Rabu, 14 Maret 2018

Ke Indonesia, Syekh Wahbah Zuhaili Singgah di Pesantren Al-Kenaniyah

Jakarta, Shautus Salam. Ulama besar asal Suriah Syekh Wahbah Zuhaili berkunjung ke Pondok Pesantren Putri Al-Kenaniyah, Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu (16/11). Di pesantren yang dipimpin oleh KH Hambali Ilyas itu, Syekh Wahbah bertemu Rais Syiriyah PBNU KH Hasyim Muzadi dan sejumlah muridnya yang sempat mengenyam pendidikan di Suriah.

Kepada para muridnya, ahli fiqih kontemporer itu berpesan agar senantiasa berzikir, mengingat Allah SWT dalam setiap kesempatan. "Mari kita mendekatkan diri sejak kita bangun tidur hingga tidur kembali," katanya.

Ke Indonesia, Syekh Wahbah Zuhaili Singgah di Pesantren Al-Kenaniyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Indonesia, Syekh Wahbah Zuhaili Singgah di Pesantren Al-Kenaniyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Indonesia, Syekh Wahbah Zuhaili Singgah di Pesantren Al-Kenaniyah

Tidak menyampaikan teori uhul fiqih yang rumit, Syekh Wahbah malah mengingatkan agar para santrinya senantiasa menjalankan beberapa rutinitas sederhana seperti membaca ayat kursi, surat-surat yang masuk dalam kategori al-munjiyat, serta surat surat pendek seperti al-Kafirun, al-Ikhlas, al-Falak dan An-Nas, sembari menjelaskan fadhilah atau keutamaan membaca beberapa surat dan ayat tersebut.

Kunjungan Syekh Wahbah ke Indonesia menurut, H Fathir Hambali, putra tertua KH Hambali Ilyas, adalah untuk memenuhi undangan Bank Indonesia. Penyusun karya besar Fiqih Islam wa Adillatuh dan sejumlah karya di bidang fiqih dan ushul fikih itu diminta menyampaikan ceramah mengenai ekonomi syariah.

Syekh Wahbah adalah ulama Suriah yang sering berkunjung ke Indonesia dan cukup dekat dengan NU. Karya-karyanya menjadi rujukan dalam bahtsul masail diniyyah atau pembahasan masalah-masalah keagamaan yang diselenggarakan di lingkungan NU.

Shautus Salam

Bersama Syekh Said Ramadhan Al-Buthi yang belum lama ini meninggal dunia dalam konflik bersaudara di Suriah, dua ulama fiqih madhab Syafii itu juga sempat menghadiri forum International Conference of Islamic Scholars (ICIS) yang diselenggarakan oleh PBNU di bawah pimpinan KH Hasyim Muzadi. (A. Khoirul Anam)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pesantren, Jadwal Kajian, Pendidikan Shautus Salam

Sabtu, 10 Maret 2018

Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri

Jakarta, Shautus Salam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menunjukkan warna khas kalangan santri dalam mempraktikkan agama. Dalam diskusi publik yang digelar siang ini di Jakarta, Rabu (26/8), Kang Said menyebut kalangan santri memandang keragaman suku, bahasa, budaya, dan agama di Nusantara sebagai sebuah fitrah dari Allah Yang Maha Kuasa.

Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara Praktik Keseharian Beragama Kaum Santri

Dalam diskusi bertajuk “Pancasila Rumah Kita: Perbedaan Adalah Rahmat”, Kang Said mengatakan, “Islam Nusantara ini menjadi warna santri beragama sehari-hari tanpa perlu doktrin atau penataran apapun.”

Para santri diajari memahami kitab suci secara utuh. Mereka terlatih meneladani akhlaq para kiai yang menunjukkan sikap toleransi terhadap kehadiran pemeluk agama lain. “Ada atau tidak ada bom, para santri akan terus menunjukkan sikap moderat,” kata Kang Said di hadapan sedikitnya 70 hadirin dari pelbagai lintas agama.

Shautus Salam

Tampak hadir sebagai narasumber lainnya Executive Scretary Konferensi Waligereja Indonesia Romo Edy Purwanto, perwakilan dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Pdt Albertus Patty, serta utusan Perwakilan Umat Buddha Indonesia Bhiksu YM Dutavira Mahastavira.

Shautus Salam

Di hadapan narasumber dan para hadirin, Kang Said bercerita bagaimana kalangan santri bergaul dengan pemeluk agama lain mulai dari zaman Walisongo hingga santri di era sekarang. Ia juga memaparkan cara dakwah santri yang merujuk pada model dakwah Walisongo.

"Tidak pernah terbukti seorang santri NU memprovokasi massa untuk menyerang atau menggusur tempat ibadah pemeluk agama lain," ujar Kang Said.

Kang Said mengutip ayat Al-Quran yang berbunyi, "Seandainya Allah menghendaki, niscaya Ia menjadikanmu sebagai satu umat."

Sementara moderator diskusi Syafiq Alielha mengangkat sejumlah fenomena cara beragama yang cenderung ekstrem. “Di luar sana masih ada kelompok-kelompok beragama yang kurang menghayati nilai-nilai Pancasila,” ujar Syafiq yang kini diamanahkan sebagai Pemred Shautus Salam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Tokoh, Nahdlatul Ulama Shautus Salam

Kamis, 08 Maret 2018

Majelis Mayoran Asparagus Madiun Benahi Pesantren

Madiun, Shautus Salam - Kumpulan para gus se-Kabupaten Madiun mengadakan mayoran “makan bersama” ruti bulanan, Senin (25/12). Mereka mengangkat berbagai persoalan sebagai dialog di antara mereka untuk membenahi pondok pesantren.

Kegiatan ini merupakan konsolidasi para generasi penerus pesantren dan ulama. Misi yang akan mereka usung adalah menjalin silaturahmi para gus se-Kabupaten Madiun untuk kemajuan umat dan memperkuat jalinan pesantren dengan bingkai yang santai ala santri.

Majelis Mayoran Asparagus Madiun Benahi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Mayoran Asparagus Madiun Benahi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Mayoran Asparagus Madiun Benahi Pesantren

“Memang kegiatan ini sangatlah baru di kalangan asparagus di wilayah Kabupaten Madiun, tetapi ini akan menjadi wadah bagi generasi penerus pesantren untuk lebih meningkatkan daya saing dalam hal pendidikan,” kata Gus Abdul Rouf, koordinator kegiatan ini.

Acara ini merupakan kali pertama untuk di Pesantren Selopuro. Acara ini diawali dengan ziarah ke makam para kiai setempat dan dilanjutkan dengan diskusi ala santri. Setelah itu ditutup dengan makan seadanya.

Shautus Salam

“Kita berharap kegiatan ini selalu istiqamah dan selalu menjadikan hasil pemikiran yang baik bagi pondok pesantren yang notabene hari ini kurang sekali dapat bersaing di wilayah Madiun,” kata Abdul Rouf (Hendi Sulaksono/Alhafiz K)

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja, Khutbah Shautus Salam

Rabu, 07 Maret 2018

PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader

Semarang, Shautus Salam. Lembaga Kajian dan Penerbitan (LKaP) PMII Rayon Abdurrahman Wahid Komisariat Walisongo Semarang menggenjot nalar kritis anggota melalui Sekolah Kader angkatan ke-4) di Pondok Pesantren Sabilul Huda Desa Wisata Kandri, Gunung Pati Kota Semarang (21-27/2).

Kegiatan bertema “Konstruksi Nalar Kritis Kader Guna Mentradisikan Laku Ilmiah” ini dibatasi 25 peserta, supaya lebih kondusif dan efektif. Peserta diberikan materi seputar filsafat dan ilmu sosial.

PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader

Materi tersebut di antaranya, pengantar filsafat, filsafat modern, filsafat islam, filsafat pendidikan hingga filsafat sosial. Berbagai materi filsafat dan ilmu sosial tersebut disampaikan diantaranya oleh Dr. Tedi Kholiludin dari Lakpesdam PWNU Jawa Tengah, kemudian Dr. Ilyas Supena Dosen Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang.

Shautus Salam

Dalam kegiatan ini peserta Sekolah Kader juga diajak berdiskusi terkait materi yang telah diberikan lewat Focus Group Discussion (FGD). Ini memberikan kesempatan para peserta untuk dapat bertukar pikiran dan saling berdialektika terkait pemahaman mereka terhadap materi yang mereka dapatkan.

Dengan mengusung visi intelektual, Endah Kartika Ratnasari selaku direktur LkaP mengatakan, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi nalar kritis kader ke depannya, sesuai dengan tema yang kita usung.

Shautus Salam

Senada dengan Endah, Abdul Ghofar, ketua panitia, mengatakan, tujuan Sekolah Kader adalah upaya utuk menciptakan nalar berpikir ilmiah bagi kader-kader PMII. “Kami berharap tradisi berpikir kritis dapat diimplementasikan dalam laku sehari-hari alumni Sekolah ini”, imbuhnya

Agenda ini didukung penuh berbagai pihak terkait. Diantaranya dosen IAIN Walisongo yaitu DR. Mahfud Junaedi yang juga menjadi pemateri di Sekolah Kader menuturkan bahwa kegiatan seperti ini harus rutin dilaksanakan. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para kader PMII untuk dapat berpikir kritis dan ilmiah. “Jangan sampai kuliah mengganggu kegiatan seperti ini. Kegiatan kuliah lancar, agenda seperti ini juga lancar,” tambahnya.

Dalam sekolah ini peserta tidak hanya diajak membaca, diskusi dan menulis. Para peserta juga diberikan tugas untuk  turun basis ke masyarakat sekitar untuk melakukan mapping persoalan sosial yang ada di wilyah Desa Kandri, turun basis ini bagian dari implementasi salah satu materi pada Sekolah Kader yaitu aplikasi filsafat sosial.

Agenda Sekolah yang dilaksanakan LKaP PMII Abdurrahman Wahid ini menurut salah satu peserta yakni, Baihaqi sangat bermanfaat. Dia sangat tertarik belajar filsafat. “Saya juga salut dengan panitia pelaksana yang begitu peduli dan tanggap akan kebutuhan peserta”, tambahnya.

Syafii, sebagai Ketua PMII Rayon Abdurrahman Wahid berharap kader-kader PMII ke depannya dapat menjadi lebih cerdas, kritis, berwawasan dan mampu memberi solusi atas permasalahan masyarakat.

Agenda yang sarat akan nilai intelektual ini tidak selesai begutu saja. Akan tetapi  ada rencana tindak lanjut untuk terus mengawal alumni Sekolah Kader ini. Adapun kegiatan sebagai follow up Sekolah Kader ini diantaranya Sekolah Nalar Kader, Diskusi Filsafat dan Pelatihan menulis.(Ria, Esty/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Aswaja Shautus Salam

Sabtu, 03 Maret 2018

Di Jombang Pemuda Gereja Bagikan Seribu Takjil untuk Umat Muslim

Jombang, Shautus Salam. Sebanyak 1000 takjil untuk berbuka puasa dibagikan puluhan pemuda dari Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia (GSPDI) Filadelfia Sejahtera Jombang, bersama jaringan GusDurian Jawa Timur. Pembagian takjil untuk umat muslim di kota santri ini dilakukan di Jl Jl Wahid Hasyim kota setempat, Selasa (6/6).

Pembagian takjil itu tak ayal menjadi tontonan dan rebutan pengguna jalan yang lewat, satu persatu pengguna jalan mendapatkan jatah. Bahkan, sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi juga mendatanginya untuk memperoleh makanan itu.

Di Jombang Pemuda Gereja Bagikan Seribu Takjil untuk Umat Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Jombang Pemuda Gereja Bagikan Seribu Takjil untuk Umat Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Jombang Pemuda Gereja Bagikan Seribu Takjil untuk Umat Muslim

Ronal Afero Saraghi, Inisiator kegiatan dari GSPDI Jombang mengatakan, pembagian takjil itu dilakukan sebagai bentuk penguatan arti toleransi di kota santri.

“Saat ini di Indonesia masih saja riuh soal intoleransi. Tapi bagi kami sebagai anak bangsa, meskipun berbeda dalam agama, harus tetap saling toleran. Makanya, ikhlas bagi kami berbagi kepada sesame seperti ini,” uajrnya ditemui dilokasi.

Kegiatan pembagian takjil, dikatakan Ronal Saraghi juga untuk mengajak pemuda dan remaja GSPDI untuk menanam nilai-nilai kebangsaan dalam perbedaan. Bahwa generasi bangsa harus saling menjaga kebersamaan.

Shautus Salam

“Saya sangat beruntung, ini disambut baik oleh teman-teman. Dan ternyata antusiasme masyarakat juga luar biasa. Ini yang membuat kami senang,” tandasnya.

Usai membagi takjil, mereka kemudian berbuka puasa bersama di GSPDI Jl Buya Hamka Kecamatan Jombang. Baik yang muslim maupun non-muslim yang ikut dalam kegiatan tersebut. Meski sempat berbeda waktu sedikit antara muslim yang lebih awal berbuka puasa, tapi yang non-muslim dengan rukun menemani.?

“Kami juga berpuasa hari ini, dan ini sesuai ajaran di kami, tapi waktu berbuka tepat pukul 18.00 WIB. Kalau teman-teman berbukanya sekitar pukul 17.25 WIB,” pungkasnya. (Muslim Abdurrahman) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Berita Shautus Salam

Ketua PBNU Resmikan MWC NU Sukoharjo

Wonosobo, Shautus Salam. Merupakan kebanggaan tersendiri bagi pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC) NU Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Sebab Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Agil Siroj secara langsung meresmikan Gedung MWC NU Sukoharjo, Jumat (6/9).

Ketua PBNU Resmikan MWC NU Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU Resmikan MWC NU Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU Resmikan MWC NU Sukoharjo

Acara peresmian berlangsungn meriah karena dihadiri oleh ketua beserta pengurus PCNU Wonosobo, ? MWC NU Sukoharjo dan Ranting serta para ulama, kiai, dan warga NU.?

Gedung MWC ? tersebut berdiri di dalam kompleks Kecamatan Sukoharjo dan berada di poros jalan utama, dibangun atas swadaya warga Nahdiyin. Pembangunan kantor cabang ini sangat monumental karena merupakan kantor pertama yang dibangun oleh MWC NU Sukoharjo dan memiliki tiga lantai. ?

Shautus Salam

Peresmian Gedung MWC NU Sukoharjo secara simbolik, dibuka dengan penandatanganan yang dilakukan oleh Ketua Umum yang disaksikan oleh Ketua PCNU, Pengurus MWC dan tamu undangan.?

Pada kesempatan itu Kiai Said menyampaikan ke depan NU harus lebih memperkuat kelembagaan NU sebagai jam’iyyah keagamaan serta jam’iyyah kemasyarakatan. Sebab NU bukanlah perkumpulan politik maupun perkumpulan milik pemerintah melainkan perkumpulan masyarakat.?

Shautus Salam

“Struktur kepengurusan NU harus dapat berfungsi efektif dengan menggunakan manajemen modern dengan tetap memelihara kultur dan tradisi yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan nafas dan budaya NU. Karena NU itu adalah perkumpulan masyarakat yang mampu menjembatani masyarakat,” katanya.

Selain itu, Ia juga menghimbau warga NU untuk memperkuat pendidikan Islam sebagai pilar pembangunan bangsa. Karena berbagai kebijakan, komitmen, dan regulasi sangat mendukung serta memberi kesempatan yang besar kepada masyarakat untuk berpartisipasi di dalam dunia pendidikan.

Gedung MWC NU berlantai tiga yang cukup megah itu rencananya akan digunakan untuk berbagai aktifitas Nahdliyin di lingkungan MWC Sukoharjo. Untuk lantai pertama rencananya digunakan sebagai koperasi, kemudian lantai dua digunakan untuk kesekretariatan dan lantai tiga digunakan untuk pertemuan.?

Disebutkan pula, pembangunan gedung MWC NU Sukoharjo yang baru saja diresmikan itu ditargetkan akan menghabiskan biaya hingga Rp2 miliar. Hingga diresmikan, sudah menghabiskan biaya sekitar Rp1,5 miliar.?

“Semua biaya pembangunan gedung MWC NU Sukoharjo itu resmi dari sumbangan Nahdliyin di Sukoharjo dan beberapa donatur,” jelas Khamim Fadhol Ketua MWC NU Sukoharjo.?

Untuk sumbangan yang diberikan oleh warga, Kata Khamim mereka menyumbang secara ikhlas hanya melalui surat. Cara itupun terbilang efektif karena pembangunan mulai tahun 2006 hingga 2013 ini bisa berjalan lancar.?

“Untuk lahannya juga sumbangan atau iuran warga, total harga lahan saja Rp 175 juta,” jelasnya. (Fathul Jamil/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Fragmen, Khutbah, News Shautus Salam

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis

Jakarta, Shautus Salam?



Pelukis Nabila Dewi Gayatri mengaku punya pengalaman saat melukis KH Muslim Rifa’i Imampuro atau Mbah Liem. Ia mengalami keadaan yang sangat senang hingga tertawa-tawa sendirian saat menggoreskan koas ke kanvasnya.?

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis

“Saya mengalami ? suka yang belum pernah saya alami. Ketawa sendiri, sueneng, dan cepet selesai. Saya merasa bahagia, ngakak-ngakak,” katanya di Grand Sahid Jaya, Jakarta Sabtu (13/5) pada pameran karya tunggalnya bertajuk Sang Kekasih. Pameran dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj Senin (8/5) itu, berakhir Ahad (14/5).

Saat melukis kiai dari Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, Klaten, Jawa Tengah itu, ia mengaku dengan cepat menemukan karakter lukisannya. Hingga proses melukisnya pun terbilang cepat daripada kiai-kiai lain.?

Pelukis kelahiran Gresik, Jawa Timur, pada 1969 itu mengaku, pada masa kecilnya pernah diajak ayahnya bersilaturahim kepada Mbah Liem. Saat dewasa, Nabila pernah juga bertemu kiai itu di PWNU Jawa Timur.?

Shautus Salam

Pada pertemuan itu, Mbah Liem bertanya kepadanya, “Koe iseh nabuh beduk? Masih suka gambar? Nyanyi?” tanyanya kepada Nabila yang memang selain melukis juga senang menabuh drum, yang dalam istilah Mbah Liem menabuh beduk, serta menyanyi.?

“Masih,” jawab Nabila saat itu.?

“Yo wis, Berkah, berkah, berkah...” lanjut Mbah Liem.?

Menurut Nabila, sosok Mbah Liem menjadi bagian dari pameran untuk mengingatkan orang kepada salah satu sifatnya yang memiliki kepedulian tingkat tinggi kepada fakir miskin.?

Shautus Salam

Pelukis jebolan Jurusan Aqidah Filsafat Al-Azhar, Kairo, Mesir itu menambahkan, dengan melukis Mbah Liem, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Abdurrahman Wahid, Kiai Abbas Buntet dan kiai lain, ia berharap, orang yang melihatnya akan mengingat jasa dan teladan mereka.?

Menurut Ali Mahbub pada tulisannya yang dimuat di Shautus Salam, Mbah Liem mengajarkan santri dengan ilmu hal atau memberi contoh langsung. Ajaran-ajaran Mbah Liem tersebut yaitu:

1. “Nguwongke uwong, gawe legane uwong.” Mbah Liem selalu menghargai dan menerima setiap orang dengan segala potensi dan niat baiknya. Kalaupun kita tidak membutuhkan, mungkin manfaatnya bisa dirasakan keluarga, tetangga atau msyarakat kita. Contohnya setiap kali ada tamu, baik pejabat maupun tokoh yang lain, Mbah Liem selalu menyambut dengan hangat siapa pun orangnya dan Mbah Lim tidak lupa memberikan ruang interaksi untuk mendekatkan pejabat/tokoh dengan masyarakat.

2. “3 T“: titi–tatak–tutuk. Mbah Liem mengajarkan saat melaksanakan setiap tugas dalam hidup, haruslah titi (cermat, teliti dan selektif), tatak (legowo, sabar), sehingga tutuk (sampai, selesai dengan hasil yang memuaskan).

3. “3 K “: kuli-kiai-komando. Setiap santri haruslah mampu memerankan diri sebagai kuli (siap bekerja keras), kiai (siap mengamalkan ilmu dan berdoa), komando (siap menjadi pemimpin yang piwai mengambil keputusan, bijak serta berwibawa)

4. “Kita harus tegak, tegas dan tegar selama benar.“ Setiap melaksanakan kebenaran, kita harus tegak (penuh keyakinan, tidak goyah oleh pengaruh apa pun), tegas (tak kenal kompromi terhadap pelanggaran aturan), tegar (ikhlas, sabar).

5. “3 R “: rampung bangunane – rame jama’ahe – rukun masyarakate “. Dalam mendirikan sarana apa pun, ada 3 hal yang harus diupayakan yakni “rampung bangunane“ (bisa terwujud ), rame jama’ahe (berfungsi dan dibutuhkan para pemangku kepentingan ), rukun masyarakate (menjadi sumber kedamaian dan perekat persatuan).

6. “Aja mung benteng ulama, ning nahnu anshorullah, masyriq-maghrib “ di samping perannya sebagai benteng ulama, Banser seharusnya mampu menjalankan peran yang lebih luas di seluruh permukaan bumi, dalam bingkai “nahnu anshorulloh”.

7. “ 3 S “: ? shalat-sinau-sungkem. Maksudnya “shalat“, seorang santri harus tekun beribadah, prihatin dan berdoa. Sinau,? santri harus belajar terus menerus. “Sungkem“ santri harus mempunyai akhlak yang mulia, tahu sopan santun, tawadhu’ pada kiai/guru.

8. “ 2 B“: berhasil-berkah. Dalam mencapai cita-cita/usaha harus mempunyai komitmen yang kuat agar tercapai yang di inginkan.” Berkah “setiap cita-cita/ usaha harus di mulai dengan niat ibadah (niat baik) agar mendapat keberkahan dari Allah SWT.

9. “Dadi uwong ki ojo gur mangan terus tapi yo ngising barang” (Jadi orang itu jangan hanya makan aja tapi ya buang air besar juga). Kita tidak boleh hanya melulu mencari harta terus, tapi kita juga harus rajin bersedekah.

(Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, PonPes, Doa Shautus Salam

Kamis, 01 Maret 2018

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo

Surabaya, Shautus Salam. Saat menghadiri resepsi pelantikan pengurus Pimpinan Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur (Jatim) di Balai Pemuda Suabaya, Sabtu (3/9), Gubernur Soekarwo ditagih janjinya saat kampanye pada pemilukada lalu. Acara yang juga dikemas dengan halaqoh akbar IKA PMII se-Jatim tersebut dihadiri Menpora Imam Nahrawi.

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo

Dalam sambutannya, Ketua PKC PMII Jatim Zainudin, berpesan kepada Gubernur Soekarwo bahwa SDM kader PMII di Jatim memiliki potensi yang bisa diandalkan. Apalagi daerah pelosok seperti di Madura. Karenanya, kader PMII siap mengawal dan memback-up bersama dari jajaran rayon hingga cabang berkenaan dengan program Pemprov Jatim.

"Saya berkata seperti ini, sebab saya masih teringat terhadap visi dan misi Pak Karwo waktu kempanye. Bahwa, Pak Karwo akan meningkatkan SDM Jawa Timur, sehingga kader PMII siap mengawal dan mendukung peningkatan SDM dalam memaksimalkan pemanfaatan SDA di Jatim," tukasnya.

Gubernur Soekarwo sendiri mengaku tidak pernah melupakan janji politiknya yang kini tertuang dalam visi dan misi pemerintahannya. Dia berjanji akan merangkul semua pihak dalam peningkatan SDM di Jawa Timur. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Budaya Shautus Salam

Shautus Salam

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa

Jakarta, Shautus Salam

Menteri Agama RI Suryadharma Ali mengatakan, 90 persen pendidikan agama jenjang dasar dan menengah yang formal di Indonesia berstatus swasta dan 10 persen adalah negeri. Jumlah ini menunjukkan, peran masyarakat bagi pencerdasan bangsa sangat signifikan.

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa

Menurut Suryadharma, dari 90 persen tersebut, 13 ribu lebih berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU. Institusi pendidikan itu meliputi sekolah setingkat Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Ditambah pesantren, sambung Suryadharma, peran ini menjadi semakin nyata. "Ini suatu yang luar biasa dan karenanya harus dijaga dengan baik dengan menjaga dan memelihara keberlangsungannya," katanya dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LP Ma’arif NU di Jakarta, Senin (21/1).

Shautus Salam

Suryadharma menilai, dengan potensi yang besar ini sudah semestinya madrasah-madrasah swasta mendapat perlakukan yang layak dari pemerintah.

Shautus Salam

"Oleh karenanya, saya berteriak-teriak meminta walikota, bupati, dan gubernur jangan haramkan APBD untuk membantu sekolah agama," sebut Menteri Agama Suryadharma Ali.

Dalam kesempatan itu, hadir Medikbud RI Mohammad Nuh, Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud, dan Ketua Pengurus Pusat LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi. Usai memberi sambutan, Menteri Agama membuka secara resmi Rakernas LP Ma’arif NU.



Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Lomba Shautus Salam

Rabu, 28 Februari 2018

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren

Kebumen, Shautus Salam

Bertempat di mushala pondok pesantren Al-Hidayah Wonoyoso berkumpul 50 santri-santriwati dari 18 pesantren se-Kabupaten Kebumen mengikuti pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Simapes), Sabtu (30/1).?

Pelatihan ini terselenggara atas dukungan dari Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama bekerjasama dengan Kementerian Agama wilayah Jawa Tengah.?

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren

Pelatihan ini merupakan upaya agar pesantren mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan prinsip almuhafadzatu ‘alal qadimisshalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Selama ini beberapa pesantren masih kekurangan dalam bidang manajemen. Karena itu Simpes bisa menjadi salah satu solusi untuk menangani persoalan manajemen yang selama ini menjadi halangan bagi pesantren.?

"Santri tidak perlu kecil hati. Santri bisa menjadi apa saja sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh para santri,"ungkap Sekretaris RMI NU Jateng Mandzur Labib.?

“Kita harus percaya pada kemampuan yang kita miliki. Bahkan santri ada yang pernah menjadi presiden yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). ? Al-haqqu bila nidhom yaghlibu albathil bi nidhomin. Komunitas pesantren yang tanpa manajemen yang bagus bisa kalah dengan komunitas yang diatur dengan baik. Inilah tantangan ke depan bagi pesantren untuk mulai berbenah diri.” ?

Shautus Salam

Sementara itu perwakilan dari Kanwil Kemeng Jawa Tengah Habibul Huda mengungkapkan santri harus tetap nasionalis dan religius karena santri merupakan pimpinan masa depan. (Mukhammad Zulfa/Mukafi Niam)?

Shautus Salam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam RMI NU, AlaNu Shautus Salam

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren

Probolinggo, Shautus Salam

Keberadaan Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai andil yang sangat besar terhadap sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dimana seorang ulama NU, KH Wahid Hasyim turut berperan terhadap lahirnya Pancasila.

Hal tersebut disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin saat menghadiri peringatan hari lahir (harlah) ke-93 NU di Pondok Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Senin (9/5) malam.

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren

Menurut Hasan, saat ini sedang marak kejadian kekerasan dan pelecehan seksual ? terhadap anak dan perempuan. “Dari hasil pengamatan yang saya lakukan terhadap semua kejadian, ternyata miras dan shabu-shabu menjadi akar permasalahan merebaknya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan,” katanya.

Lebih lanjut Hasan menerangkan, miras dan shabu-shabu tidak hanya terjadi di lingkungan bebas. Pasalnya di lingkungan pondok pesantren pun, hari ini sudah banyak beredar obat-obatan terlarang. Dimana botol minuman air mineral isinya diganti minuman beralkohol.

Shautus Salam

“Inilah bentuk penjajahan yang dilakukan oleh bangsa lain. Mereka tidak mampu menjajah secara fisik, tetapi melalui budaya dan merusak mental masa depan generasi bangsa,” jelasnya.

Hasan pun meminta kepada para orang tua agar menyelamatkan anak cucunya dari perbuatan yang tidak jelas. “Setelah lulus SD, masukkan anak ke pesantren. Karena disana nantinya juga dibekali dengan ilmu umum dan ilmu agama serta akhlak,” tegasnya.

Seni budaya Islam NU jelas Hasan sangatlah banyak. Tetapi ironinya, saat ini sudah banyak anak cucu orang NU gemarnya bukan pada seni budaya Islam NU. Hal ini dikarenakan adanya budaya luar yang masuk dan bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Inilah potret yang terjadi hari ini, dimana ada pergeseran budaya NU. Oleh karena itu, saya sangat bangga karena PCNU Kota Kraksaan menggerakkan kembali muda mudi NU dalam wadah Ishari,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Pendidikan, Jadwal Kajian, Ubudiyah Shautus Salam

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

Palembang, Shautus Salam. IPPNU Kabupaten Kudus menerima penghargaan dari PP IPPNU Pusat sebagai Pimpinan Cabang terbaik se-Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Ketua PP IPPNU Margareth Alaiyatul Maimunah kepada Ketua PC IPPNU Kudus Risda Utama dalam pembukaan Kongres IPNU XVII dan IPPNU XVI di Asrama Haji Palembang, Sabtu (1/12). 

Ketua IPPNU Kudus Risda Umami merasa bangga menerima penghargaan ini. Menurutnya, pemberian penghargaan oleh PP ini  atas dasar Tertib Administrasi yang  tertata dan program kerja yang bagus.

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kudus Raih Penghargaan Cabang Terbaik

“Kami bangga dan senang bisa memperoleh penghargaan yang diberikan berdasarkan administrasi dan program kerja,” katanya.

Shautus Salam

Menurutnya, penghargaan ini sebenarnya hasil jerih payah dari periode sebelumnya pada masa kepemimpinan Ana Shofawati.

Shautus Salam

“Momentum kongres digunakan oleh PP IPPNU untuk memberikan penghargaan ini, kebetulan bersamaan dengan kepemimpinan saya,” jelas Risda.

“Kami akan berusaha meneruskan prestasi tersebut, dengan meningkatkan tata administrasi dan kualitas program kerja di periode kami 2011-2013,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya tak hanya melakukannya di tingkatan pmpinan cabang saja, tapi juga di pimpinan ranting hingga pimpinan anak cabang se kabupaten Kudus. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Rochim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Kyai, PonPes, Syariah Shautus Salam

Selasa, 27 Februari 2018

PBNU Seriusi Bidang Prioritas

Probolinggo,Shautus Salam. Semua pihak mengakui kebesaran dan potensi kekuatan Nahdlatul Ulama. Hanya saja karena kurang diorganisir dengan baik, kekuatan itu belum bisa maksimal. Namun untuk mengorganisir itu juga bukanlah pekerjaan gampang. “Karena kita terbiasa menjadi raja-raja kecil,” kata Ketua Umum PBNU KH A Hasyim Muzadi.

Kalimat itu disampaikan Hasyim di sela-sela deklarasi Forum Silaturahmi Pimpinan Daerah NU (Fospida NU) yang berlangsung di Hotel Bromo View, Probolinggo. Fospida adalah forum tempat berkumpul, berkomunikasi dan saling bekerja sama para kepala daerah yang berlatar belakang NU. Mereka adalah para bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota.

PBNU Seriusi Bidang Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Seriusi Bidang Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Seriusi Bidang Prioritas

Cinta yang Indah dalam Harlah IPNU-IPPNU

Gandrungmangu, Shautus Salam. Kembali lagi sebuah kemeriahan dimunculkan oleh PAC IPNU-IPPNU Kec. Gandrungmangu Cilacap yang mengadakan lomba mewarnai antar PAUD, TK, & RA dan festival hadrah yang bertempat di Pendopo Kecamatan Gandrungmangu dan Masjid Baitul Muflihin Wungureja, pada (28 Februari sampai 1-2 Maret).?

Cinta yang Indah dalam Harlah IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta yang Indah dalam Harlah IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta yang Indah dalam Harlah IPNU-IPPNU

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka harlah ke 60 dan 61 IPNU-IPPNU ini juga diiringi dengan pembentukan Ranting IPNU-IPPNU Desa Layansari yang diikuti oleh 50 peserta serta pembekalan materi ke-IPNU-IPPNU-an dan Aswaja yang diisi oleh Hadno Ali Sholihin, alumni PC IPNU Kab.Cilacap) sekaligus makesta Ranting IPNU-IPPNU Desa Gintungreja. Demikian rilis yang dikirimkan oleh panitia kepada Shautus Salam.

Acara harlah ini mengambil tema “Cinta NU, Cinta IPNU-IPPNU, Cinta Shalawat, Ngalap Syafa’at” sebagai upaya untuk menciptakan kader-kader muda berideologi ahlusunnah wal jama’ah.

Shautus Salam

Lomba mewarnai dikuti oleh 50 komisariat PAUD, TK, dan RA yang yang masing-masing diwakili 2 peserta. Sementara itu festival hadrah bertempat di Masjid Baitul Muflihin Wungureja diikuti oleh 20 group dari di Gandrunmangu dan sekitarnya.?

Warga sangat antusias mengikuti acara tersebut. “Saya sangat mendukung adanya kegiatan ini, semoga dengan adanya pelantikan Ranting IPNU-IPPNU desa Layansari dapat membangun pola pikir anak-anak kami dan semakin kuat iman kami dalam berideologi ahlusunnah wal jama’ah,” ujar salah satu warga dusun Wungureja.?

Shautus Salam

Pada Sabtu malam, diselenggarakan pelantikan sekaligus shalawatan Ranting IPNU-IPPNU Desa Layansari bersama Habib Haidar dari Purwokerto. ? Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Humor Islam, Halaqoh Shautus Salam

Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar

Makassar, Shautus Salam. Bank Sulselbar tertarik melengkapi infrastruktur salah satu perguruan tinggi NU, Universitas Islam Makassar (UIM). Perhatian serius itu dibuktikan dengan kunjungan Direktur Umum Bank Sulselbar Ambo Syamsuddin ke Rektor UIM Dr. Ir. Hj. Majdah Agus Arifin Nu’mang, Selasa (16/12) kemarin.

Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar

Kunjungan itu dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran konkret kemajuan yang telah dicapai universitas yang dipimpin istri Wagub Sulsel itu, terutama dari segi sarana dan prasarana. Setelah di terima di ruang kerja, Ambo Syamsuddin bersama Majdah didampingi Pembantu Rektor II Ir. Saripuddin Muddin meninjau langsung ke Auditorium KH Muhyiddin Zain yang tengah dalam tahap penyelesaian akhir. Auditorium itu akan menampung sekitarb 4000 undangan dilengkapi dengan panggung berukuran besar dan balkon di bagian belakang.

Menurut Ambo Syamsuddin, pihaknya memang menaruh perhatian besar kepada UIM karena telah mengalami perkembangan yang begitu pesat setidaknya dalam tiga tahun terakhir ini. Selain telah terbangun 11 gedung perkuliahan dan fasilitas lainnya yang cukup megah, juga perkembangan mahasiswanya telah mencapai 6.000 orang.

Shautus Salam

Untuk lengkah awal, pada tahun 2015 nanti Bank Sulselbar sudah menyiapkan bantuan khusus untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan gedung auditorium. Gedung ini perlu kita dukung sepenuhnya karena dapat difungsikan secara produktif, baik oleh mahasiswa maupun masyarakat di daerah ini.

“Kami terpanggil memberi bantuan nyata karena memang pengelolaan UIM semakin mapan di tangan ibu Rektor. Pembangunan fisiknya saja sudah tampak jauh dari bebrapa tahun lalu yang masih kelihatan dipenuhi pada rumput. Sekarang sudah dipenuhi gedung bertingkat,” tandasnya. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam

Shautus Salam Ulama, Ahlussunnah Shautus Salam

Senin, 26 Februari 2018

Kiai Tolchah Sebut Tiga Hal Hadapi Globalisasi

Malang, Shautus Salam. Mustasyar PBNU KH Muhammad Tolchah Hasan menyebut perlunya tiga hal dalam menghadapi era globalisasi, yaitu dibutuhkan ketebalan iman yang kuat, karakteristik yang tangguh, dan kekuatan moral yang tinggi.

Kiai Tolchah Sebut Tiga Hal Hadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tolchah Sebut Tiga Hal Hadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tolchah Sebut Tiga Hal Hadapi Globalisasi

“Kita harus menguatkan iman dalam menghadapi Globalisasi. Tapi bukan sembarang iman yang kita butuhkan, melainkan iman yang dominan terhadap diri kita dan perbuatan kita. Bukan hanya iman dekoratif atau hiasan,” katanya pada kuliah umum di hadapan sekitar 400-an mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma) Tahun 2014 di Hall Oesman Mansoer pada Kamis, 2 Oktober 2014.

Menurut dia, pada kuiah umum bertema ‘Islam dan Benturan Peradaban Global’ tersebut, jangan sampai karena iman bertindak semaunya dan menggunakan kekerasan mengatasnamakan Iman. “Kalau iman kita merupakan Iman yang dominan, maka berada di manapun dan dalam kondisi apapun, kita akan tetap terjaga keimanannya,” tambahnya.

Shautus Salam

Dirinya juga menekankan bahwa Islam yang bersifat moderatlah yang dibutuhkan untuk menghadapi benturan peradaban global saat ini. Karena Islam moderatlah yang bisa kritis terhadap semua kebudayaan yang datangnya dari luar.

“Di dunia internasional, Islam dilihat sebagai agama yang intoleransi. Sehingga terlihat puritan dan meraka anggap sebagai ancaman. Maka, adalah tugas kita sebagai masyarakat terdidik untuk membangun peradaban Islam yang toleran,” terang Menteri Agama era Gus Dur itu.

Shautus Salam

Selanjutnya, ia menekankan bahwasanya pendidikan memiliki peran yang besar sekali dalam upaya untuk membangun generasi Indonesia emas mendatang. Oleh karena itu, ia juga menyampaikan bahwa tenaga pendidik harus memiliki karakter yang kuat. (Ahmad Nur Kholis/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pendidikan, Tegal, Pesantren Shautus Salam

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila

Jakarta, Shautus Salam

Mantan ketua Dewan Pers Indonesia Bagir Manan menyerukan kepada pihak-pihak yang mengklaim dirinya sebagai media Islam untuk tidak melupakan lingkungan sekitarnya. Selain mematuhi aturan yang ada, mereka dituntut untuk memperhatikan negara tempat mereka hidup.

Bagir mengingatkan wacana yang digulirkan pun hendaknya tak mengarah pada isu pengubahan sistem negara Indonesia.

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila

“Tolong jaga, jangan sampai orang mengonfrontasikan Islam dengan Pancasila,” katanya dalam forum Workshop Penyusunan Standar Literasi Media Islam Online, Jumat (21/4) di Hotel Lumire, Jakarta Pusat.

Shautus Salam

Ia sadar bahwa selama ini radikalisme dan berita palsu atau hoax kerap dialamatkan kepada media-media Islam. Citra ini, menurutnya, masih bisa direduksi pelan-pelan dengan cara memperbaiki kualitas media Islam.

“Hendaknya pers Islam menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu, baik mutu intelektual, mutu ekonomi, mutu sosial dan tentu saja mutu keagamaan kita. Jadi jika agama dikatakan rahmatan lil alamin, (jargon itu) betul-betul riil,” paparnya.

Shautus Salam

Menurut Bagir, pers lebih dari sekadar penyampai informasi. Pers juga memiliki fungsi pendidikan, pembentuk atau pengarah opini publik.

Mantan ketua Dewan Pers Indonesia selama dua periode ini juga mengingatkan kepada media-media Islam bila memang benar-benar dimaksudkan sebagai lembaga pers untuk memenuhi standar profesionalisme.

“Standar-standar pers yang baku harus kita perhatikan, cek dan ricek, cover both side, dan sebagainya,” tutur Ketua Mahkamah Agung RI periode 2001-2008 ini.

Terkait media daring yang menjamur sekarang ini, ia berpendapat ada penurunan kualitas khususnya berkenaan dengan tingkat akurasi. Mungkin karena memprioritaskan kecepatan tayang, media online sering tak mengindahkan tingkat validitas isi berita. Kelemahan lain juga ada pada manajemen yang cenderung tidak bagus.

“Tanggung jawab juga bisa rendah. Padahal, satu kali berita muncul, seseorang bisa sudah jadi korban atau diuntungkan,” jelasnya.

Lokakarya ini digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia dan diikuti sejumlah perwakilan media-media Islam, baik elektronik, cetak, maupun daring. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam News, Hadits, Sejarah Shautus Salam

Minggu, 25 Februari 2018

Dzikir di Istana Bukti Umat Islam Peduli Keutuhan Bangsa dan Negara

Jakarta, Shautus Salam. Dzikir nasional yang digelar di halaman Istana Merdeka Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (1/8) malam, menjadi bukti umat Islam peduli dan memikirkan keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Seperti disampaikan dalam doa Mustasyar PBNU KH Maemun Zubair (Mbah Moen).

Hal tersebut dikatakan Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin kepada Shautus Salam usai penutupan dzikir. “Tadi dikatakan Mbah Moen dalam doa beliau, semoga bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan dan pertikaian sesama anak bangsa,” ujarnya.

Dzikir di Istana Bukti Umat Islam Peduli Keutuhan Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Dzikir di Istana Bukti Umat Islam Peduli Keutuhan Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Dzikir di Istana Bukti Umat Islam Peduli Keutuhan Bangsa dan Negara

Kiai Ishom, sapaan akrabnya, berharap acara serupa dilaksanakan di tempat yang lebih luas. Misalnya, di Monumen Nasional (Monas) agar bisa diikuti lebih banyak lagi oleh masyarakat.

 

“Kalau di Istana kan sempit. Apalagi yang datang ribuan,” tandasnya.

Shautus Salam

Saat ditanya arah majelis dzikir tersebut, apakah bermuatan politis atau bakal menjadi ormas bahkan partai politik, kiai asal Lampung ini langsung menepis.

 

Shautus Salam

“Saya kira tidak lah. Para kiai yang datang banyak dari kalangan syuriyah yang ikhlas. Saya pribadi berharap ini fokus ke dzikir saja,” kata Kiai Ishom.

Sementara itu, salah satu pengurus PWNU Kalimantan Barat, KH Faruqi, di sela-sela ramah tamah mengaku sangat mendukung dan antusias sekali mengikuti dzikir di Istana.

 

“Saya melihat ini tonggak persatuan antara ulama dan umara. Ke depan perlu makin dikuatkan,” ujarnya.

Kiai Faruqi yang datang bersama empat orang dari Pontianak berharap dzikir nasional bisa memantik persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa. “Semoga di tahun-tahun berikutnya acara seperti ini bisa diadakan kembali,” harapnya.

Hadir dalam acara tersebut, jajaran para kiai sepuh seperti KH Anwar Mansyur Jawa Timur, KH Bagindo Leter Sumatera Barat, KH Abuya Muhtadi Banten, RM Irfa’i Nachrawi Yogyakarta, dan KH Aniq Muhammadun Jawa Tengah. 

Selain para kiai sepuh, ribuan jemaah dari sejumlah pondok pesantren di Jabodetabek tampak berduyun-duyun memasuki halaman Istana sejak petang. Mereka kemudian melaksanakan salat maghrib berjamaah.

Usai berjamaah, hadirin tampak antusias menikmati penampilan grup nasyid Snada dan musik gambus Hubbul Wathon. 

Dzikir kebangsaan yang bertema ‘Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan’ ini terselenggara berkat kerjasama pihak Istana Negara dengan Majelis Dzikir Hubbul Wathon yang diinisiasi Rais Aam Syuriyah PBNU KH Ma’ruf Amin. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Pondok Pesantren, Daerah Shautus Salam

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia

Makassar, Shautus Salam. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi menyatakan, aliran keagamaan yang boleh hidup di Indonesia harus mendukung keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.?

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia

“Tidak boleh ada aliran keagamaan mengusung ideologi politik yang bertentangan dengan NKRI dan Pancasila, seperti ideologi yang mengusung khilafah!" Katanya dalam acara seminar nasional bertajuk "Harmoni Umat Beragama untuk memperkokoh NKRI" yang diselenggarakan di Universitas Islam Makassar (UIM), Selasa (24/3).?

Lebih lanjut Kiai Masdar menegaskan bahwa ide mendirikan Khilafah Islamiyah berpotensi merongrong NKRI.

Shautus Salam

Dalam forum yang sama KH Cholil Nafis, ketua komisi dakwah MUI? menyatakan, "Hubungan Islam dan negara bagaikan saudara kembar yang saling mempengaruhi. Karena itu, bentuk NKRI dengan dasar Pancasila adalah hasil relasi yang sesuai dengan Islam dan kebutuhan nasional kita,” katanya.

Pengurus Lembaga Bahtsul Masail NU ini menjelaskan, Islam merupakan agama rahmatan lil alamin, maka dimanapun keberadaan Islam itu akan memberi rahmat kepada umat manusia. Oleh karena itu perjuangan Islam model ISIS yang memaksakan kehendak dan intoleran serta menggunakan kekerasan tidak sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri.?

Shautus Salam

Kiai Cholil memberikan argumentasi bahwa Rasulullah saw telah membuat sebuah tatanan negara majemuk yang menghormati semua aliran dan mengut? makan kemaslahatan, yaitu negara Madinah sebagaimana tertuang dalam Piagam Madinah.

Mewakili Pangdam VII Wirabuana Kolonel Andi Suyuti, menuturkan bahwasanya dewasa ini konflik, intoleransi dan kekerasan atas nama agama akhir-akhir ini terjadi, Sulsel merupakan salah satu provinsi di Indonesia memiliki keragaman budaya, sosial dan agama, permasalahan yang muncul antar kerukunan umat beragama disebabkan banyaknya paham radikal, bentrok antar umat beragama, dan terakhir gerakan radikal.

Tentunya dalam mewujudkan harmoni kehidupan umat beragama, mustinya membangun SDM berkualitas, tingkatkan kerja sama dalam kegiatan keagamaan, perkokoh toleransi, bangun benteng yang kuat terhadap pengaruh paham radikal dan ikut serta menjaga stabilitas keamanan di dalam bingkai Pancasila, tambahnya.

H Abdurrahman, wakil ketua DPW PKB lebih banyak menyinggung keutuhan Negara, politik kebangsaan, dan tentunya eksistensi nilai-nilai rahmatan lil alamin Ahlusunnah wal Jamaah mesti disebarluaskan.

Prof. Arfin Hamid selaku sekretaris PWNU Sulawesi Selatan menuturkan materi tentang Islam sebagai petunjuk bagi manusia dan seluruh alam.

Menurunya Islam sebagai ajaran tentunya mewajibkan bagi umatnya untuk melaksanakan ibadah dan memberikan kedamaian kepada umat seluruh alam. (andy muhammad idris/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam Internasional, Pahlawan, Nahdlatul Shautus Salam

Fathul Mannan, Kitab Tajwid Jawa Pegon Karya KH Maftuh Lirboyo

Ini adalah halaman sampul dari kitab berjudul “Fath al-Mannân li Tashhîh Alfâzh al-Qur’ân” yang mengkaji seluk beluk bidang Phonologi Arab (Ilmu Tajwid) karangan KH. Maftuh Basthul Birri, pengasuh Madrasah Murattilil Qur’an (MMQ) Pesantren Agung Lirboyo, Kediri (Jawa Timur).

Sosok KH. Maftuh Basthul Birri (lahir di Purworejo, 1948) sendiri adalah guru utama saya dalam bidang Tajwid al-Qur’an ketika belajar di Pesantren Lirboyo dulu. Saya mengaji tajwid dan menyetor beberapa hafalan surat-surat al-Qur’an kepada beliau, juga kepada murid-murid beliau (Ustadz Nahrowi Bondowoso dan Ustadz Hazbullah Nganjuk) sepanjang tahun 1999 hingga 2001, mulai dari tingkat pemula hingga menengah. “Fath al-Mannân” menjadi salah satu kitab acuan ajar di Madrasah Murattilil Qur’an Lirboyo.

Fathul Mannan, Kitab Tajwid Jawa Pegon Karya KH Maftuh Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Fathul Mannan, Kitab Tajwid Jawa Pegon Karya KH Maftuh Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Fathul Mannan, Kitab Tajwid Jawa Pegon Karya KH Maftuh Lirboyo

Ketika di Lirboyo dulu saya sempat memiliki naskah kitab ini, namun kemudian hilang entah dimana. Saya kembali mendapatkan naskah kitab ini dari toko kitab di Pesantren Krapyak, Yogyakarta, saat Anjangsana Islam Nusantara bersama rombongan Pascasarana STAINU Jakarta akhir bulan Januari kemarin.

Kitab ini ditulis dalam bahasa Jawa beraksara Arab (Pegon), terdiri dari 3 volume (juz) dengan tebal 148 halaman. Dalam kolofon, pengarang menuliskan jika karya ini selesai dikerjakan pada bulan Rabiul Awwal tahun 1397 Hijri (1977 Masehi). Karya ini kemudian dicetak oleh Percetakan Toko Buku Al-Ihsan, Surabaya (tanpa tahun).

Shautus Salam

Karya ini juga mendapatkan endorsement (taqrîzh) dari beberapa ulama besar ilmu al-Qur’an pada masanya, yang sekaligus guru utama dan mata rantai (sanad) yang menyambungkan genealogi keilmuan pengarang dalam ilmu tajwid dan ilmu-ilmu al-Qur’an, yaitu KH. Muhammad Arwani Kudus, KH. Adlan Ali Jombang, dan KH. Nawawi Abdul Aziz Jogja.

Shautus Salam

Dalam kata pengantarnya, pengarang menulis;

? ? ? ? ? ? ? ? "? ?" ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?2 ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?2 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

(Ini adalah sebuah risalah yang sengaja saya susun dan saya beri nama “Fath al-Mannân” guna menjelaskan dan menerangkan kaidah-kaidah tajwid membaca al-Qur’an. Saya menuliskannya untuk siapa saja yang bersungguh-sungguh hendak membaca al-Qur’an dengan benar. Kitab ini bisa menjadi pedoman yang mudah (?). Isi kitab ini sendiri saya nukilkan dari beberapa kitab rujukan dalam bidang tajwid dan qira’at yang semula menjadi bahan belajar saya dan penelitian saya).

Di atas, KH. Maftuh Basthul Birri mengatakan merujuk pada kitab-kitab referensial dalam bidang kajian Phonologi Arab. Kitab-kitab tersebut adalah; (1) Irsyâd al-Ikhwân fî Syarh Hidâyah al-Shibyân karangan Syaikh Muhammad al-Haddâd ibn ‘Alî ibn Khalaf al-Husainî, (2) al-Minah al-Fikriyyah fî Syarh al-Manzhûmah al-Jazariyyah karangan Syaikh Mullâ ‘Alî Sulthân al-Qârî, (3) al-Itqân fî ‘Ulûm al-Qur’ân karangan al-Imân Jalâl al-Dîn al-Suyûthî, (4) Sirâj al-Qârî fî Syarh al-‘Allâmah al-Syâthibî karangan Syaikh ‘Alî al-Nûrî al-Shafâqusyî, dan (5) Nihâyah al-Qaul al-Mufîd karangan Syaikh Muhammad Makkî Nashr.

Dalam volume satu kitab ini, pengarang menjelaskan panjang lebar tentang definisi dan batasan ilmu tajwid, huruf-huruf al-Qur’an, makharijul huruf, sifat-sifat huruf, serta “tafhîm dan tarqîq” (bacaan tebal dan tipis). Sementara dalam volume kedua, pengarang menguraikan tentang bagaimana membaca huruf Arab secara baik dan benar, “izhar dan idgham”, “ghunnah nun dan mim”, “madd dan layyin”, serta macam-macam madd (bacaan panjang). Adapun pada volume ketiga, pengarang menjelaskan tentang tatacara membaca, memulai bacaan, “washal dan waqaf” dalam bacaan, pembacaan al-Qur’an melalui jalur transmisi (periwayatan) Imam Hafsh, rumus-rumus “waqaf”, dan lain-lain.

Kitab “Fath al-Mannân” ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia beraksara Rumi (Latin) oleh pengarangnya, dengan judul “Standar Tajwid Bacaan Al-Qur’an” dan diterbitkan oleh Penerbit MMQ Lirboyo. (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Shautus Salam RMI NU, Amalan Shautus Salam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Shautus Salam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Shautus Salam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Shautus Salam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock