Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

PBNU Seriusi Bidang Prioritas

Probolinggo,Shautus Salam. Semua pihak mengakui kebesaran dan potensi kekuatan Nahdlatul Ulama. Hanya saja karena kurang diorganisir dengan baik, kekuatan itu belum bisa maksimal. Namun untuk mengorganisir itu juga bukanlah pekerjaan gampang. “Karena kita terbiasa menjadi raja-raja kecil,” kata Ketua Umum PBNU KH A Hasyim Muzadi.

Kalimat itu disampaikan Hasyim di sela-sela deklarasi Forum Silaturahmi Pimpinan Daerah NU (Fospida NU) yang berlangsung di Hotel Bromo View, Probolinggo. Fospida adalah forum tempat berkumpul, berkomunikasi dan saling bekerja sama para kepala daerah yang berlatar belakang NU. Mereka adalah para bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota.

PBNU Seriusi Bidang Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Seriusi Bidang Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Seriusi Bidang Prioritas

Jumat, 26 Januari 2018

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi

Yogyakarta, Shautus Salam. Epistimologi pesantren berbeda dengan epistimologi ilmu sosial, humaniora, dan eksak. Dalam bidang keilmuan tersebut, apa yang disebut sebagai realitas adalah sesuatu yang ditangkap oleh pancaindra. Sedangkan epistimologi pesantren ‘alam mulki wal jabarut dan ‘alam malakut juga dipandang sebagai realitas.

Hal ini yang dikemukakan Mustafied, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Kamis (13/6).

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sangat Kaya Epistimologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi

Dalam acara bedah buku yang bertempat di ruang teatrikal Uhsuludin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga itu, dia memaparkan bahwa pesantren kaya akan epistimologi.

Shautus Salam

“Epistimologi pesantren itu sebenarnya sangat kaya. Ada dalil waqi’i atau realitas, dalil ‘aqli atau rasio dan dalil ilhami atau wahyu,” paparnya.

Shautus Salam

“Di pesantren, kultur yang berkembang, ilmu itu dari Allah. Oleh karena itu, maka ta’allum, tadarus (belajar, red.) bukan variabel yang dominan di pesantren,” ungkapnya, menjelaskan proses pemerolehan ilmu yang ada di pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menuturkan bahwa hal yang paling menentukan dalam pemerolehan ilmu di pesantren adalah niat serta ketaatan santri pada kiai atau ustadznya.

Namun pihaknya juga memberi pandangan kritis soal relevansi dari epistimologi ala pesantren itu, ”Pertanyaannya adalah, apakah epistimologi itu masih relevan dipertahankan? Ini perlu segera dijawab. Karena jika tidak, pesantren akan terombang-ambing,” imbuhnya.

Redaktur      : Abdullah Alawi

Kontributor  : Nur Hasanatul Hafshaniyah  

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Shautus Salam

Minggu, 21 Januari 2018

NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara

Jakarta, Shautus Salam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Daerah Muhammadiyah Jepara menggelar rapat koordinasi di ruang Mapolres Jepara, Jawa Tengah, Ahad (10/9) malam. Rapat membahas soal rumor yang beredar di media sosial terkait kasus pesantren di Karimunjawa, Jepara.

Rapat koordinasi yang dihadiri sejumah tokoh dan jajaran kepolisian ini membantah berita terjadinya pengusiran santri di sebuah pesantren di sana. Keduanya mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan menjunjung tinggi persaudaraan.

NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara

Berikut bunyi surat klarifikasi secara lengkap yang ditandatangani Ketua Pimpnan Daerah Muhammadiyah (PDM) KH Sadali dan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH Ubaidillah Noor.

Menyikapi perkembangan pemberitaan (issue) di media sosial terkait dauroh tahfidh al-Qur’an di Dukuh Alang-alang RT 02 RW 04, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sehubungan dengan isu penolakan dan pengusiran santri Ittihadul Ma’had Muhammadiyah (ITMAM) yang hendak melakukan dauroh tahfidh al-Qur’an Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, maka dengan ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jepara menyatakan klarifikasi sebagai berikut:

1. Pemberitaan bahwa telah terjadi penolakan dan pengusiran santri adalah tidak benar.

Shautus Salam

2. PCNU Jepara dan PDM Jepara sepakat menyikapi masalah tersebut dengan mengedepankan ukhuwwah islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, ukhuwwah basyariyah serta tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Shautus Salam

3. Menyekapakati agar gedung yang diwakafkan kepada PP Muhammadiyah tersebut dihentikan (dimauqufkan) penggunaannya untuk beberapa waktu sampai segala sesuatunya terpenuhi.

4. Mengintensifkan komunikasi semua pihak dan mewaspadai paham radikalisme serta pihak lain yang hendak memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.





Surat klarifikasi tersebut ditandatangani pula oleh sejumlah saksi, antara lain AKBP Yudianto Adhi Nugroho (Kapolres Jepara), H Mashudi (Ketua MUI Kabupaten Jepara), Rustamaji (atas nama Kepala Bakesbangpol), H Badrudin (PKUB Jateng untuk Jepara), Arif Darmawan (atan nama Kepala Dinas Kominfo). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pemurnian Aqidah Shautus Salam

Senin, 18 Desember 2017

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya

Jember, Shautus Salam - Bahwa di? Jember sudah ada bibit-bibit ISIS, bukanlah isapan jempol semata. Paling tidak, inilah pengakuan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjend Pol Hamli saat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Ancaman Terorisme dan Pencegahannya di New Sari Utama,? Jember, Kamis (5/7).

Menurutnya, bibit-bibit ISIS itu melakuan gerakan pengkaderan di salah satu masjid kampus? di Jember. "Tolong dilihat. Kalau perlu pendalaman, tanya ke Kapolres Jember (AKBP. Kusworo Wibowo). Nanti Kapolres saya beritahu," ujarnya.

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Radikalisme dan Terorisme, Perguruan Tinggi Diminta Pantau Mahasiswanya

Kelompok radikal dan teroris memang menyasar mahasiswa untuk direkrut menjadi anggota. Mereka sudah lama masuk ke perguruan tinggi. Bahkan, sejumlah teroris merupakan alumnus perguruan tinggi negeri dan swasta.

Sebagian di antaranya menjadi ideolog. Yang lain menjadi perakit bom. Mereka berproganda dengan mengiming-imingi surga dan bidadari jika sudah melakukan? jihad.

Shautus Salam

Shautus Salam

"Faktor terbesar seseorang bergabung dengan ISIS karena pemahaman agama yang keliru. Jihad hanya (berarti) perang tidak ada makna lain," tambahnya.

Karena itu, ia? meminta kepada seluruh pemimpin perguruan tinggi di Indonesia agar mengawasi aktivitas di masjid kampus masing-masing.

"Tolong dilihat, aktivitas-aktivitas terutama di masjid kampus, hati-hati. Dulu di salah satu universitas terkenal di Surabaya, masjidnya dipakai ketika jam 12 malam ke bawah. Tausiyah di situ. Lima, sepuluh, lima belas orang kumpul, satpam tidak tahu. Dikira mengaji biasa. Tahunya ketika ditangkap, dia ngomong: tausiyahnya di situ. Jadi tolong dilihat masjid kampus, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta," jelas Hamli. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Pemurnian Aqidah, Aswaja Shautus Salam

Senin, 04 Desember 2017

Agendakan Pelatihan, Fatayat Malo Upayakan Pendirian Koperasi

Bojonegoro, Shautus Salam

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjalin kerja sama dengan PT Mitra Insan Mandiri dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dalam bentuk pelatihan dan mendirikan koperasi Fatayat.

Kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada acara pelantikan pengurus baru PAC Fatayat NU setempat di Balai Kantor Kecamatan Malo, bertepatan dengan peringatan hari lahir ke-90 NU, Ahad (31/1).

Agendakan Pelatihan, Fatayat Malo Upayakan Pendirian Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Agendakan Pelatihan, Fatayat Malo Upayakan Pendirian Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Agendakan Pelatihan, Fatayat Malo Upayakan Pendirian Koperasi

Turut menyaksikan Sekretaris Pimpinan Pusat Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah, serta para pengurus dari PCNU Bojonegoro, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bojonegoro, dan PAC Fatayat NU di sejumlah kecamatan di Kota Ledre ini, seperti Kecamatan Padangan, Kedewan, Kasiman, Gayam, dan Kalitidu.

Shautus Salam

Ketua PAC Fatayat NU Malo Uthfiatul Ummi Farida berharap pasca pelantikan ini, para pengurus lebih bersemangat dalam menjalankan program. Ia mengaku tengah mengagendakan program pelatihan untuk para kader perempuan NU.

"Pesan dari penasehat, nanti akan ada pelatihan menjahit untuk Fatayat-Muslimat sebagai awal menjadi usaha kreatif," terangnya.

Shautus Salam

Munif Sulaiman, penanggung jawab kegiatan, mengaku acara ini merupakan rangkaian dari peringatan harlah ke-90 NU. Di dalamnya ada bakti sosial, pengobatan gratis, marching band dan ditutup dengan pelantikan PAC Fatayat NU Malo.

"Ada tausyiyah organisasi dan sebagai silaturrohim stakeholder, Muspika, NU dan para banom (badan otonom)," ungkap warga Kecamatan Malo itu.

Wakil Sekretaris PP PSNU Pagar Nusa ini menambahkan, pelantikan PAC Fatayat NU Malo paling dan istimewa karena dihadiri Sekretaris Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Lailiyah. Munif berharap Fatayat NU Malo dapat bersinergi dengan banom NU yang lain dan melakukan penguatan badan ekonomi. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pemurnian Aqidah, Hadits, Amalan Shautus Salam

Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa

Makassar, Shautus Salam. Universitas Islam Makassar mengadakan Pesantren Mahasiswa dan Training ESQ gelombang 3 bagi mahasiswa baru Pembukaan Pesantren Mahasiswa ini dihadiri para wakil Rektor UIM, Direktur Pascasarjana, Seluruh Dekan se Universitas , Ketua Lembaga, dan dihadiri 523 peserta dari berbagai fakultas 29/11, kegiatan ini akan berlangsung selama 4 hari 29/11-2/12 ? yang dipusatkan di aula SMK Darussalam.

Dalam sambutannya Suradi sebagai Ketua Panitia Pelaksana mengemukakan Pesantren mahasiswa dan Training ESQ ini wajib diikuti setiap mahasiswa, sebagai salah satu syarat kegiatan proses akademik. Setiap peserta akan mendapatkan sertifikat yang akan menjadi syarat ujian meja/munaqys.

Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Penangkal Mahasiswa Anarkis, UIM Terampak Pesantren Mahasiswa

Disisi lain Training ESQ ini akan dilatih trainer dari tim ESQ Sulawesi Selatan yang berpengalaman dan untuk pesantren mahasiswa akan dibimbing langsung oleh sesepuh Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan diantaranya Anregurutta KH Sanusi Baco Rais Syuriyah NU Sulsel yang juga pimpinan Ponpes Nahdlatul Ulum Soreang Maros, KH Zain Irwanto Wakil Rais NU Sulsel, dan Dr Arfah Shiddiq Wakil Ketua NU Sulsel. Materi pesantren diantaranya Aqidah, Syariah dan Tasawuf sesuai dengan kultur keilmuan Nahdlatul Ulama. Ungkap Suradi

Shautus Salam

Wakil Rektor III Dr Abd Rahim Sanjata yang juga mewakili Rektor Universitas Islam Makassar dalam sambutannya, memaparkan Universitas Islam Makassar sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama memliki tanggung jawab moral untuk melahirkan intelektual yang memiliki akhlakul karimah. Melalui pesantren mahasiswa dan training ESQ ini, mahasiswa akan diberikan materi penyadaran spiritual.

Shautus Salam

Akhir-akhir ini banyak masyarakat ? yang antipati terhadap gerakan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya yang terkadang anarkis. Sebagai Perguruan Tinggi Islam yang memiliki visi misi yang mencetak intelektual, tentunya melalui training ESQ dan Pesantren ini, mahasiswa akan digembleng untuk mendapatkan materi spiritual dan melalui pesantren, mahasiswa akan mendapatkan ilmu praktek cara beribadah sesuai dengan kultur NU. Tambahnya.

Olehnya itu, UIM mengharapkan seluruh mahasiswa mengikuti proses training dan pesantren mahasiswa ini sampai selesai. Disisi lain, mahasiswa ke depan akan mendapatkan materi-materi spiritual dalam proses perkuliahannya sebagai bekal untuk mengaplikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Ungkapnya sekaligus membuka proses pesantren mahasiswa ini. (andy muhammad idris/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, Pemurnian Aqidah, Aswaja Shautus Salam

Kamis, 30 November 2017

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung

Surabaya, Shautus Salam. Setelah lama tidak pernah direnovasi, akhirnya Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya yang berada di Jalan A Yani dirombak total. Hal ini dilakukan agar gedung terlihat lebih modern dan cantik.

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung

Hal ini disampaikan Kepala RSI Surabaya kepada sejumlah media saat peresmian kamar operasi baru yang diharapkan bisa menjadi tempat rujukan pasien gawat darurat di wilayah Surabaya selatan dan sekitarnya.

"Kamar operasi baru ini terdiri dari tiga kamar operasi dan dua ruangan perawatan pascaoperasi. Kami juga tengah merenovasi gedung agar lebih modern, seperti yang ada pada ruang kamar operasi kami,” kata Kepala RSI A Yani, dr Samsul Arifin MARS, Sabtu (24/5).

Shautus Salam

Gedung baru ini, lanjutnya, akan merombak total wajah RSI A Yani dengan desain minimalis modern, sehingga diharapkan wajah RSI akan tampak semakin cantik ketika dilihat dari flyover Wonokromo.

“Bangunan kami belum pernah direnovasi sejak tahun 70-an. Kami pikir, perubahan yang progresif harus dilakukan untuk semakin menumbuhkan sikap pelayanan kepada pasien,” sambungnya.

Shautus Salam

Samsul yang juga Humas Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Jatim ini mengungkapkan, pembangunan ini dilakukan untuk menyambut pasar bebas dimana Surabaya menjadi kota percontohan di Indonesia untuk masuknya rumah sakit asing. “Kalau tidak melakukan perubahan progresif, kita akan tertinggal ketika AFTA nanti,” ujarnya.

Ketua Yayasan RSI, M Nuh, menyatakan, meski RS tipe C, standarisasi fasilitas kamar operasi baru RSI A Yani ini hampir setara dengan kamar serupa di RSUD Dr Soetomo. “Di bawah satu tingkat dari RSUD Dr Soetomo. Untuk pembangunan gedung baru berlantai 9 kami perkirakan akan selesai dua tahun mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Harsono, menambahkan, penambahan fasilitas dan pembangunan renovasi Gedung RSI A Yani merupakan hal yang tepat dilakukan.

Saat ini, ungkapnya, ada sekitar 450 RS di Jatim, 53 di antaranya merupakan RS Pemerintah. Menurutnya, RS swasta lainnya harus terus melakukan peningkatan fasilitas agar siap ketika nanti mulai masuk RS-RS asing ke Surabaya.

Tampak hadir pada kegiatan ini, Rais PWNU Jawa Timur, KH Miftachul Akhyar. (Syaifullah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam AlaNu, Pemurnian Aqidah Shautus Salam

Senin, 27 November 2017

NU harus Mampu Penuhi Kebutuhan Warganya

Jakarta, Shautus Salam. Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudz mengungkapkan bahwa NU harus menggunakan pendekatan berdasarkan kebutuhan. Kalau tidak suatu saat pasti akan hilang karena ditinggal warganya.

“Kalau sekarang masih kuat ke-NU-annya, banyak orang kalau tak NU tidak mau. Ini karena kokohnya jamaah yang dipengaruhi kultur dan tzakofah.,” tuturnya dalam Halaqoh Penyusunan Rancangan Program Pemberdayaan Syuriah Nahdlatul Ulama di Jakarta, Kamis.

Namun demikian, NU harus merubah paradigmanya karena jika suatu saat tidak bisa memenuhi kebutuhan, akan ditinggalkan masyarakat karena mereka akan beralih pada organisasi lain

NU harus Mampu Penuhi Kebutuhan Warganya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU harus Mampu Penuhi Kebutuhan Warganya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU harus Mampu Penuhi Kebutuhan Warganya

Upaya untuk mengembangkan NU dengan berbasis pada kebutuhan tersebut bisa dilakukan dengan peningkatan kemampuan para pengurusnya. Menurut Kiai Sahal, jajaran syuriyah layak untuk mendapatkan prioritas pertama.

Selama ini banyak pengurus syuriah yang lebih menguasai aspek-aspek keagamaan daripada aspek manajerial dan keorganisasian. Sering seorang syuriah hanya berpendidikan ibtidaiyah tapi bisa menjadi kiai karena mondok di pesantren dalam jangka waktu lama. Disisi lain, jajaran tanfidziyah atau pelaksana banyak yang bergelar S1 sehingga sering ada kesenjangan.

Kondisi inilah yang salah satunya menjadi alasan PBNU menyelenggarakan halaqah dalam upaya meningkatkan pemberdayaan jajaran syuriah. Namun pengaruh Ponpes Maslahul Huda Pati tersebut berpesan agar upaya ini mempertimbangkan aspek jamaah dan jamiyyah sehingga tidak terjadi gelojal yang tidak diinginkan.

Shautus Salam

Ketua Umum MUI tersebut menjelaskan kesenjangan yang timbul ini bisa ditarik dari latar belakang berdirinya NU. Pada zaman dahulu, embrio NU adalah sebuah jamaah, kelompok ulama-ulama yang melakukan kegiatan yang belum dijadikan organisasi yang akhirnya diformalkan manjadi jamaah.

Pada masa awalnya, yang aktif dalam organisasi tersebut juga para ulama. Namun kebutuhan adanya pengurus akhirnya melibatkan orang lain untuk terlibat dalam organisasi.

?

Sampai sekarang, kesenjangan antara syuriah dan tanfidziah tersebut masih terasa. Salah satunya disebabkan oleh pola rekrutmen pengurus syuriyah yang dalam hal tertentu masih kental nuansa jamiyyahnya.

Shautus Salam

“Kalau menggunakan pendekatan jamiyyah, pakai banyak kriteria dan syarat. Kalau pengurus syuriah biasanya pakai aklamasi pura-pura, saya sendiri juga begitu. Tapi kalau tanfidziyah pilihan langsung, kan lain. Ini persoalan jamaah, saya akui itu,” tandasnya.

Akibatnya, seringkali terjadi para pengurus syuriah ketika dimintai pendapat oleh ummatnya tentang suatu masalah seringkali masalah menyerahkan ke jajaran tanfidziyah. Akibatnya timbul kesan bahwa tanfidziyah lebih berkuasa dibandingkan dengan syuriyah karena mereka lebih sering tampil di depan public dan membahas berbagai masalah.

“Ini terjadi karena memang kiai tidak menguasai masalahnya, karena memang cara pemilihan belum sepenuhnya menggunakan kriteria jamiyyah. Kita masih menggunakan pola-pola jamaah itu tadi dalam pola rekrutmen kepengurusan.

Pelatihan ini diikuti oleh 40 orang dari jajaran syuriah, tanfidziyah, lembaga, lajnah, badan otonom dari PBNU dan beberapa pengurus wilayah NU. Acara berlangsung pada 5-6 April dengan membahas meneguhkan peran dan fungsi syuriah dalam struktur organisasi NU, merumuskan sosok kader ideal syuriah NU untuk masa mendatang dan merumuskan rancangan program pemberdayaan syuriah Nahdlatul Ulama. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Sunnah, Pemurnian Aqidah, Daerah Shautus Salam

Selasa, 24 Oktober 2017

Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan

Cirebon, Shautus Salam - Pengurus harian Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon terus berupaya melebarkan organisasi di sekolah dan pesantren. Mereka membentuk komisariat di MTs dan MA Manbaul Hikmah dan SMP, SMK, dan MA As-Shighor Pondok Pesantren Gedongan, Pangenan, Cirebon, Sabtu (11/2).

IPNU dan IPPNU yang berbasis pesantren dinilai cocok untuk membentuk komisariat di sekolah tersebut. Terbentuknya komisariat di sekolah itu diharapkan mampu merangkul sekolah-sekolah yang berada dalam naungan pesantren.

Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan

Pengasuh Pesantren Gedongan KH Mamad Sugiarto berharap, siswa dan siswi sekolah itu dapat aktif dan menjadi anggota IPNU dan IPPNU yang loyal, massif, dan progresif. Dia mengatakan, sudah banyak sekali kader IPNU dan IPPNU di Kabupaten Cirebon yang menjadi tokoh penting.

Ketua IPNU Kabupaten Cirebon Muhammad Mumin melalui Wakil Ketua Kaderisasi Hamdan Tsani Tyo mengatakan, IPNU dan IPPNU dinaungi berkah ulama sehingga siapapun yang ikhlas berkhidmat di IPNU dan IPPNU niscaya akan menjadi seorang tokoh dan mendapat keberkahan.

Shautus Salam

Menurut Ketua IPPNU Kabupaten Cirebon Nurjannah, pembentukan komisariat-komisariat di sekolah bertujuan untuk regenerasi tunas NU dan keberlanjutan roda pergerakan di organisasi NU ke depannya. Untuk itu, Nurjannah bertekad membentuk sedini mungkin komisariat di setiap sekolah demi keberlanjutan organisasi NU ke depannya.

Shautus Salam

“Proses regenerasi pimpinan NU dimulai dari sekolah-sekolah. Kalau kami berhenti melakukan pengkaderan, maka proses regenerasi pemimpin NU akan terputus,” ujarnya.

Namun, untuk membentuk komisariat IPNU dan IPPNU di sekolah, menurutnya, butuh perjuangan keras. Hal itu dikarenakan ada sebagian pelajar yang masih belum mengerti dan tidak memahami apa dan bagaimana IPNU dan IPPNU. Namun, pihaknya berjanji untuk terus melakukan sosialisasi mengenai organisasi pelajar NU itu.

“Apapun yang terjadi kami akan terus membentuk komisariat IPNU-IPPNU di sekolah-sekolah,” pungkasnya. (M Syakir Niamillah/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pemurnian Aqidah, Anti Hoax, Hikmah Shautus Salam

Senin, 04 September 2017

Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian

Jepara, Shautus Salam. Peserta didik Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan Jepara yang tergabung dalam Unit Kegiatan Siswa (UKS) Farm Agriculture memproduksi cairan khusus untuk pertanian.

Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian

Beberapa jenis cairan diproduksi dari bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (PGPR/ plant growth-promoting rhizobacteria) akar bambu, PGPR rumput tekek-tekekan akar serabut, PGPR rumput tekek-tekekan akar gada, dan mol rebung bambu yang manfaatnya untuk mencegah penyakit akar tanaman.

Ada pula dari mol bonggol pisang dan mol buah maja untuk perangsang pertumbuhan pada fase fegetatif, mol buah-buahan untuk perangsang bunga dan buah, serta probiotik pengurai tinja untuk pengurai tinja di septitank.

Shautus Salam

Delapan jenis cairan itu dipamerkan dalam kegiatan pelatihan dan pameran yang diadakan SMK Walisongo Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, di halaman sekolah setempat, Kamis (27/11) pagi.

Sri Utami, salah satu pegiat UKS tersebut menyebut proses pembuatan cairan-cairan itu. Siswi kelas X IPA itu menguraikan pembuatan probiotik pengurai tinja yang terbuat dari gula merah, lerin (air beras) dan rumen (kotoran sapi).

Shautus Salam

Proses pembuatannya memakan waktu 2 pekan. “Rumen 20 ml dimasukkan di dalam wadah yang berisi air gula merah. Selama proses penyimpanan tidak boleh terkena sinar matahari namun botol cairan ini dikasih celah sedikit,” jelas Utami.

Manfaat cairan itu urai siswi asal desa Pancur, Mayong untuk mempercepat penguraian tinja di dalam septitank menjadi air yang diserap tanah sehingga tidak perlu repot untuk menguras.

Manfaat lain, lanjut dia, untuk meningkatkan kandungan mikro organisme pengurai di dalam tanah serta sebagai pupuk cair untuk fermentasi jerami.

Dalam setiap botol cairan dijual dengan harga berbeda. Khusus Probiotik Pengurai Tinja harganya Rp. 10.000/ mil. Lainnya, Rp.5.000 per 330 mil.

Dalam proses memproduksi mereka tidak sendirian namun didampingi pembina UKS Farm Agriculture, Saiful  Anam serta waka kesiswaan, Mukhlisin. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Nusantara, Pemurnian Aqidah, Anti Hoax Shautus Salam

Sabtu, 26 Agustus 2017

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia

Jakarta, Shautus Salam 

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Ketua Lembaga Kesehatan PBNU periode 2010-2015 Dr. dr. Imam Rasjidi, SpOG (K) Onk tutup usia di Jakarta, Selasa malam (10/10). 

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahnya, diampuni salah dan khilafnya, dan keluarga besarnya diberi keikhlasan dan ketabahan menerimanya. Amin. (Red: Abdullah Alawi)

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Syariah, Pemurnian Aqidah, Pertandingan Shautus Salam

Shautus Salam

Minggu, 06 Agustus 2017

Menpera Bantu Rusunawa Pesantren Kota Khadijah Surabaya

Surabaya, Shautus Salam. Menteri Perumahan Rakyat H Djan Faridz membantu pembangunan Pesantren Kota Putra "Khadijah" Surabaya di bawah naungan Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU (YTPSNU) "Khadijah" Surabaya.

Bantuan dalam bentuk bangunan melalui SK Hibah Rusunawa Santri itu diserahkan Menpera kepada Ketua YPTSNU Khadijah, Surabaya, Hj Khofifah Indar Parawansa, dalam Tasyakuran YTPSNU "Khadijah" Surabaya, Ahad.

Menpera Bantu Rusunawa Pesantren Kota Khadijah Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpera Bantu Rusunawa Pesantren Kota Khadijah Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpera Bantu Rusunawa Pesantren Kota Khadijah Surabaya

"Kalau membaca sejarah dari yayasan ini yang didirikan pada tahun 1954, saya kira yayasan yang didirikan para ulama ini sudah lama memiliki kepedulian pada pendidikan, karena itu pemerintah patut berterima kasih dan mendukungnya," kata Menpera.

Shautus Salam

Di hadapan ribuan ibu-ibu Muslimat dan Fatayat NU se-Jatim serta sejumlah ulama seperti KH Hasyim Muzadi (PBNU), KH Sholeh Qosim (Sepanjang, Sidoarjo), KH Mas Yusuf Muhajir (Dresmo, Surabaya), ia menjelaskan bantuan itu merupakan penghormatan kepada para ulama.

Shautus Salam

"Para ulama telah berjuang untuk bangsa dan negara ini melalui perjuangan kemerdekaan, pendidikan, dan sosial-keagamaan, karena itu kita wajib meneruskannya, apalagi yayasan ini akan mengembangkan pesantren dan sekolahnya lebih luas lagi," katanya.

Pejabat yang juga tokoh NU itu berharap dukungan yang diberikan pemerintah kepada pesantren kota itu akan mencetak generasi muda yang pintar, berakhlak, dan mandiri, karena pendidikan yang dikembangkan YPTSNU Khadijah itu memadukan ilmu agama dan umum.

"Semoga pesantren kota itu menjadi pesantren yang bertaraf internasional, karena pendidikan yang dikembangkannya juga bertaraf internasional," katanya.

Dalam laporannya, Direktur Pendidikan YPTSNU Khadijah, Surabaya, Drs H Suwito MM mengatakan pihak yayasan sudah membeli tanah di depan SMKN 1 Surabaya yang berjarak sekitar 200 meter dari lembaga pendidikan SD-SMP-SMA Khadijah di Jalan SMEA, Wonokromo, Surabaya.

"Tanah yang kita beli seharga Rp3,7 miliar dan sudah lunas itu akan dibangun dengan bantuan dari Menpera senilai Rp7 miliar yang berbentuk bangunan, karena SK hibah-nya sudah diterima Bu Khofifah, maka pembangunan segera dimulai pada awal April mendatang," katanya.

Ia menjelaskan pesantren kota yang pembangunannya ditargetkan akan selesai dalam enam bulan ke depan itu akan menempati tanah seluas 1.500 meterpersegi dan bangunannya akan berlantai 4 dengan kapasitas 200 santri.

"Santri yang menghuni pun bukan dari luar, melainkan dari siswa SMP dan SMA Khadijah Surabaya. Kalau bangunan sudah jadi, pihak yayasan akan melengkapi dengan fasilitas seperti jaringan internet, mesin cuci, dan sebagainya, sehingga mereka akan tetap dapat mengikuti perkembangan ilmu tapi mereka akan mandiri," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua YPTSNU Khadijah Surabaya, Hj Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan kenang-kenangan berupa karikatur Menpera, kemudian Menpera menuliskan kata-kata motivasi untuk pesantren yang akan dibangun itu, yakni Bekali Ilmu dan Karakter untuk Santri Berkualitas.

Sementara itu, Rais Syuriyah PBNU KHA Hasyim Muzadi menyatakan Muslimat NU yang memiliki lembaga pendidikan dan pesantren di berbagai provinsi itu merupakan salah satu dari tidak banyak organisasi yang ikhlas berjuang untuk orang banyak.

"Ikhlas itulah ruh dari perjuangan NU dan para ulama, karena itu perjuangan yang ikhlas harus diteruskan. Kalau keikhlasan itu tidak diteruskan, maka NU hanya menjadi jasad tanpa ruh," kata pengasuh pesantren mahasiswa di Malang dan Depok itu.

Oleh karena itu, ia memuji dukungan Menpera terhadap Muslimat NU melalui lembaga pendidikan dan pesantren. "Kalau bantuan itu diberikan kepada organisasi, maka masyarakat akan diuntungkan dan itulah perjuangan para ulama, bukan keuntungan individu," katanya.

Hingga kini, YPTSNU Khadijah Surabaya telah memiliki lembaga pendidikan dari tingkat SD hingga SMA yang berada di tiga lokasi yakni Wonokromo, Pandegiling, dan Candilempung. Selain itu, YPTSNU Khadijah Surabaya juga memiliki panti asuhan anak yatim dan pesantren, namun pesantren yang dimiliki hanya satu yakni Pesantren Kota Khadijah Surabaya khusus putri. (antara/mukafi niam)

Foto: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pesantren, Pemurnian Aqidah, Lomba Shautus Salam

Jumat, 04 Agustus 2017

Layani Program KB, 3 Cabang Muslimat NU di Jateng Terima Penghargaan

Jakarta, Shautus Salam. Pengurus harian Muslimat NU Jawa Tengah memberikan penghargaan untuk 3 cabang Muslimat di Jawa Tengah. Muslimat NU Tegal, Cilacap, dan Demak, berhak menerima trofi dan uang pembinaan atas intensitas mereka dalam memberikan layanan terbaik program KB kepada masyarakat.

Panitia penyelenggara Dra Hj Zuhar Machsun mengatakan, acara penyerahan penghargaan dirangkai dengan Rapat Koordinasi ? cabang dan wilayah Muslimat NU seprovinsi Jawa Tengah.

Layani Program KB, 3 Cabang Muslimat NU di Jateng Terima Penghargaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Layani Program KB, 3 Cabang Muslimat NU di Jateng Terima Penghargaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Layani Program KB, 3 Cabang Muslimat NU di Jateng Terima Penghargaan

“Rapat ini ditujukan antara lain agar seluruh cabang Muslimat dapat termotivasi dan terinspirasi memberikan layanan KB terbaik karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat khusunya bagi mereka yang masih pra sejahtera,” kata Hj Zuhar.

Shautus Salam

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Muslimat NU Jateng, BKKBN, dan BP3AKB Jawa Tengah di Aula PWNU Jawa Tengah, pada 6 Mei 2015 lalu.

Adapun layanan KB gratis sendiri berlangsung dalam rentang waktu mulai akhir Januari hingga akhir April 2015. Kegiatan yang dikemas dalam Safari KB ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Harlah Ke-69 Muslimat NU.

Shautus Salam

Program KB ? memiliki hubungan historis cukup kuat dengan Muslimat NU. Bagi Muslimat NU Program KB tidak hanya dilihat sebagai program pengendalian pertumbuhan penduduk, tetapi lebih dilihat sebagai bagian upaya penguatan hak-hak reproduksi perempuan serta ikhtiar meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak terutama di pedesaan.

Kesungguhan Muslimat NU dalam menyukseskan program KB juga diakui oleh Kabid KB-KS BP3AKB Jawa Tengah Drs Jumiko. Menurutnya, peran Muslimat NU sangat dirasakan oleh pemerintah. Tanpa kesungguhan Muslimat NU, pemerintah sulit menjangkau sasaran KB sampai ke pelosok pedesaan.” (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ulama, Pemurnian Aqidah Shautus Salam

Kamis, 13 Juli 2017

Mbah Siti Chalimah Rembang, Salah Satu Murid Sunan Bonang

Rembang, Shautus Salam

Mbah Siti Chalimah begitu orang menyebutnya. Konon ia adalah salah satu murid dari Raden Makdum Ibrahim alias Sunang Bonang Tuban. Makamnya terletak di Desa Tanjungan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kurang lebih 100 meter sebelah selatan bibir pantai utara.

Mbah Siti Chalimah Rembang, Salah Satu Murid Sunan Bonang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Siti Chalimah Rembang, Salah Satu Murid Sunan Bonang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Siti Chalimah Rembang, Salah Satu Murid Sunan Bonang

Makam Mbah Siti Chalimah dahulu diperkenalkan oleh KH Imam Kholil bin Syuaib Sarang pada tahun 1969 M. Berawal dari situlah masyarakat mengenal sosok Mbah Siti Chalimah sebagai salah satu murid dari Sunan Bonang.

Sesepuh Desa Tanjungan, Mbah Sujarwo membenarkan hal ini. Menurutnya, dulu peringatan haul Mbah Siti Chalimah digelar secara kecil-kecilan. Tapi sekarang peringatannya dengan pengajian umum yang dihadiri ribuan orang.

Shautus Salam

Makam yang terletak di depan halaman masjid Desa Tanjuangan Kragan ini diapit oleh dua pohon besar. Di bagian samping makam juga terletak sumber mata air yang konon tidak pernah habis.

Shautus Salam

"Dulu cerita dari para sesepuh bahwa makam ini telah ada seperti itu. Tidak tahu asal mulanya siapa yang membangun atau tahun kapan. Diperkirakan adanya makam ini adalah semasa Sunan Bonang," terangnya saat ditemui Shautus Salam dalam peringatan haul, Sabtu (20/8/2016) pagi.

Dari keterangan Mbah Sujarwo, KH Imam Kholil bin Syuaib putra dari KH Syuaib dan Nyai Hj Saidah yang merupakan salah satu menantu dari KH Ghozaly bin Lanah (Pendiri Pesantren Sarang), menerangkan bahwa Mbah Siti Chalimah merupakan salah satu murid dari Sunan Bonang. Ia adalah abdi dalem Sunan Bonang bersama dengan Syeikh Abdur Rohman Desa Kebloran Kragan.

"Banyak sekali orang dari luar kota yang tawassul di makam Mbah Siti Chalimah ini. Biasanya kalau permohonan mereka dikabulkan Allah, mereka mengadakan syukuran motong ayam atau kambing dan dimakan bersama dengan masyarakat sekitar," ujar Mbah Sujarwo yang kini berusia 61 tahun tersebut. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Syariah, Pemurnian Aqidah Shautus Salam

Selasa, 02 Mei 2017

Muslimat NU DKI Tunggu Gebrakan 100 Hari Jokowi

Lima belas Oktober lalu, warga DKI Jakarta memiliki gubernur baru. Nama Jokowi-Basuki cukup populer satu bulan terakhir. Keduanya terpilih sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur baru DKI Jakarta. Wartawan Shautus Salam Alhafidz Kurniawan mewawancarai Ketua Pimpinan WIlayah Muslimat NU DKI Jakarta, Hj. Hizbiyah Rochim pertelepon, Kamis (18/10) petang. Berikut petikan wawancaranya.

Apa harapan Muslimat NU DKI Jakarta kepada Gubernur baru?

Muslimat NU DKI Tunggu Gebrakan 100 Hari Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU DKI Tunggu Gebrakan 100 Hari Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU DKI Tunggu Gebrakan 100 Hari Jokowi

Kita berharap Pak Jokowi merealisasikan janji-janjinya kepada rakyat DKI Jakarta. Misalnya soal pengentasan rumah kumuh, jaminan kesehatan, pendidikan, dan janji lainnya. Kami juga berharap agar Jokowi ini mengemban amanah dalam lima tahun ke depan. Dengan begitu, ia tidak setengah-setengah membenahi persoalan di Jakarta.

Terkait sosial-keagamaan?

Shautus Salam

Saya dengar kiprahnya di Solo cukup baik dengan dunia kemasyarakatan dan keagamaan. Dan kita sebagai tokoh masyarakat termasuk ulama-ulamanya, harus menjemput bola. Tokoh-tokoh ini penting untuk memberikan masukan-masukan kepada Pak Jokowi sebagai Gubernur baru DKI Jakarta. Tentunya ia akan mendengarkan masukan tersebut demi kemaslahatan, ukhuwah Islamiyah, dan kesejahteraan warga DKI.

Shautus Salam

Kita tidak boleh diam, tetapi harus mengadakan pendekatan-pendekatan. Kita, sejumlah ormas keagamaan, termasuk MUI harus mendukung program-program Pak Jokowi. Para ulama dan habib harus menyambut positif kehadiran Pak Jokowi. Kita tidak boleh menyikapinya secara negatif.

Pemimpin itu tergantung lingkungan. Siapa lagi yang melindungi pemimpin kita kalau bukan kita sendiri.

Apa tanggapan ibu terkait ormas Islam tertentu yang menyudutkan Wagub DKI Jakarta yang nonmuslim?

Kita boleh berjuang. Tetapi semua ada aturan dan kondisinya. Artinya saat untuk mengkritisi pemimpin belum saatnya. Orang (pemimpin-red.) belum kerja, sudah dikritisi? Nanti dulu. Kita harus lihat dulu kenyataannya ke depan. Meskipun Wagub nonmuslim, tetapi kalau memberikan kemaslahatan kepada banyak orang, kita harus mendukungnya.

Ini belum apa-apa, sudah diginikan-ginikan? Jadi kerjanya akan terganggu. Ini nggak benar. Kita di Islam, ya nggak boleh seperti itu. Justru kita berkiprah bersama dalam membenahi DKI Jakarta. Tinggal dilihat bagaimana nanti ke depannya?

Kita lihat dulu 100 hari ke depan seperti apa, baru kasih masukan kepada pemimpin dimana kurangnya. Tetapi itu pun harus mengerti jalur dan salurannya. Jangan sampai Islam kita ini dicederai oleh segelintir umat Islam sendiri. Kita tidak menginginkan hal tersebut tentunya. Umat Islam kok menodai Islam sendiri? Nggak boleh itu. Kita bekerja yang cantik lah…

Ada mekanismenya?

Saya kira semua ada strateginya lah. Etikanya pun ada. Kita harus tahu itu. Bukan harus demonstrasi. Itu bukan solusi. Solusi itu yang memberikan kemaslahatan kepada masyarakat.

Harus punya itikad baik?

Iya harus punya niat baik dalam memberikan masukan (kepada pemimpin-red.). Kalau warganya selalu su’uzan, ya repot. Bagaimana kita bisa membangun Jakarta? Maka itu kita harus memiliki semangat yang baik untuk membangun kota Jakarta bersama-sama. Tinggal dilihat ke depan seperti apa? Kita evaluasi sambil jalan nanti.

Tantangan ke depan?

Saya kira setiap pemimpin akan mendapat tantangan. Semua pemimpin akan hadapi itu, tidak hanya gubernur DKI Jakarta saja. termasuk pemimpin ormas, politik, dan pemimpin di pelbagai bidang. Tantangan itu pun harus dilihat dulu. Kalau tantangannya untuk memajukan masyarakat Jakarta, tentu mau tidak mau harus diatasi.

Dilihat dari pelantikan kemarin, siapa sih yang menghendaki Pak Jokowi? Rakyat toh? Pak Jokowi ini kan dipilih oleh masyarakat sendiri. Dan tentunya kebijakannya harus kembali kepada rakyat.

Selain itu kita harus melihat DPRD. Peran DPRD di sini juga cukup menentukan, terkait anggaran, program, dan sebagainya. Saya kira Pak Jokowi juga harus bisa melakukan pendekatan dengan DPRD. Tetapi saya pikir Pak Jokowi jauh hari sudah mengerti strategi dan caranya.

Redaktur: A. Khoirul Anam 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pemurnian Aqidah, Quote Shautus Salam

Selasa, 11 April 2017

Pelajar NU Babat Rutin Gelar Gebyar Shalawat ke Desa-desa

Lamongan, Shautus Salam

Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Babat akan menggelar “Gebyar Shalawat” di Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur, setiap sebulan sekali.

Program tersebut menjadi komitmen Ketua PAC IPNU Babat Muhammad Miftahul Aminin dan Ketua PAC IPPNU Wiwin Setiowati di sisa periode kepengurusan yang bakal berakhir pada 2017 nanti. “Gebyar Shalawat” akan diselenggarakan di setiap desa maupun sekolah di Kecamatan Babat.

Pelajar NU Babat Rutin Gelar Gebyar Shalawat ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Babat Rutin Gelar Gebyar Shalawat ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Babat Rutin Gelar Gebyar Shalawat ke Desa-desa

Selain untuk menggerakkan roda organisasi, program ini diharapkan mengubah kultur pelajar dari “cangkrukan” atau nongkrong tanpa maksud yang jelas di jalan menjadi pecinta shalawatan. “Yang tidak kalah pentingnya, ikut berpartisipasi dalam melestarikan tradisi-tradisi Nahdlatul Ulama di masa sekarang sampai masa yang akan datang,” ungkap Aan Andri Ardiyansah, Wakil Ketua 1 PAC IPNU Babat.

Shautus Salam

Menurutnya, program seperti ini mesti dijalankan organisasi IPNU-IPPNU itu di mana saja karena bernilai positif dan melibatkan langsung masyarakat. “Saya menekankan program-program tersebut harus dilaksanakan oleh IPNU IPPNU karena nantinya 20 tahun yang akan datang kader-kader IPNU IPPNU lah yg akan meneruskan perjuangan tokoh-tokoh pendiri Nahdlatul Ulama,” tuturnya dalam siaran pers, Selasa (29/3).

Program Gebyar Shalawat PAC IPNU-IPPNU Babat mendapat apresiasi dari masyarakat, Majelis Alumni IPNU-IPPNU, dan Pembina IPNU-IPPNU.

Shautus Salam

Muhammad, ketua PAC IPNU Babat priode 2013-2015 yang kini mengemban amanah sebagai ketua? di Pimpinan Cabang IPNU Babat menilai periode kali ini sangat kreatif dan produktif. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Daerah, Pemurnian Aqidah, Makam Shautus Salam

Minggu, 12 Maret 2017

Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad Lahirkan Piagam Tebuireng

Jombang, Shautus Salam - Sejumlah ulama, kiai, habaib, dan akademisi serta unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkumpul di Pesantren Tebuireng, Jombang Jawa Timur, Sabtu (5/11). Dari pertemuan tersebut tercetus piagam yang ditandatangani bersama.

Ada Tuan Guru Turmudzi, Habib Sholeh al-Jufri, KH Anwar Manshur, Tuan Syech Akbar Marbun, KH Ahmad bin Zain al-Kaff, KH Mahfudz Syaubari, Habib Nabil al-Musawwa, KH Imam Suprayogo, KH Hanif Muslih, serta tuan rumah KH Salahuddin Wahid.

Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad Lahirkan Piagam Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad Lahirkan Piagam Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad Lahirkan Piagam Tebuireng

Masing-masing membubuhkan tanda tangan pada Piagam Tebuireng Aktualisasi Resolusi Jihad yang juga dikuatkan oleh kehadiran Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI, Mayjend TNI Wiyarto.

Shautus Salam

Dalam salah satu butir pernyataan bersama tersebut diserukan kepada pemerintah untuk mengambil langkah-langkah kongkrit dalam jihad mewujudkan kemandirian bangsa. "Sehingga bermartabat dan berdaulat," kata Miftahurrahim selaku pembaca piagam.

"Menggugah para cendekiawan, profesional dan ulama untuk berperan lebih aktif dan tepat sasaran dalam jihad mencerdaskan kehidupan bangsa agar mampu menghadapi segala tantangan di masa mendatang," katanya sesuai poin kedua.

Sedangkan poin berikutnya adalah mengajak segenap elemen di negeri ini untuk berjihad. "Mewujudkan keadilan, mempertahankan kedaulatan dan menjaga persatuan bangsa menuju baldatun thayyibatun warabbun ghafur," ungkapnya di hadapan ratusan hadirin yang memadati aula pesantren setempat.

Shautus Salam

Sebelum dibacakan piagam, sejumlah narasumber memberikan wawasan bagaimana menjaga kedaulatan negara dari berbagai rongrongan. Tampil sebagai pemateri pertama adalah guru besar Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, KH Imam Suprayogo. Sedangkan narasumber kedua adalah Edi Setiadi, Deputi Komisioner Pengawas dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Hadits, Pemurnian Aqidah, Warta Shautus Salam

Kamis, 05 Januari 2017

NU Kraksaan Istiqomah Gelar Istighotsah Selama 10 Tahun

Probolinggo, Shautus Salam. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo tiap hari Jum’at malam rutin menggelar kegiatan istighotsah. 

NU Kraksaan Istiqomah Gelar Istighotsah Selama 10 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kraksaan Istiqomah Gelar Istighotsah Selama 10 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kraksaan Istiqomah Gelar Istighotsah Selama 10 Tahun

Kegiatan yang sudah berlangsung secara istiqomah selama 10 tahun ini diikuti oleh seluruh pengurus ranting NU, lembaga, lajnah dan badan otonom.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Kraksaan Moch. Siddiq Hasan kepada Shautus Salam, Ahad (10/2) mengatakan selain merupakan instruksi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), istighotsah ini juga bertujuan untuk mengamalkan ajaran tradisi NU Ahlussunnah wal Jamaah dan mendoakan masyarakat.

Shautus Salam

”Dalam istighotsah ini kami berdoa bersama-sama dan memohon kepada Allah agar Kabupaten Probolinggo, khususnya Kraksaan menjadi daerah yang aman dan kondusif baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. Selain itu diberikan kemudahan dalam segala hal sehingga dapat berkomunikasi dan koordinasi dengan baik kepada ranting dalam melaksanakan program kerja,” ungkapnya.

Shautus Salam

Menurut Hasan, biasanya setelah istighotsah dilanjutkan dengan diskusi dengan seluruh pengurus ranting untuk membahas program kerja yang akan dijalankan baik di MWC maupun ranting NU. Usulan-usulan tersebut kemudian ditampung untuk diambil sebuah keputusan membuat usulan prioritas yang selanjutnya akan dijadikan sebagai program kerja.

”Dalam kesempatan tersebut kami juga menyerap aspirasi warga nahdliyin dari masing-masing ranting. Kesulitan-kesulitan yang disampaikan warga nahdliyin selanjutnya kami bicarakan bersama untuk dicarikan solusi dan jalan keluarnya. Seperti pada saat adanya aliran sehat yang sangat meresahkan warga Nahdliyin karena ajaran yang disampaikan menyimpang dari akidah ahlussunnah wal jamaah,” jelasnya.

Dikatakan Hasan, melalui kegiatan istighotsah tersebut akhirnya tercipta sebuah ikatan silaturahim yang sangat kuat diantara sesama pengurus NU. Apalagi istighotsah ini merupakan salah satu tradisi ulama NU yang harus terus dilestarikan.

“Istighosah ini merupakan salah satu tradisi NU. Oleh karena itu saya berpesan kepada segenap masyarakat agar tidak meninggalkan tradisi-tradisi yang ada serta tetap berpedoman pada hal-hal yang telah dirumuskan oleh para ulama-ulama NU,” pintanya.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Meme Islam, Pemurnian Aqidah Shautus Salam

Minggu, 27 November 2016

IPNU-IPPNU Malang Kunjungi Alumni IPNU Pertama

Malang, Shautus Salam. Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Kabupaten Malang mengunjungi salah satu alumni pengurus pusat IPNU angkatan pertama yang bertempat tinggal di Desa Bungkuk, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, 31 Mei 2013 lalu. Ia adalah KH Munsif Nachrowi Thohir.

KH Munsif Nachrowi Thohir merupakan Ketua PC IPNU Malang pertama, putra dari KH. Nachrowi Thohir dan Ibu Hj. Rukayah, pendiri Madrasah Mualimin Jagalan Malang, tempat dilaksanakannya Konferensi Panca Daerah IPPNU atau bisa dikatakan tempat lahirnya IPPNU.

IPNU-IPPNU Malang Kunjungi Alumni IPNU Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Malang Kunjungi Alumni IPNU Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Malang Kunjungi Alumni IPNU Pertama

Kiai Munsif menceritakan latar belakang keluarganya dan aktivitas perjuangan NU. Banyak cerita yang dapat dijadikan pelajaran dan motivasi bagi pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Malang yang hadir. 

Shautus Salam

Ia berpesan, sebagai organisatoris para kader IPNU-IPPNU harus mengedepankan pendidikan yang menunjang berjalannya organisasi yang lebih baik. “Jaman sekarang sudah jarang yang lillahi ta’ala membela organisasi, semua orang sudah berorientasi pada tujuan hidup,” katanya. 

Shautus Salam

Kegiatan berkunjung ke tokoh-tokoh NU ini akan insya Allah akan diistiqomahkan setiap hari Jum’at untuk menguatkan ke-NU-an seluruh pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Malang.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ika Rosaria

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pemurnian Aqidah Shautus Salam

Selasa, 12 Januari 2016

NU Award Jatim Memasuki Tahapan Nominasi

Surabaya, Shautus Salam - Empat pengurus cabang NU di Jatim diundang secara khusus oleh tim NU Award dan PWNU Jatim untuk melakukan presentasi di hadapan para pengurus syuriyah, tanfidziyah, ketua lembaga, dan badan otonom NU Jawa Timur di ruang Kertaraharjo, Gedung PWNU Jatim, Selasa (28/6). Acara akan dilanjut dengan buka bersama Gubenur Jatim di Aula PWNU Jatim.

Empat cabang yang masuk nominator NU Award NU Jatim ini adalah PCNU Banyuwangi, PCNU Blitar, PCNU Lumajang, dan PCNU Magetan. "Saya sengaja tidak menghubungi keempat cabang tersebut, karena saya ingin melihat keseriusannya. Kalau tidak dating, saya coret," kata Ketua Tim NU Award H M Koderi.

NU Award Jatim Memasuki Tahapan Nominasi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Award Jatim Memasuki Tahapan Nominasi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Award Jatim Memasuki Tahapan Nominasi

Koderi juga menyampaikan, soal penilaian NU Award diantaranya adalah tertib administrasi, layanan, organisasi, dan program, aset dan inventaris serta unit usaha ekonomi yang dijalankan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama ( PCNU) di Jatim yang memenuhi syarat serta kualifikasi. Sehingga, sejumlah PCNU tersebut, masuk dalam nominator utama dalam NU Award Tahun 2016.

Dalam sambutannya Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah memberi apresiasi terhadap pelaksanaan NU Award ini, baik kepada panitia dan para pengurus cabang yang masuk nominasi.

Shautus Salam

"Saya berharap NU Award ini bisa menjadi penyemangat dan menjadi contoh pelayanan bagi umat. NU Award tahun tahun ini baru pertama kali digelar dan akan menjadi program tahunan yang dilaksanakan oleh tim khusus," kata Kiai Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong ini. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Pemurnian Aqidah, AlaSantri Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock