Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia

Makassar, Shautus Salam. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi menyatakan, aliran keagamaan yang boleh hidup di Indonesia harus mendukung keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.?

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia

“Tidak boleh ada aliran keagamaan mengusung ideologi politik yang bertentangan dengan NKRI dan Pancasila, seperti ideologi yang mengusung khilafah!" Katanya dalam acara seminar nasional bertajuk "Harmoni Umat Beragama untuk memperkokoh NKRI" yang diselenggarakan di Universitas Islam Makassar (UIM), Selasa (24/3).?

Lebih lanjut Kiai Masdar menegaskan bahwa ide mendirikan Khilafah Islamiyah berpotensi merongrong NKRI.

Shautus Salam

Dalam forum yang sama KH Cholil Nafis, ketua komisi dakwah MUI? menyatakan, "Hubungan Islam dan negara bagaikan saudara kembar yang saling mempengaruhi. Karena itu, bentuk NKRI dengan dasar Pancasila adalah hasil relasi yang sesuai dengan Islam dan kebutuhan nasional kita,” katanya.

Pengurus Lembaga Bahtsul Masail NU ini menjelaskan, Islam merupakan agama rahmatan lil alamin, maka dimanapun keberadaan Islam itu akan memberi rahmat kepada umat manusia. Oleh karena itu perjuangan Islam model ISIS yang memaksakan kehendak dan intoleran serta menggunakan kekerasan tidak sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri.?

Shautus Salam

Kiai Cholil memberikan argumentasi bahwa Rasulullah saw telah membuat sebuah tatanan negara majemuk yang menghormati semua aliran dan mengut? makan kemaslahatan, yaitu negara Madinah sebagaimana tertuang dalam Piagam Madinah.

Mewakili Pangdam VII Wirabuana Kolonel Andi Suyuti, menuturkan bahwasanya dewasa ini konflik, intoleransi dan kekerasan atas nama agama akhir-akhir ini terjadi, Sulsel merupakan salah satu provinsi di Indonesia memiliki keragaman budaya, sosial dan agama, permasalahan yang muncul antar kerukunan umat beragama disebabkan banyaknya paham radikal, bentrok antar umat beragama, dan terakhir gerakan radikal.

Tentunya dalam mewujudkan harmoni kehidupan umat beragama, mustinya membangun SDM berkualitas, tingkatkan kerja sama dalam kegiatan keagamaan, perkokoh toleransi, bangun benteng yang kuat terhadap pengaruh paham radikal dan ikut serta menjaga stabilitas keamanan di dalam bingkai Pancasila, tambahnya.

H Abdurrahman, wakil ketua DPW PKB lebih banyak menyinggung keutuhan Negara, politik kebangsaan, dan tentunya eksistensi nilai-nilai rahmatan lil alamin Ahlusunnah wal Jamaah mesti disebarluaskan.

Prof. Arfin Hamid selaku sekretaris PWNU Sulawesi Selatan menuturkan materi tentang Islam sebagai petunjuk bagi manusia dan seluruh alam.

Menurunya Islam sebagai ajaran tentunya mewajibkan bagi umatnya untuk melaksanakan ibadah dan memberikan kedamaian kepada umat seluruh alam. (andy muhammad idris/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Pahlawan, Nahdlatul Shautus Salam

Jumat, 09 Februari 2018

Katib Aam: Jelang Pemilu, Jagalah Ukhuwah Nahdliyah

Yogyakarta, Shautus Salam. Dalam acara tahlil memperingati wafatnya KH Zainal Abidin Munawwir, Selasa (25/3) tadi malam, Katib Aam PBNU KH Malik Madani berpesan agar warga Nahdhiyin menjaga Ukhuwah Nahdliyah, kekompakan sesama warga NU menjelang pemilu 2014 nanti.

“Saya tidak ingin berbicara panjang lebar, saya hanya ingin titip pesan dari PBNU, menjelang tanggal 9 April yang akan datang ini, PBNU berpesan agar warga NU menjaga Ukhuwah Nahdliyah. Ukhuwah ini harus dijaga betul, supaya Ukhuwah Nahdliyah bisa menjelma menjadi Ukhuwah Islamiyah, persaudaraan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah yang hadir.

Katib Aam: Jelang Pemilu, Jagalah Ukhuwah Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam: Jelang Pemilu, Jagalah Ukhuwah Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam: Jelang Pemilu, Jagalah Ukhuwah Nahdliyah

“Tidak usah tengkar? satu sama lain karena berbeda pilihan politik. PBNU tidak pernah mewajibkan warganya untuk memilih partai tertentu. Silahkan tanya kepada hati nurani masing-masing,” tambah Kiai Malik.

Shautus Salam

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Malik juga berpesan agar memilih orang bukan karena money politik.

Shautus Salam

“Pilihlah orang yang menurut pendapat kita orang ini orang baik. Kalau jadi wakil kita di DPR nanti akan menyuarakan aspirasi kita. Tidak akan memperkaya diri sendiri. Inilah pesan PBNU,” ungkap Kiai asal Pulau Madura tersebut

Acara tahlil bersama dalam rangka memperingati 40 hari wafatnya KH. Zainal Abidin Munawwir tersebut dihadiri oleh ratusan jamaah yang terdiri dari santri dan masyarakat. Mereka berduyun-duyun memenuhi halaman Pesantren Krapyak selepas Isya’. Dengan dipimpin oleh KH Najib Abdul Qadir, para jamaah khusyuk membacakan doa untuk KH Zainal Abidin Munawwir yang wafat tanggal 15 Februari 2014.? (Nur Rokhim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Ahlussunnah, Pahlawan Shautus Salam

Rabu, 24 Januari 2018

KH Sholeh Bahruddin Tradisikan Menulis dan Membagikan Buku Secara Gratis

Pasuruan, Shautus Salam. Tidak banyak kiai yang memiliki waktu dan kemampuan dalam menulis buku. Tapi kiai ini tidak semata menuangkan gagasan keagamaan lewat buku, juga membagikan karyanya secara cuma-cuma kepada masyarakat.

KH Sholeh Bahruddin Tradisikan Menulis dan Membagikan Buku Secara Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sholeh Bahruddin Tradisikan Menulis dan Membagikan Buku Secara Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sholeh Bahruddin Tradisikan Menulis dan Membagikan Buku Secara Gratis

Dialah KH Sholeh Bahruddin, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah, Sengonagung, Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur. Baginya, menulis buku adalah sebagai panggilan jiwa sekaligus ingin meniru tradisi agung yang telah dilakukan para ulama terdahulu.

"Saya ingin meniru pengarang kitab Fathul Qarib, Fathul Muin dan lain-lain," katanya kepada sejumlah Pengurus Wilayah Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (PW LFNU) Jawa Timur.

Shautus Salam

Penegasan ini disampaikan Kiai Sholeh, di sela-sela acara Pendidikan dan Latihan (Diklat) falakiyah akhir pekan lalu yang diikuti ratusan peserta dari PC LFNU, utusan pesantren, pejabat kementerian agama, serta dosen sejumlah perguruan tinggi di pesantrennya.

Ia menandaskan, para pengarang kitab atau muallif tempo dulu tidak sekedar menulis kitab, juga tidak berkenan menerima dan meminta royalti dari karya yang telah dibuat. "Justru dengan tidak meminta royalti seperti ini, maka manfaat karya-karya mereka bisa bertahan ratusan tahun bahkan hingga sekarang," tandas  Mustasyar PCNU Kabupaten Pasuruan ini.

Shautus Salam

Kepada setiap peserta diklat falakiyah, Kiai Sholeh memberikan secara gratis buku berjudul Ensiklopedi Fikih Jawabul Masail Bermadzhab Empat. Buku setebal 572 halaman dan dicetak dengan hard cover ini disusun bersama para santri. Isinya adalah tentang tanya jawab hukun Islam terhadap berbagai masalah berdasarkan sudut pandang keagamaan. Mulai dari masalah internasional, kebangsaan, politik, sosial, ekonomi, akidah, hinga persoalan amaliah ibadah sehari-hari.

Menurut Kiai Sholeh, buku-buku hasil karangannya memang sengaja dicetak dan dibagi-bagikan secara gratis. Bahkan  sudah didownload di situs pesantren dan dapat dimanfaatkan oleh siapapun tanpa batas. "Yang penting asas manfaat. Boleh diperbanyak dan tidak perlu izin," ungkapnya. Ia menandaskan, kalau hendak diterbitkan lagi maka identitas Pesantren Ngalah sebagai penerbit bisa dihilangkan.

Kiai Sholeh dan pesantren yang diasuhnya telah mentradisikan kegiatan menyusun, menerbitkan dan membagikan buku secara gratis sejak lama. Judul dan bahasan dari buku yang dihasilkan juga bervariasi. "Saya mendidik para santri agar memiliki kemampuan menulis dengan baik," ungkapnya. 

Tidak hanya itu, kepada seluruh pengurus PW LFNU Jatim saat itu, Kiai Sholeh juga menghadiahkan satu buku dengan judul Sabilus Salikin. Buku setebal 791 halaman tersebut berisi tentang ensiklopedi tarekat yang berjumlah 31 aliran. Selain itu, di bagian awal dan akhir buku dijelaskan tentang esensi tasawuf dan tarekat serta tanya jawab masalah tarekat.

"Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi jawaban atas berbagai tuduhan terhadap tasawuf dan pengamal tarekat, semakin banyak yang memanfaatkan buku tersebut tentu kian baik,” pungkas kiai yang juga mursyid tarekat ini. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Daerah, Pahlawan Shautus Salam

Rabu, 17 Januari 2018

LDNU Sediakan Takjil Sepuluh Hari

Jakarta, Shautus Salam

Seruan PBNU menjelang tahun baru hijriyah 1428 yang diantaranya untuk berpuasa sunnah tasu’a dan asyura dan dimulai dengan puasa mutlaqah dari tanggal 1/10 Muharram mendapat dukungan penuh dari LDNU. Takjil atau buka bersama akan disediakan gratis selama 10 hari berturut-turut ppada  20-30 Januari.

Wakil Bendahara LDNU Khoirul Huda Wahid mengungkapkan bahwa seruan PBNU agar kita semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menghindari segala perbuatan maksiat harus didukung penuh. “Ini merupakan bentuk keprihatinan kepada bangsa yang ditimpa musibah yang tak kunjung selesai yang tak mungkin diatasi oleh manusia kecuali atas bantuan Allah,” katanya ketika ditemui Shautus Salam di kantor LDNU kemarin.

LDNU Sediakan Takjil Sepuluh Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Sediakan Takjil Sepuluh Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Sediakan Takjil Sepuluh Hari

Berbagai bencana, baik bencana alam yang terjadi di darat, laut maupun udara serta bencana sosial yang merusak masyarakat terjadi seolah tiada henti. Kedua bencana tersebut bisa terjadi secara terpisah atau bisa menjadi penyebab yang lainnya sehingga penyelesaiannya semakin susah. “Mudah-mudahan para pemimpin sadar akan tanggung jawabnya kepada rakyat kecil dengan menjadi pemimpin yang adil dan dengan adanya ulama yang baik,” tuturnya

Layaknya takjil yang diberikan selama puasa Ramadhan, menjelang maghrib akan diisi dengan ceramah dari berbagai ulama NU. Setelah itu makan takjil untuk membatalkan puasa dan dilanjutkan sholat Maghrib berjamaah. Baru kemudian makam bersama yang akan diikuti dengan istighotsah atau dzikir bersama serta tartil Qur’an.

Huda berharap buka puasa bersama tersebut dapat diikuti oleh sekitar 300-an orang seperti yang terjadi pada bulan Ramadhan. “Kita juga mengundang penduduk sekitar Gedung PBNU untuk terlibat dalam acara ini,” paparnya.

Shautus Salam

Ketua PBNU dalam berbagai kesempatan dalam mensosialisasikan seruan ini selalu mengutip ayat  al Qur’an bahwa bencana ini timbul karena kita durhaka seperti dalam firmal Allah dalam surat An Nahl ayat 112 yang berbunyi:

“Dan Allah memberikan contoh sebuah negeri yang aman tenteram, rizki yang melimpah dating di negeri itu dari segala tempat; kemudian penduduk negeri itu durhaka dan ingkar terhadap nikmat-nikmat Allah, maka Allah menimpakan pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat sendiri” (Q.S. An-Nahl 112). (mkf)

 

 

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pahlawan Shautus Salam

Minggu, 07 Januari 2018

Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres

Sragen, Shautus Salam. Ribuan jamaah hadir dalam pengajian Isra’ Mi’raj dan hari jadi Kabupaten Sragen ke-286 di Pendapa rumah dinas bupati, Jum’at (23/5). Dalam kesempatan tersebut mereka mendengarkan ceramah dari budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun).

Cak Nun yang hadir bersama kelompok Kiai Kanjeng, dalam kesempatan itu menyinggung tentang pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) mendatang. mengingatkan kepada para jamaah untuk tetap menjaga kerukunan serta mewaspadai berbagai gerakan yang hendak memecah belah umat.

Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres

“Pokoke seng garai gak rukun siji karo sijine (pokonya yang menyebabkan tidak rukun satu dengan lainnya) mesti tidak baik. Hal itu biasanya diawali dari rasa dengki,” tutur Cak Nun.

Shautus Salam

Ia berpesan agar masyarakat tetap menjalankan rutinitas dan aktivitas tanpa terpengaruh hiruk-pikuk dan manuver politik yang terjadi di tingkat nasional.

Shautus Salam

Selain pilpres, Cak Nun juga mengungkapkan berbagai masalah pemahaman keagamaan di Indonesia yang menurutnya, cenderung semakin rumit, kaku dan intoleran. Ia mencontohkan, adanya sebagian kaum yang menginginkan Arabisasi terhadap umat Islam di Indonesia.

“Jangan samakan Islam dengan Arab. Ingat Islam itu beda dengan Arab,” tegasnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pahlawan, Cerita Shautus Salam

Minggu, 17 Desember 2017

Festival Film Pendek untuk Peringati Hari Santri Nasional

Jakarta, Shautus Salam - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan mengadakan lomba film pendek untuk memperingati Hari Santri Nasional kedua dengan tema “Islam dan toleransi”. Panitia Peringatan Hari Santri Nasional Rumadi Amad mengatakan, festival tersebut untuk melihat bagaimana kreasi santri memvisualuasi tentang keislaman dan toleransi yang isu penting saat ini.

“Beberapa nominator akan difasilitasi pelatihan jadi sineas. Mereka akan diundang untuk bertemu dengan insan film,” katanya selepas rapat perdana peringatan HSN di gedung PBNU, Rabu (31/8).

Festival Film Pendek untuk Peringati Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Film Pendek untuk Peringati Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Film Pendek untuk Peringati Hari Santri Nasional

Kegiatan tersebut, kata Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam), PBNU mengharapkan lahirnya generasi baru santri yang mempunyai kemampuan dalam dunia film.

“Ini kan dunia sudah berubah. Arena perjuangan NU sudah lain dari generasi sebelumnya. Cara perjuangannya pun tidak lagi dengan cara-cara konvensional, tapi dengan teknologi, di antaranya film,” jelasnya.

Shautus Salam

Untuk memperjuangkan nilai-nilah Islam Aswaja NU, lanjutnya, santri harus difasilitasi dalam dunia perfilman. Kalau tidak dilakukan, NU akan tertinggal dari organisasi-organisasi lain.

Rumadi menambahkan, sampai saat ini belum disusun ketentuan lomba tersebut, baik ketentuan waktu dan tata cara untuk peserta. Ketentuan tersebut akan segera diumumkan dalam waktu dekat. (Abdullah Alawi)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pahlawan, Santri Shautus Salam

Sabtu, 16 Desember 2017

Assalafiyyah Mlangi Siap Bangun Pesantren Terpadu

Sleman, Shautus Salam. Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY akan segera membangun komplek Pesantren Assalafiyyah II Terpadu. Lokasinya tak jauh dari komplek Assalafiyyah I, yakni di tengah pesawahan di Dusun Mlangi.

Assalafiyyah Mlangi Siap Bangun Pesantren Terpadu (Sumber Gambar : Nu Online)
Assalafiyyah Mlangi Siap Bangun Pesantren Terpadu (Sumber Gambar : Nu Online)

Assalafiyyah Mlangi Siap Bangun Pesantren Terpadu

“Nantinya di kompleks Assalafiyyah Terpadu ini akan dibangun tempat yang baru untuk anak-anak MTs dan MA, masjid, serta rusunawa,” ujar KH Noor Hamid Majid, Pimpinan Pesantren Assalafiyyah pada peletakan batu pertama, Rabu (30/04), di komplek bakal Pesantren Assalafiyyah II Terpadu, Mlangi.

Kiai Noor Hamid menambahkan, di komplek baru akan dibangun rumah kediaman Gus Irwan Masduki yang akan dipercayai memegang MTs dan MA. Ia juga memohon doa restu dan dukungan demi kelancaran pembangunan yang akan dimulai pada bulan Juni tersebut.

Shautus Salam

KH Noor Hamid Majid pada sambutannya juga memaparkan beberapa program unggulan MTs dan MA Assalafiyyah, seperti tahfidzul Qur’an, qiro’atul kutub, dan penguasaan bahasa Arab dan Inggris.

Shautus Salam

Khusus untuk program tahfidzul Qur’an, lanjutnya, ada target-target yang telah dipersiapkan. Untuk tingkat MTs, kelas I ditargetkan hafal 5 juz, kelas II hafal 10 juz, dan kelas III hafal 15 juz. Selanjutnya untuk sampai pada hafalan 30 juz dilanjutkan di tingkat MA.

KH Hasan Abdullah, pengasuh Pesantren Assalafiyyah sekaligus Katib Syuriah PWNU DIY menguatkan, “Nantinya kalau Assalafiyyah II Terpadu sudah ada akan digunakan untuk santri-santri yang nyambi sekolah atau kuliah, sedangkan Assalafiyyah I akan digunakan untuk yang konsentrasi mondok saja,” ujarnya kepada Shautus Salam.

Pesantren Assalafiyyah Mlangi yang didirikan oleh KH Masduqi pada tahun 1936 tersebut baru membuka pendidikan formal yakni MTs dan MA tahun 2013. (Dwi Khoirotun Nisa’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Doa, Pahlawan Shautus Salam

Sabtu, 09 Desember 2017

Para Pemenang NU Award 2017 PWNU Jawa Timur

Surabaya, Shautus Salam. Pada acara Halal Bihalal PWNU Jawa Timur bersama para Pengurus Cabang NU se Jawa Timur, PWNU Jatim mengumumkan para pemenang NU Award 2017. Acara halal bihalal juga dihadiri oleh Forpimda Jatim.

"Atas nama pribadi saya dan khodim para ulama mengucapkan minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir batin, terutama kepada para ulama dan pengurus cabang se-Jatim," kata KH M. Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jatim saat membuka sambutannya, Rabu (19/7) di Gedung PWNU Jatim.

Para Pemenang NU Award 2017 PWNU Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pemenang NU Award 2017 PWNU Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pemenang NU Award 2017 PWNU Jawa Timur

Pengumuman para pemenang NU Award 2017 diumumkan oleh Ketua Panitia M. Qoderi. "PCNU Blitar kembali menyambat juara umum atau juara satu dalam kategori umum setelah dilakukan seleksi yang begitu ketat," kata Qoderi.

Menyusul di juara dua PCNU Magetan, Juara 3 PCNU Sidoarjo dan Juara khusus dari ujung timur pulau Jawa Timur yaitu PCNU Banyuwangi. "Empat PCNU ini ditetapkan sebagai kategori umum," ungkap Qoderi.

PCNU Sidoarjo menyabet dua kategori yaitu katagori pendidikan dengan dan kesehatan.

Shautus Salam

Dalam kategori pendidikan diraih PCNU Sidoarjo dengan MINU Pucang dan ? Kategori kesehatan dengan RSI Siti Hajar. Sedangkan kategori ekonomi ditempati PCNU Ponorogo dengan bintang sembilan swalayan dan KBIH-nya.

Katagori aspirasi politik diduduki PCNU Banyuwangi yang memiliki Bupati kader terbaik NU. "Juara dalam kategori pengkaderan ditempati PCNU Lamongan, meskipun beberapa tahun lalu Lamongan pecah tapi tidak surut dalam pengkaderannya," kata Qoderi. (Rof Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Sejarah, Pahlawan Shautus Salam

Selasa, 05 Desember 2017

Muslim Belgia Berpuasa 19 Jam Lamanya

Brussel, Shautus Salam?

Bagaimanakah rasanya menjalani ibadah puasa di negera minoritas Islam seperti Belgia? Tentu jauh berbeda dengan yang biasa kita alami di Indonesia. Ibadah puasa di Belgia harus dijalani hingga 19 jam lamanya. Hal ini terjadi karena bulan Ramadhan di Belgia saat ini bertepatan dengan musim panas, sehingga waktu siang lebih panjang dari pada waktu malam. Untuk itu sahur di Belgia dilakukan pada pukul 3 pagi, dan buka puasa baru bisa dilakukan pada pukul 10 malam. Sungguh puasa yang amat panjang.

Berpuasa saat musim panas di Belgia juga memiliki tantangan lainnya. Seperti cuaca yang panas yang membuat rasa haus lebih terasa dibandingkan pada musim lainnya. Selain itu, musim panas ini juga dijadikan kesempatan bagi warga Belgia untuk berjemur dengan berpakaian ala musim panas untuk dapat menikmati sinar matahari. Aurat tidak tertutup sempurna, sehingga pemandangan pun jadi terasa ‘panas’ menggoda. Itulah beberapa tantangan bagi kaum muslim di Belgia untuk berpuasa total, puasa makan dan minum sekaligus menjaga pandangan mata.

Muslim Belgia Berpuasa 19 Jam Lamanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Belgia Berpuasa 19 Jam Lamanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Belgia Berpuasa 19 Jam Lamanya

Suasana puasa Ramadhan di tanah air tentu sangat terasa. Berbagai macam kegiatan keagamaan dilaksanakan hampir di semua tempat-tempat ibadah. Termasuk juga di mal-mal dan tempat perbelanjaan. Tak lupa tanyangan-tayangan spesial Ramadhan selalu menghiasi layar kaca televisi. Gaung adzan tanda waktu berbuka puasa yang selalu dirindukan dapat dengan mudah dikumandangkan. Tentu suasana puasa Ramadhan tersebut tidak dapat dirasakan di negara minortas Islam seperti di Belgia.?

Namun berbagai tantangan tersebut tidak menyurutkan kaum Muslim untuk menjalani ibadah puasa Ramadhan. Tentu karena Ramadhan ini adalah bulan spesial, bulan penuh berkah. Maka kesempatan ibadah selama Ramadhan ini tidak disia-siakan. Justru tantangan tersebut dimaknai sebagai ujian keimananan dan ketaqwaan, demikian sebagaimana yang disampaikan oleh Nanang Suprayogi, alumni Pondok Gontor yang kini menjadi ketua Tanfidziah PCINU Belgia.

Kesempatan Ramadhan ini juga sekaligus digunakan sebagai momen untuk berdakwah di Belgia. Dakwah dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk saat berinteraksi dengan komunitas warga non muslim Belgia. Misalnya saja, saat ngobrol santai, kemudian dia menawarkan makan/minum, maka kami katakan bahwa kami kaum muslim sedang menjalani ibadah puasa. Kemudian mereka bertanya lebih lanjut tentang apa itu puasa, mengapa kita berpuasa, dan sebagainya. Nah kita jelaskan puasa yang kita jalani sesuai dengan ketentuan Islam.?

Shautus Salam

Mereka terkejut sekaligus salut kepada kaum Muslim yang dapat menjalani ibadah puasa hingga 19 jam lamanya. Semoga penjelasan kami tentang puasa dan beberapa ibadah lainnya dapat menjadi informasi baik buat mereka dalam melihat ajaran Islam. Selama ini berita yang mereka terima tentang Islam masih kurang utuh, karena kerap dikaitkan dengan tindakan terorisme. Mereka perlu mendapatkan informasi tentang Islam yang sesungguhnya, Islam yang Rahmatan lil alamin.

Selain itu, kepada sesama kaum Muslim, dakwah dilakukan dalam bentuk pengajian dan buka puasa bersama. Kegiatan ini dilakukan untuk lebih mengeratkan silaturahim sekaligus menambah ilmu dan pengetahuan tentang keislaman. Kesempatan pengajian dan buka puasa bersama ini dimanfaatkan bagi para hadirin untuk saling bertemu sapa dan menikmati sajian buka puasa.

Alhamdulillah kegiatan keagamaan ini juga mendapat dukungan di pihak KBRI Brussel. Bahkan pada hari pertama puasa, Bapak Duta Besar RI, Bapak Yuri Thamrin berkenan mengundang para kaum muslim Indonesia untuk berbuka puasa di kediamannya. Pada kesempatan itu hadir pula kaum Muslim yang berkewarganegaraan lain, seperti Maroko, Belanda dan Belgia, yang juga di undang oleh bapak Duta Besar. Acara buka puasa dilanjutkan dengan solat magrib berjamaah.

Shautus Salam

Selain itu, diadakan juga kegiatan pesantren Ramadhan bagi anak-anak dan remaja. Pesertanya ada anak Indonesia dan juga anak Belgia. Kegiatan pesantren Ramadhan ini dilaksanakan pada tanggal 3-4 Juni bertempat di Aula KBRI.?

Pada kesempatan itu, para santri belajar membaca al-Qur’an, sholat berjamaah, serta mendapatkan materi-materi keislaman yang tidak dapat mereka dapatkan di sekolahnya. Kegiatan pesantren ini dilakukan dengan kerjasama KBRI dan komunitas Keluarga Pengajian Muslimin Indonesia (KPMI) Belgia yang saat ini diketuai Bapak Lanang Seputro.

Ramadhan selalu membawa keberkahan, tentu kita semua berharap dapat menerima keberkahannya. Semoga semua amal ibadah Ramadhan kita diterima Allah Subhanahu wa ta’ala, taqabbalallahu minna wa minkum, siyaman wa syamakum. Salam hangat dari Belgia. (Nanang Suprayogi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Pahlawan Shautus Salam

Rabu, 22 November 2017

Kepada Para Kader NU di Mesir, Kiai Said: Jaga Aswaja

Kairo, Shautus Salam. Dalam lawatannya ke Mesir, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyempatkan diri untuk bertemu dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir, Rabu (1/3).?

Kepada Para Kader NU di Mesir, Kiai Said: Jaga Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepada Para Kader NU di Mesir, Kiai Said: Jaga Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepada Para Kader NU di Mesir, Kiai Said: Jaga Aswaja

Kiai Said memberikan arahan kepada para pengurus NU Mesir di sebuah tempat santai dan terbuka yang hanya tersedia beberapa kursi saja. Diskusi singkat tersebut dilakukan sesaat setelah dirinya menemui Grand Syekh Al-Azhar, Syekh Ahmad Thayyeb.

"Pertemuan saya dengan Grand Syekh intinya menekankan bahwa Mahasiswa Indonesia di Mesir harus tetap menjaga semangatnya dalam belajar dan tidak segan untuk senantiasa menjaga silaturahmi dengan Grand Syekh termasuk jika menemukan kesulitan," terang Kiai Said.

Kedua, lanjut Guru Besar Ilmu Tasawuf ini, kader-kader NU harus tetap menjaga Ahlussunnah wal Jamaah di Kairo dan tetap menyebarkan syiar kalau sudah pulang dari Mesir.

Shautus Salam

“Terakhir pesan saya, jangan terpancing rayuan politik bila belum matang,” tandas kiai asal Cirebon ini.

Kiai Said diundang menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Muktamar Al-Azhar dan Majelis Hukama dengan tema Kebebasan, Kebangsaan, Keberagaman dan Persatuan yang dihadiri para pemimpin Muslim se-dunia. (Red: Fathoni)?

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Cerita, Pahlawan, Quote Shautus Salam

Senin, 20 November 2017

Presiden Jokowi Pinta PMII Jadi Solusi Indonesia

Palu,? Shautus Salam?



Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa dunia saat ini berubah dengan cepat. Hal itu ditandai dengan munculnya internet.?

"Perubahan itulah yang harus terus kita ikuti kalau kita tidak ingin ditinggal oleh negara lain," kata presiden akrab disapa Jokowi saat membuka Kongres ke-XIX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Masjid Agung Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/5).

Presiden Jokowi Pinta PMII Jadi Solusi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Pinta PMII Jadi Solusi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Pinta PMII Jadi Solusi Indonesia

Menurutnya, mahasiswa adalah strata elite kaum terdidik. "Oleh sebab itu mahasiswa khususnya PMII, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia harus menjadi bagian dari solusi bangsa ini, "katanya.?

Jokowi menyayangkan masyarakat yang suka demo, karena menurutnya, hal itu tidak produktif.?

"Habis energi kita untuk hal-hal seperti itu," kata insinyur lulusan UGM ini.?

Shautus Salam

Ia berharap agar energi masyarakat dialihkan kepada hal-hal produktif khususnya teknologi yang semakin maju.?

Nampak hadir pada pembukaan, Menristek dan Pendidikan Tinggi M. Natsir, Menteri PMK Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Ketua Majelis Pembina Nasional PMII Muhaimin Iskandar, Gubernur Sulawesi Tengah dan segenap pejabat lainnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Aswaja, Nusantara, Pahlawan Shautus Salam

Minggu, 19 November 2017

Santri Siaga Bencana Peduli Banjir Jakarta

Jakarta, Shautus Salam. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU telah melaksanakan Tanggap Darurat di 8 RT Kedoya Utara. Tim SSB NU (Santri Siaga Bencana) Jakarta Barat disupport oleh LPBI NU membuka dapur umum selama 4 hari, mulai selasa 15-18 Januari 2013.

Santri Siaga Bencana Peduli Banjir Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Siaga Bencana Peduli Banjir Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Siaga Bencana Peduli Banjir Jakarta

Setiap hari mereka memberi makan selama dua kali untuk 1100 jiwa warga terdampak yang berada di 8 RT, yaitu RT 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10. Kedoya Utara Jakarta Barat. 

Koordinator Posko LPBI NU Peduli Kedoya Lukman menyatakan bahwa sebuah kewajiban bagi warga NU untuk membantu masyarakat yang terkena bencana.

Shautus Salam

Selain membuka dapur umum di Kedoya tim LPBI NU melalui SSB NU juga membuka posko di Grogol Petamburan, Cengkareng dan daerah terdampak yang lain di Jakarta. 

Syamsul Bahri warga RT 8 menyambut baik inisiatif LPBI NU dengan membuka dapur umum dan menyalurkannya kepada warga di 8 RT. Karena belum ada yang memberikan bantua logistik dan makanan ke warga. Sampai saat ini sebagian warga masih mengungsi di masjid sementara warga yang tidak mengungsi, tapi tinggal di lantai 2 rumahnya membutuhkan bantuan sembako. Hal ini dikarenakan akses jalan yang masih terndam air dan kurang berjalannya roda ekonomi.

Shautus Salam

Hal ini diamini oleh Wahib dari PP LPBI NU yang akan memberikan bantuan paket sembako kepada 1100 jiwa di 8 RT Kedoya Utara dan tempat lain. 

“Semoga ini dapat membantu meringankan beban masyarakat di wilayah Jakarta Barat,” katanya. 

Di Grogol Petamburan, LPBI NU membuka posko di Masjid  Jami’ Al Ikhlas, samping banjir kanal barat, di daerah ini 12 RT terdampak banjir luapan dari banjir dari tanggul di Roxy, SSB NU telah membantu evakuasi dan membantu pemenuhan kebutuhan dasar 

Ketua PP LPBI NU, Avianto Muhtadi menjelaskan sebelum memberikan bantuan kemanusiaan, Tim Santri Siaga Bencana yang sudah terlatih dalam manajemen penanggulangan bencana melakukan assessment di area terdampak untuk mengetahui kondisi lapangan, jumlah warga yang membutuhkan bantuan dan jenis bantuan yang paling dibutuhkan. 

Hal ini dimaksudkan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan efektif. Avianto berharap bantuan yang sudah dan sedang diberikan dapat meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah. 

Selain itu, menurut Avianto, para relawan LPBI NU sejak awal didorong untuk membuka Posko Kemanusiaan di Masjid agar fungsi sosial Masjid dapat semakin dirasakan oleh masyarakat selain juga karena secara fisik, masjid memiliki struktur bangunan yang lebih kokoh dan lebih tinggi sehingga relatif aman dari banjir.

 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, Pahlawan, Bahtsul Masail Shautus Salam

Sabtu, 18 November 2017

Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji

Banyumas, Shautus Salam. Kisah Mat Haji Sulam dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang pernah ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi Indonesia, berkisah tentang penjual bubur yang bisa naik haji itu benar-benar terjadi di Banyumas.?

Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji

Darso Ahmad Surui dan Saripah, Pasangan suami istri pedagang cilok asal Desa Kebocoran, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah akan berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji tahun 2017 ini.?

Nampak senyum kebahagiaan tak henti-hentinya keluar dari bibirnya, serta raut muka yang gembira selalu terpancar dari kedua wajah pasangan suami istri berusia 59 dan 51 tahun itu. Diserambi rumahnya sudah terbentang karpet yang penuh dengan aneka makanan ringan, semua itu sengaja ia siapkan untuk menyambut para tamunya yang datang.?

Semenjak kakeknya meninggal tahun 1990an, Darso yang awalnya berjualan hewan ternak bersama kakeknya mulai beralih profesi menjadi pedagang cilok di sekitar kantor Kecamatan Ajibarang, Banyumas.

Awalnya sang istri merasa malu dengan pekerjaan suaminya, namun lambat laun hati sang istripun luluh. Walau berjualan cilok, Darso mampu mencukupi kebutuhan istrinya, dan hari demi hari kondisi perekonomian pasangan empat anak ini semakin membaik.?

Shautus Salam

Setiap malam, bersama istrinya Darso membuat adonan cilok, lalau esok harinya, tanpa rasa malau ataupun gengsi Darso memikul gerobag ciloknya menuju ke Ajibarang untuk dijajakan kepada para pembelinya.?

Shautus Salam

Lama-kelamaan, Darso memilih berjualan dengan menaiki sepedanya. Lalu di tahun 2010, ia memilih berjualan dengan menaiki sepeda motor. Ia mengaku awalnya merasa takut menaiki sepeda motor, namun ia beranikan.?

"Saya beranikan, sampai sekarang berjualan dengan naik sepeda motor ke Ajibarang ," kata Darso saat ditemui di kediamanya, Selasa (1/8).?

Hinga kini, Darso telah memiliki reseller dan karyawan cilok di Ajibarang, sedang Istrinya di rumah membuka jasa jahit baju sembari mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.?

Selang waktu berlalu, siapa yang menyangka. Darso si penjual cilok yang terkenal ramah dan murah senyum itu akan berangkat melaksanakan ibadah haji bersama sang istri. Sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa sudah lama ia berniat sekali melakukan rukun Islam yang kelima itu.?

Setelah sekian lama berjuang, mengumpulkan uang dari sisa ? jerih payahnya berjualan cilok, berapapun sisanya ia kumpulkan, hingga kini ia menuai hasil dari perjuangannya itu. Tahun 2017 ini, ia mendapatkan panggilan berhaji, berangkat bersama kloter 47 tangal 10 Agustus 2017 mendatang.?

Namun, seperti pepetah mengatakan dibalik pria yang sukses selalu ada wanita yang hebat. Darso mengakui hal itu, ia tidak berjuang sendirian, istrinya Saripah selalu menemani perjuangannya dari awal hinga sekarang.?

Selain itu, Darso juga mengaku ada hal lain yang membuatnya dan istri bisa berangkat ke tanah suci. Ia dan istri tidak pernah melupakan sang pencipta dari dirinya. Setiap saat ia selalu mengingat Tuhannya. "Gusti Allah baik sekali sama keluarga saya, tidak ada alasan untuk lupa beribadah," katanya.

Saripah, setiap malam selalu melakukan sholat tahajud, dan siangnya tak lupa ia dirikan juga sholat duha untuk mendoakan suaminya.?

?Darso meyakini, rahmat yang ia dapatkan karena kerja kerasnya dibantu istri yang selalu mendoakan. Sepulang haji, ia mengungkapkan masih akan berjualan cilok di tempat yang sama. Ia tidak pernah mengenal kata gengsi atau malu meskipun sudah pernah ke tanah suci.?

"Yang penting sehat, umur panjang, masih mampu berjualan ya tetap jualan, tidak pernah gengsi-gengsian," katanya. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Habib, Pahlawan Shautus Salam

Jumat, 17 November 2017

Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS

Brebes, Shautus Salam. Bersatunya seluruh elemen organisasi keagamaan akan memperkokoh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menangkal gerakan garis keras yang merongrong NKRI seperti Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang mulai masuk ke Indonesia.

Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS

Demikian di anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI H Akhmad Muqowam saat menyampaikan sosialisasi empat pilar di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, Ahad (12/4).

Menurutnya, para pendukung ISIS telah berani melawan ideologi negara secara nyata dan terbuka. “Rongrongan terhadap Pancasila dan pengubahan NKRI telah digembar-gemborkan oleh mereka yang tidak suka dengan Indonesia,” ujar ketua Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Ika-PMII) ini.

Shautus Salam

Muqowam? mengatakan, segenap badan otonom NU perlu terlibat dalam memerangi ISIS demi tercapainya stabilitas Negara yang aman dan damai. “Kalau seluruh elemen bangsa seperti Ansor, Banser, IPNU dan lain-lainnya tidak diajak untuk memeranginya maka gampang sekali paham ISIS merasuk di tubuh Indonesia,” katanya.

Untuk itu, dia mendesak kepada aparatur keamanan, baik TNI maupun Polri untuk terus bergerak menangkal pergerakan ISIS. “Kalau seseorang sudah terlihat dengan ucapan maupun tulisan dengan sengaja menjelekan Pancasila, UUD 45, NKRI dan atau Bhinneka Tunggal Ika, tangkap dan basmi saja sejak dini,” tandasnya.

Shautus Salam

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Wanasari Kabupaten Brebes Ahmad Fathoni menjelaskan, sosialisasi digelar untuk menanamkan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan demi tetap tegaknya Bumi Pertiwi. “Ansor akan menjadi garda terdepan dalam membasmi paham ISIS yang terang-terangan berideologi anti Pancasila,” ungkapnya.

Sebanyak 150 peserta acara ini datang dari pengurus MWCNU dan Pengurus Ranting NU, PAC dan Pimpinan Ranting GP Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Wanasari. Sosialisasi empat pilar tersebut diharapkan bisa merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Berita, Pahlawan, AlaSantri Shautus Salam

Sabtu, 11 November 2017

LSM Gandi: FDS Kebijakan Diskriminatif dan Meresahkan

Jakarta, Shautus Salam. Pemaksaan kebijakan lima hari sekolah disaat Perpres sedang digodok mendapat sorotan juga dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anti-Diskriminasi (Gandi). Sekretaris Jenderal Gandi Ahmad Ari Masyhuri menilai lima hari sekolah atau yang disebut juga Full Day School (FDS) merupakan kebijakan diskriminatif dan meresahkan.

LSM Gandi: FDS Kebijakan Diskriminatif dan Meresahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
LSM Gandi: FDS Kebijakan Diskriminatif dan Meresahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

LSM Gandi: FDS Kebijakan Diskriminatif dan Meresahkan

Menurut Ari, kebijakan Mendikbud terkait Full/Five Day(s) School (FDS) melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah merupakan kebijakan yang mengada-ada dan bersifat diskriminatif.?

Hal ini disebabkan kebijakan tersebut sangat nyata tidak bisa dilaksanakan oleh seluruh sekolah di Negara ini. Padahal ketika sebuah kebijakan dikeluarkan maka ia bersifat mengikat dan pasti bagi seluruh obyek hukum, dalam hal ini adalah sekolah, yang ada di wilayah Negara Republik Indonesia.

Ari pun merinci bahwa sebagaimana dalam Pasal 9 Permendikbud tersebut terdapat klausul yang menyatakan “Dalam hal kesiapan sumber daya pada sekolah dan akses transportasi belum memadai… dapat dilakukan secara bertahap”. Kata-kata “belum memadai” dan “dapat dilakukan secara bertahap” tersebut menunjukkan bahwa kebijakan ini dipaksakan dan tidak layak untuk dikeluarkan.?

Shautus Salam

“Sebab ketika sebuah kebijakan tidak mencakup seluruh obyek hukum dan tidak mengakomodasi seluruh kepentingan masyarakat berarti kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang tidak adil dan diskriminatif,” tegas Ari kepada Shautus Salam lewat keterangan tertulisnya, Senin (14/8).

Padahal, imbuhnya, semua sekolah mempunyai kedudukan dan hak yang sama di mata hukum. Hal ini sudah sangat jelas bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan peraturan perundang-undangan yang terkait.?

Shautus Salam

Menurut Gandi, kebijakan FDS harus diawali dengan kesiapan dengan sarana-prasarana yang memadai. Sementara, rasio peserta didik terhadap sarana prasarana dan tenaga pengajar di Indonesia masih sangat timpang. Bahkan, ketimpangan ini juga banyak terjadi di sekolah dasar yang dikelola oleh pemerintah.?

Bagaimana mungkin kebijakan yang bersifat nasional ini bisa dilaksanakan, sementara sekolah tingkat dasar yang dikelola oleh pemerintah saja masih belum dapat menerapkannya? Apalagi sekolah-sekolah tingkat menengah pertama dan atas, serta sekolah yang dikelola oleh masyarakat secara swadaya.?

Di mana sekolah-sekolah yang dikelola masyarakat tersebut memiliki beragam karakteristik dan terbukti memberikan kontribusi bagi Negara.?

“Oleh karena itu, sebaiknya Kemendikbud lebih berkonsentrasi untuk membenahi sarana-prasana dan tenaga pengajar terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kebijakan tersebut,” kata Ari Masyhuri. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pahlawan, Kiai, Internasional Shautus Salam

Minggu, 05 November 2017

Animo Masyarakat Terhadap Madrasah Semakin Positif

Jakarta, Shautus Salam. Direktur jenderal pendidikan Islam Kamaruddin Amin menyatakan belakangan ini animo masyarakat untuk mengirimkan anaknya untuk belajar di madrasah semakin tinggi, hal ini bisa dilihat dari jumlah pendaftar di madrasah negeri yang membludak, jauh melebihi kapasitas kursi yang tersedia.

“Madrasah bukan lagi alternatif, tetapi telah menjadi pilihan pertama. Di beberapa madrasah, misalnya di madrasah negeri MAN Model atau Tsanawiyah Model di seluruh Indonesia itu kalau kursinya 150, pendaftarnya bisa sampai 2000. ? Jadi kurang dari 10 persen yang diterima,” katanya di kantor Kemenag Lapangan Banteng, Rabu (26/11).

Animo Masyarakat Terhadap Madrasah Semakin Positif (Sumber Gambar : Nu Online)
Animo Masyarakat Terhadap Madrasah Semakin Positif (Sumber Gambar : Nu Online)

Animo Masyarakat Terhadap Madrasah Semakin Positif

Tak hanya di madrasah negeri, di madrasah swasta yang masih mengalami keterbatasan infrastruktur pun saat ini trennya luar biasa kencang. Salah satu penyebabnya adalah tingkat kelulusan Ujian Nasional yang tidak kalah dengan sekolah, disisi lain mendapat materi keagamaan yang lebih baik dibanding sekolah pada umumnya.

Shautus Salam

Dukungan kuat juga diberikan pada para gubernur, bupati, dan walikota untuk mendirikan madrasah unggulan di daerahnya.

Shautus Salam

“Ini saya baru terima Kanwil Kemenag Sumatra Barat yang di-back up gubernurnya yang menyumbangkan tanahnya 10 hektar untuk dibuat MAN Insan Cendikia karena persyaratannya harus ada tanah yang disumbangkan sebesar 10 hektar ke Kementarian Agama, baru kita membangun MAN IC di disitu. Ini kan tekanannya di sains sehingga madrasah tidak kalah dengan sekolah terbaik se-Indonesia, makanya ada juara olimpiade, tanpa melupakan signifikansi pentingnya pendidikan agama,” tandasnya.?

Ia menambahkan Madrasah Keagamaan untuk mencetak calon ulama juga menjadi perhatian. “Kita ingin seluruh Indonesia juga ada representasi-representasinya, misalnya disini ada madrasah Al Azhar al Syarif yang bekerjasama dengan Univesitas Al Azhar Mesir, kurikulumnya Al Azhar, guru-gurunya juga alumni Al Azhar, pengantarnya pakai bahasa Arab. Ini yang akan direplikasi di seluruh Indonesia.”?

Penyebaran akses

Persoalan pendidikan yang menengah yang masih dihadapi adalah angka partisipasi kasar nasional yang baru mencapai 78 persen sehingga tantangan ke depan adalah bagaimana membawa anak-anak yang lulus tsanawiyah ini belajar di SMA atau Aliyah.?

“Ini tantangannya besar karena tidak sedikit jumlahnya, karena ada dua atau tiga juta anak sekolah. Artinya harus pemerintah menyediakan kursi untuk dua juta murid. Guru sekian, ruang kelas sekian. ? Pendidikan nasional kita masih menghadapi tantangan yang tidak sedikit.”?

Karena itulah, investasi pendidikan di Indonesia sebenarnya masih pada memperbanyak akses pendidikan kepada anak usia sekolah, berbeda dengan negara-negara maju yang sudah selesai dalam soal akses dan infrastruktur, tinggal pengembangan mutunya.?

“Pendidikan Islam khususnya, sebagian besar masih pada pengembangan akses. Jadi untuk pengembangan mutu belum ideal, baik di perguruan atinggi atau pendidikan menengah.”

Beberapa jenis bantuan yang diberikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia diantaranya adalah Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk inividu dan sejumlah program lainnya?

“Kita memiliki data madrasah yang roboh, yang perlu di rehab, tetapi, prolemnya kebutuhan dan ketersediaan anggaran belum match. Kita setiap tahun merehab ribuan ruang kelas, tetapi kebutuhannya puluhan ribu.”?

Kini Kemenag kami mengundang semua pihak yang berminat untuk membangun madrasah, “supaya tidak menimbulkan fitnah, kami tidak terima duitnya, kami kasih datanya saja. Anda mau membangun berapa, dimana, silahkan.”

Mengenai alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan, hal ini sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Sayangnya, proporsi pembagiannya belum ideal antara pendidikan umum dan pendidikan Islam, meskipun trennya masih membaik.?

“Saya belum menganggap ideal dan ini masih perlu penyesuaian, dan terkait banyak hal, pendataan, manajemen tata kelola dan lainnya. Saya optimis, ke depan akan semakin bagus. Saya kira beberapa tahun terakhir, ,pendidikan Islam mendapat perhatian cukup bagus dari pemerintah, yang belum maksimal itu pesantren. ? Karena pesantren pendidikan non formal, tidak sebanyak madrasah.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kajian Sunnah, Pahlawan, Fragmen Shautus Salam

Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, ilmu kesehatan pertama kali turun di muka bumi dibawa malaikat Jibril. Ilmu tersebut terletak pada sayap malaikat penyampai wahyu tersebut. Orang yang pertama mampu membaca dan memahaminya adalah Nabi Idris.?

Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan

“Jadi orang yang pertama kali mengerti kesehatan adalah Nabi Idris,” katanya saat pidato sambutan Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) periode 2016-2021 di lantai 8 gedung PBNU, Jakarta Selasa (6/12).

Pada kesempatan tersebut, kiai asal Kempek, Cirebon ini juga menyebutkan nama-nama dokter muslim pada masa awal. Pertama Abu Bakar Ar-Razi. Kemudian Hassan ibnul Haitham yang menemukan optik, kesehatan mata.?

Lalu, tambahnya, Ibnu Nafis tentang peredaran darah dalam tubuh manusia, dan keempat yang merupakan puncaknya kedokteran yaitu Al-Husain Ibnu Sina.?

Shautus Salam

Lebih lanjut, kang Said mengapresiasi atas terbentuknya ARSINU, dan berharap mendatangkan manfaat.

“Saya bangga telah berdiri Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama. Saya yakin insyaallah pasti maju,” tegasnya. “Mudah-mudahan generasi mendatang bisa menikmati keberadaan ARSINU,” pungkasnya?

Shautus Salam

Hadir pada acara tersebut Ketua PBNU dr. H. Syahrizal Syarif, Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) H. Hisyam Said Budairi. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Muhammad Faqih. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Anti Hoax, Pahlawan, Ahlussunnah Shautus Salam

Sabtu, 28 Oktober 2017

KH Tubagus Ahmad Bakri, Tokoh dan Guru Sufi Purwakarta (1)

KH Tubagus (Tb) Ahmad Bakri, lebih dikenal dengan sebutan Mama Sempur. Mama merupakan istilah bahasa sunda yang berasal dari kata rama artinya Bapak. Di kalangan masyarakat Jawa Barat, kata Mama ini biasanya disematkan kepada Ajengan atau Kiai sehingga sebutannya menjadi Mama Ajengan atau Mama Kiai. Sementara Sempur adalah sebuah Desa yang ada di Kecamatan Plered, Purwakarta, Jawa Barat.

Mama Sempur lahir di Citeko, Plered, Purwakarta, Jawa Barat pada tahun 1259 H atau bertepatan dengan tahun 1839 M, ia merupakan putera pertama dari pasangan KH Tubagus Sayida dan Umi, selain KH Tubagus Ahmad Bakri dari pasangan ini juga lahir Tb Amir dan Ibu Habib.

KH Tubagus Ahmad Bakri, Tokoh dan Guru Sufi Purwakarta (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Tubagus Ahmad Bakri, Tokoh dan Guru Sufi Purwakarta (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Tubagus Ahmad Bakri, Tokoh dan Guru Sufi Purwakarta (1)

Keturunan Rasulullah saw

Dari jalur ayahnya, silsilah KH. Tubagus Ahmad Bakri sampai kepada Rasulullah saw sebagaimana dapat dilihat dalam karyanya yang berjudul Tanbihul Muftarin (h. 22), sebagaimana berikut KH. Tb. Ahmad Bakri bin KH. Tb. Saida bin KH. Tb. Hasan Arsyad Pandeglang bin Maulana Muhammad Mukhtar Pandeglang bin Sultan Ageng Tirtayasa (Abul Fath Abdul Fattah) bin Sultan Abul Ma’ali Ahmad Kenari bin Sultan Abdul Mafakhir Mahmud Abdul Qodir Kenari bin Maulana Muhammad Ing Sabda Kingking bin Sultan Maulana Yusufbin Sultan Maulana Hasanudin bin Sultan Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) bin Sultan Syarif Abdullah bin Sultan Maulana Ali Nurul Alam bin Maulana Jamaluddin al-Akbar bin Maulana Ahmad Syah Jalal bin Maulana Abdullah Khon Syah bin Sultan Abdul Malik bin ‘Alwi bin Muhammad Shohib Mirbath bin ? Ali Kholi’ Qosam bin ‘Alwi bin Muhammad bin ‘Alwi bin Sayyidina Ubaidillah bin Imam al-Muhajir ila Allah Ahmad bin ‘Isa an-Naqib bin Muhammad an-Naqib bin ‘Ali al-‘Aridl bin Imam Ja’far ash-Shadiq bin Muhammad? al-Baqir bin Imam ‘Ali Zainal ‘Abidin bin Sayyidina wa Maulana Husain bin Saidatina Fatimah az-Zahra binti Rosulillah SAW.

Shautus Salam

Ayah KH Tubagus Sayida yang juga kakeknya KH Tubagus Ahmad Bakri adalah KH. Tubagus Arsyad, ia seorang Qadi Kerajaan ? Banten, namun KH Tubagus Sayida nampaknya tidak berminat untuk menjadi Qadi Kerajaan Banten menggantikan posisi ayahnya dan dengan berbagai pertimbangan akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan Banten.

Shautus Salam

Perjalanan KH. Tubagus Arsyad dari Banten membawanya sampai di daerah Citeko, Plered, Purwakarta, di tempat inilah Tubagus Sayida bertemu dan menikah dengan Umi, dan di daerah ini pula seorang bayi yang diberi nama Ahmad Bakri dilahirkan, Ahmad Bakri muda mendapatkan pendidikan agama dari keluarga, untuk menambah wawasan dan ilmu keislaman, ia belajar di berbagai Pondok Pesantren yang ada di Jawa dan Madura, sebelum berangkat, KH. Tb. Sayida berpesan kepada Ahmad Bakri agar jangan berangkat ke Banten apalagi menelusuri silsilahnya, ia baru diperbolehkan melakukan hal tersebut ketika masa studinya di pesantren selesai.?

Tidak puas belajar di Jawa dan Madura membuat KH. Tubagus Ahmad Bakri bertekad berangkat ke pusat studi Islam, yaitu Mekkah, disana ia belajar kepada ulama-ulama nusantara, setelah dianggap cukup dan berniat menyebarkan agama Islam ia kemudian pulang ke Purwakarta dan pada tahun 1911 M, ia memutuskan untuk mendirikan pesantren di daerah Sempur dengan nama Pesantren As-Salafiyyah.

Beberapa santri KH Tubagus Ahmad Bakri yang menjadi ulama terkemuka diantaranya KH. Abuya Dimyati Banten, KH Raden Ma’mun Nawawi Bekasi, KH Raden Muhammad Syafi’i atau dikenal dengan Mama Cijerah Bandung, KH Ahmad Syuja’i atau Mama Cijengkol, KH Izzuddin atau Mama Cipulus Purwakarta.

Di pesantren ini pula KH. Tubagus Ahmad Bakri banyak menuangkan pemikirannya dalam berbagai kitab yang ia tulis, dan selama hidupnya KH Tubagus Ahmad Bakri diabdikan hanya untuk mengaji atau thalab ilm, dan thalab ilmu inilah yang menjadi jalannya untuk mendekatkan diri kepada Allah (tarekat), maka tarekat yang ia pegang adalah Tarekat Ngaji, sebagaimana ia ungkapkan dalam karyanya yang berjudul Futuhatut Taubah Fi Shidqi Tawajuhit Tarekat pada (h. 47-49) sebagaimana berikut:

Ari anu pang afdol2na tarekat dina zaman ayeuna, jeung ari leuwih deukeut2na tarekat dina wushul ka Allah Ta`ala eta nyatea tholab ilmi, sarta bener jeung ikhlash.

(Tarekat yang paling afdol zaman sekarang dan tarekat yang paling dekat dengan `wushul` kepada Allah adalah thalab ilmi serta benar dan ikhlash)?

Pernyataan KH Tubagus Ahmad Bakri ini dikutip dari jawaban seorang Mufti Syafi`i yaitu Syaikh Muhammad Sayyid Babashil yang mendapat pertanyaan seputar tarekat dari Syaikh Ahmad Khatib. Dialog kedua ulama tersebut dikutip oleh Mama Sempur dalam dalam Kitab Idzharu Zughlil Kadzibin halaman 61.

Menurut salah seorang cucu KH. Tubagus Ahmad Bakri, yaitu KH. Tubagus Zein, KH. Tubagus Ahmad Bakri pernah mengecam terhadap penganut tarekat, karena sebagian dari mereka ada yang meninggalkan syariat dan menurut KH. Tubagus Zain, kecaman ini lebih kepada melindungi masyarakat agar tetap bisa menyeimbangkan antara syariat dan hakikat.

Namun demikian, dalam kitab Futuhatut Taubah Fi Shidqi Tawajuhit Tarekat (h. 32) seraya mengutip pernyataannya Syaikh Muhammad Amin Asyafi`i Annaqsyabandi, KH. Tubagus Ahmad Bakri menyatakan bahwa hukum masuk dalam salah satu tarekat mu`tabarah bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan yang sudah mukallaf adalah fardlu`ain. Sehingga menurut salah satu riwayat KH Tubagus Ahmad Bakri pun tetap menganut tarekat mu`tabarah. Adapun tarekat yang dianutnya adalah Tarekat Qadiriyyah wan Naqsyabandiyah (TQN).

Sementara mengenai Tarekat Ngaji ini, bisa dilihat dari aktifitas dan kesibukan KH. Tubagus Ahmad Bakri sehari-hari, sebagaimana disampaikan oleh salah seorang muridnya, KH Mu`tamad. Menurut Pengasuh Pesantren Annur Subang ini, setiap pukul empat pagi, KH. Tubagus Ahmad Bakri sudah bersila dan berdzikir di dalam masjid, kemudian dilanjutkan dengan mendirikan shalat subuh berjamaah, selepas wiridan dan shalat berjamaah selesai, ia tetap bersila sampai waktu dluha tiba, kemudian melaksanakan shalat dluha dan dilanjutkan kembali dengan mengajar ngaji santri sampai pukul 11.00 WIB.

Usai mengajar ngaji santri, jadwal pengajian selanjutnya adalah mengajar ngaji kiai-kiai sekitar kampung dan dilanjutkan dengan shalat Dhuhur berjamaah. Kemudian ia pulang ke rumah dan istirahat. Namun ia tak pernah bisa istirahat sepenuhnya, karena sudah ditunggu para tamu, sampai waktu ashar.

Selepas shalat Ashar, KH. Tubagus Ahmad Bakri kembali mengaji bersama para santri hingga menjelang maghrib. Selepas maghrib, istirahat sejenak dan shalat Isya, setelah shalat isya, ia kembali mengajar sampai pukul 23.00 WIB. Bahkan menurut satu riwayat, kebiasaan KH. Tubagus Ahmad Bakri yang pernah diketahui oleh santrinya adalah ia tidak pernah batal wudhu sejak isya sampai subuh dan tidak pernah terlihat makan.

Beguru Kepada Ulama Nusantara dan Mekkah

Keluarga KH. Tubagus Ahmad Bakri adalah keluarga yang taat beragama, ayahnya pun merupakan salah satu ulama kharismatik, sehingga pendidikan agama KH. Tubagus Ahmad Bakri di usia dini diperoleh melalui ayahnya. Adapun Ilmu-ilmu yang dipelajari oleh KH. Tubagus Ahmad Bakri meliputi Ilmu tauhid, Fiqih, Nahwu, Sharaf, Hadits dan Tafsir.

Menurut salah seorang cucunya, setelah ilmu dasar agama dianggap cukup, Mama Sempur memutuskan untuk menimba ilmu ke pesantren yang ada di Jawa dan Madura, beberapa ulama yang pernah ia timba ilmunya adalah Sayyid Utsman bin Aqil bin Yahya Betawi, Syaikh Soleh Darat bin Umar Semarang, Syaikh Ma’sum bin Ali, Syaikh Soleh Benda Cirebon, Syaikh Syaubari, Syaikh Ma’sum bin Salim Semarang, Raden Haji Muhammad Roji Ghoyam Tasikmalaya, Raden Muhammad Mukhtar Bogor, Syaikh Maulana Kholil Bangkalan Madura bahkan di Syaikh Maulana Kholil inilah beliau mulai futuh (terbuka pemikirannya) terhadap ilmu pengetahuan agama Islam.

Pengembaraan di dunia intelektual tidak membuat Mama Sempur merasa puas. Untuk itu akhirnya ia memutuskan untuk berangkat menuntut ilmu ke Mekkah. Dalam kitab Idlah al-Karatoniyyah Fi Ma Yata’allaqu Bidlalati al-Wahhabiyyah (h. 27), Mama Sempur menyebutkan guru-gurunya sebagaimana berikut: Syaikh Nawawi Al-Bantani, Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, Syaikh Mahfudz Termas, Syaikh Said Babshil, Syaikh Umar bin Muhammad Bajunaid, Sayyid Abdul Karim ad-Dighistani, Syaikh Soleh al-Kaman Mufti Hanafi, Syaikh Ali Kamal al-Hanafi, Syaikh Jamal al-Maliki, Syaikh Ali Husain al-Maliki, Sayyid Hamid Qadli Jiddah, Tuan Syaikh Ahmad Khatib, Syaikh Said al-Yamani, Syaikh Mukhtar bin Athorid dan Syaikh Muhammad Marzuk al-Bantani.?

Aiz Luthfi, Lulusan Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Warta, Berita, Pahlawan Shautus Salam

Jumat, 27 Oktober 2017

Kisruh DPD, PBNU: Pilihannya Dua, Diperkuat atau Bubarkan Sekalian

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Hukum Robikin Emhas menilai, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) seharusnya menjadi sarana untuk memperkuat partisipasi daerah di dalam proses agregasi ide dan legislasi di tingkat nasional, serta melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pembangunan daerah, selain fungsi budgeting.?

"Kalau kewenangan yang dimiliki masih seperti yang sekarang, maka DPD sulit untuk memperkuat dan menyalurkan aspirasi-aspirasi daerah," ujar alumni Ponpes Gading Pesantren ini.

Terkait hal ini, ia mengajukan dua opsi, yaitu memperkuat kewenangan DPD atau menghapusnya sekalian.

Kisruh DPD, PBNU: Pilihannya Dua, Diperkuat atau Bubarkan Sekalian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisruh DPD, PBNU: Pilihannya Dua, Diperkuat atau Bubarkan Sekalian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisruh DPD, PBNU: Pilihannya Dua, Diperkuat atau Bubarkan Sekalian

“Kalau DPD seperti yang sekarang ya DPD tidak bisa powerfull. Kalau diperkuat, diperkuat sekalian. Perkuat dan perluas kewenangan DPD agar kepentingan daerah terlayani dengan baik. Kalau tidak, bubarkan sekalian,” jelasnya kepada Shautus Salam di Gedung PBNU, Selasa (4/4).

Terkait kisruh pemilihan pimpinan DPD belakangan ini, ia sangat prihatin dan menyayangkan. Baginya, keributan ini adalah hasil tarik ulur dari dua kekuatan yang ada terkait dengan posisi pimpinan DPD. ?

Shautus Salam

Awalnya, kedua kelompok melakukan kompromi dengan membagi masa kepemimpinan DPD menjadi dua tahun setengah–dua setengah tahun untuk kelompok yang sana dan dua setengah tahun selanjutnya untuk kelompok yang lain.?

Namun, di akhir-akhir masa kepemimpinan, ada yang mengajukan judicial review terhadap Tata Tertip dimaksud dan Mahkamah Agung (MA) tiba-tiba membatalkan Tata Tertib tersebut. Maka terjadilah kisruh yang memalukan itu.?

Robikin mempertanyakan akan hal ini. “Lalu bagaimana setelah lahirnya putusan Mahkamah Agung akan hal itu?” katanya.

Ia mengatakan, antara putusan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi itu berbeda. Keputusan Mahkamah Konstitusi tentang judicial review bersifat final and binding (putusan terkahir dan mengikat), sehingga bisa langsung dilaksanakan. Sementara, putusan Mahkamah Agung adalah berupa perintah agar norma yang diuji di MA itu dicabut dan ditetapkan peraturan yang baru. ?

Shautus Salam

“Saat ini belum ada pencabutan yang dilakukan paripurna. Oleh karena itu maka aturan lama yang masih tetap berlaku dan pemilihan pimpinan dengan Tatip yang ada menjadi keharusan hukum,” urainya.

“Oleh karena itu tidak perlu ribut-ribut,” lanjutnya.

Adapun terkait dengan semakin maraknya anggota DPD yang berasal dari partai politik, Robikin menyayangkan akan hal itu. “Harusnya yang seperti ini tidak dilakukan oleh teman-teman anggota DPD,” ulasnya.

Ke depan, ia mengusulkan agar ada aturan yang jelas dan tegas terkait dengan larangan anggota DPD untuk menjadi anggota partai politik, apalagi menjadi pengurus.

“Jika sudah terpilih menjadi anggota DPD dan kemudian menjadi anggota partai politik, apalagi pengurus, maka itu merupakan syarat yang sempurna untuk gugurnya sebagai anggota DPD,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Lomba, Syariah, Pahlawan Shautus Salam

Kamis, 26 Oktober 2017

Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia kini telah berusia 57 tahun. Organisasi yang didirikan di Surabaya tersebut, telah memiliki kader dari Sabang sampai Merauke. Para alumnusnya telah memasuki beragam bidang, baik di kemayarakatan maupun di pemerintahan.?

Meski demikian, organisasi yang baik adalah organisasi yang melihat masa lalu, potensi saat ini dan terutama tantangan masa depan. Agar PMII bisa terus eksis menjadi organisasi di kalangan mahasiswa.?

Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal

Sebagai salah satu upaya menjawab atau saran untuk PMII, Abdullah Alawi dari Shautus Salam mewawancarai salah seorang alumnusnya, Juri Ardiantoro, yang saat ini menjadi salah seorang Ketua PBNU dan pernah menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Berikut petikannya: ? ?





Bagaimana melihat kaderisasi PMII hari ini?

Shautus Salam

Kaderisasi harus diperluas orientasinya tidak hanya sekadar menambah jumlah kader. Tapi menambah bobot kader. Bobot kader juga harus diperluas tidak hanya sekadar menghiasi dunia politik, tapi dunia profesional. Dan mulai menyiapkan kader-kader untuk mengambil peran di wilayah itu.

Shautus Salam

Caranya agar PMII bisa seperti itu bagaimana?

Harus ada pemetaan potensi kader dan pemetaan berdasar keunikan kader di tiap-tiap daerah. Jadi, kaderisasi tak harus mesti sama seluruh daerah, seluruh Indonesia. Pada hal-hal yang sangat prinsip tata, nilai, ideologi harus sama. Tapi pada konteks pengembangan kader dan penyiapan kepemimpinan, ya harus memperhatikan karakater atau keunikan daerah. Sehingga kader PMII tidak setiap kader PMII harus ke Jakarta. Caranya harus pemetaan kader dulu yang membangun satu strategi penguatan kelembagaan dan kader serta bisa memanfaatkan sumber daya di lokal. Jadi, tidak harus ke Jakarta.

Kenapa politik masih pusat perhatian PMII?

Makanya harus diperluas framenya, PMII tidak melulu urusan politik. Dunia profesional harus digeluti. Kalaupun politik, adalah politik dalam upaya penyiapan kader kepemimpinan bangsa, yang lebih luas, bukan sekadar anggota DPR.

Hubungan dengan alumni untuk membangun upaya PMII seperti itu?





Alumni harus menjadi inspiratif, bukan sekadar membangun patronase. Kelemahan organisasi mahasiswa itu kan alumninya membangun patronase sehingga membangun blok-blok. Nah, itu yang tidak bagus. Alumni harus bisa mengemong semua. Ini kader siapa, itu kader siapa. Nah, ini mestinya tidak begitu.?

Selain itu, tantangan PMII ke depan itu apa?

Salah satu tantangan organisasi Islam itu sekarang adalah memoderasi menguatnya kelompok garis keras di kalangan anak muda. Bagaimaana memoderasi radikalisme di kalangan anak muda ini yang harus digarap PMII. Jagan asyik di dunianya, lupa urusan gerakan keislaman di kalangan muda yang sudah mulai menguat unsur-unsur Islam garis kerasnya. Bukan hanya membaca buku, tapi memperkuat gerakan praksis untuk memoderasi gerakan Islam garis keras itu.?

PMII mampu melakukan hal itu? ?

Ya mampu karena PMII itu kan sudah menjadi organisasi besar ya, hampir di seluruh daerah mempunyai basis. Cuma ya itu tadi, orientasinya harus diubah tidak hanya urusan politik. Tapi kalaupun politik harus politik tingkat tinggi, jangan melupakan urusan lokal, mushala, kampus.?

Sebagai alumnus PMII, bagi Anda, apa manfaat berorganisasi di PMII itu?

Pada zaman saya itu kan di PMII menjadi tempat, menjadi media dimana kita diperkenalkan dengan bagaimana cara mengkonkretkan semangat kepemudaan yang berbasis agama. Itulah manfaatnya. Kemudian dengan ber-PMII, kita punya pandangan lebih luas, tidak sempit karena bertemu dengan banyak orang dan bertemu banyak perspektif pemikiran, banyak orang; dan kita juga bertemu dengan banyak potensi di tempat lain yang mungkin tidak kita temukan kalau tidak ikut organisasi. ?

Apa pesan pribadi kepada kader-kader PMII di seluruh Indonesia?

Mumpung masih muda dan PMII, berorganisasi tidak sekadar ingin bergaul atau memperoleh status di organisasi, tapi berorganisasi harus memiliki makna untuk dirinya sendiri dan bagi organisasi sendiri, dan bagi masyarakat pada umumnya. Jadi, organisasi menjadi alat untuk memberdayakan dirinya sebelum juga memberdayakan lingkungannya.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Doa, Sejarah, Pahlawan Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock