Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

Palembang, Shautus Salam. IPPNU Kabupaten Kudus menerima penghargaan dari PP IPPNU Pusat sebagai Pimpinan Cabang terbaik se-Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Ketua PP IPPNU Margareth Alaiyatul Maimunah kepada Ketua PC IPPNU Kudus Risda Utama dalam pembukaan Kongres IPNU XVII dan IPPNU XVI di Asrama Haji Palembang, Sabtu (1/12). 

Ketua IPPNU Kudus Risda Umami merasa bangga menerima penghargaan ini. Menurutnya, pemberian penghargaan oleh PP ini  atas dasar Tertib Administrasi yang  tertata dan program kerja yang bagus.

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

“Kami bangga dan senang bisa memperoleh penghargaan yang diberikan berdasarkan administrasi dan program kerja,” katanya.

Shautus Salam

Menurutnya, penghargaan ini sebenarnya hasil jerih payah dari periode sebelumnya pada masa kepemimpinan Ana Shofawati.

Shautus Salam

“Momentum kongres digunakan oleh PP IPPNU untuk memberikan penghargaan ini, kebetulan bersamaan dengan kepemimpinan saya,” jelas Risda.

“Kami akan berusaha meneruskan prestasi tersebut, dengan meningkatkan tata administrasi dan kualitas program kerja di periode kami 2011-2013,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya tak hanya melakukannya di tingkatan pmpinan cabang saja, tapi juga di pimpinan ranting hingga pimpinan anak cabang se kabupaten Kudus. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Rochim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, PonPes, Syariah Shautus Salam

Jumat, 16 Februari 2018

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut

Tanggamus, Shautus Salam. Menghadapi era perubahan zaman saat ini, para santri harus membuka diri dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang terus terjadi untuk kemaslahatan diri dan orang lain. Hal-hal yang positif harus diadopsi dengan baik serta tidak meninggalkan yang lama dan yang masih relevan.

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut (Sumber Gambar : Nu Online)
Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut (Sumber Gambar : Nu Online)

Modernisasi, Santri Harus Membuka Diri Tapi Jangan Larut

"Santri harus membuka diri tapi jangan larut dengan modernisasi. Santri juga jangan fobia modernisasi," Demikian pesan Plt. Bupati Tanggamus Samsul Hadi saat memberikan sambutan pada Haflah At Tasyakkur Lil Ikhtitam API Pondok Pesantren Darul Ulum Margoyoso Kecamatan Sumberejo Tanggamus, Kamis (27/4).

Plt. Bupati yang juga Katib Syuriyah PCNU Tanggamus ini mengingatkan para santri dengan prinsip yang sangat masyhur dikalangan nahdliyyin yaitu Almuhafadzatul Alal Qodimis Sholih Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah.

"Mari Pertahankan tradisi yang memberikan manfaat dan yang baik serta ambillah sesuatu yang baru dan yang baik pula," katanya sembari mengingatkan pula bahwa santri dan pesantren adalah pelopor contoh yang baik bagi masyarakat.

Hal senada disampaikan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tanggamus KH. Marzuki Amin yang juga hadir pada kesempatan tersebut bahwa selama ini para santri dapat menjadi sosok pioner yang berperan penting dalam mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jamaah ditengah-tengah masyarakat.

Shautus Salam

Mengutip pernyataan Almaghfurlah KH Hasyim Muzadi, Ia mengatakan bahwa santri alumni pondok pesantrenlah yang selama ini memiliki komitmen ikhlas dalam mempertahankan dan merawat Jamaah serta Jamiyyah NU.

Shautus Salam

"Para santrilah yang ulet ngurusi NU. Anak-anak pesantrenlah yang ngurusi jamaah dari kota sampai plosok-plosok untuk terus mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jamaah an nahdliyyah," ungkapnya.

Ia berharap seraya mendoakan agar seluruh santri khususnya di Pondok Pesantren Darul Ulum dapat dengan istiqomah menuntut ilmu sehingga dapat terus memberikan manfaat untuk ummat.

"Mari bareng-bareng doakan mereka di pesantren ini. Di sinilah tempat penggodokan NU masa depan. Merekalah yang menjadi harapan kita untuk meneruskan masa depan NU," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Syariah, Sholawat Shautus Salam

Minggu, 04 Februari 2018

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan

Lamongan, Shautus Salam. Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur menunjuk Lamongan sebagai tuan rumah workshop Deradikalisasi Agama, Ahad (27/9). Tak kurang dari 180 pengurus cabang GP Ansor Lamongan dan anak cabang sekabupaten Lamongan hadir di Aula Sabha Dyaksa Pemkan Lamongan.

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Tempatkan Workshop Deradikalisasi di Lamongan

Workshop ini dimaksudkan untuk menyosialisasikan Pergub Jawa Timur Nomor 51 Tahun 2014 tentang larangan keberadaan gerakan Islamic State of Iraq and Syria di Jawa Timur. Peraturan Gubernur ini merupakan hasil keputusan rapat yang melibatkan pelbagai ormas Islam dan perguruan tinggi yang mendukung Pemda setempat untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap keberadaan ISIS.

Hadir sebagai narasumber Ahmad Syafi’i, Bashori, dan Muslikh dari GP Ansor Jatim yang dibentuk untuk mengawal agenda workshop ini.

Shautus Salam

“Di Lamongan, banyak embrio gerakan radikal, perlu Ansor untuk melakukan tindakan prefentif kepada anggota dan masyarakat, agar tidak ikut terlibat dalam gerakan radikal,” terang Ahmad Syafi’i.

Langkah konkritnya, menurut Bashori, Ansor dan Banser harus dekat dengan masjid dan mushalla. Dekat dalam artian, bisa menyemaikan benih-benih ajaran Islam ala Ahlussunah Waljamaah di level akar rumput lengkap dengan segala ritus dan amaliyahnya.

Shautus Salam

Ketua GP Ansor Lamongan Muhammad Masyhur dalam sambutannya menekankan pentingnya upaya penyadaran lewat sosialisasi dan gerakan.

“Bahwa Islam yang dibawa Nabi Muhammad adalah Islam yang tidak keras, tapi tak lantas jadi penakut. Tidak lembek, namun tak lantas jadi arogan. Hingga Islam benar-benar bisa menjadi rahmat bagi alam, bagi semuanya,” tegasnya.

Menurut anggota Tim Akreditasi GP Ansor Jatim Safriel Syafa’, internal Ansor sendiri harus melakukan penguatan kelembagaan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. “Untuk itulah Ansor akan mengadakan evaluasi dan akreditasi tiap enam bulan sekali,” kata Safriel. (Amin Wahyudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sholawat, Syariah, Berita Shautus Salam

Selasa, 23 Januari 2018

Pembaharu (Satu Abad NU)

Sabda

Nabi kita

Harus percaya

Pembaharu (Satu Abad NU) (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembaharu (Satu Abad NU) (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembaharu (Satu Abad NU)

Prediksi nyata

Setiap abad ada manusia

Berusaha dan seksama

Dengan daya dan upaya

Shautus Salam

Segarkan agama

Menjadi pedoman hidupnya

Shautus Salam

NU sudah

90 tahun berusia

Berkiprah

Untuk bangsa dan negara

Umat manusia

Mainstream agama

Harus dijaga

Dengan paham Aswaja

Fenomena

Berbagai gejala

NU dengan wacana

Merambah

Respon apa saja

Seni dan budaya

Politik dan teknika

Pasar global dan MEA

Menembus Asia dan Eropa

Dan seterusnya

NU terpaksa menerima pembaharu muda

Kritis tak menyerah

Beretika

Ulama cendekia

Ada tanda

Pembaharu muda

Datang di hadapan kita

NU kota

Siap siaga

Bawa rencana

Luar biasa

Bungurasih, 5 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Krisis Umat

Dipecah belah

Justru bangga

Tanpa terasa

Gejala

Krisis umat beragama

Dimana-mana

Jauhkan satu dan lainnya

Agar menjadi lemah

Tidak lagi sapa

Asia dan eropa

Arab dan Ethiopia

Malaysia dan Indonesia

Jerman dan Cina

Umat manusia

Beragama

Satukan visi dan misinya

Saling merasa

Satu agama

Bersatu tak terpisah

Konsep semula

Bodoh luar biasa

Justru bangga

Memotong kepala

Dengan senjata

Lawan ketawa

Bangga

Tanpa kerja

Hasil sudah

Lihat saja

Perang Syria

Irak dan Libya

Semua nyata

Krisis umat beragama

Provokasi siapa

Tuhan

Aku umpat siapa

Sulit kentara

Tapi semua merasa

Diadu domba

Bungurasih, 5 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Kampus Islam

Bangunan menawan

Penuh keindahan

Pohon dan rerumputan

Tumbuh dengan keserasian

Penuh kepatuhan

Aturan dijalankan

Tanpa pengecualian

Burung merasa aman

Tanpa gangguan

Manusia dan syetan

Suara kerinduan

Selalu didengarkan

Nyanyian burung kutilang

Pagi dan menjelang malam

Bersahut-sahutan

Menandakan kedamaian

Penghuni kampus Islam

Azan dikumandangkan

Serentak? orang rebutan

Mencari jalan

Ke masjid dan pujian

Menanti jamaah berdatangan

Dirikan shalat dengan imam

?

Perpustakaan buka sampai malam

Melayani kebutuhan

Mahasiswa dalam pencarian

Referensi untuk kutipan

Membuat tugas perkuliahan

Parkir rapi dengan keteraturan

Tidak sembarang diletakkan

Semua kendaraan

Di tempat yang ditentukan

Satpam sangan sopan

Senyum seperti para perawan

Menyapa dengan kata silahkan

Apa perlu bantuan

Masjid tempat ibadah

Harus terus dijaga

Dipelihara dengan ramah

Ditambah anggarannya

Agar tetap istiqamah

Jalankan dakwah

Semoga UNU bisa

Seperti dalam idea kita

Agar semua merasa

Memiliki bersama

Bungurasih, 6 Pebruari 2016

Abd. al-Haris al-Muhasibi

Kematian

Tuhan berfirman

Kematian sebuah kepastian

Siang atau malam

Pasti datang

Menjemput orang

Tidak bisa diakhirkan

Tidak juga didahulukan

Tiada yang bisa menghentikan

Ketentuan

Siapkan

Dengan kebaikan

Jangan terlena karena jabatan

Harta dan kemewahan

Kesenangan

Semua kau tinggalkan

Kematian

Segera datang memberi salam

Datang tidak diundang

Membawamu kepada Tuhan

Pertanggungjawaban

Semua amal yang dilakukan

Siapkan dengan kesadaran

Penuh perhatian

Pada amal perbuatan

Siang dan malam

Selalu ingat pada Tuhan

Bantu yang kekurangan

Hilanhkan kemiskinan

Beri layanan

Anak yatim dan orang kelaparan

Siapkan

Kematian dengan senyuman

Jelang dengan aman

Tanpa ketakutan

Bungurasih,? 4 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Pak Jo

Harus waspada

Pada setiap peristiwa

Pecah belah

Bangsa dan negara

Memakai agama

Saling hina

Tafsiran beda

Satu dengan lainnya

Pak Jo

Hati-hati provokasi

Pakai madzhab sendiri

Truth claim menjadi

Alat justifikasi

Semua salah

Tinggal satu-satunya

Bangkitkan marah

Sesama agama

NU dan Muhammadiyah

Mungkin juga

Diadu sesama

Dengan lainnya

Agar mereka lemah

Mudah menyerah

Pak Jo

Kita berbangsa

Bernegara

Dikuatkan agama

Jika pecah Indonesia lara

Pak Jo

Ajaklan semua

Polri san tentara

Tokoh agama berbeda

Tingkatkan waspada

Segala peristiwa

Jangan lena

Pak Jo

Sampai sini saja

Nanti disambung lagi ya...

Bungurasih,? 4 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Kenduri

Memperingati lagi

90 tahun NU berdiri

Menilai

Semua sisi

Rendah diri

Masih mendominasi

Kecilkan organisasi

Selamatkan generasi

Dari radikalisasi

Dengan pendidikan nalar dan hati

NU terus berbenah

Dengan segala upaya

Meningkatkan kualita

Menjaga marwah

Mengajak semua

Dengan seksama

NU muhasabah

Menilai ide dan langkah

Memelihara sunnah yang lama

Bernilai maslahah

Adab yang baru juga

Menuju sempurna

Kenduri

NU berdiri

Tradisi mengaji

Mengkritisi

Dengan hati-hati

Bungurasih, 2 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Nasihat untuk Umat

Aku berharap

Pada setiap saat

Kalian bisa mendekat

Kepada Tuhan penuh berkat

Segera bertaubat

Menjauhi yang sesat

Ingat tanggung jawab

Dunia sampai akhirat

Semua yang kita perbuat

Balasan kita dapat

Baik buruk akan kita lihat

Siapkan iman kita

Takwa dengan hikmat

Semoga Tuhan beri rahmat

Jangan saling laknat

Sesama umat Muhammad

Sebaiknya saling beri nasihat

Tentang kesabaran dan yang haq

Oh...wahai umat

Jangan mudah kena siasat

Orang yang sangat biadab

Mengadu umat

Bungurasih, 2 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

NU dan Format Ekonomi Umat

Penuh semangat

Kiai Mutawakkil beharap

Dapat temukan format

Pengembangan ekonomi umat

Tiada diduga

Praktik usaha di Sumenep

Madura

Bebasakan riba

Jauhkan praktek bank biasa

Himpun dana kuatkan sesama

Berkat amanah para pengelola

NU ternyata bisa

Praktikkan iqtishodiyah

Mari kita coba

Setelah bicara

Semoga segera

Realisasikan ini semua

Bungurasih, 1 Pebruari 2016

Abd. Haris Al-Muhasibi, Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua LP Maarif NU Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Sunnah, Syariah, Ubudiyah Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar

Brebes, Shautus Salam. Generasi muda diharapkan bisa mengimplementasikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sebab Al-Qur’an bisa menjadi jalan penerang dalam mengarungi hidup dan kehidupan di dunia dan akhirat sehingga tercetak Generasi Qur’ani yang berpegang teguh pada tuntunan Qur’an.

“Di tengah maraknya pengaruh negatif yang mengancam moralitas generasi muda, Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) dinilai sangat ampuh untuk mencetak Generasi Qurani,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Tahroni saat membuka MTQ Pelajar tingkat Kabupaten Brebes, di SMP N 2 Songgom, Selasa (6/9).

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Brebes Adakan MTQ Tingkat Pelajar

Menurut Tahroni, MTQ juga bisa dijadikan ajang untuk mengasah dan meningkatkan ketrampilan baca tulis Al Quran secara baik, benar dan indah.

Ketua Panitia MTQ Pelajar Hendra Pradistyo Bmenjelaskan, MTQ diikuti 170 peserta. Mereka terdiri dari peserta SD/MI sebanyak 68 peserta dan SMP/MTs 102 peserta. Juga ikut mensukseskan kegiatan tersebut 15 Dewan Hakim, 10 Panitera dan 8 Pengawas kegiatan.

Adapun cabang yang dilombakan meliputi cabang Tartil Quran SD/MI, SMP/MTs, Cabang Tilawatil Quran SD/MI, SMP/MTs dan Cabang Tahfidz Quran 1 Juz SMP/MTs putra dan putri.?

Shautus Salam

“Tiap cabang terbagi untuk tingkat SD, SMP untuk golongan putra dan putri,” papar Hendra.

Shautus Salam

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Brebes H Imam Hidayat mengambil sumpah para dewan hakim yang akan melakukan penjurian.?

Peserta terbaik pertama dari berbagai cabang, akan menjadi duta kafilah Brebes pada MTQ Pelajar Tingkat Jawa Tengah di Kabupaten Magelang pada 10-13 Oktober 2016 mendatang.

Hadir dalam pembukaan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan kabupaten Brebes Dedy Priyono, Kepala UPTD Pendidikan se Kabupaten Brebes, Kepala Sekolah SD dan SMP, dewan hakim, official dan seluruh peserta. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Bahtsul Masail, Hikmah, Syariah Shautus Salam

Kamis, 18 Januari 2018

Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako

Brebes, Shautus Salam - Anggota Jamiyah Khoerunisa Masjid Jami Baitul Ikhwan Griya Limbangan Indah (Grilind), Kelurahan Limbangan Wetan Kabupaten Brebes membagikan 200 paket sembako. Paket sembako diberikan kepada para pembantu rumah tangga sebagai bukti kasih sayang kepada sesama. Pembagian paket di akhir Ramadhan guna meringankan beban hidup menjelang Hari Raya 1438 H.

“Semoga bermanfaat ya, Bibi,” ujar Ketua Jamiyah Khoerunisa Hj Gusti Purwaningrum Endaryadi kepada salah seorang penerima santunan di Masjid Baitul Ikhwan, Minggu (18/6).

Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Ramadhan, Ibu-ibu Pengajian Bagikan 200 Paket Sembako

Gusti menjelaskan, pemberian paket sembako sudah dilakukan beberapa tahun terakhir setelah digalakan gerakan infak subuh.

Para penerima sebelumnya telah mendapatkan kupon dari panitia untuk ditukarkan paket sembako gratis yang terdiri atas beras, minyak, teh, gula, dan mie instan.

Shautus Salam

Jamiyah yang beranggotakan 150 ibu-ibu itu, sebelumnya melakukan anjangsana ke panti asuhan Putra Muslimat Kauman, Panti Asuhan Darul Abror Pasarbatang dan Panti Asuhan Muhammadiyah Pasarbatang.

Dalam kesempatan tersebut juga digelar bazar ramadhan, bersih-bersih masjid dan pengajian.

Shautus Salam

Pengajian disampaikan ustadz Dorojatun dari Tegal. Dalam tausiyahnya, Dorojatun mengajak kepada para Ibu untuk menempatkan harta kekayaan di tangan saja. Jangan sampai dimasukan ke dalam hati.

Kalau harta di tangan, maka harus dilepaskan berbagi dengan sesama terutama kepada kaum dhuafa. Jangan sampai harta dimasukan ke dalam hati karena bisa merusak hati dan ketika harus dilepaskan akan terasa sakit. “Kalau harta sudah bersemayam ke dalam hati maka, jadi orang kikir, tidak mau berderma,” ungkitnya.

“Jadikan akhirat tujuan kita, boleh saja rekening bank banyak, tetapi untuk pembiayaan jalan menuju akhirat, termasuk mobil dan rumah mewah untuk mendukung ibadah. Serta perhatikanlah anak yatim dan kaum dhuafa.

Ketua Takmir Masjid Baitul Ikhwan H Suhaemi mengaku bangga dengan kegiatan ibu-ibu anggota jamiyah termasuk dengan kreativitas kegiatannya. Termasuk kegiatan infak subuh merupakan ide dari para ibu-ibu jamiyah.

Suhaemi mengajak jamaah masjid untuk terus menjalin silaturahmi dan rajin berinfak. “Infakanlah sebagian dari rezekimu yang telah Allah berikan sebelum datang di mana tiada lagi pertolongan dari saudara atau pun kawan,” kata Suhaemi seraya menyitir ayat Al-Quran. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Syariah, Anti Hoax Shautus Salam

Jumat, 29 Desember 2017

Perempuan Harus Berpolitik

Jombang, Shautus Salam. Banyak yang memandang sebelah mata kiprah perempuan di dunia politik. Padahal banyak hal yang bisa dilakukan perempuan saat terlibat di politik praktis.

Perempuan Harus Berpolitik (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan Harus Berpolitik (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan Harus Berpolitik

Penegasan ini disampaikan Mahfudhoh Ali Ubaid kepada Shautus Salam (10/4). Ditemui di kediamannya, dalem kesepuhan Pondok  

Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, mantan Ketua Umum PP Fatayat NU dua periode ini menolak keras pendapat yang mengatakan bahwa dunia politik adalah kotor.

"Itu hanya pandangan orang yang tidak mengerti  politik yang sebenarnya," katanya.

Shautus Salam

Baginya, banyak keputusan politik yang mengharuskan perempuan terlibat secara aktif di dalamnya. 

Shautus Salam

"Lahirnya  kebijakan yang mengatur tentang ibu hamil, perhatian kepada para janda, Posyandu, gizi anak dan sejenisnya adalah upaya serius yang dilakukan para perempuan di dunia politik," katanya.

Tanpa kehadiran  perempuan di ranah politik, akan sangat sulit dapat melahirkan kebijakan yang memihak  perempuan. 

"Karena itu saya menolak dengan keras pandangan yang menganggap perempuan tidak perlu tampil di dunia politik," lanjutnya.

Lahirnya aturan yang mensyaratkan kuota perempuan harus mencapai 30 persen, hendaknya dapat dioptimalkan untuk peran politik tersebut. Sehingga Ibu Mahfudhoh, sapaan kersehariannya sangat prihatin terhadap ketidak mampuan partai politik yang tidak mampu mencapai angka tersebut untuk komposisi calon wakil rakyatnya. 

"Bagaimana mungkin angka seperti itu tidak bisa dipenuhi oleh partai politik?" sergahnya. "Ini adalah kegagalan dalam proses seleksi dan kaderisasi terhadap kiprah perempuan," lanjutnya.

Ia berharap, kejadian ini tidak terulang pada pesta demokrasi mendatang. "Berikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk berkiprah di segala sektor, termasuk politik," harapnya. 

Namun demikian ia berharap peran politik yang telah terbuka lebar itu dapat dioptimalkan untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan. 

"Tapi jangan sampai melupakan tugas utama sebagai ibu rumah tangga," pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Doa, Syariah Shautus Salam

Senin, 04 Desember 2017

Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari

Rembang, Shautus Salam - Dalam rangka peduli dengan warga yang kurang mampu, Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Ronggomulyo Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang menggelar aksi Ansor Peduli terhadap warga desa setempat yang kurang mampu. Aksi sosial ini menyasar 19 kepala keluarga (kk) di Ronggomulyo. Sembilan penerima santunan di antaranya diberikan setiap hari.

Menurut Kusrin salah seorang koordinator aksi, sembilan kk di antaranya mendaptkan sedekahan setiap hari selama satu bulan penuh. Rutinitas ini sudah berjalan sejak empat bulan lalu.

Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari

Sementara 19 kk, kata Kusrin, mendapatkan jatah berupa sembako, beras, gula, telur, mie instan, dan sebagainya yang diberikan setiap bulan sekali. Kegiatan itu dapat terlaksana berkat kerja sama yang baik dari unsur Ansor ranting dan masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan "Ansor Berbagi".

Shautus Salam

"Kegiatan itu sudah kami jalankan sejak empat bulan yang lalu. Memang kami baru bisa berbagi kepada 19 KK. Tapi dari sembilan belas, Sembilan di antaranya mereka adalah anak yatim piatu yang kami beri uang saku untuk biaya pendidikan sekolah," jelas Kusrin, Sabtu (14/1).

Meski ranting GP Ansor Ronggomulyo usianya baru enam bulan, ia menginginkan keberadaan Ansor dapat dirasakan kehadirannya oleh masyarakat. Selain itu, kepedulian dan kehadiran GP Ansor Ronggomulyo dapat menepis masuknya paham ekstrem di wilayah Ronggomulyo.

Shautus Salam

Menurutnya, kegiatan itu akan terus berlangsung baik yang bersifat bulanan, ataupun rutin harian. Ia berharap kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pengurus GP Ansor Rembang. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Makam, Syariah, Olahraga Shautus Salam

Minggu, 03 Desember 2017

Masjid Jabalur Rahman Tetap Kokoh di Situ Gintung

Tangerang, Shautus Salam. Masjid Jabalur Rahman yang berada sekitar 50 meter dari tanggul Situ Gintung yang jebol, tetap berdiri kokoh meski sebagian besar bangunan di sekitarnya rusak berat diterjang air bah dari danau itu Jumat kemarin. Nyaris tidak ada kerusakan pada masjid bercat putih yang tingginya sekira 10 meter tersebut.

Sementara berbagai bangunan di sekitarnya rusak berat, bahkan ada yang luluh lantak dan tengah dibersihkan oleh tim SAR gabungan. "Saya tak tahu, mungkin ini mukjizat," kata seorang warga, Ade (26).

Masjid Jabalur Rahman Tetap Kokoh di Situ Gintung (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Jabalur Rahman Tetap Kokoh di Situ Gintung (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Jabalur Rahman Tetap Kokoh di Situ Gintung

Ade yang datang dari daerah Ciledug, Tangerang, itu juga tidak habis pikir mengapa masjid tersebut tidak mengalami kerusakan seperti berbagai bangunan rumah di sampingnya.

Shautus Salam

Menurut warga lainnya, Maji (50), masjid itu baru dibangun sekitar setengah tahun silam. Fenomena masjid yang masih tegak berdiri itu mengingatkan dirinya kepada kejadian yang serupa pada saat tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004.

Sementara itu, Karti (45) mengatakan, tanggul jebol pada Jumat (27/3) dini hari hampir bersamaan dengan dilantunkannya azan Subuh.

Shautus Salam

"Setelah mengetahui tanggul jebol, orang-orang baik yang di rumah maupun dalam masjid langsung berlarian ke atas," kata wanita yang tinggal tepat di seberang Masjid Jabalur Rahman itu.

Ia juga memaparkan, korban yang meninggal dari warga yang tinggal di sekitar masjid tersebut hanya satu orang.

Masjid Jabalur Rahman yang terletak di dekat Jalan Kampung Gunung itu sendiri kini kerap menjadi "buah bibir" bagi warga yang berkunjung ke lokasi bencana.

Sedangkan di sekitar masjid yang dipenuhi ribuan warga itu juga tampak petugas Tim SAR gabungan yang sedang membersihkan puing-puing dari berbagai bangunan di sekitarnya. (ant/mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Syariah, Lomba Shautus Salam

Senin, 20 November 2017

Ali Masykur Bayangi Jokowi untuk Capres Pilihan Anak Muda

Jakarta, Shautus Salam. PolComm Institute, sebuah lembaga survei menilai Pilpres 2014 sebagai momentum capres muda berlaga di ajang pemilihan presiden. Dalam hasil survei PolComm, nama Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat Ali Masykur Musa membayangi elektabilitas Gubernur DKI Jakarta, Jokowi dan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.

Ali Masykur Bayangi Jokowi untuk Capres Pilihan Anak Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur Bayangi Jokowi untuk Capres Pilihan Anak Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur Bayangi Jokowi untuk Capres Pilihan Anak Muda

Direktur PolComm Institute Heri Budianto mengatakan, dari sejumlah nama capres baru yang seliweran di telinga publik, Joko Widodo memiliki tingkat keterpilihan tertinggi yakni 22,9 persen. Setelah Jokowi, disusul oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso (16,3 persen). "Setelah Jokowi dan Priyo ada nama Ali Masykur Musa yang mendapatkan elektabilitas 10,3 persen," kata Heri di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (9/3/2014).

Selanjutnya, berurutan ada nama Gita Wirjawan (10,1 persen), Anies Baswedan (8,3 persen), Anis Matta (3,2 persen), Ahmad Heryawan (3,1 persen), Puan Maharani (2,3 persen), dan Dino Patti Djalal (2,2 persen). Sementara yang tidak menjawab sebesar 21,3 persen. Sedangkan untuk elektabilitas cawapres, hasil survei ini menunjukkan Priyo berada di atas, sebesar 18,9 persen, Ali Masykur dengan 12,1 persen, Hary Tanoesudibjo sebesar 11,6 persen.

Shautus Salam

Menanggapi nama Ali Masykur Musa yang berada di urutan ketiga, Heri mengatakan bahwa hal ini sangat mungkin terjadi, karena dari hasil survey didapatkan kesimpulan bahwa Ali dikenal sebagai tokoh muda Nahdlatul Ulama yang juga mempunyai kiprah kepemimpinan di lembaga tinggi negara. "Janga dilupakan, Ali Masykur adalah tokoh muda NU dan memiliki basis dukungan riil dari kaum Nahdliyin," terang Heri.

Metode survei ini dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 1.200 orang pemilih muda, dengan rentang usia 17-29 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan wawancara langsung di 33 Ibukota Provinsi di Indonesia. Margin of error dalam survei ini sebesar 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar: 96 persen. Survei ini sendiri dilakukan pada 24 Februari sampai 4 Maret 2014.  (Red: Anam)

 

Shautus Salam

Foto: politik.news.viva.co.id

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam IMNU, Tegal, Syariah Shautus Salam

Selasa, 07 November 2017

Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat

Jakarta, Shautus Salam?



Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Warga NU Jawa Barat, khususnya Cirebon, kehilangan salah seorang kiainya. Sesepuh Pesantren Benda Kerep, Cirebon KH Hasan Abu Bakar wafat pada Jumat 29 September 2017 pada pukul 08:20.

“Beliau kiai sufi, panutan kiai NU Ciayu Majakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka. Kuningan),” ungkap Nasrullah Affandi, salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafiiyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu ketika dikonfirmasi Shautus Salam tentang sosok Kiai Hasan.?

Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat

Menurut dia, para tokoh nasional pernah bersilaturahim kepada Kiai Hasan, di antaranya Wakil Presiden JUsuf Kalla, dan pejabat lain seperti menteri dan gubernur.?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (Abdullah Alawi)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Syariah, AlaSantri Shautus Salam

Shautus Salam

Senin, 30 Oktober 2017

Mahasiswa NU Belanda Tagih Janji Kampanye Jokowi-JK Soal Nasib Palestina

Amsterdam, Shautus Salam - Ketua Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Belanda Dito Alif Pratama merespon positif salah satu keputusan sidang komisi Muktamar Ke-33 NU di Jombang terkait dukungan moril dan materil atas upaya mewujudkan negara Palestina merdeka. Ia juga mengingatkan peserta diskusi untuk tidak lupa menagih janji pemerintahan Jokowi-JK untuk merealisasikan janji kampanyenya dulu untuk mendukung kemerdekaan Palestina secara utuh.

Demikian disampaikan Dito pada diskusi publik bertajuk Palestina Merana, Indonesia Harus Bagaimana? di Kampus Vrije Universiteit Amsterdam, Senin (31/7) yang terselenggara atas kerja sama PPI Amsterdam, ILUNI UI, dan KMNU Belanda.

Mahasiswa NU Belanda Tagih Janji Kampanye Jokowi-JK Soal Nasib Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU Belanda Tagih Janji Kampanye Jokowi-JK Soal Nasib Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU Belanda Tagih Janji Kampanye Jokowi-JK Soal Nasib Palestina

Ia menekankan pentingya peran bangsa Indonesia dalam membantu penyelesaian konflik. Selain karena mayoritas bangsa Indonesia adalah Muslim yang harus membantu saudara Muslimnya di Palestina, bangsa Indonesia dalam konstitusinya juga dengan tegas menyatakan bahwa penjahajan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan keadilan.

Shautus Salam

“Melalui forum ini, saya juga ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk sama-sama menyatukan suara menagih janji kampanye pemerintahan Jokowi-JK untuk mendukung sepenuhnya kemerdekaan negara Palestina, janji kampanye ini harus dibuktikan dengan langkah politis dan diplomatis yang jelas dan tersistem,” kata Dito.

Pada forum ini, ia menjelaskan kondisi dan suasana konflik yang saat ini tengah terjadi di Israel-Palestina. Ia mengajak para peserta diskusi untuk sama-sama melihat konflik Israel-Palestina bukan semata-mata konflik antaragama, tetapi lebih pada konflik kemanusian.

Shautus Salam

Menurutnya, serangan-serangan Israel atas Palestina merupakan penjajahan tersistem di era modern.

“Saat kita telah sama-sama memahami konflik ini sebagai konflik kemanusiaan, di mana ada sekelompok manusia yang sedang berjuang untuk mendapatkan hak-hak kemanusiaan dan kebebasanya yang terampas (baca: Palestina), maka yang akan bertanggung jawab untuk meredam hingga menyelesaikan konflik ini adalah seluruh umat manusia, tidak terbatas pada segmentasi satu agama maupun negara,” kata Dito.

Hadir sebagai narasumber aktivis Lakpesdam NU Belanda Hadi Rahmat Purnama (Kandidat Ph.d bidang Transnational Legal Studies, Faculty of Law, Vrije Universiteit Amsterdam) dan Ketua KMNU Belanda Dito Alif Pratama (Kandidat Master bidang Peace, Trauma and Religion, Vrije Universiteit Amsterdam). Forum ini dimoderatori oleh Abdullah Muslich Rizal Maulana (Kandidat Master bidang interreligious studt, Vrije Universiteit Amsterdam). (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Syariah Shautus Salam

Gus Dur is Somebody, Dipuja dan Dibenci

Jakarta, Shautus Salam. Gus Dur memang kontraversial, apa yang dikatakan seringkali menimbulkan polemik dikalangan masyarakat. Situasi ini telah menunjukkan keberadaan dan sikap Gus Dur penting untuk ditanggapi, baik atas dukungan dari mereka yang mencintai atau kritikan dari mereka yang membenci.

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi berpendapat Gus Dur adalah Somebody, tak ada orang yang bersikap netral terhadap Gus Dur, semua orang memperhitungkan keberadaannya.

Gus Dur is Somebody, Dipuja dan Dibenci (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur is Somebody, Dipuja dan Dibenci (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur is Somebody, Dipuja dan Dibenci

“Gus Dur adalah somebody, langka orang yang mendapat posisi seperti itu, sementara sebagian besar kita adalah nobody, keberadaannya tidak diperhitungkan,” katanya dalam diskusi buku tentang Gus Dur akhir pekan lalu.

Shautus Salam

Buku yang membahas tentang Gus Dur juga sudah sangat banyak, tapi sebagian besar hanya mengambil satu sisi pemikiran Gus Dur, atau kalau melihatnya secara komprehensif, ya hanya bersifat highlight saja.

Shautus Salam

“Gus Dur adalah manusia ide, gagasan bukan hanya mengartikulasikan gagasan yang ada, tetapi mengemukakan ide yang belum pernah dikemukakan orang lain. Sebagian besar orang kan komentator ide, sekedar mengomentari, ini juga penting, tetapi orisinalitas ide belum tentu dimiliki orang lain,” tambahnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga tahapan dalam pemikiran Gus Dur, yaitu gagasan, aksi dan institusionalisasi. Ia merupakan orang yang sangat kaya dengan ide, gagasannya mengejutkan, aksi politiknya juga luar biasa. Orang yang paling membenci bisa ditaklukkan dalam waktu singkat, seolah-olah tak ada jarak apa-apa,

Sayangnya, yang kurang adalah upaya institusionalisasi dari gagasan yang dimiliki. Ini merupakan ladang garapan yang masih sangat luas. Dilingkungan NU, ia pemimpin yang menandai titik balik khittah 1926, gagasannya luar biasa dan aksi pemihakan pada masyarakat juga luar biasa.

“Tetapi sebagai institusi, NU belum sempat dibangun sebagaimana gagasan menghendakinya. Jadi inventarisasi gagasan kurang, di PKB juga begitu, gagasan, pemikiran, politiknya luar biasa, aksinya juga kita tahu, tapi institusionalisasinya yang kurang,” terangnya. 

Aspek lain adalah Gus Dur merupakan tipe pemimpin yang one man show, semuanya berpusat pada dia. Ini sebenarnya bukan hal yang aneh mengingat dalam masyarakat NU, yang masih menjunjung tinggi kharisma pribadi.

“Masyarakat NU digerakkan oleh kharisma, bukan gagasan. Karena itu sebagian besar kita kalau disuruh berangkat ke utara tidak menanyakan mengapa ke utara, yang terjadi karena beliau menyuruh ke utara. Samikna waatokna, ini  kata-kata luara biasa, tak ada kritik dan internalisasi, perintah ditangkap langsung ke hati, tidak ada proses penalaran,” paparnya.

Ini menurutnya bukan persoalan sederhana kalau mau melakukan transformasi, NU ditangannya secara gagasan semua menyambut gagap gempita, tetapi NU sebagai institusi belum tertata.

Karena itu, kalau mau melanjutkan perjuangan Gus Dur, maka yang dilakukan adalah melakukan interpretasi, memperkaya gagasannya, tetapi yang lebih penting lagi adalah melakukan institusionalisasi dari ide-ide tersebut.

“Kalau institusionalisasi ini berhasil dilakukan, Gus Dur betul-betul masyaallah. Membangun institusi yang kompatible dengan gagasan kebangsaan, keislaman dan kemanusiaan, ini tidak mudah,” tandasnya.

Dijelaskannya, membangun organisasi yang sehat merupakan sesuatu yang berat, ada pengaruh personal yang kuat, kewibawaan masih bersifat personal, kesetiaan pada pemimpin bukan karena idenya, tetapi karena wibawanya, kharismanya. Ketika tidak ada proses transformasi, maka organisasi tidak ada pernah kuat. Organisasi baru kuat kalau seluruh konstituen meleburkan keakuannya kedalam kekitaan.

“Dalam masyarakat tradisional, “akunya” banyak yang gede. Ini menghambat terjadinya penguatan organisasi, NU ini terdiri dari “aku-aku” dan masing-masing independent,” imbuhnya.

Namun demikian, ini bukan hal yang mustahil untuk dirubah, asal dengan keteladanan, ini adalah sebuah revolusi budaya agar bisa berhasil dimasa mendatang, karena kalau tidak organisasi akan selalu dalam posisi lemah diantara individu-individu. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Syariah, Nusantara, AlaSantri Shautus Salam

Sabtu, 28 Oktober 2017

Tahun Politik, NU Jangan Mudah Di-"itik-itik"

Tegal, Shautus Salam. Posisi NU sebagai lembaga selalu menarik dijadikan ‘kuda troya’ kesuksesan seseorang dalam meraih jabatan politik. NU selalu dijadikan tunggangan oleh pribadi-pribadi yang berasal dari partai politik apapun.

Untuk itu, NU jangan mudah di‘itik-itik’ (kelitik) agar kelihatan senang yang pada akhirnya hanyalah untuk kebesaran partai politik dengan menjual-jual NU.

Tahun Politik, NU Jangan Mudah Di-itik-itik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Politik, NU Jangan Mudah Di-itik-itik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Politik, NU Jangan Mudah Di-"itik-itik"

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Habib Ali Zaenal Abidin yang juga Mutasyar PCNU Kota Tegal saat memberikan sambutan acara pengajian halal bihalal dan jelang seabad NU, di halaman SMA NU Kota Tegal, Kamis malam (5/9).

Habib Ali menyayangkan tokoh-tokoh muda NU yang menggelar pengajian NU tetapi tidak murni pengajian karena diboncengi kekuatan politik tertentu. “Jangan sampai pengajian NU keluar dari koridornya dengan diboncengi politik, ” kata Habib Ali dengan nada keras.

Shautus Salam

Ketua PCNU Kota Tegal Dr Abdal Hakim Tohari menandaskan, bahwa NU itu menganut paham politik kebangsaan. NU ada di mana-mana dan tidak ke mana-mana.

Tapi yang jelas, siapapun ng Nahdliyin (warga NU) yang berkiprah di politik harus kita dukung bila memenuhi dua persyaratan khusus, yakni pertama harus berakhlakul karimah dan kedua yang mampu memberi manfaat bagi kelestarian dan pengembangan ahlussunah wal jamaah.

Shautus Salam

Menyosong se abad NU, lanjutnya, tradisi dan amaliyah NU harus terus disosialisasikan kepada generasi muda. Sebab banyak yang kurang paham seperti halal bihalal, manakib, barzanji, mitoni dan lain-lain. “Kita harus pertahankan dengan mensosialisasikan dan pengamalan yang terus menerus kepada generasi muda,” tuturnya.

PCNU Kota Tegal, kata Abdal, merasa sangat gelisah terhadap generasi muda sekarang yang banyak meninggalkan amaliyah NU. Seperti halal bihalal, meski jaman sudah modern tetapi tidak bisa digantikan dengan fasilitah handphone. HP tidak cukup mewakili karena yang meminta dan yang dimintai maaf tidak sesuai dengan keadaan hati yang sesungguhnya. “Sangat kering, untuk melihat keikhlasannya,” kata Abdal yang juga direktur RSUD Kardinah Brebes. (Wasdiun/Amin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Syariah Shautus Salam

Jumat, 27 Oktober 2017

Kisruh DPD, PBNU: Pilihannya Dua, Diperkuat atau Bubarkan Sekalian

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Hukum Robikin Emhas menilai, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) seharusnya menjadi sarana untuk memperkuat partisipasi daerah di dalam proses agregasi ide dan legislasi di tingkat nasional, serta melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pembangunan daerah, selain fungsi budgeting.?

"Kalau kewenangan yang dimiliki masih seperti yang sekarang, maka DPD sulit untuk memperkuat dan menyalurkan aspirasi-aspirasi daerah," ujar alumni Ponpes Gading Pesantren ini.

Terkait hal ini, ia mengajukan dua opsi, yaitu memperkuat kewenangan DPD atau menghapusnya sekalian.

Kisruh DPD, PBNU: Pilihannya Dua, Diperkuat atau Bubarkan Sekalian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisruh DPD, PBNU: Pilihannya Dua, Diperkuat atau Bubarkan Sekalian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisruh DPD, PBNU: Pilihannya Dua, Diperkuat atau Bubarkan Sekalian

“Kalau DPD seperti yang sekarang ya DPD tidak bisa powerfull. Kalau diperkuat, diperkuat sekalian. Perkuat dan perluas kewenangan DPD agar kepentingan daerah terlayani dengan baik. Kalau tidak, bubarkan sekalian,” jelasnya kepada Shautus Salam di Gedung PBNU, Selasa (4/4).

Terkait kisruh pemilihan pimpinan DPD belakangan ini, ia sangat prihatin dan menyayangkan. Baginya, keributan ini adalah hasil tarik ulur dari dua kekuatan yang ada terkait dengan posisi pimpinan DPD. ?

Shautus Salam

Awalnya, kedua kelompok melakukan kompromi dengan membagi masa kepemimpinan DPD menjadi dua tahun setengah–dua setengah tahun untuk kelompok yang sana dan dua setengah tahun selanjutnya untuk kelompok yang lain.?

Namun, di akhir-akhir masa kepemimpinan, ada yang mengajukan judicial review terhadap Tata Tertip dimaksud dan Mahkamah Agung (MA) tiba-tiba membatalkan Tata Tertib tersebut. Maka terjadilah kisruh yang memalukan itu.?

Robikin mempertanyakan akan hal ini. “Lalu bagaimana setelah lahirnya putusan Mahkamah Agung akan hal itu?” katanya.

Ia mengatakan, antara putusan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi itu berbeda. Keputusan Mahkamah Konstitusi tentang judicial review bersifat final and binding (putusan terkahir dan mengikat), sehingga bisa langsung dilaksanakan. Sementara, putusan Mahkamah Agung adalah berupa perintah agar norma yang diuji di MA itu dicabut dan ditetapkan peraturan yang baru. ?

Shautus Salam

“Saat ini belum ada pencabutan yang dilakukan paripurna. Oleh karena itu maka aturan lama yang masih tetap berlaku dan pemilihan pimpinan dengan Tatip yang ada menjadi keharusan hukum,” urainya.

“Oleh karena itu tidak perlu ribut-ribut,” lanjutnya.

Adapun terkait dengan semakin maraknya anggota DPD yang berasal dari partai politik, Robikin menyayangkan akan hal itu. “Harusnya yang seperti ini tidak dilakukan oleh teman-teman anggota DPD,” ulasnya.

Ke depan, ia mengusulkan agar ada aturan yang jelas dan tegas terkait dengan larangan anggota DPD untuk menjadi anggota partai politik, apalagi menjadi pengurus.

“Jika sudah terpilih menjadi anggota DPD dan kemudian menjadi anggota partai politik, apalagi pengurus, maka itu merupakan syarat yang sempurna untuk gugurnya sebagai anggota DPD,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Lomba, Syariah, Pahlawan Shautus Salam

Kamis, 26 Oktober 2017

M. Rafly, Pemain Liga Santri Perkuat Timnas U-19

Jakarta, Shautus Salam?



Pada peluncuran penyelenggaraan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017, di gedung PBNU, Jakarta, Kamis malam (27/7) nama Muhammad Rafly disebut-sebut ketua penyelenggara. Bahkan, ada satu sesi memperlihatkan video dia di lapangan. Video tersebut disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, perwakilan dari PSSI Danurwindo dan hadirin lain. ? ?

M. Rafly, Pemain Liga Santri Perkuat Timnas U-19 (Sumber Gambar : Nu Online)
M. Rafly, Pemain Liga Santri Perkuat Timnas U-19 (Sumber Gambar : Nu Online)

M. Rafly, Pemain Liga Santri Perkuat Timnas U-19

Muhammad Rafly adalah salah seorang pemain LSN yang masuk ke Timnas usia 19 tahun. Ia diseleksi Stadion Bea Cukai Jakarta Timur, sejak Sabtu-Ahad (11-12/3) ? yang ditangani pelatih Indra Sjafri.

Ia berasal dari kesebelasan Pondok Pesantren Al-Asy’ariyah Tangerang. Pada musim kempetisi LSN 2016 merupakan pencetak gol terbanyak dari ribuan pemain lain sejak awal kompetisi tahun itu bergulir.

Meski hanya mampu membawa timnya pada urutan ketiga di seri nasional, Rafly mampu menyarangkan 15 gol ke gawang lawan-lawannya. Capaian tertinggi dari pemain mana pun. ? ?

Menurut Ketua LSN 2017 KH Abdul Ghofarrozin, LSN adalah upaya untuk mencari bibit-bibit unggul dan mencetak pesepak bola profesional dalam bidang sepak bola yang berasal dari pesantren.?

Shautus Salam

“Dari LSN ada pemain yang dipanggil oleh pelatih Indra Sjafri untuk mengikuti selekti Timnas Garuda Muda,” ucapnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Pesantren, Syariah Shautus Salam

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Tangerang Selatan, Shautus Salam - Direkur Eksekutif Islam Nusantara Center (INC) Ahmad Ginanjar Sya’ban menerangkan dua tujuan penganugerahan Santri of The Year. Pertama, agenda ini diadakan untuk menemukan dan menampilkan tokoh atau figur santri yang telah memberikan sumbangsih berupa gagasan inovatif dan kerja serta karya dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

“Kedua, mampu membangkitkan motivasi dan dapat memberikan keteladanan generasi bagi generasi muda serta masyarakat umum untuk lebih giat membangun bangsa dan negaranya,” kata Ginanjar saat acara peluncuran penganugerahan Santri of The Year di Kantor INC Ciputat Tangerang Selatan, Sabtu (19/8).

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Menurutnya, hingga hari ini santri masuk dan mengisi ruang-ruang dalam berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan sosial, keagamaan, pers, media, militer, politik bahkan hingga ke parlemen dan pemerintah. Tidak sedikit dari mereka yang mengharumkan nama santri.

Shautus Salam

Oleh karena itu, lanjut Ginanjar, dalam rangka hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2017, maka INC mengadakan agenda Santri of The Year.

Sementara itu, salah satu inisiator INC Zainul Milal Bizawie menegaskan, mereka yang mendapatkan Santri of The Year bukanlah orang yang paling hebat di antara lainnya, tetapi mereka adalah yang mampu memberikan inspirasi kepada orang lain.

Shautus Salam

Ia berharap, ke depan agenda ini akan menjadi sebuah penghargaan yang bergengsi dan kredibel sehingga ini bisa menjadi sebuah indikator bahwa santri memiki banyak kemampuan dan keterampilan di luar bidang keagamaan.

“Sehingga yang lain tahu bahwa santri tidak hanya sarungan saja,” ucapnya.

Ada dua belas kategori nominasi yang dipilih untuk mendapatkan penghargaan, yaitu Santri Inspirasi Bidang Seni dan Budaya, Santri Inspirasi Bidang Pendampingan Umat (Dakwah), Santri Inspirasi Bidang Pendidikan, Santri Inspirasi Bidang Wirausaha, Santri Inspirasi Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintah, Pesantren Salaf Inspiratif, Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Enterpreneur Inspiratif, Santri Berprestasi Tingkat Internasional, Pahlawan Santri, Santri Mengabdi Sepanjang Hayat, dan Mahasantri Bhakti Negeri.

Polling akan dilakukan di di akun resmi Twitter Islam Nusantara Center @IslamNusantaraC. Selain itu, panitia juga akan terjun ke lapangan untuk menyebarkan angket atau keusioner ke pesantren-pesantren yang belum aktif menggunakan medsos agar mereka bisa mengusulkan nama-nama yang sesuai dengan kategori nominasi.

Masyarakat bisa menyetorkan nama-nama tokoh santri yang layak mendapatkan penghargaan tersebut berserta sesuai dengan kategori dan alasannya ke akun media sosial Islam Nusantara Center @islamnusantaracenter (IG) @IslamNusantaraC (Twitter), 081384478968 (WhatsApps). (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nahdlatul Ulama, Syariah Shautus Salam

Selasa, 03 Oktober 2017

Arab Saudi, Uang Minyak, dan Wahabisme

Oleh M. Kholid Syeirazi

Saya mencermati apa yang sedang terjadi di Arab Saudi dan kabar itu datang juga. Negeri ini paling mentereng di Timur Tengah dan masih tegak berdiri di antara peradaban Arab yang koyak setelah Arab Spring. Pendapatannya 87 persen dipasok dari minyak, sisanya dari sektor lain terutama devisa haji dan umrah.

Dia pemilik cadangan minyak terbesar kedua di dunia setelah Venezuela, pemilik cadangan gas terbesar rangking lima setelah Iran, Rusia, Qatar, Turkmenistan, dan Amerika. Dia kelola cadangan migasnya sendiri melalui Saudi Aramco. Banyak konsultan berspekulasi, Aramco adalah perusahaan minyak tertutup dengan aset terbesar di dunia. 

Arab Saudi, Uang Minyak, dan Wahabisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Arab Saudi, Uang Minyak, dan Wahabisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Arab Saudi, Uang Minyak, dan Wahabisme

Dengan uang minyak, Kerajaan menjalankan pemerintahan dengan cara tertutup dan mengusung Wahabisme sebagai ideologinegara. Mereka tidak perlu pajak rakyat, sebaliknya rakyat tidak perlu tahu urusan pemerintah.

 

What right do they have when they pay no taxes and when the government provides all the needed services” (Apa hak rakyat wong mereka tidak bayar pajak dan pemerintah memenuhi semua kebutuhan mereka), demikian kata pejabat Saudi menjawab pertanyaan Valeria Marcel, penulis buku Oil Titans

Shautus Salam

Uang minyak memungkinkan Kerajaan mengekspor Wahabisme ke seluruh dunia melalui pendirian lembaga pendidikan dan tempat ibadah, termasuk Indonesia. Arabian style sekarang menjamur di kalangan anak muda Tanah Air.  Gaya itu diyakini lebih dekat dengan Islam dan sunnah Nabi. 

Sampai akhirnya harga minyak anjlok pada tahun 2014. Biaya pokok produksi minyak Saudi memang rendah, tetapi mereka perlu harga minyak tinggi, idealnya US$100-an per barel, agar dapat menggenjot pendapatan dan pembangunan. Harga terpuruk membuat APBN Kerajaan terpukul. 

Anggaran negara defisit 366 miliar riyal tahun 2015 dan 297 miliar riyal tahun 2016. Kerajaan menempuh sejumlah langkah, antara lain memangkas subsidi energi, memotong gaji pegawai, menggalang pinjaman asing, melepas saham minor Aramco, dan menjalankan program reformasi fiskal. 

Shautus Salam

Atas saran IMF, Kerajaan mendeversifikasi penerimaan dengan menerapkan pajak. Kerajaan akan memungut  pajak pertambahan nilai (VAT) sebesar 5 persen untuk beberapa jenis barang mulai tahun 2018.

Pajak adalah instrumen demokratis untuk mendorong keterbukaan politik. Imbal balik dari pungutan pajak adalah tax payers berhak tahu apa yang dikerjakan pemerintah. Kebutuhan terhadap dana asing dan pajak rakyat mengharuskan keran keterbukaan dibuka. Pada saat bersamaan, Kerajaan jatuh kepada Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Keduanya dikenal moderat dan open-minded

Sang Putra Mahkota inilah yang kemarin mengejutkan dunia dengan pernyataannya yang mencela ideologi keagamaan konservatif yang dianut Kerajaan selama 30 tahun dan berniat meretas jalan Islam moderat. Di hadapan investor yang berkumpul di Riyadh (24/10), Putra Mahkota menegaskan tidak akan membuang waktu 30 tahun untuk memerangi pikiran-pikiran ekstrem. “We will destroy them now and immediately” (Kita akan hancurkan mereka sekarang dan segera!). Baca: I will return Saudi Arabia to moderate Islam, says crown prince.

Sebelumnya, dalam lawatan ke Rusia bersama Raja Salman (9/10), Menteri Luar Negeri Adel Al-Jubeir mengatakan pemerintah telah memecat beberapa ribu imam radikal dari kegiatan masjid karena menyebarkan ekstremisme. “We will not let anyone spread the ideology of hatred, to finance that kind of ideology or terrorism.” (Kami tidak akan membiarkan siapapun menyebarkan ideologi kebencian, untuk membiayai ideologi atau terorisme semacam itu). Baca: Thousands of extremist imams fired in Saudi Arabia: Foreign Minister Adel Al-Jubeir.

Sekarang yang perlu diperhatikan adalah bagaimana nasib proyek Wahabisme di dunia? Sudah menjadi rahasia umum, uang Saudi berlumuran dalam penyebaran militansi dan radikalisme yang ditempa oleh paham keagamaan radikal dan skripturalis ala Wahabi. Gairah beragama puritan dan skripturalis kini banyak diminati anak-anak muda di tanah air. Celana congklang dan jenggot adalah ciri khas mereka. 

Mereka berkumpul di sejumlah tempat, aktif menggelar kajian dan menyebarkannya melalui piranti-piranti media sosial. Ustadz-ustadz mereka mencurahkan waktu sepenuhnya untuk mengajar, pengikutnya dari kalangan profesional dan kelas menengah kota. Sebagaimana terpotret dari berbagai survei, perkembangan mereka yang pesat belakangan tidak lepas dari perjuangan bertahun-tahun, dengan dukungan dari sejumlah negara Timur Tengah  sebagai penyandang dananya. 

Sekarang Arab Saudi berniat menyetop radikalisme dan berhenti membiayai penyebaran ideologi kebencian. Kalau benar, berarti tidak akan ada uang lagi untuk mengekspor Wahabisme. Arab Saudi kini memusuhi Qatar yang dituduh masih membiayai proyek ekstremisme. Apakah lantas kiblat Wahabisme akan bergeser dari Arab Saudi ke Qatar? Perkembangan lanjut layak dicermati untuk melihat geopolitik Timur Tengah dan imbasnya terhadap gerakan Islam di Tanah Air.  

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU).

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Syariah Shautus Salam

Kamis, 21 September 2017

Tiga Kategori Muslim di Amerika

Yogyakarta, Shautus Salam . Ada tiga kategori kaum Muslim yang tinggal di Amerika: isolasi, asimilasi, dan integrasi. Ketiga jenis tersebut masing-masing memiliki tantangan yang berbeda.

Pendapat ini disampaikan Jawad Bayat dalam diskusi "Islam in America" yang diselenggarakan AIFIS (American Institute for Indonesian Studies), awal Juli 2014 lalu, di Masjid Rahmatan lil Alamin, Yogyakarta.

Tiga Kategori Muslim di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Kategori Muslim di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Kategori Muslim di Amerika

Jawad Bayat adalah mahasiswa S2 di Hartford Seminary, Amerika. Dia merupakan generasi pertama yang lahir di Amerika dari keluarga Afganistan yang melakukan migrasi di Amerika pada tahun 1981 karena kondisi keamanan di Afganistan.

Shautus Salam

Kategori pertama isolasi, merujuk kepada kaum Muslim di Amerika di mana mereka hanya bergaul dengan sesama kaum Muslim dari negara asal mereka datang. Misalnya Muslim Indonesia yang hanya bergaul dengan sesama Muslim yang berasal dari Indonesia.

Shautus Salam

Dalam kehidupan sehari-hari, mereka menjaga jarak dengan warga Amerika lainnya. Dengan kondisi demikian, mereka dapat dikatakan kelompok Muslim yang eksklusif. Tantangan yang mereka hadapi adalah pergaulan mereka sangat terbatas karena hanya mengenal dari kelompok yang berasal dari negara yang sama.

Kategori kaum Muslim yang kedua adalah asimilasi. Kelompok ini biasanya berasal dari kalangan remaja dan muda lainnya. Mereka bergaul dengan kalangan remaja dan muda Amerika, bahkan mereka juga ikut pesta dan pergi ke diskotik sebagaimana yang dilakukan anak-anak muda Amerika. Persoalan yang dihadapi oleh kelompok ini adalah mereka cenderung meninggalkan kewajiban-kewajiban dalam Islam, seperti shalat.

Sedangkan kategori kaum Muslim yang ketiga adalah integrasi yang merujuk kepada kaum Muslim yang mampu bergaul dengan warga Amerika pada umumnya tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim atau Muslimah. Kelompok ini biasanya berasal dari kalangan Muslim kelas menengah yang memiliki tingkat pendidikan dan ekonomi yang baik.

Diskusi yang dihadiri sekitar 70 peserta ini mendapat banyak respon. Salah satu peserta perempuan bertanya bagaimana kondisi kaum Muslimah di Amerika, apakah ada halangan dalam menggunakan jilbab. Jawad menjawab bahwa Pemerintah Amerika memberikan kebebasan kepada seluruh pemeluk agama termasuk Islam untuk menunjukkan identitas keagamaan.

Bagi kaum Muslimah diperbolehkan untuk tidak menggunakan jilbab. Apabila ada seseorang atau kelompok yang memaksa kaum Muslimah untuk menggunakan jilbab, Muslimah tersebut dapat melapor kepada polisi dan polisi akan menangkap pihak yang melakukan pemaksaan tersebut. (M Chozin/Mahbib)

Foto: Jawad Bayat dari Hartford Seminary, USA bersama santri Ponpes Krapyak Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Syariah, Pahlawan Shautus Salam

Sabtu, 26 Agustus 2017

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia

Jakarta, Shautus Salam 

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Ketua Lembaga Kesehatan PBNU periode 2010-2015 Dr. dr. Imam Rasjidi, SpOG (K) Onk tutup usia di Jakarta, Selasa malam (10/10). 

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahnya, diampuni salah dan khilafnya, dan keluarga besarnya diberi keikhlasan dan ketabahan menerimanya. Amin. (Red: Abdullah Alawi)

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Syariah, Pemurnian Aqidah, Pertandingan Shautus Salam

Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock