Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Ketua PBNU Resmikan MWC NU Sukoharjo

Wonosobo, Shautus Salam. Merupakan kebanggaan tersendiri bagi pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC) NU Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Sebab Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Agil Siroj secara langsung meresmikan Gedung MWC NU Sukoharjo, Jumat (6/9).

Ketua PBNU Resmikan MWC NU Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU Resmikan MWC NU Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU Resmikan MWC NU Sukoharjo

Acara peresmian berlangsungn meriah karena dihadiri oleh ketua beserta pengurus PCNU Wonosobo, ? MWC NU Sukoharjo dan Ranting serta para ulama, kiai, dan warga NU.?

Gedung MWC ? tersebut berdiri di dalam kompleks Kecamatan Sukoharjo dan berada di poros jalan utama, dibangun atas swadaya warga Nahdiyin. Pembangunan kantor cabang ini sangat monumental karena merupakan kantor pertama yang dibangun oleh MWC NU Sukoharjo dan memiliki tiga lantai. ?

Shautus Salam

Peresmian Gedung MWC NU Sukoharjo secara simbolik, dibuka dengan penandatanganan yang dilakukan oleh Ketua Umum yang disaksikan oleh Ketua PCNU, Pengurus MWC dan tamu undangan.?

Pada kesempatan itu Kiai Said menyampaikan ke depan NU harus lebih memperkuat kelembagaan NU sebagai jam’iyyah keagamaan serta jam’iyyah kemasyarakatan. Sebab NU bukanlah perkumpulan politik maupun perkumpulan milik pemerintah melainkan perkumpulan masyarakat.?

Shautus Salam

“Struktur kepengurusan NU harus dapat berfungsi efektif dengan menggunakan manajemen modern dengan tetap memelihara kultur dan tradisi yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan nafas dan budaya NU. Karena NU itu adalah perkumpulan masyarakat yang mampu menjembatani masyarakat,” katanya.

Selain itu, Ia juga menghimbau warga NU untuk memperkuat pendidikan Islam sebagai pilar pembangunan bangsa. Karena berbagai kebijakan, komitmen, dan regulasi sangat mendukung serta memberi kesempatan yang besar kepada masyarakat untuk berpartisipasi di dalam dunia pendidikan.

Gedung MWC NU berlantai tiga yang cukup megah itu rencananya akan digunakan untuk berbagai aktifitas Nahdliyin di lingkungan MWC Sukoharjo. Untuk lantai pertama rencananya digunakan sebagai koperasi, kemudian lantai dua digunakan untuk kesekretariatan dan lantai tiga digunakan untuk pertemuan.?

Disebutkan pula, pembangunan gedung MWC NU Sukoharjo yang baru saja diresmikan itu ditargetkan akan menghabiskan biaya hingga Rp2 miliar. Hingga diresmikan, sudah menghabiskan biaya sekitar Rp1,5 miliar.?

“Semua biaya pembangunan gedung MWC NU Sukoharjo itu resmi dari sumbangan Nahdliyin di Sukoharjo dan beberapa donatur,” jelas Khamim Fadhol Ketua MWC NU Sukoharjo.?

Untuk sumbangan yang diberikan oleh warga, Kata Khamim mereka menyumbang secara ikhlas hanya melalui surat. Cara itupun terbilang efektif karena pembangunan mulai tahun 2006 hingga 2013 ini bisa berjalan lancar.?

“Untuk lahannya juga sumbangan atau iuran warga, total harga lahan saja Rp 175 juta,” jelasnya. (Fathul Jamil/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Fragmen, Khutbah, News Shautus Salam

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis

Jakarta, Shautus Salam?



Pelukis Nabila Dewi Gayatri mengaku punya pengalaman saat melukis KH Muslim Rifa’i Imampuro atau Mbah Liem. Ia mengalami keadaan yang sangat senang hingga tertawa-tawa sendirian saat menggoreskan koas ke kanvasnya.?

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis

“Saya mengalami ? suka yang belum pernah saya alami. Ketawa sendiri, sueneng, dan cepet selesai. Saya merasa bahagia, ngakak-ngakak,” katanya di Grand Sahid Jaya, Jakarta Sabtu (13/5) pada pameran karya tunggalnya bertajuk Sang Kekasih. Pameran dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj Senin (8/5) itu, berakhir Ahad (14/5).

Saat melukis kiai dari Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, Klaten, Jawa Tengah itu, ia mengaku dengan cepat menemukan karakter lukisannya. Hingga proses melukisnya pun terbilang cepat daripada kiai-kiai lain.?

Pelukis kelahiran Gresik, Jawa Timur, pada 1969 itu mengaku, pada masa kecilnya pernah diajak ayahnya bersilaturahim kepada Mbah Liem. Saat dewasa, Nabila pernah juga bertemu kiai itu di PWNU Jawa Timur.?

Shautus Salam

Pada pertemuan itu, Mbah Liem bertanya kepadanya, “Koe iseh nabuh beduk? Masih suka gambar? Nyanyi?” tanyanya kepada Nabila yang memang selain melukis juga senang menabuh drum, yang dalam istilah Mbah Liem menabuh beduk, serta menyanyi.?

“Masih,” jawab Nabila saat itu.?

“Yo wis, Berkah, berkah, berkah...” lanjut Mbah Liem.?

Menurut Nabila, sosok Mbah Liem menjadi bagian dari pameran untuk mengingatkan orang kepada salah satu sifatnya yang memiliki kepedulian tingkat tinggi kepada fakir miskin.?

Shautus Salam

Pelukis jebolan Jurusan Aqidah Filsafat Al-Azhar, Kairo, Mesir itu menambahkan, dengan melukis Mbah Liem, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Abdurrahman Wahid, Kiai Abbas Buntet dan kiai lain, ia berharap, orang yang melihatnya akan mengingat jasa dan teladan mereka.?

Menurut Ali Mahbub pada tulisannya yang dimuat di Shautus Salam, Mbah Liem mengajarkan santri dengan ilmu hal atau memberi contoh langsung. Ajaran-ajaran Mbah Liem tersebut yaitu:

1. “Nguwongke uwong, gawe legane uwong.” Mbah Liem selalu menghargai dan menerima setiap orang dengan segala potensi dan niat baiknya. Kalaupun kita tidak membutuhkan, mungkin manfaatnya bisa dirasakan keluarga, tetangga atau msyarakat kita. Contohnya setiap kali ada tamu, baik pejabat maupun tokoh yang lain, Mbah Liem selalu menyambut dengan hangat siapa pun orangnya dan Mbah Lim tidak lupa memberikan ruang interaksi untuk mendekatkan pejabat/tokoh dengan masyarakat.

2. “3 T“: titi–tatak–tutuk. Mbah Liem mengajarkan saat melaksanakan setiap tugas dalam hidup, haruslah titi (cermat, teliti dan selektif), tatak (legowo, sabar), sehingga tutuk (sampai, selesai dengan hasil yang memuaskan).

3. “3 K “: kuli-kiai-komando. Setiap santri haruslah mampu memerankan diri sebagai kuli (siap bekerja keras), kiai (siap mengamalkan ilmu dan berdoa), komando (siap menjadi pemimpin yang piwai mengambil keputusan, bijak serta berwibawa)

4. “Kita harus tegak, tegas dan tegar selama benar.“ Setiap melaksanakan kebenaran, kita harus tegak (penuh keyakinan, tidak goyah oleh pengaruh apa pun), tegas (tak kenal kompromi terhadap pelanggaran aturan), tegar (ikhlas, sabar).

5. “3 R “: rampung bangunane – rame jama’ahe – rukun masyarakate “. Dalam mendirikan sarana apa pun, ada 3 hal yang harus diupayakan yakni “rampung bangunane“ (bisa terwujud ), rame jama’ahe (berfungsi dan dibutuhkan para pemangku kepentingan ), rukun masyarakate (menjadi sumber kedamaian dan perekat persatuan).

6. “Aja mung benteng ulama, ning nahnu anshorullah, masyriq-maghrib “ di samping perannya sebagai benteng ulama, Banser seharusnya mampu menjalankan peran yang lebih luas di seluruh permukaan bumi, dalam bingkai “nahnu anshorulloh”.

7. “ 3 S “: ? shalat-sinau-sungkem. Maksudnya “shalat“, seorang santri harus tekun beribadah, prihatin dan berdoa. Sinau,? santri harus belajar terus menerus. “Sungkem“ santri harus mempunyai akhlak yang mulia, tahu sopan santun, tawadhu’ pada kiai/guru.

8. “ 2 B“: berhasil-berkah. Dalam mencapai cita-cita/usaha harus mempunyai komitmen yang kuat agar tercapai yang di inginkan.” Berkah “setiap cita-cita/ usaha harus di mulai dengan niat ibadah (niat baik) agar mendapat keberkahan dari Allah SWT.

9. “Dadi uwong ki ojo gur mangan terus tapi yo ngising barang” (Jadi orang itu jangan hanya makan aja tapi ya buang air besar juga). Kita tidak boleh hanya melulu mencari harta terus, tapi kita juga harus rajin bersedekah.

(Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, PonPes, Doa Shautus Salam

Senin, 26 Februari 2018

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila

Jakarta, Shautus Salam

Mantan ketua Dewan Pers Indonesia Bagir Manan menyerukan kepada pihak-pihak yang mengklaim dirinya sebagai media Islam untuk tidak melupakan lingkungan sekitarnya. Selain mematuhi aturan yang ada, mereka dituntut untuk memperhatikan negara tempat mereka hidup.

Bagir mengingatkan wacana yang digulirkan pun hendaknya tak mengarah pada isu pengubahan sistem negara Indonesia.

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila

“Tolong jaga, jangan sampai orang mengonfrontasikan Islam dengan Pancasila,” katanya dalam forum Workshop Penyusunan Standar Literasi Media Islam Online, Jumat (21/4) di Hotel Lumire, Jakarta Pusat.

Shautus Salam

Ia sadar bahwa selama ini radikalisme dan berita palsu atau hoax kerap dialamatkan kepada media-media Islam. Citra ini, menurutnya, masih bisa direduksi pelan-pelan dengan cara memperbaiki kualitas media Islam.

“Hendaknya pers Islam menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu, baik mutu intelektual, mutu ekonomi, mutu sosial dan tentu saja mutu keagamaan kita. Jadi jika agama dikatakan rahmatan lil alamin, (jargon itu) betul-betul riil,” paparnya.

Shautus Salam

Menurut Bagir, pers lebih dari sekadar penyampai informasi. Pers juga memiliki fungsi pendidikan, pembentuk atau pengarah opini publik.

Mantan ketua Dewan Pers Indonesia selama dua periode ini juga mengingatkan kepada media-media Islam bila memang benar-benar dimaksudkan sebagai lembaga pers untuk memenuhi standar profesionalisme.

“Standar-standar pers yang baku harus kita perhatikan, cek dan ricek, cover both side, dan sebagainya,” tutur Ketua Mahkamah Agung RI periode 2001-2008 ini.

Terkait media daring yang menjamur sekarang ini, ia berpendapat ada penurunan kualitas khususnya berkenaan dengan tingkat akurasi. Mungkin karena memprioritaskan kecepatan tayang, media online sering tak mengindahkan tingkat validitas isi berita. Kelemahan lain juga ada pada manajemen yang cenderung tidak bagus.

“Tanggung jawab juga bisa rendah. Padahal, satu kali berita muncul, seseorang bisa sudah jadi korban atau diuntungkan,” jelasnya.

Lokakarya ini digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia dan diikuti sejumlah perwakilan media-media Islam, baik elektronik, cetak, maupun daring. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Hadits, Sejarah Shautus Salam

Rabu, 07 Februari 2018

Kini Berkurban di LAZISNU Bisa Lewat Tokopedia

Jakarta, Shautus Salam. Di era digital, di masa segalanya terkoneksi secara online, semua orang semakin mudah dalam berinteraksi dan bertransaksi. Ketua sekaligus Direktur Utama NU Care-LAZISNU, Syamsul Huda, mengungkapkan bahwasanya saat ini semuanya sudah beralih secara online.

“Semuanya sudah online. Zaman sekarang orang tidak repot-repot lagi buat belanja. Kini bisa dilakukan secara online, misalnya lewat Tokopedia,” tutur Syamsul Huda dalam rapat Program Kurban 2017 dengan Tokopedia, Rabu (2/8).

Kini Berkurban di LAZISNU Bisa Lewat Tokopedia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini Berkurban di LAZISNU Bisa Lewat Tokopedia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini Berkurban di LAZISNU Bisa Lewat Tokopedia

Pada rapat yang dilaksanakan di kantor baru Tokopedia, Ciputra World lantai 50, Jakarta Selatan tersebut Syamsul menyatakan, kerja sama ini baik sekali untuk memudahkan para pekurban.

“Semoga dengan kerjasama (program kurban, Red.) ini semakin banyak orang yang mampu berkurban dapat menunaikan kurbannya,” harap Syamsul.

Shautus Salam

Sementara itu perwakilan dari Tokopedia, Adega, menjelaskan bahwa kerjasama Program Kurban 2017 ini selain bertujuan untuk memudahkan pekurban juga untuk menjaring lebih banyak orang untuk berkurban.

“Project ini adalah tahun yang ketiga. Dan sekarang hadir lembaga dari NU, yang tentunya punya jaringan luas. Seperti apa yang disampaikan Pak Syamsul, kami dari Tokopedia juga berharap semoga makin banyak yang semangat menjalankan ibadah kurban,” papar Adega, PIC Program Kurban tahun ini.

Shautus Salam

Adega juga menyampaikan, Program Kurban ini akan diluncurkan pada tanggal 7 Agustus 2017, dengan menggunakan platform www.tokopedia.com/kurban.

“Ya, 7 Agustus semoga bisa launching. Karena, campaign ini memang harus dimulai jauh-jauh hari sebelum perayaan Idul Adha,” kata Adega.

Pada kesempatan siang hari itu, hadir juga Slamet Tuharie selaku Direktur Penyaluran dan Pendayagunaan NU Care-LAZISNU. Sedangkan dari Tokopedia hadir Dini Anindita di bagian Merchant Development dan Karina yang juga PIC Program Kurban 2017. (Wahyu Noerhadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, News Shautus Salam

Sabtu, 03 Februari 2018

Sesal Gus Dur Samakan DPR dengan Anak TK

Solo,? Shautus Salam

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah berkomentar soal kelakuan para anggota DPR, yang menurutnya seperti anak TK. Namun, belakangan Gus Dur menyesal telah menyamakan anggota DPR dengan anak-anak TK.

?

Sesal Gus Dur Samakan DPR dengan Anak TK (Sumber Gambar : Nu Online)
Sesal Gus Dur Samakan DPR dengan Anak TK (Sumber Gambar : Nu Online)

Sesal Gus Dur Samakan DPR dengan Anak TK

“Bukan pula seperti anak playgroup, yang tingkatannya di bawah anak TK” kata tokoh Gusdurian Solo, Hussein Syifa, pada diskusi dalam Peringatan Haul Gus Dur ke-7 di Solo, belum lama ini (30/12).

?

Shautus Salam

Menurut Hussein, Gus Dur menyesal menyamakan para anggota dewan dengan anak TK, karena tidak rela menyamakan sifat sebagian anggota DPR yang busuk dan nakal, dengan sifat anak-anak. "Anak TK itu kan masih suci, jadi tidak layak disamakan dengan kelakuan para anggota dewan yang busuk," tukas dia.

?

Ia menambahkan poin dekrit yang pernah dikeluarkan Gus Dur, sesaat sebelum ia dilengserkan dari jabatan Presiden RI, masih relevan hingga saat ini. "Poin itu antara lain, mengembalikan kedaulatan rakyat, yang akhirnya sekarang presiden dipilih langsung oleh rakyat," ungkapnya.

?

Shautus Salam

Sayangnya, sebelum dekrit tersebut terlaksana, Gus Dur justru dilengserkan dengan dalih sebuah tuduhan yang tidak pernah terbukti hingga sekarang.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News Shautus Salam

Lantik PW Jabar, ASBIHU Berikan Hadiah Umrah kepada 3 Orang

Sumedang, Shautus Salam. YudaYudarmawan tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya begitu namanya disebut sebagai salah satu penerima hadiah umrah. Ia segera berlari ke atas panggung, menyalami orang-orang yang berdiri si sana, lalu melakukan sujud syukur.

Lantik PW Jabar, ASBIHU Berikan Hadiah Umrah kepada 3 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lantik PW Jabar, ASBIHU Berikan Hadiah Umrah kepada 3 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lantik PW Jabar, ASBIHU Berikan Hadiah Umrah kepada 3 Orang

Santri Pondok Pesantren Al-Muhajirin dari Dusun Simpang, Sukasari, Sumedang, Jawa Barat itu tidak menyangka dengan hadiah Umroh yang diterimanya dari Asosiasi Bina Haji dan Umroh (ASBIHU).

“Saya ke sini diajak guru (kiai) sebagai perwakilan pesantren untuk mengikuti acara hari ini,” ungkap Yuda kepada Shautus Salam sesaat setelah pengumuman pemenang.

Yuda tidak sendiran. Ada dua nama lainnya yang berhak atas hadiah yang sama. Mereka adalah Kartika (55) dari Majelis Taklim Annur Jumbleng, Desa Ranjeng Kecamatan Cisitu; dan Lifia dari Tanjung Sari.?

Shautus Salam

Penyerahan hadiah umrah kepada ketiganya dilakukan bersamaan dengan acara Pelantikan Pengurus PW ASBIHU Jawa Barat masa khidmat 2016-2021, yang dihelat Rabu (28/12) di SMK Annur, Sumedang.?

“Saya mengucapkan terima kasih. Tadi tidak kepikiran dapat hadiah umrah ini,” kata Kartika sambil menahan tangis haru.

Hadiah kepada ketiganya berasal dari Ketua Umum ASBIHU KH Musthafa Aqil Siroj, Ketua PW ASBIHU Jawa Barat H Fairuzillah, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang H Zainal Alimin.

Shautus Salam

Direktur ASBIHU Tour and Travel, H Hafidz Taftazani mengungkapkan hadiah umrah tersebut diberikan sebagai ungkapan rasa syukur yang perlu didahulukan dan dirasakan bersama di lingkungan ASBIHU.?

Dengan perannya ini, ASBIHU akan terus berupaya memberikan maslahat kepada seluruh warga NU dan masyarakat Indonesia yang ingin menunaikan ibadah umroh dengan standar yang maksimal. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Kajian, Ahlussunnah Shautus Salam

Sabtu, 20 Januari 2018

Pendidikan Pesantren Bekal Anak-Cucu Jalani Kehidupan

Probolinggo, Shautus Salam. Muslim mengenal adanya dua konsep kehidupan yang saling mempengaruhi satu sama lain, yakni hidup di alam dunia dan kelak kehidupan di akhirat Allah yang kekal. Konsep ideal yang diinginkan setiap muslim dalam hidupnya adalah selamat dunia dan akherat.?

Pendidikan Pesantren Bekal Anak-Cucu Jalani Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Pesantren Bekal Anak-Cucu Jalani Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Pesantren Bekal Anak-Cucu Jalani Kehidupan

Hal tersebut disampaikan oleh Daiyah asal Pasuruan Hj Uci Nurul Hidayati dalam taushiyahnya di malam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-21 Pondok pesantren Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Rabu (24/5) lalu.?

“Semua pasti ingin kaya sehat, panjang umur, derajat dunia akhirat, mati dengan khusnul khotimah, mendapatkan nikmat kubur dan masuk dalam surganya Allah kelak,” ucap ning Uci dihadapan ribuan warga NU.

Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Islahiyah Pasuruan ini mengajak kepada warga NU agar memilih pendidikan pesantren sebagai bekal anak dan cucu mereka nantinya dalam menjalani kehidupannya di dunia maupun kelak di akhirat.

Ia juga menjelaskan salah satu ayat al-Qur’an, yakni Allah akan mengangkat derajat manusia lebih tinggi beberapa derajad diantara manusia lain, bagi yang berilmu ? dan beriman kepada Allah SWT.

Shautus Salam

“Baik tidaknya kehidupan kita kelak di akherat adalah tergantung amal perbuatan kita di kehidupan dunia. Gunakanlah apa yang kita miliki di dunia ini sebagai sangu (bekal) ke akhirat. Semua konsep tersebut diajarkan secara penuh di pesantren, dengan memasukkan anak cucu kita di pesantren, Insya Allah anak dan orang tua nya akan diselamatkan dunia akhirat,” jelasnya.

Lebih lanjut ning Uci’ dengan tegas menampik banyaknya anggapan masyarakat terhadap rendahnya kualitas pendidikan pesantren dan keraguan orang tua terhadap masa depan anaknya selepas dari mondok di pesantren, sembari menuturkan sebuah lirik kalimat Istighfar.

Shautus Salam

“Barang siapa Allah tujuannya, niscaya dunia akan melayaninya, namun barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuannya niscaya akan letih dan sengsara diperbudak dunia sampai akhir masa,” tuturnya.?

Sebagai penutup tausiahnya Ning Uci’ mengajak kepada masyarakat untuk jangan ragu-ragu lagi untuk memondokkan putra-putrinya di pesantren-pesantren yang telah ada selama ini.?

Selain mendapatkan ilmu agama yang memadai dan ilmu pengetahuan lainnya, yang terpenting adalah barokah dari para kiai dan nyai serta guru dan para pengasuh pesantren tersebut.

“Inilah keuntungan-keuntungan yang didapat dari pendidikan pondok pesantren, jangan khawatir akan rezeki anak-anak panjenengan, jika Allah ridho maka rezeki anak panjenengan akan senantiasa terjamin oleh Allah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Nusantara, Ubudiyah Shautus Salam

Selasa, 16 Januari 2018

Pesantren, Tempat Menempa Jadi Individu yang Baik

Way Kanan, Shautus Salam - Pesantren adalah tempat belajar yang mengubah perilaku hidup individu menjadi lebih baik. Pengakuan ini disampaikan Rudi Hartono, santri Assiddiqiyah 11 Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan yang berasal dari Kabupaten Tanggamus.

"Di tempat ini saya bisa mengubah perilaku saya menjadi lebih baik. Ilmu pengetahuan juga saya dapatkan, baik agama, sosial, maupun umum," kata dia saat diwawancarai santri Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) GP Ansor Way Kanan di Gunung Labuhan, Jumat (20/5).

Pesantren, Tempat Menempa Jadi Individu yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren, Tempat Menempa Jadi Individu yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren, Tempat Menempa Jadi Individu yang Baik

Rudi lahir di Petai Kayu, Ulu Belu, Tanggamus 4 Juli 2000. Setelah menimba ilmu di pesantren asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi, anak kedua dari Jumari dan Siti Rumanah itu menyatakan manfaat dari belajar membaca Al-Quran.

"Dari belajar membaca Al-Quran saya mengerti akan panjang pendek huruf-huruf hijaiyah dan memahami hukum-hukum di dalamnya yang menurut saya sangat berat," kata dia lagi.

Shautus Salam

Rudi mengaku mengerti dan paham akan manfaat dalam belajar bahasa Arab dan Inggris. "Dua pelajaran ini menurut saya sangat mengasyikkan," tuturnya.

Shautus Salam

Kendati sesekali merasa sedih karena jauh dari orang tua, Rudi bahagia ketika santri-santri lain menghiburnya sehingga kerinduan terhadap orang tua tidak menjadi halangan.

"Saya ingin mendapat ilmu pengetahuan dan menuntut ilmu untuk menuju masa depan guna membahagiakan kedua orang tuanya. Maka di sinilah saya menjadikan pesantren sebagai tempat hidup," ujar Rudi.

Pesantren Assiddiqiyah tempat berlangsungnya Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan dipimpin Gatot Arifianto berada di Kampung Labuhan Jaya Kecamatan Gunung Labuhan. Dua sekolah, yakni SMP dan SMK Manbaul Ulum disediakan untuk belajar ilmu pengetahuan umum bagi para santri. (Nila Suryani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Jadwal Kajian Shautus Salam

Pesantren Kawah Candradimuka Islam Rahmatan lil Alamin

Kudus, Shautus Salam. Meski disebut lembaga pendidikan tradisionalis, pesantren telah menjadi kawah candradimuka Islam Rahmatan lil Alamin. Dari sini, pesantren banyak melahirkan generasi muslim yang modern, progresif dan toleran dalam keberagaman..

Demikian yang disampaikan Pengasuh Pesantren Nahdlatut Thalibin Tayu Pati KH Abu Ahmad Nadhif Abdul Mudjib pada seminar bertema Penguatan Islam toleran, Menepis Radikalisme, yang diselenggarakan Lembaga Pusat Kajian Multikultural (PUSAKA) di Aula Balai Desa Rendeng Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (28/12).

Pesantren Kawah Candradimuka Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Kawah Candradimuka Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Kawah Candradimuka Islam Rahmatan lil Alamin

Gus Nadhif mengatakan pesantren sering dituding sebagai lembaga keagamaan konservatif dan statis, namun kenyataannya tetap eksis dalam dinamika modernitas. Pesantren telah mampu menunjukkan dirinya sebagai lembga yang bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dirinya sendiri.

Shautus Salam

“Pesantren itu memiliki khazanah intelektual klasik, karya sarjana Islam terkemuka dan otoritatif di bidangnya masing-masing. Di dalamnya mengandung pikirn-pikiran pluralistik yang bersahaja,” ujarnya.

Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, lanjut dia, pesantren telah memainkan peran tranformasi sosial dan kultural. Pesantren selalu apresiatif terhadap kebudayaan lokal dengan bersikap akomodatifatas kebudayaan dan tradisi-tradisi lokal.

Shautus Salam

Ia memaparkan melalui ajaran-ajaran sufisme yang dikembangkan pesantren, praktik-praktik tradisi dan ekspresi budaya dalam mesyarakat bukan menjadi masalah sepanjang mendasarkan diri pada prinsip tauhid. Hal ini karena, pesantren melihat persoalan ini tidak dari format dan mekanisme formalistik melainkan subtansinya.

“Makanya, kita menolak tegas sikap dan cara pandang kelompok puritan radikal yang memahami pandangan akomodatif tersebut sebagai bid’ah (sesat) dan musyrik,” tegas Gus Nadhif.

Terkait adanya image pesantren sebagai sarang teroris, ia menyanggahnya. Menurutnya, adanya? pesantren yang selama ini dituding mencetak kader teroris dikarenakan hanya menyatakan menganut dan mengajarkan Aswaja, tetapi hanya mengikuti para salafus sholih tanpa mengikuti mazhab tertentu.

“Pesantren tersebut mendistorsi pengertian salafus sholih tanpa menyatakan diri mengikuti mazhab tertentu,”terangnya.

Disamping Gus Nadhif, seminar yang dihadiri puluhan peserta dari kalangan ormas keagamaan dan pesantren ini menghadirkan juga ketua umum Asosia Tani Nusantara (ASTANU) Lukman Hakim sebagai pembicara kedua.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News Shautus Salam

Minggu, 07 Januari 2018

Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja

Yogyakarta, Shautus Salam. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta kedatangan tamu dari negeri Jiran, Sabtu (20/9). Adalah Pertubuhan Pendidik Muamalah Malaysia atau MMEA (Malaysian Muamalah Educators Associations) yang bertandang di kantor PWNU DIY di Jalan MT Haryono 40-42, Yogyakarta.

Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja

Azrul Azlan, salah satu anggota MMEA mengungkapkan, MMEA baru saja didirikan setahun lebih oleh pemerintah Negeri Sembilan, Malaysia.  

“Salah satu tujuan kami main ke sini adalah untuk silaturahim, kerana kita masih serumpun. Agar mengenal satu sama lain. Selain itu, kami juga ingin belajar kepada organisasi-organisasi Islam di Indonesia seperti NU yang merupakan organisasi Islam yang hebat di Indonesia,” ujar Azrul yang tercatat sebagai penasihat syariat di salah satu bank Islam di Malaysia.

Shautus Salam

Azrul Azlan juga mengungkapkan bahwa lembaga dakwah yang baru saja didirikan tersebut bertujuan sebagai jembatan atau penghubung antara orang yang berilmu masyarakat yang ingin belajar.

Sementara itu, Wakil Ketua Lesbumi NU DIY Kiai Jadul Maula mengungkapkan kegembiraannya karena mendapat kunjungan dari Malaysia. “Semoga acara silaturahim ini tidak hanya sebatas silaturahim saja. Tetapi ada tindak lanjutnya, bisa berbentuk kerja sama dalam hal apa-pun,” ujar Kiai Jadul di hadapan para tamu dari MMEA dan Pengurus PWNU DIY.

Shautus Salam

Dalam kesempatan tersebut, terjadi diskusi antara MMEA dan para pengurus PWNU DIY. MMEA banyak bertanya tentang bagaimana cara NU berdakwah di Indonesia, bagaimana metode Wali Songo dalam menyebarkan Islam dengan damai, dan sebagainya. (Nur Rokhim/Mahbib)

    

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita, Lomba, News Shautus Salam

Minggu, 31 Desember 2017

PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU

Bali, Shautus Salam - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Bali telah membentuk tim khusus untuk mempersiapkan pendirian perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Bali.

Ketua PWNU Bali H Abdul Aziz ditemui di sela-sela Munas-Konbes NU 2017 di Lombok mengatakan, bahwa tim yang sudah bekerja delapan bulan ini, sedangkan terus menyusun persyaratan adminstrasi yang dibutuhkan Kementrian Dikti.

PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU

"Setidaknya sudah kami penuhi delapan persen persyaratan administrasi. Kami sangat intens berkomunikasi dengan PBNU," jelasnya.

H Aziz sangat optimis bahwa nantinya jika perguruan tinggi NU yang menurut rencana didirikan di Denpasar ini akan menjadi pilihan utama bagi lulusan sekolah-sekolah menengah.

Shautus Salam

"Tentunya ini menjadi peluang bagi kami, bahwa ini bisa berjalan dengan baik jika dikelola dengan profesional," tegasnya.

H Aziz mengakui, kendala utamanya adalah menyiapkan SDM pengajarnya karena persyaratan untuk menjalankan perguruan tinggi sekarang ini cukup ketat. Salah satunya harus ada enam dosen tetap yang linier di setiap prodi.

Shautus Salam

"Ini yang akan kita carikan solusi karena memang selama ini masalah SDM adalah masalah utama," terangnya. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Cerita, Nusantara Shautus Salam

Kamis, 28 Desember 2017

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro

Bojonegoro, Shautus Salam. Silaturahim Nasional (Silatnas) III Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) akan digelar di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Rencananya kegiatan tersebut diadakan di Wisma Toyo Aji Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (21/11) besok.

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro

Silatnas kali ini mengusung tema “Memperkuat Kaderasasi di Kancah Perguruan Tinggi”. Ketua PC IPNU Bojonegoro M. Masluhan mengaku, para peserta dimungkinkan akan tiba di Kota Ledre Jumat (20/11) ini. Sebelum ke lokasi kegiatan, mereka akan berkumpul di kantor PCNU Bojonegoro.

"Bojonegoro menjadi tuan rumah, Silatnas yang pertama diadakan di Surabaya dan yang kedua di Jombang," jelasnya.

Shautus Salam

Mantan ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Kapas itu menjelaskan, setidaknya ada PKPT IPNU-IPPNU dari 50 perguruan tinggi yang hadir. Mereka terdiri dari ketua dan sekretaris serta simpatisan. "Selain sharing program, kegiatan Silatnas juga untuk memberikan rekomendasi ke Kongres IPNU-IPPNU di Boyolali, Desember mendatang," lanjutnya.

Shautus Salam

Ia menambahkan, mereka juga akan diberi materi kewirausahaan dan tentang akademik dari Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur. "Terpenting acara ini menjadi silaturahim antarbanom NU di perguruan tinggi," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, News, Ulama Shautus Salam

Kamis, 21 Desember 2017

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta

Pringsewu, Shautus Salam. Dalam rangka mewujudkan organisasi yang berkualitas serta meningkatkan motivasi pengurus untuk terus berkhidmah di NU, PCNU Pringsewu menggelar Kegiatan Lomba MWCNU dan Ranting NU Sehat Se-Kabupaten Pringsewu.

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta

Setelah dilakukan Proses Penilaian oleh Tim Khusus terhadap 9 MWC dan 131 Ranting selama lebih kurang 3 bulan, para pemenang lomba diumumkan pada Kamis (19/1) dibarengkan dengan Pringatan Hari Lahir NU ke 91 tingkat Kabupaten Pringsewu di Gedung NU setempat.

"Ada tiga MWC dan tiga Ranting dari setiap Kecamatan yang kita pilih sebagai Juara. Dan mereka berhak mendapatkan Thropi, Hadiah serta dana Pembinaan dari PCNU Pringsewu," Jelas Ketua Tanfidziyyah H. Taufiqurrohim disela-sela pengumuman lomba tersebut.

Mas Tas Taufik, begitu Ia biasa disapa menjelaskan bahwa dana untuk pembinaan pemenang lomba tersebut mencapai 39 juta. "Kita berharap kedepan Jamiyyah NU di Kabupaten Pringsewu terus meningkatkan kualitas organisasi dan pengurus akan lebih serius lagi dalam mengurus ummat," harapnya.

Shautus Salam

Ia menjelaskan pula bahwa beberapa indikator Tim penilai dalam memberikan nilai antara lain adalah ketertiban administrasi, kuantitas dan kualitas realisasi program kerja dan kelengkapan organisasi. Setelah penilaian dengan langsung terjun ke daerah tersebut dilaksanakan akhirnya terpilih MWC NU Kecamatan Adiluwih menjadi Juara I Lomba tingkat Kecamatan. Untuk Juara II diraih oleh MWC NU Pringsewu dan Juara III diraih oleh MWC NU Pagelaran.

Selain itu Tim Penilai juga memberikan penghargaan kepada beberapa MWC yang menonjol dalam kategori tertentu. Diantara Kategori tersebut adalah Kelengkapan Badan Otonom dan Lembaga, Keaktifan Lembaga Pendidikan Maarif, Kekompakan dengan Banom dan beberapa kategori lain.

Sementara untuk Pemenang Lomba Ranting NU Sehat sebagai berikut: Kecamatan Adiluwih. Juara I Ranting NU Bandung Baru, Juara II Ranting NU Tri Tunggal Mulyo dan Juara III Ranting NU Srikaton. Kecamatan Pringsewu. Juara I Ranting NU Fajar Agung Barat, Juara II Ranting NU Fajaresuk dan Juara III Ranting NU Margakaya.

Kecamatan Pagelaran. Juara I Ranting NU Sumberejo , Juara II Ranting NU Patoman dan Juara III Ranting NU Tanjung Dalam. Kecamatan Ambarawa. Juara I Ranting NU Jati Agung , Juara II Ranting NU Ambarawa dan Juara III Ranting NU Sumberagung . Kecamatan Banyumas . Juara I Ranting NU Mulyorejo , Juara II Ranting NU Banyumas dan Juara III Ranting NU Sri Rahayu.

Kecamatan Pagelaran Utara. Juara I Ranting NU  Margosari, Juara II Ranting NU Gunung Raya  dan Juara III Ranting NU Fajar Mulya. Kecamatan Gading Rejo . Juara I Ranting NU Tegalsari, Juara II Ranting NU Klaten dan Juara III Ranting NU Gadingrejo.

Shautus Salam

Kecamatan Pardasuka. Juara I Ranting NU Pujodadi, Juara II Ranting NU Rantau Tijang  dan Juara III Ranting NU Pardasuka. Kecamatan Sukoharjo . Juara I Ranting NU Waringin Sari Barat, Juara II Ranting NU  Panggungrrjo Utara dan Juara III Ranting NU Siliwangi.

Hadiah bagi Pemenang MWC NU Sehat diserahkan langsung oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH. Sujadi didampingi oleh Jajaran Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyyah PCNU Pringsewu. Sementara untuk Lomba Ranting NU Sehat penyerahan diberikan oleh setiap Ketua MWC masing-masing. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Daerah, Halaqoh Shautus Salam

Rabu, 06 Desember 2017

Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal

Kuningan, Shautus Salam. Hingga saat ini terdapat 32 ribu lebih desa tertinggal di 134 kabupaten yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di desa yang masuk kategori itu, rata-rata tingkat kemiskinan dan penganggurannya tinggi, sementara derajat pendidikan, derajat kesehatan, dan lainnya rendah.

Demikian diungkapkan Menteri Negara (Meneg) Pembangunan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf, ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Kalimati Kec. Japara Kab. Kuningan, Selasa (28/11) kemarin.

“Untuk mengentaskan kemiskinan tidak ada cara lain kecuali harus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneg PDT Kunjungi Kuningan, Bahas Solusi Desa Tertinggal

Menurut Syaifullah, kecenderungan orang miskin di Indonesia saat ini persentasenya terus meningkat. Padahal, pada tahun 1960-an persentasenya hanya 40 persen. Pada tahun selanjutnya sampai dengan menjelang reformasi tinggal 11 persen. Namun, pada tahun 1997/1998 justru trennya meningkat. Oleh karenanya perlu kerja keras semua pihak agar persentase kemiskinan itu menjadi menurun.

Disebutkan, sesuai hasil identifikasi Kementrian PDT, sebanyak 51persen yang diperlukan masyarakat kita adalah pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur perdesaan. Seperti pembangunan jalan, jembatan, pelayanan listrik, pelayanan air bersih, telefon, pasar perbankan dan lainnya merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat.

Upaya pengentasan kemiskinan untuk daerah tertinggal perlu diberikan banyak program atau kebijakan, tetapi untuk daerah maju pun tetap dikasih, namun tidak sebanyak daerah tertinggal. Diharapkan yang tertinggal secara bertahap akan mampu mengejar ketertinggalannya hingga minimal mampu menyamai daerah yang sudah maju. “Jangankan di Indonesia, di negara-negara lain pun selalu ada yang tertinggal dalam sebuah proses pembangunan,” ujarnya.

Shautus Salam

Diakui Syaifullah, untuk pembangunan infrastruktur desa yang merupakan lanjutan dari program 2006 pada tahun 2007 mendatang nilainya sekira 500 miliar rupiah lebih. Alokasi untuk desa tertinggal yang semula hanya 2.000 desa ada kenaikan sebanyak 200 desa. Desa-desa tersebut dibantu secara bertahap, anggarannya semua budgetter, karena harus dari APBN.

Sementara itu Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda mengakui, pada saat ini di Kuningan masih terdapat 99 (26,59%) desa tertinggal. Dengan rincian 83 buah di daerah perdesaan dan 16 buah di wilayah perkotaan. (gpa/pr)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, News, Halaqoh Shautus Salam

Kamis, 23 November 2017

Bagaimana Kalau Lupa Semalam Mimpi Basah?

? ? ? ? ?

Ada yang ingin saya tanyakan pak ustadz. Apabila seorang lelaki yang sudah baligh pada malam harinya mengalami mimpi basah ketika tidur, namun ketika bangun pagi dia tidak tahu kalau malamnya mengalami mimpi basah, dan dia langsung saja mengambil wudlu untuk melaksanakan shalat subuh. Kemudian ketika siang hari dia baru tahu kalau malamnya mengalami mimpi basah karena ada bekas di celana atau sarungnya, apakah shalat subuhnya sah atau perlu diqadha? Dan jika harus diqadha, kapan waktunya? Demikian pertanyaan saya.

? ? ? ? ?

Kholil Lurrohman Blora, Jawa Tengah

Bagaimana Kalau Lupa Semalam Mimpi Basah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Kalau Lupa Semalam Mimpi Basah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Kalau Lupa Semalam Mimpi Basah?

?

Jawaban:

Shautus Salam

Wa’alaikum salam ? warahmatullah wa barakatuh.

Sdr Kholil yang terhormat,

Kasus? yang anda sampaikan ini sering terjadi dan dialami oleh masyarakat, mengingat mimpi basah merupakan salah satu tanda akil baligh seseorang. Dengan status akil baligh, ketentuan-ketentuan hukum yang bersifat syar’i akan berlaku pada dirinya termasuk dalam hal ini adalah kewajiban shalat fardlu (lima waktu).

Diantara syarat-syarat shalat adalah suci dari hadats kecil dan hadats besar sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab fiqih, dengan demikian shalat yang dilakukan dalam keadaan belum/tidak suci dari hadas kecil maupun besar hukumnya tidak sah. Adapun mengenai qadha shalat subuh sebagaimana pertanyaan saudara maka secara otomatis diharuskan, mengingat adanya syarat shalat yang belum terpenuhi meskipun si pelaku baru mengetahuinya setelah menjalankan shalat. Hal ini tentunya sebagai bentuk kehati-hatian dari kita. Adapun rujukan yang kami gunakan mengacu pada kitab Bughyah al-Mustarsyidin bab syarat-syarat shalat. Dalam kitab tersebut dinyatakan:

Shautus Salam

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: seseorang telah melakukan shalat dan terdapat rukun-rukun atau sayarat-syarat yang tidak terpenuhi kemudian ia mengetahuinya, maka ia harus mengqadhanya.

Adapun mengenai waktu qadhanya dianjurkan sesegera mungkin setelah mengetahui bahwa shalat yang dilakukan tidak terpenuhi salah satu syarat atau rukunnya, terntunya setelah kita mandi besar, karena menunda-nunda perbuatan baik akan mengurangi keberkahan waktu yang telah diberikan oleh Allah kepada kita.?

Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang peduli dan? memelihara shalat kita dengan memenuhi syarat-syarat maupun rukun-rukun yang terdapat didalamnya. Amin.? ?

Maftuhan

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Doa Shautus Salam

Selasa, 21 November 2017

Mudharat Perda Miras Menurut Katib PCNU Surabaya

Surabaya, Shautus Salam

Wakil Katib PCNU Surabaya Ustadz Maruf Khozin angkat bicara soal isu yang tengah ramai dibicarakan oleh masyarakat Surabaya. Beberapa hari yang lalu, DPRD Surabaya tengah membahas soal peraturan daerah tentang pendistribusian Minuman keras (Miras) dan Minuman beralkohol (Mihol).

Mudharat Perda Miras Menurut Katib PCNU Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mudharat Perda Miras Menurut Katib PCNU Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Mudharat Perda Miras Menurut Katib PCNU Surabaya

Dalam pandangan Dewan Pakar Aswaja NU Center Jawa Timur itu menilai, ulama nahdliyin terus memperjuangkan ruh ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari hari. "Miras dalam literatur kitab kuning masuk dalam ranah Hudud atau pidana yang hukum dan praktiknya sudah ada sejak masa sahabat," jelas Ustadz Maruf kepada Shautus Salam.

Dalam fiqih, orang yang meminum khamr atau minuman yang memabukkan dihukum cambuk sebanyak 80 kali. "Tidak hanya itu, para ulama sering menyampaikan bahwa kejahatan lain seperti zina, mencuri, membunuh, dan kejahatan lain justru berawal dari mimuman memabukkan ini," jelas Pengasuh Rubrik Kajian Aswaja di Majalah NU Aula itu.

Selain itu, dalam Islam memiliki konsep maslahat. Maslahat ini diantara fungsinya adalah menjaga akal. "Jika pemerintah mengesahkan produksi dan distribusi miras, maka sama halnya menghilangkan maslahat dan mendatangkan mudharat," tegasnya.

Sedangkan dalam kaidah fiqih mengatakan Kebijakan pemerintah kepada rakyatnya harus didasarkan pada aspek maslahat. (Rof Maulana/Fathoni)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib, News Shautus Salam

Shautus Salam

Sabtu, 11 November 2017

Aktivis PMII di Kalimantan Shalat Ghaib untuk Palestina

Pontianak, Shautus Salam. Para aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam indonesia (PMII) Kota Pontianak dan Kubu Raya Kalimantan menyampaikan aksi protes terhadap agresi militer Israel terhadap rakyat Palestina.

Aksi mahasiswa berjas biru tersebut dengan cara menggelar shalat ghaib untuk warga Palestina yang menjadi korban kebiadaban negara Zionis itu. Aksi dilakukan pada Kamis (22/11) sore di bundaran digulis Universitas Negeri Tanjung Pura Pontianak itu berjalan kondusif.

“Shalat ghaib ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap rakyat Palestina. Kami juga berharap arwah mereka yang menjadi korban bisa tenang dan keluarga yang ditinggalkan dapat bersabar,”  kata Samsul Hadi Wijaya, koordinator aksi.

Aktivis PMII di Kalimantan Shalat Ghaib untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis PMII di Kalimantan Shalat Ghaib untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis PMII di Kalimantan Shalat Ghaib untuk Palestina

Aksi dimulai dari pukul 14.15-15.45 WIB. Mahasiswa dalam orasinya mengecam agresi militer Israel terhadap rakyat palestina. Mereka juga menuntut pemerintah RI dalam hal ini presiden dapat mengambil langkah strategis untuk menghentikan agresi tersebut, karena pasca kesepakatan gencatan senjata serangan tetap diluncurkan oleh pihak Israel.

Shautus Salam

Aksi juga diwarnai dengan aksi pembakaran keranda yang bergambar bendera israel. “Aksi mahasiswa ini menunjukan bahwa Israel untuk dihancurkan karena sudah melanggar HAM dan tidak berprikemanusiaan,” kata seorang mahasiswa.

Shautus Salam

Menurut Samsul Hadi, agresi militer Israel terhadap palestina yang sudah banyak menelan jiwa warga yang tak berdosa. “Bilamana dicermati, agresi Israel tidak terlepas dari campur tangan AS,” tambahnya.

Abdul Ghani Elmabhuts, ketua PMII Kota Pontianak berharap semua elemen masyarakat turut serta dalam mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. “Israel tak ubahnya penjahat perang dunia,” katanya.

Pihaknya masyarakat untuk sama-sama memboikot produk-produk Israel dan negara-negara sekutunya termasuk AS.

Aksi ini ditutup dengan penggalangan dana untuk korban Palestina. Menurut Samsul Hadi, aksi akan dilangsungkan selama tiga hari, yang akan difokuskan di ruas-ruas jalan protokol perempatan lampu merah.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Firman

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Ubudiyah Shautus Salam

Selasa, 07 November 2017

LDNU Brebes Siap Gelar Pelatihan Dai

Brebes, Shautus Salam. Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Brebes akan menggelar Pendidikan Kader Da’I (PKD) tingkat kabupaten. Pelatihan digelar untuk memperluas wawasan dan cakarawala pemikiran serta memenuhi dai daiyah di berbagai daerah.

“Boleh dibilang, NU gudangnya dai-daiyah. Tetapi perlu dididik lebih lanjut agar dalam penyampaian dakwah selalu rahmatan lil alamin,” demikian disampaikan Ketua PC LDNU Brebes KH Agus Mudrik Khaelani usai rapat panitia kegiatan tersebut di gedung PCNU Brebes, Senin (5/12).

LDNU Brebes Siap Gelar Pelatihan Dai (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Brebes Siap Gelar Pelatihan Dai (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Brebes Siap Gelar Pelatihan Dai

.

Sebab, lanjutnya, dakwah yang rahmatan lil alamin akan menyejukan dan mampu meneguhkan komitmen terhadap keutuhan NKRI. “Karakter dai Muda NU, harus toleran dan mengenal jatidiri organisasi dengan selalu membangun sinergitas bersama seluruh elemen bangsa,” tandasnya.

NU tetap komitmen menjalankan dakwah menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran demi mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Mensyiarkan Islam sebagai agama kebaikan, bukan agama perusak, yang membawa rahmatan lil alamin. Lewat PKD akan ditekankan bahwa Islam bukan agama teroris.

“Seorang mukmin, tidaklah hanya dibalut dengan simbol-simbol, tetapi iman seseorang harus disempurnakan dengan amal ibadah yang baik, serta perilaku yang terpuji,” ucap Gus Mudrik, panggilan akrab Agus Mudrik Khaelani.

Shautus Salam

PKD, kata Gus Mudrik, bakal digelar 11-12 Desember 2016 di gedung NU dengan peserta 150 orang lebih. Mereka berasal dari perwakilan 17 PAC LDNU masing masing 6 orang, pengurus PC LDNU dan utusan LDNU dari kabupaten tetangga.?

Pelatihan, sambung Gus Mudrik, peserta diberi bekal berupa teori dan praktik. Pembekalan utama dari Ketua LD PBNU KH Wafiudin, Ketua PW LDNU Jawa Tengah KH Sam’ani S MA, Ketua PCNU Brebes KH Athoillah Syatori.

Pada pertemuan tersebut pelatihan diputuskan bertema "Optimalisasi peran Dai NU dalam pemantapan Ahlussunah wal-Jamaah dan peningkatan spiritualitas para dai NU di Kabupaten Brebes".Dalam kesempatan tersebut, dia juga membagi tugas kepanitiaan dan cheking kemantapan masing masing peserta, termasuk partisipasi dari peserta di luar kabupaten Brebes. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Warta, Pendidikan, News Shautus Salam

Klangenan: Hukum dan Norma Memeliharanya

Klangenan adalah bahasa jawa asal kata kangen. Klangenan dapat diartikan dengan sesuatu yang bisa menjadikan seseorang merasa kangen kepadanya. Klangenan dapat berupa benda apasaja, tetapi lumrahnya objek klangenan adalah hewan piaraan yang memiliki nilai guna seperti Kuda, onta, keledai (sebagai alat transportasi), Kerbau (sebagai pembajak sawah), sapi (untuk dijual)  atau sekedar untuk kepuasan, semisal burung dara, burung kicauan (perkutut, cucak rowo, dan lain sebagainya). Ataupun berupa ikan hias seperti arwana, lohan dan sejenisnya atau berupa unggas piaraan seperti, bebek, ayam dan semacamnya, hingga kucing, kelinci, hamster, tupai dan lain-lain.

Sebagaimana sebutannya, klangenan selalu saja menumbuhkan rasa rindu pemiliknya. Entah itu rindu pada nilai gunanya atau rindu pada keindahan kicauan, warna bulu pada burung. Atau rindu pada warna kulit dan sisik yang mengkilat pada ikan Arwana. Atau bisa saja rindu untuk bermain-main saja.

Pada dasarnya seorang muslim diperbolehkan memelihara hewan piaraan, selama tidak ada alasan yang melarangnya karena adanya unsur yang membahayakan (mudharat). Baik membahayakan yang memelihara karena jenis hewan piaraan tersebut dianggap membawa kemudharatan (menyebabkan virus atau penyakit, sebagaimana kasus flu burung). Ataupun membahayakan hewan piaraan itu sendiri, karena keberadaanya sebagai hewan piaraan dapat mengancam jiwanya. Maka dengan sendirinya kasus per-klangenan seperti ini (yang membawa mudharat) dilarang oleh agama.

Yang tidak kalah pentingnya adalah pola hubungan antara pemelihara dan yang dipelihara. Pertama, tidak adanya unsur pemaksaan. Seorang pemelihara tidak dibolehkan memaksakan pekerjaan diluar kemampuan hewan piaraannya, dengan berbagai cara. Misalkan membebani kerbau mengangkat beban diatas standar maksimalnya, memacu onta untuk mengejar angin, ataupun memaksa ayam berkicau seperti perkutut dan lain sebagainya.

Klangenan: Hukum dan Norma Memeliharanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Klangenan: Hukum dan Norma Memeliharanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Klangenan: Hukum dan Norma Memeliharanya

Kedua, Wajib hukumnya bagi pemelihara menyediakan dan memberikan makan-minum kepada hewan klangenan. Kewajiban ini bersifat mutlak  tidak ada pengecualian maupun persyaratan. Artinya, wajib bagi pemelihara memberikan makan-minum hewan klangenannya walaupun ia sendiri berada dalam kefakiran.

Kewajiban ini juga tidak gugur walaupun hewan klangenan tidak memuaskan keinginan pemeliharanya. Dengan kata lain, pemelihara harus tetap menyediakan makan-minum walaupun hewan klangenan tidak berkicau, tidak enak dipandang bahkan bila tiba-tiba hewan klangenan itu menderita tuna rungu, tuna wisma ataupun tunawicara.

Shautus Salam

? ? ? ?, ? ? ? ?

Membei nafkah kepada hamba sahaya dan binatang itu wajib. Dan mereka tidak boleh dibebani pekerjaan yang di luar kemampuannya.

Demikian pendapat Qadhi Abu Suja’ dalam Ghayatu wat Taqrib. Pendapat ini berdasar pada hadits Rasulullah saw yang menceritakan kasus perempuan masuk neraka karena seekor kucing:

Shautus Salam

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Seorang wanita menerima adzab karena kucing yang ia tahan sehingga mati. Ia msuk neraka karenanya, ia tidak mau memberi makan kucing itu dan tidak memberi minum, karenaa dia menahannya dan tidak melepaskan sehingga ia makan serangga tanah (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain dalil tersebut sebagai bahan pertimbangan adalah sebuah hadits yang menjadi pembuka dalam kitab ushfuriyah dan nashaihul ibad tentang anjuran menyayangi segala makhluk yang ada dibumi.

 ? ? ? ? ? ? ? ?.

Sayangilah segala makhluk yang ada di bumi, maka kamu akan disayangi makhluk yang ada di langit 

Pada dasarnya pemberian makan-minum ini, yang merupakan kewajiban pemelihara adalah hak hewan klangenan. Karena jikalau hewan klangenan ini berada di alam bebas, pastilah ia akan menerima rizkinya secara mandiri langsung dari Allah swt. Yang Maha Pemberi Rizki. (red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Warta, Kajian Shautus Salam

Kamis, 02 November 2017

Hukum Shalat Tasbih tanpa Duduk Istirahat

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik bahtsul masail Shautus Salam yang terhormat. Saya mau menanyakan shalat sunah tasbih yang meninggalkan duduk istirahat. Hukum mutlaknya bagaimana? Saya mohon penjelasannya. Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Matur suwun. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Gus Sifak)

Jawaban

Hukum Shalat Tasbih tanpa Duduk Istirahat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Shalat Tasbih tanpa Duduk Istirahat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Shalat Tasbih tanpa Duduk Istirahat

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Pada dasarnya duduk istirahat dianjurkan pada setiap shalat yang ada sujudnya. Duduk istirahat sebagaimana kita maklum adalah duduk sejenak setelah sujud kedua pada rakaat pertama atau rakaat ketiga sebelum berdiri untuk melanjutkan rakaat selanjutnya.

Shautus Salam

Berkaitan dengan shalat tasbih, duduk istirahat tentu menjadi keharusan karena di sana orang yang melakukannya mesti membaca rangkaian tasbih 10 kali. Shalat dengan duduk istirahat ini merupakan satu dari dua cara shalat tasbih yang kita ketahui. Karena, kita mengenal riwayat Ibnu Abbas RA dan Ibnu Mas‘ud RA perihal cara shalat tasbih.

Dua riwayat ini setidaknya bisa kita temukan dalam kitab Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadi’in karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani. Keterangan berikut ini dapat membantu kita memperjelas pertanyaan di atas.

Shautus Salam

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Salah satu shalat yang tidak disunahkan berjamaah adalah sembahyang tasbih. Shalat empat rakaat ini baiknya diakhiri sekali salam bila dikerjakan pada siang hari. Sementara pada malam hari, shalat ini baiknya diakhiri dengan dua salam karena hadits Rasulullah SAW berbunyi, ‘Shalat malam itu per dua raka’at.’ Caranya, lakukan takbiratul ihram. Bacalah doa iftitah dan surah Al-Fatihah. Bacalah surah lain jika Anda berkenan. Dalam hal ini utamanya adalah awal surah Al-Hadid, Al-Hasyr, As-Shaf, dan At-Taghabun yang relevan untuk konteks ini. Kalau tidak, boleh baca surah Az-Zalzalah, Al-‘Adiyat, At-Takatsur, dan Al-Ikhlash. Sesudah baca surah, tetapi sebelum ruku‘, bacalah subhânalâh wal hamdulillâh wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm sebanyak 15 kali. Bacalah rangkaian tasbih ini sebanyak 10 kali ketika ruku‘.Bacalah tasbih ini 10 kali ketika i‘tidal. Pada sujud pertama, bacalah tasbih ini 10 kali. Saat duduk di antara dua sujud, baca lagi tasbih ini 10 kali. Pada sujud kedua baca lagi 10 kali. Baca kembali rangkaian tasbih ini 10 kali ketika duduk istirahat (pada rakaat pertama dan ketiga) dan setelah tasyahud (pada rakaat kedua dan keempat). Dalam serakaat sudah berjumlah 75 kali tasbih. Kalau dikerjakan empat rakaat, Anda sudah membaca 300 kali tasbih. Sebelum membaca rangkaian tasbih, Anda dianjurkan membaca zikir sebagaimana lazimnya di setiap rukun shalat (seperti zikir ketika ruku, i‘tidal, sujud, dan seterusnya). Ini cara shalat tasbih menurut riwayat Ibnu Abbas RA. Riwayat ini lebih kuat dari riwayat Ibnu Mas‘ud RA.

Dalam riwayat Ibnu Mas‘ud RA, rangkaian tasbih itu dibaca 15 kali setelah takbiratul ihram, tepat sebelum baca surah Al-Fatihah. Baca lagi tasbih ini 10 kali sesudah membaca surah, sesaat sebelum ruku. Saat ruku, bacalah 10 kali. Baca kembali tasbih ini 10 kali ketika i‘tidal. Di sujud pertama 10 kali. Saat duduk di antara dua sujud, baca lagi 10 kali. Di sujud kedua, baca kembali 10 kali. Saat duduk istirahat (rakaat pertama dan ketiga), tepatnya sebelum bangun, tidak perlu membaca tasbih. Setelah baca tasyahud (rakaat kedua maupun keempat), juga tidak perlu membaca tasbih.

Menurut riwayat Ibnu Mas‘ud RA, selain pada rakaat pertama, tasbih dibaca 15 kali di saat berdiri, tepatnya sebelum membaca surah Al-Fatihah. Kalau sanggup, kau boleh melakukan shalat tasbih ini setiap hari. Kalau tidak sanggup, lakukan shalat ini sekali sebulan. Kalau juga tak sanggup, lakukan sekali setahun. Kalau tak sanggup juga, lakukan barang sekali dalam seumur hidupmu. Kalau ada seseorang tidak pernah sekalipun melakukan sembahyang tasbih, itu menunjukkan kemalasannya dalam menjalankan perintah agama,” (Lihat Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadi’in, Syirkah Al-Ma’arif, Bandung, Halaman 115).

Kalau seseorang memilih cara shalat tasbih yang diriwayatkan Ibnu Mas‘ud RA, artinya ia tidak membaca tasbih 10 kali pada duduk istirahat, tentu tidak masalah. Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu‘in berikut ini membolehkannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Boleh menempatkan bacaan tasbih 15 kali sebelum bebacaan. Kalau pakai cara ini, tasbih 10 kali yang dibaca pada duduk istirahat mesti dibaca sebelum ruku, tepatnya setelah membaca surah,” (Lihat Syekh Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu’in pada Hamisy I‘anatut Thalibin, Beirut, Darul Fikr, 2005, Juz I, Halaman 300-301).

Sayid Bakri bin Sayid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam I‘anatut Thalibin memperjelas pernyataan Fathul Mu’in tersebut.

? ? (? ? ? ?)? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? (?) ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Boleh menempatkan bacaan tasbih 15 kali) yang mestinya dibaca setelah baca surah (sebelum bebacaan) surah Al-Fatihah dan baca surah lainnya. (Kalau pakai cara ini) maksudnya bertasbih 15 kali sebelum bebacaan, (tasbih 10 kali yang) harusnya (dibaca pada duduk istirahat mesti dibaca sebelum ruku, tepatnya setelah membaca surah). Dengan cara ini, ia tidak perlu lagi membaca tasbih 10 kali saat duduk istirahat,” (Lihat Syekh Sayid Bakri bin Sayid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, Beirut, Darul Fikr, 2005, Juz I, Halaman 301).

Dari sejumlah keterangan di atas, pertama kita harus mendudukan persoalan duduk istirahat dan bacaan tasbihnya. Kalau shalat tasbih menggunakan cara yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA, duduk istirahat menjadi sebuah keharusan karena di situ perlu membaca 10 kali tasbih. Cara ini lazim digunakan masyarakat.

Sementara cara yang diriwayatkan Ibnu Mas‘ud RA tetap menghendaki orang yang mengerjakan shalat tasbih melakukan duduk istirahat meskipun tanpa membaca rangkaian tasbih karena bacaan 10 tasbihnya sudah dibaca sesaat sebelum ruku. Tetapi kalau ia mau langsung bangun, tidak masalah. Hanya saja praktik shalat tasbih yang diriwayatkan Ibnu Mas‘ud RA jarang digunakan masyarakat.

Saran kami, kita tidak perlu merendahkan cara lain praktik shalat tasbih yang jarang digunakan masyarakat. Karena praktik itu memiliki riwayatnya sendiri dan dibolehkan oleh para ulama.

Walhasil, shalat tasbih ini mengandung keutamaan yang luar biasa sampai-sampai Rasulullah SAW berpesan begitu rupa kepada pamannya, Abbas RA agar melakukan shalat tasbih meskipun sekali seumur hidup.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Amalan, News, Sejarah Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock