum PBNU ini di area konferensi internasional di pesantren Salafiyah Syafiiyyah Sukorejo, Banyuputih, Situbondo.

Gerakan antikejahatan korupsi kita ini, smabung Kiai Hasyim, memerlukan dukungan luar biasa. Karena, gerakan KPK mesti dihadang koruptor dengan segala cara seperti hukum, politik, dan sebagainya. Maka aparat pemberantas kejahatan korupsi harus diperkuat oleh para kiai.

Semangat moral kiai ini harus dibangkitkan. Para kiai ini disadarkan bahaya dari kejahatan korupsi. “Pokoknya kiai harus melawan korupsi, siapa pun koruptornya dan berapa pun angkanya?” tandas Kiai Hasyim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, PonPes, Meme Islam Shautus Salam

Minggu, 29 Mei 2016

Fatayat NU Probolinggo Gencar Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Probolinggo, Shautus Salam

Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Probolinggo terus berupaya agar bisa berperan aktif dalam pembangunan. Hal itu dibuktikan dengan kepekaannya dalam mengikuti perkembangan informasi bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dari tahun ke tahun terus meningkat.

Fatayat NU Probolinggo Gencar Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Probolinggo Gencar Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Probolinggo Gencar Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

“Terobosan ini kemudian menjadi perhatian khusus dan dimasukkan dalam salah satu program unggulan PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo,” ungkap Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Elysa Candra Maya saat menghadiri kegiatan turun ke bawah (turba) di Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (1/3).

Menurut Ning Lisa, sapaan akrabnya, turba ini merupakan langkah awal koordinasi antaranggota Fatayat sebagai upaya dan rencana sosialisasi menyeluruh dalam rangka menekan AKB melahirkan di Kabupaten Probolinggo.

Shautus Salam

“Angka kematian ibu melahirkan sudah merupakan hal yang paling ditakuti di kalangan? masyarakat. Oleh karena itu ke depan kita akan gencar melakukan sosialisasi hingga ke daerah-daerah kecamatan melalui pertemuan rutin seperti ini,” jelasnya.

Ning Lisa menerangkan bahwa saat ini AKI, AKB dan Angka Harapan Hidup Waktu Lahir (AHH) ditetapkan sebagai indikator derajat kesehatan di masyarakat. Oleh karena itu, PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo memasukkan hal ini ke dalam salah satu program cabang dengan meningkatkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo.

Shautus Salam

“Hal ini dilakukan untuk menekan AKI dan AKB di Kabupaten Probolinggo. Harapannya program-program yang kami susun akan dilaksanakan di puskesmas dengan target pencapaian derajat kesehatan tersebut bisa terwujud,” tegasnya.

Untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat desa, Fatayat NU Kabupaten Probolinggo akan meminta pengurus Fatayat di tingkat kecamatan untuk berkoordinasi dengan puskesmas pada masing-masing kecamatan untuk menggerakkan Polindes (pos bersalin desa) atau Pustu (puskesmas pembantu) dengan memanfaatkan bantuan bidan desa serta meningkatkan kegiatan posyandu bersama PKK dan Fatayat di tingkat ranting.

“Ke depan Fatayat NU akan bermitra dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat khususnya kaum ibu pentingnya melakukan pemeriksaan kandungan (kehamilan), tips menjaga kehamilan, makanan untuk ibu hamil hingga persiapan lainnya saat melahirkan untuk para ibu tersebut. Semua ini untuk meningkatkan pengetahuan, terutama pada kaun wanita yang baru pertama kali hamil,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Forum Dakwah Fatayat (Fordaf) NU Kabupaten Probolinggo Sakinah. Menurutnya, Fatayat akan terus melakukan sosialisasi ini sebagai salah satu dakwah Fatayat NU mengajak kaum ibu sadar menjaga kesehatan dan memeriksakan kesehatan kandungan dan bayi.

“Selain itu kita akan melakukan sosialisasi hingga ke tingkat ranting Fatayat dan ranting area Posyandu, namun hingga saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan perangkat desa setempat,” katanya.

Menurut Sakinah, kalau semuanya sudah fix, maka pada pertemuan berikutnya bulan Maret mendatang akan dijadwalkan akan menggandeng Dinkes untuk memberikan sosialisasi tersebut di masing-masing kecamatan. “Semoga rencana dan program kami bisa berhasil bersamaan dengan maunah Allah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Warta, Ulama, PonPes Shautus Salam

Minggu, 08 November 2015

Sosialisasi Pengaturan Menstruasi Dorong Seks Bebas

Jakarta, Shautus Salam. Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menolak upaya pemerintah yang akan melakukan sosialisasi pengaturan menstruasi (menstrual regulation/MR) pada para remaja. Meski sosialisasi itu dilakukan untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, upaya itu bisa mendorong berkembangnya budaya seks bebas.

“Kalau disampaikan, ya pada orang yang sudah berkeluarga, pada selected person (orang-orang tertentu, Red) atau selected area (kondisi lingkungan tertentu, Red). Tapi kalau diseminarkan, lebih banyak orang yang mungkin memahaminya secara luas daripada orang yang memahaminya secara proporsional,” kata Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa kepada Shautus Salam di Jakarta, Senin (2/4).

MR adalah sebuah tindakan untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dengan pemberian obat tertentu sehingga perempuan yang sudah telat masa menstruasinya bisa mendapatkan kembali haidnya.

Sosialisasi Pengaturan Menstruasi Dorong Seks Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasi Pengaturan Menstruasi Dorong Seks Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasi Pengaturan Menstruasi Dorong Seks Bebas

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu berpendapat, sosialisasi dalam bentuk berbagai seminar dengan target kalangan remaja merupakan bentuk yang sangat halus dalam upaya mengembangkan pergaulan bebas di kalangan remaja. Selain MR, sejumlah lembaga swadaya masyarakat pendukungnya juga mengembangkan berbagai model pencegah kehamilan lainnya seperti penggunaan alat kontrasepsi darurat (morning pill) dan mendorong aborsi sebagai salah satu bentuk KB.

“Kalau itu disosialisasikan secara terus-menerus, gimana? Nanti kan timbul pandangan, Anda berzina tak apa-apa. Nanti kan bisa minum obat kalau sudah hamil.? Supaya kita bisa sama-sama menjaga, jangan sampai seks bebas itu akhirnya menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja,” papar Khofifah, begitu panggilan akrabnya.

Shautus Salam

Upaya pengesahan aborsi saat itu juga tengah getol diperjuangkan oleh sekelompok yang sama dalam revisi Undang-undang (UU) Kesehatan. Dalam UU itu, aborsi boleh dilakukan dengan syarat yang berat, yakni jika kandungan mengganggu nyawa ibu dan jelas di situ ada suami. Pelanggaran bisa dikenai denda Rp 500 juta.

“Kalau alasannya daripada bunuh diri, kan repot. Daripada mereka melakukan aborsi yang tidak aman karena kehamilan yang tidak diinginkan? Akar masalahnya kan bukan di situ, tapi seks bebas itu. Ini disebabkan aturan-aturan mengenai pornografi, pornoaksi, ini yang belum kita tata,” terang Khofifah.

Karena keprihatinan itu, Muslimat NU mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi. Muslimat NU juga memberikan pembekalan kepada para juru dakwah agar mendapatkan informasi yang proporsional sehingga ketika mereka ketemu dengan tokoh masyarakat, bisa menjawab.

“Jangan malu mendukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi karena dianggap konservatif,” tandasnya. (mkf)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pondok Pesantren, Jadwal Kajian, PonPes Shautus Salam

Rabu, 07 Oktober 2015

Banser Diharapkan Makin Teguh Jadi Benteng Aswaja dan NKRI

Boyolali, Shautus Salam. Hidup di tengah perbedaan butuh kesadaran untuk menjaga dan memahami pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab, jika bercerai-berai mengancam iklim keamanan bangsa. Prinsip memegang paham Bhinneka Tunggal Ika harus ditanamkan di tengah masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Choiruddin Ahmad, di sela pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) anggota Banser di kompleks Masjid Al-Faqih Kanoman, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, akhir pekan lalu (25-27/3).

Banser Diharapkan Makin Teguh Jadi Benteng Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Diharapkan Makin Teguh Jadi Benteng Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Diharapkan Makin Teguh Jadi Benteng Aswaja dan NKRI

Pengasuh Pesantren Mifathul Huda itu menambahkan, diharapkan para anggota Banser mampu melanjutkan tugas-tugas NU dalam beragama dan bernegara. “Selain tangguh secara fisik, melalui Diklatsar ini, para kader Banser kita harapkan menjadi anggota yang tangguh secara fisik maupun mental, serta semakin teguh untuk menjadi benteng Aswaja dan NKRI,” ujar Gus Din, sapaan akrab Choiruddin.

Dikatakannya, Diklatsar memberikan pemahaman kepada kader NU dalam menjalankan fungsi organisasi. Mereka mendapat berbagai materi mengenai Islam Nusantara dan wawasan kebangsaan. Sehingga bisa bersama-sama dalam menjaga keutuhan NKRI. “Tetap semboyan kita NKRI harga mati,” tukasnya.

Selain materi di atas, para peserta juga mendapatkan berbagai materi, yakni ke-NU-an, Ke-Ansor-an, Ke-Banser-an, dan bela negara. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hadits, PonPes, Pertandingan Shautus Salam

Shautus Salam

Senin, 02 Januari 2012

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Rabat, Shautus Salam. Pemimpin Libya Muammar Khadhafy, meminta negara lain Arab untuk tidak turut campur dalam perebutan kekuasaan antara HAMAS dan Fatah. Campur tangan negara-negara Arab dikhawatirkan akan diboncengi kepentingan Israel.

"Masalah Palestina harus diserahkan kepada rakyat Palestina untuk menyelesaikannya. Negara Arab harus menjauhkan diri dari masalah tersebut. Apa yang telah dilakukan negara Arab untuk rakyat Palestina? Mereka hanya mengeksploitasi masalah itu demi kepentingan mereka sendiri," kata Khadhafy seperti dikutip Al-Jazeera, Jumat (16/6).

Ketika ditanya mengenai tindakan HAMAS menggusur faksi Fatah, pimpinan Presiden Mahmoud Abbas, di Jalur Gaza, Khadhafy mengatakan, "Pertempuran antar-faksi yang bertikai biasa terjadi dalam kondisi semacam itu. Pergolakan ini dilatarbelakangi oleh ideologi."

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Khadhafy tidak merasa khawatir pertempuran tersebut bakal mengakibatkan ada dua wilayah yang terpisah; Jalur Gaza dikuasai HAMAS dan Tepi Barat Sungai Jordan di bawah kekuasaan Fatah; dan terhapusnya harapan bagi negara Palestina pada masa depan.

"Pemimpin HAMAS Khaled Meshaal menelefon saya hari ini untuk memberitahu saya bahwa HAMAS tak memiliki rencana semacam itu di Jalur Gaza. Ia mengatakan satu negara di Jalur Gaza akan merupakan pengkhianatan dan tindakan gila," katanya.

Khadhafy menyeru rakyat Palestina untuk memperbarui Organisasi Pembebasan Palestina guna menghidupkan kembali persatuan mereka.

Shautus Salam

Khadhafy juga menolak berbagai upaya oleh pemerintah Arab, termasuk satu gagasan tanah-bagi-perdamaian yang diluncurkan kembali pada konferensi tingkat tinggi Liga Arab tahun ini, guna mengakhiri konflik Palestina-Israel.

"Negara Arab tak memiliki hak untuk mencampuri urusan Palestina. Siapa yang telah mengatakan bahwa dunia Arab akan menerima Israel? Setiap negara Arab harus berbicara bagi dirinya sendiri," katanya.

Shautus Salam

Khadhafy menyampaikan kembali rencana perdamaiannya sendiri bagi konflik tersebut. "Satu-satunya penyelesaian ialah berdirinya satu negara demokratis, tempat rakyat Israel dan Palestina akan hidup bersama."

Di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI), blok Muslim terbesar di dunia, Ekmeleddin Ihsanoglu, Jumat, menyampaikan keprihatinan sehubungan dengan kerusuhan politik di Jalur Gaza, tempat Fatah dan HAMAS terlibat pertikaian sengit untuk memperebutkan kekuasaan, dan mendesak kedua pihak tersebut agar menahan diri.

Ia mengatakan ia telah mengadakan kontak dengan para pemimpin HAMAS, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ismail Haniya, dan Fatah yang mendukung Presiden Mahmoud Abbas.(ant/era/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, PonPes Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock